BY DontPink

Disclaimer © mashasi kishimoto

Rate : T

Gensre : Humor, Friendship, Romance

Pair : SasuHina, GaaIno, NaruSaku

:

:

:

Chapter 9


Di kediaman megah Sabaku, terlihat empat orang yang sepertinya sedang berbincang hal serius, suasana mencekam karena aura angker sang Yondaime Kazekage, dia menatap lurus kedepan dengan wajah datar sedatar penggaris.

"Jadi begitu, Gaara lebih bahagia bersama kedua sahabatnya.." Tanya sang kepala Sabaku dengan raut wajah yang 'sepertinya' merasa bersalah.

Temari hanya mengangguk. "Jadi apa keputusan Tou-san.." Sambil menatap Tou-sannya tajam.

Sang kepala sabaku diam, dia sedang dilanda galau dadakan. Sementara Mami karura sudah berkaca-kaca mau mewek? setelah mendengar perubahan Gaara, dia bangga anaknya jadi mandiri.

"Ku harap kau tidak memaksa Gaara semau hatimu.." Mami Karura menatap tajam sang kepala Sabaku dengan tatap seolah mengatakan 'turuti-atau-tak-dapat-jatah-seumur-hidup'.

Kepala Sabaku langsung kalang kabut, dia takut jika enggak dapat jatah? keringat dingin mengucur deras dari jidatnya. "Ehem, baiklah, aku tak akan memaksa Gaara, akan ku biarkan dia memilih jalan hidupnya, asal jalan itu baik dan benar.." Katanya panjang lebar sambil menatap Temari, Kankuro dan Mami Karura.

"Bagus..!" Kata Mereka bertiga sambil tersenyum lebar. Kepala Sabaku mengangguk-ngangguk sampai pusing..

Mami karura langsung berdiri dari duduknya dengan senyuman ke-ibuan, dia menatap Temari dan Kankuro. "Ayo ke konoha Temari, kankuro.." Ajak Mami Karura bersemangat. Sementara kedua anaknya langsung ngacungin jempol..

:

:

:

Yah sudah seminggu berlalu sejak insiden tiga sekawan yang di tuduh mencopet itu, Mereka masih tetap Galau, cuman karena tiga wanita yang mereka ehem sayangi itu masih nagambek dan gak mau ketemu. Hari-hari mereka sekarang seperti hidup di neraka. *lebay* Tanpa ada penerangan di hati, seolah cahaya mereka telah redup.

mereka bertiga menatap sendu tiga cewek yang berjalan melewati mereka dengan santai, tanpa menoleh ataupun bersuara. Apakah ini yang namanya azab illahi..

"BERHENTILAH BERBICARA SOAL AZAB AUTHOR KAMPRET.." Teriak mereka bertiga uring-uringan sambil menyalakan Author yang tak tau apa-apa.

Otak Udang mendesah, dia mengacak rambut duriannya frustasi. "Sampai kapan akan terus seperti ini.." kata Otak Udang lebay..

Mereka bertiga lalu berjalan menuju ke kelas dengan aura suram, bahkan ada siswa yang menantang taruhanpun di abaikan. Yah cuman karena cewek?.

Sesampainya di kelas, mereka langsung menjedukkan kepalanya ke meja galau. Pantat Ayam mengangkat kepalanya dengan gaya cool sambil menghadap jendela. 'Hn, harus di selesaikan' batin Sasuke sambil memikirkan sesuatu.

Pintu kelas terbuka, dan masuklah sensei sadis bertubuh ehem sexy sambil membawa cambuk?. "Pagi anak-anak, hari yang indah.."

"Pagi Anko-sensei.."

"Baiklah, kumpulkan PR kalian yang kemarin saya berikan.." Sambil menatap murid muridnya tajam. Otak Udang, Gaara dan Sasuke langsung berkeringat dingin, mereka lupa mengerjakan PR karena keasikan nonton 'PIALA DUNIA'.

Anko-sensei menatap NaruSasuGaara dengan alis mengkerut, pasalnya semua sudah mengumpulkan PR mereka. "Kalian bertiga, mana PRnya.."

'GLEK..' Mereka bertiga menelan ludah kecut?. "Anu..anu..anu..

"Apa 'anu' kalian minta cambuk.." Potong Anko-sensei sadis Sambil mencambuk papan tulis, semua murid langsung merinding disko.

Mereka bertiga menggeleng cepat sampai pusing. 'Kalau di *sensor* boleh' batin ketiganya mesum tingkat tinggi.

Anko-sensei menyeringai. "Taruh 'anu' kalian diatas meja, biar ku cambuk 10×.." Sambil mendekat menuju trio perampok ulung itu.

"OGAAAAHHHHH.." Mereka bertiga berlari kencang keluar dari kelas sambil memegangi 'anu'nya yang tiba-tiba kram itu, mereka tak bisa membayangkan nasib sang 'anu' jika kena cambuk 10×.

Anko-sensei kebingungan sendiri. "Padahal aku hanya bercanda.." katanya enteng.

"BERCANDA MBAH-MU?!.." Teriak mereka bertiga dari kejauhan. *kok bisa denger* Anko-sensei menganga, sebegitu tajamnya kah pendengaran mereka.

:

:

Di kantin terlihat tiga perampok ulung itu sedang makan dengan membabi buta, meskipun galau perut harus tetap terisi penuh, itulah yang ada di pikiran gak waras mereka.

Gaara mendesah sambil memperhatikan sekeliling kantin. "Hah, aku bosan.." Sambil menatap dua sohibnya datar. "Kenapa mereka percaya dengan berita ngibul itu"

Otak Udang manggut-manggut. "Mungkin, ini yang namanya azab illahi.." tambahnya yang tiba-tiba memakai kopyah dan sajadah.

"Sebaiknya, kita jelaskan satu-satu, jangan bertiga.." Usul pantat ayam sambil menyatukan buku-buku jarinya bak seorang detektif bayaran yang sedang menangani kasus pembunuhan.

Mereka berdua mengangguk, menurut pantat ayam, jika sendiri-sendiri akan lebih mudah dibandingkan menjelaskan bersama. "Aku jenius.." batin Sasuke gak nyambung.

"Dan, jika mereka tak percaya, terpaksa kita mengibarkan bendera putih.." Tambah Sasuke sambil menatap dua sohib gendengnya.

Otak Udang dan Gaara sweatdrop, 'dia pikir kita perang apa, pakai bendera segala' pikir mereka berdua kebingungan.

"Kalian tak mengerti apa yang ku katakan.." Tanya Sasuke, kedua temannya mengeleng. "Hn, apa lagi aku" tambahnya bodoh. Naruto dan Gaara langsung meninggalkan pantat ayam yang mulai gila itu menuju ke kelas.

Sasuke acuh tak acuh sambil berdiri dan berjalan menuju kelasnya juga, Sasuke berjalan dengan langkah santai di lorong sekolahan, Tiba tiba dia di cegat Rock Lee sambil nyengir ala kura-kura. *bisa bayangkan gimana kura-kura nyengir-*

"Sasuke-kun, ayo kita tanding pinalti.." Tantang Rock Lee percaya diri. "Kita taruhan 500 riyo.." Tambahnya sambil mengambil duit dari sakunya.

"Hn, lain kali saja.." jawab si ayam datar sambil melengang pergi.

Lee nampak syok berat, karena salah satu saingannya tiba-tiba jadi tak bersemangat masa muda?. "Kenapa kau jadi pengecut Sasuke-kun"

'Seettt..Grep..' Sasuke berbalik sambil mencengkram kerah baju cangcuters gadungan itu. "Apa kau bilang.." Sasuke menatap Lee tajam, dia gak rela di bilang pengecut, Rinnegan kirinya sudah aktif untuk memanggang Lee dengan amaterasu.

Lee menelan ludah pahit?. "Ti-tidak, haha, hanya saja.." Lee melirik kiri kanan takut takut, dia takut di bakar.

'AMATERASU..!

'Kriikk...kriiikk...krikkk..

'-_-

'-_-

Sasuke langsung meninggalkan Lee sambil menggaruk tengkuknya. "Hn, kenapa kekutan ninjaku tak aktif.." Gumam Sasuke kebingungan sendiri.

Tiba tiba ada orang menghampiri sasuke sambil membawa majalah bokep?. Seorang cowok berambut hitam dengan mata sayu. Dan tanpa ba-bi-bu langsung menggampar wajah Sasuke pake majalah bokep. "Ini bukan fic canon bung.."

Sasuke melongo. "AWAS KAU AUTHOR KAMPRET.." Sasuke misuh-muisuh karena di gampar Author.

:

:

:

Tiga perampok ulung sedang duduk-duduk santai di halte bus, mereka sedang menunggu tiga gadis yang sudah mendiami mereka selama seminggu. Yang di tunggu-tuggu sudah menampakkan batang jempolnya?

Saat tiga gadis itu akan melewati tiga perampok ulung itu, Naruto, Sasuke dan Gaara langsung memegang pergelangan tangan mereka, tiga gadis itu masih enggan untuk menoleh.

"Ikut aku.." Sasuke langsung menyeret paksa Lady Hyuuga seenak udele, Hinata hanya pasrah, gimana gak pasrah coba, wong nggeretnya pake tangan susano'o. *kok ada*

Otak Udang dan Gaara juga menyeret dua gadis itu paksa, dua gadis itu meronta ronta ingin di lepaskan, Gaara dan Naruto menuju tempat berbeda, mereka sudah sepakat akan menjelaskan satu-satu.

"Lepaskan aku baka.." Sakura meronta sambil menonjok kepala Otak Udang. Otak Udang tepar sejenak sebelum kembali menyeret Sakura pakai tangan mode Rikudonya. *kenapa ada kekutan ninja coba*

Cuman Gaara doang yang normal, pasalnya dia menghajar tengkuk Ino sampai pingsan lalu di bopong seenak alisnya yang hilang. *dasar gendeng semua*

Sasuke dan Hinata berdiri di trotoar pinggir jalan, tangannya masih tetap memegang tangan Hinata, biar tak kabur. "Jadi kenapa.." tanya Sasuke sambil menatap mata Lavender itu dalam.

Hinata langsung memalingkan wajahnya kearah lain. Dia tak mampu menatap mata pantat ayam sialan itu. Dia diam tak bersuara.

Sasuke mendengus, dia lalu memegang pundak Hinata dengan kedua tangannya. "Tatap mataku jika sedang berbicara Hinata"

Hinata langsung menatap Onyx si ayam itu dengan mata berkaca-kaca mau mewek, habisnya cengkramanya itu loh kuat banget. "Ma-maaf.." suara Hinata lemah.

"Hn, aku tak butuh maafmu, aku juga tak menyuruh kau percaya padaku.." Sasuke menatap Hinata lembut. Hinata langsung menegang.

"Tapi, mulai sekarang, ketahuilah" Sasuke memegang belakang kepala Hinata sambil menempelkan keningnya di kening Hinata

"Aku selalu mencintaimu.."

Mata Hinata langsung melebar, jantungnya terasa terpacu dengan cepat. Hangat menjalar dihatinya, apa ini yang selalu dia butuhkan

Dan di tempat jauh sana, tiba-tiba Itachi bersin, mungkin karena kata-katanya di anime di pakai Otoutonya.

Hinata langsung memeluk Sasuke seenak udel sambil menangis sesenggukan. Sasuke membalas pelukan Hinata dengan senyuman yang tersungging Manis di bibirnya. Angin bertiup kencang membuat rambut mereka berkibar-kibar, dan entah apa kenapa tiba-tiba bunga-bunga sakura berterbangan di antara mereka.

Orang Orang yang melihat dua manusia berpelukan ala spongebob patrik itu langsung berhenti sambil menonton acara gratisan. Ya acara gratisan sebelum..

"HOY AYAM SIALAN MESUM, APA YANG KAU LAKUKAN PADA HINATA-SAMA.."

'KRACCK..!

'PYARR..!

Adegan mengasikkan itu pecah seketika.

Sasuke langsung melepaskan pelukannya sambil menengok asal suara yang menggangunya itu, dan dia melihat Model Shampo sialan yang membawa golok berlari kearahnya. "MODEL SHAMPO SIALAN.." Teriak Sasuke uring-uringan lagi sambil menggeloyor pergi karena takut ama golok karatan. sementara Hinata cengo.

:

:

Gaara sedang duduk di bangku taman, dia sedang menunggu Ino bangun dari pingsannya, dia memandangi wajah cewek blonde itu lama, tiba tiba senyuman terukir manis di bibirnya, bukan senyum mesum seperti biasa.

Ino mengerjap ngerjapkan mata mulai sadar dari pingsanya, dia memegangi tengkuknya karena habis di hajar Gaara itu. Dia menatap Gaara sejenak sambil berdiri,

"Ino apa kau tak percaya pada kami.." Sosor Gaara tanpa rem.

Ino menghela nafas sejenak, dia sebenarnya sudah tak tahan mendiami tiga perampok ulung itu. "Buat aku percaya Gaara.." Gumamnya sambil menatap langit yang terpenuhi oleh awan-awan itu.

Gaara menggaruk jidatnya, dia binggung bagaimana membuat Ino percaya. Keadaan jadi hening, tak ada yang mulai membuka suara, hanya terdengar suara jangkrik yang lewat?.

Ino berjalan menjauh meninggalkan Gaara yang masih diam itu, "kau tak bisa membuatku percaya kan.." katanya sambil masih berjalan menjauh.

"Aku tak tau caranya.." kata Gaara sambil menunduk. "Karena, yang bisa membuatmu percaya..hanya dirimu sendiri.."

Ino berhenti, matanya melebar, yang dikatakan Gaara benar, yang bisa percaya atau tidak itu tergantung isi hatinya. Karena sesuatu itu harus datang dari isi hati bukan, bukan masalah bukti atau apapun. "Yah, kau benar.." jawabnya sambil menengok Gaara sejenak sambil tersenyum tipis, lalu kembali berjalan menjauh.

Cowok stoic itu lalu tersenyum, dia lalu mengambil majalah bokep? Untuk di bacanya, Mood membaca bokepnya sudah kembali. "Sial sexy banget.." Gumamnya sambil memijit hidungnya. *kumat mesume*

:

:

Otak Udang terlihat sembah sujud di kaki Sakura. "Kenapa kau tak percaya Sakura-chan.." sambil mencium betis Sakura penuh hawa Nafsu.

'BLETAK. !

"Dasar mesum.." Marah Sakura sambil menatap tajam Otak Udang yang mencari kesempatan dalam kesempitan itu.

Otak Udang mengelus kepalanya yang benjol itu sambil menatap Sakura dengan tatapan masih mesum. "Demi majalah bokep? Aku jujur Sakura-chan.." katanya gak masuk akal.

Sakura sweatdrop 'apa hubungannya coba' batinnya. "Aku melihatmu sendiri di seret masuk mobil polisi"

Otak Udang menutup matanya sejenak, dia lalu menatap Sakura dengan tatapan sendu. "Baiklah jika kau tak percaya Sakura-chan.." Gumam Otak Udang sambil berjalan menjauh dengan langkah terhuyung-huyung. "Selamat tinggal.." Sambungnya dengan nada sedih..

Sakura langsung membulatkan matanya, dia berpikiran apa mungkin Otak Udang bakalan bunuh diri. "KAU JANGAN BUNUH DIRI NARUTO..APA KAU MAU MENINGGALKAN AKU" Teriak Sakura panik.?!

Naruto menengok kearah Sakura dengan wajah kebingungan. dia lalu berjalan menghampiri Sakura dengan kepala berasap? Karena terlalu berpikir keras. "Siapa yang mau bunuh diri Sakura-chan.."

"Eh.." Sakura langsung menunduk karena malu sudah salah sangka, bahkan sudah keceplosan.

"Bunuh diri itu dosa Sakura-chan, dan aku tak mau membuang hidupku begitu saja.." Kata Otak Udang bijak dan tak lupa sebuah kopyah dan sajadah yang bertenger di kepala dan pundaknya.?

"Menurut jashin? Yang di sembah Hidan, bunuh diri itu tak baik.." crocosnya sambil memegang sebuah tasbih. *apaan itu*

"Ya su-sudah kalau be-begitu.." Sakura sangat malu karena sudah salah paham.

Otak Udang nyengir kangguru?. "Dan Sakura-chan, apa maksudmu jika kau tak mau ku tinggalkan.." sambil tersenyum mesum kearah Sakura.

Wajah Sakura memerah, dia langsung berlari menjauh meninggalkan Otak Udang yang kebingungan lagi itu. "Sungguh ter-la-lu.." batin Naruto bak Haji Rhoma Irama.

Naruto lalu mengeluarkan majalah bokepnya sambil senyum-senyum gak jelas. "Wuiihh, posenya Nungging.." katanya dengan hidung berdarah-darah. *kumat pisan mesume*

:

:

:

"Jadi bagaimana.." tanya pantat ayam kepada dua sohibnya.

"Entahlah.." jawab Otak Udang dan Gaara kompak?. Sasuke hanya mendengus bosan. Sasuke lalu berdiri untuk mengambil minuman untuk dirinya sendiri tentunya.

'BRAK..BRAK..BARAK..! GAARA..BUKA..PINTU'

'Bruuussss..' Sasuke menyemburkan minumanya karena mendapati pintu apartemen mereka dia gedor-gedor dengan gak sopannya. "ANJRIT..GUE BUNUH JUGA TU ORANG.." Sasuke mulai OOC lagi sambil misuh-misuh.

Gaara dan Otak Udang geleng-geleng sambil berjalan melihat siapa yang berani-berani menggedor pintu seenak batuke. "Kalo cewek yang gedor, aku perkosa dia.." gumam Naruto nista, Gaara hanya mengangguk.

Dan saat pintu sudah terbuka, Gaara langsung menganga mendapati wanita yang sangat dia rindukan bersama kedua kakaknya. Sementara Naruto cengegesan gak jelas. "Emak?.." kata Gaara. *kampungan-plak*

Mami karura sweatdrop. "Duh Gaara, jangan kampungan kenapa sih.." Sambil memeluk Gaara penuh kasih sayang, membuat Otak Udang iri setengah mati.

"Emm, Mami? Kenapa kesini.." Tanya Gaara yang sudah tak memanggil emak? *payah kau Gaara*

Mami Karura hanya tersenyum sambil masuk kedalam apartemen minimalis itu seenak udele. "Mami kangen Gaara.." sambil menyeret Gaara duduk di sebelahnya. Gaara hanya manggut-manggut.

Kankuro menatap Naruto dan Sasuke bergantian, "apa kalian mesum? Jika kalian mesum, kalian akan Gosong.." tanya Kankuro gak masuk akal.

'Apa hubungannya dengan gosong coba' batin SasuNaru kebingungan, kemudian mereka berdua acuh tak acuh, buat apa coba meladeni manusia sinting.

Mami Karura terlihat sangat senang bisa bertemu dengan anaknya. "Kami ingin kau pulang Gaara, papi sudah tak akan mengatur hidupmu.."

Mata Gaara melebar, dia kaget jika tou-sannya sudah tak akan mengatur hidupnya lagi jika dia kembali, tentu dia sangat senang mendengarnya. "Benarkah Mami.."

Mami karura hanya mengangguk sambil tersenyum. "Jadi, apa kau mau pulang Gaara.." pintanya dengan wajah memelas.

Gaara terdiam, dia menatap dua temannya yang tersenyum kearahnya, dia bimbang dia teringat perkataan mereka dulu saat sudah menjadi sahabat.

Apapun yang terjadi, kita akan selalu bersama,

Gaara menatap mami karura lembut. "Aku tak bisa mami.." kata Gaara, Otak Udang dan Sasuke melotot, mereka berpikir apa mungkin Gaara masih mengingat perkataan mereka dulu.

"Ke-kenapa Gaara.." Mami Karura berkaca-kaca mau mewek. Temari juga mau mewek, kankuro juga mau mewek, Naruto juga mau mewek Sasuke ju-stop apaan ini.

"Aku akan tetap tinggal di sini Mami, dan aku akan sering mengunjungi Mami.."

Mami Karura pasrah, dia tak akan memaksa anaknya. "..ya terserah kau sayang, tapi sering-sering ya mengunjungi mami" Sambil memeluk Gaara lagi, membuat Otak Udang iri Lagi. Gaara hanya mengangguk Lagi.?

Kankuro menatap NaruSasu lagi. "Ingat, jangan ajak Gaara berbuat mesum, atau kalian akan gosong.." Katanya gak masuk akal.

'PLAK..!

Temari menatap kankuro tajam. "Kau ngomong apa sih.." sementara kankuro hanya mengelus pipinya yang memar itu karena kena tampar Nee-sannya.

"Sekarang, siapa yang Gosong.." Kata SasuNaru meremehkan, kankuro langsung siul-siul gak jelas. *kampungan juga tu anak*

"Ya sudah Gaara, mami tak bisa lama-lama, kami pulang, jaga diri baik-baik ya sayang.." Kata Mami karura sambil berdiri, kemudian dia berhenti. "Kankuro, mana kopernya.."

Kankuro langsung menyerahkan koper yang di minta Maminya itu. Mami karura langsung menaruh koper itu di depan Otak Udang dan Sasuke. "Buat jajan.." kata Mami karura sambil mengacak-ngacak rambut Naruto dan Sasuke, Otak udang langsung nyengir gaje.

Setelah mami karura dan dua anaknya pergi, Otak udang langsung membuka koper itu dengan gak sabaran, seketika matanya melotot. "Sial, banyak banget teme duitnya.." sambil menggampar wajah Sasuke seenak 'anu'ne..

Sasuke hanya mendengus sambil mengelus pipinya. "Hn, jadi kenapa kau tak ikut Gaara, bukankah ayahmu sudah tak mengaturmu.." tanya Sasuke, walaupun dia sudah tau jawabannya. Gaara hanya tersenyum sambil ikut menghitung duit dalam koper itu.

"Kalau buat beli wanita PSK, dapat berapa ya.." kata Otak udang mulai gak waras. Sasuke dan Gaara langsung menghajar Otak Udang dengan membabi buta, masak duit itu mau di buat ehem-ehem-an ya gak boleh lah,

"Itu dosa.." kata Sasuke dan Gaara kompak sambil terus menghajar Otak Udang yang meraung-raung itu. *malang sekali nasibmu Naru-*

:

:

:

Di sebuah kedai Yakini-Q terlihat enam remaja lagi makan-makan bersama sambil berkumpul melepas rindu yang sudah seminggu menumpuk di hati kayak hutang. Otak Udang terlihat senyum senyum gak jelas sambil menggoda Sakura, membuat Sakura merinding.

"Sakura-chan, kau dan aku itu kayak rokok dan kopi?.." Gombal Naruto sambil memegang tangan Sakura penuh penghayatan. "..karena kopi tanpa rokok itu terasa hambar Sakura-chan"

"A-apa hubungannya baka.." Sakura blushing gak jelas karena tangannya di elus-elus Otak udang. Sementara yang lain hanya menjadi penonton yang baik.

"Karena, jika aku tanpamu akan terasa hambar Sakura-chan.." Sambil mencium tangan Sakura penuh hawa nafsu, Sakura makin memerah wajahnya. Otak Udang nyengir ala marmut?

Sasuke hanya geleng-geleng, dia lalu menengok kearah Hinata yang ada di sebelahnya itu dengan senyum tipis. "Kenapa tak di makan Hime.." tanya Sasuke.

'Bruussshhh...' Otak Udang dan Gaara menyemburkan minuman yang baru di minumnya itu dengan mata melotot. 'HIME' batin NaruGaara cengo. Gaara langsung menempelkan telapak tangannya di jidat Sasuke. "Kau tak sakit kan Sas.." tanya Gaara.

'PLAK..!

Sasuke langsung menggampar Gaara tanpa perasaan. "SAKIT 'ANU' BAPAK-MU.." Semprot Sasuke OOC lagi yang sudah ribuan kali itu. Sementara yang lainnya sweatdrop mendengar ke-OOC-an Sasuke itu. Sasuke langsung acuh tak acuh.

Ino menatap Hinata dengan tatapan ingin tau. "Apa arti kata 'Hime' Hinata.." tanya ino ingin tau, begitu juga yang lainnya. Sasuke terlihat gak peduli.

Hinata memerah wajahnya, dia menunduk malu malu, "Ano, ka-kami b-berpacaran.." jelas Hinata dengan badan yang mau pingsan.?

'WHAT THE HELL..' Batin mereka berempat, Otak Udang langsung menatap Sasuke dengan cengiran makin gila. "Apa itu benar teme.."

"Hn, jangan remehkan Uchiha.." Jawab Sasuke gak nyambung.

Jumbo sweatdrop bertengger di belakang kepala mereka berempat. 'Dia mulai gila' batin NaruGaaraInoSaku. Sasuke hanya mengangkat Satu alisnya heran, lalu mencomot daging gak peduli.

Gaara menatap cewek blonde di sebelahnya dengan tatapan gak kalah mesum kayak Otak Udang 'harus sekarang, waktu yang tepat' batin Gaara menggebu-gebu yang entah memikirkan apa. "..Ino, aku ingin-

"Gitu-gituan.." Potong Otak Udang seenak udele dewe sambil nyengir mesum. Seketika kepala Otak Udang langsung benjol karena di jitak Ino dan Sakura.

'Set..' Gaara langsung mengeluarkan kalung bertuliskan 'I-&-G' dari sakunya, Otak Udang bingung gak ngerti, Sakura tersenyum penuh arti, Hinata blushing tak menentu, Sasuke merangkul Hinata seenak'e dewe. 'Aku gak mesum, haha' batin si Ayam OOC lagi.

Ino blushing berat melihat kalung yang di sodorkan oleh Gaara padanya itu. "A-apa maksudnya Gaara.." tannyanya gugup.

Gaara hanya tersenyum, "Ini untukmu, meskipun ini kalung biasa, tapi aku c-ci-cin-" Lidah Gaara terasa melintir untuk meneruskan ucapanya. Ino mengangkat satu alisnya bingung.

'Hufftt..' Gaara menghela nafas berat, dia meminum sake segelas dulu biar tak grogi. "Ehem, intinya aku menyukaimu, bukan tapi mencintai.." Sambil menatap mata aquamarine Ino dalam. Ino makin blushing tingkat dewa?

Otak Udang iri dengan sohib kampungannya yang punya kalung yang menurutnya keren itu. Sasuke melotot, dia heran, sejak kapan sohib kampungannya itu berani membedel (baca-nembak) wanita, apakah ini yang namanya mukjizat illahi. *apa hubungannya coba*

"Aku memang tak bisa mengumbar-ngumbar kata-kata manis bin lebay bin alay seperti cowok cowok di MTV itu.." kata Gaara sambil membawa-bawa MTV alay. "Apakah kau mau jadi kekasihku Ino" sambil mencium tangan Ino penuh hawa nafsu tentunya.

Ino menunduk malu, wajahnya sangat memerah "Tidak.." Gaara nampak syok berat, dia memegang dadanya lebay. "Akan menolak.." tambah Ino sambil menatap Gaara.

Gaara langsung salto kebelakang kaget, sementara yang lainnya sweatdrop melihat si panda salto. 'Fufufu, akhirnya punya pacar juga' batin Gaara kampungan. Gaara lalu mendekat kearah cewek blonde itu sambil memegang kedua pipinya. "Apa aku boleh menciummu.." minta Gaara penuh harap, Ino hanya mengangguk malu-malu, Gaara langaung mencium bibir cewek blonde itu penuh penghayatan.

Sasuke menutup mata Hinata dengan satu tangannya. "Jangan lihat Hime, itu pornoaksi.." kata Sasuke gak masuk akal. Hinata kebingungan sendiri menghadapi pacar ayamnya.

Lagi lagi Naruto iri sendiri 'sial..enak bener tu Gaara' batinnya misuh misuh sambil memijit hidungnya?. "Sakura-chan, bolehkah aku men-

"Gak mau baka.." Potong Sakura sambil menggepalkan tangannya, Sasuke dan Gaara menatap hina Otak Udang. Naruto langsung drop dengan aura suram, dia lalu menatap Sakura dengan tatapan serius.

'Seet..' Setengkai bunga mawar yang hampir patah tangkainya keluar dari saku Otak Udang 'aku tak akan kalah, hahaha' batinnya ketawa setan. Yang lainnya menahan tawa melihat bunga mawar yang kusut dan hampir patah itu 'baka' batin mereka semua.

"Ini untukmu Sakura-chan.." kata Otak Udang sambil menyerahkan setangkai bunga kusut itu pada Sakura. Sakura menerima bunga itu setengah sweatdrop.

Otak Udang menggaruk pantatnya yang gatal itu sambil tengok kiri kanan. "Sakura-chan, apa kau mau jadi kekasihku.." Naruto langsung to the poin.

"Tidak mau.." Singkat padat dan jelas. Naruto langsung jatuh tengkulep dengan mulut berbusa. Sasuke dan Gaara ngakak OOC tingkat tinggi sambil memukul meja kayak orang sarap. Ino dan Hinata saling berpandangan bingung.

Naruto kembali duduk dengan wajah kusut. "Sakura-chan 'Ich liebe dich' itu artinya apa ya.." tanya Otak Udang sambil menyeringai kejam. Gaara dan Sasuke melihat seringaian Otak Udang langsung mengerti maksudnya.

Sakura mengangkat satu alisnya. "Baka memang baka, itu artinya 'Aku mencintaimu' baka.." jawab Sakura gak nyadar. Ino dan Hinata melongo.

"Yah, aku juga sangat mencintaimu Sakura-chan.." Sambil mencium tangan Sakura lagi. Sakura yang sadar telah terjebak dengan Otak Udang langsung gelagepan sendiri.

"Ma-maksudku-" sebelum Sakura selesai mengucapkan perkataanya, Otak Udang dengan seenak udele langsung memeluk Sakura dengan cengiran ala tikus kelaparan. 'Haha, aku jenius..' batin Otak Udang Nista. Sakura hanya pasrah. *sabar saki, wkwk*

"LIHAT KAN KALIAN SEMUA, GUE PUNYA PACAR.." Teriak Otak Udang sambil muncrat-muncrat Norak. Semua orang yang ada di dalam kedai itu menatap bingung Otak Udang 'dasar sarap' batin semuanya.

Sementara Sasuke nepok jidat 'betapa hinanya dirimu dobe' batinnya frustasi. Sementara Ino, Hinata dan Sakura menganga dengan mulut berbusa, satu kata untuk Naruto 'gendeng'

Ponsel pantat ayam berdering menandakan ada ESEMES Masuk, dia lalu mulai membuka pesan yang entah dari siapa itu.

From Itachi

Hey baka Otouto, aku punya kabar baik untukmu

Tou-san sudah tak akan menjodohkanmu lagi, dia ingin kau pulang, tapi jika kau tak mau pulang, tou-san tak akan memaksa.

Dan satu lagi, Setiap bulan Tou-san akan mengirimimu uang untuk biaya sekolah dan makan, jadi kau tak usah bekerja, dan ku harap kau mengunjungi Anikimu yang keren ini Sasuke.

Sasuke mengantongi ponselnya lagi dengan senyuman tipis. 'Sadar juga akhirnya tua bangka itu' batin Sasuke nista, ya tapi inilah yang dia inginkan, memilih jalan hidupnya sendiri.

Persahabatan memang indah bukan. Dan tentunya akhir yang bahagia, ya akhir bahagia..

"Sakura-chan, besok kita kencan yuk.."

"Gak mau.."

-OWARI-

:

Wah akhirnya selesai juga, Oh ya pasti pada penasaran kenapa saya bisa update cepet, pasti banyak yang mengira saya ini suka mendekam diruma alias menyendiri, jika iya maka itu salah, saya orang yang tak suka menyendiri, dan saya lebih suka berkumpul bersama sahabat atau teman, dan kebetulan teman-teman saya itu suka bercanda semua, jadi ya bisa gampang dapat inspirasi humor, saya tak mengetik di Laptop kok tapi di Tab PC, jadi kemana mana selalu di bawa, jika ada ide sedikit saya tulis sebentar deh. Ok Makasih ya sudah baca. BYE-BYE...