Cerita ini diambil berdasarkan jalan cerita drama EXO NEXTDOOR, namun menceritakan tentang kisah Chanyeol dan Baekhyun, bukan Chanyeol dan Moon Gayoung seperti drama aslinya.
EXO NEXT DOOR CHANBAEK STORY
Park Chanyeol EXO K | Byun Baekhyun EXO K
WARN! BL
..
..
prev chap;
Disana, tepat di pintu penghubung, seorang wanita setinggi Baekhyun berdiri dengan celana jeans selutut dan sweater oranye kalem yang membalut tubuhya, rambutnya yang pendek dan berponi miring diletakkan kacamata hitam yang bertengger manis diatas sana.
"N-noona.."
..
..
"BAEKHYUNEE!"
" Oh yatuhan, aku hampir gila mendengar laporan dari Luhan tentang kepergian mu!"
Baekhyun terbelalak mendengar suara teriakan nyaring dari kakak mantan sahabatnya; Chanyeol. Dia sungguh tidak percaya akan kedatangan Yoora keapartement kakaknya dan apalagi fakta jika Luhan sudah mengetahui hal tentang kepergiannya. Pasti hal ini sudah tersebar dikalangan penggemar dan member-member lain. Baekhyun sungguh tidak bisa berkata apa-apa lagi. Yang ada dikepalanya sekarang hanya bagaimana nasib dirinya kedepan dan tentu saja juga tentang kedatangan kakak Chanyeol yang sangat mendadak ini. "N-noona... Yura Noona..." ucapnya tergagap.
"Baek? Kau oke?" Yoora bertanya khawatir. Wanita berwajah mirip Chanyeol yang mengenakan setelan pembawa berita di tv memajukkan tubuhnya dan berjongkok didepan Baekhyun yang duduk dikursi untuk bermain piano.
"Sayang sekali, sekarat."
Yoora hanya tertawa kecil sambil menggerakkan tangannnya kearah surai kecokelatan Baekhyun. Wanita itu mengelusnya lalu menatap Baekhyun lembut. "Kau sekarat? Tubuh mu atau hatimu?". Baekhyun mendengus sebentar lalu balas menatap Yoora dengan melas, "Keduanya, tapi hatiku lebih" Dan lagi lagi Baekhyun mendapatkan perlakuan mengagetkan dari kakak Chanyeol.
Baekhyun dipeluk.
Rasanya sama seperti ketika dirinya tengah dipeluk Chanyeol.
Eh. Chanyeol lagi.
"Maafkan kelakuan brengsek adik raksasaku ya, Baek. Kau tahu? Chanyeol hanya belum tahu jati dirinya yang sebenarnya. Dia hanya.. labil? Ya Chanyeol itu seperti Sehun, labil tingkat tinggi," Yoora melepaskan pelukannya lalu tertawa sambil menatap Baekhyun lagi. "Mungkin saja dia malu padamu Baek, makanya dia berperilaku seperti itu. Dan kau masa lupa sih, Chanyeol itu punya gengsi tingkat tinggi. Bahkan melebihi gengsinya cewek pms. Haha oke kau tidak pernah merasakan pms kan, Baek?"
"Noona!"
"Haha oke maafkan aku, aku hanya bercanda." Yoora bangkit lalu mendorong bahu Baekhyun pelan agar dia bisa duduk tepat disamping Baekhyun. Dia menekan beberapa tuts asal yang tidak dikenalnya. Asal kalian tahu, Yoora tidak seperti Chanyeol yang benar benar suka dengan musik. Yoora bahkan tidak tahu dimana letak tuts Do pada piano besar ini. Dia kan pembawa berita, mana mungkin tahu. "Ada hal yang harus kau tahu, Baek. Ini tentang Chanyeol." lanjutnya.
Baekhyun menoleh, "Apa?"
Yoora menghela napas sebelum menjawab pertanyaan Baekhyun. Dia mengalihkan pandangannya kearah lantai kayu yang melapisi ruangan kecil in. "Chanyeol dan cewek yang bekerja di rumah mendiang kakek kami itu, sahabat sejak kecil. Mereka dulu sering sekali bermain bersama, hingga tiga tahun lamanya kami berada dirumah itu kami pun pindah. Pindah kerumah yang saat ini kami tempati tentunya. Dulu aku sempat mengira Chanyeol dan anak itu saling menyukai, namun aku melihat sorot mata Chanyeol kearah cewek itu berbeda jauh dengan dugaanku. Menurut penglihatan mata anak kecil ku, Chanyeol hanya menatap sayang kepada cewek itu sebatas adik, tidak lebih. Dan si cewek itu atau ya sebut saja Yeonhee, dia sepertinya punya rasa terpendam pada Chanyeol. Tunggu! Itu hanya cinta monyet ya, kau harus ingat."
"Lalu setelah kami pindah, dan kami beranjak dewasa. Aku melihat ada yang aneh dari Chanyeol. dan orang tua kami pun menyadarinya. Apa yang aneh? Ini mungkin berbanding jauh sekali dengan apa yang sering dikatakan olehnya, Chanyeol itu.. menyimpang. Sama seperti kau dan teman temanmu. Eh maaf. Aku tidak sedang mencemoohmu atau semacamnya, aku hanya ingin memberi tahu saja. Orang tua kami hanya bisa pasrah, entahlah mereka seperti terima terima saja kalau anaknya menyimpang. Awalnya aku tidak terima kalau dia menyimpang, aku bahkan selalu mencekokinya dengan cerita cerita tentang teman teman perempuanku yang populer agar dia kembali normal. Dan Chanyeol heran dengan apa yang kulakukan. Lalu entah kenapa, Chanyeol yang waktu itu masih menjadi trainee baru di agensi kalian menjadi sangat nakal dan sering pergi ke kelab malam. Dan aku menduga jika Chanyeol membaca surat keterangan dokter yang menyatakan bahwa dia menyimpang. Uhm, kami memang sempat membawanya ke psikolog."
"Dan ternyata dugaanku benar, dia membaca surat itu yang ditemukannya dimeja nakas dikamar orang tua kami. Dia sangat marah dan berubah menjadi liar, bahkan dia pernah meniduri beberapa gadis dan tidak pulang kerumah selama dua hari. Dan ketika dia bertemu denganmu semuanya berubah, Baek."
"B-berubah?"
"Ya.. bisa dibilang begitu. Entahlah, tapi kukira dia memang sudah berubah, dia menjadi lebih kalem dan kembali tertawa seperti dulu lagi. Dan sejak itupun aku mengubah pandanganku tentan status adik ku yang menyimpang. Kupikir itu tidak masalah selama dia bersama dirimu. Namun sayang sekali kalian hanya sebatas sahabat saja, dan apalagi ketika kematian kakek kami. Chanyeol berubah menjadi seperti dulu lagi, dingin dan kejam? Bedanya hanya dia tidak bermain dengan wanita wanita menjijikan diluar sana. Kau juga harus tahu, Baek. Chanyeol punya ketertarikan padamu, hanya saja dia gengsi. Kita tunggu saja. dia pasti menyesal beberapa hari lagi."
Baekhyun menghela napasnya gusar. Jari jari tangannya saling bertautan dan terasa sedikit lembab sehabis mendengarkan cerita Yoora. "Katamu... Chanyeol menyimpang, lalu mengapa dia bermain di kelab malam hingga meniduri pelacur harga kaki lima itu?"
"Hahaha, kau benar. Dia melakukan itu hanya untuk mengembalikan jati dirinya yang normal. Tapi tetap saja, jika garis takdirnya menyimpang mau bagaimana lagi. Toh sampai saat ini pun dia masih sama."
..
..
EXOND
..
..
"Minggir murahan."
"H-hey! Apa yang kau katakan!"
"Kenapa? Masalah?"
"Ish, dasar pendek!"
"YAAK! AKU TIDAK PENDEK, DASAR MURAHAN."
"Kalau tidak pendek apa? Cebol? Ah kurang tinggi kau ya?"
"Sialan. Kau. Mau. Mati. Cepat. Ya."
"Kyungsoo! Jangan bertengkar dengan cewek itu. Abaikan saja, lebih baik kau menemaniku jalan jalan."
Kyungsoo mendelik tak suka. Matanya melirik ganas kearah cewek pembantu yang menurutnya murahan itu lalu menggeram pelan sebelum pergi meninggalkannya untuk menemani Sehun jalan jalan. Dasar jalang, awas saja lain kali akan ku bunuh kau. Pikirnya.
"Kau emosi ya? Sabar. Tidak ada gunanya kau emosi pada cewek sepertinya itu. Lebih baik kau bantu aku untuk membuat Chanyeol merasa bersalah pada Baekhyun, setuju?"
"Dasar musang tak tahu diri, sopan santunmu kau buang kemana huh? Well, tawaranmu boleh juga. Kita mulai dari mana?"
..
..
EXOND
..
..
"Hyung, terimakasih kau mau menampungku untuk beberapa hari haha, aku pergi dulu. Hotel yang kau pesan atas namaku sudah menunggu sejak tadi, jangan sungkan untuk merindukanku yaaa!" Baekboom tertawa keras mendengar godaan menggelikan yang dilontarkan Baekhyun. Dia mengusak rambut adiknya pelan lalu memeluk tubuh mungil adiknya erat.
Baekhyun yang mendapat pelukan secara tiba tiba hanya bisa terkekeh sambil membalas pelukan yang diberikan kakaknya. "Jaga dirimu baik baik ya, pendek. Walau hotel itu tidak jauh jauh sekali dari apartemenku tapi tetap saja kau kan belum mandiri." Baekhyun mencebik sebal mendengar ledekan bail dari kakaknya. Dia melepas pelukan dan menendang tulang kering kaki kanan Baekboom keras.
"Rasakan."
"Yaa! Ini sakit bodoh! AWW kau ini AW tidak sayang pada kakakmu ya, DUH." Baekboom membungkuk dan memijat bagian yang ditendang Baekhyun. "Kau jahat padaku, Byun."
"Ah sudahlah, Hyung. Jangan ber akting seolah olah aku telah mempatahkan kakimu, aku hanya menendangnya. Sudahlah aku pergi dulu, Baay"
..
"Selamat Sore, ada yang bisa dibantu?"
"Kamar atas nama Byun Baekhyun?"
"Ah, tunggu sebentar.. Byun Baekhyun ya... Kamar nomor 257 lantai 7, dan ini kuncinya. Terimakasih, semoga anda menikmati istirahat anda."
"Terimakasih."
Baekhyun berjalan sambil menarik koper berukuran sedang miliknya. Sesekali ia membenarkan letak topi hitam dan masker putih yang dikenakannya untuk penyamaran. Dia memandang kunci kamar hotelnya yang berbentung kartu persegi panjang. Angka 257 yang tertera dikartu itu mengingatkannya pada sesuatu hal. Tapi.. entahlah dia tidak bisa mengigatnya.
Ketiga angka itu seolah olah familiar diotaknya. 257. Didalam riwayat hidupnya pun dia tidak mempunya hubungan dengan ketiga angka itu. Tapi kenapa dia merasa sangat familiar dengan 257?
De javu?
Ah, mungkin itu karena dia kelelahan atau kurang tidur. Ya.. mungkin saja.
CKLEK
Tak terasa Baekhyun pun sudah sampai didepan pintu kamarnya. Dia pun segera memasuki kamar dan merebahkan diri dikasur putih yang disediakan. "Waw... sudah lama sekali aku tidak tidur dikasur seperti ini."
"Hahaha benar, kan dirumah kakek Chanyeol aku tidur di sofa."
Lalu dia terdiam. Baekhyun menggeleng gelengkan kepalanya ketika kepalanya dipenuhi tentang Chanyeol.
Chanyeol. Chanyeol. Chanyeol.
"Ayolah Baekhyun lupakan dia lupakaan."
Chanyeol itu menyimpang.
Chanyeol itu punya gengsi yang tinggi.
Tunggu saja dia pasti akan sadar, Baek.
"YATUHAAN! Kenapa cowok itu selalu memenuhi pikiranku. Bedebah"
Baekhyun memejamkan matanya kuat kuat. Dia menarik napas dalam dan menghembuskannya panjang. Dia terus mengulangi kegiatan itu hingga dering telpon miliknya berbunyi keras.
Sehun Calling—
"Oh hai jelek?"
"Ya! Aku tidak jelek! Aku manis asal kau tahu, Baek!"
"Loh.. Kyungsoo?"
"Iya ini aku. Mau apa kau?"
"Eh... aku minta maaf heheh tidak bermaksud, maksudku—"
"Sudahlah lupakan. Maksudmu pergi diam diam dan hanya Sehun yang tahu itu apa? Kejam sekali kau kejam."
".."
"Kau tidak tahu ya, seluruh member mencarimu. Minus si bajingan itu."
".."
"Halo Baek? Kau disana?"
Minus si Bajingan itu.
Baekhyun memejamkan matanya erat ketika bayang bayang Chanyeol kembali muncul di pikirannya. Dia menghela napas untuk kesekian kalinya.
"Baek.. kau oke?"
OH IYA KYUNGSOO.
Baekhyun pun buru buru menegakkan badannya ketika suara Kyungsoo terdengar diponselnya. "Aku oke, tenang saja."
"Kau tidak oke dan aku tahu itu. Jangan berbohong padaku Baek atau kau akan menyesal!"
Baekhyun menjauhkan ponselnya dari telinganya dan menatapnya sebentar. Kyungsoo memang terkenal galak. Tapi entahlah, Baekhyun merasa Kyungsoo sedikit aneh saat ini. "Kyung, kau sehat?"
"SEHAT! KAU KIRA AKU APA HAH?! GILA?! Seharusnya kau yang kutanya sehat atau tidaknya bukan aku!" Baekhyun sedikit terkekeh mendengar ucapan Kyungsoo. Jika Kyungsoo seperti itu maka sudah dapat dipastikan dirinya 100% sehat.
"Kenapa kau ketawa, brengsek?"
"Tidak.. hanya lucu saja, haha."
"Sialan, omong omong.. dimana kau sekarang?"
"Hotel pesanan kakak ku. Yang letaknya tak jauh dari gedung agensi. Kamar nomor 257 jika kau ingin berkunjung dan membawakanku makanan."
"Tidak terimakasih. Repot repot sekali aku harus membawakanmu makanan."
Dan diseberang sana Baekhyun mendengar gerutuan Sehun tentang baterai ponselnya yang akan habis dan tarif telepon yang mahal. Tak mau membuat kesengsaraan Sehun semakin bertambah, Baekhyun pun memutuskan untuk mengakhiri panggilan. "Kyung, sudah dulu ya. Aku ingin mandi. Sampai bertemu lagi."
"YAAA! JANGAN MATIKAN DULU!"
Namun sayang sekali, Baekhyun telah memutuskan sambungan.
Dan Baekhyun terkekeh mendengar jeritan frustasi Kyungsoo ketika ia memutuskan sambungannya.
"Lucu sekali, aku jadi kangen."
"Hahaha."
..
..
"KAU SIH! AH SEBAL! AKU BENCI PADAMU OH!"
"Kenapa jadi aku yang salah..."
"KARENA MU BAEKHYUN JADI MEMUTUSKAN SAMBUNGAN!"
"Bukan karenaku.. itukan kemauannya dia untuk memutuskan sambungan. Dia kan bilang jika dia ingin mandi."
"ITU JUGA SALAHMU AAAH AKU MEMBENCIMU"
Kyungsoo memberikan cubitan cubitan kecil yang menyakitkan ditangan Sehun sambil menginjak injak kakinya. "Rasakan bodoh rasakan. Makanya kau jangan seenaknya berbicara jika aku sedang bertelpon ria dengan Baekhyun. Rasakan ini Oh rasakan!" ucapnya sambil terus mencubit lengan Sehun.
"Yaa! Kyungsoo berhenti AWWW! S-sakit tahu! Malu dilihat AWW pengunjung lainnya!"
"Masa bodo. Rasakan rasakan rasakannnnn!"
"Kyung!"
"Tidak sopan sekali. Ku tambah ya. Nih rasakan rasakann."
Melihat keributan yang dibuat Kyungsoo dan Sehun yang sangat terlihat jika dibandingkan dengan pengunjung lainnya mungkin meja mereka akan segera didatangi oleh manajer kafe karena keributan yang mereka buat. Rintihan kesakitan Sehun dan geraman sebal Kyungsoo yang tedengar sangat jelas oleh para pengunjung lain. Beberapa dari mereka mungkin tahu jika keduanya adalah member dari Grup terkenal yang baru saja melangsungkan comeback berusaha mengambil foto apa yang mereka lakukan.
Dan beruntunglah kalian sang manajer kafe tidak jadi mendekat karena seorang pria jangkung terlebih dahulu duduk disana dan menghentikan kebisingan yang dibuat keduanya. "Ya! Berisik sekali."
"Loh... Chanyeol?!"
..
TBC
..
YAAMPUN MAAF BANGET BARU APDET SAYA KENA SERANGAN KEHABISAN IDE HUHUUHHUHU
MAAFBANGET YAA ;-(((( padahal kemaren janjinya mau apdet cepet+lebih panjang. apaan ya saya mah omdo, bukannya malah tambah bagus malah tambah jelek kanya huhuhu mana pendek lagi, terus apdetnya lama. yakin deh kalian semua lupa alur nya huhu. maaf ya saya aja juga sampe lupa alur ceritanya. kan sudah dibilang saya ini author abal abal.
niatnya beberapa minggu lalu mau apdet gitu cuma lagi sibuk sibuk banget ((sok sibuk. gg)) sibuk latihan padus wkwk buat lomba dan alhamudlillah juara satu sekota bandung yeaay ((pamer woo pamerr)) /kemudian dibash/. terus sibuk sama les ini itu padahal udah kenaikan kelas ini huhu. oiya 2/3 chap lagi ini ff mau end wkwkwk pendek bat ya ffnya wkwkwkwk.
yasudah mohon maaf kepada semuanya ya hanya bisa apdet segini doang ;-(((
keep review yaaaaaa!
SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA BAGI YANG MENJALANKANNYA YAA ((termasuk gue wkwkwkwk. ggg))
