Maaf sebelumnya karena ngaret yang sangat lama. Dikarenakan ide mandeg hehe... Terima kasih para penikmat ffn Ritsu yang telah menunggu. Silahkan dinikmati ~
Chara Naruto adalah milik Masahi Kishimoto-Sensei
Hurt
"Ki-kita pulang, Sasuke-kun." Hinata merintih, meremas baju Sasuke. Hati dan pikiran Hinata mulai tidak baik.
"Hn." Sasuke mengangguk, melepaskan pelukannya dan menggandeng Hinata menjauh dari Naruto.
Naruto yang melihat kepergian Hinata tak terima. "Pikirkan baik-baik Hinata! Siapa yang paling bersalah! Aku yang mengkhianatimu karena terpengaruh Sasuke, atau Sasuke sendiri yang dengan nyata merenggut kesucian dan masa depanmu!" Naruto berseru, tak peduli pada kerasnya suaranya, atau kini ia terngengah. Karena Naruto tahu, Hinata mendengar kata-katanya.
Dan inilah pertaruhan Naruto. Siapa yang akan benar-benar dipilih Hinata. Dirinya ataukah Sasuke?
Hurt
Hinata melepaskan jaket miliknya dan menggantungnya di dekat pintu kamar. Iris bulannya terlihat sendu.
"Sebaiknya kau istirahat, Hime."
Hinata mengangguk, menyahut ucapan Sasuke yang berada di belakangnya.
"Apa kau ingin mandi atau makan, Sasuke-kun?"
Sasuke menghela nafas. "Tidak perlu, sebaiknya kau istirahat. Pikirkan anak kita. Kau sudah lelah."
Hinata agak terkejut dengan ucapan Sasuke. Perlahan tangan Hinata mengelus permukaan perutnya. Perut langsingnya kini sudah tidak ada. Ketika Hinata mengelusnya, sangat terasa kalau perutnya mulai buncit. Tidak akan lama, semua akan tahu kalau ia tengah mengandung.
"Anak kita sudah besar ya?"
Hinata terdiam ketika kedua tangan besar Sasuke juga ikut mengelus permukaan perutnya.
"Papa dan mama sangat menunggu kelahiranmu sayang."
Hinata tersenyum, ucapan Sasuke membuatnya senang.
Baru saja ia tertekan oleh Naruto, tapi berkat Sasuke dan anak ini. Hinata langsung merasa baik-baik saja. Mungkin anaknya juga Sasuke telah menjadi obat akan kelelahannya.
Hurt
"Kau masih memikirkan perkataan Naruto?"
Hinata tetap diam, ia tidak tahu harus menjawab apa pada Sasuke yang bertanya sambil memeluk pinggangnya.
"Tidak." Akhirnya Hinata hanya dapat berdusta.
"Hn." Hanya dua konsonan itu saja yang diucapkan Sasuke. Tapi bungsu Uchiha itu sangat tahu bahwa Hinata tengah berbohong. "Tidurlah." Ucap Sasuke lagi, tangannya menggapai tombol lampu meja yang berada di atas nakas dekat Hinata.
Setelahnya Sasuke mengeratkan lagi pelukannya pada Hinata yang memunggunginya. Mencium aroma shampo yang menguar dari rambut panjang Hinata.
"Sasuke-kun." panggil Hinata tiba-tiba. "Bisakah pernikahan kita dipercepat?"
Sasuke mengangguk. "Tentu Hime,"
"Terima kasih."
Hurt
Maka di sinilah Sasuke sekarang, di toko perhiasan bersama Hinata untuk membeli cincin pernikahan mereka.
"Kau suka yang mana Sasuke-kun?" Hinata menyodorkan dua buah model cincin emas pada Sasuke.
"Terserah saja, aku suka apa pun pilihanmu."
Hinata cemberut ia menatap tak suka pada Sasuke. "Aku sedang bingung, cincin ini sangat bagus, tapi yang satunya juga elegan dan manis. Kau tidak membantu." Gerutu Hinata.
Sasuke yang merasa dipojokkan pun akhirnya menghela nafas, entah apa yang harus dilakukannya. Ia tidak mengerti soal selera Hinata. Biasanya Sasuke selalu membeli apa pun dengan harga paling mahal. Karena barang mahal selalu menjamin kualitas.
Tanpa sengaja Sasuke melihat sebuah cincin yang dipajang tak jauh dari pelayan toko. Sebuah cincin dengan permata berwarna amhetys.
"Bagaimana kalau yang itu?" Sasuke menunjuk tepat pada perhiasan yang menarik perhatiannya.
Si pelayan wanita itu langsung berbalik. "Yang ini Tuan?" Pelayan itu menyodorkan cincinnya.
"Ya, bawa sini." dan si pelayan pun menurut.
"Lihat Hime." dan itu menarik perhatian Hinata. "Ambilah cincin yang tadi kau pilih, dengan permata merah."
"Lihat?" Sasuke menyandingkan dua cincin berbeda warna itu. "Warna merah akan kau pakai, sesuai dengan warna kebanggaan Uchiha. Lalu aku akan memakai cincin amhetys ini. Mencerminkan dirimu, lavender, dan bola matamu."
Hinata mengangguk dengan rona merah di pipi.
"Cincin ini akan jadi pengikat, dan anggaplah kita saling mengawasi."
Hurt
Naruto baru saja keluar dari apartemennya menuju cafe favoritnya. Lalu matanya tanpa sengaja menangkap sosok yang dikenalnya. Dengan cepat pria blonde itu berlari mengejar sosok yang dimaksud.
"Neji!" Teriak Naruto keras ketika jaraknya berada tak jauh dari sosok itu.
Lalu pria yang dipanggil Neji itu berhenti berjalan, berbalik dan matanya mencerminkan keterkejutan ketika sosok Naruto tertangkap retina matanya.
"Naruto?"
Naruto tersenyum dengan cengiran khasnya. "Kebetulan sekali, bisakah kita berbicara?"
Cafe Tea and Lemon menjadi tempat pilihan Naruto untuk berbincang dengan Neji.
Sebenarnya Naruto cukup terkejut ketika ia tanpa sengaja melihat Neji. Entah dari mana ia mendapat keberanian untuk mengejar kakak dari Hinata itu. Oh jangan menjadi orang munafik. Naruto memiliki ide kilat yang cemerlang. Ia ingin meminta bantuan Neji, atau setidaknya mencari sekutu untuknya. Naruto sangat yakin bahwa Neji akan melancarkan rencananya.
"Jadi ada hal apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Neji tanpa basa basi. Bahkan pria berambut panjang itu enggan hanya untuk membuka buju menu.
"Ini soal Hinata." Jawab Naruto cepat, Naruto cukup tahu siapa Neji. Pria serius yang bahkan lebih menyebalkan dari Sasuke. Jadi ia juga tidak akan menyia-nyiakan waktu.
"Ada apa dengan Hinata? Dia baik-baik saja."
"Neji-nii. Aku tahu Hinata mengandung anak Sasuke."
Neji menyipitkan matanya, memandang tajam Naruto dengan siaga. Seolah menjadi kapten perang yang siap memberi aba-aba penyerangan pada Naruto.
"Lalu?" Neji terlihat tenang. Bahkan tak peduli.
"Aku ingin kau membantuku. Komohon Neji-nii, bantu aku untuk mendapatkan Hinata lagi!" Naruto memohon, bahkan Naruto sampai menundukkan kepalanya.
"Aku tidak mengerti maksudmu mengatakan permohonan itu padaku Naruto. Tapi aku yakin kau tidak bodoh. Karena kau tahu anak itu bukan anakmu, seharusnya kau membiarkan Hinata." Ada jeda. "Lagi pula bukankah hubungan kalian sudah lama selesai?"
Naruto menggeleng. "Aku tidak pernah memutuskan hubunganku dengan Hinata-chan. Tapi tiba-tiba saja Sasuke mengakui kalau ia akan menjadi ayah dari anak yang dikandung Hinata."
"Naruto, kau berpacaran dengan Hinata waktu itu. Aku memberikanmu izin untuk memacari Hinata, tapi aku juga memintamu untuk menjaganya. Tapi apa yang terjadi?" Neji berdecak. "Bahkan kau tidak bisa menjaga Hinata dari temanmu yang seperti anjing lapar. Lalu di mana kau saat Hinata menjalani masa sulit?"
Naruto terdiam, dirinya dibungkam oleh perkataan Neji yang begitu menusuk. Menyadarkan Naruto dengan apa yang sudah ia lakukan pada Hinata.
'Bahkan aku membiarkannya dimangsa...'
"Aku tahu aku salah Neji-nii. Tapi aku tidak bisa kehilangan Hinata. Aku tidak bisa menerima kalau Sasuke dan Hinata..." Naruto menggantungkan kalimatnya. "Neji, apa kau yakin Sasuke akan membahagiakan Hinata? Dia memperkosanya!"
Neji tidak langsung membalas ucapan Naruto. Dirinya hanya bisa menatap Naruto dengan perasaan yang bahkan Neji sendiri tak dapat mengerti.
"Memangnya apa yang akan kau lakukan bila aku membantumu?"
Tbc
Mind to RnR?
Balasan Review
Alicia Uchiha : Jadi mihak Sasuke nih?
JojoAyuni : satu suara lagi buat Sasuke. Semoga Hinata gak terlalu bimbang ya? ;)
Lisna Wati716 : Yosh! Makasih~
AytTri Wn573 : Insyha Alloh kalo dapet ide Ita-Hina pasti bikin ;)
kayyashima : Biasa~ Gak terima aja, gak bisa move on makanya jahat
.777 : Kalo gak ada pembuat onar pasti gak rame xD
Megumi Amethyst : Meski begitu, kadang ada loh orang macam chara Naruto di dunia nyata~ nyebelin memang haha
Mita622 : Terima kasih kembali,, doa nya mudah-mudahan dikabulkan ya :3
Eve Seven : Haha alasan Sasuke memang sweet sih, tapi dia jahat gitu juga kesannya manis-manis pait gimana gitu~~
Virgo Shaka Mia : Terima kasih,, tapi kalo Naruto ama Sakura jujur gak rela juga~ haha #plakk
Zuzu-chan : Hehe soal Typo agak males meriksanya lagi sih... #plakk Sasuke itu agak Sado mungkin,, makanya bisa menikmati kejahatannya xD #apasihhh
Hyakuya Minami : Terima kasih kembali :)
Harumi Tsubaki : Maaf ya yang ini slow
Elizabeth Hime : Maybe Sasu-Hina, Maybe no ~ :p
sasuhina69 : Saya sebenernya gak suka Sakura,, entah kenapa. #Sasuke kan ayah dari anaknya Hinata, masa sih bisa benci? Mereuuunnnn
Hikari Widiata : Awalnya sih Naruto gak cinta ama Hinata, tapi baru nyadar kalo Hinata itu lebih dibutuhkan ketimbang Sakura. Baru nyadar sihh dia
hiru nesaan : Sedang diusahakan dibikin lebih dark. Berusaha loh saya
Daisy Uchiha : Kalo balik ama Naru jadi bingung gimana, tapi kayaknya nanti seru kan? #just pikiran author
kensuchan : sedikit-banyak pasti berpengaruh... Kan yg dibilang Naruto juga ada benernya ~
Haizahr Hana : Sakura dan Naruto nanti mau berbuat apa~ moal beja-beja ahh ~~
Uchiha Cullen738 : Ah alesannya anak~ kalo anaknya gugur ama Naruto gpp kan? #plakk xD
IkaS18 : Yahh mereka tergoda kayaknya,, jadi egois semua xD
Hime Hime Lavender : Membuat cerita panjang itu sulit untuk saya kakaks T^T kasih tips dong
nadheaazzputri : udah lanjut sis :)
Morita Naomi : korban Uttaran nih, meski cuma sekilas. Yg penting diajak ngobrol ibu2 TK kan kudu nyambung. Apa boleh buat, dunia ibu-ibu yah kayak gt nak
Rapita Azzalia : Terima kasih kembali :) maaf ya lama up nya ~
hitora kun : bagus nya udah end di 8 ya? =w=?
aindri961 : apa atuh saya mah cuma author yg segede upil. Bikin cerita panjang tiap chap aja gak bisa TAT
Hyuga E : Terima kasih udah nunggu, maaf lama ya ;)
chefty clouds : kasih mantra supaya author upil ini juga bisa bikin chap lebih panjang TAT
Yeye : Posisi mereka sulit,, cinta mereka saling gak bersambut... Sedih
ana : andai bisa kayak cerita pandawa lima juga. Aku nikahin semua husbando ku QwQ
Miwa : Kamu so sweet bangett sihhh aaahhh senangnya ada yg ngerti perasaan author upil ini. Senangnya~ semoga yg ini juga suka dan kasih masukkan ya *w*)
WID-WID : bingung kan ya? Yg satu cakep banget cool lg. Yg satu manis dan ceria. Coba ada yg begitu kd satu #plakk xD
hinataholic : Gak bisa bikin yg berkelahi T-T
Hana : Ini udah cepet kan? Makasih semangatnya ;)
Ika chan : Habisnya kurang ide makanya pendek kaks. Belum kepikiran ngapain Sakura. Ada ide? *w*)
Srilestari : Insya Alloh tetap SasuHina :)
lovely sasuhina : mudah-mudahan di chap ini saya juga memutuskan cerita yg benar. #galau
Addalah : Gak oke ah gak oke ~ xD
Key : Yah kehabisan ide sih
Fans author : dikau kan fans author, kasih ide ato tips dong plisss *w*
Guest : udah up, maaf lama ;)
Rapita Azzalia : kalo Sasuke yg salah paham, saya bingung ketegangan apa yg bisa terjadi. Hehe takut maentream xD
Baby niz 137 : Maaf saya kudet,, apa itu andilau dan gegana?
Namelia : makasih ;)
Nhiyla324 : maaf molor up, habis ede sis
Mibo genie : semoga masih semangat 45 ya pas baca ff ini up ;)
ade854 : pilih sapa ya ~
indigo pie : Naruto memang brengsek sih,, sasuke cuma kepepet. Yah semoga bisa SasuHina ya~ #apa sih
Nicolai P. Sherman : Bandung Occidental , Indonesia aquí . Gracias. Soy muy sensible que desea leer esta historia , aunque no se entiende . Estoy muy halagado. Esperamos que en este capítulo , está satisfecho
12 : Bagian ngidam ya? Gak sih,, soalnya dulu juga waktu hamil ak ga ngidam ato mual. Jadi ga tw kayak gimana. Tapi bagus juga buat pencair suasana. Makasih banyak ya ;)
Shionn Akasuna : Naru-Saku jahat kan karena gak terima Hinata ma Sasuke. Apa aku buat chap khusus pov mereka? Apa menarik?
Mey sarada Uciha : Sasuke ma Hinata memang serasi ya ~ haha
Heira : udah up sis ;)
Guest : Terima kasih udah menunggu~ hehe ak juga sebenernya pengen diperebutin Sasuke, tapi Sasuke ma Itachi yg bersaing buat ak ~ #author ngayal
Terima kasih telah membaca dan mereview fic Ritsu! Bahkan sampe dari luar negeri juga terharu jadinya. Semangatin Ritsu terus ya ;) saran dan kritik sangat diterima ;)
Review Istimewa untuk pembaca istimewa
Nino chapter 1 . Mar 29
Cuiiih makin banyak aja author gila yang memasangkan sasuhina
dengan tema pemerkosaan cuih cuih cuih najis gua ama cerita lu
author yang menyukai fairing ini
memang otaknya pada kongslet
udah tau nii fairing gak ada cocok"nya masih saja dipasangin cuih trus dipasanginnya dengan cara kaya gini lagi cuiiih author yang mnyukai fair ini memang begonya minta ampun mati aja lo sana cuiiiih anjing cuih anjing author anjing
Dear Nino sayang,, janganlah anda komen dengan penuh kebencian pada ffn Ritsu (Hurt) pake nyumpahin mati segala. Please aku gak ganggu kamu loh. Kalo gak suka gak usah baca bahkan sampe review. Toh ffn ini ada untuk senang-senang dan menuangkan ide para penikmat karya para Sensei. Lebih baik Filter aja, ato kalau nemu dengan pair yg gak disuka, akan lebih bijak langsung close. Terima kasih :) semoga anda lebih sopan berkata,, dan bijak memFILTER ffn anda ya,,, sankyuu
