-Rumah sakit Konohagaruke-
.
"Kyuunii !"
"Naru chan!"
Naruko langsung berlari dan memeluk kakak kesayangannya itu dan dibalas oleh Kyuubi juga.
"Aaah… aku merindukan pelukan ini, Kyuu-nii…"
"Hahahaa… Aku juga, baka !"
Beberapa detik kemudian, Kyuu nii melepaskan pelukkannya dengan Naruko. Lalu membelai wajah Naruko dengan lembut dan mengecup kedua pipi tembem Naruko dengan penuh kasih sayang.
"Lalu, siapa yang sudah mengantarmu sekarang.?" Tanya Kyuubi sambil melihat ke kiri dan kanan Naruko tapi tidak ada siapa-siapa.
"Oh, dia sedang keluar sebentar, ada yang harus dia beli untuk Kyuu nii." Jawab Naruko sambil tersenyum manis.
"Aahh… Tidak perlu repot-repot. Yang penting perkenalkan dia dulu ke kakakmu ini." Bilang Kyuubi sambil mencubit kedua pipi Naruko.
"Kyuu chan, kau harus minum obat … Eh ada tamu ?"
Naruko pun melihat kearah sumber suara itu yang berasal dari pintu, terlihat seorang berjas putih panjang berkaca mata dan rambutnya di ikat satu seperti buntut kuda lalu wajahnya maskulin dan tampan sekali. Ini pasti dokter yang di maksud Kyuubi.
Dengan segera, Kyuubi langsung melempar bantal nya kearah pria itu, dan di sambut dengan senang hati oleh dokter itu.
"Aku sudah bilang, JANGAN PANGGIL NAMA KU DENGAN AKHIRAN 'CHAN', BAKA !" ucap Kyuubi dengan kesalnya.
"Kyuu chan, kau jahat… Hiks hiks…" jawab pria itu dengan gaya lebay nya sambil menutup pintu yang berada di sampingnya.
"Su-sudahlah, Kyuu nii ! Ma-maafkan Kyuu nii, dokter. Kalau boleh tahu, ini dokter mesum yang Kyuu nii ceritakan ya ?" Tanya Naruko dengan tampang polosnya dan di jawab anggukan oleh Kyuubi sedangkan dokter itu hanya bisa kaget karena Kyuubi menyebutnya 'Dokter Mesum' kepada adiknya.
"Jahat sekali, kau Kyuu chan." Mendengar protes dari mulut dokter itu, Kyuubi hanya bisa bersiul dengan ekspresi tidak peduli.
"Hai, kau pasti Naruko kan.? Perkenalkan, Namaku dr. Madara. Aku dokter yang selalu merawat kakakmu dan sedang jatuh cinta dengan kakakmu itu sejak pandangan " Tutur dr. Madara itu dengan Naruko sambil bersalaman dan mempamerkan senyuman manisnya.
"Shiitt" mendengar kata dr. Madara itu berhasil membuat Kyuubi yang di kenal sangat angkuh dan tomboy itu menjadi tersipu malu. Naruko yang melihatnya hanya bisa tersenyum melihat ke akraban mereka berdua.
"Sudahlah, Kyuu chan. Naru chan, ini obat untuk kakakmu di minum sebelum makan, lalu ini obat untuk setelah makan, baiklah Naru chan, aku pamit permisi dulu, aku harus memeriksa pasien lainnya. Jaa, Naru chan. Dan kau…"
dr. Madara itu tiba-tiba mendekatkan jarak antara wajah nya dengan wajah Kyuubi. Dengan cepat, dokter itu langsung mencium kening Kyuubi dengan penuh kasih sayang. Sedangkan Kyuubi hanya bisa menutup matanya dan tersipu malu dengan perlakuan dokter itu. Setelah selesai dengan kegiatannya, tangannya lalu menyentuh pipi Kyuubi dengan lembut, Kyuubi hanya bisa terdiam sambil menahan rona merahnya.
"Cepat sembuh, My Love." Kata dokter itu, dua kakak beradik itu yang mendengarnya tiba-tiba wajah mereka merah padam. Kata-kata yang diucapkannya itu sungguh tulus dari hati pria itu.
Lalu dokter itu berpamitan dengan Naruko dan menutupi pintu kamar dengan pelan.
"Ka-kau kenapa ja-jadi malu ju-jugaa sih, Na-Naruko !" Tanya Kyuubi yang melihat wajah Naruko yang sama merahnya dengan wajah Kyuubi
"Een-entaahlaah Kyuu nii… Me-mendengar perkataannya, aku ju-juga ikut tersipu malu. Tapi dia pria yang sangat baik, Kyuu nii. Cepat-cepatlah menikah Kyuu nii. Ingatlah, umur Kyuu nii sudah 25 tahun." Bilang Naruko
"Yaa… Tak perlu kau ingatkan aku sudah tahu. Lalu, mana pria itu."
'TOK… TOK… TOK…'
Terdengar suara ketukan pintu. Lalu akhirnya Naruko menyuruh untuk masuk saja. Tampak seorang pria berambut merah marun bertato 'Ai' sedang membawa buah-buahan itu membuka pintu dan menutupinya. Lalu dia duduk di samping Naruko.
"Jadi... ?"
"Maaf sebelumnya, kita sudah pernah bertemu, Kyuubi san. Tapi saya akan memperkenalkan diri saya lagi. Nama saya Sabaku Gaara. Saya ingin mempersunting adik anda, Uzumaki Naruko bulan ini."
Mendengar penuturan Gaara tadi, Naruko langsung blushing dan menundukkan wajahnya. Dia takut melihat ekspresi Kyuubi sekarang. Pasti dia akan memarahi Gaara dan tidak merestui hubungannya.
"Haaah ? Kau bilang apa ? Ingin mempersunting adikku satu-satunya ? Tidak ! Ke-kenapa begitu mendadak sekali ? Naruko tolong jelaskan ! Kau kenal dia darimana dan tolong jelaskan semua ini ?" Nada Kyuubi sedikit meninggi mendengar perkataan Gaara dengan lantangnya itu.
"Be-begini…"
"Sebenarnya, kami berdua sudah saling kenal saat kami masih duduk di bangku SMA. Saat itu saya langsung jatuh cinta kepadanya, tapi saat itu saya sudah mempunyai kekasih. Dan saat ini saya datang menemui Naruko untuk langsung meminangnya." Ucap Gaara sambil memandang ke samping Naruko dan menggenggam tangan kanan Naruko lalu diciumnya dengan lembut.
Sedangkan Naruko hanya tersipu malu. Lalu mereka berdua pun saling pandang. Tiba-tiba saja Gaara yang masih mencium tangan Naruko langsung mengedipkan mata kirinya. Naruko akhirnya mencurigai Gaara, apa maksud kedipan mata itu.
"Dan dia juga sedang mengandung anak saya, Kyuubi san."
"APAA ?"
"Gaa-Gaaraa !"
Sekarang Kyuubi sangat kaget setengah mati mendengar pernyataan Gaara yang sangat jujur itu. Apalagi Naruko sekarang, wajahnya pun tiba-tiba berubah menjadi pucat ketakutan.
Lalu Kyuubi membuka matanya, dilihatnya kedua insan itu sambil berpegangan tangan dan memandanginya.
"Naruko… Apa itu benar ? Kau hamil ?"
Naruko sedikit menundukkan wajahnya ke bawah. Lalu Naruko menganggukkan kepalanya yang berarti 'Iya'. Kyuubi langsung membuang napasnya panjang.
"Yah… Apa mau dikata, semua sudah terjadi. Tuan Sabaku apa aku bisa mempercayaimu ? Kau sanggup menghidupkan adikku dan juga anak kalian nanti ?"
"Aku sanggup" jawab Gaara dengan mantap sambil memandang Kyuubi dengan tatapan serius.
"Baiklah, aku merestuimu."
Dengan cepat Naruko langsung mengangkat kepalanya dan menatap Kyuubi dengan tatapan sulit di percaya.
"Kyuu-Kyuu nii… Merestuiku ?" Tanya Naruko sedikit tak percaya.
"Iya, Naru. Walaupun berat melepaskanmu, Naru Chan. Lagipula semuanya juga sudah terjadi. Haaaahh…" kata Kyuubi sambil mengeluarkan napas panjang lagi.
Hati Naruko begitu bahagia, mendapat restu dari Kakaknya yang akan menjadi wali saat pernikahaannya bersama Gaara. Disaat Naruko masih terbelenggu dengan kebahagiannya, tangan besar tiba-tiba langsung menggenggamnya dengan erat. Naruko tahu siapa yang sedang menggenggamnya sekarang. Naruko hanya bisa membalas genggaman dari Gaara lalu tersenyum. Mereka bertiga pun saling mengobrol dan berbincang-bincang dengan santainya. Sesekali Kyuubi menceritakan hal-hal memalukan yang dilakukan Naruko waktu kecil, tidak mau kalah, Naruko juga menceritakan hal-hal memalukan Kyuubi juga. Tanpa sadar, mereka sudah 3 jam berbincang-bincang dan langit yang cerah tadi tiba-tiba sudah gelap.
"Kyuu nii… Besok aku dan Gaara akan menjemputmu, jangan sekali-sekali nekat memanggil taksi ya." Kata Naruko.
"Hai. Aku tidak janji."
"Kyuu nii !"
"Hai hai, baiklah. Aku akan menunggu kalian." Ujar Kyuu ni sambil menggarukkan kepalanya yang tidak terasa gatal.
Naruko dan Gaara pun pamit pulang kepada Kyuu ni dan dokter Madara yang sudah masuk ke kamar Kyuubi untuk memeriksanya. Akhirnya sepanjang koridor, Naruko berjalan berdampingan bersama Gaara. Sebenarnya, apa maksud kedipan matanya tadi.
"Gaara kun"
"Hm"
"Tadi kau mengedipkan sebelah matamu, dan menyela pembicaraanku. Kenapa ?" Tanya Naruko lalu Gaara pun hanya menghelakan napasnya
"Jika aku bilang kita bertemu di barr dan kau ingin bekerja menjadi Black Rose, bisa-bisa kakakmu tidak akan merestui hubungan kita. Kau mengerti ?" Jawab Gaara dan hanya dibalas anggukan dari Naruko.
Jadi maksud kedipan Gaara tadi seperti itu. Benar juga apa yang di bilang Gaara tadi. Untung saja dia langsung menyela omongan Naruko yang ingin berkata bahwa Gaara dan Naruko bertemu di barr dan Naruko ingin bekerja sebagai pelacur disana. Tiba-tiba handphone Gaara bergetar di saku jasnya. Saat Gaara mengambil handphonenya dan siapa yang menelpon, Gaara langsung melambat.
"Moshi moshi…"
"Hm"
"Baiklah, nanti aku hubungi lagi"
Gaara langsung mematikan handphonenya dan memasukkannya di saku jasnya. Naruko masih bingung siapa yang menelpon Gaara.
"Siapa, Gaara kun ?"
"Seketarisku, katanya ada laporan dari perusahaan lain ingin mengajukkan rencana perkembangan perusahaannya untuk mendapat persetujuan dariku." Kata Gaara.
"Ohh… begitu. Aku tidak mengerti urusan orang-orang kaya, hehehe." Gaara yang mendengar jawaban Naruko hanya bisa tersenyum dan mengacak sedikit rambut blonde itu.
"Aku akan mengantarmu pulang."
Mereka berdua pun tiba di mobil Gaara dan segera pergi dari rumah sakit. Naruko merasa ngantuk dan akhirnya menguap, entah kenapa rasa kantuknya tidak bisa di tahan. Sesekali mata Naruko terpejam dan tanpa sadar dia terlelap didalam mobil. Gaara pun menyadari bahwa Naruko sudah tidur tapi dia tidak menghiraukannya, Gaara lebih focus dengan jalanan yang berada di depannyasambil menyetir mobilnya ke apartemen Naruko.
Saat sudah sampai, Gaara langsung menggendong Naruko dengan gaya Bridal, tidak ada niatnya untuk membangunkan bidadarinya itu. Saat di depan pintu apartemen Naruko, Gaara langsung membukakan pintunya. Kebiasaan Naruko selalu tidak mengunci pintu apartemennya. Kebiasaan yang Gaara anggap bodoh untuk calon istrinya. Dia pun meletakkan Naruko yang masih tertidur dengan lelapnya dikasur. Gaara lalu duduk disebelah tubuh Naruko sesekali mengelus puncak kepala Naruko dengan lembut.
"Aku akan melakukan apa saja untuk menjaga kalian berdua." Lirih Gaara sambil membelai pipi Naruko dengan lembutnya.
"Walaupun itu nyawaku taruhannya." Gaara pun membungkukkan baadannya dan mendekatkan wajahnya dengan wajah Naruko. Lalu Gaara mencium kening Naruko dengan lembutnya dan penuh rasa sayang. Gaara sebenarnya tidak ada niat untuk membohonginya, tapi jika Naruko terlibat dalam hal ini akan membuatnya strees dan jatuh sakit apalagi dia sedang mengandung anak pertama dari Sabaku. Jadi dia harus memfokuskan kehamilannya saja.
Gaara langsung bangkit dan meninggalkan Naruko untuk beristirahat. Lalu Gaara pun berada di parkiran mobilnya yang masih berada di depan gedung apartemen yang Naruko tinggali. Dia mengambil handphonenya kembali disaku jas dan memanggil seseorang.
"Moshi moshi"
"Moshi moshi. Kita akan bertemu malam ini, Atur saja tempatnya. Aku akan mendatangimu."
Gaara pun mematikkan panggilannya lalu beberapa menit kemudian handphone Gaara bergetar lagi dan itu bukan panggilan, melainkan pesan singkat dari orang yang Gaara telpon tadi. Dia berpesan tempat Gaara dan orang itu akan bertemu. Lalu Gaara pun masuk ke mobil dan mendatangi orang itu.
.
.
Di café pinggir jalan, Gaara sudah memarkir mobilnya di pinggir jalan, dan segera masuk ke café itu. Dan dilihatnya orang yang dia telpon tadi sedang duduk dengan manisnya sambil membaca majalah. Tanpa dipersilahkan duduk, Gaara sudah duduk dihadapan orang yang membaca majalah itu. Merasa ada kehadiran seseorang, pria itu pun menuruni majalah yang tadi menutupi wajahnya.
"Haaah… Lama sekali" ucap pria itu sambil meletakkan kacamatanya yang bening.
"Maaf, tadi ada macet"
"Hn"
"Lalu, apa yang kau dapatkan, Sasuke." Ujar Gaara memanggil nama pria itu, ternyata tidak lain adalah Sasuke, sahabatnya sendiri.
"Sumber dari pelayan pribadiku bahwa memang benar bahwa truk yang hampir mencelakakan Naruko itu hanya unsur kesengajaan." Kata Sasuke.
"Hm, aku sudah tahu itu. Dan siapa dalangnya."
Sasuke pun mengeluarkan amplop berwarna coklat dan menyerahkan amplop itu ke Gaara. Lalu dengan segera Gaara membuka amplop itu yang ternyata berisi foto-foto.
"Ini hasil pengamatan dari pelayan pribadiku. Dan dia pun mencurigai seseorang lalu di ikutinnya sampai apartemen, ternyata mereka termasuk supir truk itu adalah anak buahnya."
Gaara melihat satu persatu foto itu. Dan yang menarik perhatiannya, foto itu menampakkan seorang wanita berambut perak sedang berbincang dengan pria-pria bertubuh lebih besar darinya sambil membelakangi kamera.
Dan dilihatnya foto selanjutnya, alangkah terkejutnya Gaara bahwa dalang dibalik semua rencana itu adalah Shion, cinta pertama Gaara. Difoto itu tampak wajah Shion terlihat dengan jelas seringainya sambil melihat anak buahnya yang begitu menghormati Shion.
"Shi-Shion ?"
"Iya, dialah dalang dari semua ini dan tidak kusangka dia begitu cemburu dan akan merencanakan yang tidak-tidak untuk Naruko."
Gaara merasa marah sekali, ingin sekali dia bertemu dan menampar wajah cantik Shion itu. Tiba-tiba Gaara langsung mengepalkan tangannya yang berada diatas meja dan memukul pelan meja tersebut.
"Cih, wanita brengsek itu !" gumam Gaara.
Gaara hanya bisa menggerutu tidak jelas, sedangkan Sasuke dapat melihat Sahabatnya yang amat marah itu. Gaara begitu kaget, bagaimana bisa Shion ingin membunuh Naruko. Beberapa menit kemudian, dia pun menutup matanya untuk menenangkan pikirannya dan merasa perasaanya sudah kembali tenang, matanya pun membuka lagi. Gaara menghadap ke Sasuke, dia langsung memasukkan foto itu di amplop tadi dan meletakkan amplop itu di meja.
"Sasuke, terimakasih kau sudah bersusah payah ingin membantuku" ucap Gaara tulus sambil tersenyum.
"Hn, aku akan melakukannya dengan senang hati jika itu menyangkut keselamatan Naruko" kata Sasuke begitu santai.
Gaara tahu, Sasuke mencintai Naruko juga. Gaara juga harus berhati-hati terhadapnya. Melihat ekspresi Gaara yang menatapnya begitu lekat, Sasuke hanya menghelakan napasnya seakan tahu apa yang sedang dipikiri oleh Gaara.
"Aku tidak akan merebutnya darimu, Gaara." Mendengar apa yang dikatakan Sasuke membuat Gaara sedikit terkejut, seakan-akan seorang Uchiha itu bisa membaca pikirannya.
"Aku tahu dia sudah memilikimu, aku cukup melihat senyumannya saja dan itu membuatku tenang dan tentram" kata Sasuke
"Kau tahu, Gaara. Cinta tak harus memiliki. Aku sadar akan itu, dan aku tidak akan memutuskan hubungan tali persahabatan kita hanya karena seorang wanita."
Perkataan Sasuke tadi sukses membuat Gaara terkejut, ternyata sahabatnya itu sadar. Akhirnya Gaara merasa lega mendengarnya. Dan senyuman Gaara pun terukir kembali.
"Kau memang sahabat yang bisa diandalkan, Sasuke"
Sasuke melihat ekspresi Gaara yang sedang tersenyum kepadanya itu hanya bisa membalasnya dengan senyuman tipis milik Sasuke.
"Kau dapat mempercayaiku dan aku akan selalu menjaga kalian bertiga walaupun nyawaku juga menjadi taruhannya" ucap Sasuke.
"Baiklah,aku mengandalkanmu, Sasuke" ucap Gaara
.
.
Berbeda tempat, sebuat barr yang tampak berisik, lalu banyak orang yang sedang menari-nari dengan alunan music yang begitu keras ditengah panggung dan ada juga yang hanya duduk saja. Disana sudah ada seorang wanita berambut perak sedang duduk sambil meminum segelas whiskey. Tampaknya gadis itu sedang mabuk dan selalu mengoceh-ngoceh tidak jelas. Lalu bartender barr itu menghampiri gadis itu.
"Shion, sudahlah. Kau sudah mabuk sekarang." Kata bartender itu kepada gadis itu yang tidak lain adalah Shion yang sedang mabuk.
"Hah… Aku… Tidak habis pikir, Kimimaro. Aku sudah cantik dan lebih sempurna darinya… Tapi… Gaara tetap saja…. Memilihnya… Apa aku kurang sempurna dimatanya ?" Kata Shion dengan suara paraunya yang setengah mabuk itu. Sedangkan Kimimaro hanya bisa membuang napasnya panjang.
Saat tangan Shion ingin mengambil botol whiskey nya, tiba-tiba botol itu sudah di rebut oleh kimimaro. Melihat apa yang Kimimaro lakukan, Shion hanya bisa memicingkan pandangannya.
"Shion, cukup. Kau sudah meminum 3 botol Whiskey sampai habis. Aku akan mengantarmu pulang." Ucap Kimimaro.
"Dasar… Pria rendahan !" racau dari Shion dan Kimimaro hanya bisa bersabar.
Kimimaro adalah teman semasa kecil Shion. Dia tahu betul bagaimana sikap dan sifat teman wanitanya itu. Saat Shion berpacaran dengan Sabaku Gaara dia tahu dan semua rencana-rencana nya kepada pacar Shion waktu itu. Shion hanya memanfaatkan Gaara dan bodohnya, Gaara mau saja di bodohi oleh Shion. Kimimaro tahu betul, Gaara seorang genius dengan IQ yang diatas rata-rata itu dengan senang hati mau dimanfaatkan oleh Shion dan hubungan mereka pun hanya berjalan 2 tahun. Shion langsung memutuskan hubungan mereka hanya karena Gaara ingin hidup mandiri tanpa bantuan Ayah Ibunya dan Gaara juga berkata kepada Shion bahwa dia tidak bisa lagi membelikan sesuatu yang Shion inginkan kelak. Mendengar kabar itu, disaat itu juga, Shion langsung memutuskan hubungannya dengan Gaara begitu saja. Reaksi Gaara, dia terus memohon dan memohon kepada Shion untuk kembali kepadanya. Kimimaro sempat berpikir, apakah Gaara dibutakan karena Cintanya kepada Shion waktu itu. Kimimaro hanya bisa mengikuti semua rencana dari temannya itu. Dan sampai sekarang pun Kimimaro pun sudah tahu rencana licik dari Shion untuk membunuh Naruko.
Dengan segera, Kimimaro langsung membopong tubuh lemah Shion yang sedang mabuk berat sampai dia tidak sadarkan diri. Saat tiba di apartemen mewah milik Shion, dia pun menaruh tubuh Shion secara perlahan agar dia tidak terbangun. Tiba-tiba tangan Shion bergerak dan langsung memeluk tubuh Kimimaro. Sedangkan Kimimaro hanya bisa meronakan wajahnya dan berusaha untuk melepaskan pelukan dari Shion.
"Gaara… Gaara kun…" gumam Shion yang masih setengah sadar.
"Shi-Shion, i-ini aku Kimimaro. Le-lepaskan pelukanmu." Kata Kimimaro dengan sedikit kesusah akibat pelukan erat dari Shion
"Jangan… Jangan tinggalkan aku… Gaara kun. Kembalilah… Kembalilah padaku…" gumam Shion lagi.
"Ja-Jangan pergi… Sentuhlah aku… Buatlah… aku… Menjadi milikmu… Malam ini… Ga-Gaara kun" mendengar gumam Shion itu, membuat mata Kimimaro terbelalak.
Tiba-tiba tangan Shion langsung mendorong sedikit tubuh atletis milik Kimimaro. Lalu dibukanya kancing kemejanya satu persatu. Dan tangan Shion pun mengusap dada bidang Kimimaro dengan lembut yang dipandangan Shion didepannya adalah Gaara. Kimimaro sendiri terdiam dan tidak bisa berpikir apa-apa. Yang membuatnya lupa diri, Shion pun langsung menarik kemeja Kimimaro yang setengah terbuka itu dan Shion pun mencium bibir Kimimaro yang dianggapnya adalah Gaara. Merasa lidah seksi Shion bermanja-manja didalam sana, akhirnya Kimimaro pun lepas kendali dan beradu lidah didalam sana.
Beberapa menit pun mereka lalui dengan ciuman ganas. Lalu Kimimaro pun segera melepaskan bajunya dan mendekatkan wajahnya dengan Shion sebelum dia menyentuh Shion lagi, dia pun berkata lirih kepada Shion yang sedang mabuk itu.
"Maafkan aku sudah melakukan perbuatan ini, Shion. Aku mencintaimu"
Akhirnya mereka pun melalui malam panjang saling menghangatkan tubuh mereka masing-masing dan ronde demi ronde pun mereka lalui sampai Kimimaro dan Shion melewati batas kesadaran mereka. Saat permainan panas itu terus berlangsung, Shion selalu memanggil-manggil nama Gaara, bukan Kimimaro. Sedangkan Kimimaro tidak peduli dan terus menyentuh Shion sampai mereka berdua ambruk pada malam itu.
.
.
(Pagi Hari)
Sinar mentari menerobos jendela berukuran sedang milik Naruko. Merasa begitu hangatnya sinar itu, Naruko pun terbangun. Sesekali mengerjapkan penglihatannya dan menggosok matanya yang masih sayu. Tubuh rampingnya itu langsung bangun dan berjalan kearah Toilet. Dia pun mencuci mukanya dengan air dingin dan tidak lupa menyalakan keran air dan menyiapkan air hangat untuknya mandi nanti. Merasa sudah penuh, Naruko pun melepaskan pakaian yang dia kenakan, dan tubuh polos nan bening bersih itu memasuki bak mandi yang sudah penuh dengan air hangat. Secara perlahan, Naruko pun duduk.
Dia pun mengelus perut yang masih rata itu. Lalu Naruko terus mengelusnya secara perlahan. Dapat dilihat dari wajah Naruko tampak begitu bahagia dan tersenyum begitu lembutnya.
"Oyasumi, Sabaku kecil" kata Naruko kepada janinnya.
"Kalau kau sudah terlahir nanti, apakah wajahmu akan mirip seperti Gaara atau aku ?" ucap Naruko lagi yang masih mengelus perutnya.
"Kalau kau laki-laki, aku harap kau mirip dengan Ayahmu yang gagah, tampan dan baik itu. Jika kau perempuan, aku lebih berharap kau mirip denganku, cantik seperti Ibumu, haha" canda Naruko sambil merona malu dengan apa yang dia lontarkan.
Lalu handphone Naruko yang berada di samping bak mandinya itu bergetar, mendengar getaran dari handphonenya itu, Naruko langsung mengambilnya dan membuka pesan yang ternyata dari Gaara.
From : Sabaku Gaara
"Ohayou, sayang. Apa kau sudah bangun ?"
Naruko membacanya hanya bisa tersenyum sambil membalas pesan dari Gaara.
From : Uzumaki Naruko
"Ohayou, Gaara kun. Aku sudah bangun dan sekarang aku sedang berendam. Gaara sedang apa ?"
Ditempat lain, tempat Mansion Sabaku, Gaara sudah terbangun dari tadi dan sedang menikmati kopi hitam hangatnya ditemani oleh pelayan pribadinya sambil membaca pesan dari Naruko.
From : Sabaku Gaara
"Aku sedang bersantai dihalaman belakang."
Naruko melihat jam yang berada di pojok atas di layar handphoenya, ternyata sudah jam 8 pagi. Biasanya, Gaara berangkat bekerja jam 7 pagi. Tumben sekali seorang Gaara bersantai.
From : Uzumaki Naruko
"Kau tidak bekerja ?"
Gaara yang sedari tadi hanya meminum dan membaca koran hari ini, merasa ada balasan dari Naruko, Gaara pun langsung mengambil handphonenya dan membaca pesan dari Naruko. Lalu dengan cepat, dia membalas pesan dari Naruko.
From : Sabaku Gaara
"Sebentar lagi, aku akan berangkat. Lalu, kau tidak kuliah ? Jam berapa kita menjemput Kyuubi san ?"
Naruko dengan segera membalas pesan dari Gaara itu.
From : Uzumaki Naruko
"Ini kan hari sabtu, tentu saja aku tidak ada perkuliahan hari ini. Kata dokter kemaren, kita bisa menjemput Kyuu nii jam 12 siang. Kau bisa kan Gaara ? Jika kau sedang sibuk, tidak perlu memaksakan dirimu untuk mengantarkanku. Aku dan Kyuu nii bisa naik taksi…"
Merasa sudah saatnya dia selesai, akhirnya Naruko pun berdiri dan menghidupkan shower dan dengan cepat air-air pun keluar dari shower itu dan membasahi rambut serta tubuh Naruko dengan lembutnya. Beberapa menit kemudian, Naruko sudah selesai dengan kegiatannya di kamar mandi, dia pun keluar dari toilet mengenakan handuk yang hanya menutupi tubuhnya dari atas dadanya sampai pangkal pahanya. Lalu dilihatnya handphonenya ternyata ada pesan dari Gaara lagi.
From : Sabaku Gaara
"Aku tidak akan membiarkanmu berangkat sendirian, aku akan menjemputmu sebelum jam 12. Kau jangan lupa makan yang bergizi dan istirahatlah yang cukup, kau sedang hamil dan perhatikan anak kita juga. Aku sudah membelikan sesuai kebutuhanmu dan juga susu formula untukmu. Aku berangkat dulu"
Betapa terkejutnya Naruko membaca pesan dari Gaara itu yang menurutnya cukup panjang. Gaara lebih perhatian sekarang dan Naruko menyukai itu. Dia takut anaknya yang ada di kandungan Naruko tidak cukup mendapatkan asupan gizi. Naruko yang sudah memakai baju kaos berwarna putih dan celana hotpants segera pergi ke dapur, saat Naruko membuka kulkasnya, ternyata kulkasnya penuh dengan isi sayur mayur, buah-buahan, yogurt, dan makanan-makanan ringan lainnya.
'Pasti Gaara yang sudah membeli semuanya.' Pikir Naruko lalu dia mengambil satu buah apel merah.
Naruko yang memperhatikan apel merah itu tiba-tiba teringat Gaara yang berambut merah. Tiba-tiba Naruko menjadi teringat malam pertamanya dengan Gaara saat itu. Dia dapat merasakan helaian rambut Gaara yang lembut itu menyentuh leher dan tubuh-tubuh Naruko lainnya, saat malam itu, Naruko dapat mencium aroma tubuh yang atletis itu, mencium setiap inci tubuh polos Naruko, bibir hangatnya itu, jilatan-jilatannya, lalu saat 'sesuatu' milik Gaara yang besar dan keras itu memasukinya, Naruko tidak dapat menahan sensasi yang luar biasa didalamnya. Rasa enak, geli dan sangat memabukkan.
Saat memikirkan malam itu, rona wajah Naruko semakin merah. Entah kenapa Naruko ingin disentuh dengan lembut seperti malam itu. Dadanya sesak, berkeringat, napas yang terasa berat dan cepat. Lalu, Naruko pun mengelus kembali perut ratanya
"Kau rindu sentuhan Ayahmu, rupanya."
Naruko menyadari bahwa dia sedang mengidam, tapi kenapa mengidamnya yaitu disentuh lebih oleh Gaara Tidak mungkin Naruko mengajaknya duluan. Dia pun kembali meronakan wajahnya untuk kedua kalinya dan warna merahnya itu hampir ke daun telinganya.
"Aku… Aku harus tahan… Harus…"
Merasa ada getaran lagi dari handphonenya, Naruko segera membuka handphonenya dan ternyata pesan dari nomor asing.
From : 091xxxxxxx
"Ini Uzumaki Naruko ?"
Siapa yang sudah mengirim pesan ke Naruko. Dia hanya bisa membalas
From : Naruko
"Iya, ini dari siapa kalau boleh tahu ?"
Beberapa detik kemudian orang asing itu langsung membalas pesan Naruko
From : 091xxxxxxx
"Aku Uchiha Sasuke. Sekarang kau sedang sibuk ?"
Ternyata yang mengirim pesan itu adalah Uchiha Sasuke, sahabat kekasihnya.
From : Naruko
"Oh, maaf aku tidak tahu Hehehe. Tidak, kenapa Sasuke kun ?"
Beberapa detik kemudian, pesan nya pun terbalaskan oleh Sasuke
From : 091xxxxxxx
"Kau mau menemaniku sebentar ? Aku sedang bosan. Tenang saja, aku sudah izin dengan Gaara."
Dan disaat itu juga, Gaara pun menelponnya, dengan segera, Naruko langsung menganggkat panggilan dari Gaara.
"Moshi moshi, Gaara kun"
"Naruko, aku izinkan kau berjalan sebentar. Aku tahu kau bosan berada diapartemenmu terus. Jadi aku menyuruh Sasuke untuk menemanimu. Itu agar kau tidak strees dan itu tidak baik untuk anak kita, kau mengerti ?"
"Hai, terimakasih Gaara kun" kata Naruko sambil tersenyum bahagia.
"Maafkan aku tidak bisa menemanimu, Naruko. Sebentar lagi akan ada meeting tentang perusahaan Sabaku. Saat meeting itu selesai, aku akan segera menjemputmu."
"Hai, Gaara kun. Aku akan menunggumu. Dan semoga sukses meetingnya, Gaara kun. Jika berhasil, teraktir aku ya"
"Iya, Hime. Aku bersiap-siap dulu. 2 jam lagi aku akan menghubungimu. Jaa."
"Jaa Gaara kun"
Panggilan itu pun berakhir. Dan saat melihat layar handphonenya, ternyata ada 3 pesan yang belum terbaca. Pesan-pesan itu ternyata dari Sasuke.
From : 091xxxxxxx
"Kau sedang menelpon Gaara ?"
From : 091xxxxxxx
"Aku akan menjemputmu 20 menit lagi"
From : 091xxxxxxx
"…"
Naruko sedikit tersenyum ketika pesan yang terakhir hanya 3 titik saja. Lalu dia bergegas membersihkan tubuhnya lagi, lalu memilih baju yang akan dikenakannya dan bermakeup se natural mungkin.
Tanpa terasa, 20 menit pun berlalu. Sebuah mobil sport mewah itu terparkir rapi di halaman apartemen Naruko. Pria berambut emo kelam itu segera mengambil handphonenya dan mengetik pesan.
From : 091xxxxxxx
"Aku di depan"
Dengan segera, Naruko langsung keluar dari apartemen dan tidak lupa mengunci pintu apartemennya. Saat menuruni tangga Naruko selalu memasang ekspresi kebahagiaan. Akhirnya dia dapat keluar dan berjalan-jalan. Saat Naruko sudah sampai di mobil sport itu, sudah menunggu Uchiha Sasuke yang sedang bersandar di depan mobilnya.
"Hai Sasuke kun"
"Hn"
Mereka berdua pun segera masuk ke mobil. Sasuke pun tidak lupa membukakan pintu mobil untuk Naruko dan saat Naruko sudah masuk dan duduk di mobilnya, Sasuke langsung menutup pintu mobilnya lalu disusul oleh Sasuke yang masuk ke mobilnya juga. Menyalakan mesan, dan mereka pun melesat pergi.
Jujur saja, Sasuke sangat menyukai penampilan Naruko yang sekarang. Dia mengenakan dress berwarna kuning yang di padukan warna putih terlihat imut, lalu rambutnya terlihat bergelombang itu sudah ada pita berwarna putih yang menghiasi rambutnya, sepatu sandal berwarna kuning yang tidak memiliki hak dan makeup yang natural. Begitu cantik dan manis di mata Sasuke.
"Kita mau kemana ?" Tanya Sasuke
"Terserah Sasuke kun. Hmm" jawab Naruko sambil tersenyum
"Aku hanya menemanimu. Kau ingin pergi kemana ?"
"Aku bingung."
"Oh ayolah. Ini pasti akan lama" gumam Sasuke.
Naruko pun berpikir sejenak, dan beberapa menit kemudian dia pun menemukan tempat yang ingin dia kunjungi.
"Ke café saja. Aku sedang mengidam makan es krim dan manis-manisan."
Sasuke terkejut saat mendengar kata 'Ngidam' ditelinganya. Secara kebetulan, Naruko mengidam. Sasuke hanya bisa menghelakan napasnya. Sebenarnya Sasuke sudah mengetahui bahwa Naruko sedang hamil anak Gaara. Sedikit terkejut, tapi saat itu juga Sasuke hanya bisa menerima kabar itu dengan bersabar. Mungkin wajar saja Sasuke merasa iri dan cemburu dengan Gaara. Mengingat Gaara adalah Sahabat baiknya yang harus dilindungi itu, perasaan Sasuke tadi langsung di buangnya jauh-jauh.
Akhirnya mobil milik Sasuke pun berhenti disebuah Café es krim. Dengan segera pun, Naruko pun berlari dan masuk ke café itu. Sedangkan Sasuke hanya bisa menahan tawanya,
'Ternyata, Orang yang sedang mengidam lebih agresif' batin Sasuke dan langsung disusul oleh Sasuke yang kemudian masuk ke café itu juga.
.
.
(Rumah Sakit Konohagakure)
Dikoridor rumah sakit, terdengar suara langkah kaki dari sandal yang kenakannya. Seorang wanita berambut orange sedang berjalan menuju ke kantin rumah sakit. Paras nya yang cantik dan mempesona itu tidak luput menjadi sorotan orang-orang yang sedang berlalu lalang melewatinya. Sedangkan wanita itu hanya menanggapinya biasa saja dan terus melangkahkan kakinya.
"Bibi, aku pesan sup cream satu ya."
"Baiklah." Jawab Bibi itu.
Wanita berambut orange itu ternyata Kyuubi, dia sedang memainkan kuku-kukunya yang lumayan panjang. Masih setia di kasir, tiba-tiba seorang pria memasuki kantin dan memesan sesuatu. Sedangkan Kyuubi sedang asik dengan kegiatannya.
"Bibi, aku pesan sup cream dan kopi hitam masing-masing dua."
"Baiklah"
Tak berapa menit kemudian, sup yang dipesan pemuda itu selesai di bungkus dan menyerahkan bungkusan ke pemuda yang berada di samping Kyuubi. Melihat bahwa pesananpemuda itu mendahului pesanannya, Kyuubi langsung menghadap ke bibi itu dengan wajah yang sedikit emosi.
"Bibi, aku duluan yang memesannya tadi, tapi kenapa kau malah membuat pesanan dia. Padahal dia kan memesan sehabis aku !" Kata Kyuubi sedikit marah dan dilihatnya ekspresi yang begitu ketakutan dari raut wajah bibi itu.
"Ada masalah, nona ?" kata pemuda itu.
"Itu seharusnya sup milikku !" ucap Kyuubi yang masih menghadap kearah bibi penjaga kantin.
"Berani sekali kau membentakku, nona"
Mendengar perkataan dari pemuda itu, secepat kilat, Kyuubi langsung menggenggam kerah baju milik pemuda itu. Dan mata Kyuubi terbelalak. Mata yang senada dengan rambutnya itu menatap pria itu menatap wajah dari pemuda itu tampak begitu tampan, rambut yang dikepang satu dan tatapan mata dari pemuda itu begitu menusuk dan sedang memandang Kyuubi.
Kyuubi merasakan debaran jantungnya yang begitu cepat. Wajahnya dan wajah pemuda itu begitu dekat dan Kyuubi dapat merasakan hembusan napas dari pria tampan itu. Dengan segera tangan yang tadi sedang menggenggam erat kerah baju milik pria itu tiba-tiba terlepas, Kyuubi masih menatap pria yang tinggi darinya itu dengan ekspresi terkejutnya. Lalu wajah Kyuubi memanas dan merah padam.
"Nona, kau kenapa ?" Tanya pria itu.
Merasa begitu pusing, Kyuubi pun pingsan dan tepat di dada bidang pria itu. Dengan segera, Pria itu mencari pamannya.
"Paman Madara, tolong wanita ini."
Lalu dokter Madara pun menghampiri keponakannya yang sedang menggendong seorang wanita. Saat melihat rambut orange yang begitu dia kenali itu langsung bertindak cepat.
"Astaga, Kyuu chan. Apa yang terjadi padanya, Itachi ?"
"Aku tidak tahu, tiba-tiba wajahnya merah sekali dan jatuh pingsan."
Kedua orang yang bermarga sama itu segera menuju ke kamar rawat Kyuubi. Itachi pun meletakkan Kyuubi yang sedang pingsan di kamar tidurnya. Dokter Madara mulai memeriksa tekanan darah Naruko dan memeriksa detag jantungnya. Tampaknya Kyuubi hanya syok sesaat.
"Dia kenapa, paman ?"
"Hanya syok saja, lalu kau bertemu dengannya dimana ?" Tanya pamannya
"Dikantin, tiba-tiba saja dia menarik kerah bajuku dan langsung jatuh pingsan."
"Haaah… Bikin khawatir saja. Terimakasih Itachi."
"Tidak masalah paman, maaf paman sup cream tadi masih ada di kantin, aku lupa membawakannya." Bilang Itachi, lalu Dokter Madara pun menepuk bahu keponakannya itu.
"Kita makan di kantin saja, keponakanku yang tampan."
Mereka berdua pun keluar dari kamar Kyuubi. Beberapa menit kemudian, mata Kyuubi membuka secara perlahan. Sesekali menggosokkan kedua matanya. Kyuubi tahu dimana dia sekarang.
"Sejak kapan aku di kamar ?" kata Kyuubi.
Kyuubi langsung mengingat kejadian dikantin dimana dia bertemu dengan pemuda yang begitu tampan dan membuat jantung Kyuubi berdetag begitu cepat dan jatuh pingsan. Mengingat wajah pemuda itu, Kyuubi kembali meronakan wajahnya lagi. Dirasakannya debaran jantungnya begitu cepat. Seumur hidupnya, Kyuubi tidak pernah merasakan perasaan seperti ini. Dia teringat dengan nasehat dari Ibunya saat Kyuubi sudah berumur 15 tahun.
"Nak, kau tahu rasanya jatuh cinta pada pandangan pertama Ibu dengan Ayahmu bagaimana ? Kau akan merasakan jantungmu berdebar begitu cepat, tubuhmu memanas dan wajahmu akan merona seperti kepiting rebus dan jatuh pingsan. Yaa… Itulah Ibu alami saat bertemu dengan Ayahmu. Ibu begitu konyol sekali. Hahaha"
'Aa-apakah aku ja-jatuh cinta pada pandangan pertama ?'
.
.
(Ditaman Konohagakure)
Sudah duduk di kursi taman dengan manisnya sambil memakan lollipop kecil seorang wanita berambut blonde sedang menunggu seseorang. Tanpa orang tahu, wanita itu sebenarnya sedang mengidam makan makanan manis. Jadi mau tidak mau dia harus makan yang manis, tapi saat Gaara tahu Naruko mengidam apalagi terhadap yang manis, Gaara langsung melarangnya. Gaara hanya bilang bahwa terlalu banyak gula yang dikonsumsi akan berdampak berbahaya pada anak mereka nanti. Naruko pun hanya bisa menuruti larangan Gaara. Tapi walaupun Gaara melarangnya, Naruko tetap membeli lollipop kecil. Sebenarnya Gaara juga menyampaikannya dengan Sasuke, tapi Naruko bersih keras ingin makan lollipop itu sampai akhirnya Naruko memancarkan sinar memelasnya dari tatapan indahnya. Saat Sasuke melihat tatapannya, wajahnya sontak memerah dan Sasuke langsung membeli lollipop kecil itu untuk Naruko.
Sudah sekitar 3 menit Naruko menunggu Sasuke, katanya dia sedang mencari sesuatu di seberang kota. Merasa bosan, Naruko bangkit dari tempat duduknya dan berjalan santai mengelilingi taman Konoha. Sunyi dan tentram. Tiba-tiba, mata Naruko langsung menangkap seorang wanita yang sedang berjalan kearahnya. Wanita itu berambut perak yang pernah dia temui dulu di kantor Gaara. Dan saat wanita berambut perak itu menganggkat kepalanya sejajar, dia dapat melihat didepannya sudah ada Naruko.
"Ha-hai Shion san"
"Hai juga, Naruko chan" sapa wanita sambil tersenyum yang tak lain adalah Shion
Tiba-tiba Shion langsung mendekat kearah Naruko. Seketika Naruko langsung membatu dibuatnya. Jarak mereka pun lumayan berdekatan dan saling pandang.
"Bagaimana kabarmu, Naruko chan ?" Tanya Shion yang masih tersenyum dengan manisnya.
"Ba-baik, Shion san"
Naruko merasa ada yang aneh dengan kehadiran Shion. Dia begitu cemas, gugup dan takut. Seakan-akan wanita yang berada dihadapannya itu akan langsung membunuhnya.
"Kau tahu Naruko chan, Sabaku Gaara adalah milikku dan aku adalah cinta pertamanya. Dia tidak sepenuhnya memilihmu. Ingatlah, cinta pertama akan selalu membekas dihatinya."
Naruko hanya bisa menyimak setiap perkataan Shion.
"Tapi… Kau… Datang kehadapan Gaara… Dan… mengambilnya dariku… Hiks… Hiks…" Saat itu juga, Shion langsung meneteskan air matanya. Baiklah, sekarang Naruko merasa dia dalam bahaya jika terus berada didekat wanita itu.
"Aku… Aku tidak terima… Dia memiliki yang lain… Selain aku… Hiks…" tangan Shion langsung mencari sesuatu di tasnya. Dan sebuah gunting berukuran lumayan besar itu langsung dia genggam dan mengangkatkan tangannya yang menggenggam gunting tadi sejajar dengan posisi kepalanya. Seakan-akan Shion siap ingin menancapkan gunting itu kepada musuhnya.
"Jika aku tidak bisa mendapat Gaara dan memilih kekasih yang baru, maka aku rela membunuh kekasihnya sekarang juga" Tatapan mata Shion seakan kosong dan hampa.
Mata Naruko terbelalak melihat Shion yang siap menancapkan gunting itu tepat di tubuhnya. Tubuh Naruko tiba-tiba kaku dan kakinya tidak bisa digerakkan. Mulutnya yang ingin berteriak meminta tolong terasa begitu kelu. Mata Sapphire indah Naruko langsung mengeluarkan air mata. Dia begitu takut menghadapi Shion.
Naruko langsung ambruk dan terduduk di tanah. Kakinya bergetar dan ketakutan yang luar biasa Naruko dapatkan. Matanya tak lepas tetap memandang wajah Shion yang menyeringai sambil meneteskan air matanya. Tampak seperti seorang Psikopat yang akan membunuh mangsanya. Kaki Naruko berusaha untuk bergerak dan menjauh dari wanita. Tapi gerakan Naruko begitu lambat sampai akhirnya Shion pun terduduk dihadapan Naruko.
"Goodbye"
Saat tangan Shion ingin menancapkan tepat di dada Naruko, tiba-tiba tangan besar segera menggenggam pergelangan tangan Shion dari belakang. Dan gerakan Shion pun berhenti. Lalu dilihatnya kearah belakang.
"Kau berani juga rupanya, Shion."
"Sa-Sasuke"
Sasuke sudah menggenggam erat pergelangan tangan Shion sampai meringis kesakitan dan membuat tangannya yang daritadi menggenggam gunting tiba-tiba terlepas begitu saja dan membanting tubuh Shion untuk menjauh dari tubuh Naruko. Akhirnya Shion pun terlempar ke belakang dan terduduk melihati Sasuke yang sedang membantu Naruko untuk berdiri.
"Sa-Sasuke ? Ka-kau ?"
Selesai membantu Naruko berdiri, Sasuke pun menatap Shion dengan tajam.
"Shion, aku sudah mendengar semuanya yang kau ucapkan tadi. Menurutku kau harus ke rumah sakit jiwa, Shion."
Melihat aura hitam milik Sasuke yang sudah keluar dari tubuhnya dan aura yang sangat menusuk itu membuat Shion melangkah mundur.
"Pergilah sebelum aku menelpon Gaara"
Tanpa perlawanan apapun, Shion langsung berlari meninggalkan Naruko dan Sasuke. Naruko dapat melihat air mata Shion yang jatuh ke tanah. Saat sang pelaku sudah pergi menjauh, Sasuke pun menghadap ke belakang dan membelai pipi Naruko yang begitu pucat, syok, kaget dan tubuhnya bergetar dengan kejadian tadi. Jika saja Sasuke telat beberapa detik, mungkin Naruko akan mati ditangan Shion. Sasuke pun mengelus pipi Naruko secara perlahan dan lembut. Lalu merasa jemari Sasuke tiba-tiba basah, ternyata itu adalah air mata dari Naruko. Naruko menangis dengan ekspresi syoknya. Melihat mata Naruko yang begitu kosong itu membuat Sasuke tidak dapat menahanya. Lalu tangan Sasuke menggenggam pergelangan tangan Naruko dan menariknya.
Sasuke langsung memeluk Naruko. Pelukan yang begitu menghangatkan dan tentram yang dapat Naruko rasakan. Selanjutnya, tangan Naruko pun menyentuh punggung Sasuke, bermaksud membalas pelukan Sasuke.
"Tenanglah, aku akan menjaga kalian" seakan perkataan Sasuke barusan membuat perasaan Naruko menjadi tenang.
"Karena, aku sudah berhutang nyawa kepada Gaara. Dan mungkin saat ini adalah waktu yang tepat untuk membalasnya."
.
.
TBC~
.
.
P.S : Hallo minna, azhu update lagi :3
Azhu ngga tidur lagi selama 4 hari gara-gara tugas menumpuk dan jadi kebiasaan deh, karena tengah malam ngga ada kegiatan, aku nyempatin buat ngetik chapter ini. Haaaah.. *megang kepala*
Azhu ngga kuat ngetik lagi. Mau istirahat dulu untuk beberapa hari. Huhuhu…
Untuk yang sudah reviews terimakasih ya… Jangan lupa chapter 9 nya di review juga.
Terus maaf juga kalau typo masih bertebaran dan ada kalimat-kalimat yang ngga nyambung.
Gomen reviewnya ngga bisa dibalas satu-satu, nanti aku balas lewat pm aja deh…
Tetap tunggu ya chapter selanjutnya dan reviews terus setiap chapter fanfic Azhu. Disini, Azhu terima keluh kesah kalian semua seperti komentar-komentar pedas, pujian, saran, pertanyaan dan lainnya. Azhu bakal jawab semua reviews kalian semua.
Sampai jumpa di chapter 10 :D hihihi…
Arigato~
