Ok, I'm back~
ternyata yang review ff ini sedikit ya, ff ga laku nih XD
yoweslah~
silahkan dibaca jika berminat
Title: Rescue Our Queen
Chapter: 9
Author: Cndy Prissycatice
Warning : Man character became woman
Jika anda tidak menyukai cerita bodoh yang tidak menarik, perubahan karakter tokoh secara besar-besaran, dan ending yang tidak memuaskan, saya sarankan agar anda tidak membacanya.
Satu lagi. Jika dari pertama anda sudah merasa tidak cocok dengan couple-nya, sebaiknya tidak usah melanjutkan membaca, karena anda akan merasa sangat kesal jika tetap membacanya.
-######-######-
.
.
.
"Dia berdarah.." ucap Eunhyuk. Donghae, Yunho dan Junsu langsung menatap Eunhyuk bingung.
"Berdarah? siapa? Jessica?" Tanya semuanya.
"Bukan.. tapi gadis mungil itu.." jawab Eunhyuk.
"Dia berdarah?" bingung semuanya.
-######-######-
.
.
.
"Kalian baik-baik saja? kau tidak apa-apa Seohyun?" Yunho bertanya cemas kepada adiknya yang masih memegangi tangannya. Seohyun hanya menggigit bibir bawahnya tidak menjawab pertanyaan Yunho "Ryeowook, bisa kau lihat keadaan Seohyun?" pinta Yunho pada Ryeowook.
Ryeowook segera menghampiri Seohyun. Terlihat bercak besar berwarna biru di tangan Seohyun. Dengan cepat Ryeowook menempelkan telapak tangannya di bagian itu. seperti sebelumnya, seberkas sinar menyelimuti tangan Ryeowook. "Maaf, tapi hanya ini yang bisa kulakukan. Aku tidak tahu, tapi bercak biru ini sangat sulit untuk dihilangkan. Tapi tenang saja, aku sudah menetralkan aliran darah putri Seohyun" ucap Ryeowook.
"Itu berarti adikku tidak akan kenapa-napa kan?" Tanya Yunho cemas. Ryeowook mengangguk dan Yunho segera bernafas lega.
"Aaaww! sakit Kyu!" Changmin mengaduh saat Kyuhyun memukul dadanya kencang.
"Kau membuatku khawatir! kukira kau akan mati!" ucap Kyuhyun dengan mata yang berkaca-kaca.
"Tadi aku hanya terlontar. Aku tidak mengira ia akan menyerangku secara tiba-tiba. Tapi kekuatannya hebat. Aku tidak merasakan getaran apapun pada permukaan tanah dan tiba-tiba saja tanah itu meledak." Ucap Changmin.
"Makanya kubilang hati-hati!" omel Kyuhyun. "Kita kehilangan Jessica"
"Ratu.. darah.." tiba-tiba saja Taemin berbicara tidak jelas. Semua mata langsung melihat ke arah Taemin.
"Kenapa Taemin?" Tanya Key.
"Darah! ratu berdarah!" ujar Taemin dengan wajah panik.
"Apa maksudmu?" heran semuanya.
-######-
.
.
-Kerajaan Kegelapan-
.
"Ukh! sial! kenapa aku bisa berdarah seperti ini!?" Sulli berteriak nyaring. Darah masih belum berhenti mengalir keluar dari lehernya.
"Aneh.. seharusnya vampir berdarah murni seperti kita tidak akan bisa tergigit seperti ini. apalagi kau bilang kau memang tidak pernah digigit" Yuri juga ikut bingung.
"Lalu bagaimana? aku bisa kehabisan darah!" kesal Sulli. "Hei kau! kau tahu siapa yang melakukannya?!" Sulli membentak Jessica. Jessica hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan.
"Yoochun, panggil Taeyeon ke sini" suruh Yuri. Dalam sekejap, Yoochun menghilang dari tempatnya lalu muncul lagi dengan Taeyeon di sampingnya. "Taeyon, bisa beritahu aku kenapa Sulli bisa sampai seperti ini?" Tanya Yuri ramah. Di kerajaan kegelapan, hanya Taeyeon lah yang selalu mendapatkan sikap yang ramah dari semua orang. Hal itu disebabkan karena Taeyeon jarang sekali mau bicara. Agak aneh memang, namun Taeyeon juga tidak pernah membantah apapun yang diperintahkan oleh kakak-kakaknya dalam hal apapun.
Gadis mungil berumur 10 tahun itu berjalan ke arah Sulli. Ia melihat dua lubang di leher Sulli yang tidak berhenti mengeluarkan darah. Taeyeon menyentuhnya, Sulli sedikit meringis. Perlahan luka itu menutup lalu Taeyeon menjauhkan jemarinya dari leher Sulli.
"Taeyeon, sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Yesung sambil membelai rambut Taeyeon. Sementara itu Sulli langsung melompat-lompat riang setelah tahu ia sudah sembuh.
Taeyeon menatap Yesung lalu menggelengkan kepalanya "Anak ini kenapa tidak pernah mau bicara sih?" Tanya Yesung bingung.
"Dia terlalu banyak bermain dengan Kibum makanya jadi seperti itu" ucap Yoochun.
Sulli tertawa "Tapi Kibum tidak separah Taeyeon yang sama sekali tidak mau bicara loh. Taeyeon sayang, kenapa sih kau hanya mau memperdengarkan suaramu kepada kakak?" Tanya Sulli. 'Kakak' yang dimaksud oleh Sulli adalah Siwon. Ya, Taeyeon hanya mau berbicara kepada Siwon. Ia bahkan tidak mau berbicara kepada Yoona.
-#####-
.
.
"Merasakan bibirku?" Tanya Heechul memastikan. Siwon hanya tersenyum nakal
"Kau bilang aku boleh minta apa saja asalkan bukan kekuatanmu kan?" Tanya Siwon balik.
Heechul menatap mata Siwon lama "Baiklah" akhirnya kata-kata itulah yang terucap dari bibir Heechul. Seorang ratu tidak mungkin menarik kata-katanya kan?
"Kau yakin aku boleh melakukannya?" Tanya Siwon lagi. Perlahan ia mendekatkan wajahnya ke wajah Heechul.
"Kau bertanya seperti itu tapi kau sudah hampir melakukannya" ucap Heechul menyindir. Siwon tertawa kecil. Siwon makin mendekatkan bibirnya.
Perlahan Siwon menyentuhkan bibirnya ke bibir Heechul. Siwon melakukannya sambil menutup matanya, berlawanan dengan Heechul, entah mengapa ia sama sekali tidak berniat untuk memejamkan matanya. Baru kali ini Heechul merasakan sentuhan bibir orang lain pada bibirnya, namun entah mengapa ia sama sekali tidak terkesan. Siwon yang menyadari hal itu menghentikan ciumannya.
"Kau tidak suka aku menciummu? maafkan aku" ucap Siwon sambil tersenyum pilu.
"Aku tidak berkata demikian kan? lakukan saja. Bukankah kau ingin merasakan bibirku?" Tanya Heechul.
Siwon tersenyum kecut "Aku tidak mau melakukannya jika kau terlihat tidak menyukainya" ucap Siwon. Dibelainya wajah Heechul dengan lembut.
Heechul menggenggam tangan Siwon yang tengah membelai wajahnya. Dan sedetik kemudian, Heechul menempelkan kembali bibirnya pada bibir Siwon. Siwon membulatkan matanya agak terkejut. Heechul melepaskan bibirnya "Aku belum pernah melakukan hal ini sebelumnya. Jadi sebuah kecupan sudah cukup kan?" Tanya Heechul.
"Bukankah tadi aku bilang aku ingin merasakan bibirmu? jadi itu belum cukup" ucap Siwon. Dengan cepat ia mendorong tubuh Heechul sampai Heechul terbaring "Biar kuberitahu apa yang dimaksud dengan ciuman" ucap Siwon nakal.
-#####-
.
.
"Kenapa kalian kembali? kalian belum lakukan tugas kalian hingga tuntas kan?!" Yoona bertanya kepada Yesung dan Sulli dengan sedikit membentak.
"Tadi Sulli berdarah" jawab Yesung
"Bullshit! kapan si gadis sok cantik ini bisa terluka!? dia tidak pernah terluka!" kesal Yoona. "Dan apa ini!? kenapa hanya pelayan seperti ini yang kalian bawa ke sini!? seharusnya kalian membawa Ryeowook! bukankah aku sudah bilang kalau tidak ada Ryeowook mereka akan lebih kesulitan?!" Yoona menendang Jessica yang terduduk di lantai masih dengan posisi tubuhnya terikat oleh benda transparan.
"Tapi tadi leherku benar-benar berdarah!" balas Sulli "Dan itulah sebabnya kami tidak sempat membawa Ryeowook" Sulli menggembungkan pipinya kesal.
"Taeyeon, apa yang dikatakan oleh mereka itu benar?" Tanya Yoona kepada Taeyeon. Taeyeon hanya mengangguk. "Cih! kalau begitu serang mereka lagi malam ini. aku yakin kekuatan kita akan jauh lebih unggul." Perintah Yoona "Tapi.. bagaimana mungkin kau bisa sampai terluka?" Yoona memicingkan matanya ke arah Sulli sambil memaksa otaknya untuk bekerja.
-####-
.
.
"Kakak" Yoona membuka pintu kamar Siwon tanpa permisi seperti biasanya. Mata Yoona langsung terbuka lebar saat dilihatnya Siwon dan Heechul sedang berciuman di atas tempat tidur dengan posisi Siwon yang berada di atas tubuh Heechul. "APA YANG KALIAN LAKUKAN?!" teriak Yoona marah.
Siwon melepaskan ciumannya lalu menatap ke arah Yoona yang semakin mendekat ke arah ranjang "Harus berapa kali kakak bilang padamu untuk bersikap sopan?!" bentak Siwon marah.
"Aku tidak peduli!" bentak Yoona balik. Ditariknya tubuh Heechul dan.. PLAAAKKK! sebuah tamparan keras mendarat di pipi putih Heechul "Rasakan itu wanita brengsek! beraninya kau menyentuh bibir kakakku!"
Heechul menyentuh pipinya yang kini berwarna merah tanpa ekspresi sedikitpun. Pahal tamparan Yoona tadi sangat keras dan tidak bisa terpungkiri ada rasa sakit yang dirasakan oleh Heechul. Namun Heechul tetap tidak menunjukkan ekspresi, baik itu marah, terluka ataupun sakit. Heechul bahkan tidak meringis sedikitpun.
Siwon langsung menatap tajam Yoona. Perlahan, Yoona merasa nafasnya semakin sesak. Ia tahu bahwa Siwonlah yang membuatnya seperti itu "Ka.. ka.. kak.. hhh.." Yoona memegangi lehernya. Mulutnya terbuka untuk mencari oksigen, ia mendongakkan kepalanya ke atas.
"Siwon.. hentikan" pinta Heechul sambil menyentuh lengan Siwon. Tadinya Siwon enggan, namun karena Heechul terus menatapnya, akhirnya Siwon membiarkan Yoona bernafas kembali. Yoona langsung jatuh ke lantai dan terduduk lemas. Nafasnya memburu tak karuan.
Heechul turun dari ranjang dan menghampiri Yoona. Ia berjongkok di hadapan Yoona "Sekali lagi aku minta maaf telah menyakiti hatimu. Aku benar-benar minta maaf" ucap Heechul
"Kau tidak perlu minta maaf padanya. Dia memang harus dididik dengan keras agar bisa menjadi wanita yang punya sopan santun" ucap Siwon yang kini duduk dengan sangat angkuh di pinggir tempat tidur.
"Kenapa kakak selalu membelanya?! aku ini adik kakak! seharusnya kakak membelaku!" Yoona berkata dengan cukup histeris. Matanya berkaca-kaca. Tidak ingin Heechul melihat dirinya yang lemah, Yoona segera berdiri dan lari keluar dari kamar Siwon. Siwon tentu tidak peduli, tapi Heechul tidak.
Heechul berdiri dan menghampiri Siwon, Siwon menarik lengan Heechul lalu memeluk tubuhnya walau hanya sebatas pinggang "Kau tahu seberapa besar dia menyayangimu? dia hanya ingin mendapat sedikit perhatianmu. Seharusnya kau memperlakukannya dengan lebih lembut" ucap Heechul.
"Aku sudah memperlakukannya selembut yang kubisa. Tapi sikapnya semakin hari semakin tidak baik, itulah sebabnya aku harus mendidiknya dengan lebih keras" balas Siwon
-#####-
.
.
"Kali ini aku tidak mau Yoona marah lagi padaku" Sulli berbicara pada Yuri dan Yesung. Kini ketiganya sedang berada di atas sebuah pohon besar di dekat tempat yang menjadi tempat singgah pasukan utara [tepatnya di sebuah hutan yang ada di wilayah kerajaan kegelapan].
"Kau tahu kan kalau Yoona memang selalu marah-marah" Yuri membelai rambut Sulli.
"Hah… lupakan dia. Sekarang fokus, kita harus membawa Ryeowook" ucap Yesung. "Oh, kenapa nona Kyuhyun harus ada di dekat si Changmin itu sih?" Yesung memandang kesal ke arah Kyuhyun dan Changmin yang sedang melakukan pertengkaran kecil.
"Aku cukup kasihan pada mereka, karena si Jessica itu sudah kita tangkap, mereka sampai harus beristirahat dengan pepohonan seperti itu" ucap Yuri.
"Masih untung kita tidak membawa putri Jaejoong, kalau kita turut membawanya, kini mereka sudah tidur di atas tanah!" ledek Sulli.
"Oke, sekarang jemput Ryeowook, Yesung" ujar Yuri. Dalam sekejap, tiba-tiba saja Ryeowook seperti tersedot ke bawah tanah. Semua paskuan utara sudah mencoba menyelamatkan Ryeowook, tapi Yesung lebih cepat.
"Hallo Ryeowook" sapa Sulli ketika Ryeowook sudah tiba di atas pohon dan dengan cepat Yuri langsung mengikat dan membungkam mulut Ryeowook dengan benda yang kasat mata.
Ryeowook langsung membulatkan matanya melihat siapa orang-orang yang menculiknya. "Sekarang tugas kalian" ucap Yesung "Biar kujaga pria manis ini di sini"
Sulli dan Yuri segera melompat turun "Hallo" sapa Sulli sembari melambaikan tangannya sementara Yuri hanya menampakkan wajah angkuh.
"Kalian!" kesal Yunho. "Kalian bawa ke mana Ryeowook dan Jessica?!"
"Waw, ada wanita cantik di sini" ucap Changmin saat melihat Yuri. Ia sengaja mengatakan hal itu untuk menyindir Kyuhyun. Kyuhyun langsung menatap Changmin kesal.
Yuri menjentikkan jarinya dan seketika lengan Junsu tergores "Kudengar kau pria yang mempunyai suara indah, pangeran Junsu.. mari bandingkan denganku" ucap Yuri. Goresan di tangan Junsu langsung mengeluarkan darah.
"Tutup telinga kalian!" perintah Changmin. semua langsung berusaha menutup telinga, namun sayang terlambat untuk Krystal dan Onew. Keduanya langsung terpental saat Yuri mulai bernyanyi. Tubuh Onew dan Krystal tanpa sengaja menghantam tubuh pohon, keduanya langsung mengeluarkan darah dari mulut masing-masing.
Changmin berjalan cepat ke arah Yuri masih sambil menutupi telinganya. Dicekiknya leher Yuri "Maaf, aku memang suka suara indahmu, tapi aku benci suara yang dapat membunuhku" bisik Changmin di telinga Yuri.
Yuri tersenyum "Tidak kusangka kau mengerti bagaimana kekuatanku. Kau cukup tampan juga" Yuri membelai lembut wajah Changmin. Tanpa disangka, Yuri mencium bibir Changmin cepat dan melumatnya. Changmin agak tersentak lalu mendorong tubuh Yuri. Sementara itu Kyuhyun mulai memanas di belakang sana.
"Aaawwww!" Yuri merintih saat kakinya tiba-tiba saja tergores, gaun pendek yang dipakainya juga agak terkoyak.
"Aku tidak terlalu suka wanita agresif" ucap Changmin. Yuri hanya tersenyum menggoda Changmin.
"Jangan main-main lagi" ucap Sulli. Dalam sekejap Sulli menghilang. Sedetik demi sedetik setiap orang pasukan utara merintih, dan terdengar tawa Sulli yang masih tidak terlihat.
"Aku tidak bisa mengetahui keberadaannya" ucap Seohyun yang mencoba membidik panahnya ke segala arah.
Kyuhyun mengamati sekelilingnya "Di belakang putri Jaejoong!" teriak Kyuhyun. Yunho langsung mengeluarkan api ke belakang tubuh Jaejoong.
"Aakkhh!" rintih Sulli. Kini wujudnya nampak kembali dan terlihat lengannya sedikit terbakar.
"Kau yang jangan main-main. Ha ha ha" kini gantian Yuri yang meledek. Keduanya lantas menghilang kembali. Semua pasukan utara langsung bersiap siaga.
"Oh, tidak usah tegang begitu. Ini akan menyenangkan! ha ha ha ha" hanya terdengar suara tawa dari Yuri dan Sulli yang masih tidak terlihat wujudnya.
"Kyuhyun!" seru Changmin
"Aku tahu!" balas Kyuhyun sambil menajamkan matanya ke segala arah.
.
.
.
.
To be continued..
big thanks to: summerchu, lovelovechulie, Aoi Ko Mamoru, ANEmonE, hani, dewi anggraeny, dan kim heera
yang udah bersedia baca sampai chap 8 plus reviewnya :D
.
.
.
klik kotak reviewnya ya~ XD
