You

Disclaimer : Masashi Kishimoto

You by Rinyaow

Pairs :

SasuxNaru

NejixGaa

ShikaxKiba

Rated : T

Genre : Romance

Warning :

Gaje, Alur Kecepatan, Banyak typo, Shounen-ai, BL, OOC, ga nyambung dan banyak lagi .

Setting : AU / Alternative Universal

mohon maaf author-author yang sudah lebih berpengalaman. Saya penulis *belum bisa dibilang author* baru yang belum terlalu mengerti.

Key Word for Everyone :

-Do not like? I beg you to do not read this-


SMA GAKUEN AI terlihat ramai hari ini. Festival yang telah dipersiapkan seluruh murid dengan semangat dan kerja keras, mendapat hasil yang sepadan. Banyak orang yang datang ke sekolah mereka untuk melihat festival seperti apa yang telah mereka siapkan. Saat para pengunjung memasuki wilayah sekolah, mereka akan disambut di gerbang dengan cara yang berbeda. Gerbang-gerbang itu dibagi menjadi dua jalur.

Jalur pertama untuk para perempuan, yang nanti akan disambut oleh para Butler, jalur kedua untuk laki-laki yang akan disambut para Maid. Lalu, setelah mendapat tanda bahwa mereka pengunjung yang resmi, mereka akan mendapat sambutan lagi dari seorang Chef.

Tugas Chef adalah memberikan pelayanan dengan memberikan makanan buatannya sendiri kepada seluruh pengunjung yang masuk. Yang terpilih menjadi chef adalah seluruh anggota dari klub memasak –tentu saja. Setiap anggota dari seluruh klub di sekolah akan berpartisipasi dalam festival ini kecuali klub olahraga. Maid dan Butler yang menyambut para tamu berasal dari klub cosplay yang telah mendapat izin dari kepala sekolah mereka.

Setelah para pengunjung masuk ke lingkungan sekolah, mereka akan mendapati stand-stand yang dihias dengan indah dan menarik. Dengan dominasi warna yang cerah, ditambah dengan suasana pagi yang hangat menambah semangat mereka untuk 'mencicipi' acara yang disiapkan dengan rapi dan menyenangkan.

Seluruh pengunjung menikmati. Ada yang menikmati pisang coklat, ibu-ibu bahkan ayah ikut lomba memasak. Ada yang berfoto dengan para maid dan butler yang sangat mencolok itu. Ada juga yang ikut cosplay. Ada yang ikut melukis wajah orang yang disayanginya. Ada acara pernyataan cinta. Dan banyak lagi.

Hari semakin siang. Pengunjung yang mulai kelelahan itu kembali ke rumah. Namun, ada juga yang masih berniat untuk melihat acara selanjutnya. Khususnya besok akan diadakan best couple contest yang diadakan secara terbuka oleh pihak penyelenggara. Mereka semakin tidak sabar karena hadiah yang akan diterima, bukan hanya hadiah biasa. Namun hadiah tanda tangan khusus dari keluarga super talenta, keluarga Uchiha.

~0o0~

Sore di hari pertama festival , di ruangan aula yang dipenuhi oleh pengunjung, terlihat sebuah pentas drama yang dilakukan oleh kelas XII A. Mereka mementaskan tentang seorang pangeran yang menyesal karena tidak bisa bersama kekasihnya hanya karena perbedaan status.

Seharusnya, disana ada pemuda berambut biru raven. Tapi, yang terlihat adalah lelaki berambut coklat panjang –yang memerankan sosok pangeran- sedang duduk memandang kekasihnya di luar sana. Meragui perasaan galau karena cintanya tak disetujui keluarganya. Terpikirlah suatu ide untuk menghilang dan hidup bersama pasangan jiwanya di luar sana. Bebas, lepas, tanpa ada ikatan dari kerajaan ini.

Ditanggalkannya mahkota yang terpasang indah di atas rambut coklat indah-nya. Diletakkannya di atas meja di dekat kursi –tempat dia duduk tadi. Dengan hati ringan, sang pangeran pun pergi melangkah ke luar. Tak peduli lagi akan kerajaan yang –nanti- akan dipimpinnya. Yang ada di dalam hati dan akal-nya adalah hanya untuk bertemu kekasihnya, yang ada di luar tembok istana megah ini.

Tirai pun ditutup. Penonton bertepuk tangan dengan meriah melihat betapa indahnya pengorbanan sang pangeran hanya untuk bersama kekasihnya.

Seluruh pemeran di belakang layar bernapas lega. Ini pentas pertama dan terakhir mereka di masa SMA ini. Bulan depan mereka sudah lulus dan menuju masa depan masing-masing. Dan siapa yang tidak merasa senang saat tujuan mereka berhasil? Mereka pun membersihkan panggung dan menyingkirkan alat-alat yang mereka gunakan tadi.

"Neji, kau bisa juga ya?" tanya pemuda berkuncir rambut seperti nanas saat mereka istirahat.

"Jangan bilang begitu! Aku sungguh tidak tahu harus merasakan apa saat dia tidak ada, Shika," sungut Neji.

"Haha, karena dia tidak mau menjadi pemeran utama, makanya sekarang dia tidak bersama kita, Neji,"

"Yah, tidak apa-apa lah. Dia memang baru 'sembuh'. Jadi tak apa," ujar Neji sambil mengganti pakaian pangerannya.

"Kulihat kau serius sekali tadi?" kata Shikamaru sambil duduk di kursi di belakang Neji.

"Aku berperan sambil membayangkan jika itu benar Gaara dan aku,"

"Pantas saja, di wajah semi-dingin-mu itu tadi ada sedikit rona sedih,"

"Heh, kau memang sahabatku. Hanya orang tertentu yang bisa melihatnya," kata Neji sambil menyeringai.

"Ck, terserahlah. Bagaimana kalau kita ke stand mereka?" tanya Shikamaru lagi.

"Siapa yang tidak mau?"

Mereka berdua –sedikit- bergegas menuju ruang keterampilan yang menjadi panggung bagi kelas XI A. Neji dan Shikamaru terkesiap melihat betapa banyaknya antrian di depan ruang itu. Mereka pun berdiri mengantri, bagaimanapun mereka juga ingin melihat aksi kekasihnya masing-masing. Mereka mengantri sambil menampilkan muka dingin mereka, karena para gadis sudah mulai melakukan 'hal-hal' yang biasa mereka lakukan jika melihat para lelaki cool dan tampan.

Setelah menunggu sekitar setengah jam lebih 10 menit, Neji dan Shikamaru pun masuk ke dalam ruang pentas. Mereka bertambah terkejut lagi melihat pemeran-pemeran utama "Mystery Tour" ini. Pemeran utama-nya adalah Gaara, Kiba, Naruto dan beberapa gadis yang sekelas dengan mereka.

Gaara yang berperan menjadi detektif, terlihat cocok sekali dalam berekspresi. Dengan menggunakan setelan hitam yang begitu pas melekat pada tubuhnya, dia semakin terlihat mempesona. Jika saja Gaara bisa dibawa pergi, Neji pasti akan melakukannya. Dia tidak suka melihat penonton yang ikut terpesona pada Gaara. Dia sangat tidak suka.

Lain hal-nya dengan Shikamaru. Dia tetap bersantai melihat Kiba menjadi pemeran utama. Karena peran Kiba adalah sebagai trainer anjing yang berhubungan dengan bukti-bukti pelaku pembunuhan. Tapi, biar bagaimanapun, jangan salahkan Shikamaru jika dia semakin lama semakin merasa kesal dan panas. Kiba yang hanya menggunakan kaos dan jaket berbulu dan celana pendek –selutut, terlihat manis baginya. Dan penonton yang lain pun sepertinya berpikir begitu juga –apalagi penonton laki-laki.

Dan mereka sedikit merasa menyesal tidak membawa Sasuke kesini. Naruto yang berperan sebagai korban, sedang dalam wujud seorang gadis. Dia menggunakan wig berwarna pirang yang cocok dengan rambut aslinya. Dia adalah anggota klub meminum teh. Naruto terbunuh saat meminum teh yang telah disiapkan untuknya saat dia sendiri yang membuat tehnya.

Neji dan Shikamaru bertambah menyesal saat melihat sosok Naruto –yang sudah terbunuh- saat itu. Naruto yang terbaring, menggunakan semacam pakaian seperti kimono yang sering digunakan waktu minum teh. Rambut pirang palsu-nya diikat satu ke belakang. Menyisakan sedikit anak-anak rambut yang berjatuhan di sekitar pipinya. Menambah manis penampilannya.

Tak akan ada yang mengira bahwa Naruto adalah laki-laki, jika mereka tak mengenalnya. Penampilan Naruto saat ini, dapat membuat siapa saja akan berpikir bahwa Naruto adalah perempuan tulen.

"Jadi, menurut kalian apa yang menyebabkan nona ini terbunuh?" tanya Gaara sambil menatap mata penonton. Neji semakin berang. Gaara semakin membuat mereka semua terpesona dengan tatapan dinginnya itu.

Ada yang mengangkat tangan. Seorang gadis manis berpakaian Lolita.

"Tehnya, Sir" jawabnya.

"Bukankah saat itu dia ada sendirian di ruangan klub itu? Bagaimana teh yang disiapkan sendiri olehnya, dia gunakan untuk membunuh diri? Apakah anda ingin mengatakan bahwa nona ini bunuh diri di saat dia akan mengikuti kompetisi tingkat Internasional dalam membuat teh?" jelas Gaara panjang lebar.

Ada yang mengangkat tangan lagi. Kali ini seorang pemuda yang tingginya hampir setara dengan Neji. Dia mendekati Gaara.

"Kalau bukan tehnya, berarti ada di alat pembuat teh. Seperti mangkok, mungkin?" katanya sambil mengecup tangan Gaara. Para penonton berteriak melihat pemandangan tak biasa, namun terlihat indah ini. Gaara tidak bereaksi. Satu-satunya yang bisa membuatnya bereaksi hanyalah dia seorang. Pemuda itu kembali ke tempat penonton.

Tak sadar, dia malah menjauh dari tempatnya. Dia malah mendekati tempat pemuda berambut coklat yang tidak terbaca ekspresi-nya. Dia melewati pemuda itu. Pemuda berambut coklat panjang itu menarik tangan orang yang berani menyentuh milik-nya.

"Hei, apa-apaan kau?" kata pemuda tadi.

"Kalau kau berani menyentuh dia lagi, kupastikan kau akan melihat dunia yang lebih nyata daripada sekarang," desis Neji.

Pemuda tadi ingin menjawab. Tapi melihat raut wajah Neji yang 'wow', dia pun terdiam. Dan segera keluar dari ruang pentas ini. Neji pun kembali melihat aksi Gaara yang semakin membuatnya sayang pada pemuda berambut merah itu.

"Benar. Yang menyebabkan nona Naruto terbunuh bukan mangkoknya, tapi ada sedikit bekas racun di dalam mangkok itu," kata Gaara lagi.

"Dan tidak akan ada yang bisa memasukkan racun ke mangkok yang tersusun rapi. Dia tidak mungkin mengoleskan racun ke seluruh mangkok,"

"Yang bisa, hanyalah seseorang yang sangat mengenal kebiasaan sang nona. Dan tahu bagaimana mangkok yang sering digunakan Naruto saat membuat teh,"

"Dan dia hanya bisa melakukan itu, saat dia bertugas membersihkan mangkok-mangkok itu sendirian,"

Para penonton mulai berpikir. Kata-kata Gaara memberikan petunjuk baru bagi mereka.

"Dari sini, adakah yang mengetahui pelaku sebenarnya?"

Tidak ada yang menjawab. Gaara hampir menjelaskan lagi, tiba-tiba ada tangan yang teracung.

"Ya, silakan," kata Gaara. Dia terkejut melihat siapa yang mengangkat tangan tadi. Dia kaget tapi senang saat melihat orang yang berharga baginya.

"Sahabat dari korban yang bertugas membersihkan mangkok pada hari ini," kata Neji. Neji memberikan Gaara sebuah senyum kilat, yang hanya diberikan kepada Gaara.

Penonton menahan napas. Mereka begitu penasaran tentang pelaku sebenarnya.

"Benar,"

Lalu penonton pun bertepuk tangan dengan meriah. Para pemeran pun berdiri dan mengucapkan terima kasih banyak kepada mereka semua. Pentas itu ditutup dengan perasaan yang lega dan berbahagia.

~0o0~

Hari sudah senja. Tapi mereka masih sibuk membereskan ruang keterampilan. Naruto yang masih menggunakan pakaian wanitanya pun tak sempat mengganti baju.

"Haha, kau hebat sekali Gaara. Mereka semua terpesona padamu,"goda Kiba.

"Berisik kau,"

"Kau juga terlihat seperti detektif asli tadi, Gaara-san. Ahaha," tawa Kiba bertambah keras.

Gaara menarik pipi Kiba dengan tidak pelan.

"Sekali lagi kau mengejekku, lihat saja,"

"Kau ini! Aku hanya bercandaaa! Naru-chan!"

"Salahmu sendiri Kiba, ahaha," cengir Naruto. Setelah bercanda, mereka berdua menatap Naruto lekat.

"Apa?" tanya Naruto heran.

"Kau itu manis, " kata Gaara. Heran sendiri dengan kata-katanya.

"Lebih manis dari semua gadis yang pernah ku lihat dan ku tahu," sambung Kiba.

Naruto tersenyum dengan sangat manis. Gaara dan Kiba sampai tidak merasakan aura dingin yang berasal dari pemuda pirang di depan mereka ini. Mereka pun membalikkan badan dan segera membantu membereskan sisa-sisa kegiatan mereka.

Naruto mendekati kedua sahabatnya itu dari belakang. Disiapkannya kedua tangannya. Dijitaknya dengan keras kepala mereka berdua.

"Aduh!"

"Ukh,"

"Kenapa menjitak kami, Naru-chan?" sungut Kiba sambil mengelus kepalanya yang sakit.

Gaara diam namun mengelus kepalanya juga sama seperti Kiba.

"Aku ini cowok tulen, Gaara, Kiba," kata Naruto gemas.

"Haha, tapi kami serius mengatakan kau itu manis," tawa Kiba.

"Aku tidak tanggung kalau Shikamaru tidak mau menemuimu lagi,"

"Eh?"

"Kau mengataiku manis kan? Aku tidak mau tahu kalau dia marah padamu,"

Kiba langsung berkata itu hanya bercanda. Naruto dan Gaara pun merasa lucu melihat ekspresi Kiba saat ini.

"Cepat ganti bajumu, Naruto," kata Gaara sambil membereskan kursi dan meja. Melihat Naruto yang menggunakan kimono terasa aneh baginya.

"Iya. Aku buang sampah dulu," jawab Naruto.

"Kami akan menunggumu," kata Kiba.

"Ah, aku yakin kalian berdua sudah ditunggu oleh mereka," kata Naruto sambil memberikan cengiran milik-nya.

Kiba dan Gaara langsung salah tingkah.

~0o0~

Naruto pun menuju tempat sampah di halaman belakang. Dia bersiul-siul dengan riang mengingat hari ini begitu menyenangkan. Dibuangnya sampah-sampah itu di tempat khusus. Dia berbalik dan berniat langsung pergi. Tapi, di bangku taman belakang, dilihatnya ada seorang pemuda yang sedang duduk. Lalu dihampirinya pemuda itu karena dia merasa kenal dengan sosok itu.

"Sasuke?" kata Naruto pelan setelah melihat pemuda Uchiha yang tertidur dengan pulas itu. Perlahan, dia duduk di samping Sasuke.

Naruto mencoba membangunkan Sasuke. Hari sudah mulai gelap dan dingin. Dia tak ingin pemuda di hadapannya ini sakit.

Sasuke yang tak kunjung menjawab membuat Naruto merasa bahwa pemuda di depannya ini benar-benar pulas dalam tidurnya.

"Sebaiknya aku pergi saja," sungut Naruto pelan.

Dia bangun dari duduknya. Dan Naruto membalikkan tubuhnya. Tiba-tiba ada yang menahannya.

"Siapa yang mengizinkan kau pergi?" kata Sasuke sambil menggenggam lengan Naruto. Matanya mengerjap, seakan memastikan Naruto yang ada di depannya bukan mimpi.

"Kau dibangunkan tidak bangun-bangun. Aku pergi saja," jawab Naruto –membiarkan lengannya merasakan genggaman Sasuke. Hangat.

"Kemarilah," kata Sasuke. Dia rindu sekali pada Naruto.

"Kenapa aku harus mau?" tanya Naruto.

"Karena aku ingin memelukmu, Naruto," kata Sasuke pelan sambil menarik Naruto dan membungkusnya dalam pelukan.

Naruto tak menolak. Karena dia memang menginginkan ini juga.

Mereka berdua diam. Menikmati kesunyian dan hembus angin yang menyertai mereka. Saling berbagi kehangatan dan perasaan. Mereka tahu, bahwa perasaan mereka itu sama. Hanya saja, butuh waktu untuk kembali ke hubungan mereka dulu.

Sasuke mencium puncak kepala Naruto lembut. Diciumnya harum jeruk yang segar dari helai rambut pirang indah-nya.

"Naruto,"

"Ya?"

"Kenapa kau memakai pakaian seperti ini?"

"Aku disuruh memerankan seorang nona yang terbunuh. Dan Nona itu adalah seorang yang sangat menyukai seni minum teh. Jadilah aku memakai pakaian ini," jelas Naruto.

"Kau manis," katanya sambil mencium pipi kanan Naruto.

Naruto merasakan wajahnya yang berubah menjadi panas.

"Ukh! Tidak kau! Tidak mereka, sama saja!"

"Itu karena kau memang manis, Naruto," kata Sasuke sambil mengeratkan pelukannya. Dia ingin membuktikan saat ini nyata. Kehangatan Naruto yang dirindukannya sekarang ada di dalam pelukannya.

Naruto merasa nyaman. Sudah lama tidak dirasakannya perasaan hangat seperti ini. Sejak dia tahu Sasuke hanya mempermainkannya, semua terasa dingin dan gelap. Sasuke memang belum menjelaskan semua padanya. Yang Naruto tahu, sorot mata Sasuke kemarin tidak menunjukkan bahwa dia hanya mempermainkannya. Sasuke juga merasakan sakit.

"Naruto,"

"Hm?"

"Aku senang ada berdekatan denganmu. Menyebut namamu, merasakan denyut jantungmu, Dan.. memelukmu seperti ini," kata Sasuke.

Perlahan diangkatnya dagu Naruto. Mereka saling bertatapan. Menemukan kejujuran dan perasaan yang terukir jelas di mata mereka. Sasuke mendekatkan wajahnya ke wajah Naruto. Diciumnya dahi Naruto lembut. Ditangkupkannya wajah Naruto dengan kedua tangannya. Dengan perlahan, Sasuke mengecup bibir Naruto pelan.

Mereka berciuman tanpa ada tuntutan. Hanya ingin menunjukkan bagaimana perasaan mereka saat ini. Dengan lembut, Sasuke merasakan Naruto yang memeluk lehernya erat. Dia hendak mencium Naruto lebih dari ini. Tapi dia tahu waktu yang tepat bukan sekarang. Dipeluknya Naruto dengan erat sehingga tubuh mereka semakin berdekatan.

Sasuke melepaskan Naruto yang sudah hampir kehabisan oksigen. Dielusnya lembut pipi Naruto.

"Naruto,"

Naruto semakin malu mendengar suara Sasuke yang begitu rendah dan hangat itu.

"Kembal-"

"Cukup Uchiha,"

Mereka berdua terkejut melihat siapa yang ada di hadapan mereka.

"Sai-senpai" bisik Naruto.

Sasuke tidak suka Naruto menyebut nama lelaki lain selain dirinya.

"Naruto, menjauhlah darinya. Dia orang yang tak pantas untukmu, Naruto," kata Sai.

"Apa maksudmu?" desis Sasuke dingin.

"Kau telah menyakitinya, bukan?" tanya Sai tak kalah dingin. Dia tidak suka melihat Naruto disakiti seperti kemarin.

Sasuke diam. Dia memang telah menyakiti pemuda di pelukannya ini.

"Tapi aku tak akan membiarkan orang sepertimu dekat dengan Naruto," jawabnya.

"Memangnya siapa kau?"

"Aku memang tidak tahu siapa aku baginya sekarang. Yang kutahu, dia adalah segalanya untukku. Dan itu sama sekali bukan rayuan," tandas Sasuke.

Naruto semakin merasa malu mendengar kata-kata Sasuke barusan.

Sai nampak berpikir.

"Bagaimana kalau kita buktikan siapa yang paling pantas untuk Naruto besok?"

"Apa itu?" tanya Sasuke.

"Aku juga menyukai pemuda yang ada di pelukanmu itu. Dan aku tidak mau kalah soal perasaanku, Uchiha-sama,"

Naruto terkesiap mendengar senpai-nya itu ternyata menyukainya.

"Baiklah,"

"Aku tunggu kau.. dan, jangan menyesal kalau Naruto tidak akan bisa ada di dekatmu lagi," kata Sai sambil tersenyum. Meninggalkan Sasuke yang geram menahan amarah di belakangnya.

"Sasuke?"

"Aku akan membuktikan kalau aku memiliki perasaan yang lebih darinya untukmu,"

"E-eh?"

"Dan aku akan menjelaskan semuanya padamu jika aku menang dari dia," kata Sasuke sambil melepaskan pelukannya dari Naruto.

Naruto tidak suka saat kehangatan itu hilang. Tapi dia menurut saja, saat Sasuke menyuruhnya kembali ke kelas untuk berganti baju. Karena hari sudah mulai gelap, mereka pun meninggalkan taman belakang yang jadi saksi bisu peristiwa yang terjadi di antara tiga pemuda yang sedang dibingungkan oleh simpul acak dari cinta.


To be continued


P/N

lagi-lagi update lama.. maaf Minna-san.. kalau uda sekolah nih, bawaannya ga bisa megang laptop biar bisa ngetik.. uwaa x(

anyway, chap ini aku tulis dengan kecepatan penuh di malam minggu dan minggu pagi ini.. kalo ada typo, kasih tau yah? biar Rin bsa perbaiki .. ga sempet ngedit! TwT

ada yang bersedia review?

Alhamdulillah. Alhamdulillah..owya Minna-san.. Fic ini uda berumur SEBULAN! Happy Anniversaire for my first fic xD

Uda 1 bulan Rin bikin fic ini.. 1 bulan Rin mengenal kalian.. 1 bulan kalian memberi Rin review tiap chapter..

bahkan waktu Rin ga bisa update, kalian bersedia nunggu..

Rin bisa mendapatkan teman seperti kalian, Rin sangat senang ^w^d

Arigatou Gozaimasu, Minna-san~ xD


Special thanks for all readers and reviewers and all of my friends ^w^

Minggu, 25 Juli 2010 06.39 pagi

Rinyaow Love FFN