Title : Primrose

Author : chickenKID and dinodeer

Cast :

• Luhan

• EXO – Sehun

Support Cast : Wu Yifan, Krystal (F(x)), Minhyuk (CN Blue), Suho (EXO), Lay (EXO), Chanyeol (EXO), Baekhyun (EXO), Chen (EXO), Kyungsoo (EXO), Lee Jinki/ONEw (SHINee), Heechul (Super Junior), Key (SHINee), Taemin (SHINee), Kai (EXO), dan cast akan bertambah seiring berjalannya waktu.

Pair : HunHan-ChanBaek

Genre : Fantasy, Romance and Friendship

Rated : T

Length : Chaptered

Poster by : shinstarkey

Disclaimer : Terinspirasi dari sebuah anime yang berjudul "Uragiri wa Boku no Namae wa Shitteiru (UraBoku)". Sehun punya Luhan, Luhan punya Sehun, keduanya saling memiliki dan keduanya milik Tuhan. Fic punyanya chickenKID dan dinodeer.

Warning : Chapter ini lebih banyak ChanBaek Momentnya!

Previous Chapter :

Yifan menghela napas pendek. "Apa kau tak bisa menolongku terlebih dahulu?" pintanya.

"Luhan cepat!" teriak Chanyeol.

"Hyung temanku dalam bahaya, dia disekap. Dia bisa mati kalau aku tak segera menolongnya. Aku yakin Hyung pasti bisa keluar dari tempat ini, tempat masuk tak terlalu jauh Hyung. Maafkan aku Hyung tapi aku harus menolong temanku terlebih dahulu," ujar Luhan pelan sambil berdiri dan berlari meninggalkan Yifan yang menatap punggung Luhan dengan pandangan kecewa.

"Padahal kau satu-satunya manusia yang kupercayai." Lirihnya. "Kalau begitu aku tidak akan sungkan lagi," lanjutnya.


HunHan | Primrose

Chapter 9


Sementara itu Chanyeol dan Luhan akhirnya sampai ke area bianglala. Namun mereka tak menemukan apa-apa. Hanya taman bermain yang kosong. Setelah mencari beberapa menit Chanyeol akhirnya mengetahui kalau Key memakai pelindung di dalam pelindung.

"Dia Opast yang pintar ternyata," ujar Chanyeol setelah menemukan pelindung tempat Key.

Mereka pun segera masuk ke pelindung itu dan menemukan sebuah gerbang yang tingginya hampir sama dengan gerbang mansion mereka. Gerbang itu berwarna merah dengan ukiran bunga yang menghiasinya. Key sepertinya memang sengaja membuat gerbang itu mudah dibuka, buktinya kini mereka sudah berada di depan pintu besar berwarna merah.

"Dia pasti tahu kalau kita sudah disini," ujar Luhan.

BRAK.

Chanyeol membuka pintu tersebut dengan kasar. Hal yang pertama kali terlihat adalah ruangan yang sama dengan yang ada di video yang dikirimkan Key. Ruangan itu besar, mungkin besarnya seperti lapangan sepakbola. Ruangan Key ini yang didominasi dengan warna merah dan Key yang sedang duduk di sofa berwarna merahnya sambil meminum teh.

"Oh, kalian sudah datang rupanya." Ujarnya sambil bertumpang kaki.

"Baekhyun!" seru Luhan saat melihat ke sebelah kanannya dan mendapati Baekhyun tengah duduk dengan tangan yang dirantai.

"Baekhyun!" seru Luhan lagi. Namun Baekhyun hanya diam tak menjawab teriakan Luhan.

Key tertawa keras. "Dia akan menjadi bonekaku sebentar lagi," ujarnya.

"Kau keparat!" seru Chanyeol.

Luhan segera berlari ke arah Baekhyun namun tiba-tiba ada segorombolan manusia yang menghadangnya. Mereka mendekati Luhan dengan tatapan kosong dan beberapa senjata di tangannya.

"Mereka bonekaku, cantik bukan?"

Chanyeol menggeram lalu segera melindungi Luhan dengan apinya.

"Kau hampiri Baekhyun, aku akan mengatasi ini." ujarnya.

Luhan mengangguk mengerti setelah itu berlari menuju Baekhyun yang masih saja terdiam. Sementara Chanyeol sudah sibuk mengeluarkan apinya untuk membakar manusia boneka milik Key yang terus bermunculan.

"Zombie musnahlah kalian!" seru Chanyeol sambil terus mengeluarkan kekuatannya.

"Ya! Jangan menyamakan karya cantikku dengan makhluk buruk rupa itu! Asal kau tahu saja ya setiap manusia yang menjadi bonekaku mereka akan memiliki kekuatan lima kali lipat saat ia menjadi manusia," kilah Key.

Chanyeol tak menanggapi ucapan Key dia harus fokus untuk memusnahkan semua boneka Key agar Luhan bisa menyelamatkan Baekhyun. Sedangkan Key kini sedang menonton Chanyeol sambil memakan waffle yang tadi diberikan oleh Jonghyun. Dia terlihat sangat menikmati pertarungan Chanyeol, ia pun mengalihkan pandangannya pada Luhan yang kini sudah berada di dekat Baekhyun.

"Kalau dia kubunuh sekarang tidak akan seru. Kapan ya pangerannya akan datang?" gumam Key sambil menyeringai.

Sementara itu Luhan yang kini sudah berada di depan Baekhyun langsung berjongkok untuk melihat keaadaan Baekhyun yang kini tengah duduk sambil menundukkan kepalanya.

"Baekhyun-ah, astaga kenapa dia tidak bangun?!" tanya Luhan panik setelah beberapa kali memanggil Baekhyun. Luhan pun menepuk pundak Baekhyun sekali dan tiba-tiba saja terdiam dengan apa yang didengar dan dilihatnya saat ia menyentuh Baekhyun.

"B-Baekhyun menyukai Chanyeol?" lirih Luhan.

Ya, saat ini Baekhyun tengah bermimpi tentang hal yang ia inginkan seperti perintah Key sebelum akhirnya ia tertidur. Dunia yang dibuat oleh pikiran Baekhyun sendiri lalu nanti ia akan kehilangan kendali atas tubuhnya dan akhirnya ia pun menjadi boneka Key.

Luhan melihat memar yang Baekhyun dapatkan. Ia pun langsung memegang memar-memar ditubuh Baekhyun dan beberapa detik kemudian memarnya langsung hilang. Luhan meringis saat merasakan tubuhnya sakit, namun ia tetap menyembuhkan Baekhyun. Semua rasa sakit akibat memar yang dialami Baekhyun kini beralih ke tubuh Luhan. Luhan menghela napas panjang setelah berhasil menyembuhkan semua luka Baekhyun. Sekarang yang harus ia lakukan adalah membangunkan Baekhyun dari mimpinya.

"Baekhyun-ah bangun! Jangan hidup dalam mimpimu!" seru Luhan sambil menggoyang-goyangkan pundak Baekhyun. Namun nihil Baekhyun masih saja tertidur. Luhan bingung harus melakukan apa, karena ia tak tahu apa-apa mengenai Baekhyun. Sebenarnya apa yang membuat Baekhyun bisa terpengaruh oleh kata-kata Key? Pikir Luhan.

"Grrrh Grrrh"

Tiba-tiba sebuah geraman terdengar dari belakang Luhan. Luhan menoleh dan mendapati satu boneka Key tengah mendekatinya. Luhan mencari-cari sesuatu yang bisa ia pakai untuk melindunginya dan Baekhyun.

"Argh! Tidak ada apapun yang bisa kugunakan! Eottokhae?!" serunya panik.

ZRASH

Tiba-tiba saja boneka yang tadi mendekati Luhan itu terbelah menjadi dua dan berubah menjadi abu. Seorang namja berambut merah kini sudah berdiri di depan Luhan dengan kaos oblong hitamnya.

"Sehun-ah!" seru Luhan. "Kau baik-baik saja?" tanya Luhan khawatir karena ia melihat beberapa luka di tubuh Sehun.

Sehun membalikkan tubuhnya lalu tersenyum pada Luhan. "Aku menepati janji kan?" ujarnya. Luhan tersenyum dengan mata yang kini sudah berair.

Sehun mendekati Baekhyun dan kemudian menghancurkan rantai yang membelenggu tangan Baekhyun. Sehun mengusap air mata yang kini sudah mengalir di pipi Luhan.

"Sssh, uljima, aku disini," ujar Sehun.

"Ya! Pangeran kesiangan! Kalau kau ada waktu untuk bermesraan lebih baik kau membantuku dulu!" teriak Chanyeol dengan napas terengah-engah.

"Kau bantu Chanyeol dulu, aku akan berusaha untuk membangunkan Baekhyun," suruh Luhan.

Sehun mengangguk sebelum akhirnya berlari ke arah Chanyeol yang kini sudah kewalahan untuk mengatasi semua boneka Key.

"Hoo, akhirnya kita bertemu lagi, hei rambut merah pengkhianat," ujar Key sambil menyeringai saat melihat Sehun sudah bergabung dengan Chanyeol untuk menghabisi semua boneka Key.

Sehun terus menebaskan pedangnya ke boneka Key yang lebih kuat dari Durrast itu. dan Chanyeol terus saja mengeluarkan apinya untuk membakar boneka-boneka itu. Yang terdengar saat itu hanyalah suara tebasan pedang Sehun dan geraman boneka Key saat dibakar oleh Chanyeol. Key kini masih duduk di sofa ditemani oleh Jonghyun dan semua cookies yang sedang dimakannya.

"Haaah, Haaah," Napas Chanyeol semakin tak beraturan. Untungnya saat ini hanya tinggal lima boneka lagi yang harus dimusnahkan.

Sehun langsung berlari ke arah lima boneka itu dan menebaskan pedangnya dengan cepat. Semua boneka Key pun langsung hancur menjadi abu.

"Boneka cantikku sudah hancur semua, apa yang harus kulakukan sekarang?" gumam Key sambil meminum tehnya.

Tiba-tiba datang dua orang berwajah hampir mirip tetapi dengan warna kulit yang berbeda. Mereka adalah anak kembar kakak-beradik bernama Taemin dan Jongin.

"Kita bertemu lagi mantan sahabat." Ujar namja berkulit tak kalah putihnya dengan kulit Sehun-Taemin. Ia tersenyum meremehkan ke arah Sehun.

"Kau datang untuk bermain?" yang ini ucapan saudara kembar Taemin-Jongin. Mereka berdua adalah Opast sama seperti Key dan Sehun. Mereka adalah sahabat Sehun saat dulu sebelum Sehun menjadi seorang pengkhianat.

"Wah wah wah, akhirnya kalian datang, aku tahu kalian tidak akan membiarkanku mati" ujar Key senang.

"Berisik kau!" ujar Taemin. Kemudian Jongin mengeluarkan sebuah kartu, itu adalah senjatanya. Ia melemparkan kartu itu pada Sehun. Sekali saja kau tergores walau hanya sedikit oleh kartu yang dilempar Jongin, kau bisa terluka.

Sedangkan Taemin memperhatikan Chanyeol yang kini tengah menatapnya.

"Jangan menatap matanya!" titah Sehun pada Chanyeol. Ia berkata seraya bergerak menghindari kartu yang tadi dilayangkan oleh Jongin. Chanyeol membulatkan matanya ketika tiba-tiba saja ia merasa badannya tak dapat bergerak. Taemin menyeringai senang.

"Sepertinya kau telat mengatakan hal itu pada teman barumu 'Mantan Sahabat'." Ujar Taemin senang.

"Kenapa kau baru memberitahukanku bodoh?" ujar Chanyeol. Taemin kemudian mendekati Chanyeol dan tersenyum. Tapi ia tak melakukan apapun pada Chanyeol dan hanya tersenyum.

"Apa yang akan kau lakukan?" tanya Chanyeol, ia masih tak dapat menggerakkan tubuhnya.

"Hahaha, kau harus tahu bahwa tidak hanya Lessieona saja yang mempunyai patner bertarung," ujar Taemin sambil tertawa. Chanyeol mengerutkan keningnya bingung, kemudian ia tiba-tiba saja merasakan sakit saat lima buah kartu menusuk tubuhnya. Chanyeol membulatkan matanya, ia kemudian mengeluarkan darah dari mulutnya, ia tersedak.

"Sudah kukatakan kan kalau bukan hanya Lessieona saja yang mempunyai patner bertarung" ujar Taemin lagi. Itu lima buah kartu milik Jongin yang kini tengah menusuknya. Jongin tiba-tiba menghindar saat Sehun menyerangnya dengan pedang miliknya.

"Hanya tiga menit saja, setelah itu kau tidak boleh melihat matanya lagi" ujar Sehun pada Chanyeol. Chanyeol mengerti ia langsung memejamkan matanya berusaha untuk tidak melihat mata Taemin.

"Sayang sekali Lessie rendahan, tanganku juga cukup berguna untuk bertarung" ujar Taemin. Kemudian ia memukul perut Chanyeol yang masih tak dapat bergerak akibat pengaruh kekuatan Taemin. Taemin mempunyai kekuatan, jika ada orang yang menatap matanya maka orang itu tidak dapat bergerak selama tiga menit saja. Dan Jongin yang biasanya menghajar orang yang tidak bergerak itu dengan kartu-kartu miliknya. Seperti yang dikatakan Taemin, dia juga bertarung dengan cara bekerjasama dengan patnernya Jongin yang sekaligus adalah saudara kembarnya.

BUGH

Taemin kembali memukul Chanyeol, Chanyeol hanya mengaduh. Waktu sudah hampir mencapai tiga menit. Sehun masih berhadapan dengan Jongin di sana.

BUGH

Taemin terus memukul perut Chanyeol. Namun Chanyeol berusaha untuk tidak membuka matanya.

BUGH

Lagi, Taemin memukulnya telak mengenai tulang rusuknya. Membuat Chanyeol membulatkan matanya saat ia merasa ingin muntah. Dan di saat itu pula Taemin memanfaatkan mata Chanyeol yang terbuka. Taemin menatap mata Chanyeol lagi, dan akhirnya Chanyeol kembali tak dapat bergerak.

"Sekarang!" Ujar Taemin, dan kini kartu-kartu kembali melayang menusuk Chanyeol. Chanyeol kembali mengaduh, darah segar sudah mengalir dari tubuhnya.

"Sial!" Gerutu Sehun. kini ia mendekati Taemin dan Chanyeol. Namun Jongin tidak membiarkan Sehun dengan semudah itu untuk mendekati saudara kembarnya itu. Ia terus saja mengeluarkan kartu-kartunya hingga Sehun terpaksa kembali melayani Jongin untuk bertarung dengannya.

Di sisi lain, Key beranjak dari kursinya. Ia melangkah mendekati Luhan yang tengah berusaha membangunkan Baekhyun. Key menarik tangan Luhan kemudian ia simpan tangannya di leher Luhan seperti akan mencekik Luhan.

"Hei rambut merah pengkhianat, Lessie kesayanganmu kini sudah ada di tanganku" ujar Key. Sehun yang mendengar suara Key langsung menghentikan pergerakannya untuk menyerang Jongin. Di sana Jongin terlihat sudah terluka terkena goresan pedang Sehun. Taemin yang melihat itu langsung menghampiri saudara kembarnya itu. Meninggalkan Chanyeol yang kini keadaannya sangat mengkhawatirkan dengan darah yang terus keluar dari tubuhnya. Ia masih tidak dapat bergerak untuk sekedar mencabut kartu-kartu milik Jongin yang menancap di tubuhnya. Sedangkan Sehun langsung mengalihkan perhatiannya saat ia mendengar suara Key.

"Kau tahu kekuatanku kan? Aku bisa saja membuat Lessie kesayanganmu ini tertidur nyenyak hingga ia tak bangun lagi. Atau bisa saja aku menjadikannya boneka koleksi pribadiku" ujar Key lagi. Sedangkan Luhan kini tengah bergetar di sana. Sehun kini terdiam di sana. Sedangkan Taemin melihat luka yang di miliki Jongin karena Sehun. Chanyeol yang sudah ditinggal Taemin kini mulai bisa bergerak setelah kekuatan Taemin tak berpengaruh lagi padanya karena sudah lewat batas waktu. Dengan perlahan Chanyeol bergerak mendekati Baekhyun yang kini tengah berbaring setelah tadi berhasil rantainya di buka oleh Sehun.

"Kau berhentilah menyakiti mantan sahabatmu sendiri jika kau ingin Lessie kesayanganmu ini selamat" ujar Key lagi. Senyum kemenangan kini terpampang di wajahnya ketika Sehun diam tak bergerak. Kemudian Jongin kembali melayangkan kartu-kartunya pada Sehun. Sehun mengaduh, namun ia tak dapat berbuat apa-apa ketika orang yang dicintainya kini tengah berada dalam ancaman. Seharusnya dia tahu bahwa semua Opast memang licik. Tapi ia tak mau kalah, sebab ia adalah Agarest, titisan Iblis. Ia juga mempunyai darah Opast yang mengalir dalam tubuhnya.

Taemin melihat Chanyeol yang kini sedang memeluk Baekhyun.

"Bangun bodoh! Bangun! Aku sama sekali tidak mengizinkanmu untuk pergi lebih dulu. Kau tak mungkin membiarkanku bertarung sendirian kan? Ayo cepat bangun!" Chanyeol mengguncang tubuh Baekhyun. Namun mata namja mungil itu masih betah tertutup. Darah Chanyeol yang mengalir itu pun kini sudah mengenai bajunya.

Tiba-tiba beberapa kartu kini kembali tertancap di tubuh Chanyeol. Chanyeol mengaduh, Jongin terus menerus menyerang Chanyeol.

"Bangun Baekhyun-ah, aku akan membencimu di kehidupan yang akan datang jika kau tak membuka matamu itu!" ujar Chanyeol.

JLEB

JLEB

JLEB

Kartu-kartu itu kembali menancap di tubuh Chanyeol. Chanyeol mengerang seketika. Kembali darah segar mengalir dari tubuhnya.

"Bangun" lirih Chanyeol, kini ia menangis di sana.

"Aku tak akan memaafkanmu jika kau tak bangun" ujar Chanyeol.

"Aku membutuhkanmu bodoh! Bangun sekarang juga" lanjutnya. Sehun hanya terdiam menatap Chanyeol di sana, sebenarnya ia sedang menunggu timing yang tepat untuk menyelamatkan Luhan, yang kini tengah berada di genggamannya Key. Kemudian setelah itu ia bisa menyelamatkan Chanyeol. Tapi melihat Baekhyun yang masih saja tertidur pulas seolah menunggu waktu kematiannya di sana, Sehun tak yakin Chanyeol akan senang jika ia menolongnya.

Taemin hanya tertawa melihat Chanyeol kini tengah terpuruk di sana. Jongin hanya terus menyerang Chanyeol dan sesekali ia menyerang Sehun yang tak berkutik sama sekali dengan kartunya.

"KU BILANG BANGUN BAEKHYUN SIALAN!" Chanyeol kini berteriak, api kini berkobar dari dalam tubuhnya.

Chanyeol berdiri di sana. Membiarkan Baekhyun terbaring, ia kemudian membuat bola api dan melemparkannya pada Key. Hampir saja mengenai Luhan yang berada tepat di depan tubuh Key. Namun Key menghindar dari bola api itu. Chanyeol tersulut emosi saat ini, hawa membunuh sudah terasa di sekitarnya. Ia benar-benar ingin membunuh orang yang membuat patner bertarungnya kini terbaring lemah. Key berlari dengan menggenggam tangan Luhan menghindari amukan Chanyeol. Namun Luhan memanfaatkan keadaan tersebut. Dengan sekuat tenaga ia melepaskan tangan Key berlari meninggalkan Key. Key panik, ia tak sempat menangkap Luhan kembali. Satu-satunya boneka yang dia punya kini adalah Jonghyun. Namun Key tak mau mengorbankan Jonghyun untuk hal seperti ini karena Jonghyun adalah boneka favoritnya. Karena itu dia hanya bisa menghindari bola api yang terus menerus menyerangnya. Sehun yang melihat Luhan lari langsung menghampirinya.

"Kau tidak apa-apa?" tanya Sehun dan Luhan hanya mengangguk.

JLEB

JLEB

JLEB

Kartu-kartu Jongin kembali melayang menusuk Chanyeol. Chanyeol yang memang sedang dalam keadaan yang parah saat ini langsung menghentikan serangannya pada Key.

"Kerja bagus Jongin, akan kuingat pertolonganmu itu" ujar Key seraya mengerling ke arah Jongin. Jongin tidak menghiraukannya. Saat ia akan melempar kartu-kartunya lagi tiba-tiba Jongin mengaduh.

"ARGHT" Jongin mengaduh. Taemin terkaget melihat Jongin di sampingnya mengaduh dan tiba-tiba banyak keluar darah dari beberapa titik lubang kecil dari tubuhnya.

"Kau kenapa?" tanya Taemin.

"Sial" ujar Jongin.

"Aku tidak bisa bergerak" ujar Jongin. Taemin membulatkan matanya. Kemudian ia mendekati Jongin. Dan melihat ada beberapa jarum di sana. Taemin mengambil jarum tersebut.

"Apa ini?" gumam Taemin.

"Aih suaramu itu sangat jelek Park Chanyeol. Kau mengacaukan mimpi indahku!" tiba-tiba saja sebuah suara keluar dari namja yang beberapa menit sebelumnya terbaring di belakang tubuh Chanyeol. Chanyeol segera berbalik melihat ke arah sumber suara.

"Ba-Baekhyun-ah" ujar Chanyeol matanya melebar melihat partner bertarungnya itu kini telah berdiri di sana. Matanya terbuka, ia melihat partner bertarungnya itu telah terbangun dari tidurnya.

"Aigoo, tampilanmu mengerikan Park Chanyeol. Apa itu benar-benar kau? Lihat darahmu bahkan sampai menempel di tubuhku. Menjijikan!" ujar Baekhyun, ia langsung menepuk-nepuk bajunya. Chanyeol tak mendengarkan ucapan Baekhyun, ia langsung berlari kemudian berhambur memeluk namja yang lebih pendek darinya itu.

"Akhirnya kau bangun. Byun Baekhyun kau bangun" ujar Chanyeol.

"Jangan memelukku bodoh, darahmu itu kembali mengotori bajuku" ujar Baekhyun. Chanyeol langsung melepaskan pelukannya. Kemudian

CUP

Ia mencium bibir Baekhyun. Hanya sekilas, sebelum kemudian ia kembali memeluk tubuh Baekhyun. Baekhyun membulatkan matanya.

"Aku tak tahu harus bagaimana jika kau tak benar-benar bangun lagi. Byun Baekhyun aku akan membencimu jika kau tidak bangun lagi. Kau tahu, aku sangat membutuhkanmu di sampingku, aku benar-benar membutuhkanmu" ujar Chanyeol, pelukannya semakin erat sekarang. Baekhyun hanya tersenyum.

"Bodoh, mana mungkin aku meninggalkan partner bertarungku yang tidak bisa apa-apa tanpa aku. Lihat kau banyak keluar darah seperti ini" ujar Baekhyun.

"Sudah cukup lovey doveynya. Aku tidak akan memaafkanmu karena membuat partner bertarungku lumpuh seketika" ujar Taemin. Baekhyun tersenyum di sana. Yah, kekuatan Baekhyun adalah melumpuhkan lawannya dengan jarum. Biasanya setelah lawannya lumpuh, Chanyeollah yang akan menyerang lawannya itu habis-habisan. Itulah gunanya patner bertarung, kerjasama bersama patnernya untuk mengalahkan lawan.

"Jangan tatap matanya, kau tidak akan dapat menggerakkan seluruh tubuhmu jika kau menatap matanya" ujar Chanyeol.

"Sepertinya kekuatan kami sedikit mirip" ujar Baekhyun.

"Tentu saja tidak, aku tidak ingin di samakan dengan Lessie rendahan sepertimu" ujar Taemin. Baekhyun menegerutkan keningnya bingung. Tiba-tiba Taemin tengah berada di hadapannya. Hanya beberapa senti saja Taemin dengan cepat kini tengah berada di hadapannya, sontak Baekhyun langsung menutup matanya.

"Kecepatan macam apa itu?" gumam Chanyeol. Taemin beralih menatap Chanyeol, ia pun langsung menutup matanya.

Sehun dan Luhan yang sedari memperhatikan mereka kini tengah bergerak menuju Baekhyun dan Chanyeol dan berusaha untuk menolong mereka. Sedangkan Key sekarang telah menghilang setelah tadi berhasil kabur membawa boneka kesayangannya Jonghyun.

Luhan menarik tangan Chanyeol. Dan Baekhyun di tarik oleh Sehun. Taemin kemudian tertawa di sana.

"Oh, jadi sekarang kalian berniat melawan kami bersama-sama?" tanya Taemin. Jongin langsung menghampiri Taemin ketika kekuatan Baekhyunnya sudah memudar.

"Aku tidak takut melawan kalian!" ujar Taemin. Namun tiba-tiba hawa dingin menghampiri mereka. Lalu tiba-tiba semua dinding menjadi beku.

"Ada apa ini?" tanya Chanyeol. Ia merasa sangat tidak nyaman saat hawa dingin menghampirinya. Pasalnya biasanya ia selalu merasa hangat karena kekuatannya.

Tiba-tiba saja ada sebuah buku yang berubah menjadi pintu yang hadir di tengah-tengah mereka. Pintu itu kemudian terbuka.

WUSH

Angin berhembus dari pintu yang di buka itu. Membuat hawa yang dingin menjadi lebih dingin lagi.

"Sudah kukatakan, perang belum dimulai, kalian seenaknya sekali membuat kekacauan" Luhan mengerutkan keningnya saat ia mendengar suara yang keluar dari pintu tersebut. Pasalnya ia sangat mengenali suara itu.

"Apa kalian ingin ku hukum karena membatah perkataanku?" ujar suara itu kembali. Kemudian mata Luhan sontak membulat ketika orang itu menampakan tubuhnya keluar dari pintu itu.

"Yifan Hyung" ujar Luhan. Ia melihat Kakaknya dari panti asuhan itu tengah berdiri di ambang pintu.

"Kris Seogsanim" gumam Taemin.

"Aku sudah membuang nama Yifan itu Luhan. Sejak kau membuangku tadi aku sudah membuang nama itu" Luhan membulatkan matanya tak percaya.

"Itu Kris. Pimpinan para Opast, musuh bebuyutan Suho Hyung" ujar Chanyeol. Luhan langsung memandang Chanyeol.

"Apa kau bilang?" tanya Luhan.

"Dia, dia yang menyebabkan perang. Dia yang menyebabkan asal mula perang antara Zeus dan Lessieona dimulai, dialah penyebabnya" ujar Chanyeol lagi. Luhan langsung kembali mengalihkan pandangannya pada Hyung yang selama ini sangat di hormatinya itu.

"Kau tahu Luhan. Manusia itu makhluk yang paling menjijikan di dunia ini. Dan kau adalah satu-satunya manusia yang aku percaya. Kupikir kau akan memilihku. Kalau saja tadi kau ikut denganku. Mungkin aku akan menghentikan perang yang akan terjadi. Namun kau mencampakanku dan malah memilih manusia-manusia itu" ujar Yifan.

"Taemin-Jongin, ayo pulang. Perang akan di mulai jika aku yang memutuskan" ujar Yifan lagi. Taemin dan Jongin menurut. Mereka lalu masuk ke pintu itu. Luhan hanya menatap Yifan dengan tatapan nanar.

"Yifan Hyung" panggil Luhan. Yifan berbalik kemudian memandang Luhan.

"Jangan pernah memanggilku Yifan lagi. Aku sudah membuang nama itu dan aku juga sudah membuangmu. Panggil aku Kris, Kris yang Agung" ujar Yifan. Kemudian pintu tertutup dan menghilang. Hawa yang tadi dingin kembali menghangat sekarang. Luhan langsung menangis di sana.

"Yifan Hyung itu Opast?" ujar Luhan tak percaya, kemudian Sehun langsung memeluknya.

"Siapa sangka ia terlahir kembali dan tinggal di panti asuhan dan menjadi kakaknya Luhan" ujar Chanyeol. Luhan masih menangis di sana.

Kemudian Krystal dan Minhyuk baru datang menjemput mereka. Ketika Krystal ingin mendekati Luhan, namun ia langsung di cegah oleh Minhyuk. Krystal heran kenapa Luhan menangis, Chanyeol pun menceritakannya. Setelah itu Krystal membiarkan Luhan dengan Sehun di sana. Sampai akhirnya keadaan Luhan sudah sedikit tenang, barulah mereka pergi dari tempat itu dengan Minhyuk sebagai supirnya.

_Hun for Han_

"Kenapa kalian berani-beraninya datang ke sana tanpa izinku?" ujar Suho. Terlihat gurat kemarahan di wajahnya. Mereka semua terdiam di ruang tengah mansion Suho sekarang ini.

"Sudah kukatakan kan, kita harus menyusun strategi dahulu sebelum datang ke sana. Lihat apa yang kalian dapatakan sekarang?" ujar Suho lagi.

"Mianhae Hyung, aku tak bermaksud untuk tidak menuruti perintahmu" sesal Luhan. Suho menghela napas.

"Aku hanya tidak ingin kalian terluka banyak seperti ini" ujar Suho.

"Pokoknya aku tak mau jika kejadian seperti ini terulang lagi" ujar Suho. Kemudian Suho keluar dari ruang tengah.

"Maafkan aku, gara-gara aku kalian jadi seperti ini" ujar Baekhyun.

"Ini bukan salahmu. Tapi ini salah Opast sialan yang bernama Key itu. Aku sudah hampir membunuhnya tadi jika saja si Opast berkulit hitam tadi tak melayangkan kartu-kartunya padaku" ujar Chanyeol.

"Maaf aku tak dapat membantu apa-apa tadi. Sekarang aku akan menyembuhkan luka kalian" ujar Luhan. Chanyeol dan Baekhyun mengangguk. Namun tiba-tiba Sehun beranjak dari tempat duduknya.

"Sehun-ah kau mau kemana?" tanya Luhan.

"Aku akan pergi saja"

"Kau tidak akan menyembuhkan lukamu terlebih dahulu?" tanya Luhan.

"Biar kusembuhkan lukamu dulu baru kau pergi" lanjutnya.

"Aku tidak terluka parah, kau jangan khawatir" jawab Sehun.

Plak

"Arghht" Sehun sedikit meringis ketika tiba-tiba Heechul memukulnya.

"Lihat kau meringis hanya karena pukulan ringanku. Apa kau ingin ku obati?" tanya Heechul.

Sehun terdiam tak menjawabnya.

"Ah apa kau ingin disembuhkan oleh Luhan saja?" tanya Heechul.

"Tidak, aku akan ke ruanganmu. Ku tunggu kau di sana" jawab Sehun cepat. Kemudian ia berjalan menuju ruangan Heechul.

"Yippi! Akhirnya aku bisa menjadikannya sebagai bahan eksperimen!" ujar Heechul senang. Kemudian ia langsung menyusul Sehun. Luhan hanya terdiam melihatnya dengan tatapan sendu.

"Heh, ayo cepat sembuhkan aku, jangan terus melamun seperti itu" ujar Chanyeol. Luhan langsung tersadar, kemudian segera mengobati luka Chanyeol. Krystal menangkap wajah sedih Luhan tadi.

"Luhan, setelah selesai mengobati luka mereka berdua aku ingin berbicara denganmu" ujar Krystal. Luhan hanya mengangguk.

_SKIP TIME_

Luhan dan Krystal kini tengah berada di kamar Luhan.

"Ada apa dengan raut wajahmu tadi?" tanya Krystal.

"Aku heran kenapa Sehun tak mau aku obati sih? Dia selalu melindungiku, pada akhirnya aku merasa ada kesempatan untuk membalasnya dia malah menolaknya" jawab Luhan.

"Dia itu aneh, sungguh aku tak mengerti dengan sikapnya itu" lanjut Luhan.

"Sehun sayang padamu Luhan" ujar Krystal.

"Hah apa maksudmu?" tanya Luhan.

"Kau tahu sendiri kan, kau sangat dibutuhkan karena kekuatan yang bisa menyembuhkanmu itu. Maka dari itu kami melindungimu. Namun jika kau menyembuhkan luka orang lain, kau akan merasakan rasa sakitnya juga. Seperti saat ini" ujar Krystal, kemudian ia menyingkap baju Luhan.

"Lihat, tiba-tiba saja memar-memar ini ada di tubuhmu Luhan, dan aku sangat tahu ini menyakitkan untukmu" ujar Krystal. Luhan langsung menarik bajunya lagi.

"A-apa maksudmu?" tanya Luhan lagi.

"Aku tidak bodoh Luhan, aku tahu penderitaanmu sejak dulu. Aku tahu kau akan mengalami hal seperti memar-memar barusan jikakau mengobati luka orang lain. Kau bahkan bisa tak sadarkan diri jika kau mengeluarkan kekuatanmu itu terlalu berlebih" jawab Krystal. Luhan hanya menundukkan wajahnya.

"Kau tahu, Sehun sangat menyayangimu hingga ia tak ingin kau tersakiti karena kau menyembuhkan lukanya. Sehun hanya tidak ingin kau menderita Luhan. Maka dari itu dia tidak ingin kau menyembuhkan lukanya" terang Krystal.

"Aih, kenapa Sehun sebaik itu padaku?" tanya Luhan lagi.

"Sudah jelas kan? Karena ia menyayangimu" ujar Krystal.

"Tapi ia tak mengatakan apapun padaku. Aku tak akan mengerti jika ia tak mengatakannya" ujar Luhan.

Krystal hanya tersenyum di sana.

"Dia pasti akan mengatakannya jika memang sudah waktunya" ujar Krystal.

"Tapi kapan?" tanya Luhan lagi.

Ceklek

Tiba-tiba saja tanpa permisi Sehun masuk ke kamar Luhan.

DEG

Tiba-tiba saja jantung Luhan berdetak tak karuan.

"Ah sepertinya ini waktuku untuk pergi" ujar Krystal.

"Ah tunggu, Krystal!" Luhan panik ketika tiba-tiba saja Krystal meninggalkannya.

"Ini kesempatanmu kan? Aku pergi" ujar Krystal. Lalu ia menutup pintu kamar Luhan. Meninggalkan Sehun yang kini tengah berdiri di dekat pintu kamar Luhan sedangkan Luhan masih terdiam di atas ranjangnya. Sehun mendekat ke arah Luhan. Ia kemudian duduk di samping Luhan.

"Apa yang sedang mengganggu pikiranmu sekarang?" tanya Sehun, ia melihat Luhan kini tengah gusar. Tapi Luhan tidak menjawabnya.

"Hei, aku sedang bertanya padamu" ujar Sehun. Luhan langsung memandang kearah Sehun.

"Bukankah kau bisa membaca pikiranku? Kenapa kau malah bertanya?" tanya Luhan.

"Aku hanya ingin kau menjawabnya"

"Kalau begitu jawab aku, kenapa kau bersikap baik padaku?" tanya Luhan.

"Bukankah sudah jelas? Kau ini masterku, aku telah membuat perjanjian denganmu. Semua buktinya ada di pundakmu bukan? Kenapa kau harus mempertanyakannya lagi?" tanya Sehun. Luhan masih memandang Sehun.

"Hanya itu? Hanya karena itu kau bersikap baik padaku?" tanya Luhan lagi, entah mengapa ia merasa kecewa dengan jawaban Sehun.

"Iya, lalu jawaban seperti apa yang kau inginkan?" Sehun bertanya balik. Luhan langsung membulatkan matanya, ia langsung mengalihkan pandangannya kearah depan.

"A-aku tak berharap jawaban apapun. Aku hanya penasaran saja kenapa kau sebegitu baiknya padaku. Sekarang aku tahu, itu karena kau menganggapku sebagai mastermu. Seperti Pixies yang baik padamu dan selalu menuruti perintahmu, itu karena kau majikannya kan?" Sehun menaikan sebelah alisnya, ia merasa tak suka mendengar ucapan Luhan.

"Jangan samakan aku dengan Pixies, aku bukan peliharaanmu. Lagipula kenapa kau terlihat kecewa mendengar jawabanku?" tanya Sehun.

"Si-siapa yang kecewa, aku tak kecewa sama sekali. lagipula aku sangat bersyukur kau tidak mau di obati olehku, dan lebih memilih Heechul Hyung yang mengobatimu. Karena itu aku tak perlu merasa kesakitan" ujar Luhan.

"Begitukah?" tanya Sehun.

"Te-tentu saja" jawab Luhan, sedari tadi ia menjawab semua pertanyaan Sehun dengan sedikit tergagap.

"Kalau begitu katakan padaku, kenapa saat ini kau terlihat gelisah?" tanya Sehun. Luhan terdiam sejenak sebelum menjawab.

"Aku tidak gelisah sama sekali" jawab Luhan.

"Luhan, aku tidak suka kau berbicara tanpa melihat mataku" ujar Sehun, kemudian ia menarik wajah Luhan untuk melihat ke arahnya.

"Apa yang membuatmu gelisah?" tanya Sehun. Luhan hanya terdiam, ia menatap mata Sehun.

'Aku tidak tahu bodoh, jangan bertanya padaku lagi' batin Luhan. Sehun tersenyum.

"Jadi kau tak ingin mengatakannya padaku?" tanya Sehun. Luhan hanya terdiam.

'Kubilang jangan bertanya lagi padaku!' batin Luhan lagi.

"Baiklah jika kau memaksaku untuk membuatmu berbicara apa masalahmu. Jangan menyesal setelah ini!" ujar Sehun. Kemudian dengan sekejap ia menarik wajah Luhan. Dan

Cup

Ia mencium Luhan, Luhan membulatkan matanya.

'Apa yang kau lakukan bodoh?' batin Luhan. Sehun tersenyum dengan masih menempelkan bibirnya pada Luhan.

'Lepaskan aku sekarang' batin Luhan lagi. Sehun langsung melepaskan ciumannya.

"Jadi sekarang katakan padaku, apa yang membuatmu gelisah? Jika kau tak mengatakannya aku akan menciummu lagi" ujar Sehun. Luhan memandang Sehun.

"Apa itu, aku ini mastermu, kau tak boleh melakukan hal seperti itu kepada mastermu. Lagipula kenapa kau menciumku? Bukankah kau hanya menganggapku sebagai mastermu?" ujar Luhan. Sehun terdiam sejenak, kemudian ia mengangguk-anggukan kepalanya.

"Ah, jadi begitu, aku mengerti. Apa kau tak mau hanya ku anggap sebagai masterku saja?" tanya Sehun.

"M-mwo? Apa maksudmu?" tanya Luhan. Sehun menyeringai kemudian

BRUK

Ia mendorong Luhan ke atas ranjang Luhan.

"Hei, apa yang kau lakukan?" gerutu Luhan. Ia baru saja akan terbangun setelah Sehun mendorongnya ke ranjang hingga membuatnya terbaring ketika Sehun kembali mendorong tubuhnya. Dan

GREP

Sehun menahan kedua lengannya. Kini Sehun tengah berada di atasnya.

"Baiklah Luhan, mulai sekarang aku tak hanya menganggapmu sebagai masterku" ujar Sehun kemudian ia kembali menempelkan bibirnya di atas bibir Luhan. Luhan kembali membulatkan matanya.

'Apa yang kau lakukan lagi bodoh?' batin Luhan. Sehun tersenyum dengan masih menempelkan bibirnya di atas bibir Luhan, setelah itu ia kemudian mulai menggerakkan bibirnya.

Luhan semakin membulatkan matanya.

'Lepaskan aku bodoh' batin Luhan. Kemudian ia mulai memberontak, namun sayang tenaga Sehun sangat besar hingga seincipun ia tak dapat melepaskan tangan Sehun di kedua lengannya. Wajah Luhan sudah memerah, ini pertama kalinya ada yang melakukan hal itu padanya hingga.

"Mph" terdengar lenguhan dari mulut Luhan. Luhan perlahan mulai menghentikan sikap memberontaknya. Pikirannya kini mulai melayang antara sadar atau tidak sadar, namun ia mulai diam sekarang.

DEG

DEG

DEG

Dadanya kini mulai berdetak tidak karuan. Ia merasa mungkin ini hanya mimpi, tapi lumatan bibir Sehun pada bibirnya sangat terasa nyata.

"Baiklah Luhan, mulai sekarang aku tak hanya menganggapmu sebagai masterku" Luhan kembali mengingat perkataan Sehun.

'Hei Sehun-ah apa maksudmu melakukan ini padaku?' batin Luhan lagi.

To Be Continued


Eotte Eotte Eotte?

Sudah ada HunHan Moment kan?

Maafkan, saya telat mempost Chapter ini karena Jum'at kemarin saya sibuk nugas jadi tak sempat mempost Chapter ini *bow

semoga chapter ini tidak mengecewakan ne~ Aamiin~

terimakasih bagi yang sudah mereview di chapter sebelumnyaa *bow

kalian luar biasa~ review kalian yang buat kami semangat mengerjakan FF ini ^^

so, tinggalkan jejak lagi yaa, review jangan lupa ^^

maaf untuk typo yang bertebaran yaa, chickenKID dan dinodeer sudah berusaha meminimalisir typo *bow

Please respect our fanfic with your review jusaeyo~ #Yehet

*TebarSenyumnyaHunHan ^o^/

_chickenKID & dinodeer_