BS: PUNCH-GOOD BYE!
TINGKERBELE BOY
LU HAN X SEHUN
STORY BY IM
.
.
I'm looking
There isn't much time left
To make a wish, I wish there could be another day,
Our tomorrow.
Tring! Suara bel berbunyi saat pintu toko bunga itu terbuka.
"Ah Sehun dan Chani." ujar seseorang penunggu toko itu. "Duduklah dulu."
"Apa Lu Han bekerja disini sudah lama?." tanya Sehun.
"Ya seperti itu. Jadi kalian benar-benar ingin bertemu Lu Han?." Ya karena beberapa hari ini Sehun maupun Chani menghubungi Yifan untuk meminta alamat Lu Han yang baru. Hanya saja dengan alasan kerjaan Yifan baru bisa bertemu keduannya.
"Iya. Ada yang harus kita selesaikan."
"Ini." pria itu si Yifan memberi sebuah alamat dan 2 tangkai bunga tulip.
"Untuk apa?."
"Kalian akan membutuhkannya. Pergilah."
Sehun dan Chani menuju alamat yang dituju. Itu rumah keluarga Lu Han.
"Tunggulah disini jika tidak ingin bertemu Lu Han."
"Tidak. Aku ingin bertemu."
Keduanya pun turun menuju rumah itu. Yang menyambutnya adalah seorang wanita yang merupakan pembantu disana. Betapa shoknya Sehun saat melihat mama dan papa Lu Han menangis.
"Tuan Lu Han meninggal tadi malam. Tumor otaknya yang sudah parah dan insiden kecelakaan itu membuat Tuan Lu Han tidak bisa bertahan lagi." Ujar wanita tadi saat melihat kebingungan kedua tamu itu. Chani sudah terisak dan Sehun mulai merasakan dunianya runtuh. "Tuan Lu Han memang tidak mau melakukan pengobatan karena tuan Lu Han hamil."
"Ah tidak.." Chani ingat saat Lu Han bilang dia hamil.
"Tapi sayang anak tuan Lu Han keguguran. Saat kecelakaan itu."
Angin bertiup sedang membuat Sehun beberapa kali harus menyeka air matanya.
"Bagaimana aku bisa membalas semua pengorbanan mu Lu Han.."
"Kenapa kamu harus menyimpan semua sendiri.. Penyakit dan Bear.." Sehun terduduk mengelus kedua gundukan dimana tempat kedua hidupnya beristirahat.
"Maafkan daddy karena tidak bisa menjaga mu Bear. Seharusnya daddy ada disana saat papa mu kesakitan dengan kepala dan perutnya. Seharusnya papa lebih peka."
"Maafkan aku Lu Han.. Hikss..." tak bisa menahan lagi Sehun menangis. "Harusnya aku yang pergi. Dari awal akulah yang salah. Kamu, Chani, Bear dan Deer.. Kalian tidak akan sesakit ini jika aku tidak bimbang dulu.." Sehun hanya bisa menangis digundukan itu hingga hari menjelang malam barulah Sehun pergi untuk pulang.
"Sehun.." suara Chani yang menyambutnya tapi entah kenapa rasanya itu adalah Lu Han. Sehun pun segera memeluk Chani.
"Bagaimana ini Chani.. Lu Han ku.. Bear.."
"Jangan seperti ini Sehun..." keduanya pun menangis bersama. "Saat aku tertidur di rumah sakit ternyata Lu Han meninggalkan sebuah surat. Untuk mu."
"Surat.."
Sehun pergi menuju taman belakang dia membaca surat dari Lu Han.
Dear Peterpan ku.
Hi.. apa yang kamu lakukan saat ini? Apa Deer sudah lahir? Ah tidak! Apa kamu menangis? Cup cup! Lihatlah kecermin wajah mu sangat jelek saat menangis… Aku berharap melihat mu tersenyum saat membaca surat ini…
Sehun..
Terimakasih...
Semua hariku berwarna karenamu. Memiliki rencana hidup berdua dan memiliki janji-janji itu. Membayangkan kita bersekolah satu universitas dan tinggal berdua disatu apartement itu menyenangkan. Aku hanya perlu memasak dan kamu akan bekerja cari uang.
Ahhh menyenangkan.. Suara anak kecil akan membangunkan tidur kita hahaha..Itu rencana terindahku..
Sehun..
Maaf...
Seandainya aku bisa bertahan cukup lama. Seandainya aku bisa bersabar mungkin semua ini tidak akan terjadi.. Seandai nya aku kuat maka kamu bisa bertemu Bear..
Sehun..
Aku mencintaimu...
Aku tau cinta kita bukan hanya sebuah kata. Tapi perjuangan pengorbanan dan kepercayaan.. Aku mematahkan semua itu.
Tak ada yang bersalah jangan menyalakan siapapun.
Sehun sudah meneteskan air matanya. Menatap langit seolah dia bisa berbicara kepada Lu Han.
Aku hanya ingin egois meminta... Jika Wendy bisa disamping Peterpan bisakah Tingkerbele menjadi satu-satunya pemilik hati Peterpan?
"Ya. Selamanya Tingkerbele lah pemilik utama hati Peterpan!."
Aku tidak bisa meninggalkan kenangan indah. Tapi aku hanya bisa membuat Peterpan memiliki Wendy dan Tingkerbele tanpa harus memilih. Wendy akan menemanimu dan Tingkerbele akan menatapmu.
Bear juga ada bersama Deer.
Kami selalu menyayangimu dan melihat kalian bahagia dari sini...
Tingkerbele and Bear.
Mungkin.. kesalahan itu kecil namun suatu saat nanti akan semakin besar. Hadapi dan putuskan.
5 Tahun Kemudian...
"SEHUNII!." Teriak seorang pria dengan kemeja rapi menerobos kedalam kantor. Jika itu adalah staf dipastikan besuk ada surat phk ditangannya. Hanya saja dia yang berteriak adalah...
"Ha..i.."
"Kembalikan anak ku!." Sehun takut-takut melirik sosok anak kecil yang berdiri dibelakangnya sama-sama takut.
"Dad takut!." lirih anak itu.
"Sehan! Kesini!." pria itu hendak meraih si kecil.
"Dia ketakutan." ujar Sehun padahal dia tidak ada bedanya. "Kita selesaikan baik-baik oke."
Masih dengan emosinya si pria duduk di sofa menunggu penjelasan kedua pria yang ketakutan.
"Jadi kamu Chani atau Lu Han?." tanya Sehun sebelum mengajak si pria kecil duduk.
"Chani kenapa?!."
"Hhh untung. Dia papa sayang jangan takut." ujar Sehun pada si kecil.
"Beneran? Kenapa seperti Mommy?."
"Emang Mommy seperti apa?." tanya si pria yang marah.
"Mommy Lu Han pasti bakal nyeret Sehan. Terus marahin Sehan. Iya kan dad?."
Sehun diam. Mau bilang iya gimana kalau nanti Chani cerita ke Lu Han. Mau bilang tidak tapi kenyataannya. "Emm tanya papa Chani aja." cari aman lah.
"Terus Sehan gak suka sama Mommy Lu Han?."
"SUKALAH! SAYANG BANGET MALAHAN!."
"Bener?."
"Iya papa.." Sehan cemberut.
"Tapi kenapa lari ke kantor Daddy?!." si pria menatap sinis Sehun.
"Sehan takut kalau Mommy bakal marahin Jackson karena dia dorong Sehan lagi.." cicit si kecil. Sehun pun mengelus kepala si kecil.
"Hah. Sini." pinta si pria diujung sofa. Sehan takut-takut menghampiri si pria. "Mommy tidak akan marah." si kecil kaget begitu juga Sehun. Hei pria itu bukan Chani tapi Lu Han.
"Mommy.."
"Iya ini Mommy. Tadi papa Chani ketiduran di taxi jadi Mommy ambil alih dulu."
"Huweeee.." tanpa Lu Han dan Sehun tau Sehan menangis dipelukan Lu Han. "Maafin Sehan mom huee.. "
"Eh kenapa kamu menangis? Mommy tidak marah."
"Maafin Sehan mommy.. Hiks.."
"Eih Mommy tidak marah sungguh." Lu Han mengusap air mata Sehan. "Maafin Mommy selalu marahin teman kamu yang ganggu kamu sampai kamu susah punya teman."
"Mommy tidak salah! Mommy hanya sayang Sehan saja.."
"Heheh ya benar. Tapi kali ini Mommy manggil Sehan untuk makan siang bersama Jackson. Kita selesaikan dengan baik-baik."
"Sungguh?."
"Iya sayang. Apa Mommy semenakutkan itu?."
Sehan menggeleng kemudian menunjuk Sehun. "Daddy yang bilang kalau mommy menakutkan saat marah. Jadi Sehan takut."
Rasanya nyawa Sehun sudah melayang. Lu Han menatap nyalang seperti mengatakan. "Tidak ada jatah malam ini!."
"Mati aku.." lirih Sehun.
"Ayo kita pulang. Papa Chani masak makanan enak lo."
"Ayoo!." Sehan pun menarik cepat tangan Lu Han.
"Tunggu sebentar Sehan. Kamu duluan dengan Pak Xuan ya. Mommy ada urusan." Sehan
mengangguk dan pergi.
Setelah pintu ruangan ditutup suasana ruangan itu nampak suram. Lu Han berjalan lurus menghampiri Sehun yang berdiri ketakutan.
"Lu Han sayang. Aku bisa jelasin semua.. Arghh..." skakmat! "Ugh.. Ar..a ahhh.. Ini.."
"Ini balasan karena bilang aku menakutkan." bisik Lu Han sambil tangan nya masih meremas milik Sehun yang sudah menegang. "Hhh aku pulang dulu ya suami ku." cup. Lu Han pun dengan puas meninggal kan Sehun yang jangan ditanya kabarnya.
"Argh sial.. Punya istri 2 kenapa aku harus menyelesaikan ini sendiri. Ishhh.."
Kenapa bisa ada Lu Han dan Chani. Ini diluar logika memang. Semua berawal dari kelahiran Sehan. Chani yang lemah itu hampir tidak bisa bertahan saat melahirkan. Hingga dia yang hampir dinyatakan meninggal terbangun dengan pernyataan. "Aku Lu Han." semua orang kaget mereka kira Chani amnesia atau kepribadian ganda.
Saat di periksa Chani tak bermasalah. Karena setiap tidur dan bangun keduanya bergantian semua orang meyakini jika Chani berbagi tubuh dengan Lu Han.
Sehunpun meyakini tentang. "Peterpan akan memiliki Wendy dan Tingkerbele tanpa harus memilih."
Dan selama 5 tahun ini Sehun memang meraskan hidup bersama Chani dan Lu Han ditambah buah hati mereka Sehan..
.
.
.
even if you erase, throw myself to change my love. all can not get rid of the love you've given.
END
'-'
.
.
.
HeHeHe :) maafin kalau gak sesuai bayangan kalian. Jangan hujat castnya hujat saja akun ini karena saya bakal pergi :) he he he
niatnya 2 hari sekali up tapi apa daya kerja sampai jam 9 belum mulungnya juga jadi Im selesai ajahh gimana? Mau bunuh siapa dulu? Wkwkwk
Ini beneran buatan Im sendiri inspirasi dari 2 temen cowok aku yang lagi break karena adanya si Chani tapi Im masih ae nangis Im pingin hujat si Sehoon. JAHAT AMAT SIH DUNIA INI WOE SEHUN BISA GAK LO BUKA MATA FOKUS SATU AJA GAK USAH SERAKAHH
Udah segitu aja bacotan Im. Jan Lupa repiu. Buat EXOL hayoklah vote di AAA! Pemanasan tapi tetep semangatlah! Byebyehhh.
WEAREONE EXO!
WEAREHHS FOREVER!
