Dua hari setelah kencan kedua sejoli, Yunho dan Jaejoong, kondisi Jaejoong makin membaik. Karena sedang dalam masa liburan kuliah, dia hanya berdiam diri di kediaman keluarga Kim tanpa melakukan hal apapun. Dia berguling-guling di aats ranjangnya yang bergaris hitam dan abu-abu, lalu memandikan Jiji, kucing peliharaannya, dan sesekali membantu maid memasak.

Mrs. Kim tidak memperbolehkannya keluar karena dia baru saja sembuh dari sakit.

"Umma, aku bosan," ucap Jaejoong sambil memanyunkan bibir cherrynya.

"Joongie bosan? Bagaimana kalau Umma suruh Yunho, Yoochun, Junsu, dan Changmin kemari?"

"Boleh, daripada aku bosan."

Terkembanglah senyum evil dari bibir Mrs. Kim. Tentu saja Mrs. Kim sedang merencanakan sesuatu untuk anak bungsunya itu. Lalu dia menelepon HoMinYooSu.

Tak lama, tiga mobil sport terparkir di halaman rumah kediaman keluarga Kim. Tentu saja itu keempat teman Jaejoong.

Jaejoong yang sedang menunggu mereka di kamar dan mendengarkan lagu, tidak tau kalau teman-temannya sudah datang.

Mrs. Kim menyuruh mereka berkumpul di ruang tengah dan mulai merencanakan sesuatu untuk date Jaejoong dan Yunho.

"Tenang saja Ahjumma, semua persiapan beres," ucap Changmin sambil mengemut lollipopnya.

"Kalian yakin rencana ini berhasil?" tanya Yunho sambil menaikan satu alisnya.

"Tentu hyung, semua persiapan sudah matang," ucap Junsu.

"Tinggal hyung dan Jaejoong hyung saja, siap atau tidak," Yoochun menambahkan.

"Baiklah, Ahjumma akan menyuruh Joongie untuk mengganti baju. Kalian tunggu di sini ya," kata Mrs. Kim sambil menuju ke kamar Jaejoong yang terletak di lantai dua.

"Aku deg-degan," kata Yunho sambil memegang dada kirinya.

"Astaga hyung, kamu seperti wanita saja," kata Changmin sambil memutar bola matanya.

"Hei Changmin, tentu saja Yunho hyung deg-degan, dia sudah beberapa kali ditolak hahaha," kata Yoochun.

"Aku tidak ditolak, Yoochun."

"Lalu apa hyung?" tanya Junsu sambil mengembangkan smirknya.

"I-itu... hanya belum dijawab!" kata Yunho dengan keras kepala yang membuat semua orang tertawa. Maid dan body guard yang mendengarkan pembicaraan Yunho di sana ikut tertawa karena tingkah Yunho yang tidak mau kalah.

Yunho menutup mukanya dengan tanganya. Malu?

Sementara itu di kamar Jaejoong, Mrs. Kim memilihkan baju untuk Jaejoong.

"Aku harus memakai baju ini Umma? Kenapa memakai baju untuk pergi? Bukankah teman-temanku datang ke rumahku untuk main?" tanya Jaejoong sambil menaikan satu alisnya.

"Joongie diajak pergi oleh mereka, jadi Umma pilihkan baju untuk Joongie," ucap Mrs. Kim sambil memilih antara celana panjang berwarna hitam atau warna biru jeans.

"Joongie bukan anak kecil Umma, Joongie bisa memilih baju Joongie sendiri," ucap Jaejoong dengan poutnya.

"Umma hanya memilihkan baju untuk Joongie, Joongie tidak suka?" tanya Mrs. Kim sambil menunjukan muka sedihnya.

Jaejoong kaget dengan perubahan mimik dari Mrs. Kim. Dia langsung memeluk Mrs. Kim seperti anak kecil yang sedang memeluk ibunya.

"Umma jangan sedih, Joongie mau pakai baju yang Umma pilihkan."

"Benarkah?"

"Benar Umma. Sini mana bajunya, akan Joongie pakai."

Mrs. Kim memberikan baju yang dia pilihkan kepada Jaejoong. Baju itu langsung diambil Jaejoong dan langsung dibawa ke kamar mandi oleh Jaejoong. Mrs. Kim merasa senang karena dia masih bisa memilihkan baju untuk putera kesayangannya.

Kemudian Mrs. Kim kembali ke bawah menemui HoMinYooSu yang sedang berbincang.

"Mana Jaejoong hyung, Ahjumma?" tanya Changmin.

"Sedang berganti baju, sebentar lagi pasti selesai."

Tak lama, Jaejoong turun dengan mengenakan baju sweater warna abu-abu dengan celana hitam. Sebuah scarf putih menyelimuti lehernya.

Rambut almondnya ditata ke samping kiri. Dia memakai kacamata yang berframe warna hitam dan mengenakan tas ransel berwarna merah.

"Ayo kita pergi," ucap Jaejoong sambil menatap HoMinYooSu satu per satu.

"Ayo," kata Changmin sambil berdiri diikuti oleh YooSu, sementara Yunho masih terdiam melihat Jaejoong dengan intens.

"Yunho?" tanya Jaejoong sambil menaikan satu alisnya dan meenpuk pundak Yunho dengan pelan.

"Ah iya, ayo kita pergi Boo," kata Yunho sambil bangkit berdiri.

"Umma aku pergi," kata Jaejoong sambil memeluk Ummanya.

"Ne, hati-hati Joongie," ucap Mrs. Kim dengan balas memeluk pelukan Jaejoong, tak lupa dia mengembangkan smirknya.

"Bye Umma," Jaejoong naik ke mobil Yunho dan melaju ke tempat tujuan mereka.

Sementara itu Mrs. Kim menghubungi seseorang yang siap di posisi untuk memata-matai Jaejoong dan teman-temannya.

"Bagaimana Cho Ahjumma? Semua sudah beres? Sudah di tempatnya masing-masing?"

"Tentu nyonya, semuanya sudah diatur," ujar Cho Ahjumma di sebrang sana.

"Bagus, aku akan ke sana. Pastikan kita tidak terlihat."

"Baik nyonya."

Kemudian Mrs. Kim mengambil syalnya dan berjalan ke mobilnya menuju ke tempat rencana mereka akan dijalankan.

.

Akhirnya kelima orang tersebut sampai di Myeongdong.

"Kita mau kemana?" tanya Jaejoong sambil turun dari audi hitam milik Yunho.

"Aku mau beli kaset game, kita ke sana dulu hyung," kata Changmin.

"Ok, kita ke sana."

"Kita mulai rencana kita," bisik Changmin ke Yunho, Junsu, dan Yoochun.

"Ok," jawab mereka mantap.

"Kalian kenapa? Jalannya cepat," kata jaejoong sambil membalikan badannya ke arah mereka.

"Baik."

.

Mereka tiba di toko kaset game. Changmin asik memilih kaset game, sementara Jaejoong sedang melihat-lihat etalase toko sebelah kaset game itu.

Diam-diam Junsu memperhatikan Jaejoong, menyelidiki apa yang diinginkan Jaejoong.

Mata Jaejoong menatap boneka beruang yang besar dan boneka gajah kecil berwarna abu-abu kebiruan.

Tak lama Yunho, Junsu, dan Yoochun keluar dari toko kaset dan mengajak Jaejoong jalan.

"Changmin mana?" tanya Jaejoong ketika hanya melihat ketiga orang itu saja yang muncul.

"Dia masih lama katanya, nanti dia menyusul," kata Yoochun sambil merangkul Junsu.

"Baiklah."

"Hyung, kita mampir ke toko cincin dulu yuk, ada cincin yang mau aku beli," ucap Yoochun.

"Untuk Junsu? Wah cepatlah kalian menikah," kata Yunho sambil melirik ke arah Jaejoong.

Jaejoong tidak menghiraukan lirikan Yunho, dia malah melihat ke arah lain. Poor Yunho.

Lalu mereka masuk ke toko dan melihat-lihat cincin.

Yoochun memperhatikan Jaejoong yang sedang melihat-lihat cincin. Jaejoong tampak terpesona dengan cincin manis dan simple yang terbuat dari emas putih dengan ada 1 berlian di tengah-tengah cincin tersebut. Selain itu, di pinggir cincin itu juga terdapat ukiran yang indah.

"Apa di cincin ini bisa mengukir nama?" tanya Jaejoong kepada pelayan toko.

"Bisa tuan dan prosesnya cepat, sehingga bisa jadi dalam kira-kira 1 jam."

Jaejoong mengangguk dan menaruh cincin itu kembali ke tempatnya.

Yunho mengawasi gerak-gerik Jaejoong yang sedang bertanya-tanya mengenai cincin kepada pelayan toko.

"Tangan mulusnya disentuh oleh pelayan toko itu," geram Yunho sambil mengigit bibir bawahnya. Pelayan wanita itu terus saja mengenggam tangan Jaejoong saat Jaejoong mencoba cincin-cincin yang menarik perhatiannya, sementara Jaejoong hanya cuek.

Tak lama Jaejoong membisikan sesuatu pada pelayan toko wanita itu dan membuat pelayan toko wanita itu senyam-senyum.

"Astaga ini tidak bisa dibiarkan," desis Yunho pelan.

"Ayo Boo, kita pergi,"kata Yunho sambil menarik tangan Jaejoong ke luar toko.

"Tapi Junsu dan Yoochun masih-"

"Kalian duluan saja hyung, kami masih mau memilih," kata Junsu sambil melihat-lihat cincin pertunangan.

"Baiklah," kata Jaejoong sambil mempoutkan bibirnya. "Tinggal kita berdua. Sepi."

"Kamu tidak suka hanya berduaan denganku?" tanya Yunho sambil melihat ke arah Jaejoong dan menaikan satu alisnya

"Bukan begitu, hanya saja kan kita pergi berlima, masa sekarang hanya kita berdua saja yang berjalan-jalan. Tidak seru."

"Oh, kalau begitu bagaimana kalau kita melihat pakaian sebentar, kamu mau?" tanya Yunho.

"Boleh, kebetulan aku mau beli scarf."

"Hatchi."

Suara bersin Yunho membuat Jaejoong melepas scarfnya dan memberikannya kepada Yunho.

"Udara mulai dingin karena ini musim gugur. Sekali-kali pakailah pakaian yang tebal. Aku sudah bilang kan kalau kamu jangan sampai sakit," kata Jaejoong sambil melilitkan scarfnya ke leher Yunho.

"Eh? Tapi kamu baru sembuh dari sakit, kamu saja yang pakai," kata Yunho sambil ingin melepas scarf Jaejoong.

"Anniya, sudah pakai saja. Aku tidak terima protes," kata Jaejoong sambil berjalan mendahului Yunho, meninggalkan Yunho yang masih terdiam di tempatnya karena dia merasa senang diperhatikan oleh Jaejoong.

Yunho menghirup wangi scarf itu. Wangi vanila, wangi tubuh Jaejoong melekat kuat di scarf itu.

Lalu mereka bersama-sama masuk ke dalam toko. Jaejoong langsung menuju ke arah sisi toko bagian scarf sedangkan Yunho sedang memilih baju couple. Sepertinya kita tau itu untuk siapa.

"Boo, baju ini kalau untuk kita berdua, bagus tidak?" tanyanya sambil memperlihatkan baju couple yang bergambar hati dengan tulisan I love U. Tulisan 'I lo' pada baju pertama dan 've U' pada tulisan kedua.

Jaejoong menaikan satu alisnya.

"baju itu? Tidak mau, baju ini saja," kata Jaejoong sambil memperlihatkan baju bergambar gorila setengah badan kepada Yunho.

"Hmm boleh, mukamu mirip gorila itu Boo hahaha," kata Yunho sambil tertawa.

"Aish, lebih baik tidak jadi," kata Jaejoong sambil berjalan menjauh dari kaus itu.

Yunho hanya terkekeh melihat Jaejoong yang cemberut. Kemudian dia mengambil kaus yang ditunjuk Jaejoong tadi dan membayarnya di kasir, tak lupa, dia juga membeli gelang tanpa sepengetahuan Jaejoong.

Setelah itu, Yunho menghampiri Jaejoong.

"Scarfnya sudah dapat?"

"hmmm sudah, ini saja mungkin," kata Jaejoong sambil membentangkan scarf berwarna merah polos yang cukup tebal.

"Bagus Boo," puji Yunho sambil mengacak rambut Jaejoong dan membuat Jaejoong kembali memanyunkan bibirnya.

Lalu mereka membayar scarf yang Jaejoong beli dan berjalan ke luar toko.

"Boo, kita beli gulali itu yuk."

Jaejoong menganggguk. Akhirnya mereka duduk di depan air mancur sekarang ini.

"Boo, aku beli minum untuk kita bedua ya. Kamu tunggu di sini dan jangan kemana mana," kata Yunho sambil berjalan meninggalkan Jaejoong sebelum Jaejoong menjawab.

Lebih dari 15 menit berlalu dan Yunho masih belum kembali, Jaejoong mempoutkan bibirnya dengan sempurna.

Jaejoong menjentikan jarinya ke handphonenya. Mungkin menghubungi Yunho?

Beruntung banyak merpati yang datang di sekitar arah Jaejoong karena ada orang yang memberikan makanan ke merpati-merpati tersebut.

"Kamu mau?" tanya seseorang berbaju kemeja kotak biru langit dan memakai celana jeans berwarna biru laut dan bertopi warna abu-abu.

"Boleh?" tanya Jaejoong.

"Tentu saja boleh," kata pria itu sambil melempar remah-remah roti ke arah burung merpati itu.

Jaejoong ikut mengambil remah roti dan melemparkannya ke arah merpati itu.

Merpati-merpati itu dengan lahap memakan remah roti yang mereka lemparkan. Terkadang beberapa merpati hinggap di atas tangan Jaejoong yang menggenggam remah roti.

"Hahaha geli," ucap Jaejoong ketika merpati-merpati itu hinggap di tangannya.

Pria itu hanya terkekeh pelan melihat tingkah Jaejoong. "Namamu siapa?"

"Kim Jaejoong. Kamu?"

"Cho Kyuhyun."

"Kamu sendirian ke sini Kyuhyun?"

"Iya, aku biasa ke sini saat sore hari, untuk memberi makan merpati-merpati ini."

"Ah.. Arraseo.. pantas kamu terlihat dekat dengan merpati-merpati ini. Kepalamu sampai dihinggapi merpati seperti itu hehehe," kata Jaejoong sambil melemparkan remah roti lagi.

"Iya, aku sampai hapal merpati-merpati di sini. Yang hinggap di kepalaku namanya Ryu," kata Kyuhyun sambil memberi merpati yang hinggap di atas kepalanya dengan remah roti di tangan kanannya.

"Sampai kamu namai? Hebat."

"Aku hanya iseng menamai mereka hehehe," Kyuhyun memindahkan Ryu ke tangan kirinya.

"Ah, kamu ke sini dengan siapa Jaejoong?"

"Aku? Aku dengan teman-temanku."

"Ah maaf, umurmu berapa Jaejoong?"

"Aku? Aku 18. Kamu?"

"16, wah aku harus memanggilmu dengan sebutan hyung hahaha," ucap Kyuhyun sambil tertawa.

"Kamu satu umur dengan Changmin ternyata," kata Jaejoong sambil mendongak ke langit.

"Changmin? Rasanya aku kenal, nama lengkapnya siapa?" tanya Kyuhyun.

"Nama lengkapnya- Ah, banyak balon!" ucapan Jaejoong terpotong karena banyaknya balon yang berterbangan ke arahnya. Semuanya berwarna merah, warna kesukaannya.

Pemberat balon-balon itu ternyata box. Ada box yang besar dan aja juga box yang kecil. Lalu balon-balon tersebut pecah satu-persatu dan turun ke arah pangkuan Jaejoong.

Box pertama sangat besar, sebesar ukuran badannya dan itu berwarna coklat dengan polkadot putih.

Box kedua dan ketiga ukurannya lebih kecil, hanya sebesar lengan Jaejoong saja dan berwarna putih dengan polkadot biru.

Box keempat lebih kecil, sebesar kepalan tangan Jaejoong dan berwarna hitam dengan polkadot pink.

Dibukanya satu per satu kotak tersebut.

Jaejoong POV

Aku menatap bingung semua kotak yang ada di depanku.

"Whoa banyak sekali kotaknya," kata Kyuhyun sambil melihat box tersebut satu per satu, "sepertinya spesial sekali, sampai diberikan padamu dengan cara seperti itu."

"Hmm aku tidak tau. Bagaimana kalau kita buka?" kataku yang disertai anggukan oleh Kyuhyun.

Box pertama aku buka. Balon-balon itu langsung lepas ke udara, sangat cantik. Perpaduan warna senja dan warna merah balon sangat indah.

Kulihat isi box tersebut. Ternyata berisi boneka beruang coklat. Eh? Aku mengenali boneka ini. Ini boneka yang aku lihat di etlase boneka tadi.

Box kedua berisi boneka gajah berwarna abu-abu kebiruan yang aku lihat di etalase yang sama juga. Aku sangat suka kedua boneka itu.

Box ketiga berisi baju gorila couple yang tadi aku pilihkan untuk Yunho. Gambar gorila pada bagian badan depan di atas kaus yang berwarna putih.

Kotak terakhir berisi gelang berwarna putih dengan titanium di lapisan tengah gelang tersebut yang membuatnya terkesan elegan.

"Kira-kira siapa yang memberikan ini semua?" gumamku.

"Permisi tuan, ini pesanan tuan tadi," kata pelayan toko cincin yang aku datangi.

"Ah, terima kasih kamu sudah mengantarkannya."

"Sama-sama tuan. Terima kasih telah berbelanja di toko kami." Kata pelayan itu sambil membungkukan badannya dan beranjak pergi.

"Untuk siapa itu?" kata Kyuhyun sambil melihat kotak cincin yang aku pegang.

"Untuk siapa ya. Rahasia," kataku sambil terkekeh pelan.

Tak lama, aku lihat air mancur di depanku menyala. Airnya bergerak-gerak membentuk sesuatu. Pertama, air mancur itu bergerak ke kanan ke kiri seperti sedang menari. Lalu gerakan kedua terlihat seperti sedang terbawa angin. Dan yang ketiga, aku lihat air mancur tersebut membentuk hati.

Aku kaget ketika air mancur itu berbentuk hati. Bukan karena air mancur yang berbentuk hati karena orang yang muncul dari belakang air mancur tersebut. Yunho.

Dia berjalan ke arahku dengan baju yang sedikit basah. Sepertinya terkena cipratan dari air mancur tersebut. Dia menggenggam bouquet bunga lili yang sangat cantik. Bunga kesukaanku.

Dia semakin mendekatiku. Saat itu juga aku menangkap 5 sosok yang selalu berada di dekatku belakangan ini. Yoochun, Junsu, Changmin, Ummaku, dan Cho Ahjumma.

"Changmin?" gumam Kyuhyun pelan tapi dapat tertangkap oleh indera pendengaranku.

Yoochun, Junsu, Changmin, Ummaku, dan Cho Ahjumma membawa bunga lili dan bunga mawar di tangan mereka.

Yunho berdiri di depanku sekarang ini. Dia menggenggam tanganku tanpa berkata apa-apa dan kemudian memasang cincin yang tadi aku lihat di toko cincin tadi.

Terdapat ukiran pada cincin itu, ukiran berbentuk huruf Y.

"Cincin ini sebagai bukti cintaku padamu kekal dan akan ada selalu di hatiku untuk selamanya," ucap Yunho sambil menatap mataku dalam-dalam.

Aku terbius dengan mata musang itu. Mata sipit yang selalu memancarkan setiap tawanya, setiap sedihnya, setiap marahnya, dan setiap ketulusannya.

Bibir berbentuk hati itu selalu mengucapkan kata-katayang membuatku percaya kepadanya. Kata-kata yang terucap seeprti mantera untukku, untuk semakin menyukainya. Ah tidak, aku tidak semakin menyukainya.

Masa bodoh dengan anggapan orang lain. Aku hanya berusaha meraih kebahagiaanku bersama dengan orang yang kucinta.

"Jadi? Apa maksudmu?" tanyaku sambil menunggu dia mengungkapkan isi hatinya.

"Maukah kamu menjadi pacarku?" tanyanya sambil memberikan buket bunga lili putih itu,"kalau kamu menerimaku, ambil bunga lili ini. Kalau tidak, tolak bunga lili ini dan buang cincin itu ke air mancur yang ada di belakangku."

Kutatap matanya yang menunjukan keseriusannya. Kulihat Umma dan Cho Ahjumma menganggukan kepalanya sementara Yoochun, Junsu, dan Changmin hanya menatapku penuh harap.

Aku memutuskan sekarang.

Tanganku terulur hendak menerima bunga lili itu, ku ambil bunga lili itu tapi kemudian aku taruh di sebelah kakiku. Kulihat muka Yunho yang kebingungan.

"Apa itu artinya kamu menolakku?" tanyanya untuk memastikan. Aku lepas cincin yang dia sematkan di jari manis tangan kananku.

"Aku tidak bisa menerima ini semua, semua pemberianmu. Aku tidak menginginkan barang-barang yang ada di box itu," kataku dengan nada dingin.

Dia tertunduk lesu. Dapat kulihat rasa kecewa di wajah tampannya. Inilah jawabanku.

Kubuka kotak cincin yang tadi aku beli di toko cincin yang aku datangi.

Kuraih tangan Yunho yang lemas. Kulingkarkan cincin berukirkan huruf J pada jari manis tangan kirinya.

Kulingkarkan juga cincin yang dia berikan padaku di jari manis tangan kiriku.

Matanya masih menatap cincin yang baru ku lingkarkan di jarinya. Ku angkat wajahnya, kukecup lembut pipi dengan kulit coklatnya.

Dia menatapku dengan tatapan kaget. Mata musangnya terbuka lebih lebar, membuatku bisa melihat matanya dengan jelas.

"Apa aku mengatakan aku menolakmu? Aku hanya mengubah letak cincin yang kamu sematkan di tangan kananku menjadi di tangan kiriku, karena aku ingin meyakinkan bahwa kita akan bersama selamanya,"kataku sambil tersenyum. Aku tidak menyukainya. Aku mencintainya. Aku mencintai pria di depanku ini.

"Aku menolak semua hadiahmu karena yang kubutuhkan sekarang hanya cintamu," kataku sambil menangkupkan wajahnya dengan tanganku.

Dia menunjukan wajah cerianya. Dia membawaku ke pelukannya dan menciumi kepalaku bertubi-tubi. Ah tidak, bukan hanya kepala. Dia juga menciumi kening dan pipiku.

"Terima kasih Boo, terima kasih," kata Yunho sambil terus menciumi wajahku.

Aku tersadar dari duniaku karena mendengar tepuk tangan orang yang ada di sebelahku, Kyuhyun dan dilanjutkan oleh tepuk tangan teman-temanku, Umma, dan Cho Ahjumma. Kyuhyun mengambil buket bunga lili yang Yunho berikan untukku.

Aku ambil bunga itu dan mendekapnya dengan lembut. Kulihat Umma dan Cho Ahjumma datang dan memelukku sementara Yoochun, Junsu, dan Changmin menyelamati Yunho.

Aku sangat bahagia.

Jaejoong POV End.

Changmin berdiri tepat di depan Kyuhyun. Mata mereka bertemu.

"Hi," sapa Kyuhyun sambil mengembangkan senyumnya, "kita bertemu lagi. Bagaimana kabarmu?"

"Hi, aku tidak menyangka kita akan bertemu lagi. Kabarku baik. Kabarmu? Sepertinya kamu membututi kami ya? Hahaha " sapa Changmin.

"Enak saja. Aku hanya bertemu dengan Jaejoong hyung di sini saat sedang memberi makan burung merpati."

"Hanya alibimu," kata Changmin sambil tersenyum evil.

"Tidak, aku jujur," kata Kyuhyun sambil ikut tersenyum evil. Sementara itu kedua insan itu tidak mengetahui kalau YunJaeYooSu, Mrs. Kim, dan Cho Ahjumma mengembangkan smirknya ke arah dua insan itu. Sepertinya Changminlah sasaran selanjutnya.

"Bagaimana semuanya bisa terencana dengan baik?" tanya Jaejoong setelah selesai mengamati Changmin dan Kyuhyun.

"Tentu saja ada rahasianya Boo, dan kamu tidak boleh tau," kata Yunho sambil mengacak rambut Jaejoong.

Jaejoong memanyunkan bibirnya. "Apa saat kalian hilang itulah kalian menyiapkan ini semua? Lalu bagaimana Umma dan Cho Ahjumma bisa terlibat ini semua?"

"Yap betul. Junsu yang mengamati gerak gerikmu saat kamu melihat etalase toko boneka. Changmin menghubungi penjual balon untuk menyiapkan balon. Cho Ahjumma memberli box dan menyiapkan box tersebut sehingga bisa langsung dipasang pada balon. Cukup lama menyesuaikan berat box dengan balon agar balon bisa terbang. Kemudian Yoochun mengamati cincin yang kamu pilih dan menyuruh pelayan toko untuk mengukirkan namaku di cincin itu. Lalu aku membeli baju yang kamu pilih dan gelang saat kita mau membeli scarf. Kemudian aku meninggalkanmu untuk membeli semua bunga ini bersama dengan Kim Ahjumma," jelas Yunho.

"Terima kasih kalian semua, sampai seperti ini," ucap Jaejoong sambil tersenyum.

"Sama-sama Boo. Apa yang tidak dilakukan untukmu," kata Yunho sambil mengecup pipi Jaejoong.

"Ah iya aku lupa," kata Jaejoong sambil membuka bungkusan scarf yang dia beli. Dia ambil scarfnya yang dipakai oleh Yunho dan melingkarkan scarfyang dia beli di leher Yunho.

"Untukmu. Kamu cocok dengan warna merah," kata Jaejoong sambil mencium pipi Yunho, "sudah mau musim gugur, jadi kamu harus sering-sering memakai scarf biar tidak kedinginan."

"Terima kasih Boo." Yunho mencium kening Jaejoong lagi.

Mrs. Kim dan Cho Ahjumma sangat senang dengan pemandangan yang ada di depan mereka saat ini, begitu juga dengan YooSuMinKyu yang mengamati kedua sejoli yang baru jadi itu tanpa menyadari kehadiran seorang yeoja yang berjalan ke arah mereka.

"Jung Yunho, apa kabar honey?" ucap yeoja itu sambil merangkul leher Yunho dengan tiba-tiba dan mengecup pipi Yunho. Mata doe Jaejoong membulat karena kaget sementara yang lain terperangah tidak percaya.

"A-Ahra!?"

.

TBC

.

Spoiler: Apa pengacau hubungan YunJae itu benar Go Ahra? Kkkk~

Akhirnya Chap 9 selesai juga hehehe. YuNjae sudah jadian~ tapi ada penganggunya kkk~ semoga mereka baik-baik saja hehehe ^^

Terima kasih bagi yang sudah review adan membaca serta menunggu update-an ff ini^^

Semoga chapter selanjutnya juga cepat selesainya ya, soalnya saya juga akan sidang skripsi, jadi sepertinya agak tersita waktunya ^^"

Semoga chapter ini berkesan untuk semuanya ^^

Balasan review:

meybi : yakin itu pengacau? Wkwkw XD

HeroKMJaejoong : siapa ya~ kekeke XD

Guest : iya, astaga wwkwkkw XD

jj lover : wah, yakin go ahra penganggunya? Kkkk~

SimviR :siapa ya~ wkwkwk XD

Kei Tsukiyomi halo salam kenal juga ^^ terima kasih hehehe ^^ siapa ya~ wkwkkw XD iya ada ChangKyu/ MinKyu kkk~ ^^ thank you udah fave hehehehe ^^ iya diusahakan update kilat heheeh ^^

ichigo song : haahah nanti giliran changmin sama kyu wkwkw XD

Kang Shin Ah : siapa ya~ rahasia XD

nin nina gimana? Udah romantis belom? Hehehe ^^ wah semoga ya wkwkkw XD

NaraYuuki bukannya sama antara raja surya dan siang? Hehehhee ^^ wah hati-hati ahra dicincang wkwk XD

JungJaema wah sepertinya mereka akan menjadi saingan XD terima kasih atas dukungannya ^^

Vic89 : baru juga jadian langsung ada penganggu wkwkw XD tapi, yakin kalau ahra penganggunya? wwkwkwk

YunHolic: terjawab kan siapa hehehe ^^

J-Twice : di depan mrs kim, bukan mrs jung wkwkw XD berikutnya changmin (?) wkwkkw