CHAPTER 9
Kemudian suara batin itu membuat Baekhyun tersadar dan langsung mendekat pada Jin Young.
"Bangunlah. Kita masih punya banyak waktu untuk dilakukan bersama. Kau tidak boleh terlelap seperti itu. Bangunlah Jin Young-ku." Ucap Baekhyun mengusap lembut rambut Jin Young.
Semua orang yang mendengar kata-kata Baekhyun pun langsung terdiam dan menatap Baekhyun dengan heran.
"Jin Young-ku?" ucap Suho yang memiliki seribu pertanyaan di benaknya tentang sikap Baekhyun tersebut.
Sementara Jae Joon yang memperhatikan kejadian tersebut, kaget saat melihat seorang malaikat datang.
"Aku kakaknya. Dia adalah adikku. Kau bisa membantunya untuk tetap hidupkan?" ucap Jae Joon khawatir.
"Aku benar-benar minta maaf. Hanya ini yang bisa kulakukan." Jawab malaikat tersebut.
"Menurut catatan perasaan dari pemohon, Byun Baekhyun, ia mengakui Jin Young sebagai seorang manusia. Harapannya, adalah ia ingin Jin Young dapat hidup dengannya dan mendampingi hidupnya. Jadi kesimpulannya, pemohon ingin agar Jin Young hidup. Memang hidup. Tapi hidup sebagai manusia sesungguhnya. Bukan setengah pencatat kematian seperti ini." Jelas malaikat tersebut.
"Baekhyun mengetahui bahwa Jin Young adalah pencatat kematian?" tanya Jae Joon
"Baekhyun memang tidak mengetahui. Tapi dalam permohonannya, ia ingin Jin Young hidup bahagia sebagai manusia selayaknya. Baekhyun menyisipkan kata-kata manusia pada permohonannya untuk hidup Jin Young." Lanjut malaikat tersebut.
Jae Joon pun ternganga. Ia terjatuh di lantai.
"Pilihanmu hanya 1, yaitu kau harus merelakan Jin Young sebagai seorang manusia. Itu juga jika kau ingin Jin Young tetap hidup." Ucap malaikat tersebut.
"Tapi dia terlahir sebagai pencatat kematian! Dia tidak mungkin bisa menjadi manusia! Itu melanggar aturan bukan?!" teriak Jae Joon marah.
"Kau terlahir bukan sebagai pencatat kematian bodoh. Kau terlahir mulanya sebagai seorang manusia juga. Tapi karena sebuah hal, kau dan adikmu harus menjadi pencatat kematian." Ucap malaikat tersebut.
"Aku bukan manusia. Aku pencatat kematian!" teriak Jae Joon.
"Akui kenyataan." Jawab Malaikat tersebut pergi meninggalkan Jae Joon.
Jae Joon terdiam. Lama-kelamaan ia meneteskan air matanya.
Jae Joon POV
"Pilihanmu hanya 1, yaitu kau harus merelakan Jin Young sebagai seorang manusia. Itu juga jika kau ingin Jin Young tetap hidup." Ucap malaikat tersebut.
Reader POV
"Baiklah, kuberikan Jin Young untukmu. Walaupun, sebenarnya gadis kecil itu bahkan tidak mengerti kehidupan manusia. Tapi aku percaya padamu. Byun Baekhyun." Ucap Jae Joon benar-benar pasrah.
Seketika Jin Young tiba-tiba membuka matanya. Semua orang langsung kaget dan menatap Jin Young. Bahkan Baekhyun dan Suho. Baekhyun memegang tangan Jin Young. Suho yang menatapnya terlihat pura-pura tidak tahu dan keluar dari ruang UKS.
"Kau tak apa Jin Young?" tanya Baekhyun.
"Sedang apa aku disini?" tanya Jin Young.
"Kau pingsan. Jadi aku membawamu kemari." Jawab Baekhyun.
"Pingsan?" –Jin Young.
"Ya." –Baekhyun
"Hah?! Aku tidak boleh pingsan! Tadi, apakah ada seorang pria tinggi datang kemari menjengukku?" tanya Jin Young tergesa-gesa.
Jin Young mengingat kata-kata Jae Joon bahwa kadar oksigen di dunia manusia berbeda dengan dunianya.
"Hanya aku." Jawab Baekhyun.
"Apa itu aku?" tanya Suho.
Jin Young melihat sekelilingnya.
Jin Young POV
Tidak mungkin Jae Joon tidak menengokku. Aku dalam bahayakah hyung?
Reader POV
Kemudian Jin Young memandang kuku dan kulitnya. Kukunya tak lagi panjang, dan kulitnya tak lagi seperti dulu yang putih seperti hantu. Jin Young menggelengkan kepalanya. Seolah-olah ia telah menyadari bahwa Tuhan telah menghukumnya. Tak lama Jin Young menangis menatap tangannya. Baekhyun yang melihatnyapun langsung terkejut dan berdiri di hadapan wajah Jin Young.
"Jin Young-ah! Kau tak apa?" tanya Baekhyun khawatir.
Jin Young hanya terdiam dan terus menangis. Baekhyun memeluk Jin Young dengan erat. Kemudian Baekhyun menyuruh Jin Young untuk pulang dan istirahat di asrama. Saat pulang dari sekolah, Baekhyun memasuki kamar Jin Young. Dilihatnya Jin Young tidur pulas. Baekhyun memegang dahi Jin Young yang agak panas.
"Ouch, kau sakit chagi." Ucap Baekhyun sambil mengompres Jin Young.
Baekhyun mencium pipi Jin Young.
"Sembuhlah chagi. Aku mencintaimu." Ucap Jin Young sambil pergi meninggalkan kamar Jin Young.
Sementara Jin Young tengah berada di alam mimpi. Ia duduk di sebuah bangku di padang pasir. Tiba-tiba Jae Joon datang menghampiri Jin Young.
"Hyung! Apa yang baru saja terjadi padaku?" tanya Jin Young.
"Kau akan menjadi manusia selamanya." Jawab Jae Joon tidak ramah.
"Apa?! Tapi bagaimana bisa Hyung?! Aku tak mau hyung!" Jin Young mulai meneteskan air matanya.
"Bukankah itu impianmu untuk menjadi manusia huh? Berbahagialah. Aku merestui hubunganmu dengan Baekhyun." Jawab Jae Joon.
"Ya aku tahu hyung. Tapi aku ingin bertemu dengan hyung. Lagipula bukankah hyung bilang pencatat kematian tidak bisa berhubungan dengan manusia?!" ucap Jin Young.
"Kau sudah menjadi manusia bodoh." Ucap Jae Joon mengulang kata-katanya.
"Tapi, kalau hyung menjadi manusia, aku dengan siapa?! Aku harus bagaimana?! Huaaa" Jin Young merengek pada Jae Joon.
"Tenanglah. Baekhyun mencintaimu apa adanya. Dia akan merawatmu bagaimanapun caranya. Dia akan menjagamu." Ucap Jae Joon sambil memegang kedua tangan Jin Young.
"Hyung!" Jin Young berteriak memanggil Jae Joon yang tiba-tiba pergi dari hadapannya.
Jin Young terbangun dari tidurnya dengan kaget. Wendy dan Seulgi pun ikut kaget, dan langsung menghampiri Jin Young.
"Jin Young-ah, kau sudah sadar? Kalau begitu aku akan menelpon Baekhyun oke? Dia bilang harus beri kabar jika Jin Young sudah sadar." Ucap Seulgi mengambil Handphonenya.
Tak lama, Baekhyun datang ke kamar Jin Young. Baekhyun pun mendekat ke kasur Jin Young. Tiba tiba saja Jin Young memeluk Baekhyun dengan erat.
"Jangan tinggalkan aku! Aku tak mau sendiri!" ucap Jin Young menangis di pelukan Baekhyun.
"Um, aku tak akan meninggalkanmu. Tenang saja chagi." Baekhyun mengelus lembut rambut Jin Young.
Beberapa bulan kemudian, pengumuman kelulusan di sekolahan Jin Young. Tim basket Exo lulus dengan nilai cukup sempurna. Begitu juga dengan Jin Young Wendy dan Seulgi. Setelah pengumuman kelulusan, Jin Young tampak riang memandangi rapotnya dan duduk di bangku taman sekolah.
"Nilai yang bagus." Ucap Baekhyun yang tiba-tiba berada di samping Jin Young.
"Eh?" Jin Young kaget.
"Hey, aku janji, nanti aku akan menjemputmu kembali. Mengakuimu sebagai kekasihku. Apapun yang terjadi jangan pernah lupakan aku oke? Dan tetaplah pasang cincin ini di jarimu." Ucap Baekhyun sambil menunjuk cincin di salah satu jari Jin Young.
"Aku mencintaimu." Ucap Baekhyun sambil mengecup pipi Jin Young.
"Byun Baekhyun! Cepat! Kita harus ke studio musik sekarang!" teriak Chanyeol memanggil Baekhyun.
"Sampai jumpa chagi!" ucap Baekhyun meninggalkan Jin Young.
"Jadi, Baekhyun mau masuk ke dunia permusikkan ya? Baiklah. Aku akan menjalani kehidupanku. Ya, sebagai manusia." Ucap Jin Young berjalan keluar sekolah.
Waktu berlalu.
"Sebuah Boyband baru keluaran SM Entertainment yang bernama EXO. Yang beranggotakan Suho, Baekhyun, Chanyeol, D.O, Kai, Sehun, Kris, Xiumin, Luhan, Chen, Lay, dan Tao. Dengan lagu pertama mereka berjudul MAMA!" ucap seorang host di sebuah acara musik.
Jin Young tidak menghiraukan suara dari tvnya. Ia masih serius mengerjakan tugas yang dosennya berikan padanya. Tiba-tiba saluran tv menjadi buras. Dan tiba-tiba berganti menjadi saluran lain.
"Hey Bwon Jin Young. Kau ingat aku bukan chagi? Bukankah aku janji akan mengakuimu sebagai kekasihku?.." suara dari televisi itu membuat Jin Young berhenti menulis.
Jin Young melirik sekilas pada televisinya. Ia memperhatikan orang dalam televisi itu baik-baik.
"Hey Jin Young-ah! Kami merindukanmu! Kami ingin bertemu denganmu!.." suara dari tv tersebut kian membuat Jin Young terkejut.
"Eh? Suho? Baekhyun?" Jin Young terkejut menyebut nama mereka.
Tingtong~ tiba- tiba bel rumahnya berbunyi. Jin Young segera membukakan pintu rumahnya. Ia kaget. Dilihatnya 12 pria tinggi memakai masker hitam dan jaket hitam. Salah satunya mendekat pada dirinya. Pria tersebut mendekatkan wajahnya pada wajah Jin Young. Kemudian perlahan membuka maskernya.
"Chagi! Aku disini!" ucap pria tersebut yang ternyata adalah Baekhyun.
"Hah?! Baekhyunee?!" Jin Young terkejut dan memeluk Baekhyun dengan erat.
"Bogosipeo.." ucap Jin Young dalam pelukan Baekhyun.
"Ne, aku juga merindukanmu." Jawab Baekhyun tersenyum.
"Bagaimana kalau bermain di taman bermain?" tawar Suho
"Eh, tapi banyak fans disana hyung." Ucap Lay.
"Kau tahu, kita juga manusia. Kita seharusnya hidup sesuai yang kita mau bukan? Ayolah!" ucap Suho.
Semua member pun menyetujuinya. Kemudian Exo, beserta Jin Young pergi menuju taman bermain. Disana mereka menghabiskan waktu bersama dengan canda, dengan tawa.
Jin Young POV
Aku tak percaya. Jae Joon menepati janjinya. Bahwa Baekhyun akan menjagaku kapanpun. Terima kasih, atas semua parsitipasi darimu Baekhyunee dan Suho-ssi. Aku ingin menganggap kalian sebagai dua namja chingu terbaikku. Aku menyayangi kalian.
Reader POV
Hari semakin gelap. Akhirnya Exo dan Jin Young memutuskan untuk mengantarkan Jin Young pulang ke rumahnya.
"Bisakah kalian tinggalkan aku dan Jin Young berdua? Ada yang ingin aku omongkan pada Jin Young." Ucap Baekhyun pada member Exo.
"Um Baiklah." Semua member Exo pun pergi meninggalkan Jin Young dan Baekhyun berdua.
"Baiklah, kenapa?" tanya Jin Young.
"Ini. Sebuah gelang dariku." Ucap Baekhyun sambil memberikan Jin Young sebuah gelang bertuliskan 'Milik Byun Baekhyun'.
"Eh? Milik Byun Baekhyun?" Jin Young bingung.
"Ne. Jangan pernah pacaran dengan orang lain oke? Aku mencintaimu." Ucap Baekhyun.
Jin Young pun tersenyum pada Baekhyun. Kemudian Baekhyun mendekatkan wajahnya pada wajah Jin Young. Jin Young terdiam. Kemudian Jin young memejamkan matanya. Seklias Baekhyun memberikan sebuah kecupan di bibir Jin Young. Beberapa menit kemudian Baekhyun melepaskan kecupannya.
"Dan jangan pernah memberikan bibirmu untuk orang lain, selain aku." Ucap Baekhyun.
"Eh?" Jin Young bingung.
"Baiklah. Aku ada latihan di studio musik. Sampai jumpa! Lain kali, aku akan menjemputmu lagi. Saranghae!" Baekhyun buru-buru meninggalkan Jin Young, karena member Exo yang lainnya sudah menaiki mobil.
Jin Young POV
Baiklah, terima kasih. Aku akan percaya pada janjimu Byun Baekhyun.
Reader POV
Setiap hari selalu menjadi hari yang menyenangkan bagi Jin Young. Ya, mungkin menjadi manusia tidak seburuk itu. Asalkan kau nikmati hidupmu, semua akan baik.
"Percayalah, Tuhan telah berikan yang terbaik untukmu" –Author
Love and Death-
End!
Happy ending ya? Hehe, mianhae ini gaje apa ya? Hmzz.. byee
AUTHOR: Baekhyunii
Gomawo!
