Tittle : Uzumaki's Prodigy

Genre : Adventure/Friendship/etc

Rate : T

Mainchar : Naruto U.

Disclaimer : Naruto punya MK. Fanfict ini punya saya

Summary : Apabila Naruto menemukan jalan pintas ke Uzushio. Apabila dia mempelajari banyak fuuinjutsu. Apabila dia salah segel dan termakan segelnya sendiri sampai berubah gender, Kyuubi berhasil didekatinya sebelum genin, apa yang akan terjadi dengan jalan cerita?

Warning : OOC(maybe), AU semi Canon atau sebaliknya(?), ide pasaran, fem!Naru smart and strong!Naru and other standard warnings

NB :

"BIJUU BERBICARA"

"-telepati-"

(Re-question review+A/N)

Minna! Untuk keleletan update, kali ini Chic comeback dengan 2 Chapter sekaligus. Bagi yang benci Author's Note kepanjangan bisa skip bagian ini dan langsung baca story-nya. Takutnya seperti shit you yang ngerasa cerita jadi basi gara-gara A/N kepanjangan.

Kenapa baru update?

Haha maaf nih... Thanks buat yang setia ngingetin lewat PM yang sopan ataupun berupa terror(yang bikin Chic ngakak gak ketulungan). Thanks for all support. Buat kenapa baru update, alasannya bukan karena Chic sakit lagi(ogah!), bukan juga karena Chic GALAU. Ini murni karena kesibukan di dunia nyata. Kemarin saja Chic baru selesai Pra-UN. Harap maklum, 5 Mei nanti Chic UN. Tapi ff ini akan terus berlanjut kok :D

Kenapa chapter sebelumnya diberi judul Misi Kupu-Kupu?

Sebenarnya...iseng. Misi Naruto ke Nami itu berbalik 180 derajat kan? Harusnya C, malah jadi A+ mengingat lawan mereka adalah Zabuza. Nah Chic ngebayangin aja, misi kecil malah berbalik jadi misi luar biasa. Seperti kupu-kupu, awalnya ulat kecil, bermetamorfosis menjadi kupu-kupu yang cantik sekaligus menyeramkan.(menurut sohib Chic)

Panjangin ceritanya?

Seperti yang Chic bilang, kalau alur cerita sudah menuntut, word akan bertambah secara otomatis. Mohon bersabar ^^.

Kapan Kakashi tahu kekuatan Naru yang sebenarnya?

Chapter depan mulai ketahuan.

NaruSasu mana yang lebih kuat?

Mereka punya kekuatan di bidang masing-masing. Tapi mengingat yang tamak kemampuan di sini Naruto, jelas bocah pirang itu yang lebih unggul.

Buat Naru GodLike?

Chic gak tahu ini GodLike apa belum. Soalnya baru segini saja kekuatan Naruto bisa bikin siapapun gigit jari kalau tahu semuanya. Mungkin belum kelihatan, tapi Chic buka perlahan seiring jalannya cerita.

Sasuke bisa fuuinjutsu?

Bisa. Tapi hanya menggunakan, dan itu pun sebatas satu-dua saja. Kalau soal menciptakan dia angkat tangan. Lagipula Naruto pelit kalau soal Fuuinjutsu.

Kemampuan Naruto udah master fuuinjutsu?

Ya. Dia sudah make own. Lagipula Chic emang bikin dia prodigy Uzumaki di sini.

SasuNaru menganggap satu-sama lain saudara berarti gak ada istilah missing-nin 'kan?

Haha kita lihat saja jalan ceritanya kemana.

Naruto di sini seorang jenius?

Yup! She's Prodigy here.

Persahabatan di sini hanya SasuNaruSaku?

Tidak juga. Masih banyak yang lain, hanya masih terfokus pada tiga anak itu. Mulai universal setelah Ujian Chuunin dimulai.

Apa maksud perkataan Kurama tentang keturunan murni?

Hohoho untuk itu Chic tidak bisa membocorkan. Ke depannya kurang seru kalau diceritakan. Coba tebak saja dulu.

Naruto dibikin jadi laki-laki lagi atau permanen perempuan?

Hadeuh reader pada gak bisa kompromi ya? Yang ini perempuan, yang ini laki-laki. Bisa-bisa Chic buat Naruto jadi bences juga nih!*ehh Lihat saja nanti~

Siapa sensei sebenarnya di sini?

Tentu saja Kakashi lha! Tapi diluar tim 7, yang Sakura dan Sasuke anggap sensei adalah Naruto.

Apa Kyuubi mengajarkan Naru di mindscape?

Sedikit. Tapi lebih sering Naruto sendirian. Kurama hanya berkomentar, atau memberi usulan.

Pemilihan kata kurang tepat?

Mohon maaf soal yang satu ini. Kalau ada diksi yang menurut kalian kurang pas, maka pahamilah... Itu gaya menulis Chic.

Apa Jiraiya akan mengajarkan Naruto?

Sebenarnya Chic agak sayang buat bocorin. Tapi...ya. Jiraiya yang punya andil besar mengajarkan Naruto untuk mengatur emosi-nya. Sekaligus menutup sisi gelap Naruto.

Apa Naruto akan jadi Anbu?

Untuk yang satu ini, 4 atau 5 Chapter ke depan akan terjawab.

Apa ada yang kurang?

Untuk [Ai airin], Chic gak suka tomat. Chic itu DOYAN tomat! *apabedanya* 'Cause it's my SOUL! *plakkk

[Mizuki Akase+Ritsu Natsuki+antek-antek(?)nya] Hoho Review kalian tidak mengganggu sama sekali. Justru Chic terhibur, kalian mau mengetik sepanjang itu hanya untuk menghias review ff tidak jelas ini. Domo Arigatou!

Haha tumben Chic tahan dengan bahasa agak baku begindong XD

YOsh!

HAPPY READING and RnR please~


Chapter 9 : Show time!


"Yak! Kau merobek tas-ku dattebayo!"

Hup!

Naruto mendengus kecil. Ia melompat ke belakang, kembali bersama temannya yang siaga melindungi Tazuna. Belum juga ¾ perjalanan, mereka sudah kembali dihadang. Parahnya, kali ini ninja sewaan Gatou adalah...Momochi Zabuza.

Gatou? Ya! Tazuna sudah menjelaskan semua hal yang sebenarnya terjadi, termasuk tujuan dia membangun jembatan. Tepat seperti dugaan Naruto, kalau ini adalah kerjaan pria gendut bin tamak itu. Sebenarnya bisa saja mereka membatalkan perjanjian misi ini. Namun jika kembali, selain mereka sudah setengah perjalanan, misi ini jika dilanjutkan bisa menyelamatkan banyak orang! Apa mereka akan diam saja? Tentu tidak!

"Naruto, Sasuke, Sakura, diam dan lindungi Tazuna-san!" komando Kakashi ini membuyarkan lamunan Naruto. Kakashi maju dan mulai menyerang Zabuza. Untuk sesaat, Naruto terdiam mendengar suara dentingan dua senjata beradu. Terperangah takjub.

"Dobe?"Sasuke menegur.

Diam.

"Naru-chan?"gantian, Sakura yang mengguncang pelan badan Naruto.

Naruto masih terdiam, tak tahu kenapa. Tazuna yang diapit tiga bocah itu menggelengkan kepala-heran. Tangannya menepuk pelan bahu Naruto. Barulah Naruto menoleh ke belakang.

"Apa?"

Jawdrop.

"Kenapa malah melamun?"dengus Sasuke sarkastik. Naruto mendelik menanggapinya.

"Siapa bilang? Aku sedang menonton Kakashi-sensei vs Zabuza dattebayo! Ninja kelas atas! Keren!"

Sasuke dan Sakura makin sweatdrop menanggapi Naruto yang tampak lebih tertarik menonton daripada bergabung bahkan dengan wajah childish seperti baru melihat battle. Dia ini ninja bukan sih?! SasuSaku membatin-sweatdrop.

"Kau tak mau membantu sensei? Lebih cepat jika kerjasama, ingat?"

"Sakura-chan, jika ingin bantu, bantu saja. Aku malas melakukannya!"

Twitch!

Bletak! Bletak!

Dua jitakkan sukses mendarat di puncak kepala Naruto yang spontan mengaduh kesakitan. Tanpa bertanggung jawab, dua genin itu berinisyatif menolong guru mereka. Hening sejenak, sebelum Naruto terkekeh. Lama-lama kekehan itu menjadi suara tawa kecil namun menyeramkan jika didengar.

"Hey bocah! Jangan menakutiku!"

Naruto tersenyum lebar pada Tazuna yang mengiranya kerasukan. Dia menegadah, menatap langit cerah. Senyum terlukis di wajahnya saat seekor burung terbang di atasnya.

'W-wow...'

Tazuna terpaku saat melihat Naruto menggigit jempolnya, menggambar segel, dan memasang insou dengan cepat. Sebelum dua jari gadis itu diangkat, diarahkan pada burung tersebut. Burung berbulu kecoklatan itu seperti tertembak dan akan jatuh, sebelum sayapnya kembali mengepak, dan burung itu melayang dan mendarat di depan Naruto.

"Pastikan Hokage-jii yang melihatmu pertama kali. Langsung tempelkan cakarmu pada kertas." Naruto berbicara, seolah-olah burung itu akan mengerti apa yang dikatakannya. Tazuna tersedak ludahnya sendiri saat burung itu mengangguk. Ya! Mengangguk!

"Hati-hati."

Setelah menggambar suatu segel pada cakar burung itu, Naruto yang berjongkok kembali berdiri. Membiarkan burung itu terbang, melakukan tugasnya. Sedang gadis itu kembali memperhatikan medan tempur tim 7 minus dirinya dengan Zabuza. Gadis itu kembali mengikih, saat melihat Zabuza tampak kesulitan. Ya! Selama dua pemakai sharingan masih kuat di tahta atas pertempuran, Kirigakure no Kijin pun bisa terlena dibuatnya.

"Kau hanya ingin tahu kemajuan mereka berdua 'kan? Mustahil bagi dirimu yang menjadi provokator agar misi ini selesai bilang bahwa kau malas bertarung."celetuk Tazuna, tepat sasaran.

"Walau sudah tua daya tangkapmu bagus juga, Tazuna-ossan!"

Bletak!

"Aku tak setua itu."

Setelah tersenyum lebar, Naruto kembali memantau medan pertempuran 15 meter di seberang sana. Ia tampak bosan memperhatikan. Jujur, tentu ia ingin bertarung! Apalagi jika by one dengan Zabuza. That's a great big owner! Kebosanannya berubah jadi kekhawatiran saat Zabuza memasang jutsu andalan Kirigakure.

"Kirigakure no jutsu!"

Kabut tebal mulai menutupi area sekitar mereka. Naruto yang sudah menyiapkan satu fuuinjutsu untuk jaga-jaga langsung menghentakkan tangannya ke tanah. Tazuna dilingkupi oleh kubah transparan.

"Kau mau membunuhku?"tanya Tazuna setengah panik. Naruto yang tidak bisa mendengarnya tertawa lepas selama beberapa detik. Tanpa menjawab karena pura-pura tidak tahu, gadis itu berdiri bersiaga dengan sebuah kunai mata tiga yang baru ia ambil dari segel penyimpanan di kaki kirinya.

Hanya dengan fokus, gadis itu bisa merasakan chakra dari 3 kawan satu lawan di seberangnya. Kakashi-sensei tak perlu dikhawatirkan. Refleknya bagus, berpengalaman pula! Kalaupun luka tidak akan terlalu parah. Sasuke? Tidak perlu dikhawatirkan juga. Biar dalam kabut jutsu ini sharingan tak bisa dipakai, tapi reflek Sasuke juga bisa menyelamatkan nyawanya. Bungsu Uchiha itu berlatih bersamanya sudah 6 tahunan. Yang ia khawatirkan adalah Sakura. Gadis itu mungkin sudah banyak berkembang. Namun untuk melawan Zabuza si silent killing? Naruto ragu gadis permen kapas itu akan baik-baik saja.

Gadis itu tengah berpikir bagaimana caranya menghilangkan kabut pekat ini. Jika ini hanya kabut biasa, menghilangkannya akan sangat mudah. Tapi kabut jutsu? Sepertinya jutsu yang dikeluarkan pun harus sama kuatnya. Eh! Tapi pasti lain ceritanya kalau pakai elemen angin. Ck! Kenapa baru terpikirkan? Buru-buru Naruto pasang beberapa insou yang sudah ia hapal di luar kepala.

"Wind Release : High Wave!"

Naruto bergerak memutar, seiring dengan jutsu angin kuat yang ia keluarkan, menempas kabut yang ada, dan sedikit menggoyahkan topangan badan sosok yang lain kecuali Tazuna yang aman dalam kubah.

"D-dattebayo! Sakura-chan!"pekik Naruto, reflek.

Naruto kaget saat melihat bahu sampai punggung Sakura berhias luka sayat cukup dalam dan lebar. Warna merah semakin mendominasi bajunya yang juga berwarna merah. Gadis pinkish itu terduduk di tanah, tampak menahan sakit. Sedangkan Kakashi dan Sasuke berdiri melindunginya. Dua orang itu masih dalam keadaan baik, kecuali nafas mereka yang agak terengah. Sama saja dengan Zabuza.

'Ketinggalan jauh.'Batin Naruto kecewa.

"Sekarang, apa?"

Naruto bisa melihat, ada 6 Zabuza tiruan yang ia yakini sebagai mizubunshin. Gadis itu menggaruk pelan tengkuknya ketika Sasuke-Kakashi terpojok dan terpaksa saling memisahkan diri. Sepertinya pria berperban yang merupakan salah satu pemegang pedang legendaris itu ingin balas dendam atas keroyokan yang dilakukan anggota tim 7.

'P-penjara air!'Naruto membatin horror saat Zabuza mengurung Sakura dalam air yang mulai berwarna kemerahan. Gadis itu mulai menggigit bibir bawahnya. Bantu? Atau diam? Ia malah asyik sendiri dengan perdebatan tidak jelas batinnya.

"Dobe! Apa yang kau lakukan baka! Kau takut HAH?!"

Naruto terlonjak. Tangannya mengepal seketika. Ketika gadis itu ingin melempar tatapan membunuh pada Sasuke, ia kembali membatu. Gara-gara berteriak padanya, Sasuke ikut terkurung dalam penjara air! Hiee? Sekarang bagaimana?!

"Yak! Mereka bisa mati kekurangan oksigen-ttebayo!"

Hup!

Naruto buru-buru melangkahkan kakinya dengan cepat ke medan pertempuran. Ia meringis kecil melihat Kakashi kini dikepung enam klon air Zabuza. Gurunya orang hebat! Dia harus percaya Kakashi baik-baik saja.

"Bffft...Bocah yang ketakutan mulai berani mendekat padaku?"Zabuza berucap. Meremehkan.

"Gezz..."

Trank! Kubikiribocho milik Zabuza dan kunai Hiraishin Naruto saling bertabrakan. Dua-duanya menyunggingkan seringai khas milik masing-masing.

"Aku tidak takut, dattebayo!"

Zabuza berkedip pelan ketika tubuh gadis pirang di depannya berubah sekejap menjadi diselimuti jubah chakra ke-oranye-an. Dua tangan chakra besar milik Naruto memanjang dan melesat ke dua arah berbeda. Menyelamatkan Sakura dan Sasuke dari water prison Zabuza, lalu membuat mereka didekat kubah fuuinjutsu yang mengamankan Tazuna.

Hup! Hup!

Naruto dan Zabuza melompat mundur, lalu keduanya kembali berlari mendekati satu sama lain, siap saling membenturkan senjata. Namun kali ini, kunai Naruto dialiri chakra angin. Sehingga ketika membentur Kubikiribocho, kunai itu bisa membuat goresan dalam, hingga membelah ¼ bagian pedang. Zabuza mendesis, ia coba melayangkan tendangan pada Naruto. Naruto mengangkat kedua kakinya, langsung ia arahkan ke perut Zabuza hingga pria itu terhempas ke permukaan tanah. Gadis itu tersenyum ketika melihat potongan pedang Zabuza.

"Pedangku..."

Senyum Naruto melebar. Dia mungkin sudah terlonjak kegirangan jika tidak ingat sedang bertarung. Bagaimana tidak senang? Ia berhasil memotong sebagian pedang menyebalkan itu! Anggap saja balasan atas robeknya tas Naruto. Yeah...Untung dia pakai kunai Hiraishin miliknya. Kalau kunai biasa? Mungkin tidak bisa langsung memotongnya jika hanya satu gerakan saat dialiri chakra angin. Harus lebih ditekan kuat. Inilah keunggulan dari kunai Hiraishin miliknya. Sangat tajam dan mudah mengakselerasi chakra miliknya.

"Hm?"

Naruto tersenyum lebar saat Zabuza berlari ke arahnya. Gadis itu memasang insou.

"Kunai kagebunshin no jutsu!"

Bofft!

Di tangan Naruto, kini berganti menjadi 6 kunai Hiraishin dengan satu di antaranya adalah yang asli. Dia memegangnya dengan satu tangan. Tangan yang lain mengambil string dari segel penyimpanan, lalu ia gigit salah satu ujungnya.

Menyadari Zabuza semakin dekat, Naruto melompat 3x2 meter ke belakang, terus melompat menghindari sabetan Kubikiribocho dari Zabuza. Selesai melakukan tugasnya, Naruto melempar satu kunai sampai menancap pada batang pohon 10 meter dari tempatnya berada.

'Kena kau!'

Syut! Boffft!

Naruto meringis kecil. Ia berhasil menteleport diri ke kunai Hiraishin miliknya, namun sedikit terlambat karena tangannya sudah terserang lebih dahulu. Saat Zabuza kembali ke arahnya dengan cepat, Naruto melempar satu kunai lagi ke arah Zabuza. Tentu saja Zabuza bisa menghindar dengan mudah.

"Mau kemana kau, bocah?"

'Sekarang!'

Naruto menarik string yang digigitnya, yang terhubung dengan kunai yang telah terlempar. Zabuza yang melihat kilat cahaya string tipis itu melompat melewatinya.

"Trik sederhana itu takkan mempan padaku!" ucap Zabuza merasa di atas angin. Naruto terkekeh menanggapinya. Ketika Zabuza mendarat tak jauh dari string Naruto, gadis itu memasang insou pembuka segel.

"Kai!"

'A-apa?!'

DUARR! Rupanya Naruto sudah menyiapkan jebakan. Gadis itu tidak perlu kaget jika Zabuza bisa menghindar dengan sedikit bekas ledakkan di kakinya. Hanya kertas peledak! Tentu saja mudah dihindari bagi ninja sekelas Zabuza.

'Next...'

Naruto kembali melempar dua kunai Hiraishinnya yang terhubung dengan string beda ujung. Dengan jarak 20 meter per kunai, 3 kunai Hiraishin itu membentuk semacam segitiga sama sisi. Menunggu Zabuza keluar dari persembunyiannya, Naruto mengikat 3 kawat itu satu sama lain, sehingga benar-benar berbentuk segitiga.

"Di belakang!"

Bofft!

Mata Zabuza melebar ketika Naruto yang akan di serang di depan matanya menghilang, menyisakan kepulan asap tipis. Gadis itu tertawa kecil ketika Zabuza menghindari area segitiga kunai buatannya. Pria itu merunduk, hendak menyentuh kunai Hiraishin dengan tangannya. Namun terhenti saat mendengar imbauan dari Naruto yang ada di dekat kunai lain.

"Hati-hati-ttebayo! Jangan memegangnya atau...kaboom!"

Zabuza mendengus pelan. Ia kembali fokus dengan Kubikiribocho miliknya. Ia mendengus merendahkan ketika melihat Naruto mengeluarkan chakra kehijauan dari tangannya. Lambat laun luka melintang di tangan Naruto menutup, hanya menyisakan darah mengering.

"Hoho...Inryou(medic)-nin? Pantas saja kau terakhir. Hanya segini yang bisa kau lakukan? Mereka saja tidak bisa mengalahkanku, apalagi kau?" Zabuza berdiri angkuh, benar-benar menganggap bahwa inryou-nin selalu yang terlemah di tim. Karena memang rata-rata ninja menjadi inryou-nin sebagai alternatif kemampuan mereka. Padahal jadi inryou-nin tak semudah kelihatannya.

"Hati-hati kalau berbicara, Zabuza-san. Kau salah membiarkanku berdiam selama ini. Lain kali, jangan buang-buang waktu."

Naruto tersenyum jenaka. Ia memasang insou hiraishin. Dalam satu kedipan mata, badannya berpindah pada kunai Hiraishin yang tepat di depan Zabuza. Sikut kiri gadis pirang itu menghantam perut Zabuza, sampai Zabuza terjengkang.

'Kenapa...diam saja?'Kakashi yang sedaritadi memperhatikan Naruto membatin bingung. Hanya sikutan biasa seperti itu harusnya tidak bisa membuat Zabuza diam seperti patung di atas tanah. Namun kebingungan pria itu terjawab saat segel pada perut Zabuza mulai menjalar pada tubuh Zabuza. Fuuinjutsu, eh?

"Kalau sudah begini, mau apa?"

Naruto melangkahkan kakinya santai mendekati Zabuza. Sebelah tangannya masuk pada saku rompi, sedang yang lainnya menarik kerah baju Zabuza sampai badan pria itu terangkat.

"Hey...aku punya tawaran untukmu~"

"Apa?"

"Kau lepas, berkhianat. Atau teguh tapi...mati?"

Zabuza mendengus kecil. Apa gadis pirang di hadapannya mengancam? Hell! Tidak sopan sekali anak ini! Inginnya sih Zabuza langsung menggetok gadis pirang sok hebat di depannya, namun ia tak mau salah perhitungan lagi. Tidak disangka,ternyata gadis ini mempunyai kemampuan lain! Fuuinjutsu! Ayolah! Di masa sekarang mana sering seseorang bertalenta segel?

Yang dibencinya hanya satu. Kenapa segel yang Naruto torehkan padanya mengikat bukan hanya pergerakannya saja? Tapi dengan chakra-nya?

"Jadi?"

"Maaf bocah. Aku sedang dalam misi. Misiku adalah mengacaukan misimu."

Naruto tersenyum lebar dan mengangguk mantap. Tangan kanannya menyentuh pusat fuuin yang ia pasang pada tubuh Zabuza dan tangan kirinya memasang satu insou lain.

'Fuuin : KAI!'

Sebelum Zabuza mendapat seluruh kontrol tubuhnya, Naruto menendang telak pada dagu Zabuza. Pria itu bisa mendarat dengan baik, namun nyaris ambruk karena efek tendangan Naruto.

"Hanya seperti itu tendanganmu bo-Ohok!"

Perkataan Zabuza terhenti saat pria berperban itu terbatuk. Matanya kembali melebar melihat noda kemerahan di tangannya. Apa dia baru saja batuk darah? Separah itukah tendangan Naruto?

Syut!

Brugh!

Baru saja Zabuza hendak kembali berdiri, tubuhnya ambruk. Naruto mencoba mengingat dan meneliti chakra seseorang berpakaian hunter-nin yang tiba-tiba ada di atas pohon tak jauh dari Zabuza yang tersungkur. Seseorang yang telah melempar satu jarum medis dan membuat Zabuza mati suri seketika.

"Biar kuurus dia, orang Konoha."

Sosok itu mendekati Zabuza dan pedang Kubikiribocho. Lalu ia melompat ke dahan pohon tempatnya memantau daritadi. Sosok itu sempat menegang saat Naruto tertawa kecil dan ber-dadah-ria.

"Tunggu apalagi? Cepat pergi atau aku berubah pikiran!"

'D-dia tahu?'

"H-ha'i!'

Naruto melengos, memilih menghampiri guru, rekan setim, dan klien-nya. Gadis itu mempercepat langkahnya mengingat Sakura dalam keadaan gawat.

"Naruto! Kita harus membawa Sakura sekarang juga ke rumah Tazuna-san untuk diobati!"ucap Kakashi khawatir. Tidak sadar di perutnya sendiri terukir indah(?) luka melintang bekas sayatan pedang.

"Sasuke."

Ketika Sasuke memegang dua bahu-nya dengan kedua mata hitamnya yang telah tergantikan merah darah berbintang.-

'Tidak lagi...'

-Sepertinya kita sudah tahu bagaimana nasib Kakashi selanjutnya. So...


~Bersambung ke Chapter 10~


Yosh! Review sebelum goes to chap 10 yaa!