CHAPTER 8

*

*

-:-:-:-:-:-

*

*

Vas bunga terjatuh begitu saja dari atas meja karena tersenggol oleh tangan irene , tapi beruntunglah vas bunga itu terjatuh tepat dibawah karpet berbulu yang tebal hingga tak membuat vas bunga mahal milik irene itu pecah .

Irene berdiri dengan berkacak pinggang menatap dengan tajam wajah suami tampan nya itu .

"Astaga Chanyeol aku menyuruhmu melakukan hal gila ini untuk berkencan dengan wanita sebaya mu bukan dengan seorang gadis yang bahkan masih duduk dibangku sekolah", desis irene .

"Tenanglah", Chanyeol menarik pergelangan tangan irene untuk duduk kembali .

"Bagaimana aku bisa tenang Chanyeol , kau merusak masa depan gadis itu" .

Chanyeol akhirnya menjelaskan tentang pertemuan pertama nya yang tidak disengaja itu dengan Baekhyun , hingga chanyeol melihat gadis itu bekerja di klub malam dan tidak lupa Chanyeol menceritakan hidup Baekhyun yang sulit karena hutang paman nya .

"Jadi kita sama-sama mendapat keuntungan", ucap Chanyeol sedangkan irene yang mendengarnya hanya berdecak .

"Kau mengambil kesempatan dengan merusak masa depan nya", desis irene.

"Seharusnya kau bahagia irene" .

"Aku harus menemui gadis itu", Chanyeol hanya menghela nafasnya dan menatap kepergian irene yang meninggalkan nya.

.

.

seorang laki-laki dengan hoodie hitamnya tampak tengah berbicara dengan tiga orang laki-laki dengan wajah yang tampak menyeramkan .

"Lakukan pekerjaan kalian dengan benar dan aku akan membayar nya dengan imbalan yang setimpal", Laki-laki berhoodie itu memberikan amplop berisi uang dengan selembar photo .

"Baik bos", dan laki-laki berhoodie itu pergi dari gang sempit dan sepi itu .

.

.

Hari ini hari minggu hari santai nya untuk semua orang begitu pun untuk baekhyun , Ia sedang menghabiskan waktunya seorang diri diruangan kamarnya . Dengan pakaian santai nya ia berselonjor di sofa empuk dengan novel yang ia baca .

Drrrttt...Drrtt...

Suara dering dari ponsel milik Baekhyun berbunyi diatas meja nakas menandakan ada sebuah pesan masuk untuknya . Dengan langkah pelan ia mengambil ponselnya dan melihat notifikasi pesan yang seseorang kirim untuk dirinya .

--

From : Ny . Irene

01:15 am

Kau bisa menemui ku sekarang di Green Cafe .

--

Deg...

Baekhyun langsung kebingungan saat membaca pesan masuk dari seseorang yang ia kenal sebagai istri Daddy nya itu . Ia tidak tahu harus melakukan apa , haruskah dirinya menemui wanita itu atau haruskah ia mengabaikan nya saja . Namun kaki nya mulai melangkah kearah lemari dan mengganti pakaian santai nya . Sebelum melangkah keluar dari Apartemen nya Baekhyun menarik nafasnya terlebih dahulu untuk meyakinkan dirinya untuk siap menerima segala sesuatu yang akan terjadi .

.

.

.

Setengah jam sudah Baekhyun berada di Green Cafe , mata sipit Baekhyun tengah menatap kepergian irene dari Cafe itu . Saat Baekhyun hendak pergi seseorang mencekal pergelangan tangan nya .

"Jadi kau jalang itu", desis seseorang .

Baekhyun langsung berbalik dan ia bisa melihat seorang wanita yang ia kenali juga .

Plakkk...

Wanita itu menampar pipi Baekhyun hingga merah . Semua orang tengah menatap kearahnya , Baekhyun benar-benar dipermalukan ditempat umum . Bagaimana bisa wanita ini berkata kasar yang tidak seharusnya terlontar dari mulut nya ditempat seperti ini dan menampar Baekhyun begitu saja .

"Kenapa anda melakukan ini nyonya", ucap Baekhyun .

"tch .. kau masih bertanya", Baekhyun hanya menunduk malu karena tatapan disekitarnya yang tengah berbisik entah apa yang mereka bisikan . Namun tanpa diduga tangan wanita itu mencengkram wajah Baekhyun hingga gadis ini menatap tepat kearah wajahnya .

"Bagaimana bisa kau jadi seorang jalang . kau menjual tubuh mu pada Oppa ku".

"Cukup nyonya", ucap Baekhyun dengan sedikit berteriak . Baekhyun sudah benar-benar dibuat malu oleh wanita itu.

"Apa kau malu karena semua orang disini mengetahui seorang gadis yang bahkan masih duduk di bangku sekolah tapi sudah menjadi jalang murahan yang menjijikan hanya demi sejumlah uang , hah", Cengkraman itu ia lepaskan dengan kasar . Baekhyun mengepalkan tangan nya karena ia sudah tidak tahan mendengar semua hinaan yang keluar dari mulut wanita itu .

"Ku peringatkan kau enyahlah dari kehidupan Oppa ku , sebelum aku berbuat lebih dari ini" .

Byurrr...

Wanita itu menumpahkan minuman tepat kewajah Baekhyun . Mata Baekhyun sudah berkaca-kaca , ia menyambar tasnya dan langsung berlari keluar dari Green Cafe meninggalkan orang-orang yang menatapnya dengan tajam . Wanita itu hanya tersenyum dengan kecut melihat gadis yang sudah ia hina berlari dengan rasa malu .

-:-:-:-

Baekhyun kini sudah berada didalam taxi dengan keadaan yang sangat kacau , bahkan ia sudah mulai terisak . Dengan ramahnya sang supir memberikan tisu pada Baekhyun dan ia mengambil tisu itu dengan berucap terimakasih .

"Kita kemana nona" .

"Seoul Apartemen Forest Trimage", sahutnya pada sang supir taxi itu . Dan taxi itu mulai melaju meninggalkan area Green Cafe .

.

.

"Siang yeobo", sapa irene dan memeluk suaminya dengan sayang .

"Kau sudah bertemu dengan Baekhyun", tanya Chanyeol dan irene tampak mengangguk . Wanita itu duduk di Sofa bersama Chanyeol.

"Apa yang kalian bicarakan", lanjut laki-laki itu .

"Awalnya dia merasa takut saat melihatku tapi aku mencoba untuk membuatnya nyaman saat bicara dengan ku", Tangan Chanyeol mengelus rambut irene dengan lembut .

"Chanyeol" .

"Hum" .

"Ku harap kau tidak menyentuhnya sekarang", Chanyeol hanya tersenyum menanggapi ucapan istrinya bahkan ia selalu hampir melakukan nya bersama gadis itu .

"Bagaimana bisa kau menyuruh ku melakukan hal seperti itu saat Tuhan memberikan seorang istri yang sempurna seperti dirimu", ibu jari Chanyeol mengelus pipi irene dan wanita itu tersenyum dengan sangat cantik .

"Aku sangat mencintaimu tidak akan ada yang bisa menggantikan posisi mu", Kening keduanya kini saling menempel dengan senyuman yang mengembang dari keduanya . Dengan perlahan Chanyeol memiringkan wajahnya dan mencium istrinya hingga lumatan dan permainan lidah pun terjadi .

.

.

Baekhyun tengah terduduk di bathup dengan pakaian yang masih utuh . Isakan nya masih belum berhenti sejak keluar dari Green Cafe tadi . Kepalanya ia tenggelamkan diantara kedua lututnya dengan isakan yang semakin keras . Hidup Baekhyun yang dari dulu sulit sekarang semakin sulit untuk ia jalani . Ingatan nya lagi-lagi kembali ke masa lalu .

Flashback 8 tahun lalu

.

Baekhyun kecil tengah menangis sesenggukan dikolong meja , melihat kedua orangtua nya tengah bertengkar dengan hebat . Mereka saling berteriak dengan suara yang lantang membuat Baekhyun kecil menutup kedua telinga nya dengan ketakutan . Pergelangan tangan Baekhyun kecil ditarik oleh sang eomma dengan paksa hingga keluar dari tempat persembunyian nya . Sedangkan sang kakak yang baru pulang dari sekolah langsung ditarik oleh tuan Byun.

"Jinki akan tinggal bersama ku , karena aku membutuhkan nya untuk meneruskan perusahaan", ucap tuan Byun .

"Baiklah aku akan membawa Baekhyun pergi dari rumah ini", ucap nyonya Byun.

"Oppa .. Oppa", Baekhyun terus memanggil-manggil kakak laki-laki nya.

"Baek .. Baekhyun", Sang kakak terus memanggil adik perempuan nya dengan meronta namun sayang tuan Byun lebih kuat dari nya .

.

Flasback end

.

.

Dengan langkah pelan Chanyeol berjalan masuk , namun saat pintu itu ia buka hanya hening yang menyambut nya . Langkah kaki lebarnya ia bawa kearah kamar , namun sayang lagi-lagi hanya hening yang menyambutnya kembali . Mata bulatnya terus menelisik setiap sudut ruangan itu , saat matanya melihat pintu kamar mandi yang sedikit terbuka Chanyeol membawa langkahnya kesana . Dengan pelan Chanyeol mendorong pintu nya hingga terbuka dengan lebar . Mata besarnya semakin besar saat melihat Baekhyun sedang menenggelamkan dirinya didalam bathup hingga kulit putih nya yang sudah memucat . Tangan besar Chanyeol dengan sigap mengeluarkan Baekhyun dari bathup dan menggendongnya keatas sofa . Semua pakaian basah Baekhyun Chanyeol buka dan menggantinya dengan pakaian baru . Chanyeol menekan hasratnya saat tubuh mulus Baekhyun terpampang dengan indah , tidak mungkin Chanyeol bercinta dengan Baekhyun disaat gadis ini tak berdaya .

-:-:-:-

"Bagaimana hyung" .

"Seperti nya dia sedang tertekan tapi ini bukan hal serius , kau tidak perlu khawatir . Cukup jaga dia agar tidak memikirkan hal-hal yang membuat dirinya tertekan , sebisa mungkin kau menghiburnya saat dia sedang kacau . Aku akan menuliskan resep obat untuk menurunkan demam nya" .

Tangan chanyeol tampak mengelus kepala baekhyun dengan lembut , tatapan matanya menyiratkan rasa kekhawatiran . Sebelum melangkah pergi Dokter itu menyerahkan secarik kertas pada chanyeol dan bertanya sesuatu pada laki-laki tampan itu .

"Sebenarnya siapa gadis ini , Chanyeol", tanya dokter itu dengan penasaran.

"Aku tidak bisa menjelaskan nya suho hyung", Suho tampak menganggukan kepala nya tanda ia mengerti . Dokter itu pun keluar dari Apartement setelah pekerjaan nya beres .

Chanyeol tampak menatap Baekhyun yang masih tertidur . Wajah gadis itu tampak terlihat pucat karena lama berada didalam bathup dengan air yang dingin . Apa yang harus Chanyeol lakukan sekarang bahkan langit sudah mulai menggelap , sedangkan seseorang sudah pasti menunggu nya dirumah . Saat Chanyeol tengah berpikir Baekhyun mulai menggerak kan tubuhnya dengan pelan .

"Kau sudah bangun", Saat Baekhyun hendak bangkit namun kepalanya terasa amat sakit .

"eughh", rintih Baekhyun . Chanyeol dengan sigap membantu untuk membaringkan tubuh gadis itu kembali dengan nyaman .

"Kau harus meminum obat mu" .

"Obat", Baekhyun tengah kebingungan.

"Tadi Daddy menyuruh seorang dokter untuk memeriksa mu , sebenarnya ada apa dengan mu", Chanyeol bertanya dengan pelan dan mengelus rambut baekhyun dengan lembut . Baekhyun hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban . Chanyeol yang melihat Baekhyun tampak menggelengkan kepalanya ia hanya menghela nafasnya dengan pelan .

"Ayo minumlah", Chanyeol menyodorkan dua tablet obat dengan segelas air putih .

"Maaf Daddy tidak bisa menemani mu".

"Hum .. aku mengerti Daddy", sahut Baekhyun dengan senyuman lemahnya .

.

.

.

Kyungsoo tengah berdiri dibalkon kamarnya . Dengan iseng nya Jongin memeluk istrinya dari belakang , namun sayang kyungsoo tidak terkejut ataupun melontarkan kata-kata manja seperti biasa nya . Jongin hanya menaikan sebelah alisnya , wajahnya ia majukan hingga menatap sang istri dari arah samping . Jongin dengan jelas bisa melihat aura istrinya tampak seperti cuaca mendung yang siap untuk mengeluarkan petirnya .

"Kyungie ada apalagi , apa terjadi sesuatu hari ini" .

"Ya memang terjadi sesuatu hari ini".

"Ceritakan padaku", pinta jongin .

"saat aku berada ditoilet Green Cafe aku tidak sengaja mendengar percakapan eonnie dan oppa lewat telpon" .

"Lalu" .

"Jalang itu", Jongin lagi-lagi menghela nafasnya .

"Dia Baekhyun .. gadis yang pernah datang keacara hari jadi pernikahan nya Oppa dan irene eonnie", lanjut Kyungsoo . Sontak ucapan itu membuat Jongin terkejut , apa telinga nya mendadak rusak saat ini.

"Apa kau bercanda", namun kyungsoo hanya tersenyum dengan kecut .

.

.

Hari ini sekolah GHS tengah gempar dengan sebuah video yang menayangkan kejadian dimana seorang gadis tengah dicacimaki oleh seorang wanita dewasa . Semua nya saling berbisik , ada yang berbicara dengan lontaran kasar , ada yang melihatnya dengan kasihan dan ada pula yang tertawa melihatnya .

"Jadi gadis beasiswa ini benar-benar seorang jalang" .

"Aku kasihan dengan dirinya sampai dipermalukan ditempat umum seperti itu".

"Dia pantas mendapatkan nya bukan".

"Kalau aku menjadi istri dari laki-laki itu pasti sudah aku bunuh jalang murahan ini" .

"Tapi siapa kira-kira wanita ini , dilihat dari pakaian nya dia seperti dari kalangan orang kaya" .

Luhan yang mendengar semua lontaran-lontaran kasar itu membuat emosi dalam dirinya mendesak untuk keluar .

.

.

Baekhyun masih bergelung dibawah selimut , ia tampak masih nyaman dan terlelap dalam tidurnya . Sedangkan ponsel yang sengaja ia silent tampak berkedip-kedip sedari tadi tanpa henti .

Selang beberapa menit Baekhyun mulai menggeliat dan mata sipitnya dengan perlahan terbuka , jam di dinding bahkan sudah menunjukan pukul 08:45 . Kepala Baekhyun masih terasa sakit bahkan demamnya masih turun . Dengan pelan ia beranjak dari tempat tidurnya dan melangkahkan kakinya kearah dapur .

.

.

Mata bulat milik Chanyeol tengah menatap dengan fokus video yang terputar di ponsel miliknya . Rahangnya tampak mengeras , ia jelas tahu siapa wanita yang membelakangi kamera itu . Dengan kasar Chanyeol menjatuhkan ponsel nya diatas meja . Selang beberapa detik ponselnya berdering tanda ada panggilan masuk untuknya .

Drrtt...Drrtt...

[Hallo , irene]

.

.

"Siapa yang melakukan hal ini", desis kyungsoo .

Wanita itu tengah duduk dengan santai bersama anak kecilnya . Sedangkan tangan nya tengah sibuk menggenggam ponselnya yang berhasil mencuri perhatian nya hari ini . Mata bulat itu dengan fokus menonton video yang sudah tersebar dengan luas di internet.

"Aku menunggu kedatangan mu Oppa".

.

.

"Kyungie , astaga . Bagaimana bisa istri ku melakukan hal seperti ini di depan umum", desis Jongin .

Bahkan diperusahan Jongin semenjak pagi para karyawan nya sudah heboh bergosip membicarakan video itu . Jongin tidak habis pikir ada orang yang melakukan hal tidak berguna seperti ini .

.

.

.

Baekhyun tengah duduk seorang diri dimeja makan dengan roti dan segelas susu . Ia tidak bisa memakan yang lain , bahkan hanya untuk membuat nasi goreng kimchi sekalipun . Tubuhnya masih terasa lemas , Ia belum bisa untuk berdiri dengan jangka waktu yang lama . Saat Baekhyun hendak menenggak susu nya tiba-tiba suara bel berbunyi . Dengan pelan Baekhyun melangkahkan kakinya dan membuka pintu itu . Mata sipit Baekhyun dengan jelas bisa melihat seorang wanita cantik berdiri dihadapan nya dengan raut wajah yang tampak cemas .

Baekhyun dengan sopan mempersilahkan wanita itu untuk masuk dan duduk di sofa merahnya.

"Chanyeol bilang kau sedang sakit".

"Hanya sedikit nyonya", Sahut Baekhyun.

"Apa kau sedang sarapan", dan Baekhyun tampak mengangguk .

"Kau lagi sakit dan hanya sarapan seperti ini", Irene langsung melangkahkan kaki nya kearah dapur dan menyiapkan bahan-bahan yang akan dimasaknya .

"Apa yang anda lakukan nyonya".

"Diamlah , kau perlu memakan bubur", sahut irene .

"Kau cukup duduk dan tunggu saja", lanjutnya . Baekhyun hanya tersenyum dibalik punggung irene , bagaimana bisa ia menemukan seorang wanita dengan hati malaikat.

-:-:-:-

Bubur yang dibuat irene sudah siap untuk baekhyun lahap . Dengan sangat pelan Baekhyun menyuap bubur itu dengan mata berbinar .

"Bagaimana rasanya".

"Ini sangat enak nyonya", irene tampak tersenyum dengan senang saat mendengar ucapan baekhyun .

"em .. apa kau sudah melihat ponselmu hari ini", Baekhyun menaikan sebelah alisnya tidak mengerti .

"Belum , memangnya ada apa nyonya".

"Tidak , tapi sebaiknya kau jangan dulu melihat ponselmu", Baekhyun benar-benar tidak mengerti dengan ucapan wanita dihadapan nya itu . Dan baekhyun hanya menganggukan kepalanya .

.

.

Baekhyun kini seorang diri lagi di Apartement nya . sedangkan Irene sudah pulang sejak setengah jam yang lalu . Saat Baekhyun ingat dengan ucapan irene tadi , ia langsung mengambil ponselnya yang tergeletak diatas meja . Mata sipit itu tampak membola saat ia melihat notifikasi masuk dengan jumlah yang banyak .

"Kenapa banyak panggilan tak terjawab dan pesan dari Luhan dan Daniel", gumam baekhyun .

Saat sepasang mata Baekhyun melihat video dirinya yang tengah dicacimaki oleh kyungsoo sontak langsung menjatuhkan ponselnya begitu saja . Baekhyun jelas terkejut , tidak pernah terpikirkan sekalipun ada orang yang melakukan hal seperti ini . Gadis itu bisa menebak jika dirinya sekarang tengah menjadi cemoohan orang-orang lagi diluaran sana . Tubuh Baekhyun jatuh begitu saja diatas lantai , rasanya ia sudah tidak sanggup untuk berdiri dan menatap semua orang diluaran sana.

tingtong...tingtong...

Sedangkan diluar Apartemen Baekhyun seseorang terus membunyikan bel nya , namun gadis ini bahkan enggan untuk berdiri . Tatapannya tampak kosong dengan airmata yang menetes dari sudut matanya .

.

.

.

.

.

TBC

Gimana reaksi kyungsoo dan irene ke Baek ? setuju kah seperti itu . atau reaksi kyungsoo kurang galak ? mau bikin lebih galak lagi ? :D .

Gomawo yang sudah follow , fav dan selalu review . Untuk SIDERS mohon KESADARANNYA saja .

silahkan mampir ke kotak review .

THANKS

Guest

Thanks udah mampir di chap-chap sebelumnya . kenapa panggilannya Daddy ? sesuai ama judulnya ya . Chanyeol ma Baekhyun perbedaan usia nya sekitar 17 thn , jadi ga mungkin kalo baekhyun manggil chanyeol dgn nama . Dan alasan lain baekhyun manggil chanyeol dgn sebutan Daddy karena keinginan chanyeol sndri.

babee.ch

makasih ya udah mampir di ff ini :)

hulas99

makasih tetep ngikutin ff ini . kapan naena ? tunggu chanbaek khilaf aja ya :D

Neni Komala

makasih sudah mampir .

bbqqque

gomawo sudah mampir .

veraparkhyun

kita siksa bareng" yuk umin nya :D .. Hahaha Luhan jadi singa betina di ff ini . Kejawab ya di chap ini tentang irene ke baek . Tetep tunggu kelanjutan nya ya .

ruixi1

makasih selalu mampir .

EvieBeeL

untung benih cinta ya bukan benih yang lain :D . makasih selalu mampir .

1004teuk

Aku bikin karakter xiumin d isini bae-bae tapi doyan nusuk :D . Kejawab ya di sini reaksi kyungsoo ke baek .

jyongjae

akan ada saatnya ko chanyeol ntar terjebak ma perasaan nya :D . makasih udh mampir di ff ini .

see you pecinta chanbaek ...