(The Last) Guest Review's Reply:
Everlasting Friend: Wuih, semangat ya Kakak, saya aja masih nganggur banget ini gara-gara libur kuliah... Terima kasih masih ngreview di tengah kesibukan ^^
hanum sal: Jjaa, ketemu lagi :) Pumpkin (fansnya Bang Sungmin namanya ini 'kan?) tingkat kronis ya? Terima kasih reviewnya...
Author's note: Jadi, sebenarnya chapter sebelumnya itu udah ending secara de facto, tetapi secara de jure-nya masih ada tambahan berupa chapter ini... (emm, apa kebalik? ah, sudahlah, ini bukan pelajaran PKN) Chapter ini cuman twist aja sebagai finishing touch di masa sekarang-nya Rina, Dini, Titin-unni, dan ibu pemilik rumah. Saya sangat berterima kasih pada semua orang yang ngikutin FF ini dari awal sampai akhir, meskipun para lelaki tua ini jadi gila di tangan saya :p
Anyway, here's the last chapter. Terima kasih, maaf, dan sampai jumpa! (numpang promosi, saya barusan bikin oneshot judulnya 'Utopia: Di Suatu Waktu yang Jauh', kalau sempat lihat, dibaca ya...)
Episode 9
Empat tahun berlalu.
Ibu pemilik gubuk baru saja selesai menyapu halaman rumah majikannya. Itu rutinitasnya setiap sore menjelang tuan besarnya pulang. Dia melangkah masuk ke rumah untuk mencuci piring. Begitu ibu pemilik gubuk masuk...
"Whoaaa, Kyuuuu!" Terdengar kehebohan majikan kecil ibu pemilik gubuk dari dalam rumah. Rupanya, ada acara musik di televisi. Korean Pop.
'[Kyuhyun] Sesangi nae mamdaero andwendago hwaman naemyeon andwae, Gerol piryo opji (whouo...)
[Si Won] Kogjongdo palja da jageun ire neomu yeon-yeonhaji malja, mome Johji anha
[Heechul] Seongjeogi johatdaga nappatdaga geueron geoji mwo (heung...)
Siljogi ollatdaga tteoreojyeotda geuron ttaedo itji[1]'(Mr. Simple)
"Lah. Sudah gede-gede ya mereka sekarang. Sudah muncul di TV, lagi." Ibu pemilik gubuk manggut-manggut. Dia kagum terhadap anak-anak yang dulu begitu kumal, yang bisa begitu bahagia hanya karena sepanci kolak. Sekarang, mereka benar-benar sudah jadi superstar seperti harapan mereka dulu. Mereka bersinar, sukses, tampan, dan banyak fans. Ibu pemilik gubuk senang mereka sudah hidup bahagia sekarang.
Karin, gadis kelas 2 SMP yang merupakan majikan kecil ibu pemilik gubuk, menoleh kaget pada pembantunya. "Bibi tau Super Junior? Kok bisa?"
"Lho, ya jelas tho Mbak. Mereka itu dulu 'kan tetangga saya. Dulu, mereka itu tinggal di gubuk bapak saya yang sudah kosong."
Karin menatap pembantunya bingung. "Bibi nggak kenapa-napa 'kan?" batinnya.
"Oh ya Mbak, saya hampir lupa. Mbak bisa bahasa Korea, nggak?"
"Eumm, nggak begitu sih. Kenapa Bi?"
"Sebentar ya," ibu pemilik gubuk berlalu ke kamar pembantu, lalu keluar lagi dengan sesuatu yang membuat Karin kena serangan jantung, "Mbak bisa tolong terjemahin surat ini? Ini kemarin dikirimin mereka sama CD lagu yang di TV itu."
Karin langsung terlonjak dari duduknya. Itu benar-benar CD 'Mr. Simple'. Di CD itu, disertakan sepucuk surat dan selembar foto Super Junior yang ditandatangani personel yang masih aktif. Karena surat ditulis dalam bahasa Korea, ibu pemilik gubuk nggak ngerti apa isinya. Sebenarnya, surat itu berisi ucapan terima kasih dan maaf karena tidak bisa mengirim album mereka sebelumnya, 'Sorry Sorry'. Setelah keluarnya album itu, SuJu didera banyak masalah (untuk rincinya silahkan browsing sendiri) sehingga tidak bisa mengirimkan album mereka pada ibu pemilik gubuk.
Tangan Karin gemetar melihat apa yang ada di tangannya. "Bibi, i-ini asli? K-kok bisa? Ng-nggak mungkin! Kyaaa!"
Ibu pemilik gubuk tidak begitu menghiraukan histeria sang majikan. Matanya tertuju ke layar kaca dan menghitung jumlah personel yang ada di klip musik tersebut dengan hati-hati. "Kenapa kok cuma ada sepuluh ya? Bukannya mereka ber-13 semuanya?"
Rina, yang sekarang mahasiswi akuntansi di sebuah universitas negeri ternama, sedang membaca tabloid remaja sambil mendengarkan musik. Di tabloid-tabloid remaja sudah tak sulit lagi menemukan foto-foto Super Junior dalam ukuran besar, bahkan kadang tersedia dalam bentuk poster. Super Junior sudah jauh lebih terkenal dibanding saat Rina memergoki mereka di bantaran Kali Kamal. Mereka bahkan dijuluki King of Hallyu alias raja K-POP.
"Mbak, saya masuk ya." Titin-unni membuka pintu kamar Rina perlahan, membawakan kudapan untuk majikan kecilnya, seperti biasa kalau malam Minggu. Rina tidak mengalihkan pandangnya dari tabloid remaja yang sedang dibacanya. "Ya Unni, taruh aja situ." katanya sambil menunjuk meja belajarnya.
Bukannya meletakkan nampan kudapan di meja belajar, Titin-unni malah meletakkan nampan di atas pangkuan majikannya. "Cemilan hari ini spesial, Mbak."
Rina mengalihkan pandang dari tabloid remajanya ke nampan cemilan. Matanya yang sudah lebar lebih melebar lagi ketika melihat ada CD album 'Mr. Simple' di nampannya. "A-apa ini?! Ini 'kan... ini 'kan album terbaru mereka! Demi apa..."
Titin-unni tertawa kecil. "Ibu saya, Mbak, sowan (berkunjung) ke makam bapak saya kemarin di Korea. Nah, karena saya nggak bisa ikut, beliau mbeliin saya ini biar saya nggak sedih karena nggak ikut sowan."
Rina ternganga.
Terrt, terrt! Ponsel Rina bergetar, memotong ucapan Titin-unni. Rina segera meraih ponselnya dan mengangkat telepon. "Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam! Rina, Rina! Lu tau nggak, gue tadi ke toko CD. Tujuan gue sih mau jalan-jalan doang, eeeh... gue bener-bener selamet, dapet CD Mr. Simple satu-satunya di toko itu! Yeeeey!"
Kebiasaan. Rina menjauhkan telinganya dari ponsel. "Kamu nggak usah heboh, Din. Aku sama Titin-unni juga punya..."
"Iya? Wah, kita benar-benar beruntung ya. Ya Allah, jadi ini arti ngimpi gue digigit anakonda semalem!"
Anakonda 'kan nggak suka nggigit orang, tapi ngelilit orang..., batin Rina. Titin-unni cuma bisa terkikik.
"Kita malem mingguan pake ini yuk, Rin! Aku habis ini mau puter CD-nya, kamu juga, ya! Assalamualaikum!"
'Because I naughty, naughty, Hey! Mr. Simple
Because I naughty, naughty,
Daradadadadadada
Daradadadadadada
Suju Kanda!'
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.
"Kenapa Mbak? Kok ngitungin orang terus? Jumlah mereka nggak akan berubah jadi 13." Titin-unni mengomentari tindakan majikannya yang tak melepaskan pandangannya dari layar kaca. Telunjuk Rina terus bergerak menghitung sampai akhirnya Rina sadar bahwa Titin-unni benar. Hangeng keluar dan kecil kemungkinan akan kembali pada SuJu. Kibum hiatus sangat lama dan seakan-akan juga tidak akan pulang. Kangin masih menjalani wajib militer, tidak mungkin bisa beraktivitas bersama SuJu saat ini. Ke depan, pasti akan semakin banyak personel yang 'menghilang' untuk wajib militer.
"Mereka nggak akan pernah lengkap lagi, 'kan?" tanya Rina retoris, pandangannya masih tertuju ke layar kaca.
"Siapa yang tahu, Mbak? Masa depan bukan milik kita, tapi milik Allah," Titin-unni menunjukkan hidden wisdomnya, "Mungkin sekarang banyak posisi yang kosong, tapi siapa yang tahu masa depan? Mungkin aja beberapa tahun lagi setelah semuanya sudah melaksanakan kewajiban wamil, nikah dan punya anak, mereka konser lagi dalam formasi lengkap? Mbak inget nggak kalau Hankyung-oppa janji mau datang lagi ke Indonesia dalam rangka Super Show? Nah, bisa aja 'kan hal yang saya khayalkan tadi kejadian?"
Iya sih. 'Ndhisiki kersa' [2]itu bukan suatu hal yang bagus. Takdir hanya Allah yang tahu. Rina tertawa membayangkan pria-pria itu 10 tahun lagi, membawa istri dan dua orang anak masing-masing orang, lalu nge-dance Mr. Simple di panggung. "Whoaa, panggungnya harus luas banget tuh kalau mereka mau tampil bareng istri sama anak-anak mereka!" katanya. Titin-unni pun tergelak. "Kalau masing-masing bawa 3 orang, berarti ada 72 orang yang bakal naik panggung! Wah, Indonesia kudu nyiapin panggung beton ya Mbak! Siapa tahu dipake 10 tahun lagi!"
'Bwara Mr. Simple, Simple geudaeneun geudaeneun geudaero motjyo
Bwara Mrs. Simple, Simple, geudaeneun geudaeneun geudaero yeppo (SJ Call)
Bwara Mr. Simple, Simple geudaeneun geudaeneun geudaero motjyo
Bwara Mrs. Simple, Simple, geudaeneun geudaeneun geudaero yeppo (SJ Call)[3]' (Mr. Simple)
Dini baru saja pulang dari rapat OSIS. Dia lari sekencang-kencangnya menuju perguruan silatnya. "Bang Irfan bakal marah lagi nih kalau gue telat, hadeeeh! Ketua OSIS ngeselin, ngomongin pengadaan tempat sampah kelas aja lama bener!" gerutunya. Karena terburu-burunya, Dini lupa kalau tukang-tukang becak menyediakan jasa antar yang lebih cepat daripada berlari.
Tukang becak. Dini yang baru saja melewati pangkalan becak tersenyum-senyum sendiri sambil berlari. "Untung deh gue nggak gila habis naikin becak Siwon-oppa. Yah, orang-orang itu sudah sukses sekarang. Kalau gue ketemu makhluk-makhluk kayak gitu lagi, gue pasti udah pingsan!"
Bruak!
Karena berlari dengan tidak hati-hati, Dini menabrak seorang petugas kebersihan (red: pasukan kuning) yang sedang menyapu jalanan. Dini cepat berdiri dan membersihkan roknya, lalu buru-buru minta maaf. "Maaf ye Bang, eh Pak, eh Bang! Saya lagi buru-buru, nggak sengaja!"
"Iya, tidak apa-apa, maafkan saya juga..."
Ha?
Suara ini sepertinya tidak asing. Dini mendongakkan kepalanya. Seketika berjuta belut listrik menyetrumnya. Gadis berjilbab itu memang bukan anggota Shawol[4], tapi kalau orang ini, Dini mengenalnya terlalu baik.
"Taemin-oppa!"
Dini kehilangan kesadaran.
Cerita superstar lain di Indonesia baru saja dimulai.
TAMAT
[1] Korea: [Kyuhyun] Jangan marah kalau dunia ini tidak berjalan seperti kehendakmu, tidak perlu begitu (whouo...)
[Si Won] Jangan kau pusingkan hal-hal yang remeh, tidak baik untuk tubuhmu
[Heechul] Nilai bisa bagus bisa jelek, memang kenapa? (heung...)
Kinerja bisa naik bisa turun, itu sudah biasa
[2] Jawa: mendahului keputusan Tuhan dengan nge-judge sesuatu pasti terjadi atau tidak mungkin terjadi
[3] Korea: Lihatlah Mr. Simple, Simple kamu memang keren
Lihatlah Mrs. Simple, Simple, kamu memang cantik (SJ Call)
Lihatlah Mr. Simple, Simple kamu memang keren
Lihatlah Mrs. Simple, Simple, kamu memang cantik (SJ Call)
[4] sebutan untuk fans SHINee, idol group Korea yang juga berada di bawah naungan SM Entertainment
Special thanks to: chairun, rafiz sterna, lee ikan, DIANA, hanum sal, Liu HeeHee, Park Ji Hee, siskasparkyu0, nvyptr, Bryan Andrew Cho, Sherry Cho, Everlasting Friend, sparkyu amore, riekyumidwife, kazamatsu, lavendergothic, Cho Michelle, Kim -Jung- Hyewon, tiaraputri16, Deyerraa, JewelsClouds, MissAegyoKyu31 (Ada yang belum disebut?)
Terakhir, terima kasih pada ELF pendamping saya yang sudah menggila bersama saya :3
