Hari pemakaman Siwan

Ada banyak pelayat yang datang kegereja untuk memberikan doa buat Siwan. Dari mulai relasi bisnis mendiang tuan Lee, rekan bisnis Leeteuk, Kyuhyun juga Eunhyuk chingudeul Siwan saat SMP, Temasuk pengacara Shindong.

Leeteuk sangat berduka dan harus dipapah pengawal karena Leeteuk tampak sangat rapuh sehingga tidak mampu menopang tubuhnya sendiri. Angela yang masih belum memahami apa yang terjadi padahal dia telah kehilangan appa biologisnya

"oppa! Siapa sebenarnya yang ada didalam peti mati itu? Oppa masih hidup bukan?" Tanya Angela disela – sela doa yang sedang dipanjatkan pendeta

"kamu punya dua oppa Angela! Kami saudara kembar dan sangat mirip" jawab Siwon memelankan suaranya

"lalu oppa yang meninggal itu oppa yang mana?" Tanya Angela bingung

"oppa yang sudah memberimu kehidupan Angela! Kamu jangan pernah lupa untuk terus mendoakannya karena oppa yang meninggal itu sangat menyayangi kamu" Siwon memeluk Angela lalu air matanya kembali menetes

"kemana Heechul eonnie? Kenapa aku tidak melihatnya?" Angela bertanya tentang Heechul

"apa kamu sangat menyukainya? Sehingga kamu terus menanyakannya?" Tanya Siwon tidak memberikan jawaban

"nee! Aku sangat menyukainya oppa! Eonnie sangat baik padaku" jawab Angela polos

"oppa juga sangat menyukainya! Dan ingin sekali menolongnya untuk segera keluar dari sel itu" lirih Siwon dalam hati

Kesan – kesan tentang Siwon sudah disampaikan beberapa keluarga juga chingunya. Peti mati Siwan diangkat untuk segera dikuburkan di pemakaman keluarga dibelakang gereja.

Leeteuk kembali pingsan saat peti mati berisi jasad Siwan perlahan dimasukan kedalam galian tanah. Isak tangis dari beberapa orang yang memiliki kenangan indah bersama Siwan saling beringan termasuk Stella yang terus meneteskan air matanya.

Siwon memperhatikan sikap dan duka yang ditunjukan Stella. Siwon berfikir sangat wajar jika Stella berduka seperti itu karena bagaimanapun Siwan sudah memberinya keturunan walau mereka tidak ditakdirkan bersama.

Upacara pemakaman sudah selesai. Siwon, Angela juga Leeteuk segera kembali ke istana. Leeteuk benar – benar berduka dan tampak tidak memiliki semangat hidup setelah ditinggal Siwan. Sekembalinya dari upacara pemakaman Leeteuk mengunci diri didalam kamar dan tidak membiarkan siapapun masuk kedalam kamarnya termasuk Siwon dan Angela

"oppa! Kenapa eomma tidak membolehkan aku masuk kedalam kamar? Eonnie tidak ada, eomma juga begitu, aku jadi sedih oppa" Angela mengeluh

"memangnya aoa yang biasa kamu lakukan dengan Heechul eonnie?" tanya Siwon penasaran

"dia selalu membacakan aku cerita yang seru juga mengajariku mengikat rambut yang lucu" jawab Angela polos

"kalau begitu biar oppa yang membacakan cerita untukmu" Siwon menawarkan diri untuk menghibur Angela

"shiro! aku mau Heechul eonnie!" Angela merajuk manja

"agassi! Biar ahjuma yang menemani agassi ahjuma juga bisa membacakan cerita seru" Stella menghampiri Angela untuk mengambil hatinya

"shiro! Aku tidak suka sama ahjuma! Ahjuma menyebalkan" Angela mendorong Stella yang mencoba memeluknya

"agassi!" Stella membentak Angela diluar kendali

"oppa! Suruh ahjuma ini pergi" Angela berlari menghampiri Siwon lalu menangis

"ahjuma! Anda sudah benar – benar keterlaluan" Siwon menggendong Angela meninggalkan Stella sendirian

Stella menangis karena dia menyesal tidak bisa mengendalikan dirinya dan sudah membentak Angela puterinya sendiri. Dia segera berlalu kembali keruangannya.

Siwon membawa Angela masuk kedalam kamar Angela lalu membaringkannya diatas kasur bernuasa pink itu

"oppa kenapa ahjuma berani memarahi aku?" Angela bertanya

"dia pasti kecewa karena kamu sudah mendorongnya sayang" jawab Siwon mengusah kening Angela

"aku tidak suka sama ahjuma itu oppa" Angela merajuk

"waeyeo? Apa ada alasan kenapa kamu tidak menyukainya?" tanya Siwon penasaran

"karena ahjuma itu sering bilang aku harus menganggapnya seperti eommaku! Dia juga sering melarangku untuk dekat sama Heechul eonnie. Dia bilang kalau Heechul eonnie adalah orang jahat yang bisa mencelakaiku kapan saja. Padahal Heechul eonnie itu orang yang sangat baik" jawab Angela apa adanya

"jinja? Sudahlah lupakan apa yang dikatakan ahjuma Stella mungkin dia iri karena kamu dekat dengan Heechul eonnie" Siwon memasangkan selimut menutup badan Angela

"oppa! Temani aku sampai aku tertidur yah!" Angela memejamkan matanya

"tentu saja! Tidur yang nyenyak sayang" Siwon mengecup kening Angela

Setelah Angela tidur pulas Siwon segera keluar dari kamar Angela untuk beristirahat dikamarnya sendiri. Belum sampai dikamar Stella datang menghampiri

"miane tuan muda!" Stella memanggil

"ada apa?" tanya Siwon dingin

"bisa saya bicara sebentar?" Stella meminta

"ini sudah larut malam ahjuma! Apa tidak bisa besok saja?" Siwon menolak

"saya tidak pernah punya kesempatan untuk bisa bicara berduaan dengan anda saat siang tuan! Ini penting buat saya" Stella memaksa

"katakan apa yang ingin kamu bicarakan?" Siwon menyerah

"tidak bisa disini tuan! Saya takut ada yang mendengar" Stella semakin bertingkah menyebalkan

"lalu dimana?" tanya Siwon ketus

"dibawah tuan! Dikolam renang" Stella turun mendahului Siwon

Siwon mengikuti langkah Stella dengan langkah yang berat. Dalam hatinya Siwon berfikir kenapa dia bisa begitu membenci Stella padahal dia sama sekali tidak pernah mengenalnya. Apa karena dia mengaku pernah menjalin kasih dengan Siwan sehingga lahirlah Angela? Atau ada alasan lain? Siwon dibuat bingung karenanya

Mereka berdua sudah berada didepan kolam renang yang sepi dan begitu dingin. Hampir semua pelayan sudah beristirahat sehingga tidak akan ada yang menyaksikan mereka berbincang ditempat itu

"kamu benar – benar menyusahkan ahjuma! Disini begitu dingin" keluh Siwon mencari kehangatan dengan melipat tangan didadanya

"mianata! perlu saya buatkan teh jahe?" Stella menawarkan

"tidak perlu!" Siwon menolak tegas

"sekarang katakan apa yang ingin kamu bicarakan!" Siwon mendesak

"apa yang saya ucapkan malam itu dan apa yang sudah saya lakukan pada tuan saya sangat menyesalinya! Mianata saya tidak tahu kalau tuan ternyata bukanlah tuan Siwan" Stella mengutarakan isi hatinya

"gwencana!" respon Siwon dingin

"saya ada permohonan yang ingin sekali saya ajukan tuan!" Stella mulai mencari celah

"apa itu?" tanya Siwon mulai penasaran

"biarkan saya membawa Angela pergi dari rumah ini! Saya adalah eommanya saya ingin sekali mengurusnya tuan" Stella memelas

"waeyeo? Kamu mau pergi?" tanya Siwon

"sudah tidak ada lagi alasan bagi saya untuk tetap bertahan dirumah ini tuan! Satu – satunya namja yang sangat saya cintai didunia ini sudah meninggal, tuan muda Siwan adalah alasan utama kenapa saya bertahan ditempat ini" Stella meneteskan air matanya

"sebesar itukah rasa cintamu terhadap Siwan?" Siwon mulai simpaty pada Stella

"nee! Saya sangat mencintainya sampai – sampai saya tidak mempedulikan perasaan saya sendiri yang sering tersakiti oleh perlakuan kasar dari nyonya juga puteri saya sendiri" Stella menyeka air matanya

"saya menyesal kamu harus mengalaminya! Tapi mianata saya tidak bisa menolong kamu untuk mengabulkan keinginan kamu membawa pergi Angela dari rumah ini" ujar Siwon

"saya mohon tuan muda! Angela adalah satu – satunya kenangan yang Siwan berikan buat saya!" Stella memohon

"saya tidak memiliki hak apapun atas Angela! Jika memang kamu sangat menginginkannya kamu bisa minta eomma!" Siwon mulai kesal dengan tingkah Stella

"kenapa kalian begitu serakah? Kenapa kalian begitu tidak adil memperlakukan saya hanya karena saya orang miskin? Saya sudah mengabdikan diri melayani sepenuh hati bekerja ditempat ini! Bahkan saat saya diperkosa tuan muda, saya tidak melaporkannya. Saya pasrah begitu saja saat nyonya merampas Angela dari pelukan saya. Yang saya inginkan tidaklah banyak tuan! Saya hanya ingin Angela" Stella histeris

"ahjuma kendalikan diri anda! Anda bisa membangunkan seisi rumah!" Siwon mengingatkan Stella

"saya pikir tuan muda berbeda dengan yang lainnya! tapi ternyata anda sama saja! Kalian semua kejam" Stella berlalu meninggalkan Siwon

Siwon menarik nafas dalam. Dia menjadi sangat bingung dan merasa menyesal karena tidak bisa membantu Stella. Siwon menjadi simpaty pada penderitaan Stella selama menjadi budak nafsu Siwan dan perlakuan kasar dari eommanya.

Siwon duduk dikursi malas dikolam renang itu. dia sudah tidak ada mood untuk tidur beristirahat dikamarnya. Langit cerah dia pandangi dengan banyak beban dalam benaknya. Rasa kantuk dia tahan karena dia memang tidak ingin melewatkan malam penuh tragedi itu tanpa berfikir bagaimana mencari jalan keluarnya.

"hyung! Balaskan dendamku pada yeoja yang sudah membunuhku! Dia sudah membunuhku hyung! Dia adalah pembunuhnya hyung balaskan dendamku! Jangan ragu hyung hukum dia buat hidupnya menderita hyung" terdengar suara Siwan berbisik ditelinga Siwon yang baru saja terlelap

Siwon langsung terjaga dan sangat berkeringat

"Siwan-ah! Dimana kamu? Katakan padaku siapa yang telah membunuhmu?" Siwon berbicara sendiri

"tuan muda! Kenapa tuan muda tidur disini?" pelayan Jung menghampiri Siwon yang sedang mengigau

"ahh saya sedang bermimpi" Siwon segera berdiri lalu melangkah untuk masuk kedalam rumah menuju kamarnya

"aneh tadi jelas terdengar Siwan berbisik padaku begitu nyata dan aku tahu aku tidak sedang bermimpi" bisik Siwon dalam hati saat berjalan menuju kamarnya

Siwon sudah masuk kedalam kamarnya yang dulu adalah kamar Siwan. Dia lalu membuka laci meja kerja Siwan untuk mengeluarkan album masa lalu mereka

"Siwan-ah! Jika memang kamu ingin aku membalaskan dendammu bantulah aku untuk menemukan siapa pembunuhmu! Aku berjanji aku akan membalaskan dendammu siapapun orang yang telah membunuhmu itu" Siwon berbicara pada foto Siwan dimasa kecil

"aku yakin Heechul bukanlah orang yang telah membunuhmu!" Siwon memejamkan matanya

"balaskan dendamku hyung! Yeoja itu adalah pembunuhnya" Siwon kembali mendengar bisikan Siwan setiap dia memejamkan matanya

"katakan siapa dia? Jangan mempermainkan aku seperti ini" Siwon berteriak sendirian

"jinja aku benar – benar lelah dengan semua ini" Siwon berdiri melangkah menuju tempat tidurnya

"Tuhan biarkan aku istirahat sejenak aku ingin sekali melepaskan beban ini" Siwon memejamkan matanya

"Stella yang telah membunuhku hyung! Dia yang sudah membunuhku" Siwan masuk kedalam mimpi Siwon

Siwan memberikan Siwon penglihatan kemasa lalu dimana dia telah dibunuh Stella

Flash back to Siwan was killed by Stella

Malam sebelum kedatangan Heechul yang harus tinggal di istana itu berdasarkan amanat tuan Lee. Siwan menghubungi Stella melalui pesan singkat untuk menemuinya dikamar pribadinya lewat jam 1 pagi.

Stella tentu saja dengan semangat mengabulkan permintaan Siwan namja yang sudah lama mengisi hatinya. Tepat jam 1 pagi Stella mengendap – endap perlahan masuk kedalam kamar Siwan yang sengaja tidak dikuncinya.

Siwan seketika mencumbui Stella tanpa berkata sepatah katapun. Stella pasrah saja menikmati semua sentuhan dan kenikmatan yang diberikan Siwan padanya. Dua ronde sudah Stella pasrah digauli Siwan dengan doggy style juga posisi WOT tapi kedua adegan sex itu Siwan lakukan secara anal sex.

"keluarlah aku sudah puas!" Siwan mengusir Stella karena dia sudah puas

"tuan muda! Seperti inikah anda memperlakukan saya? Apakah anda tidak memiliki perasaan kasih sedikit saja pada saya?" protes Stella pada perlakuan Siwan

"mwo? Kasih? Maksud kamu aku jatuh cinta sama kamu begitu maksudmu?" Siwan mengejek

"lalu kenapa tuan kembali menggauliku jika tuan tidak memiliki perasaan padaku?" tanya Stella dengan mata berkaca – kaca

"ini ambilah!" Siwan melemparkan sejumlah uang kewajah Stella

"itu upahmu karena telah melayaniku! Buatku kamu tidak lebih dari pelacur pinggir jalan yang menjajakan tubuhnya demi mendapatkan uang!jadi jangan pernah bermimpi aku jatuh cinta padamu karena aku menggaulimu" Siwan menghina Stella

"anda kejam sekali tuan! Aku adalah eomma dari anakmu" Stella menangis

"tutup mulutmu! Istirahatlah karena besok aku masih membutuhkan tubuhmu! Besok adalah hari yang besar karena yeoja sialan itu akan tinggal bersama kita! Kamu harus membantuku untuk menyingkirkannya! Kita lihat apakah kamu berhasil melakukannya maka aku bisa saja jatuh cinta padamu" Siwan memanfaatkan ketidak berdayaan Stella

"aku sudah memikirkan rencana besar untuk menyingkirkan yeoja sialan itu. aku akan mengajaknya kepulau Nami dan berpura – pura ada masalah disupermarket. Dia pasti tidak akan menolak karena dia memang sangat menghargai warisannya itu. kita singkirkan dia dijalan! Kita tidak perlu membunuhnya yang penting buat dia tersesat dijalan yang sepi itu" Siwan menyampaikan rencana busuknya

"apa yang harus saya lakukan tuan?" tanya Stella

"besok kamu minta cuti pada eomma untuk beberapa hari! Kita akan melewatkan malam yang indah jika kita berhasil menyingkirkan yeoja sialan itu" Siwan memeluk Stella untuk merayunya

"baiklah tuan apapun akan saya lakukan untuk membuat tuan jatuh cinta pada saya" Stella mengambil uang yang dilemparkan Siwan selembar demi selembar setelah terkumpul semua Stella segera keluar dari kamar itu sebelum ada pelayan lain melihatnya.

Dalam perjalanan menuju pulau Nami, Siwan memang meminta Heechul untuk memakai mobilnya sendiri. Stella yang sudah mendapatkan ijin cuti dari Leeteuk sudah menunggu mobil Siwan dijalan.

Stella segera masuk kedalam mobil Siwan dijok belakang setelah dipastikan aman dan tidak ada seorangpun yang melihatnya.

"saya sudah melihat ramalan cuaca tadi pagi ditv tuan! Mereka bilang akan turun hujan besar disekitar perjalanan menuju pulau Nami" Stella membuka percakapan

"jinja? Hmm Tuhan memang berpihak pada kita" Siwan tersenyum licik

"waeyeo? Bukankah terlalu beresiko jika tuan meneruskan perjalanan kepulau Nami?" tanya Stella polos

"kita tidak akan pernah sampai ke pulau Nami! Hujan akan memuluskan rencanaku membuat yeoja itu tersesat" Siwan melajukan mobilnya lebih cepat

"sepertinya nona itu orang yang sangat pintar tuan! tidak mudah buat kita membodohinya" Stella mengamati mobil Heechul yang melaju tidak jauh didepan mobil mereka

"dia memang yeoja yang sangat pintar dan begitu mempesona! Kamu tahu yeoja macam dia adalah yeoja yang selama ini aku inginkan! Tapi sayang yeoja itu sudah merampas hak ku atas warisan kakek" Siwan memasang wajah yang dingin

"apakah tuan harus mengucapkannya didepan saya? Apakah tuan tidak bisa menjaga perasaan saya? Bagaimanapun saya sangat mencintai anda tuan" keluh Stella

"ohh sudahlah hentikan omong kosongmu itu" Siwan kecewa pada Sikap Stella yang sok ngatur

Karena jalan lurus menuju pulau Nami banjir Siwan yang memang sudah merencanakan mengambil jalan sepi untuk menjebak Heechul, mengajak Heechul untuk mengikutinya menelusuri jalan sepi itu.

Ditengah jalan Siwan mengajak Heechul beristirahat sejenak untuk sekedar makan.

"kamu tunggu disini! Ingat jangan keluar sebelum aku menyuruhmu keluar! Perhatikan yeoja itu sampai dia keluar! Jika kamu melihat dia keluar mengikutiku, jangan lupa untuk memasukan tabung ini kedalam mobilnya! Uapnya akan membuat dia tertidur pulas selama beberapa jam" Siwan memberikan sebuah tabung seperti botol spay rambut pada Stella

"baik tuan!" jawab Stella patuh

Siwan segera masuk kedalam rumah makan yang lumayan penuh dengan pengunjung setelah berbicara sebentar pada Heechul. Stella terus mengawasi mobil Heechul dan menunggunya keluar dari mobil itu.

Tak lama Heechul turun dari mobilnya lalu masuk kedalam rumah makan itu. tanpa membuang waktu, Stella segera keluar untuk menjalankan aksinya membius Heechul dengan uap yang ada didalam tabung itu.

Jendela mobil Heechul terbuka sedikit memudahkan Stella menjalankan aksinya tanpa harus membuka pintu itu. tabung itu Stella buka penguncinya lalu dilemparkan kejok depan mobil Heechul.

Karena penasaran dengan apa yang dilakukan Siwan didalam Stella memasangkan houdynya untuk menutupi seluruh kepalanya lalu melangkah masuk kedalam rumah makan itu dan berpapasan dengan Heechul dipintu masuk.

tanpa Heechul sadari dia telah menjatuhkan gelang pemberian tuan Lee sebagai hadiah pernikahannya tepat dikaki Stella. Stella segera memungut gelang cantik dan super mahal itu tanpa berniat untuk mengembalikan pada pemiliknya.

Stella sangat kecewa melihat Siwan begitu mesra dengan yeoja yang baru ditemuinya didalam rumah makan itu. Stella segera menghapiri Siwan yang hampir mencium bibir yeoja itu

"tuan muda! Apakah hal seperti ini memang sudah menjadi kebutuhanmu?" protes Stella diluar kendali

"apa urusanmu? Kerjakan apa yang sudah aku perintahkan! Siwan menarik kasar Stella menjauhi yeoja itu dengan mata melotot

"aku sudah melakukannya tuan! Stella tampak ketakutan

"jika begitu kembali kedalam mobil dan pastikan yeoja itu sudah tidak sadar" Siwan kembali memerintah

"baik tuan!" Stella segera keluar menahan tangisnya

Stella menangis tersedu didalam mobil Siwan dan merasa sangat tersakiti juga teraniaya. Stella mulai sadar kalau Siwan memang tidak akan pernah mencintainya secara tulus dan hanya memanfaatkan perasaan cintanya juga kebodohannya.

Siwan keluar bersama yeoja itu dan berjalan masuk kedalam kamar sudah bisa dipastikan mereka pasti akan bercinta didalam kamar itu membuat Stella semakin meradang.

"baiklah tuan muda! Sudah cukup buatku menjadi budak pemuas nafsu bejadmu! Aku sudah muak dengan semua ini! Hari ini akan menjadi hari terakhirmu bertualang! Aku akan membunuhmu juga yeoja itu" Stella tampaknya memang sudah kalap

Stella segera keluar mobil untuk menghampiri mobil Heechul. Kaca itu memang terbuka lebih lebar dari sebelumnya. Stella memastikan kondisi Heechul terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk melancarkan rencananya sendiri diluar kesepakatan bersama Siwan

"mianata Heechul-ssi kamu harus terlibat dalam masalah ini! Aku harus membuatmu celaka karena ternyata yeoja seperti kamulah yang sangat diinginkan tuan muda" Stella mencabut beberapa helai rambut panjang Heechul untuk dia manfaatkan

"kyaa nona! Apa yang anda lakukan? Tanya petugas parkir pada Stella

"aani! Saya hanya memastikan apakah yeoja ini baik – baik saja karena saya melihat dia tidak bergerak sama sekali" jawab Stella lancar saat berbohong

Tukang parkir itu menghampiri mobil Heechul untuk memastikan kondisi Heechul

"nona cantik ini sepertinya tidur pulas sekali! Tadi saya melihat nona ini menguap beberapa kali" ujar tukang parkir itu pada Stella

"jinja? Jika begitu biarkan nona ini istirahat" Stella segera berlalu kembali masuk kedalam mobil Siwan

Didalam mobil Stella mendapat pesan singkat dari Siwan yang isinya memerintah Stella untuk sembunyi di jok belakang tanpa bersuara karena Siwan berencana mengajak yeoja yang sedang berkencan dengannya pergi dari tempat itu.

Langit sudah mulai gelap Siwan akhirnya keluar dari kamar mesum itu kusut dan tidak karuan. Entah berapa ronde Siwan bercinta dengan yeoja itu. karena mereka menghabiskan waktu lebih dari 3 jam didalam kamar itu.

Siwan segera masuk kedalam mobil diikuti yeoja itu. siwan segera memanaskan mobilnya dan berbincang ringan dengan yeoja itu

"kamu hebat sekali saat diranjang! Aku benar – benar terpuaskan" ujar yeoja itu memainkan vital Siwan

"kamu juga sangat hebat" Siwan melumat habis bibir yejoa itu membuat Stella semakin murka

Setelah mesin mobilnya panas, Siwan segera melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu tanpa mempedulikan Heechul yang masih dalam pengaruh uap yang telah membiusnya. Begitu juga perasaan Stella yang harus menekuk tubuhnya begitu lama dijok belakang dan harus mendengarkan desahan nikmat yang keluar dari bibir keduanya karena Siwan dan yeoja itu saling memainkan vital lawannya.

Ahhh kita menepi saja dijalan sepi itu sayang" yeoja itu mendesah karena merasakan nikmat tiada tara

"apa kita akan melakukannya didalam mobil?" tanya Siwan semakin liar memainkan jarinya divital sang yeoja

"aku sudah tidak tahan sayang! Mari kita bercinta" yeoja itu mulai menurunkan celana dalamnya

Stella sudah tidak kuat menahan amarah dan rasa cemburu didadanya. Dia segera mengambil kunci Inggris yang tadi dia lihat dibawah jok lalu secara membabi buta memukulkan kuci Inggis itu kekepala belakang Siwan yang sedang asik bercinta diatas yeoja itu hingga Siwan terkapar.

Yeoja itu menjerit histeris melihat Siwan terkapar tidak berdaya diatas tubuhnya yang setengah telanjang. Stella yang sudah siap dengan niatnya membunuh Siwan menarik tubuh Siwan dari atas yeoja itu lalu mencekiknya dengan tangganya yang sudah terbalut sarung tangan sehingga tidak akan ada jejak sidik jari miliknya menempel di TKP.

Yeoja itu mencoba berontak untuk melawan keberingasan Stella yang mencoba mencekiknya dengan mencakar tengkuk Stella. Stella merasa kesakitan karena cakaran itu membuat dia semakin beringas mencekik yeoja itu hingga meregangkan nyawanya.

Yeoja itu tewas terkapar ditangan Stella. Dengan tenang Stella memposisikan Siwan dan yeoja itu diposisi semula. Dia lalu mengeluarkan gelang milik Heechul yang tadi dia temukan dirumah makan lalu menaruhnya didekat Siwan. Juga tidak lupa mengeluarkan rambut Heechul yang tadi dia cabut dari kepala Heechul dan menyimpannya disela – sela jari sang yeoja.

Stella segera membereskan tasnya dan mengambil semua uang yang ada didalam dompet Siwan untuk bekal dia keluar dari jalan itu lalu keluar dari mobil itu untuk bersembunyi menyelamatkan diri karena dia tahu jalanan itu sangatlah tidak aman jika dia berjalan sendirian.

Stella sembunyi didalam semak – semak sambil tidak berhenti berdoa meminta maaf atas dosa besar yang dia lakukan pada orang terkasihnya. Hingga dia tertidur pulas dan terjaga saat pagi menjelang. Langit sudah terang Stella memberanikan diri untuk meneruskan perjalanannya meninggalkan jalan itu.

Sebuah truk yang membawa ternak dihentikan Stella untuk membawanya keluar menuju jalan raya. Dia memberikan sejumlah uang yang banyak untuk supir yang sudah menolongnya. Stella selamat pulang kembali keistana dimana Angela anaknya berada.

tbc

tuh kan update tiap hari!

gmn chapter ini? suka gak?

yang nebak stella pembunuhnya daebaaaaaaak

keep review yah

gumawaooooo