Bonus Chapter (KyuMin)

Strength Love

Cast : KyuMin,

.

.

.

Oh Pheonix present

.

.

.

"Min!" Sungmin menoleh dan tersenyum manis saat Kyuhyun melambai padanya, membuat teman barunya di Universitas, Eunhyuk, tersenyum menggoda.

"Pacarmu, ya?" tanyanya main-main, Sungmin memberengut lucu.

"Hyukkie, berhenti menggoda ku!" ujar Sungmin. Eunhyuk tersenyum lebar.

"Iya, baiklah Tuan Puteri yang suka merajuk. Sana, temui kekasihmu.." balas Eunhyuk dengan nada mengusir, Sungmin menjulurkan lidahnya pada gadis itu dan melambai sembari menghampiri Kyuhyun yang masih menunggu didepan kap mobilnya, dengan teman-temannya tentu saja.

"Hai.." sapa Sungmin, Kyuhyun tersenyum dan mengecup pipi bulat kekasihnya tanpa malu.

"Tidak kau, tidak Kris. Sama mesumnya," dengus Donghae. Jongin tersenyum miring.

"Kau iri?" tanya Jongin dengan nada sing a song, Donghae meliriknya tajam.

"Pada akhirnya kau harus sesegera mungkin mencari kekasih, oppa.. supaya kita bisa kencan sama-sama." Ujar Luhan, Kyungsoo mengangguk menyetujui.

Donghae memutar bola matanya dengan malas, "Hei, rusa jelek, kau tidak sadar jika kau juga sendiri sekarang?"

Luhan mendelik, bibirnya mengerucut mendengar Donghae membahas tentang kepergian Sehun yang ikut mendaftar diuniversitas Kris. Di Amerika menyusul Jaekyung.

"Setidaknya aku dan Sehun sebentar lagi bertunangan, tidak seperti oppa yang pacar saja tidak punya!" tukas Luhan tak mau kalah.

"Ka-"

"Ayo pulang, oppa.." Kyungsoo menyela segala umpatan kasar Donghae dengan nada malas, membuat Jongin dan yang lain mati-matian menahan tawanya.

"Aish, kalian semua menyebalkan!" sungut lelaki keluarga Lee itu dan segera menaiki motor ducati-nya, meninggalkan mereka semua yang masih asyik tertawa.

"Kami pulang duluan ya, eonni.." ujar Luhan, "Oppa ingat jangan macam-macam dengan Sungmin eonni!"

Kyuhyun memutar bola matanya dengan malas dan mengangguk setengah enggan, Sungmin sendiri tersenyum manis dan melambai riang pada mereka semua sebelum akhirnya menatap Kyuhyun.

"Wae?" tanya Sungmin begitu melihat Kyuhyun tersenyum aneh padanya.

"Tidak ada apa-apa, kapan terakhir kalinya kita kencan berdua seperti ini?" Kyuhyun balas bertanya dengan jahil, menimbulkan semburat merah dipipi bulat Sungmin.

"Berlebihan!"

Kyuhyun tertawa gemas, "Sayang.. ada kedai eskrim yang baru buka di ujung jalan sana, mau coba?"

Begitu mendengar kata eskrim, Sungmin reflek menoleh dengan pandangan berbinar menatap kekasihnya yang tersenyum. Gadis cantik itu mengangguk antusias dan memeluk erat lengan kanan Kyuhyun.

"Ayo kita kesana!"

.

.

.

"Selamat datang di Blue Cafe, anda adalah pelanggan ke 43 yang datang hari ini. Dan berhak mendapat eskrim gratis. Selamat menikmati!" seruan pelayan didepan pintu masuk membuat bola mata Sungmin berbinar.

"Sungguh?! Gratis?"

"Selama anda tidak meninggalkan area kafe, anda berhak mendapatkan eskrim sepuasnya." Ucap pelayan tersenyum ramah. Sungmin melonjak girang dan segera menggandeng Kyuhyun yang pasrah saja untuk masuk dan memesan.

"Satu eskrim vannila dan satu eskrim coklat. Cup besar!" seru Sungmin semangat, pelayan yang berada dimeja kasir tersenyum ramah dan mengangguk.

Kedua sejoli itu segera duduk disalah satu bangku yang langsung mnghadap pemandangan sebuah taman kecil dipekarangan kafe tersebut. Menikmati eskrim pesanan mereka.

"Bagaimana kabar Jaekyung dan Kris?" tanya Sungmin, Kyuhyun menoleh dan menggedikkan bahunya acuh.

"Baik, Kris selalu mengamati perkembangan kesehatan Jaekyung." Jawabnya.

"Kenapa sampai sekarang kita belum mendengar kabar kehamilan Jaekyung, ya?"

Kyuhyun tergelak senang, "Sayang, mereka tidak akan berbuat macam-macam. Kris tidak akan mati semudah itu ditangan Jongwoon ahjussi." Ujarnya geli, "Lagipula mereka sudah menikah, tidak masalah jika sewaktu-waktu Jae hamil."

Sungmin mengangguk membenarkan, memang benar Jaekyung dan Kris sudah menikah 3 bulan yang lalu, sebulan setelah Jaekyung berulang tahun yang ke-20. Begitupun dengan Jongin dan Kyungsoo yang akan menikah bulan depan setelah mereka lulus.

Hampir 4 tahun menjalin hubungan dengan Kyuhyun membuat Sungmin tahu banyak tentang anak-anak populer itu.

Kyuhyun memperhatikan raut wajah Sungmin yang tiba-tiba menyendu, lelaki itu mencomot sedikit eskrimnya dan menyoleknya dihidung bangir sang kekasih yang berjengit kaget.

"Apa-apaan?!"

"Kenapa melamun? Memikirkan apa?" tanya Kyuhyun, mengabaikan protesan simungil yang tengah memberengut lucu.

"Tidak ada," jawabnya ketus. Kyuhyun tersenyum jahil.

"Kau ingin seperti Kris dan Jae juga?"

DEG!

Bola mata Sungmin membulat kaget begitu mendengar kalimat penuh nada jahil yang keluar dari bibir kekasihnya. Gadis itu mendelik dan memalingkan wajahnya yang mulai memerah karena perkataan Kyuhyun memang benar. Sungmin iri dengan Jaekyung.

Kyuhyun kembali tersenyum, sebelah tangannya beranjak mengusak surai kehitaman Sungmin yang terlihat halus. Dilihatnya siperempuan memundurkan tubuhnya dan menghindari tangan Kyuhyun dengan sumpah serapah yang mengatakan bahwa surainya terlihat berantakan.

"Sabar, ya? Kau tahu aku sedang mengusahakannya.." kalimat Kyuhyun barusan membuat Sungmin kembali menatap Kyuhyun dengan mata mengedip polos.

"Maksudmu?"

"Aku sedang berjuang untuk keluarga masa depan kita. Jadi kau harus bersabar, Nyonya Cho."

"YA!"

Kyuhyun tergelak, melirik wajah memerah Sungmin bagai tomat busuk itu sungguh menggemaskan. Sungmin memang tidak pernah suka dengan panggilan 'Nyonya Cho' yang disematkan Kyuhyun untuknya. Bukan tidak suka sebenarnya, lebih kepada malu. Karena saat Kyuhyun memanggilnya dengan sebutan itu, Sungmin akan membayangkan bagaimana jika seandainya ia benar-benar berganti dengan marga Kyuhyun. Memikir- ah, sudah! Sungmin malu sungguhan.

"Ayo pulang!"

.

.

.

.

Hari wisuda yang ditunggu-tunggu telah tiba, semua mahasiswa Kyunghee University, begitu juga bagi Kyuhyun, Sungmin, Jongin dan Donghae. Mereka akan melepas almamater kebanggaan dan siap menyandang gelar strata satu dengan membusungkan dada. Namun sedari tadi, Sungmin terlihat gelisah, karena Kyuhyun tak terlihat sedari tadi.

"Kau yakin Kyuhyun datang?" tanya Sungmin cemas, saat ini adalah pesta perpisahan yang diadakan secara private oleh Sungmin untuk kelulusan mereka, dikediaman keluarga Lee.

"Mungkin Kyuhyun masih dibandara. Kris, Jae dan Sehun janji akan datang kan?" tanya Jongin balik, menyesap segelas sampanye dan melirik Kyungsoo yang masih menata makanan.

Tetap saja Sungmin masih gelisah, permasalahannya adalah ia tidak bertemu Kyuhyun selama acara wisuda tadi siang, laki-laki itu juga tidak menjemputnya seperti biasa. Membuat hati perempuan itu diliputi cemas, Sungmin hanya sekali melihat Kyuhyun saat menerima ijazahnya, dan setelah itu Kyuhyun menghilang.

"Lu, apa Sehun sudah datang?" tanya Sungmin begitu melihat Luhan lewat, Luhan terdiam sejenak sebelum menggeleng sedih.

"Belum, eonni. Sehun bilang pesawat mereka delay selama beberapa jam," jawabnya sendu. Sungmin ikut meringis prihatin dan mengusap lengan perempuan bermata rusa itu dengan sayang.

"Maafkan aku," balas Sungmin sedih. Luhan mengangguk dan tersenyum.

"Tidak apa-apa, eonni."

"Sungmin-ah, ada kiriman paket untukmu." Donghae berteriak nyaring dari arah pintu, membuat sisa yang lain menoleh dan mengerutkan kening.

"Paket?" ulang Sungmin bingung, "Untukku? Semalam ini?" tanyanya lagi.

Donghae menggedikkan bahunya dengan acuh begitu sampai didepan Sungmin dan menyodorkan kotak bersampul kertas coklat itu, "Mana aku tahu,"

Sungmin dengan segera membuka segel paket itu, sedikit tergesa-gesa. Luhan, Donghae, Jongin dan Kyungsoo ikut memperhatikan dengan penasaran.

Dahi mereka serentak mengernyit saat melihat isi dari kotak tadi, sebuah disk cd polos, gadis itu membolak-balik cd itu beberapa kali sebelum bertanya dengan nada heran kentara.

"Apa ini?"

"Coba putar saja," saran Jongin, menunjuk sebuah dvd player dan layar putih yang terletak didekat taman. Sengaja untuk melihat semua kenangan mereka yang akan diputar nanti.

Sungmin mengangguk dan segera memasukkan cd itu, mem-play dan menunggu.

Semula layar yang tadinya hitam perlahan menunjukkan sebuah video yang diambil dari sebuah rumah yang sangat Sungmin kenal. Rumahnya.

"Sungmin-ah.."

"Appa? Umma?" bisik Sungmin pelan, disana, latar telah berganti menjadi taman samping yang terhubung dengan kolam renang rumah Sungmin, terdapat dua kursi yang masing-masing ditempati oleh kedua orang tuanya dan duduk menghadap kamera dengan senyum manis.

"Anak umma dan appa sudah besar rupanya, sudah mengenal laki-laki," didalam kamera Kangin berujar lembut dengan nada menggoda, Leeteuk yang berada disampingnya hanya tersenyum manis. "Kyuhyun anak yang sangat baik, appa percaya kalian tidak akan berbuat macam-macam sampai saatnya tiba."

Sungmin semakin bingung, dilirik teman-temannya yang masih memasang ekspresi sama bingungnya dengan dirinya sendiri.

"Kyuhyun datang hari ini untuk meminta putri eomma yang cantik ini menjadi istrinya," suara lembut Leeteuk mengalun merdu, namun tetap saja membuat Sungmin berjengit kaget. Kyuhyun meminta ia menjadi istrinya?

"Kami sempat terkejut, tapi usaha Kyuhyun untuk meyakinkan umma dan appa, membuat kami menerimanya dengan tangan terbuka." Lanjut Leeteuk lagi, Kangin mengangguk membenarkan, "Berbahagialah sayang, umma dan appa akan mendukung apapun keputusanmu." Tutupnya dengan senyum manis, Sungmin masih belum bisa merespon apapun sampai frame kedua orang tuanya berganti dengan orang tua Kyuhyun.

"Sudah umma bilang dari awal kalau kalian berdua itu cocok!" suara cerewet Heechul menggema didalam layar, Sungmin dan yang lainnya sempat berjengit kaget namun kembali fokus saat wanita paruh baya itu tersenyum manis bersama sang suami disampingnya, "Sungminnie.. umma akan bahagia sekali jika minnie menjadi menantu umma, kita akan berbelanja bersama, memasak bersama, mela-"

"Yeobo.." suara Hangeng menginterupsi rentetan kalimat Heechul, bisa didengar suara tawa mereka membuat Sungmin tak kuasa menahan air matanya sedari tadi.

"Aigoo, baiklah, maaf.. aku terlalu bersemangat, hehe." Ujar Heechul, kali ini menatap kamera dengan tatapan penuh sayang, "Kami berdua akan mendukung semua keputusan Kyuhyun, sebagai orang tua, kami hanya bisa berdoa untuk kebahagiaan kalian berdua."

"Berbahagialah selalu dengan Sungmin, Kyuhyun-ah.. jika memang dia yang terbaik untukmu.." ujar Hangeng bijaksana, Heechul mengangguk semangat dan mengepalkan kedua tangannya keudara sambil mengucapkan satu kata penyemangat dengan kalimat bernada heboh.

"Fighting!"

Dengan itu, video berakhir. Sungmin sudah menangis dalam diam tanpa menyadari bahwa lampu disekitar taman ikut meredup seiring berakhirnya durasi video tadi.

"Luhannie? Kyungsoo?" Sungmin baru tersadar saat matanya mengedar keseluruh penjuru dan mendapati hawa gelap. Apa dirumahnya sedang terjadi pemadaman listrik?

"Jongin? Donghae?" Sungmin kembali memanggil dua nama lelaki yang tadi berdiri disampingnya, namun tak satupun yang menjawab panggilannya. Sungmin merasa ia sedang ditinggal sendiri ditaman ini.

"Ya! Kalian mau mengerjaiku?!" seketika Sungmin menjadi ciut, kegelapan yang menyelimuti sekitarnya terasa mencekam dan membuatnya merinding. Selama beberapa saat, ia masih mencoba memanggil nama mereka dan mengatakan akan memaafkan mereka semua jika segera muncul. Namun panggilannya tidak digubris sama sekali.

Untuk beberapa saat, Sungmin terdiam. Gadis itu menajamkan pendengarannya dan mencoba waspada pada setiap pergerakan yang ada. Matanya kembali mengedar, namun tetap saja yang dilihatnya hanya hitam kelam.

"Sungmin-ah.."

Tiba-tiba, satu penerangan kembali hadir saat sebuah suara memanggilnya, gadis itu mengernyit dan berbalik. Terkesima.

Kyuhyun, laki-laki yang selama satu hari ini menghilang tanpa jejak dan seakan tak datang diwisuda mereka, berdiri dengan gagah ditengah-tengah taman, dengan sebuah kemeja putih press-body, lengan baju yang digulung sampai siku, dan celana bahan berwarna hitam menjadi pelengkap setelan tidak resminya. Rambut kecoklatannya dipangkas menjadi lebih rapi dan ditata sedikit acak-acakan, menimbulkan kesan maskulin, bonus senyuman tipis yang ia layangkan pada Sungmin cukup membuat gadis itu menjerit bak fangirl dalam hatinya. Tampan!

Sungmin masih dalam disorientasinya saat Kyuhyun mendekat dan menyodorkan satu buket bunga dan mengecup keningnya, lelaki itu hanya tersenyum maklum dan mencubit pelan pipi gadis itu sampai ia memekik.

"Selamat atas kelulusanmu.." ujar Kyuhyun tulus.

"Darimana saja kau?!" bukannya senang, Sungmin malah menyembur Kyuhyun dengan amarahnya yang tentu saja dianggap angin lalu oleh pria itu.

"Maaf, ada beberapa hal yang harus kulakukan."

"Apa maksud video tadi? Kenapa orang tuaku dan orang tuamu berbicara tentang pernikahan kita? Dan apa maksudmu memintaku menjadi istrimu didepan orang tuaku?" rentetan pertanyaan Sungmin membuat Kyuhyun tersenyum, dicubitnya kembali pipi gadis itu dan menjawab dengan nada misterius.

"Karena memang itu yang akan kulakukan."

Belum sempat Sungmin bertanya, Kyuhyun menyelanya dengan sebuah kata-kata.

"Aku memang bukan laki-laki yang baik saat kesan pertama kita," ia memulai, "Aku terlalu jahat untuk gadis polos sepertimu. Dan kau terlalu baik untuk laki-laki seperti aku."

Sungmin diam.

"Tapi aku tak pernah menyangka, laki-laki brengsek yang bahkan pernah membentak seorang perempuan, ternyata berakhir jatuh cinta pada perempuan itu.." Kyuhyun menggenggam tangan kiri Sungmin yang bebas, membiarkan rasa hangat menyelubung kedalam sela-sela jemari mereka. "Maaf pernah melukaimu, dan terima kasih karena selalu mencintaiku.."

Tes!

Satu bulir bening jatuh begitu saja dari mata Sungmin, ia tidak kuasa menahan haru karena Kyuhyun membahas masa-masa dimana mereka tidak bisa dikatakan berhubungan baik.

Kyuhyun tersenyum dan menghapus lelehan bening yang mengalir dipipi gadisnya, serta mengeratkan genggaman tangannya pada jemari Sungmin.

"Aku datang kerumahmu dan meminta restu kepada orangtua mu untuk menikahi putrinya yang cantik ini, dan aku begitu bahagia mendengar respon dan dukungan mereka untukku," ujar Kyuhyun lagi, sekilas melirik pada arah belakang Sungmin dimana semua orang berkumpul disana.

Atensi Kyuhyun kembali gadis kelinci yang masih saja menangis dalam diam didepannya, "Sekarang, aku ingin menanyakan hal ini pada mu."

Kyuhyun melepaskan genggaman tangannya, beradu pandang dengan Sungmin selama beberapa saat sebelum akhirnya merogoh saku celananya dan mengeluarkan kotak beludru berwarna biru.

"Lee Sungmin.. Will you marry me?"

Bersamaan dengan kalimat itu, kotak beludru berwarna biru itu terbuka seiring dengan jatuhnya kembali air mata Sungmin. Sebuah cincin perak dengan ukiran sederhana yang terlihat begitu cantik dan elegan.

Sungmin menutup mulutnya dengan tatapan tak percaya, bola matanya menatap Kyuhyun dan cincin itu bergantian dengan wajah syok. Beberapa menit terdiam sampai sebuah suara mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun, gadis itu berbalik dan terkejut menemukan semua orang berdiri dipintu masuk taman. Orang tuanya, orang tua Kyuhyun, Jongin, Kyungsoo, Donghae, Luhan dan juga...

"Cepatlah terima lamaran Kyuhyun hyung, nuna.. dia sudah menunggu lama untuk momen ini."

"Kau merusak momen, albino."

Jaekyung, Kris, dan Sehun berdiri disana, bergabung dengan teman-temannya. Sungmin menatap mereka bertiga tak percaya.

Jaekyung menoleh dan tersenyum manis pada Sungmin yang kembali pada masa disorientasinya, "Hai, eonni. Bertemu-rindu denganku nanti saja. Ada orang yang butuh jawabanmu saat ini." Perempuan yang saat ini telah sah menjadi seorang Nyonya muda Wu itu menggedikkan dagunya kearah Kyuhyun, laki-laki yang saat ini menjadi sepupu iparnya.

Sungmin kembali berbalik menoleh menatap Kyuhyun, dan saat itu ia kembali dibuat syok dengan apa yang ada dibelakang Kyuhyun.

Seharusnya, itu adalah tempat dimana sebuah layar putih dan dvd player tadi berada, namun sekarang kedua benda dibawah pohon itu sudah tidak ada, digantikan dengan lampu kerlap-kerlip yang menghiasi pohon itu. Dan Sungmin baru menyadari jika lampu-lampu itu membentuk sebuah kalimat dalam bentuk hangul yang mempunyai arti..

'Menikahlah denganku.'

Entah sudah keberapa kalinya Sungmin dikejutkan dengan hal-hal yang tak pernah ia duga. Perempuan itu akhirnya memfokuskan pandangannya pada laki-laki yang masih setia tersenyum dengan kotak beludru yang sudah terbuka ditangannya. Setia menunggu jawaban Sungmin.

"Ky-kyuhyun-ah.. ini.."

"Ya, aku tahu kalau ini begitu mendadak. Tapi aku benar-benar sudah memikirkannya dengan matang, Min.." jawab Kyuhyun lembut.

Sungmin terdiam. Manik matanya menyelami keseriusan dalam bola mata Kyuhyun, sejenak ia terdiam dan kembali menoleh kebelakang; tempat dimana orangtua dan teman-temannya berada. Bisa dilihat teman-temannya memasang wajah seantusias mungkin, berharap Sungmin menerima lamaran Kyuhyun. Pun dengan kedua orang tuanya yang tersenyum manis seolah memberi dukungan penuh. Jangan lupakan senyuman kedua orang tua Kyuhyun yang begitu tulus untuknya.

Gadis itu kembali berdiri tegak dan berhadapan dengan kekasihnya, sekilas terlihat menghela nafas panjang dan mengeluarkan kalimat sederhana yang sanggup membuat Kyuhyun dan yang lainnya tersenyum lebar. Segera saja laki-laki itu memeluk sang gadis dan memutarnya keudara dengan perasaan senang yang membuncah. Juga teman-temannya yang bersorak senang karena kisah salah satu sahabat mereka kembali berakhir bahagia.

"I do, Cho Kyuhyun.."

.

.

.

.

.

.

.

.

END

Udah? Sampe sini aja yaa, pheo gak tahan sumpah.. baper sendiri;v

Gimana? Masih kurang greget? Hehe, bisa dibayangin yaa,

Sebelumnya pheo minta maaf karna terlambat update, kemaren itu entah kenapa pheo lagi stuck dalam inspirasi, jadi pheo mutusin utk vakum dan fokus sama real life dulu.

Tapi sekarang utang udh lunas ya? Itu squelnya, pheo mohon maaf kalo gak sesuai sama apa yang readers bayangkan.

Terima kasih utk semua pembaca setia ff Oh Pheonix, dan terima kasih terutama pada para KMS yg msih setia=))

Kalo ada yg mau melihat cerita KyuMin yg lainnya, mungkin pheo boleh rekomen ff pheo yg "Lie" utk KMS, disana ada cerita KyuMin. Hehe

Oke, cukup cuap-cuapnya, pheo minta pendapat dan review utk squel ini boleh kan?

Sampai jumpa di ff2 pheo selanjutnya, annyeoongg~

.

Oh Pheonix 2016