WARNING
Typo dimana-mana, cerita yang pasaran, NO edit, YAOI, boy x boy, romance gagal, bahasa tidak sesuai.
Happy Reading
.
.
=Cek it dot=
Sudah sekitar 2 minggu lamanya orang tua Yixing, Yifan dan Luhan pergi ke London dan belum pulang-pulang juga dikarenakan urusan mereka yang belum selesai juga. Dan selama itu juga hubungan yixing dan yifan yang semakin hari semakin memburuk.
Yifan hanya mampu mengawasi yixing dari jauh apabila mereka berada diluar rumah seperti di kampus ataupun dipusat perbelanjaan yang sudah pasti tidak diketahui oleh yixing namun diketahui oleh Minseok dan Luhan, sudah satu minggu ini minseok dan luhan tahu kalau yifan menyukai bahkan mencintai yixing karena gelagat yifan yang mencurigakan bagi minseok dan luhan tapi tak ditanggapi oleh yixing karena menurut yixing itu hanya taktik akal bulusnya yifan, yixing sudah berjanji dengan dirinya sendiri kalau dia tidak akan pernah tertipu dengan yifan si Naga Mesum menurut yixing.
Dan karena itu pula yifan semakin sulit mendekati yixing karena keras kepalanya yixing.
Seperti hari-hari sebelumnya, kini yifan, chanyeol dan Sehun duduk dipojokan kantin untuk makan siang dan sekalian mengawasi pujaan hati mereka masing-masing yang saat ini sedang bercanda satu sama lain, tak ada hal yang paling membahagiakan bagi mereka selain melihat tawa lepas milik yixing, minseok dan luhan, tapi kali ini ada hal yang berbeda yang membuat yifan tersulut emosi terlihat jelas dari matanya yang memerah dan kepalan tangan yang memutih saking kuatnya kepalan tangan yifan tak hanya yifan tapi chanyeol dan sehunpun berusaha tak terbawa emosi mereka, bagaimana tidak karena musuh yifan yang kini juga menjadi musuh chanyeol dan sehun yang kita kenal bernama Jungkook juga orang yang sudah menyebabkan yixing tebaring lemah gara-gara tulang ekornya yang retak kini menghampiri meja yixing, minseok dan luhan, bahkan jungkook kali ini tidak hanya datang sendiri melainkan bersama 2 orang sahabatnya yang bernama Henry dan Zelo yang jelas sama liciknya, mereka disambut baik oleh yixing bahkan yixing mempersilahkan orang itu dan juga 2 orang temannya untuk duduk satu meja bersamanya.
"Aku harus kesana!" ucap yifan memecah keheningan diantara mereka sambil berdiri bersiap untuk mendatangi meja yixing.
"Jangan, hyung" tahan sehun.
"sehun benar, kita awasi mereka dari sini saja hyung, jika ada gelagat yang mencurigakan baru kita bertindak" jelas chanyeol.
"Huh, bagaimana akau bisa tenang. Sekarang orang yang aku sayang sedang bersama musuh bebuyutanku, kalian tahu itu, apa kalian gila" ucap yifan yang penuh penekanan.
"aku juga khawatir hyung, sama sepertimu, tapi kita tidak boleh gegabah disini banyak orang kau mau membuat keributan disini,eoh? Mereka tidak akan macam-macam karena yixing, luhan dan minseok bukan orang yang bodoh, hyung" sahut sehun yang masih memasang wajah datarnya menutupi kekhawatirannya.
"Duduklah kembali,hyung!" titah chanyeol sambil menarik pelan tangan yifan.
Yifanpun kembali duduk ketempatnya semula dengan pandangan mata yang tak pernah lepas dari 3 orang yang berharga bagi kehidupannya terlebih lagi yixing-nya.
'aku tahu kau mengawasi kami, hyung. Tapi tolong jaga emosimu jika hyung tak mau yixing semakin membencimu' batin Minseok sambil melirik meja yifan lewat ekor matanya yang tak diketahui oleh yang lain.
'Sehunnie… ku harap kau tak salah paham dengan semua ini' batin Luhan tak jelas.
"bagaimana keadaanmu xing, maaf karena aku tak bisa menjengukmu selama kau tak masuk kuliah, lagipula aku juga tidak tahu alamat rumahmu" ucap Jungkook dengan tampang semenyesal mungkin.
'yakz! Ada apa dengan ekspresinya itu, membuatku ingin muntah saja' batin minseok.
"gwaenchana sunbae, lagi pula aku tidak terlalu parah hanya saja orang tuaku yang terlalau mengkhawatirkanku" jawab yixing dengan senyum yang teramat manis.
'uuhh…melihat senyuman yixing yang amat manis itu aku merasa ada gempa bumi yang akan melanda kantin ini' batin Luhan
'ternyata dia manis juga.. bahkan dia jauh lebih cantik dari yeoja-yeoja diluaran sana' batin jungkook.
"sunbae!" panggil yixing, namun tak ada tanggapan dari jungkook.
"SUNBAE!" panggil yixing lagi tapi kali ini dengan lebih keras membuat orang-orang yang berada disekitar mereka melihat kearah mereka.. minseok langsung berdiri dan meminta maaf atas keributan yang dibuat oleh yixing dan saat itu pula minseok tak sengaja bertatap muka dengan chanyeol yang seakan minta penjelasan lebih banyak dari minseok.
"a-ah.. yixing.. mianhae" ucap jungkook sambil menggaruk lehernya yang tak gatal.
"gara-gara sunbae.. orang-orang jadi melihat kearahku.. lagipula kenapa sunbae menatapku seperti itu, memangnya ada yang salah dengan wajahku" ucap yixing kesal sambil mempoutkan bibir cerrynya membuat jungkook makin terpesona dan membuat yifan menahan hasrat agar tidak menyerang yixing saat ini juga.
"hehee… mianhae, aku hanya berfikir bagaimana bisa ada namja secantik kamu" ucap jungkook yang mulai mengeluarkan jurusnya.
"kau mau menghinaku ya!" sahut yixing yang semakin kesal.
'kkk~ rasakan kau sunbae kurang ajar, kau pikir yixing itu sama seperti yeoja dan namja murahan diluar sana' Sorak luhan dalam hati.
"bukan begitu maksudku-" ucap jungkook yang mau menjelaskan namun terpotong oleh seseorang yang berada di belakangnya, detik berikutnya semua orang yang ada dikantin menoleh kesumber suara dan kantin yang semulanya bising kini mendadak sepi.
"Ck.. ada urusan apa kau disini, yifan-ssi" Tanya Henry sinis.
"aku memang tidak ada urusan denganmu, tapi aku ada urusan dengannya" sahut yifan datar tanpa ekspresi sambil menunjuk yixing.
"MWO! Kenapa aku? Aku tidak punya urusan denganmu" sahut yixing setengah berteriak karena tak terima dirinya dilibatkan oleh yifan.
Orang-orang yang berada disana sampai menahan nafas mereka karena tegang, pasalnya seantero kampus yifan dan jungkook terkenal sebagai 'RIVAL FOREVER'.
"kau dengar itu yifan, dia bilang dia tidak punya urusan denganmu, jadi bisakah kau dan 2 orang curut pengikutmu itu pergi dari sini" ucap jungkook dengan tatapan tajam tepat pada mata yifan.
"YAKZ! Dasar sunbae kurang ajar, berani-beraninya kau bilang sehun-ku dengan sebutan curut, asal kau tahu ya sunbae Sehun-ku jauuuuuuuhhhhhh… lebih tampan darimu dan dia jaaaaaauuuuuhhhhh lebih baiikkk darimu dan teman-temanmu" sahut Luhan dengan wajah yang memerah karena marah dan tak terima sehunnya dikata-katain.
Sehun yang melihat luhan membela dirinya kini tak bisa menutupi perasaannya lagi dan sehun yakin luhan menyukainya karena secara tidak sadar luhan menyebutnya dengan sebutan 'sehun-ku' bukankah itu menandakan kepemilikan seseorang dan secara tidak langsung luhan menganggap sehun itu miliknya.. uuhh so sweet pikir sehun saat itu.
Yixing dan Minseok hanya mampu menganga lebar dengan mata yang hampir keluar karena tidak percaya denga apa yang sudah luhan ucapkan tadi dan mereka berani bersumpah bahwa ini pertama kalinya luhan membela seseorang didepan umum dengan semarah itu.
"baby, apa yang kau bicarakan, eoh?" Tanya henry tak terima dengan pengakuan mantan kekasihnya-Luhan barusan,sambil menggenggam pergelangan tangan luhan. yaa.. luhan dan henry adalah mantan kekasih sudah sekitar 1 tahun mereka memutuskan hubungan mereka karena henry yang ketahuan selingkuh oleh Luhan tepat dimalam natal. Namun tak bisa dipungkiri bahwa henry masih sangat mencintai luhan namun tidak bagi luhan karena dia sudah mendapatkan sehun.
"LEPASKAN!" teriak luhan tepat diwajah henry
"jangan memanggilku dengan sebutan baby baby lagi, itu menjijikan jika keluar dari mulutmu dan aku bukan kekasihmu lagi, brengsek! LEPASKAN" sambung luhan yang semakin berusaha melepaskan diri dari cengkraman henry.
"tidak akan pernah kulepaskan, kau hanya miliku, MILIKU!" ucap henry tak kalah kerasnya.
Buuk
Satu hantaman telak diterima henry tepat dipipi kirinya membuat cengkaramannya pada luhan terlepas.
"Ku peringatkan padamu, mulai detik ini juga jangan pernah kau menyentuh Luhan meski hanya sehelai rambutnya saja, atau kau akan berurusan denganku" ucap sehun yang tak lain adalah pelaku penonjokan terhadap henry dan langsung membawa luhan pergi menjauh dari kantin menuju atap kampus.
'kita lihat saja, siapa yang akan menang dan siapa yang akan menangis darah' batin henry dan menjauh meninggalkan kantin tanpa menghiraukan panggilan Zelo yang terus mengikutinya di belakang.
"Chanyeol, bawa minseok pergi dari sini!" perintah yifan pada chanyeol.
"ne hyung!" sahut chanyeol dan tanpa ba bi bu lagi chanyeol langsung menarik tangan minseok lembut dan membawanya kembali kekelas minseok. Minseok yang masih shock dengan semuanya kini hanya menurut saja dengan chanyeol yang membawanya pergi.
"Yixing.. ikut aku sekarang atau aku akan melakukan hal yang akan membuatmu menyesal" ucap yifan dengan datar namun terdengar tegas ditelinga siapapun yang mendengarnya.
Mendengar hal itu jungkook dengan cepat menyembunyikan Yixing dibelakang punggungnya, yifan terkejut apalagi yixing tak menolak sedikitpun atas perlakuan jungkook terhadapnya dan itu seperti sebuah tamparan yang sangat keras buat yifan.
Namun bukan yifan namanya kalau tidak bisa mengatasi masalah ini, dengan cepat yifan menarik yixing dan langsung menempelkan bibirnya ke bibir cerry milik yixing bukan hanya menempeltapi yifan sedikit melumatnya, yixing benar-benar terkejut saat ini dan ketika dia menyadari apa yang sudah dilakukan yifan terhadapnya, yixing pun langsung berontak tapi nihil kekuatan yifan jauh lebih besar darinya. Dalam hati yixing bersumpah setelah ini dia akan menghajar yifan kalau perlu dia akan membunuh yifan, ingin rasanya yixing menangis mengingat ini adalah first kiss miliknya dan diambil oleh musuhnya sendiri, mengingat itu yixing ingin menguburkan dirinya sendiri karena dia tidak bisa berbat apa-apa.
Jungkook yang melihat yifan mencium yixing tepat didapan matanya sendiri menjadi geram, jungkook yang sudah tidak tahan melihat itu langsung menendang meja yang semula ditempatinya bersama yixing dan yang lain tadi lalu meninggalkan yifan dan yixing, jangan lupakan tatapan-tatapan terkejut mahasiswa-mahasiswi yang melihat adegan yang seperti didalam drama-drama itu, ada yang mengumpat mereka namun lebih banyak yang mendukung mereka.
'Kau sudah membuat iblis yang semula tertidur kini bangun kembali' geram jungkook dalam hati dan terus berjalan meninggalkan FanXing.
Yifan melepas ciumannya dan rengkuhannya dari yixing dalam hati dia mengutuk dirinya sendiri karena sudah berani-beraninya mencium yixing dengan ini yifan harus siap menerima kenyataan bahwa yixing kini tengah menahan amarah yang siap akan meledak terlihat dari wajahnya yang memerah dan jangan lupa tatapan tajam miliknya, meski itu tidak menakutkan menurut yifan namun yifan tahu kalai yixing sedang marah besar dengannya.
"Ikut aku, aku akan jelaskan semua arti tindakanku" ucap yifan dan langsung menarik lengan yixing dan membawa yixing ketepi danau yang terletak dibelakang kampus.
DEG
Ketika yifan membalikan tubuhnya betapa terkejutnya yifan karena yixing kini tengah menagis dalam diam.
Sakit, itulah yang dirasakan yifan ketika melihat linangan airmata yang membanjiri pipi mulus yixing, tanpa bertanyapun yifan sudah tahu pasti apa penyebabnya.
"xing?" panggil yifan pelan.
"kenapa? Kenapa harus aku? APA KAU SEBEGITU MEMBENCIKU HINGGA KAU MELAKUKAN HAL YANG MEMALUKANKU SEPERTI TADI, EOH?" Tanya yixing dengan emosi yang meluap, menatap yifan tajam dengan mata yang masih penuh air mata.
"Yixing, tenangkan dirimu dahulu. Oke, aku akui tindakanku tadi memang tak sepantasnya ku lakukan tapi sumpah aku tak memiliki ide lain untuk. . . untukkk…" ucap yifan yang masih menggantung.
"Untuk apa, bodoh? Bicaralah yang jelas sebelum aku membunuhmu" sahut yixing geram karena yifan yang menggantung ucapannya.
"Aku..akuuu" gugup yifan.
'oh tuhan, haruskah aku jujur padaanya saat ini bahwa aku mencintainya dan perasaanku tulus' batin yifan.
PLAK
Yixing menampar wajah tampan yifan karena yixing merasa dipermainkan oleh yifan. Seketika itu juga yifan sadar dari lamunanya dan yifan terkejut ketika yixing menamparnya,selama ini bagaimanapun parahnya mereka bertengkar yixing tidak pernah menamparnya, tapi kali ini yixing menamparnya, 'sebegitu marahnya kah yixing terhadapku' pikir yifan.
"Kau membuatku MUAK, CHO YIFAN" desis yixing
"Ku mohon dengarkan ak terlebih dahulu, xing" mohon yifan.
"Tidak perlu, tanpa kau jelaskanpun aku sudah tahu maksudmu, kau hanya menganggap ini lelucouanmukan, bagimu aku hanya alat untuk membuat jungkook marah, asal kau tahu jungkook dan aku tidak memiliki hubungan apapun jadi usahamu membuat dia marah dengan menggunkanku sebagai alatmu itu GAGAL TOTAL, jangan ganggu aku lagi dan anggap kejadian tadi tak pernah terjadi" ucap yixing panjang lebar dan perlahan mulai melangkahkan kakinya untuk pergi meninggalkan yifan yang mematung.
"Aku mencitaimu" ucap yifan pelan, namun masih bisa terdengar jelas oleh yixing, ketika mendengar pengakuan yifan, yixingpun terhenti dan langsung berbalik menatap yifan dengan bingung.
'apa aku salah dengar' pikir yixing.
Ditengah keterbingungan yixing, tanpa disadirinya yifan berjalan kearahnya dan berhenti tepan didepan yixing dengan jarak yang cukup dekat.
"bisakah kau berpikir positif tentangku dan semua tindakanku, bisakah kau lebih peka akan perasaanku selama ini, bisakah kau memandangku dengan kedua matamu tidak dengan sebelah mata, bisakah kau mendengarkanku sebentar meski itu membuatmu risih dan tak nyaman, choi yixing tahukahkau bahwa selama ini orang yang kau anggap musuh terbesarmu itu menyukaimu bahkan sangat mencintaimu hingga terasa ingin mati" ucap yifan dengan mata yang berkaca-kaca dan terus menatap jauh kedalam mata yixing, yixing hanya terpaku, yixing tahu kalau sekarang yifan tidak berbohong, yixing tahu kalau yifan kini tengah serius tapi haruskah yixing percaya begitu saja, maka jawabannya adalah 'TIDAK'.
"lepaskan aku!" ucapa yixing datar dan memutuskan kontak mata dengan yifan.
"tidak, tidak akan pernah" sahut yifan dan semakin mengeratkan cengkramannya di kedua pundak yixing dan terus menatap lurus kearah yixing.
"lepas! Sebelum aku berteriak disini"
"TIDAK!" ucap yifan dengan nada yang cukup keras.
"KAU MENYAKITIKU FAN" teriak yixing tepat diwajah yifan, dan seketika itu pula cengkraman yifan mengendur, tanpa buang-buang waktu lagi yixing langsung berlari meninggalkan yifan tanpa menengok kebelakang, terus dan terus berlari.
"Bodoh! Lihat apa yang telah kau lakukan yifan bodoh, kau sudah menyakitinya dengan tangan dan mulutmu sendiri, dasar bodoh!" racau yifan dan terus memukul-mukul kepala dan tangannya sendiri seakan memberi hukuman untuk dirinya sendiri.
Tak jauh dari tempat yifan dan yixing tadi, terlihat minseok kini yang tengah menangis dipelukan chanyeol, rupanya mereka dari awal mengikuti yifan dan yixing, minseok bisa merasakan betapa sakitnya hati hyungnya saat ini.
"waeeee… kenapa harus yixing orang yang dicintai fan hyung hikz.. hikz.. kenapa bukan orang lain saja, kenapa yeollll.." ucap minseok ditengah isakannya yang terus memukul-mukul dada bidang chanyeol.
"kau tau seokie, cinta itu buta. Kau tak bisa menyalahkan yifan ataupun yixing ini semua sudah takdir" ucap chanyeol lembut dan tetap memeluk minseok meski harus menahan sakit akibat pukulan-pukulan dari minseok, baginya saat ini adalah ketengan dan kenyamanan minseoklah yang utama.
'kau sudah melakukan yang terbaik fan, kau hebat' batin chanyeol .
Chanyeol terus memperhatikan yifan yang kini tengah berjalan meninggalkan danau. Dapat terlihat chanyeol tersenyum sangat tulus tanpa diketahui minseok apalagi yifan.
.
.
.
Luhan terus menghindari kontak mata dengan sehun sadari mereka sampai di atap tadi.
"Dia kekasihmu?" Tanya sehun memecah keheningan.
"Annie! Dia hanya mantan kekasihku" jawab Luhan.
"Kau masih mencintainya?" Tanya sehun lagi.
"aku mencintainya, tapi itu dulu sebelum dia menghianatiku" jawab luhan lagi dan semakin menundukan kepalanya.
"kenapa kau terlihat sedih ketika menjawab pertanyaanku yang terakhir, kau masih mencintainyakan? Jujurlah!" ucap sehun yang kini sudah menghadapkan dirinya tepat didepan luhan.
"dia cinta pertamaku dan dia juga yang mengambil ciuman pertamaku, jadi bagaimana mungkin aku bisa begitu saja melupakannya tapi sumpah aku tidak memiliki perasaan apapun lagi terhadapnya, ka-"
Chuuu~
Ucapan luhan terpotong begitu saja ketika sehun mengakat wajahnya dan langsung mencium luhan tepat dibibirnya, luhan yang terkejut hanya bisa melotot tanpa melawan namun lama kelaman ciuman itu berubah menjadi lumatan lembut luhanpun kini mencoba menikmati ciuman lembut dari pangerannya-Sehun, ditengah ciumannya sehun tersenyum.
Sehun yang sadar akan kebutuhan pasokan udara untuknya dan luhan dengan terpaksa melepas ciuman mereka.
Tidak lucukan kalau-kalau dikoran muncul berita tentang sepasang kekasih meninggal akibat berciuman, konyol.
"Mulai sekarang jangan pernah menatap pria ataupun wanita lain selain aku, jangan dengarkan apa kata orang hanya dengarkan aku saja, hanya aku" ucap sehun sambil menatap lembut mata luhan dan mmbersihkan saliva mereka yang masih terllihat di sudut bibir luhan.
Sehunpun membawa luhan kedalam dekapan hangat miliknya tanpa disuruh luhanpunmembalas pelukan sehun dan menyembunyikan wajahnya yang merah merona karena malu di dada sehun, sehun yang menyadari tingkah menggemaskan luhan hanya mampu tersenyum dan sesekali mencium pucuk kepala luhan sambil mengeratkan pelukannya.
"Saranghae" bisik sehun tepat ditelinga luhan.
"nado saranghae" balas luhan sambil menyamankan posisinya di dada bidang kekasih barunya-Sehun.
TBC
Maaf atas keterlambatanku, aku benar-benar menyesal atas hal ini, sekali lagi maafkan aku.
Bagaimana dengan cerita di chapter kali ini? Apa membosankan?
Terimkasih buat yang udah setia sama cerita ini #DEEPbow
Mianhae gak bisa balas review kalian satu-satu
Mianhae kalau ceritanya membosankan :D
Review again neee…. Annyeonnnggggg :D #melambai2
