AN: ane tulis ulang sedikit tapi ga terlalu berubah lah...

Warn & disclaimer : see chapter 1

Flashback chapter sebelumnya...

" kau memeluk terlalu erat..." gumam koneko sebelum akhirnya melempar issei ketembok.

" ko...ne...ko-chan..." issei kembali bangkit seperti zombie sebelum kembali mencoba memeluk gadis loli berambut putih itu.

" aku juga pergi loh." ujar kiba yang mencoba mengingatkan bahwa dirinya juga pergi bersama mereka, namun sayang tak diperdulikan issei yang masih terus mencoba memeluk koneko kembali yang alhasil dihajar oleh koneko sebelum sempat menyentuhnya.

" kukukukuku..." naruto hanya bisa tertawa kecil saat mendengar keributan yang terjadi diruang club yang disebabkan oleh kebodohan plus kemesuman issei itu.

'...' sementara kurama hanya bisa sweat drop melihat kelakuan dari teman partnernya itu.

itu.

End flashback chapter sebelumnya...

Chapter 9 penyelamatan ashia(part 1)...

Beberapa saat kemudian dengan naruto...

" naaa... sekarang bagaimana ya...?" gumam naruto dengan santainya sambil memandang dari kejauhan ke arah gereja yang akan di serang issei dkk malam ini.

' kau tak membantu mereka?' tanya kurama

" untuk saat ini tidak..." jawab naruto dengan seingkat sambil merogoh kantung celananya dan mengambil hanphone miliknya. " yang lebih penting untuk saat ini..." gumam naruto dengan santai sambil menekan no seseorang di hpnya.

Dengan issei...

" berada disini saja sudah membuatku merinding..." ujar issei sambil melihat gereja yang tak jauh didepannya itu.

" dari aura ini kita sudah dapat memastikan keberadaan malaikat jatuh disana." Ujar kiba sambil mengecek kembali blue print gereja yang dibawanya itu.

" Blue print gereja? kau benar-benar penuh persiapan ..." komen issei dengan sweat drop kepada kiba yang benar-benar penuh dengan persiapan bahkan sampai membawa blue print dari gereja yang akan mereka serang.

" itu sudah menjadi basic saat menyerang daerah lawan..." ujar kiba dengan penuh percaya diri dan dipenuhi dengan kerlap kerlip cahaya ketampanan yang entah kenapa membuat issei kesal.

" oh... begitu..." respon issei dengan urat kesal dikepalanya yang disembunyikannya dengan sangat baik.

" pertama-tama kita harus mencari tempat upacara..." gumam kiba sambil menganalisa blue print dengan teliti untuk mencari kemungkinan tempat yang bisa dijadikan tempat upacara yang dimaksud issei.

" ahh benar juga..." tiba2 issei teringat sesuatu. Mencoba merogoh kantungnya akhirnya ia menemukan secarik kertas yang dicarinya dan kemudian ia menunjukannya kepada kiba. " naruto memberikanku ini. apa mungkin ini suatu petunjuk?" tanya issei sambil menyodorkan kertas yang diberikan naruto saat di kamarnya tadi kepada kiba.

Meski tak begitu mengerti maksud issei, kiba mencoba membaca secarik kertas itu dan matanya terbelalak saat membaca tulisan diatas kertas itu. dengan cepat dirinya kembali melihat kearah blue printnya untuk melihat apa informasi yang tertulis dikertas itu benar. Dan benar saja dirinya mendapati satu ruang yang terlihat mencurigakan yang terdapat didalam blue print gereja itu.

" jadi begitu..." gumam kiba saat berhasil menemukan tempat tujuan mereka.

" koneko?" ujar issei yang kebingungan dengan koneko yang tiba-tiba berjalan seorang diri dan terang-terangan menuju kepintu depan gereja.

" mereka sudah menyadari kehadiran kita." Ujar koneko dengan datar sambil menendang hancur pintu masuk ke gereja yang berada didepannya itu.

Dengan rias ...

" ha~ah ini menyusahkan saja...kenapa aku yang harus diperintahkan untuk berjaga..." gerutu malaikat jatuh mystel yang merupakan teman dari reinare yang bertugas menjaga. Namun ia berhenti mengerutu saat cahaya merah muncul dibawahnya dan menampakan sosok dua perempuan tercantik diakademi kuoh saat cahaya itu menghilang.

" apa yang kita dapat disini?" ujar mystel saat mendapati dua iblis itu didepannya. Dan untuk menyambut tamunya mystel dengan santai Melompat turun dari pohon tempat dirinya tadi mengawasi gereja dan menyapa rias dan akeno dengan sopan seakan menyapa seorang tamu.

" perkenalkan, aku adalah malaikat jatuh mystel. Salam kenal" sapa mystel dengan sopan sambil membungkukan badan gaya orang eropa mengenalkan diri.

" ara ara betul-betul sopan dirimu." Respon akeno dengan santai sambil tersenyum seperti biasanya.

" apa mastermu merasakan kedatangan kami dan mengirimmu?" tanya rias dengan nada serius namun tetap tenang." seperti mereka benar benar waspada dengan pergerakan kami." Puji rias yang sekaligus menjadi sindiran.

" tidak sama sekali, mereka hanya tak mau diganggu di tengah ritual mereka." Jawab mystel yang tak terpancing oleh rias.

" ara maaf, tapi teman-teman kami yang bersemangat baru saja menuju ketempat mastermu." Potong akeno dengan senyum yang langsung mengejutkan mystel.

" heee... serius?" tanya mystel seakan tak percaya dengan apa yang didengarnya.

" ya... melalui pintu depan." Tambah akeno.

" sial, padahal aku terus membayangkan mereka akan menyelinap melalui belakang!" Geram mystel sambil menendang-nendang tanah karena merasa kesal perkiraaanya meleset sebelum akhirnya kembali tenang dan menantang rias dengan penuh percaya diri.

" yah sudahlah, itu juga tak terlalu berbeda...tak peduli berapa orang yang menganggu, aku hanya perlu membereskanmu sekarang." Ujar mystel dengan santai seakan tak peduli akan jumlah musuh yang menerobos dari depan itu. " karena kalian akan menjadi masalah yang lebih besar bukan? Terima kasih sudah jauh-jauh datang kemari..." tambah mystel dengan senyum yang dipenuhi kepercayaan diri akan kemenangannya yang di tunjukan ke pada rias dan queen yang hanya berdiri diam saja sejak tadi.

" apa yang dilakukan teman-teman kami tidaklah terlalu mempengaruhi kami.(huh?) aku tak akan pergi kemana-mana." Ujar rias yang membalas senyum mystel dengan senyumnya yang penuh percaya diri seperti biasa.

" hee~...jadi kau hanya akan meninggalkan mereka?" tanya mystel yang dijawab dengan senyum tipis oleh rias.

Dengan naruto ...

" hm... apa mereka bisa mengatasinya ya?" gumam naruto seorang diri yang mengawasi keadaan issei dan kawan-kawan dengan mengunakan teropong dari puncak gedung yang tak jauh dari gereja.

' kalau kau khawatir kenapa tidak kesana saja...' gerutu kurama yang merasa bosan karena naruto hanya jadi penonton saja sejak tadi.

" ara, kau ingin masuk kedalam aksi juga kurama?" tanya naruto dengan sedikit nada menyindir yang direspon kurama dengan memalingkan mukanya kesal.

' ciih...'

" kukukukukuku" naruto hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah partnernya yang seperti anak kecil sebelum mengembalikan perhatiannya kepertarungan yang tengah dihadapi issei dan kawan-kawan.

' issei, ini adalah sesuatu yang hanya bisa kau lindungi dengan tanganmu sendiri, Jadi berusahalah untuk melindunginya...' batin naruto sambil tersenyum tipis saat melihat issei dan kawan2 menerobos gereja.

Dimarkas fallen angel...

Tampak malaikat jatuh sephiroth tengah berjalan dengan terburu-buru setelah menerima sebuah telefon dari seseorang tadi.

" kau mau kemana sephiroth?" tanya pria paruh baya berambut coklat bercampur sedikit kuning kepada sephiroth si malaikat jatuh bersayap satu yang terlihat terburu-buru itu.

" menghukum pembangkang..." jawab sephiroth dengan datar tanpa menghentikan langkahnya.

" haa..." pria paruh baya itu yang merupakan Azazel pemimpin fraksi malaikat jatuh hanya bisa menghela nafas panjang melihat tingkah sephiroth yang terlalu kaku itu.

Kembali ke issei...

Issei, kiba dan koneko saat ini tengah berada dihall utama gereja setelah menghancurkan pintu masuk. Dan saat mereka masuk mereka mendapati keadaan gereja bagian dalam telah hancur lebur semua patung dan alat-alat ibadah gereja telah dihancurkan.

" mengerikan..." gumam issei yang hanya bisa tercengan saat melihat patung-patung dan peralatan ibadah di hall utama telah hancur.

" hello,hello,hello! Kita bertemu lagi..." sambut freed yang sudah menunggu mereka disana sejak tadi. " betul- betul sebuah kesenangan." Ujar freed dengan santai yang memancing tatapan tajam dari issei yang tak memiliki kesan baik kepadanya yang telah menyiksa ashia sebelumnya di pertemuan pertama mereka.

" freed!?" geram issei yang di penuhi amarah yang terpancar jelas di matanya.

" aku tak pernah berpikir akan ada iblis yang bisa bertemu denganku sampai dua kali... karena aku ini sangatlah kuat." ujar freed dengan penuh percaya diri di hadapan issei dkk sambil mengeluarkan pedang cahaya dan pistol dari dalam bajunya. "biasanya aku selalu membunuh mereka pada pertemuan pertama.. tapi kalian..." geram freed yang tampak tak begitu senang saat melihat issei dkk yang telah merusak reputasinya yang ia banggakan itu.

" kalian iblis menjijikan merusak reputasiku." Geram freed yang dipenuhi amarah karena reputasinya telah tercoreng sambil mengarahkan pedang cahaya ke issei dan kawan kawan.

" dimana ashia!?" tanya issei dengan penuh kemarahan sambil menyiagakan sacred gearnya dalam posisi siap tempur.

" ah, suster menyebalkan itu? saat ini seharusnya ia ada ditempat ritual sekarang." Jawab freed dengan santainya yang membuat issei semakin kesal.

" apa itu di ruang bawah tanah?" tanya kiba.

" ya begitulah..." jawab freed dengan santai.

" kau benar-benar langsung menjawabnya begitu saja ya..." gumam issei yang hanya bisa sweat drop saat melihat bagaimana freed bisa menjawab setiap pertanyaan mereka dengan jujur dan begitu santainya.

" itu bukanlah masalah, karena kalian akan mati disini..." ujar freed yang dipenuhi rasa percaya diri sambil menjilati pinggiran pistolnya dengan ekspresi sadistnya.

" percaya diri sekali kau ya..." gumam kiba yang heran darimana kepercayaan pastur gila itu berasal.

" hancurlah." Gumam koneko yang tanpa ba-bi-bu langsung menghujani freed dengan bangku gereja.

" trik yang sama dua kali?" geram freed yang merasa diremehkan oleh koneko sambil menghindari hujan perabotan besar dan besar dari koneko. Tak buang waktu kiba memanfaatkan kesempatan ini untuk masuk dalam pertarungan jarak dekat dengan freed yang juga tentu tak mau kalah dan menunjukan perlawanan dengan teknik pedang yang tak kalah dari kiba.

" tidak buruk iblis menjijkan." puji freed atas kemampuan berpedang kiba yang bisa menyamainya dalam adu pedang.

" kau juga." Balas kiba dengan senyum sambil tetap berkonsentrasi dengan pertarungan pedang mereka berdua.

Pertarungan mereka berdua sangat sengit sehingga freed tak punya pilihan selain berganti strategi. Dan begitu menemukan celah freed langsung menjaga jarak dari kiba dan mulai menghujaninya dengan peluru.

Melihat kiba kesulitan menghindari tembakan freed koneko segera melindunginya sebagai benteng dan menerima semua tembakan.

" koneko-chan! Kau tak apa-apa?" teriak panik issei saat melihat salah satu tembakan mengenai kepala koneko dan terpantul.

" kau kuat juga untuk ukuran iblis kecil." Puji freed sambil tertawa senangnya.

" kecil...?" gumam koneko dengan suram dan urat kesal dikepalanya sebelum mulai menghujani freed kembali dengan barang-barang namun lebih instensif kali ini yang membuat kiba dan issei yang menonton sweat drop.

" kau akan kerepotan kalau melupakan aku juga..." ujar kiba yang tiba-tiba masuk kembali kepertarungan jarak dekat begitu melihat celah. Dan kali ini ia sedikit serius dengan mengunakan holy eraser.

" apa!?" gumam freed yang terkejut saat pedang cahayanya pudar saat berbentur dengan pedang kiba yang tiba-tiba berubah warna menjadi hitam.

" holy eraser. Pedang iblis yang menelan cahaya." Jelas kiba dengan penuh kebanggan saat menunjukan pedang hitamnya yang merupakan sacred gear miliknya.

" sialan... kau penguna sacred gear juga..." geram freed mengutuk keberuntungannya.

' kesempatan! Sekarang atau tidak sama sekali.' Batin issei saat melihat celah dimana freed tengah sibuk mengerutu tentang mahalnya pedangnya. " sacred gear!(BOST!)" teriak issei mengaktifkan sacred gearnya.

" kau terlalu percaya diri." Ujar freed yang menyadari serangan kejutan issei dan mulai menembakinya.

" promotion : rook!" teriak issei saat mengunakan promotion.

' ciri khas rook defense yang kuat dan...' gumam issei dalam batinnya sambil terus berlari menuju freed tanpa memperdulikan peluru mengenainya dan terpental. ' ...kekuatan serangan monster!' finish issei memberikan final blow uppercut kedagu freed hingga ia terlempar jauh ketembok.

' dia menahan seranganku dengan pegangan pedang? Refleks macam apa itu...' batin issei yang terkejut saat menyadari bahwa freed berhasil menghindari dampak total dengan pegangan pedangnya. Sebuah refleks yang tak normal untuk ukuran manusia biasa.

" hm... apa yang kulakukan? Aku benar-benar kena pukulan oleh seorang iblis menjijkan..." gumam freed yang mulai bertindak aneh. " JANGAN BERCANDA DENGANKU! BAGAIMANA KAU BISA BERACTING KUAT SAAT KAU HANYA SEORANG IBLIS RENDAHAN! AKAN KUBUNUH KAU! AKAN KUPASTIKAN ITU! AKAN KUPOTONG LEHERMU, KAU MAKHLUK MENJIJIKAN!" teriak freed yang tampak tak senang dan marah karena menerima pukulan langsung issei sebelum menyadari keadaannya yang tak terlalu menguntungkan.

" ah ... jadi apa ini yang disebut situasi yang tak menguntungkan ya?" gumam freed saat menyadari dirinya terkepung oleh issei dkk dari tiga arah. Menganalisa sesaat freed memutuskan bahwa melarikan diri adalah pilihannya paling tepat saat ini.

Dan dengan mengunakan bom sinar dari pistolnya sebagai pengalih perhatian ia melarikan diri. Namun dirinya tak lupa menyatakan pembalasan dendam kepada issei karena telah memukulnya sebelum pergi melalui jendela.

" issei, cepat kita harus bergegas." Panggil kiba sambil menuruni tangga tersembunyi menuju lantai bawah tanah terlebih dahulu.

" disini..." gumam issei saat mencapai pintu ruang ritual.

Sementara itu rias dan akeno...

Kondisi rias dan akeno-senpai saat ini tidak begitu baik dikepung oleh 4 malaikat jatuh. Rencana sebelumnya ialah dirinya bermaksud menjebak 3 malaikat jatuh sekutu raynale dengan kekai akeno. Namun semua itu kacau saat masuknya malaikat jatuh ke4 yang masuk secara paksa kedalam kekai akeno dari luar. Dan lebih buruk lagi ia adalah seorang yang tak mungkin di hadapi dengan mudah dengan kemampuannya saat ini...

" ini tak masuk perhitunganku..." gumam rias yang tak menghitung kedatangan tamu ke 4nya itu.

# flash back...

" oh, sepertinya semuanya sudah disini." Ujar akeno dengan senyum khasnya saat menyapa ke3 malaikat jatuh yang telah repot-repot datang untuk menyambutnya dan rias. di lain pihak rias juga tersenyum bangga karena semua berjalan sesuai dengan perhitungannya atau setidaknya untuk sekarang ini.

" akeno." Panggil rias memberi tanda kepada queennya.

" ya, buchou." Jawab akeno sambil tersenyum sebelum mulai berganti kostum pendeta kuil dengan mengunakan sihirnya.

" apa yang kau lakukan? Menantangku dalam cosplay !?" teriak mystel yang tak begitu senang dengan perubahan akeno yang seakan-akan menantangnya itu.

Tak menjawab akone hanya langsung membentuk beberapa segel dengan kedua tangannya sebelum akhirnya menyebar kekai kesekitar yang tentu membuat ke3 malaikat jatuh itu terkejut.

" kekkai?" gumam donnasiege yang melihat kekkai akeno mulai tersebar.

" bukankah ini buruk?"

" sekarang kalian tak akan bisa lari lagi dariku..." ujar akeno dengan senyum sadist dan petir merambat ditangannya.

" kau dari awal..." geram kalawarmer yang sadar bahwa ini sejak awal adalah perangkap.

" ya, kami memang ingin menjebak dan membersihkan kalian dari awal...maaf telah merepotkan." jawab akeno dengan senyum ramahnya.

" jangan bercanda dengan kami." Teriak mystel yang lepas landas keudara.

" kenapa kalian tak menghilang saja dengan tenang?" ujar rias gremory dengan penuh senyum dan kepercayaan diri.

" kau beruntung masih tetap berdiri."

" apapun yang kau lakukan, akan hilang saat kau tak sadarkan diri."

" ya benar kau yang akan kalah!"

" kalian benar-benar tak mengerti y..." perkataan rias terhenti saat seseorang menerobos kekai akone dengan paksa dari luar.

BLLLAAARRRR!

Kekkai akeno hancur seperti kaca yang dengan mudahnya di hancurkan oleh sesosok pria paruh baya berambut putih panjang dengan satu sayap hitam dipundaknya.

Ya tentu rias dan yang lainnya mengenali sosok ini. Sosok yang disebut sebagai malaikat penghukum yang dijatuhkan kebumi karena sebuah kesalahan. Sephiroth sang malaikat jatuh bersayap satu dengan rantai penghukum neraka yang siap untuk menghukum siapapun yang berani melanggar aturan dunia.

" ini buruk..." gumam rias cemas.

# end flashback...

" buchou..." bisik akeno

" ya, ini diluar rencana kita..." gumam rias dengan suara pelan namun serius menanggapi situasi mereka saat ini yang di kepung oleh empat malaikat jatuh.

Kembali dengan issei ...

Saat ini issei telah memasuki ruang ritual dan yang menunggunya disana tak lain dan bukan adalah sekumpulan exorcist bawahan raynare dkk. Dan tampak di tempat ritual raynare dan ashia yang tengah di salib.

" selamat datang para iblis." Sambut raynare sebelum berpaling menyambut issei dan kawan-kawan. " kau sedikit terlambat untuk pesta." Ujar reynare dengan santai kepada issei dan kawan-kawan yang baru saja tiba.

" ashia!" teriak issei mencoba memanggil ashia yang tengah tak sadarkan diri.

" issei-san..." gumam ashia yang mulai sadar saat mendengar suara issei.

" ashia, aku datang sekarang!" teriak issei yang tanpa pikir panjang berlari menuju tempat ashia sebelum kiba menariknya mundur untuk menghindari tombak cahaya yang di lempar raynare kearahnya.

" ugh..." issei merasa kesakitan akibat terlempar oleh dampak ledakan tombak cahaya raynare.

"Maaf tapi kau tak boleh menganggu sekarang issei-kun."

Sementara itu Dengan naruto...

Saat ini naruto tengah berada di sebuah taman di depan lebih dari 30 bushin yang dibuatnya.

" yosh, kalian semua ...malam ini kita akan mencari peluit castle doran yang hilang keseluruh penjuru. jadi Jangan kembali sebelum kau menemukannya!" perintah naruto seperti seorang komandan militer kepada lebih dari 30 clonenya yang tampak tak bersemangat.

" hai..." sorak bushin-bushin naruto dengan malas dan tidak bersemangat.

" kenapa kita harus mencari benda yang dihilangkan oleh boss.."

" padahal ini salah boss, tapi kita yang direpotkan..."

" boss tak bertanggung jawab..." itulah percakapan yang terjadi di antara buushinnya yang membuat urat marah muncul di kepala naruto saat mendengarnya.

" sudah diam! Cepat lakukan tugas kalian!" bentak naruto sambil marah-marah.

" hai..." desah malas para bushin sebelum menyebar keseluruh penjuru kota.

" dasar..." gerutu naruto setelah bushinnya bubar.

' clone dan aslinya, benar-benar tak jauh berbeda...' gumam kurama.

End chapter 9...