SORA KAIZOKU
Disclaimer : NARUTO yang memang sampai kapanpun milik Masashi Kishimoto-sama..
Warning : OOC, AU, OC, sedikit gaje dll
Di chapter ini gue sedikit nambahin humor gaje di pertarungan mereka...
Happy Reading!
Chapter 9 – Konoha Rookie VS Sora Kaizoku part 1
Tiga hari berlalu sejak siumannya Sakura. Kini semua anggota Sora Kaizoku-pun menjalani aktivitas mereka seperti biasa termasuk Sakura. Sakura kini sudah terlihat sehat. Dia kembali ke sifat aslinya yang riang dan juga cerewet. Kini mereka sedang sarapan bersama. Mereka pun berbincang-bincang diselingi canda tawa. Biarpun mereka perompak tetaplah mereka anak-anak muda seperti kebanyakan anak muda lainnya. Penuh canda tawa, berisik dan ekspresif. Sungguh suasana yang hangat dan membahagiakan. Suasana ini kembali muncul setelah beberapa insiden yang terjadi akhir-akhir ini.
"He-hei! Aku punya rencana! Ayo kita jalan hari-hari ini! Kita ke Kiragakure Wave Land! Di sana kita kan bisa melepas stress sambil bermain wahana-wahana yang mengasyikkan! Sekalian merayakan kesembuhan Sakura! Bagaimana?!", tanya Sai dengan semangat.
"Ide bagus sayang! Kita bisa santai-santai sambil bermain!", ujar Ino juga dengan semangat.
"Boleh saja kapten! Selama beberapa ini kan kita Cuma berdiam diri di kapal terus! Sekalian refreshing, aku sudah bosan berbaring di tempat tidur!", ujar Sakura.
"Ok kapten aku siap!", ujar Kazehaya.
"Kalau aku ikutan saja", ujar Hinami.
"Hn, terserah", ujar Sasuke datar.
"Bagus! Sudah diputuskan kita akan ke Kirigakure Wave Land! Ayo bersiap-siap dan segera berangkat!", ujar Sai dengan semangat.
Mereka semua pun segera bersiap-siap. Setelah semua siap mereka pun segera beranjak keluar dari kapal dan menuju Kirigakure Wave Land. Mereka berjalan dengan santai sambil berbincang-bincang dengan akrab. Toh tak perlu terburu-buru karena mereka ingin rekreasi. Tapi tiba-tiba ada yang menghadang mereka di dekat pantai.
"Hehehe, akhirnya ketemu!", ujar pemuda dengan rambut pirang jabrik dengan mata blue sapphire. Lalu disusul oleh beberapa pemuda lain di belakangnya
"Eh!? Naruto?! Lalu kalian.. Kenapa kalian semua ada disini?!", tanya Sakura kaget.
"Kami ditugaskan untuk menangkap kalian semua, Sora Kaizoku!", ujar Naruto dengan keras.
"Cih! Apa kalian cukup tangguh menghadapi kita semua? Jangan remehkan kami baka!", ujar Sai.
"Huh! Sombong sekali kau Sai!", ujar Neji yang berada di samping Naruto.
"Hyuuga Neji, teman lamaku! Lama tak bertemu ya?", ujar Sai sambil tersenyum tipis.
"Huh sejak kau menjadi perompak dan meninggalkan Konoha, aku tak lagi menganggapmu sebagai temanku!", bentak Neji.
"Huh terserah! Jadi kalian ingin menangkap kami? Mungkin takkan mudah jika itu yang ingin kalian lakukan!", ujar Sai.
"Cih! Siapa bilang?! Akan kukalahkan kalian semua dan kuseret ke Konoha!", ujar Naruto dengan keras.
"Diam kau Naruto! Hei rambut nanas, kau pasti ketua timnya kan?", tanya Sai sambil menunjuk Shikamaru.
"Ya-ya aku ketua timnya.. Memangnya kenapa?", tanya Shikamaru.
"Aku ingin membuat penawaran. Kita akan melaksanakan pertarungan dengan syarat. Jika kalian menang, kalian boleh menangkap kami dan membawa kami ke Konoha untuk diadili. Tapi jika kami menang..", ujar Sai yang menggantung perkataannya.
"Apa yang terjadi jika kalian menang?", tanya Shikamaru penasaran.
"KALIAN HARUS MENGEMBALIKKAN GOLDEN DRAGON PADAKU! DAN KALIAN HARUS MEMBANTU KAMI MELAWAN UCHIHA OBITO!", ujar Sai dengan lantang.
"EEEHHH?
"Ta-tapi itu pusaka yang penting di Konoha! Bagaimana kami bisa menyerahkan padamu begitu saja!?", tanya Shikamaru.
"Huh, kalau kau tak mau kami bisa berubah pikiran! Bisa saja kalian akan kami habisi disini tanpa ampun! Tentu saja kalian tak ingin membuang nyawa sia-sia bukan? Karena Kazehaya dapat menghabisi kalian dengan cepat dengan Gedou Mazo-nya", ujar Sai dengan keras.
"Ukh sial si rambut hijau itu memiliki Gedou Mazo! Kami pasti akan langsung habis dalam sekejap jika dia mengeluarkannya sekarang! Bagaimana ini?", gumam Shikamaru.
"Hei Shikamaru! Ayo cepat kita kalahkan saja mereka ini!", teriak Naruto lalu bersiap untuk menyerang.
"Tunggu Naruto jangan gegabah! Baiklah Sai, kami menyetujui penawaranmu!", ujar Shikamaru sambil menghalangi Naruto.
"Hei Shikamaru tapi.. apa kau gila menyetujui penawaran orang itu?", tanya Kiba.
"Aku tahu ini gila! Tapi keselamatan kita akan terancam jika si rambut hijau itu menggunakan Gedou Mazo-nya! Aku tak ingin kita semua mati sia-sia disini!", ujar Shikamaru dengan keras.
"Khukhukhu Shikamaru keputusan yang bagus! Aku menunggu kalian semua besok disini untuk melaksanakan pertarungan itu disini! Jangan lupa siapkanlah seorang juri yang berada di luar lingkup kelompok kami dan kalian agar terjadi pertarungan yang adil! Kita akan bertarung satu lawan satu!", ujar Sai dengan lantang.
"Iya-iya akan kami persiapkan semua itu!", ujar Shikamaru.
"Ok baiklah rambut nanas kami pergi dulu! Datanglah besok disini pukul 10 pagi! Jaa Ne!", ujar Sai.
"Tu-tunggu! Jangan pergi dulu!", ujar Naruto.
"Huh ada apa lagi baka Dobe?", tanya Sasuke.
"Diam kau Teme! Aku Cuma mau bertanya siapa perempuan pirang ini?", tanya Naruto sambil menunjuk Hinami.
"E-eh Otousan!", gumam Hinami tak terdengar.
"Oh dia?! Dia anggota baru kami!", jawab Sai.
"Namamu siapa gadis pirang?", tanya Naruto.
"Hei Naruto ngapain kamu tanya-tanya namanya?", timpal Sakura ketus.
"Diam Sakura-chan! Jadi siapa namamu?", tanya Naruto lagi.
"A..aku..aku, namaku.. Hi-Hinami..Uz..Hyuuga..Hyuuga Hinami", ujar Hinami terbata-bata.
"Hyuuga Hinami...", gumam Naruto sambil melirik Hinata yang berada di belakangnya.
"Hei Naruto jangan buang-buang waktu kami! Kami pergi dulu! Jaa Ne!", ujar Sai lalu bersama-sama temannya menghilang dalam kepulan asap.
"Dia kok mirip sekali dengan Hinata...", gumam Naruto.
"Shikamaru! Apa kau tak memikirkan konsekuensi dari penawaran ini?", tanya Neji.
"Aku tahu! Tapi aku ketua tim disini! Aku yang bertanggung jawab atas nyawa kalian semua! Aku terpaksa melakukan hal ini!", jawab Shikamaru.
"Sebaiknya kita harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk pertarungan besok!", ujar Kiba.
"YA-YA SEMANGAT MASA MUDA HARUS SENANTIASA MEMBARA DI DALAM DIRI KITA!", ujar Rock Lee dengan semangat.
"Cih Sai kau begitu mendokusai!", ujar Shikamaru ketus.
Para Konoha Rookie pun menginap di penginapan yang berada di dekat pantai. Di penginapan mereka mulai melaksanakan rapat untuk membahas strategi pertarungan besok.
"Jadi kita akan membahas satu-satu para anggota Sora Kaizoku! Agar kalian tahu cara menghadapi mereka! Pertama kaptennya Shimura Sai! Dia adalah bekas ninja Konoha dan menjadi perompak. Walaupun dia terlihat murah senyum tapi sebenarnya dia orang yang sangat berbahaya! Dia pernah menghabisi seluruh penduduk di desa kecil karena ingin mendapatkan harta terpendam mereka! Dia memiliki teknik yang disebut Kaizoku Technique. Teknik yang menggunakan senjata-senjata modern seperti pistol dan senapan. Lagipula Sai itu sebenarnya juga jenius! Dia lulus dari akademi pada umur 9 tahun! Dan menjadi chuunin saat berumur 10 tahun! Berhati-hatilah saat menghadapinya!", ujar Shikamaru panjang lebar.
"Akh tak kuduga si mayat hidup itu sekuat itu!", ujar Naruto kaget.
"Lalu yang kedua Uchiha Sasuke. Kalian tentu sudah mengenalnya bukan? Memiliki mata Sharingan dan Mangekyou Sharingan yang berbahaya. Juga jurus elemen petir Chidori. Dia orang yang sangat kuat jadi jangan sampai lengah jika menghadapinya!", ujar Shikamaru.
"Akan kukalahkan si teme itu!", teriak Naruto.
"Lalu yang ketiga Haruno Sakura. Kunoichi yang merupakan ninja medis. Walaupun ninja medis tapi dia memiliki teknik pukulan yang begitu mengerikan karena diajar langsung oleh Godaime Hokage! Jadi jangan sampai lengah dan terkena pukulannya! Kujamin kalian takkan siuman sampai besok pagi!", ujar Shikamaru.
"Lalu yang keempat Yamanaka Ino! Teman sekelompokku dulu bersama Chouji dan Asuma Sensei! Ino bisa dikatakan yang memiliki kemampuan paling rendah diantara Sora Kaizoku. Tapi jangan remehkan Shintenshin no Jutsunya, jika terkena jurus itu bisa sangat merepotkan! Juga pasti dia sudah memiliki Kaizoku Technique yang dimiliki Sai. Karena Sai pasti telah mengajarinya pada semua anggotanya!", ujar Shikamaru.
"Lalu yang kelima Rikudou Kazehaya! Pemuda ini terlihat ramah tapi dia itu yang sebenarnya yang paling kuat diantara Sora Kaizoku! Memiliki Rinnengan, mata legendaris yang dimiliki oleh Rikudou Sennin! Doujutsunya sangat berbahaya dan mengetahui semua jurus karena itulah kemampuan spesial Rinnengan! Yang paling berbahaya adalah jurus Kuchiyose-nya Gedou Mazo! Bisa menyerap jiwa kita dalam sekejap mata! Dan kita segera menuju alam baka!", ujar Shikamaru.
"Dan yang terakhir gadis pirang yang katanya bernama Hyuuga Hinami. Aku tak tahu banyak mengenai gadis ini karena aku juga baru melihatnya tadi. Tapi karena dia keturunan Hyuuga pasti dia memiliki Byakuugan! Kulihat matanya juga memang seperti Hinata dan Neji. Tapi kuperhatikan dia itu sangat mirip denganmu Hinata! Tapi dia memiliki rambut pirang yang mirip dengan Naruto!", ujar Shikamaru dengan wajah sedikit heran.
"Iya aku juga merasa aneh! Dia memang mirip sekali dengan Hinata! Tapi tetap Hinata-lah yang lebih manis!", ujar Naruto lalu menatap Hinata dengan cengiran khasnya.
"Na-Naruto-kun...", gumam Hinata sambil menunduk untuk menyembunyikan rona merah di pipinya sambil memainkan jari-jarinya.
"Benar seperti anak kalian berdua saja Hinami itu!", tambah Kiba tiba-tiba.
"Wah aku memang akan senang sekali jika Hinata menjadi ibu dari anak-anakku!", ujar Naruto lalu mendekat ke Hinata dan memandang wajah Hinata dengan lekat dan menunjukkan cengiran khasnya.
BRUKKH...
"Lho kok kamu pingsan Hinata! Hei Hinata bangun!", ujar Naruto panik.
"DASAR NARUTO BAKA! TIDAK PEKA!", ujar semua orang disitu.
Hari besok pun segera tiba. Sora Kaizoku dan Konoha Rookie pun sudah berkumpul di tempat yang telah ditentukan. Mereka saling berhadapan dengan pandangan yang tajam. Disitu juga sudah ada Temari yang akan menjadi juri atas permintaan Shikamaru yang merupakan pacarnya. Tapi disitu juga ada monitor besar yang terletak di sudut. Monitor itu berfungsi untuk menampilkan nama-nama orang yang akan berhadapan untuk bertarung. Jadi nama akan dipilih secara acak dan akan tertampang di monitor. Temari pun berdiri di tengah lapangan dan membacakan aturan pertarungan.
"Jadi pertarungan antara Konoha Rookie melawan Sora Kaizoku akan segera dimulai. Sebelum itu aku akan membacakan peraturan pertarungan. Yang pertama adalah pertarungan bersistem 5 VS 5, jadi Cuma ada 5 orang yang akan diutus dari tiap grup, dan mereka akan melakukan pertarungan 1 lawan 1. Dan nama petarung akan diacak dan ditampilkan di monitor. Lalu kedua, para petarung dapat menggunakan media apa saja sebagai alat untuk bertarung. Lalu yang ketiga, pertarungan ditentukan lewat sistem poin. Jadi grup yang anggotanya lebih banyak memenangkan pertandingan, grup itulah yang menang. Itulah peraturan pertarungan ini. Apa sudah jelas semua?", ujar Temari panjang lebar.
"Ya-ya kami mengerti!", ujar Shikamaru.
"Ok tak masalah!", ujar Sai.
"Kalau begitu segera kita mulaikan pertandingan ini. Pertandingan pertama! Silahkan diacak nama petarungnya!", ujar Temari.
Mesin pun segera mengacak nama dan tertampanglah nama kedua petarung
"Dari Konoha Rookie, Uzumaki Naruto melawan dari Sora Kaizoku, Uchiha Sasuke! Silahkan naik ke arena pertandingan!", ujar Temari.
"Akhirnya kita bisa bertarung lagi Teme! Kali ini akan kukalahkan kau!", ujar Naruto dengan keras.
"Hn, baka Dobe. Aku yang akan mengalahkanmu dengan mudah.", ujar Sasuke datar.
"Pertarungan dimulai!", ujar Temari lalu mengangkat tangannya.
Naruto pun segera mengeluarkan kunainya dan segera menyerang Sasuke. Sasuke menangkisnya dengan pedangnya. Lalu Naruto membentuk segel jurus:
"KAGEBUNSHIN NO JUTSU!"
Muncullah puluhan bunshin Naruto dan menyerang Sasuke bertubi-tubi. Tapi Sasuke dapat mengalahkan bunshin-bunshin Naruto dengan mudah. Tapi Naruto tiba-tiba menyerang Sasuke dari belakang:
"RASENGAN!"
Sasuke pun melompat tinggi ke atas dan berhasil menghindari serangan Naruto. Lalu Sasuke pun membentuk segel jurus:
KATON: GOUKAKYUU NO JUTSU!
Bola api besar datang dari arah atas Naruto. Tapi untung Naruto juga berhasil menghindarinya. Sasuke dan Naruto kembali berhadapan. Tapi kali ini Sasuke mengaktifkan Mangekyou Sharingannya. Dan Naruto tak sengaja menatap mata Sasuke. Naruto pun akhirnya termakan dalam genjutsu Sasuke. Sasuke pun menyeringai dan Naruto kini terdiam kaku.
"Akh kalau begini tak bisa bergerak nih!", ujar Naruto.
"Hoi Naruto kau kenapa?", tanya Kiba yang berada di dekat arena.
"Itu pasti efek dari genjutsu-nya Sasuke. Seperti Naruto terikat di salib atau ilusi akar-akar pohon yang menahan Naruto.", duga Shikamaru.
"Waduh kenapa tiba-tiba disini banyak ranjau daratnya!", ujar Naruto.
GUBRAK (Kiba dan Shikamaru jatuh tersungkur)
"Hei Naruto itu Cuma ilusinya Sasuke!", ujar Kiba ketus.
"Hoek, tapi bau banget loh!", ujar Naruto sambil menutupi hidungnya.
"Genjutsunya sampai indra penciuman!", ujar Shikamaru.
"Baiklah ini Cuma ilusi berarti tak nyata! Baiklah kutendang saja!", ujar Naruto kemudian menendang ranjau darat itu ke arah Kiba dan Shikamaru.
"Hei Naruto jangan tendang kesini dong!", ujar Kiba dan Shikamaru lari terbirit-birit menjauhi Naruto.
"Hei kalian bilang itu Cuma ilusi!", bentak Naruto.
"Khukhukhu kau masih saja tetap baka Dobe!", ujar Sasuke menyeringai.
"Hei genjutsu apaan sih ini Teme! Kau mempermainkanku ya?", ujar Naruto dengan kesal.
"Baiklah akan kuberikan kau genjutsu yang lebih kuat!", ujar Sasuke.
Lalu tiba muncullah 4 sosok yang mengerikan mengepung Naruto. Naruto bergidik ngeri melihat mereka. Di sekililingnya terdapat monster kodok yang menjijikan, monster ular yang mengerikan, monster beruang yang besar dan monster dinosaurus dengan gigi-gigi tajam yang mengerikan.
"Apa-apaan ini? Kok bisa muncul monster mengerikan seperti ini?", tanya Naruto.
Monster-monster itupun maju menyerang Naruto. Naruto pun balik menyerang mereka.
"Hei Sasuke-kun kok Naruto berkelahi sendiri? Dia sudah gila ya?", tanya Sakura yang kini mendekati arena.
"Hn, baka seperti biasa, termakan genjutsuku!", ujar Sasuke.
"Hah..Hahh.. akhirnya mereka mati juga! Eh.. itu ada ilusi Sakura juga! Ini kesempatanku membalasnya yang sering menghajarku walau Cuma ilusi! Bersiaplah kau ilusi Sakura!", ujar Naruto lalu maju menyerang Sakura yang ada di pinggir arena.
"Hei mau apa kau baka!?", tanya Sakura kaget.
BUAKKKHH...
Sakura pun terpental karena pipinya dipukul Naruto secara tiba-tiba, Naruto pun tertawa karena berhasil memukul Sakura yang dia kira ilusi yang dibuat Sasuke. Sakura pun kembali bangun dengan aura-aura menakutkan di sekitarnya. Matanya memandang tajam Naruto. Semua orang pun bergidik ngeri melihat Sakura. Mereka berpikir mungkin inilah akhir hayat seorang Uzumaki Naruto. Sakura pun berlari menuju Naruto.
BUAKK...DZIGGG...BUAKKGh..BUKKKH...BUKKHHH..BUAKKH ..DZIG.. (bunyi pukulan Sakura)
"Rasakan itu baka! Beraninya kau memukulku!", teriak Sakura dengan keras.
Naruto pun terkapar tak berdaya setelah menerima siksaan maut dari seorang Haruno Sakura. Sasuke pun Cuma bisa menahan tawanya melihat kejadian barusan.
"Karena Naruto sudah terkapar tak berdaya, jadi pemenang pertarungan ini adalah Uchiha Sasuke!", ujar Temari.
"Horee Sasuke-kun menang!", teriak Sakura riang.
Sasuke pun mendekati Naruto yang sepertinya mulai sadar dari pingsannya setelah disiksa oleh Sakura. Sakura pun mengikutinya.
"Hei cepatlah bangun Dobe! Kau lebih terlihat baka seperti itu", ujar Sasuke sambil mengulurkan tangannya pada Naruto tapi wajahnya tidak menatap wajah Naruto.
"Sa-sasuke Teme..", ujar Naruto.
"Bagaimana pun kita bertiga tetap sahabat. Benarkan Sasuke-kun?", ujar Sakura yang kini berjongkok dekat Naruto dan mengulurkan tangannya juga pada Naruto.
"Hn", gumam Sasuke yang masih memalingkan wajahnya.
"A-Arigatou, sahabatku... Aku begitu terharu...", ujar Naruto yang kini menangis terharu.
Naruto pun menerima uluran tangan Sasuke dan Sakura dan kembali berdiri. Naruto pun segera memeluk kedua sahabatnya bersamaan.
"He-hei Dobe apa yang kaulakukan? lepaskan aku!", ujar Sasuke risih.
"A-aku tak tahu kalian masih menganggapku sebagai sahabatku.. Se-sekali lagi A-arigatou..", ujar Naruto terisak-isak.
"Huh kau ini ngak perlu pakai peluk-peluk segala kali!", ujar Sakura.
"A-aku begitu senang sampai menangis seperti ini...", ujar Naruto sambil menghapus airmatanya dengan lengannya.
"HEI! Sudah cukup reunian sahabatnya, pertandingan harus dilanjutkan!", potong Temari dengan ketus.
Mereka bertiga pun turun dari arena. Naruto menggandeng bahu Sasuke dan Sakura yang berada di kanan dan kirinya. Mereka berbincang dengan akrab seperti dulu lagi. Tidak ada lagi kata benci yang keluar dari mulut Naruto. Sementara Sasuke dan Sakura seperti biasa mengejek Naruto. Tapi dia sudah biasa dengan hal itu dari dulu. Berkat hal itulah mereka dapat akrab.
"Baiklah pertarungan selanjutnya! Silakan diacak!
"Dari Konoha Rookie, Hyuuga Neji melawan dari Sora Kaizoku, Kapten Shimura Sai!", ujar Temari dengan lantang.
Mereka berdua pun segera memasuki arena pertarungan. Neji menatap tajam Sai. Sedangkan Sai Cuma memasang senyum khasnya.
"Kali ini kita berhadapan Neji", ujar Sai masih tersenyum.
"Aku tak sabar mengalahkanmu Sai!", ujar Neji sambil menatap tajam Sai.
"Pertarungan dimulai!", ujar Temari dengan lantang.
Neji pun mengaktifkan byakuugannya, dia pun maju menuju Sai dan menyerang Sai dengan jyuukennya. Sai Cuma menghindar dari serangan-serangan Neji tanpa menyerang balik. Neji semakin cepat menyerang Sai. Lalu Sai mengeluarkan pistolnya dan mulai menembak Neji. Neji pun dengan cepat membentuk Kaiten. Lalu Neji pun maju dengan cepat saat Sai lengah dan menyerangnya.
HAKKE KUSHOU!
BUAKKH
Serangan tersebut berhasil mengenai dada Sai. Sai pun terpental sedikit jauh. Kemudian Sai mulai mengeluarkan darah dari mulutnya. Neji tersenyum menyeringai melihat Sai. Sai Cuma menatap Neji lalu mulai memasang senyum khasnya. Neji pun terlihat kesal melihat Sai.
"Neji tak kusangka kau menjadi sekuat ini. Aku tak boleh bermain-main lagi denganmu!", ujar Sai masih tersenyum.
"Cih apa kau meremehkanku selama ini Sai!", ujar Neji dengan keras.
"Tidak aku selalu menghormatimu sebagai shinobi dan sekarang aku akan bertarung sebagai shinobi melawan dirimu!", ujar Sai lalu mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. Benda itu adalah head-protector yang berlambang Konoha miliknya. Tapi lambang Konoha digaris horizontal menandakan dia adalah seorang pengkhianat. Sai pun mengikatnya di kepalanya. Sai pun mengambil kuas dan gulungan kertas dari jubahnya lalu mulai melukis.
NINPOU: CHOUJUGIGA!
Lukisan-lukisan berbentuk macan kini keluar dari kertas itu dan mulai menyerang Neji. Neji pun menghindari serangan-serangan itu dan memukulnya. Ketika perhatian Neji teralih pada serangan macan-macan itu. Sai muncul tiba-tiba dari belakang Neji.
BUAKKH...
Neji terpental karena dipukul Sai dipunggungnya. Neji pun segera bangkit dan segera menyerang Sai. Mereka terlibat adu pukul. Tapi pukulan-pukulan saling meleset satu sama lain. Tapi saat Sai sedang lengah Neji mendaratkan satu pukulan telak di dada Sai lagi.
BUAKKKH...
Sai pun terpental sambil memeganggi dadanya. Sai mengeluarkan banyak darah dari mulutnya. Tubuh Sai mulai sedikit sulit digerakkan karena efek jyuuken. Neji pun Cuma menatap tajam Sai sambil menyeringai.
"Sudahlah Sai, kau takkan mampu mengalahkanku! Lebih baik kau menyerah saja!", ujar Neji.
"Khukhuhkhu HAHAHAHAHHA! Menyerah! Hal itu tak ada dalam diri seorang Kapten Perompak!", ujar Sai sambil tertawa dengan keras.
Sai pun membentuk sebuah segel jurus.
"Khukhukhu kapten Sai sudah bertarung dengan serius rupanya sekarang!", ujar Kazehaya.
"Apa maksudmu Kazehaya? Daritadi kan kulihat Sai-kun sudah bertarung dengan serius!", tanya Ino heran.
"Khukhukhu tadi itu dia Cuma main-main, tapi jika kini dia mengeluarkan jurus itu berarti sudah pasti Neji akan kalah!", ujar Kazehaya.
KUKUANGYOU NO JUTSU!
Kegelapan tiba-tiba menyelimuti tempat itu. Kegelapan yang sangat pekat. Tak bisa terlihat apa-apa. Cuma bisa terdengar suara-suara yang kaget dan terkejut karena kegelapan itu. Itulah efek Kukuangyou no Jutsu. Jurus pembawa kegelapan. Jurus Hokage pertama yang sangat hebat tapi berkat kejeniusan Sai dia berhasil menguasai jurus tersebut.
"KEKKAI", ujar Sai.
Neji kebingungan melihat kegelapan ini. Tapi karena dia memiliki Byakuugan, dia masih bisa melihat aliran chakra orang-orang disekitarnya. Tapi dia merasa heran kenapa dia tak bisa melihat aliran Chakra milik Sai. Neji pun kebingungan akan keadaan ini. Tapi tiba-tiba..
BUAKH...BUAKH...BUAKHH...
Neji terpental dan tersungkur. Pukulan bertubi-tubi diterimanya secara tiba-tiba. Neji pun melihat sekitar tapi dia tak melihat Sai.
"Dengan begini kemenangan milikku Neji! Terimalah ini: KAIZOKU TECHNIQUE : SILENT SLASH!", ujar Sai dalam kegelapan.
JRASH...JRASH...JRASH...
"UARGGHHHH...", teriak Neji
Tiba-tiba kegelapan itu mulai sirna. Lalu orang-orang pun segera melihat ke arena pertandingan. Disitu Neji sudah terkapar tak berdaya dan Sai menduduki punggung Neji sambil tersenyum.
"Hehehe aku menang!", ujar Sai sambil tersenyum lalu mengacungkan jempolnya.
"HOREEE! Sai-kun sayang menang! Aku tambah cinta padamu sayang!", teriak Ino dengan riang.
"Bagus kapten Sai!", ujar Kazehaya.
"Kapten Sai memang hebat!", teriak Sakura.
"Ya! Pemenangnya Kapten Shimura Sai dari Sora Kaizoku!", ujar Temari.
Sai pun melirik Neji yang masih terkapar tak berdaya. Berapa menit kemudian Neji mulai membuka matanya perlahan tapi badannya masih sulit bergerak. Mungkin karena luka sayatan yang cukup banyak yang dibuat Sai pada tubuhnya.
"Hei sampai kapan kau mau tidur terus disitu putri tidur? Ayo bangun!", ujar Sai sambil tersenyum.
"Cih! Kau menyebutku apa? Aku tak sangka bisa dikalahkan olehmu!", ujar Neji dengan tatapan tajam.
"Rambut panjangmu yang membuatmu terlihat seperti putri! Kau sekarang ini begitu galak padaku! Padahal hubungan kita kan sangat spesial dulu", ujar Sai sambil tersenyum.
"Apa maksudmu? Hubungan spesial?", ujar Neji bingung.
"Ya kita kan partner. Yang sering melakukan hal "itu" di onsen saat umur kita 10 tahun!", ujar Sai sambil terkekeh.
"Hal "itu" jangan-jangan...", ujar Neji.
"YA KITA KAN SELALU MENGINTIP PEMANDIAN WANITA SETIAP KE ONSEN!", teriak Sai keras.
"EEEEEEEHHHHHH", teriak semua yang berada disitu (minus Sai dan Neji)
"Ternyata Neji mesum waktu dulu! Tak kusangka!", ujar Rock Lee.
"Neji-nii-san..", gumam Hinata.
"Hei Sai kau jangan bongkar-bongkar aib dong aku malu nih!", ujar Neji dengan pipi merona.
Tenten pun segera menuju ke arena dan menghampiri Neji. Tenten pun menyeret Neji dengan paksa dan setelah keluar arena dia pun menginjak-injak Neji dengan ganas.
"Aduh ampun Tenten! Ma-maafkan aku! Akh sakit.. auw..uuw", ujar Neji yang kini disiksa Tenten.
"RASAKAN INI! DASAR MESUM!", ujar Tenten dengan geram.
Sai pun cengo melihat hal itu, dia pun keluar dari arena. Dan ketika dia menghampiri Ino, Ino melihatnya dengan pandangan yang mengerikan. Sai pun bergidik ngeri melihat tatapan membunuh dari Ino.
"A..ada apa Ino-chan sayang kenapa kau menatapku seperti itu?", tanya Sai dengan ngeri.
"KAU TAKKAN KUAMPUNI! DASAR MESUM!", teriak Ino lalu menginjak-injak Sai sampai babak belur.
Dan begitulah kedua pria itu babak belur karena dihajar pacarnya masing-masing karena ketahuan melakukan perbuatan mesum.
"Ya, kita lanjutkan pertarungannya, pertarungan Ketiga!"
"Dari Konoha Rookie, Hyuuga Hinata melawan dari Sora Kaizoku, Haruno Sakura", ujar Temari.
"Hinata ya!", ujar Sakura.
"Ja-jadi lawanku Sa-Sakura-chan..", gumam Hinata.
To Be Continued…
Balas Review dulu:
Kinghades78: gomen, disini gue bikin sdkit lain critanya, yg jdi rokudaime Kakashi, setelah Kakashi bru Naruto yg jdi Hokage...
Maaf ya kalo ceritanya mulai gaje lagi…
Mohon direview please…
ARIGATOU GOUSAI MASU!
