Makasi banyak telah mengklik FF ini... Dah cukup lama, but, syukurlah dapet waktu... ^^''
For great Review, I will be thank you!
ScarletAndBlossoms:
Trims banget lho! tanpa bantuanmu, wa bakal susah mengetik dengan alasan tangan berat! (?) Thanks mo jadi pembaca setia yah? TTwTT senang dan sedih juga sih... Lupakan, thanks for read and reviews!
Dalam cerita ada sedikit lirik sebuah lagu... Ntar terakhirnya wa kasi tau deh... ^^
Games: Dynasty Warriors, Belong from KOEI
Chapter 9: Kulakukan
Gendre: Friendship & Adventure
Rate: T (ada sedikit adengan sedih)
Chara: Jiang Wei
Summary: Kami mundur, tanpa Zhuge Liang, bisa apa aku? Yang lain juga mundur, tetapi... Aku tidak ingin cepat menyerah! aku yakin, sesuatu masih membuka jalan untuk kita!
.
.
.
Aku menatap Semua orang berbicara, tentang kekalahan... Walau bagiku masih ada cara lain, mana mungkin secepat itu bisa menyerah! aku berjalan ke arah Jiang Wei yang melihat Wu Zhang Plains dari kejauhan, tentunya dari kapal...
"Tuan Jiang Wei..."
"oh? Nona Fong, saya kira siapa, ehm... dan, sepertinya kita tidak menang..."
"dan... kau tau apa yang kupikirkan?"
"tidak"
"Agh... Kau tau semua bersusah payah hanya demi kemenangan! dan, itu bukan artinya, tanpa Master Zhuge Liang... kita kalah!"
"maksudmu, kamu ingin kita semua... kembali... ke... Wu Zhang Plains?"
"tepat sekali! bagaimana?"
"saya tidak yakin"
"Agh... Kau itu strategi, yang mengatur rencana untuk kita semua! kau sia sia bukan? Rencana strategimu itu tidak digunakan, kau, sudah menyusunnya dengan susah payah bukan?"
"ehm..."
"ayolah! semua, ingin kemenangan... strategimu itu diperlukan, Master Zhuge Liang, memohon padamu..."
"..."
"terserah! aku yang akan membawa kemenangan!"
Aku berjalan ke perahu di pojokan kapal, mendorong perahu itu dan jatuh kelaut, akupun meloncat keatas perahu tersebut dan mendayungnya kembali ke Wu Zhang Plains.
I'm so tired of being here
Suppressed by all my childish fears
And if you have to leave
"Nona Fong!? Apa dia sudah kehilangan kesadaran? Semua! Kita kembali ke Wu Zhang Plains!"
Aku tidak peduli, apa yang dikatakan oleh Jiang Wei, walau aku sudah kehilangan kesadaran, aku tetaplah aku! Sesampainya, aku mendarat. Bajuku basah karena terkena cipratan air sesaat aku mendayung, tapi tidak menjadi halangan.
I wish that you would just leave
'Cause you presence still lingers here
And it won't leave me alone
Aku menyibak poniku yang agak menganggu pandanganku, pandanganku kali ini serius, kugengam busurku erat erat, mulai berjalan ke arah kedalaman. Malam yang dingin, bulan bersembunyi di balik awan awan, pantulan bayanganku tidak tampak. Aku berjalan pelan pelan dan mulai berlari.
Nafasku ngos-ngosan, lumayan capek... Dan sangat menyesal... Jika papa dan mama tau, aku pasti akan di buang atau diusir dari rumah... Mungkin dosaku akan berpuluh puluh kali lipat, atau beratus ratus kali lipat atau lebih... yang pasti, tidak ada yang tau... Sesaat aku terbenggong, terdengar suara, aku langsung menoleh kebelakang.
"Nona Fong! Kamu tidak apa apa?" suara wanita yang sangat kukenali, tak lainnya Yue Ying.
"Datang... untuk... bantu..." Kayaknya Wei Yan...
"Kamu baik baik saja bukan!?" teriak Jiang Wei, membawa bawa tombaknya itu.
"Nona muda, kalau melepaskan panah tidak perlu terburu buru" kata Huang Zhong, walah... dia malah memperingatiku...
CRASS!
"AGHHHHHH!"
These wounds won't seem to heal
This pain is just too real
There's just too much that time cannot erase
Satu anak panah menancap di pundakku, hampir mengenai kepala, untung aku berbalik... kalau tidak... apa jadinya? mungkin aku sudah mati... Aku terjatuh dan memegang pundakku, meringis sakit... benar benar... sakitnya bukan main, sakitnya sangat membuatku ingin menjerit lebih keras lagi.
When you cried I'd wipe away all of your tears
When you'd scream I'd fight away all of your fears
Nona Yue Ying langsung menghampiriku dan memperbani pundakku. Kenapa aku tidak menyadari kedatangan musuh? apa mungkin terlalu gelap yah...? sesaat aku sedang perpikir, Yue Ying dengan kesalnya memukul kepalaku.
"Aduh! Apa Nona Yue Ying!? Tiba tiba memukul kepalaku!?"
"Salahmu juga! Lihat! Lukamu banyak! Sudah kukatakan, tetap disampingku! Jangan membuatku khawatir..."
"Ma... Maafkan aku Nona Ying, aku... Hanya ingin membuatmu bangga... Semuanya, ingin kemenangan! Aku ingin, mewujudkan impian kalian..."
"ng... Nona Fong... umurmu berapa?"
"ti... Tiga belas"
"hah... Baru kali ini ada gadis yang masih terlalu muda, ingin membantu kami..."
"ekh?"
"umur rata rata mengikuti perang adalah lima belas... Tapi, kamu sudah sangat hebat dalam berperang, walau masih selalu terluka, saya sangat kaget, mengetahui umurmu..."
"tapi, bagiku... Umur sama sekali tidak membuatku kaget, yang membuatku kaget adalah, kemenangan dari usaha kalian semua! Aku sangat kagum pada kalian..."
"Nona Fong... Hebat..."
And I held your hand through all of these years
But You Still have
All of me
Aku hanya mendengar kata kata itu saja, tidak ada lagi... Aku sangat menyukai warga warga Shu ini, semuanya sangat baik, terutama juga Wei Yan yang wajahnya agak seram, itu juga baik... Aku berdiri perlahan lahan, dan mengangguk pelan.
You used to captivate me
By your resonating light
Now I'm bound by the life you left behind
Aku masih memegang pundakku, dan akhirnya kulepaskan. Aku harus bisa kuat, tidak bisa berpura pura lagi. Kekuatan itu, bisa ada jika kita berusaha, aku yakin sekali itu.
Your face it haunts
My once pleasant dreams
Your voice it chased away
All the sanity in me
Jiang Wei berjalan ke suatu bukit, kamipun mengikutinya, tidak peduli apapun rencana yang telah gagal, Jiang Wei memikirkan kalau membuat sebuah harimau dari kayu buatan Yue Ying, akan berhasil. Dan juga menara panah akan membuat musuh mundur. Aku mengerjakan sesuai perintah, rasanya capek seklai, ingin angkat tangan, tapi... Mana mungkin di saat genting begini!
Walau setiap kali pundakku nyut-nyutan, itu bukan masalah!
These wound won't seem to heal
This pain is just too real
There's just too much that time cannot erase
Tetapi, tanpa sadar tubuhku jatuh dengan sendirinya ketanah, kayu kayu yang kuangkat jatuh berhamburan. Sepertinya hanya inilah batas kekuatan seorang perempuan... Tetapi, aku belum menyerah! Aku berdiri lagi dan menyusun kayu ayu yang jatuh tadi. Semua sedikit kaget akan pertahananku ini.
When you cried I'd wipe away all of your tears
When you'd scream I'd fight all of your fears
"Selesai! Terima kasih semuanya! Dan, terima kasih Nona Yue Ying, Harimau kayumu ini pasti akan sangat berguna!" kata Jiang Wei, berterima kasih pada kami semua.
"Itu bukan seberapa" balas Yue Ying tersenyum tipis.
Sesuai rencana, harimau dari kayu buatan Nona Yue Ying bisa mengeluarkan api dan mengusir musuh musuh, dan menara panah buatan kami semua, menembak membuat mereka mundur ke dalam. Dari atas bukit ini, Jiang Wei menunjuk suatu tempat.
"Itu dia, pertahanan Sima Yi... Semua! Kita kesana!" kata Jiang Wei melompat dari sana.
And I held your hand through all of these years
But you still have
All of me
Kami semuapun mengikutinya, dan akhirnya sukses menerobos masuk kesana. Jadi, ini Sima Yi yang tadi dikatakan oleh Jiang Wei yah? Matanya mengandung beberapa kekejaman... Menyeramkan sekali... Tetapi, tentu kami tidak bisa diam ditempat tanpa melakukan apa apa, kami langsung menyerang secara bersamaan.
"Hah... Hah... Hah..."
Semua mulai merasa capek, terutama Sima Yi juga, dia sudah luka berat, tapi masih saja bertarung sambil membawa bawa senjatanya yang berbentuk kipasnya itu, walau bagiku lebih mirip sapu (?).
Jiang Wei yang tadinya ambruk, sekarang berdiri lagi, mengengam tombaknya itu, menyerang ke arah Sima Yi... Aku sangat kaget, Jiang Wei dikipas sampai terseret jauh, semuanya sudah ambruk, tapi belum mati. Hanya, hanya aku satu satunya harapan mereka, yang akan melawan Sima Yi!
Aku mengambil panahku dan meletakkannya di busurku, siap membidiknya, tenang, tenang, dan tenang. Kau pasti bisa "Khusina" kau pasti bisa... Aku mulai berlari mengelilinginya, sambil menembak salah satu panahku padanya. Dengan gampangnya dia mengipas seranganku itu, tetapi aku masih ada satu cara...
Bom yang kebetulan kutemukan saat bertemu Cao Ma Lie. Ini satu satunya bom yang ada, tanpa basa basi lagi, aku mengikatnya di panahku, dan melepaskannya. Saat Sima Yi mengipas panahku, bom itu, tepat di depannya, meledak!
DUARR!
Aku melihat Sima Yi ambruk, walau dia masih bernafas. Aku melepaskan panahku tepat padanya. Apa yang terjadi? Panahku meleset, ya, memang sengaja kulakuakan. Dia cukup terkejut melihat anak panah disamping kepalanya, lalu dia menaikkan kepalanya, menatapku dengan tatapan alasan.
"Kenapa kamu tidak langsung saja membunuhku? Ini kesempatan yang baik bukan?" kata Sima Yi mengulas senyum iblisnya (?)
"Membunuh? Apa yang kau maksud dengan memunuh!? Kau tidak sayang nyawa hah!?"
"Semua... Jika sudah dikalahkan oleh musuh, harus mati..."
"Cukup! Aku tidak tahan lagi... Aku tidak tahan dengan yang namanya 'membunuh' aku sudah takut mendengarkannya!"
Aku menangis didepannya, sebenarnya aku tidak ingin menangis, karena menangis itu tidak berguna sama sekali. Karena menangis hanya membuat beban orang lain, tidak dapat menyelesaikan masalah, dan tidak ada gunanya menangis terus. Tapi, aku benar benar taku mendengar kata membunuh, aku sudah muak! Aku benci ini...
I've tried so hard to tell myself that you're gone
But though you're still with me
I've been alone all along
When you cried I'd wipe away all of your tears
When you'd scream I'd fight away all of your fears
And I held your hand though all of these years
But you still have
All of me
.
.
.
To Be Continue
Lirik lagunya yang huruf tebal miring yah? Jadi susah baca bukan? Kalo gitu, gomene (_ _)
Anywayz, lirik lagu ini adalah Evenscene-My immortal
Read and Review please! X33
