Disclaimer : 'Bleach' punyanya Tite Kubo.. *sembah-sembah

Warning : Ancur, sok Romance, tidak jelas, dan bla blab bla -_-"

Spik dari Author kikuk : Yohoho.. saiya kembali lagi nih.. di chap yang ke-9... akhirnya update kilat kembali.. haha... :D

Sebelum kita membaca kelanjutan cerita ini saya ingin mengucapkan terima kasih untuk para Pe'REVIEW' dan pembaca sekalian. Terutama untuk ;

Silent Reader : Haha.. kasian kalo dia telmi terus.. sekali-sekali harus ada bagian kerennya.. haha.. (Sebenarnya Author di ancam ama Ichigo pake zangetsu).. haha.. emangnya tbcnya pas lagi seru-serunya ya? haha.. kalo gitu silahkan di nikmati kelanjutannya.. ~ XD

Stormy Troublemaker : Halo Stormy-san! makasih udah mau mampir.. hehe.. Benarkah ceritanya tambah bagus? hehe makasih banget.. *terbang.. haha.. ;p

Nimarmine : Belum waktunya Rukia pindah kelain hati.. hehe.. (duh ketauan deh.. ~ XD)

InuhiTsu 2230612 : Hehe.. makasih Inuhitsu-san! aku cium ah.. cup cup.. :*.. hah Miyako? Miyako itu di bleach istrinya Kaien.. Nama lengkapnya Miyako Shiba.. ;)

Love Ichiruki : Hahah tapi makasih lho udah mau mampir.. silahkan di nikmati kelanjutannya.. ;)

Sekali lagi saiya ucapkan terima kasih kepada para pembaca... *sembah sujut untuk para pembaca sekalian.. Fanfic saiya kali ini di persembahkan untuk pembaca yang ngefans sama drama-drama F4 terutama BBF... ;)

Oke silahkan di baca.. yukk mari...


Si sebuah bangku taman di SHS, Yang jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat pesta. Ichigo dan Rukia duduk disana. Ichigo melirik Rukia yang masih diam dengan posisi kepala menunduk. Lalu dia berusaha menanyakan keadaan gadis itu.

"Kau baik-baik saja?"Tanya Ichigo

"Ya.. Terima kasih yang tadi dandelion."Jawab Rukia masam

"Kau selalu saja begitu.."Ujar Ichigo mulai kesal.

"Ya.. aku memang harus begini pada seseorang yang sudah hampir satu semester menggangguku."Ujar Rukia

"Aku kan sudah minta maaf!"Ujar Ichigo lagi.

"Minta Maaf? jangan bikin aku ketawa dandelion.."Ujar Rukia makin kasar.

"Bukannya kau suka pada... Ahhh sudahlahh.."Ujar Ichigo menghentikan perkataannya, dia sedang malas berdebat dengan Rukia.

Keheningan mengisi di antara mereka. Rukia hanya menunduk murung sedangkan Ichigo masih melipat tangannya dan memasang wajah acuh. Diliriknya Rukia yang masih menunduk murung. Bagi Ichigo, kelakukan gadis itu sangat berbeda daari biasanya. Ya. Itu bukan kelakuan gadis yang seminggu lalu menghantamnya dengan sebuah pukulan. Ichigo menarik nafas panjang dan menghembuskannya, berusaha untuk mengendalikan emosinya yang sendari tadi bergejolak. Lalu di raihnya sapu tangan sutra putih dari kantung tuxedonya. Dibersihkannya tangan dan wajah Rukia yang sendari tadi masih di penuhi noda jus. Melihat tingkah Ichigo, Rukia menepis tangan cowok itu.

"Gak usah sok care deh!"Ujar Rukia kasar.

"Siapa yang sok care? Kalo gak aku bersihin nanti lengket.. memangnya kau mau punya wajah jorok kayak gitu?"Balas Ichigo.

Mendengar jawaban Ichigo, Rukia diam saja. Lalu Ichigo meraih wajah Rukia dan membersihkan wajahnya lagi dari noda jus. Rukia yang melihat kelakuan Ichigo jadi teringat akan Kaien. Kaien yang sudah hampir satu semester ini ia puja. Sekarang dia harus menerima bahwa Kaien sudah memiliki kekasih. Tanpa sadar Rukia meneteskan air matanya ketika Ichigo sedang sibuk membersihkan wajahnya.

"Ah.. Kau.. kau baik-baik saja?"Tanya Ichigo. Namun air mata itu justru mengalir lebih deras ketika Ichigo bertanya.

"Hey Rukia! Jawab aku.. kau baik-baik saja?"Tanya Ichigo mulai panik

Rukia hanya menggeleng.

"Kalo gak apa-apa kenapa menangis?"Ujar Ichigo yang masih panik.

Rukia melirik kearah Ichigo, dia berusaha mengatakan alasan dia menangis.

"Kaien-senpai datang bersama kekasihnya..."

"Kaien? kekasihnya? maksudmu apa?"Ujar Ichigo tidak mengerti.

"Aku suka padanya bodoh!"Jawab Rukia kesal, tapi air matanya tetap mengalir.

Nyuuttt...

Lagi-lagi perasaan menusuk itu datang lagi. Ichigo mendadak menggenggam dadanya. Dia mencengkram sapu tangannya dengan sekuat tenaga. Sungguh amat menyakitkan. Ichigo juga akhirnya mengetahui bahwa selama ini dia hanya kePDan menganggap Rukia menyukainya. Diliriknya dengan lirih Rukia yang ada di sebelahnya yang sendari tadi masih menangis. Melihat Rukia masih menangis, membuat perasaan menusuk itu semakin membabi buta di dadanya. Di usapnya air mata Rukia dengan tangannya.

"Jangan menangis pendek.."Ujar Ichigo.

"Apa maksudmu? kamu tuh gak ngerti perasaanku!"Jerit Rukia.

"Aku ngerti!"Jawab Ichigo.

Rukia sedikit tercengang dengan jawab Ichigo.

"Apa maksudmu dandelion?"

"Ya, aku mengerti perasaanmu itu.. aku.. aku juga merasakannya.."Jawab Ichigo seraya menutupi wajahnya dengan tangannya.

"Kau?"

"Ya.. Aku merasakannya.. dadaku terasa sakit..."Ujar Ichigo seraya mencengkram kemejanya.

"Ya.. itulah yang kurasakan ketika melihat Kaien-senpai dan Miyako.. apa ini yang namanya cemburu?"Ujar Rukia mulai kembali menundukan kepalanya.

Jujur saja perkataan Rukia benar-benar mengiris hatinya. Ichigo menarik nafas panjang lalu menghembuskannya. Dia berusaha untuk menjadi kuat demi gadis yang rapuh di sebelahnya. Diliriknya Rukia yang mulai kembali termenung dan menundukan kepalanya. Lalu dia langsung memeluk gadis itu tanpa ragu-ragu lagi.

"Kalau kau ingin menangis.. menangislah sepuasnya.. setindaknya untuk hari ini..."Ujar Ichigo lirih.

Rukia terkejut dengan tingkah Ichigo. Lengan Ichigo terasa lembut ketika memeluknya. Di balasnya pelukan Ichigo, dan dia menangis tersedu-sedu. Ichigo mengusap-usap kepala rukia dengan lembut. Walaupun hatinya terasa sakit, tapi demi Rukia dia tetap menenangkan gadis itu. Ya. Karna akhirnya dia menyadari bahwa dialah yang menyukai gadis itu, bukan gadis itu yang menyukainya. Ichigo memejamkan matanya, berusaha mencari cara agar gadis yang di peluknya ceria lagi.

"Kau cukup cengeng juga ya.."Ujar Ichigo tiba-tiba

Mendengarnya perkataan Ichigo, Rukia mendadak jadi berhenti menangis. Dia menatap Ichigo dengan masam.

"Wah.. wajahmu kacau tuh.."Ledek Ichigo.

Rukia mengerutkan keningnya dan berkata ;

"HUH! dasar malaikat palsu!"Ujar Rukia seraya menginjak kaki Ichigo sekuat tenaga.

"AWWWW! AWW!"Teriak Ichigo kesakitan.

"Hahaha.. rasakan! dasar serigala berbulu domba! kupikir tadi kau sudah berubah, ternyata aku salah.. pokoknya rasakan! haha"Ujar Rukia tertawa, Dia juga menyeka air matanya dengan tangannya.

Ichigo melirik gadis itu dengan senyuman, Dia betul-betul bersyukur berkat ledekannya gadis itu sudah kembali menjadi gadis yang ia kenal. Rukia masih sibuk menyeka air matanya dengan tangannya. Samar-samar terdengar suara alunan musik berasal dari ruang pesta.

The strands in your eyes that color them wonderful

Stop me and steal my breath

And emeralds from mountains thrust towards the sky

Never revealing their depth...

"Ah, acara dansanya sudah mulai.."Ujar Rukia tiba-tiba.

"Ma..Mau berdansa?"Tanya Ichigo ragu-ragu.

"Dengan penampilan seperti ini? Jangan bercanda! Lagi pula aku tidak punya pasangan.."Ujar Rukia

And tell me that we belong together

Dress it up with the trappings of love

I'll be captivated, I'll hang from your lips

Instead of the gallows of heartache that hang from above...

Mendengar perkataan Rukia, Ichigo langsung beranjak dari posisi duduknya. Dia bertlutut di depan Rukia dan mengulurkan tangannya pada gadis itu. Lalu berkata ;

"Mungkin aku bukan Kaien yang kau suka.. tapi, maukah kau berdansa denganku untuk sekedar menghibur hatimu?"

Ragu-ragu Rukia meraih tangan Ichigo.

"Setindaknya untuk malam ini kita berdamai.."Ujar Rukia

"Gak mau!"Balas Ichigo.

"Kau!"Ujar Rukia mulai kesal.

"Dengar.. aku mau kita berdamai untuk seterusnya.. gak cuman buat malam ini.."Ujar Ichigo memulai gerakan dansa. Rukia terdiam mendengar perkataan Ichigo. Jujur dimata gadis ini, Ichigo sangat berbeda dari biasanya.

"Ya baiklah..hehe"Ujar Rukia tersenyum.

And I'll be your cryin' shoulder

I'll be love suicide

And I'll be better when I'm older

I'll be the greatest fan of your life...

Mereka berdansa di depan bangku taman yang sepi. Sungguh situasi yang romantis untuk mereka berdua. Lambat laun Rukia melupakan apa yang dia lihat, lihat Kaien dan Miyako bergandengan dan berduet. Rukia memejamkan matanya dan berusaha menikmati musik dan dansanya bersama Ichigo. Ichigo menatap wajah gadis itu yang perlahan sudah mulai kembali ceria.

"Bagaimana perasaanmu sekarang?"Tanya Ichigo tiba-tiba.

"Sudah lebih baik.. heheh"Ujar Rukia tertawa.

Melihat tawa dan senyum Rukia, wajah Ichigo kembali memanas dan jantungnya berdegup keras. Meskipun wajah rukia masih sedikit kotor karna noda jus, Tapi itu tidak menghilangkan kecantikan di wajahnya yang membuat Ichigo semakin nervous berada di hadapan gadis itu.

And rain falls angry on the tin roof

As we lie awake in my bed

And you're my survival, you're my living proof

My love is alive, and not dead...

"Rukia.."Panggil Ichigo lembut.

"Ya?"Jawab Rukia.

"Jadilah kekasihku! aku gak akan buatmu menangis.. ya well, sebenarnya aku sudah membuatmu menangis... tapi.. aku janji tidak akan membuatmu menangis lagi!"Ujar Ichigo tiba-tiba menyatakan perasaannya.

Rukia melongo melihat pernyataan Ichigo.

"Hey.. aku serius!"Ujar Ichigo kesal dengan reaksi Rukia.

"Ah.. maaf aku cuman shock aj.."Ujar rukia menutupi wajahnya dengan sebelah tangannya.

"Kenapa shock?"tanya Ichigo polos.

"Tentu saja Shock! seorang Ichigo Kurosaki yang selalu menggangguku sekarang bersikap baik dan menyatakan suka padaku!"Ujar Rukia

"Itu karna aku suka padamu!"Ujar Ichigo lagi.

Mendadak Rukia menghentikan gerakan dansanya, Lalu menatap Ichigo dengan heran.

"Aku tidak menyukaimu.."Ujar Rukia tegas.

"Aku tau.. kau suka pada Kaien kan?"Balas Ichigo.

"Kalau kau tau kenapa kau masih menyatakan perasaanmu?"

"Karna aku akan membuatmu menyukaiku dan melupakan si Kaien yang sudah berani-beraninya membuatmu menangis dan cemburu!"Ujar Ichigo seraya menatap Rukia dengan tajam.

Mendengar perkataan Ichigo membuat Rukia sedikit berdebar. Namun setelah itu dia berlari dari Ichigo dengan berkata ;

"Coba saja kalau kau bisa!"

Ichigo tersenyum melihat Rukia yang berlari pergi meninggalkannya. Perasaannya sudah jauh lebih ringan ketimbang saat Rukia menangis tadi. Dia juga sudah menyatakan perasaanya. Diliriknya siluet dua eorang yang sendari tadi sedang mengawasinya. Lalu ia berkata ;

"Kalian sejak kapan ada disitu?"

"Sejak... sejak 'jadilah kekasihku'..hahahah"Ujar siluet seseorang bertubuh besar yang tiba-tiba tertawa lebar. Dia berjalan mendekati Ichigo. Ternyata dua orang itu Grimmjaw dan Ulquiorra.

"Sungguh keajaiban besar, seorang Ichigo mengajak seorang gadis menjadi kekasihnya.."Ujar Ulquiorra.

"Ya... apa lagi gadis itu adalah musuh besarnya di SHS! hahahaah.."Tawa Grimmjaw lagi.

"Mau bagaimana lagi?"Ujar Ichigo polos.

"Tapi dia suka sama Kaien kan? bagaimana tuh?"Ujar Grimmjaw masih berusaha menggoda ketuanya.

"Aku akan berusaha membuatnya menyukaiku! apapun yang terjadi!"Ujar Ichigo seraya meninggalkan taman itu.

"Kayaknya bakal makin seru nih!"Ujar Grimmjaw melirik ke arah Ulquiorra yang ada di sebelahnya. Ulquiorra hanya tersenyum kecil.


Spik dari Author kikuk :Asikkk akhirnya chap-9 kelar... aku ngebut banget ya? Aduhhh jadi Mohon maaf nih kalo ada salah kata atau salah ketik.. hehe.. :p

Sedikit info nih.. lagu yang di pake dansa itu, Judulnya I'll be-Edwin Mccain... Aku dengerin lagu itu sambil nulis fic chap ini... ~ XD

Trus.. Gimana ceritanya? Seru? GeJe? Ancur? ahaha.. Jangan lupa buat kirimkan kritik, saran dan komentarmu ke PO BOX 'REVIEW'.. kalo yang udah ngirim, ya ngirim lagi lah... *ngarep slalu.. Oke, Saiya selalu menunggumu.. ;))

Ampe ketemu di next chap ya pembaca... ~ :)