Cast : Kim Jongwoon (Yesung), Kim Ryeowook and other member SuJu

Pairing : YeWook, HaeHyuk, KyuMin

Genre : Drama/ Romance/ Humor

Rate : T

Disclaimer : Para cast ga tau punya siapa, khusus Wookie oppa dia tunangan saya *dirajam*

Warning : Genderswitch, Gaje ,Abal,Typo merajalela, Bahasa campur-campur

.

.

.

-/-

Yesung dan Ryeowook saling berpandangan sebelum kaki mereka melangkah beriringan, tangan keduanya bertaut erat. Ryeowook yang sedari tadi diam dan menunduk membuat Yesung menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang terlontar dari setiap orang yang berpapasan dengan mereka. Beberapa namja yang dilewati menatap Yesung sebal, mengingat hal-hal yang dilakukan Yesung pada orang yang berani mendekati Ryeowook dulu. Entah dengan pelototan mengerikannya, yah meskipun ia melotot matanya tetap terlihat sipit, sampai tindakan yang tak kalah aneh seperti muncul tiba-tiba, bicara dengan mulut motornya untuk mengalih perhatian. Yang penting tak ada yang boleh mendekati Kim Ryeowook selain dia. Biarkan semua namja itu menganggapnya egois, yang terpenting sekarang kenyataan bahwa Ryeowook adalah miliknya.

"Yesungie."

Yesung menoleh saat menangkap suara yang dikenalnya bahkan dihapalnya. Ryeowook ikut berhenti dengan dahi mengernyit, namja mirip andi lau berjalan kearah mereka dengan cengiran biji jagung "Donghae!"

Donghae dan Yesung ber highfive ala anak kecil, hal yang lama tak mereka lakukan semenjak masuk SMA. "Kau hebat bro!" Yesung mengusap bahunya yang baru ditinju oleh kepalan tangan sahabatnya. Donghae memasang tampang watados.

Ryeowook yang sejak tadi geleng-geleng berjingkat kaget saat sebuah tangan menepuk pundaknya. Sesosok marilyn monroe jejadian berdiri di belakang Ryeowook. Gadis itu mengalungkan tangannya di leher Ryeowook, memeluknya erat sembari mengusap punggung kecil Ryeowook "Yang sabar ne Wookie. hehe!"

Ryeowook mengulum senyum, dari tadi malam dia dan Eunhyuk telpon-telponan hingga larut. Menjawab rasa penasaran Eunhyuk akan hubungannya dengan Yesung. Suatu hal yang tak pernah Ryeowook bayangkan sebelumnya, jatuh cinta pada namja yang aneh, pemaksa dan pervert mungkin. Perasaan seseorang siapa yang bisa menebak? Saat ia bilang suka 'a' tak lepas kemungkinan suatu hari ia jadi menyukai 'z'. Jika cinta selalu menggunakan logika, pastikan saja orang sempurna takkan pernah ada, hanya keserakahan dan rasa tak pernah puas.

Tapi benar Kim Ryeowook tak pernah menyesali apa yang ia rasakan dan ia jalani. Bersama Yesung ia tak lagi merasa sendiri, hidupnya jadi merah kuning hijau.

"Hei, Wookie chagi kau melupakanku!" teriak Yesung saat Ryeowook dan Eunhyuk mulai berjalan ke kelas. Namja tersebut lari menyusul dengan menggeret tangan Donghae.

.

-()()()()()-

.

"Kau tahu dimana kelas Kibum?"

"Kibum? Siapa sih tau tidak?" Siwon menggaruk kepala melihat orang yang ia tanyai malah bertanya pada teman disampingnya. Dan orang ketiga tersebut ikut angkat bahu tanda tak tahu.

Siwon hanya bisa berlalu setelah berterimakasih sebelumnya. 'Bagaimana orang-orang itu tak mengenal Kibum?' Siwon meracau dalam hati. Yah mungkin karena ia anak baru disini, apalagi kemarin ia tak bertanya Kibum itu menempati kelas apa?

Siwon mengayunkan tangan, benda yang ada digenggamannya ikut terangkat. Tubuhnya yang tegap condong ke depan, senyum terpasang dibibirnya saat ia iseng saja melongokkan kepala di ruang OSIS. Orang yang ia cari beberapa menit lalu sedang duduk didalam sana, memandang sesuatu dibalik jendela yang langsung berhadapan dengan taman dan kolam kecil sekolah mereka. Saat Siwon mendekatinya, gadis tersebut tak sadar, matanya masih saja menerawang dengan mimik yang amat datar. "Sendirian?"

Kibum menoleh, dahinya membentuk tiga simpangan, "Kau? Kenapa kau ada disini?" Kibum kembali pada ekspresi dinginnya setelah menunjuk-nunjuk Siwon. "Itu hal yang ingin kutanyakan padamu. Aku sejak tadi mencarimu." Siwon menarik kursi lipatan dan ikut duduk disamping Kibum.

"Mencariku?"

Siwon mengangguk pelan lalu mengangkat sebelah tangannya, sebuah payung lipatan warna hijau diperlihatkan pada Kibum, gadis itu kembali menaikkan alis saat payung pribadinya berpindah ke tangannya

"Kau kemarin salah ambil tas, jika saja isi tas ku tak penting aku takkan mencarimu!"

Mata Kibum membulat. Tas?

Oke kemarin dia memang ingat mengambil sesuatu berbentuk tabung memanjang sebelum lari dari mobil Siwon ke rumahnya, tanpa mengecek benda yang ia yakini sebagai payung, Kibum hanya melempar asal dirak sepatu. Apa yang harus diucapkan sebagai alasan pada namja disampingnya ini? Iya sih dia ramah, tampan, berwibawa tapi bisa saja ia berubah jadi hulk jika sedang marah.

Kibum menggaruk tengkuk kikuk. "Eh, itu punyamu?Ada dirumahku sih."

Siwon mengangguk "Tapi kau membawanya kan?"

Gelengan Kibum membuat Siwon bangkit dari duduknya dan mengacak rambut frustasi. Bahan ujian praktek presentasi IPA ada ditas itu, tak mungkin kan ia mengarang bebas saat presentasi nanti? Butuh waktu seminggu untuk mendesain gambar partikel hama, pestisida, kandungan pupuk yang bahkan ia sendiri tak hapal. Harusnya ia membuat back up tapi tak pernah terfikir hal ini akan terjadi apalagi tepat di hari yang ia membutuhkan, habislah ia dimakan si guru centil. Terakhir kali Siwon tinggal lebih lama dikelas sendirian, ia di goda guru paruh baya yang masih lajang itu. Hal yang paling membuatnya bergidik adalah saat dimana punggungnya diusap berkali-kali dengan tatapan mengerikan dan bilang 'Kenapa kau tampan sekali?'. Siwon masih waras setidaknya untuk mencari yeoja yang lebih muda, cantik tanpa keriput. Tak bisa dibayangkan akan ditahan berapa jam nantinya jika ia gagal ujian praktek.

Pantat Kibum sudah sampai diujung kursi, diperhatikannya Siwon yang tadi gusar dan kini terlihat sedang berpikir. Sejenak lalu ia masih memikirkan Yesung semenjak ia mendapat kabar bahagia tadi malam dari namja yang disukainya diam-diam. Hal itu menjadi kabar duka sekalipun Kibum bilang bahwa ia baik-baik saja. Sekalipun Kibum bilang tak masalah cukup sekedar sahabat, ia tetap merasa sulit menerima. Bagaimanapun yang namanya ditolak meski secara halus tetap saja menyakitkan. Mati-matian ia berusaha jujur pada diri sendiri tapi bibir Yesung berucap maaf, mengatakan ia tak bisa mencintai gadis lain selain Kim Ryeowook. Sudahlah, bukannya kehidupan itu berjalan ke depan, sekarang gadis berambut hitam ini fokus pada Siwon yang lama juga terdiam.

Kibum hendak pergi jika saja tangannya tak dicekal Siwon. "Kita pulang!"

ujar Siwon menarik tangan Kibum

Pulang?

Maksudnya apa? Bel masuk untuk pelajaran ke lima saja belum berbunyi.

Sekarang pertanyaan Kibum yang tadinya 'Apa?' berubah jadi 'Bagaimana?' setelah Siwon menunjuk pagar belakang sekolah dengan tinggi 4 meter.

Siwon memperhatikan situasi sekitar. "Kau harus membantuku, ini juga salahmu. Ayo cepat!"

"Tapi bukannya kau harus ujian?" Kibum menelan ludah, bagaimana jika ia memberi alamat rumahnya saja dan membiarkan Siwon pergi sendiri? ia bukan pemanjat ulung sejauh ini, apalagi dihadapkan dengan pagar beraliran listrik yang dibuat khusus menjegah adanya pembolosan.

"Tak masalah, aku bisa mengejar waktu. Kita harus segera naik bis ke rumahmu, ini soal hidup matiku."

Bukan memanjat pagar tapi Siwon memanjat pohon beringin besar dengan ranting kokoh yang terhubung pada tembok pagar. Kibum was-was saat Siwon berkata 'Naiklah!' dengan nada mutlak. Gadis itu kembali melihat kanan-kirinya, tak ada orang. "Tapi..."

Siwon mengangguk yakin. "Kau tak minta aku menggendongmu kan"

Setahap demi setahap kaki Kibum menginjak tanjakan seadanya hingga sampai di atas pohon, saat ia merangkak menuju tembok Siwon ternyata sudah turun duluan, namanya terus diteriakkan namja itu. Ish ia tak tuli, nyaris saja Kibum jatuh saat melihat kebawah.

"Melompatlah!"

Seenak udel lagi Siwon menyuruhnya, entah image ramah, tampan yang tadi disimpulkan Kibum menguap begitu saja bergantikan image pemaksa. "Akan kutangkap, jangan takut!" Siwon merentangkan kedua tangannya. Kibum masih ragu, ia harus turun lewat kaki dulu? Atau kepala dulu? Atau ia sedang berdoa mempunyai sayap saat ini juga.

"WAAAAA!"

"Bangunlah kau jangan menindihku!"

"Aaaa mian!"

"Hei, kakimu masih menindih 'itu' ku."

"Uwaaaaa"

Sejak bertemu Siwon gadis itu jadi hoby menjerit.

.

-()()()()()-

.

"Kau mau yang rasa apa chagi?"

"Coklat."

"Aku pisang!"

"Aku strowberry!"

Yesung mendengus, "Yang kutanya kan Wookie chagi bukan kalian!"

"Tapi disini kan kita juga dapat traktiran. Sudah pesankan saja sana!. Aku yang gelas jumbo ne." ujar Eunhyuk menyodorkan buku menu pada Yesung.

"Arra!" Setelah mendapat anggukan dari Wookie, Yesung bangkit ke meja kasir masih dengan sedikit dumelan. Harusnya hari ini adalah kencan pertama mereka, hari yang akan dilewatkan berdua dengan moment romantis. Kala duo HaeHyuk itu minta traktiran ia hanya bisa pasrah karena yeojachingunya langsung setuju. Oke Kim Yesung, kau masih punya banyak hari bersama Ryeowook sedikit beramal tak apalah.

Yesung kembali dengan nampan besar berisi 3 gelas sedang dan 1 gelas jumbo eskrim untuk Lee Hyukjae.

"Chagi, suapin!" Eunhyuk tersenyum saat Donghae merajuk padanya. Yesung melirik sebal, namja itu beralih menatap Ryeowook yang sibuk dengan es krim. Bibir mungilnya belepotan seperti anak kecil. Kenapa yeojachingunya selalu menggemaskan? Yesung masih sulit percaya jika ia dan Ryeowook benar-benar sepasang kekasih. Dari kelas satu gadis itu menolaknya mentah-mentah dan sekarang Ryeowook senantiasa menempel disisinya, tersenyum manis padanya.

Ryeowook tersenyum mendapati Yesung menopang dagu didepannya, mengabaikan es krim yang sudah meleleh. Ryeowook menaikkan alis saat Yesung mengetukkan jari dibibirnya sendiri. "Kau belepotan chagi."

Ryeowook jadi gugup saat tangannya yang hendak mengambil tissue dicegah Yesung, namjachingunya itu menggerakkan lidah memutar menelusuri bibir, Ryeowook mengikuti instruksi Yesung dengan menjilat bibirnya sendiri.

"Wow!" Eunhyuk dan Donghae melongo saat wajah Yesung mendekati wajah Ryeowook lalu menambah lelehan saliva disekitar bibir Ryeowook. Walau hanya sekilas tapi cukup menambah rona merah dipipi gadis itu.

Yesung tersenyum puas setelah berbisik 'Manis.' ditelinga yeojachingunya.

.

-()()()()()-

.

Dimana ia menoleh ke kiri ia tersenyum, menoleh ke kanan ia tersenyum lagi. Aduhh! Susahnya jadi orang tampan.

Kim Kyuhyun tersenyum untuk kesekian kali, ia masih menyenderkan punggung pada tembok dibelakangnya dengan satu tangan diselipkan pada kantong celana. Beberapa yeoja yang keluar dari gerbang meliriknya lalu berbisik-bisik. 'Belum pernah lihat namja tampan kah?' batin Kyuhyun. ini kedua kalinya ia menjemput Lee Sungmin. Yeoja yang tadi malam resmi dikenalkan pada ummanya. Cuaca sore tampaknya menguntungkan bagi Kyuhyun yang setia menunggu yeojachuingunya selesai latihan klub. Kali ini ia tak lagi memakai seragam SMP. Kenapa? Beberapa bulan lagi ia akan jadi murid SMA, ia mengenakan kemeja kotak coklat lengan pendek dipadu dengan celana jeans, berulang kali Kyuhyun merapikan rambut ikalnya. Sudut bibirnya terangkat saat suara yang ditunggunya terdengar dari arah belakang. Sesuatu mengganjal pandangan mata Kyuhyun saat melihat Sungmin berjalan dengan seorang namja. Tangan Kyuhyun terkepal. Repotnya jadi orang pencemburu!

Sungmin terkejut mendapati Kyuhyun berdiri didepannya lalu mengunci pergerakan tubuhnya kala lengan Kyuhyun melingkar dipinggang Sungmin. "Dia itu yeojachinguku!" Namja disamping Sungmin menatap Kyuhyun heran lalu pergi tanpa bicara apapun.

Sungmin terkesiap "Kyu! Kau ini!"

"Aku tak suka noona dekat dengan namja!" Kyuhyun tak menghiraukan tatapan Sungmin, ia masih menuntun yeojachingunya untuk berjalan. "Tapi yang seperti itu terlalu berlebihan Kyu!"

Kyuhyun menggeleng, "Saat aku sudah pindah sekolah disini, akan kupastikan tak ada namja yang boleh melirik noona!" Sungmin menghela nafas lalu tersenyum. Ia paham maksud namja itu.

"Apa aku kekanakkan?" Kyuhyun mengelus rambut Sungmin yang kini membalas rangkulannya, Sungmin menggeleng. "Kau sangat kekanakkan!"

"Aku tak peduli!"

.

-()()()()()-

.

Yesung mengambil salah satu handuk kecil di lemari gantungnya, ia tersenyum saat matanya mengekor diranjang tempat tidur dimana Ryeowook terbaring. Bukan! Bukan terjadi hal macam-macam, Yesung sudah mandi karena memang hari kini menjelang malam.

"Ehem! Jangan melihatnya seperti itu Sungie!"

"Umma?"

Dari arah pintu Leeteuk masuk ke kamar Yesung, ibu cantik itu duduk dipinggiran ranjang tempat Ryeowook terlelap. Tangan Leeteuk terulur menyingkirkan poni yang menutupi wajah cantik Ryeowook. "Dia sampai kelelahan begini. Kau membawanya kemana saja Sungie?" tanya Leeteuk

Yesung berpikir sejenak, "Dia tadi hanya membantuku di toko Shindong adjuhssi."

"Dan kau juga menyuruh gadis cantik ini membuatkan makanan?" cecar Leeteuk menatap putranya kesal, saat ia pulang kerumah di meja makan sudah disuguhkan aneka makanan dan lauk pauk membuat Leteuk tak sedikitpun menyentuh perlengkapan dapur sore itu, betapa kagetnya ia saat menemukan sesosok yeoja mungil bergumul selimut sampai dada di kamar anaknya. Hampir saja Yesung tak selamat saat pulang dari toko depan rumahnya, ia sudah mendapat pukulan dari ummanya serta bertubi pertanyaan yang membuat kepalanya sakit.

"Aku tidak memaksanya umma, dia sendiri yang ingin melakukannya," sanggah Yesung.

"Cepat bangunkan dia dan segera antar pulang, sudah lewat jam 8 malam!"

Yesung POV

Cklek

Kututup pintu kamar setelah memastikan umma benar-benar pergi.

Kubalikkan tubuh memperhatikan bidadariku yang damai dalam mimpinya. Membangunkannya? Bagaimana kalau aku ikut tidur saja disampingnya? Hehe

Ryeowook menggeliatkan tubuh saat ranjang ini melesak menimpa badanku. Kujejeri yeojachinguku sepelan mungkin aggar ia tak terbangun. Kutarik satu selimut yang sama dengannya, sekarang kita ada di dalam satu selimut. Bisa kulihat jelas wajah mulusnya dari jarak sedekat ini, dan wangi tubuhnya semakin membuatku gila. Kulingkarkan tanganku pada perutnya, kukecup pipinya lama dengan mata terpejam. Kuharap bisa seperti ini terus. Sejenak ia melenguh, kukendurkan pelukanku agar Wookie tak terganggu. Hmm aroma tubuhnya membuatku tenang, kuhirup aroma rambutnya lalu turun pada lehernya dan membenahi posisi tidur senyaman mungkin.

"Kyaaaa..Hmmppt!" Ryeowook mendelik saat kubungkam mulutnya dengan tangan. Teriakan melengkingnya itu bisa saja mengundang tetangga untuk berkunjung ke rumahku.

Saat ia mulai tenang, kulepaskan tanganku menjauhi mulutnya. Dengan gerakan cepat ia menggeser tubuh menjauhiku, nyaris saja ia menggelundung kelantai jika aku tak menarik tangannya.

"Kau, pervert!" Aku terkekeh saat Ryeowook memukul dadaku lalu menenggelamkan kepalanya dalam dekapanku.

Kuusap belakang kepalanya. "Kau berlebihan chagi."

Ryeowook melepaskan pelukanku dan bangkit duduk, ia mempoutkan bibir. "Apanya yang berlebihan?"

Aku ikut duduk dan merangkulnya lagi. "Tapi kau suka kan?" godaku

"Eh, siapa bilang?" ia mendorong dadaku kuat hingga pelukan kami terlepas. Ia menatapku bingung. "Omo! Jam berapa ini?" pekiknya.

Kufikir ini sudah terlalu malam, tapi fikiran lain juga meyelinap di otakku "Menginap saja ne? Aku tak masalah berbagi kamar."

Aww

Kuusap perutku, gadis ini senang sekali menyubit pria tampan sepertiku. Bisa kulihat tatapan jengkelnya, tapi tak kupedulikan. Ryeowook tak melawan saat tubuhnya kutidurkan lagi dikasur, ia mengerjapkan matanya imut saat bulu mata kami bersentuhan.

"Boleh aku menciummu?" ijinku.

Pipinya makin memerah saat kuusap. Ryeowook mengangguk. Kukecup tulang pipinya.

"Boleh lagi?" Kurasakan badan yeojachinguku makin kaku, aku tahu ia gugup. Aku sendiri tak kalah gugup. Kutempelkan bibir kami sekilas saat ia mengangguk. Kuperhatikan lai lekuk wajahnya, kuusap bibirnya yang sedikit terbuka "Boleh?"

Ryeowook mengangguk lagi. Kali ini benar-benar kutekan bibirnya dengan bibirku, kukulum perlahan belahan bibir atasnya. Rasanya seperti candu, kenyal, lembut dan Hmmm.

PLUK

"Yesungie, umma bilang bangunkan dia dan segera antar pulang, bukan malah membangunkan adik kecilmu!" Entah sejak kapan umma ada dibelakangku, yang kurasakan hanya sakit saat kepalaku dipukul oleh raket nyamuk. Aku dan Ryeowook bersamaan membenahi diri dan duduk, kulirik yeojachinguku itu yang tengah mengusap lelehan saliva dengan punggung tangan. Ryeowook menunduk saat umma mendekatinya. "Umma ingin bicara denganmu Ryeowook-ah."

.

-()()()()()-

.

Kubalikkan badan saat mendengar sara pintu ditutup, kutatap gadis yang sepertinya kedinginan itu. "Yakin tak mau menginap?" tanyaku memastikan, ia mengangguk lemah dan mulai berjalan mendahuluiku.

"Chagiya, kau tak romantis sekali sih? Kau tak ingin menggandeng tanganku eum?" ia hanya menggeleng saat kuulurkan tanganku, ia melangkah lagi.

"Wae? Apa yang umma katakan tadi? Kau kenapa sih chagi? Jangan-jangan umma sudah melamarmu.

"Jangan bicara macam-macam." Ryeowook mencubit lenganku.

Kupeluk ia sambil berjalan, kueratkan pelukanku meski ia mengelak. "Satu cubian, satu ciumman" kusambar bibirnya singkat, dan ia mulai mengomel panjang lebar tentang sifat pervertku.

"Kau membuatku pulang malam, appa pasti marah padaku," ujar Ryeowook menengadahkan kepalanya keatas, kutepuk kepalanya pelan. "Itu tanggung jawabku, percayalah akan kujelaskan pada ayah mertua." Ryeowook tersenyum memandangku, kubalas senyumannya

"Chagi, mulailah panggil aku chagi? Hmm?"

Ryeowook menggeleng "Shirreo"

Kupiting hidungnya "Yesungie saja deh," tawarku. Kukecup pipinya karena tak menjawab, "Yak menjauhh!"

"Aku tak bisa jauh-jauh darimu chagi!" kutempelkan daguku pada kepalanya. Rumah Ryeowook sudah sampai beberapa langkah lagi, bahkan aku berdoa agar letak rumahnya lebih jauh jadi aku punya waktu lebih lama dengannya malam ini.

"Yesungie! Saranghae." Lengkungan bibirku melebar tanpa diminta. Kupeluk ia lebih erat.

Sesaat biarkanlah seperti ini. Kebahagiaan ini biar kita jalani berdua. Tersenyum, menangis dan tertawa bersama.

.

.

.

END

.

Annyeong.. mian telatt, hehe

ini chapter akhir tapi kok endingnya ga jelas, oke gapapa lah *gapapa apanya?* Mian kalo ending tak memuaskan *bow*

Sebelumnya terimakasih sangat buat yang kemarin udah ngasih aku semangat dan bener aku udah dapet kerjaan sekarang *sujud syukur* Pokoknya neomu neomu gomawo ^^ *seneng berlebihan*

Sibuk banget bahkan aku baru dngerin 6jib hari ini.

For Redpurplewine, LeeHaeNa, cloudPW, erleeteuk, bintang hoshi, Wookiecil, Kim Jung Min, Yewook ddangko, hanifa tias, hanifa tias, Kim Seo Jin aka Kimmy, ddangclouds, marezkyananda, Memey Clouds, dd and all annonymous

Terimakasih sudah riview chapter sebelumnya

Ucapan terimakasih akhir juga untuk sema reader dan silent rider (kalo ada) yang mau ngikutin FF yang updatenya lama ini, jongmal gomawo^o^

Okelah, kita bertemu lagi di tahun-tahun berikutnya

Readers : Bubarrr

Bye chingudeul