New Line

Disclaimer : Sampai kapanpun Naruto dan Highschool DxD tidak akan pernah menjadi milikku, bahkan dalam mimpi sekalipun, Karena yang kutahu bahwa pemilik Naruto adalah Masashi Kishimoto dan pemilik Highschool DxD adalah Ichiei Ishibumi

Rating : M for Safety (untuk kata yang kurang sopan dan beberapa adegan Lime ataupun yang lain)

Pair : Naruto x ? (Mini-Harem or Single?)

Warning : OOC, Typo, Miss-Typo, Gaje, Amburadul, Alur Berantakan, Mainstream, DLDR, Semi-Canon, Strong!Naru, ThreeElement!Naru, Dll

Summary : Menjalani hidup digaris yang berbeda, membuat Naruto harus mau tak mau bisa beradaptasi didunianya sekarang, perlahan Naruto mencoba kembali ke Garis awal, apakah ia bisa? (Bad Summary)

A/N : Aku sebagai Author Newbie meminta maaf kepada Author yang lain jika ada kesamaan fic milikku dengan Kalian, Maka dari itu, Gomennasai!

Dan untuk para Reader dan Silent-Reader :v maupun Reviewer yang setia membaca tulisanku yang gaje ini, Selamat Membaca dan semoga memuaskan!

.:: oo0oo ::.

[ Arc II : Nuansa baru ]

Chapter 9 : Aku, Apartemen, dan Teman Baru

Malam hari setelah kejadian kepergian Naruto dari klub ORC, membuat iblis yang berada di Klub ORC yaitu Issei, Rias, dan Akeno tengah dilanda kebingungan

"Sebenarnya apa yang dimaksud Naru ya?" disaat suasana menjadi sunyi, dengan tiba tiba Rias bertanya kepada keluarga didepannya itu

Issei hanya menggeleng pelan menjawab pertanyaan Rias, sedangkan Akeno kini terlihat kefikiran akan sesuatu yang membuat Rias penasaran

"Entahlah, akupun tidak tahu, bahkan untuk pertama kalinya aku melihat Naruto-san menangis" ucap Issei

Akeno yang mendengar pembicaraan keduanya merasa kesal, mereka seperti tidak peka atau malah tidak peduli dengan perasaan Naruto saat ini

Akeno lalu berdiri dan menatap keduanya dengan tajam membuat keduanya agak penasaran, "Kalian ingin tahu bukan kenapa Naruto seperti itu?" ucap Akeno membuat keduanya mengangguk setuju

"Itu karena Naruto menyukaimu Rias!" ucap Akeno dengan Nada agak tinggi membuat Rias terkejut, jadi semua perlakuan Naruto selama ini karena ia menyukainya? Sungguh ia tak menyadarinya #PoorRias

Perlahan raut wajah Rias kini menjadi sedih, ia tak menyangka telah menyakiti hati Naruto, namun bagaimana lagi? Ia sudah terlanjur mencintai Issei yang seorang pawn Kesayangannya itu

"Kau terlalu bodoh untuk menyadari perasaannya, terlebih lagi, kau menyakiti hatinya tepat didepan matanya sendiri!" ucap Akeno

Kini Rias bertambah sedih, hatinya mengatakan ia merasa sudah terlalu menyakiti Naruto, ia teringat saat Naruto menyiapkan makanan padanya, tapi malah ia mengkhawatirkan orang lain

"Untuk lebih detailnya lagi, kita tunggu saja besok, kuyakin Naruto pasti sekolah, aku izin pulang dulu Rias" ucap Akeno lalu pergi meninggalkan keduanya

.

.

.

Kini di bawah sebuah jembatan yang terdapat bidang miring yang ditumbuhi oleh rerumputan hijau, ada seorang remaja pirang berbaring dengan santainya dengan seragam sekolahnya

Remaja itu kembali mengingat adegan pada sore hari tadi yang membuat hatinya terluka, yaitu orang yang ia sukai menyukai orang lain bahkan melakukan itu didepan matanya sendiri

"Sungguh menyakitkan mengingatnya" gumam remaja itu dan mengambil smartphonenya disaku celananya yang bergetar menandakan ada sebuah pesan yang diterima oleh benda elektronik itu

Ia lalu membuka Lockscreen ponselnya dan melihat siapa nama pengirim pesan, "Rias?" gumamnya, ia lalu dengan cepat menghapus pesan itu dan kembali menyimpan ponselnya ke saku celananya

"Tak Kusangka kau Tersakiti olehnya hanya karena ia berciuman serta tinggal bersama Si mesum sialan itu!" tiba tiba terdengar suara yang menggema dikepalanya yang terdengar mengejek, Naruto hanya memutarkan bola matanya bosan

"Kau berisik Sekali! Lebih baik tidur sana, dasar rubah Jomblo" batin Naruto merespon ucapan sang Kyuubi no Yoko

"Kau memang Baka-Gaki, kepala merah itu sudah membuatmu terpuruk seperti ini, setidaknya kau membalas perbuatannya itu"

Naruto tertegun mendengar ucapan Rubah orange itu, ia lalu berpikir bagaimana caranya untuk membalas perbuatan Rias yang telah membuatnya seperti ini

"Ah tidak! Aku malas untuk membalas hal seperti ini, mungkin aku hanya mencuekinya atau mungkin mengacuhkannya, lama kelamaan mungkin mereka memutuskan hubungan denganku bukan?"

"Itu Terserah Padamu, kau memang bocah keras kepala!"

"Dan kau? Dasar Rubah Tsundere!"

Tiba tiba dari belakang remaja pirang yang bernama Naruto itu, muncul seseorang berambut kuning dibagian pony nya dan membawa ember serta pancing, sepertinya ia hendak memancing ya? Naruto? #BukanAuthor #DiaMauBerenang

"Yoo, Naruto!" ucap Pria itu, Naruto lalu duduk di bidang miring itu dan menoleh kearah belakang, "Oh Azazel!, ada apa kau kesini" ucap Naruto yang membuat perempatan muncul dikepala Azazel

"Ya mau mancing lah! kau tidak lihat aku sedang bawa apa?" ucap Azazel kesal sambil memamerkan barang bawaannya kepada Naruto, yaitu sebuah ember dan sebuah pancing, tak lupa dengan umpannya

Naruto hanya mengangguk saja membuat Azazel menahan kekesalannya, ia lalu berjalan kepinggir sungai dan melempar senar pancingannya

"Naruto, kudengar kau sedang patah hati ya?" ucap Azazel yang membuat Naruto gelagapan, tak disangkanya Azazel mengetahui perasaan pribadinya

"Ti-tidak aku-"

"Jangan berbohong, aku sudah tau kok, lagipula Grigori itu gudangnya infoo!" ucap Azazel sambil mempromosikan tempat penelitian itu yang membuat keringat sebesar biji jagung jatuh didahi remaja pirang itu

"Sampe segitunya, lagipula info yang kau ketahui itu tidaklah penting bagimu Azazel" ucap Naruto sweatdrop

"Oh ya Azazel.." ucap Naruto menggantungkan ucapannya membuat Azazel menoleh kearah Naruto, "Apa kau bisa membelikan sebuah apartemen untukku, tenang saja, kau bisa memakai uangku untuk membelinya" lanjutnya

Azazel lalu memikirkan sesuatu, ia teringat sebuah apartemen miliknya yang sudah lama tidak ia tempati, sementara itu Naruto tengah menanti sebuah jawaban dari Azazel

"Kau tak perlu membelinya, aku mempunyai apartemen kecil didekat Akademi Kuoh, mungkin hanya berjarak 700 Meter saja dari Akademi Kuoh, kau boleh menempatinya" ucap Azazel

Mata Naruto langsung berbinar mendengar tawaran Azazel yang begitu menggiurkan, ia lalu menganggukkan kepalanya dengan cepat sehingga sedikit terdengar bunyi 'kretek' dari lehernya

"Arigatou Azazel!" ucap Naruto dengan senang, sementara Azazel kini sweatdrop melihat tingkah remaja didepannya itu, moodnya seakan mudah untuk berubah, 'apa Aku tadi mendengar bunyi kretek dari lehernya?' batin Azazel

"Tapi sepertinya setelah kau menempati apartemenku, mungkin ada seseorang yang akan tinggal bersamamu nanti" ucap Azazel

Naruto menautkan alisnya bingung, bukankah apartemen itu milik Azazel, kenapa ada orang lain yang ingin tinggal disitu, bukankah Azazel selalu sendiri, "Siapa dia Azazel?" ucap Naruto

"Kau akan melihatnya sendiri" ucap Azazel dengan senyum yang aneh yang lagi lagi membuat remaja kuning itu sweatdrop ria

Kini suasana menjadi sunyi, Azazel kini tengah fokus pada pancingannya yang di embernya sudah mendapatkan beberapa ikan, sementara Naruto terus berbaring menatap bintang yang bertebaran di langit

"Nee Azazel..." ucap Naruto menggantung, Azazel lalu melirik Naruto dengan tatapan penasaran, "Apa didunia ini ada cara untuk pergi ke dimensi lain?" ucap Naruto

Azazel lalu berpikir keras, ia belum pernah menemui hal seperti itu, ia dulu mempunyai sebuah sacred gear buatannya yang dibuatnya dengan sedemikian rumit, namun akhirnya Sacred Gear buatannya dicuri oleh Kokabiel

"Entahlah akupun tidak tahu, aku pernah membuat sebuah benda yang bertujuan untuk berpindah tempat ke tempat yang dituju, namun karena sebuah kesalahan, benda itu akhirnya menjadi benda yang bisa berpindah ke dimensi lain, namun akhirnya dicuri oleh Kokabiel" ucap Azazel dan kembali

Naruto lalu kembali menatap langit malam yang dipenuhi bintang, entah kenapa hatinya kini sangat rindu dengan tempat kelahirannya, yaitu Konoha, apakah takdir mempermainkannya hingga ia dipindahkan ke dunia yang rumit ini?

Ia lalu bangkit dari acara berbaringnya, menatap Azazel yang masih bergelut dengan hobinya itu, "Azazel, apa boleh aku menempati Apartemenmu itu mulai sekarang?" tanya Naruto

Mendengar ucapan Naruto, Azazel lalu mengambil sesuatu dari saku bajunya, dan melempar benda logam serta kertas itu kearah Naruto, dengan cepat Naruto menangkapnya

"Itu kunci apartemenku, serta kertas itu petunjuk menuju apartemenku jika kau tidak tahu tempatnya, dan Anggap saja rumah sendiri" ucap Azazel menoleh kearah Naruto lalu tersenyum

"Arigatou, Azazel, suatu saat aku akan membalas kebaikanmu" ucap Naruto lalu pergi meninggalkan Azazel sendirian di bawah jembatan itu

.

.

.

.

Naruto kini sudah berada didepan pintu Apartemen yang dikiranya milik Azazel, ditangannya terlihat tas plastik belanjaannya, didalamnya ada beberapa bahan makanan serta pakaian yang baru, mengingat mungkin pakaian yang berada di ORC tidak akan ia ambil

Ia lalu memasukkan kunci ditangannya ke lubang yang berada dibawah knop pintu, setelah itu ia memutar kuncinya dan memegang serta memutar knop pintunya

'Ckleeeek'

Gelap, itulah yang pertama kali dilihat oleh matanya, tangannya mencari sesuatu untuk menghidupkan lampu yang ada diapartemen itu, setelah lampu hidup, akhirnya ia bisa melihat apartemen yang kini ditinggalinya itu

Sebuah apartemen yang sederhana, dengan dapur yang cukup luas serta ruang makan yang digabung dengan ruang keluarga, serta dua ruangan yang dibatasi pintu yang dikiranya kamar yang mungkin menjadi tempat tidur barunya

Ia lalu menaruh plastik belanjaan yang berisi bahan makanan ke dapurnya, lalu remaja pirang itu memasuki kamarnya dan membereskan kamarnya serta memasukkan pakaian barunya ke dalam lemari yang sudah tersedia disana

Akhirnya ia lalu berbaring dengan bebas di spring bed berukuran agak lebar itu, perlahan matanya menutup dengan perlahan mencoba berpetualang dialam mimpinya

.

.

.

Hari kini beralih menjadi pagi, setelah sore yang menyakitkan serta malam yang membosankan dilewati oleh remaja pirang dengan darah Uzumaki yang mengalir di tubuh pemuda pirang itu

Suasana di apartemen Azazel yang kini ditempati oleh Naruto menjadi gaduh akibat seseorang yang pagi pagi sudah mengetuk pintu masuk apartemen Naruto

"Oii! Cepetan Buka!" ucap Sosok yang berada didepan pintu masuk itu

"Sabar dikit! Ini mau dibuka!" ucap Naruto agak berteriak kesal, pagi harinya ia sudah diganggu oleh orang tak dikenal, yang bahkan seenaknya menyuruh untuk membuka pintu apartemen seseorang

'Ckleeek'

Dilihatnya didepan Matanya sendiri, kini ia sedang berhadapan dengan seseorang remaja yang mungkin seumurannya dengan surai Dark-Silvernya yang terlihat keren

"Vali? Apa yang kau lakukan disini?" pertanyaan Bodoh yang dilontarkan Naruto membuat seseorang yang bernama Vali tadi sedikit kesal

"Entah kenapa Azazel menyuruhku untuk tinggal di apartemen ini dengan seseorang, dan ternyata seseorang itu adalah kau, jadi sekarang aku penghuni apartemen ini" ucap Vali acuh dan masuk kedalam apartemen dengan seenak jidatnya

Perempatan berwarna merah muncul didahi Naruto, terlihat alis matanya berkedut ria melihat Vali dengan seenaknya masuk tanpa seizinnya, ia lalu menarik lengan Vali sehingga Vali berbalik menghadap Naruto

"Heh? Dengar ya Kepala Perak, jangan seenaknya kau masuk ke apartemen orang tanpa izin, dasar kepala perak" ucap Naruto dengan nada Kesal

Dahi Vali berkedut mendengar ejekan yang dilontarkan oleh Naruto, baru kali ini ia diejek seperti itu, terlebih lagi yang mengejeknya adalah seorang Manusia

"Diam kau Durian Montok!, sudah ku bilang mulai sekarang aku penghuni apartemen ini, jadi dengan kata lain kita berdua sekarang menjadi penghuni Apartemen ini dengan sah" ucap Vali seenak jidat dengan sebelah pihak yang lagi lagi membuat Naruto kesal

"Terserah!" ucap Naruto kesal, sementara Vali menatap Naruto dengan bosan 'Dari tadi kek bilang nya' batinnya nista

"Dan jangan bilang kau tidak bawa apa apa!" ucap Naruto dengan agak keras, tak lama Vali teringat sesuatu, setelah itu muncul lingkaran sihir disamping remaja bersurai perak itu

Dari lingkaran sihir itu, muncul sebuah koper kecil yang mungkin berisi pakaian milik Vali serta tas plastik yang sepertinya berisi belanjaan bahan makanan

"Lihatlah! Aku tak mungkin tinggal disini dengan tidak membawa apa apa Durian!" ucap Vali dengan Nada kesal, ia lalu membawa koper kecil itu dan memasuki kamar yang satunya, sementara belanjaan bahan makanan dibawa Naruto dan dimasukkan kedalam kulkas

'Dasar Perak kamvreett Sialan!'' batin Naruto mengumpat

.

.

.

Kini Naruto terlihat sudah mandi, dengan seragam sekolahnya yang sedang bergelut dengan perabotan dapur, sementara Vali terlihat sedang melakukan ritual pagi di kamar mandi

"Oii Durian! Berikan aku sabun, disini sudah habis" teriak Vali dari dalam kamar Mandi

Naruto yang sedang memotong sesuatu dengan pisau perlahan berhenti, ia mengumpat kesal kepada Vali, ia sedang asik asiknya memasak namun diganggu oleh Vali yang hanya sekedar meminta Sabun

Ia lalu mengambil sabun disuatu tempat, setelah mengambilnya ia berjalan kearah kamar mandi dengan wajah yang terlihat kesal, setelah sampai dikamar mandi, ia membuka pintunya dan...

Wala!

Dilihat dengan matanya sendiri, Vali yang terpejam sedang mengguyur tubuh yang tanpa dilapisi sehelai benang sedikitpun dengan Air, wajah Naruto terlihat memerah walaupun itu hanya sesama laki laki

Vali lalu membuka matanya, terlihat mata berwarna Biru es nya menatap wajah Naruto dengan datar, dilihatnya Naruto dengan wajah yang memerah bak kepiting rebus

"Ada apa? Cepat berikan sabunnya" ucap Vali Acuh sambil menyodorkan tangannya berharap Naruto memberikannya sabun yang Naruto pegang, namun sepertinya Vali tidak menyadari sesuatu yang ganjal

Naruto lalu dengan cepat melemparkan Sabun yang ia pegang kearah Vali, dengan sigap Vali menangkapnya, Naruto lalu Berbalik, "Dasar, punyamu masih berukuran sedang!" ucap Naruto lalu kabur kearah dapur

Seolah mengerti dengan ucapan Naruto, Vali dengan cepat menutupi bagian selangkangannya dengan kedua tangannya serta wajahnya yang memerah dengan penuh kekesalan

"Dasar Durian Mesum!" Teriaknya kesal

.

.

.

Kini Di apartemen yang ditinggali oleh dua makhluk berbeda ras, Naruto tengah menyantap sarapan paginya yaitu sebuah Ramen Cup, sedangkan Vali baru datang ke ruang Makan setelah mengganti pakaiannya

"Oii Baka, kau Makan apa?" Tanya Vali

Merasa ada sebuah ucapan yang dituju kepadanya, Naruto lalu menoleh keasal suara, dilihatnya Vali yang kini bepakaian T-shirt berwarna hijau tua dengan dilapisi oleh jaket berwarna hitam serta celana hitam yang terdapat rantai dibagian Saku celananya

"Ramen, apa kau mau? Jika iya kau bisa mengambil disana" ucap Naruto sambil menunjuk sebuah lemari penyimpanan yang ada diruang makan itu, Vali hanya merespon dengan menggelengkan kepalanya

"Tidak, aku tidak mau, lagipula apa enaknya ramen itu" ucap Vali cuek lalu berjalan ke arah ruang keluarga dan duduk disofa sambil menonton sebuah acara yang ada di TV

Naruto dengan cepat menghabisi sarapan paginya, ia lalu berjalan pergi keluar apartemen berniat untuk berangkat kesekolah, sedangkan Vali? Mungkin ia bermalas malasan diapartemen itu

.

.

.

Tak terasa Naruto sudah sampai di gerbang Akademi Kuoh, ia berjalan dengan santai sambil menikmati lagu yang didengarkannya lewat headset

Naruti terus berjalan kearah gedung akademi Kuoh, mengabaikan tatapan para siswa maupun siswi, sampai suara seseorang yang agak berteriak kearahnya membuat ia berhenti

"Naru!"

Naruto lalu melepaskan headset dari kedua telinganya, dan berbalik kearah asal suara, ia mendapati sekelompok siswa yang merupakan anggota serta ketua dari Klub ORC, ia hanya menatap dengan tatapan datar kearah sekelompok siswa itu

"Ada apa, Gremory-san?" ucap Naruto datar kearah gadis berambut merah yang bernama Rias Gremory yang merupakan ketua dari ORC

Rias sedikit terkejut mendengar ucapan Naruto, 'Gremory-san' katanya? Ia biasanya memanggil gadis merah itu dengan sebutan 'Onee-chan' namun sepertinya semenjak kejadian itu, Naruto sedikit demi sedikit Berubah menjadi dingin

"Apa maksudmu Naru! Aku ini Kakakmu, Rias!" ucap Rias

Naruto menatap tajam gadis berambut merah itu, sementara teman teman gadis merah itu semuanya diam membisu, setelah menatap tajam Rias, Naruto lalu tertawa pelan

"Hahaha, apa Maksudmu Gremory-san, aku ini tidak punya kakak, bahkan keluarga saja tidak punya, kurasa kau salah orang mungkin, atau mungkin kepalamu yang kurang diperbaiki" ucap Naruto sambil tertawa dengan sedikit ejekan diucapannya

Rias terdiam mendengar ucapan Naruto, ia rasa ada benarnya semenjak kejadian itu Naruto berubah, perlahan air matanya turun dari mata berwarna Blue-Green indahnya, sementara Salah satu Remaja berambut coklat yang tadi bersama Gerombolan Rias terlihat marah melihat sang Buchou yang tiba tiba menangis dalam diam

"Oi Naruto! Apa maksud ucapanmu hah! Kau membuat Buchou menangis" ucap dengan marah sang remaja berambut coklat yang dikenal oleh sebagian besar siswi kuoh dengan julukan 'Trio Mesum' serta dikenal Naruto dengan nama 'Tukang Ngintip'

Naruto sedikit melirik kearah remaja bersurai coklat yang ia ketahui Namanya adalah Hyoudou Issei, yang merupakan Pawn kesayangannya Rias, Kesayangan heh?

"Santai saja Hyoudou-san! Lagipula aku tidak berniat untuk membuatnya menangis, karena apa yang aku ucapkan tadi memang itulah kenyataannya" ucap Naruto dengan santainya

Issei menggeram marah, ia lalu menerjang Naruto dan berniat memberikan sebuah pukulan yang kuat kearah wajah Naruto, namun sayangnya Naruto dengan mudah menangkap pukulan tangannya dan kini Naruto yang berbalik Memukul wajahnya

'Duuugg!'

"Apa Maksudmu Tukang ngintip!, kau mau mencari masalah denganku?" ucap Naruto dengan tatapan tajam kearah Issei yang jatuh tersungkur akibat pukulan Naruto

Naruto lalu menatap tajam satu persatu kelompok Rias

"Sebaiknya kalian semua pergi dari hadapanku! Dan kau Gremory-san.." ucap Naruto menggantung sambil menatap Rias, "Sebaiknya kau ajarkan apa itu sopan santun pada anggota mesummu itu!" ucap Naruto dengan tatapan tajam dan dingin sedingin es beku, hah? Bukankah es memang beku?

Naruto lalu berjalan pergi meninggalkan semua anggota ORC yang diam dan menatapnya dengan tatapan yang sulit untuk diartikan dengan sebuah kata kata yang merepotkan

"Sepertinya dia membencimu Rias" ucap Akeno sambil menatap kepergian Akeno, Rias yang tadi menangis lalu dengan cepat menyeka air matanya dan berlari hendak menggapai Naruto

"Naru!"

Beralih kepada Naruto, kini ia terus berjalan tanpa memperdulikan seseorang yang terus memanggil manggil namanya, sampai akhirnya ia berhenti karena sebuah tangan mengenggam lengannya dengan Erat

"Tolong lepaskan" ucap Naruto pelan tanpa mengalihkan pandangannya

"Tidak!, aku tidak akan melepaskannya sampai kau mau kembali ke klub dan kembali kepadaku" lirih Rias yang terdengar agak egois

Naruto lalu menatap awan yang perlahan berpindah tempat terbawa angin, ia lalu dengan pelan melepaskan cengkraman tangan Rias dari lengannya

"Tolong lepaskan!"

"Apa ini ada hubungannya dengan aku dan Issei!"

"Kalau aku bilang 'ya' bagaimana menurutmu? Issei sudah berjanji untuk membawamu untuk kembali ke ORC dan kembali bersamaku, namun apa yang kulihat? Kau malah meninggalkanku dan berkata padaku bahwa kau kini tinggal bersama Issei"

Perlahan cengkraman tangan Rias memelan, Naruto lalu kembali melanjutkan perkataannya dengan hati yang kini sedikit rasa sakit

"Kau telah membuatku merasakan apa itu Cinta, namun kau juga yang membuatku untuk merasakan apa itu Sakit hati, aku memperlakukanmu sebagai seorang laki laki terhadap perempuan bukan adik terhadap kakak, namun kau terlalu bodoh untuk menyadari hal kecil seperti itu"

"Sampai pada Puncaknya, kau menciumnya dengan mesra didepan mataku, kau tahu? Hatiku terasa seperti ditusuk ribuan jarum, bahkan lebih sakit daripada itu, seseorang yang kau sukai menyukai orang lain, bukankah itu menyedihkan?"

"Dan sekarang? Kau malah menyuruhku untuk kembali bersamamu dan kembali ke ORC, jangan bercanda! Aku bukanlah orang bodoh yang masuk kedalam lubang untuk yang kedua kalinya"

"Sebaiknya kau pergi dariku, pergilah!" ucap Naruto menarik lengannya yang masih dalam cengkraman tangan Rias dan berlari kearah kelasnya meninggalkan Rias yang terdiam menatapi kepergiannya

.

.

.

"Huaaahh! Hari yang menyebalkan!"

Di atap sekolah Kuoh, Terlihat serang remaja bersurai pirang yang mengenakan seragam siswa kuoh, ia duduk dibalkon yang disediakan disana, menatap awan yang perlahan bergerak dibawa angin serta alunan lagu yang terdengar dari headsetnya

Perlahan tangannya bergerak mengambil sesuatu yang berada disampingnya yang merupakan sebuah minuman kaleng, ia lalu mengambilnya dan meminumnya secara perlahan dan kembali menaruh ke asal tempat itu berada

"Naruto-san!"

Mendengar sesuatu yang samar dari telinganya, membuat remaja pirang itu melepaskan headsetnya dari telinganya dan menoleh keasal suara itu berada, didapatinya seorang gadis bersurai ungu dengan mata yang senada dengan warna rambutnya

"Oh Rize-chan!" ucap Naruto menyapa sang gadis ungu yang namanya adalah Rize, atau lebih tepatnya Rize Kamishiro

Rize lalu berjalan kearah Naruto lalu duduk disebelah remaja bersurai pirang dengan tiga kumis kucing di pipinya itu, sementara remaja pirang itu meminum minumannya sambil memandang langit biru yang indah

"Hari yang indah ya, Naruto-san?" ucap Rize sambil menatap awan yang bergerak terbawa angin, Naruto menoleh kearah Rize, lalu kembali menatap langit

"Menurutmu sih Indah, namun menurutku hari ini hari yang menyebalkan" ucap Naruto

Rize menoleh kearah Naruto, ia menatap mata saphire sang remaja blonde itu, dirasakannya ada sebuah kesedihan dari sorot matanya

"Apa ada Masalah Naruto-san? Mungkin kau bisa menjelaskannya padaku" ucap Rize menawarkan diri untuk menjadi tempat curhat bagi remaja pirang itu

Naruto lalu menoleh kearah Rize, ditatapnya mata berwarna ungu milik Rize yang terlihat indah itu, "Ah Tidak ada apa apa kok! Lagipula itu hanyalah masalah kecil" ucap Naruto dengan dengan senyumnya

"Naru!"

Tiba tiba sebuah suara terdengar oleh dua makhluk berbeda jenis itu, mereka berdua lalu menoleh keasal suara melihat siapa yang ada disana, didapati oleh mereka seorang Gadis berambut merah dengan mata berwarna blue-green yang merupakan Senpai dari keduanya

"Konichiwa Ri-" berniat untuk menyapa sang Senpainya, ucapan Rize terpotong akibat Naruto yang lebih dahulu menarik tangannya sehingga ia berjalan mengikuti Naruto

Naruto lalu berjalan kearah pintu sambil menarik tangan Rize, mereka perlahan melewati Gadis berambut merah itu, terlihat gadis berambut merah itu sedih yang terlihat dari raut wajahnya

Tiba tiba Naruto berhenti yang membuat Rize menaikkan sebelah alisnya heran, "Tolong jangan ganggu aku, Gremory-san!" ucapnya dengan sedikit penekanan pada nama belakang gadis merah itu, lalu Naruto kembali berjalan kearah pintu sambil menarik tangan Rize

"Apa kau begitu membenciku, Naru?"

Ucapan Gadis berambut merah itu tak membuat Naruto berhenti melangkahkan kakinya, ia malah dengan cepat berjalan keluar dari atap sambil menarik Rize yang terlihat kebingungan

.

.

.

.

"Jaa, Naruto-san!"

"Hm!"

Kini di gerbang sebuah sekolah yang bernama Kuoh Akademi, sesosok gadis terlihat meninggalkan sekolah itu sambil melambaikan tangannya kearah Remaja pirang yang ada digerbang itu, sementara remaja pirang itu juga melambaikan tangannya kearah gadis berambut ungu yang kita kenal dengan nama Rize Kamishiro itu

Tiba tiba dibelakang Remaja pirang itu, muncul beberapa sosok yang merupakan anggota plus Ketua dari klub ORC, merasa ada seseorang dibelakangnya, remaja pirang itu membalikkan badannya

Matanya menatap tajam saat melihat gerombolan anggota ORC itu terutama pada Gadis berambut merah yang merupakan ketua dari klub ORC yaitu Rias Gremory

Ia lalu berbalik dan berjalan meninggalkan para anggota ORC itu, namun lagi lagi tangannya digenggam oleh seseorang yang kiranya ia sudah tau itu siapa

"Lepaskan"

"Tidak akan!"

"Lepaskan!"

"Tidak!"

"Lepaskan! Atau aku akan.."

"Apa?"

Naruto dengan cepat membalikkan tubuhnya dan mendorong gadia berambut merah yang menggenggam tangannya itu hingga genggamannya terlepas dan ia sedikit mundur kebelakang namun dengan segera anggotanya menahan tubuhnya

Sementara anggota ORC yang sedang menahan tubuh Rias, berambut coklat dengan warna mata sama dengan rambutnya itu, menatap Naruto dengan marah

"Oii Naruto! Apa yang kau lakukan hah!" ucapnya dengan nada tinggi

Naruto hanya menggelengkan kepalanya dengan pelan membuat Remaja berambut coklat yang kita kenal dengan nama Issei itu marah

Issei lalu melakukan serangan yaitu sebuah pukulan kearah wajah Naruto, sementara Naruto hanya diam dengan mata tertutup serta senyum yang sedikit aneh

"Dasar ceroboh!"

'Tap!'

Dengan cepat, Naruto menahan serangan Issei dengan menangkap kepalan tangan remaja mesum itu, Naruto lalu berbalik berjalan meninggalkan mereka semua (ORC)

"Tolong jangan ganggu aku! Kalian mengertikan?!"

.

.

.

.

.

A/N : Yosh! Kembali lagi denganku si Author bego dengan update chapter terbaru di Fic yang berjudul New Line!

Pada chapter kali ini, mungkin atau malah memang membosankan sekali, dan itupun aku rasakan sendiri, tapi akan kuusahakan chapter depan lebih baik dari ini

Dan untuk balasan Review yang Non-Login

Guest : hahaha :v ane suka yang nyesek nyesek :v :v, dan ini udah lanjut

Ren Asbhel : Thx Pujiannya ^_^

Rais666 : untuk itu akan terungkap seiring berjalannya fic :v, untuk Akeno, maaf mungkin gak bisa, Gomen

Amrts : ini Udah Lanjut, untuk sekarang mungkin aku masih menyebutnya 'Gray'

Kamikaze : Thx Pujiannya, jangan bosen bosen bacanya :v

Guest : njirr :v, NTR emang gitu, kalo gak nyesek pasti terharu :v :v

Raffie D'anarky : itu masih rahasia :v, Gomenasai

Apaan nih : ini udah lanjut, kekuatan Naruto pasti bertambah kuat seiring berjalannya waktu kok ^_^

Fahri : kayaknya enggak deh :v, BTW kamu MilfLover ya :v #becanda

Guest : akan kupikirkan lagi, thx sarannya ^_^

Restia : untuk saat ini Naru udah 'Gray', soal itu nanti akan terjawab seiring berjalannya fic ini, dan ini udah lanjut

Dan untuk yang jawab 'Lanjut gan' semacam, sekandang, dan segudangnya, ini udah lanjut :v

Oh ya! Aku minta tolong ya untuk seaching penjelasan tentang para Peerage nya Sona serta kekuatannya dan Paste kan dikolom Review!, soalnya aku tidak terlalu mengikuti LN nya, hanya anime nya saja yang aku tonton

Segitu aja deh bacotan ku, salam dan sampai jumpa di Chapter depan! Dan Satu lagi ^_^

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Bagi Yang Menjalankan!