Title : Past, Now and Future
Author : V.D_Cho
Cast : Tao, Kris dan teman-teman ^^
Genre : Fantasy, Romance, Drama
Type : GS
Warning : It's a GS fanfict. As you see in other ff. DLDR. Don't be a plagiator, make your own story don't take my idea or any plot in this ff. This is all pure my own imagination. Please appreciate my hard work. Take with full credit. ^^
V.D Entertainment
.
.
Proudly Present
.
.
:::Past, Now and Future:::
.
.
.
Chapter 9 : Meet Tao, Victoria and Victoria's Fiance Who Lives in 2017
.
.
.
Dimasa lalu, namanya adalah Goo Hee Su. Dia kekasihku yang sangat tampan, baik, sedikit dingin namun perhatian…
.
Sekarang, namanya adalah Wu Yifan. Dia tetap menjadi kekasihku, meski dunia kami berbeda…
.
Dimasa depan, namanya adalah Kris Wu. Wajahnya sangat mirip dengan kekasihku. Orangnya sangat dingin dan cuek juga tertutup. Meski begitu, dia peduli padaku. Dan dia bukan kekasihku. Belum…
.
.
.
Perkenalkan, namaku adalah Huang Zitao. Usia 22 tahun. Saat ini aku tinggal di Korea Selatan, tepatnya di Seoul bersama adikku Sehun. Kedua orang tuaku sudah hidup dengan tenang di surga sana sejak usiaku 10 tahun. Pekerjaanku?
Aku adalah seorang Time Traveler…
.
.
.
"Victoria masih belum kembali?"
"Belum."
"Apa ada masalah dengan penyerangannya?"
"Begitulah. Lebih dari setengah dari seluruh jumlah anggota yang dipimpin Victoria berhasil dikalahkan. Mereka yang berhasil kembali mengatakan bahwa mereka tiba-tiba mendapatkan serangan balik dari dua orang yang salah satunya diketahui sebagai salah satu petinggi kelompok pemberontak itu, Park Chanyeol, sementara yang satu lagi belum diketahui identitasnya. Tapi aku curiga kalau dia adalah seorang Blood Bender."
"Lalu, bagaimana dengan surat-suratnya?"
"Mereka gagal mendapatkannya."
"Sepertinya gadis itu masih belum mengetahui apa-apa tentang hal ini."
"Victoria bilang bahwa ramalannya masih sama. Berarti kejadian yang sama akan terulang kembali. Pilihannya hanya dua, kami atau mereka yang akan mati."
"Lebih baik kau tidak usah mengulur waktu lagi, Nickhun. Aku mulai bosan dengan semua ini."
"Tidak bisa. Victoria belum sembuh total sejak serangan itu. Kita akan bergerak jika Victoria sudah benar-benar pulih."
"Baiklah, terserahmu. Tapi aku juga menyarankan untuk mencari tahu identitas dari si Blood Bender itu. Kita tidak akan bisa memenangkan pertarungan jika mereka memiliki banyak anggota dengan kekuatan berbahaya seperti itu."
"Aku mengerti."
:::Past, Now and Future:::
"Haloo! Bibi datang~"
"Tao, pelankan suaramu. Kau membuat bayiku terkejut…"
Tao berjalan perlahan menuju Baekhyun yang sedang duduk di ayunan yang terdapat di halaman belakang rumahnya. Tao mengelus lembut perut Baekhyun.
"Kau terkejut? Maafkan bibi, ya?"
"Iya bibi…" Jawab Baekhyun dengan suara seperti anak-anak. Mereka berdua lalu tertawa riang.
"Mana Chanyeol? Aku tidak melihatnya. Tumben sekali…"
"Aku tidak tahu. Dia hanya mengatakan kalau dia ada urusan mendadak, dan dia sudah menghilang sejak pukul 3 dini hari tadi."
"Apa dia pergi ke club malam?"
"Tidak mungkin. Dia bukan tipe orang yang suka dengan kebisingan seperti itu walaupun sebenarnya dia sendiri suka berbuat bising."
"Lalu?"
"Aku tidak tahu." Ucap Baekhyun, "Sudahlah, jadi ingin menemaniku check-up hari ini?"
"Tentu saja. Aku tidak akan membiarkan kesempatan ini berlalu begitu saja. Chanyeol selalu melarangku untuk ikut. Pelit sekali suamimu itu." sungut Tao.
Baekhyun terkekeh pelan menanggapi keluhan dari Tao.
Baekhyun berbohong. Tentu saja dia tahu apa yang dilakukan oleh Chanyeol. Bahkan jika Chanyeol tidak memberitahukannya pada dirinya sekalipun. Baekhyun akan tahu. Baekhyun juga mempunyai kemampuan untuk melihat sesuatu yang akan terjadi, meskipun tidak sehebat milik Sehun dan hanya sekilas-sekilas saja.
Baekhyun juga tahu kalau sejak pagi tadi Chanyeol berjaga di gedung apartemen milik Kris untuk melindungi Tao '2014' yang terjebak di tahun ini.
Hanya saja, dia memilih untuk diam. Karena dia tahu hukumnya, jika sampai orang yang hidup di masa lalu dan orang yang sama yang hidup dimasa depan bertemu, mereka akan menghilang, benar-benar lenyap dari dunia ini entah kemana, karena telah melanggar peraturan sang waktu. Tidak ada orang yang sama yang dapat hidup di dalam satu waktu di satu tempat yang sama secara bersamaan.
Jika dia menyampaikan ini pada Tao, mungkin Tao tidak akan percaya dan akan mencari tahu tentang kebenarannya.
Faktanya, saat ini telah terhitung hampir 3 tahun Tao kehilangan ingatannya. Segalanya, bahkan tentang dirinya yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan waktu, menjelajah waktu dan juga seorang mediator. Semua ini terjadi karena hal itu, perang itu. Perang besar yang melibatkan hampir seluruh Shadow Army dan seluruh kekuatan yang mereka miliki.
"Baek, kau melamun…"
"Hm? Apa? barusan kau bilang apa Tao?"
"Kau melamun. Apa semua ibu-ibu hamil suka melamun sepertimu?"
Baekhyun hanya terkekeh pelan, lalu menggandeng lengan Tao. "Tidak. Aku hanya teringat sesuatu tadi."
"Apa?"
"Rahasia."
Tao langsung memasang wajah merengutnya, "Ooh, kau mau main rahasia-rahasiaan sekarang? Fine. Aku juga akan merahasiakan segalanya darimu sekarang."
"Kau yakin? Kau itu seperti buku yang terbuka, Tao. Lagipula, kalau aku penasaran, aku tidak perlu repot-repot untuk mencari tahu karena aku tahu kau pasti akan menceritakannya sendiri tanpa ku minta."
Tao tersipu dan memberikan sebuah pukulan pelan di lengan Baekhyun, lalu menggandeng tangan sepupunya itu, "Kau benar. Aku tidak bisa tidak bercerita padamu, Baek."
:::Past, Now and Future:::
"Baek, aku keluar sebentar. Sehun menelefonku."
Baekhyun menganggukkan kepalanya sebagai persetujuan. Tao pun keluar dari ruang kerja dokter kandungan tersebut. Tao berbicara sebentar dengan adiknya, lalu berbalik menuju ke ruang dokter tadi. Namun, dirinya tak sengaja menabrak seorang pria yang melintas berlawanan arah dengannya.
"Ah, maafkan aku. Aku tidak melihatmu."
"Tao?"
Tao lantas mengangkat kepalanya dan berseru, "Kau yang di mall beberapa waktu lalu itu, 'kan?"
"Ya. Sedang apa disini?"
"Aku dan sepupuku sedang ada urusan kecil dengan dokter disini. Kau sendiri?"
"Aku bekerja disini. Tapi saat ini aku sedang tidak bertugas. Aku sedang menjaga kekasihku."
"Oh. Jadi kau ini dokter disini? Tapi dengan penampilanmu yang seperti ini aku tidak yakin ada orang yang akan mengetahui kalau kau ini adalah seorang dokter." Komentar Tao.
'Bahkan pemikiran mereka pun sama…' batin Kris.
"Ngomong-ngomong, aku belum mengetahui namamu."
Kris mengulurkan tangannya, "Aku Kris Wu."
Tao meraih tangan tersebut, "Aku Huang Zitao. Aku yakin kau pasti sudah tahu, mengingat kau mengenaliku saat kita tak sengaja bertemu di mall."
"Ya. Aku tahu."
Mereka akhirnya berpisah setelah Kris dibisiki oleh salah satu perawat bahwa Tao –yang terluka– sudah sadar dan mencarinya.
"Pagi, sayang…" Kris menyapa Tao yang masih berbaring di ranjang rumah sakit. Tao tersenyum simpul ketika Kris mencium dahinya.
"Bagaimana perasaanmu? Kau tipe yang cepat sadar juga, ya Zi?"
"Aku merasa seperti baru saja ditabrak oleh mobil. Tubuhku rasanya remuk semua." Ujar Tao dengan nada manjanya.
Kris menarik satu tangan Tao dan menggenggamnya, "Ceritakan padaku apa yang terjadi semalam. Sebelum kau kehilangan kesadaran, kau sempat menyebut nama Suho."
Tao terdiam sebentar, berusaha mengingat kejadian yang terjadi beberapa waktu lalu, sebelum menjelaskan semuanya, "Itu… Sepertinya penjelasanku waktu itu menggantung karena aku sudah lebih dulu tak sadarkan diri. Akan kujelaskan sekarang, jadi…"
"… Sekitar jam dua dini hari, aku dibangunkan oleh Yixing, –dia hantu yang berada di apartemenmu karena terdampar, ngomong-ngomong. Dia mengatakan kalau dia mengingat sesuatu tentang Yifan. Dan setelah itu aku tidak bisa tertidur lagi, jadi aku memutuskan untuk melanjutkan urusan dengan surat-surat lama Heesu. Aku tidak tahu apa yang terjadi, tiba-tiba saja sekitar jam 4, ada suara berisik dari arah pintu masuk. Begitu aku tiba, beberapa orang langsung mendobrak masuk…"
Tao berdehem sekali, ditunjuknya segelas air yang terletak di meja. Kris dengan sigap memberikannya pada Tao, setelah Tao meminum seluruh air yang berada di dalam gelas tersebut, Tao kembali melanjutkan ceritanya, "… Tak lama, setelah mereka datang, Chanyeol dan seseorang lagi yang kukenali sebagai sepupumu, Suho, datang dan ikut bergabung. Mereka membantuku. Chanyeol berfokus untuk melindungiku dan Suho lebih banyak melakukan serangan. Dia bahkan berhasil membunuh hampir setengah dari jumlah orang yang menerobos masuk itu. Lalu, aku tidak tahu apa yang terjadi, aku, Chanyeol dan Suho lengah. Mereka berhasil melukaiku, lalu mereka kabur. Chanyeol dan Suho mengejar mereka, tepat ketika kau turun."
"Suho? Dia juga sepertimu?"
Kris agak terkejut dengan fakta tentang Suho yang baru dia ketahui sekarang.
"Ya, sepertinya. Aku juga tidak begitu tahu apa yang menjadi kekuatannya. Tapi aku menyimpulkan kalau dia bisa mengendalikan kekuatannya itu dalam jarak jauh. Karena dia tidak membutuhkan banyak pergerakan dan serangan untuk melumpuhkan lawannya, tapi lawannya itu selalu menderita luka dalam yang serius."
"Kenapa aku tidak mendengar apapun saat itu?"
"Sepertinya mereka sudah memasang perisai yang membuat kejadian itu tidak bisa dilihat atau di dengar oleh orang biasa. Entahlah, aku juga kurang tahu. Tapi yang jelas, mereka sudah mempersiapkan hal ini sejak lama."
Kris mengangguk mengerti, kemudian berujar, "Tadi aku bertemu dengan dirimu."
"Maksudmu, diriku yang hidup di tahun ini?" Tanya Tao antusias.
Kris mengangguk lagi.
"Lalu?"
"Kami hanya berbincang sebentar, lalu suster memberitahuku kalau kau sudah sadar dan mencariku, jadi aku langsung kemari…"
"Sedang apa dia disini? Kau yakin dia tidak mengikutimu, 'kan? Bisa berbahaya kalau kami bertemu."
"Sepertinya tidak. Dia tidak mengikutiku. Dia terlihat keluar dari ruang dokter kandungan. Kau hamil?" Tanya Kris dengan ekspresi anehnya. Tao menatap Kris datar.
"Apa dia bilang kalau dia pergi dengan sepupunya? Kalau iya, berarti Baekhyun yang sedang ada urusan dengan dokternya. Baekhyun. Baekhyun itu istrinya Chanyeol. Dialah yang sedang hamil."
"Oh… kukira dirimu."
Tao memukul lengan Kris pelan, "Kalau aku yang hamil, kau pikir siapa ayahnya? Kau saja sedang bersamaku disini."
"Iya juga, sih. Kau kan tidak akan menikah dengan orang lain selain aku. Ya 'kan, Zi?"
Tao tertawa palan, "Ya, apa katamu sajalah tuan Wu."
Kris merengut, "Kenapa begitu jawabanmu?"
"Karena memang begitu keadaannya. Aku memang akan menikah denganmu. Karena aku hanya akan jatuh cinta padamu saja."
Senyuman terkembang di bibir Kris, "Aku mencintaimu, Zi."
"Aku juga mencintaimu, Kris."
:::Past, Now and Future:::
"Aku sudah tahu kalau kau pelakunya." Suho berujar sinis pada wanita dihadapannya.
"Aku juga sudah tahu kalau kau telah menyiapkan senjata rahasia. Wanita itu, 'kan? Zhang Yixing, kalau aku tidak salah."
Suho menjaga agar sikapnya tetap tenang meskipun dadanya bergemuruh begitu mendengar Victoria mengucapkan nama Yixing. Dia sangat ingin menyerang Victoria, tapi Victoria ternyata lebih kuat dari dugaannya. Kekuatannya tidak akan mampu menembus dinding perisai tak kasat mata yang dibangun oleh Victoria jika dia sendirian. Kini ia mulai merutuki dirinya yang menolak tawaran Chanyeol untuk menemaninya. Namun, untungnya, saat ini, baik dia maupun Victoria tidak sedang dalam keadaan yang bisa saling menyerang.
"Percuma saja jika kau menggunakan wanita itu. Luka akibat kecelakaan yang aku ciptakan tidaklah seringan yang kau duga. Tapi dia beruntung karena kau cepat menemukannya. Sembunyikan dia dengan baik, karena jika aku menemukannya…" Victoria menggantung ucapannya, lalu mendekat kearah Suho, membisikkan kalimat selanjutnya tepat di telinga Suho, "… Dia akan benar-benar mati saat itu juga."
Setelah itu Victoria berlalu meninggalkan Suho sendirian di sudut kota yang cukup terpencil.
"Sialan!" Maki Suho. Dalam hitungan detik, tubuhnya menghilang dari tempatnya. Dia harus bergegas. Jika dia sampai keduluan, maka mereka semua akan berada dalam bahaya serius.
:::Past, Now and Future:::
Year 2014
Di pagi menjelang siang ini seharusnya Sehun dan Kai membongkar kolam renang seperti yang semalam mereka rencanakan. Namun, hal tersebut harus tertunda karena Sehun yang terkena demam tinggi secara tiba-tiba. Jadilah hari ini Kai hanya menonton televisi seharian dengan di temani Kyungsoo. Sebenarnya Kyungsoo bisa saja pergi bersekolah, tapi gadis bermata bulat itu menolak untuk pergi jika tidak bersama Kai dan Sehun.
Selagi Sehun dirawat oleh Luhan, Kai pun bermanja-manja ria dengan Kyungsoo yang sibuk menonton drama sambil memakan keripik kentang.
"Kyung…"
"Hm?"
"Kyungsoo-ya?"
"Apa?"
"Kim Kyungsoo…"
"Diamlah Kai. Aku sedang serius. Dan jangan seenaknya mengganti nama keluargaku."
"Ish! Kau mengabaikanku."
Kyungsoo melirik sekilas Kai yang sedang dalam mode merajuk. 'Anak ini sensitive sekali, sih.' Batin Kyungsoo. Kyungsoo menghela nafasnya dan mematikan televisi. Dia kemudian memutar tubuh Kai yang tadi membelakanginya –karena Kai sedang merajuk, dia tidak ingin melihat Kyungsoo. Aslinya, itu hanya modus saja; menjadi menghadap kearah dirinya.
"Baiklah, sekarang aku akan mendengarkanmu. Ada apa?"
"Masakkan aku sesuatu." Ujar Kai.
"Apa? Oh! Astaga… Aku baru ingat. Persediaan di kulkas sudah menipis. Aku akan memasak untukmu. Tapi nanti, setelah kembali dari supermarket."
"Kau akan keluar sendirian? Bagaimana kalau nanti kau pingsan lagi, Kyung?"
"Siapa bilang aku akan pergi sendirian? Sekarang bersiap-siap. Aku akan menunggumu di depan."
"Okay. Yes, ma'am!"
:::Past, Now and Future:::
"Ini akibatnya kalau kau berenang tengah malam dengan cuaca yang sangat dingin seperti semalam. Kau boleh saja menggalau, tapi lain kali tidak akan kubiarkan kau berenang tengah malam lagi. Kalau sampai aku mendapatimu melakukan hal itu lagi, kau akan tahu akibarnya, Huang Sehun…" Omel Luhan sambil mencelupkan handuk yang dia gunakan untuk mengompres Sehun kedalam air dingin.
Sehun hanya terkekeh pelan mendengar omelan kekasihnya tersebut.
"Tidak bekerja, Lu? Ini sudah siang."
"Bagaimana aku bisa bekerja kalau kau sakit seperti ini? Kau pikir aku bisa fokus?"
"Maafkan aku, ya?"
"Untuk apa minta maaf? Kalau kau merasa bersalah, cepatlah sembuh."
"Ya, ya, ya. Aku akan segera sembuh."
"Tapi, Lu," Sehun berujar, "Biasanya aku hanya demam jika Tao terluka parah. Terakhir kali aku seperti ini saat Tao di hajar oleh segerombolan hantu yang tidak tahu terima kasih. Tao masuk rumah sakit, begitupun denganku karena aku demam sangat tinggi ketika itu. Tapi, begitu Tao sembuh, aku juga sembuh." Jelas Sehun.
"Jadi, maksudmu, saat ini Tao sedang terluka, begitu?"
"Entahlah. Bisa jadi, ya, bisa jadi, tidak. Bisa sajakan ini seperti katamu tadi, karena aku berenang semalam. Aku berharap Tao baik-baik saja disana."
"Tidak ada penglihatan tentang Tao lagi hari ini?" Tanya Luhan sambil mengupaskan apel untuk Sehun.
Sehun menggeleng.
Penglihatan tentang Tao yang sekarat kemarin adalah penglihatannya tentang Tao yang terakhir kali dia dapatkan. Hingga saat ini, Sehun sama sekali belum mendapatkan vision tentang keadaan Tao. Dia ingin menggunakan kekuatannya, tapi kondisinya juga tidak memungkinkan.
"Aku yakin Tao disana baik-baik saja. Bukankah dia sudah bertemu dengan Kris? Aku yakin Kris akan menjaganya dengan baik."
"Ya, semoga saja itu benar. Sekarang, suapi aku…" Kata Sehun untuk mengalihkan topik pembicaraannya. Jujur saja, semakin mereka membicarakan tentang Tao, perasaannya semakin tidak enak.
Luhan terkekeh, "Dasar manja. Buka mulutmu. Aaaa~"
Sehun memakan sepotong apel yang di suapkan Luhan padanya.
"Tapi kau suka, 'kan, Luhannie?"
"Iya, iya. Aku suka semuanya yang ada pada dirimu."
Okay, kita tinggalkan mereka berdua sekarang.
:::Past, Now and Future:::
Year 2017
Suho tampak terburu-buru menyusuri setiap lorong apartemen dan membawanya tiba ke apartemen miliknya yang biasa dia gunakan jika dia harus berada dalam jarak yang dekat dengan rumah sakit. Dia memasukkan kombinasi 6 digit angka yang menjadi password apartemennya. Begitu dia dialam, dia langsung memasang double lock dan juga menutup rapat-rapat semua jendela yang ada di apartemennya.
Langkahnya berhenti di depan pintu kamar berwarna putih.
Perlahan, dia membuka pintunya dan menghembuskan nafas lega saat melihat sesuatu –atau lebih tepatnya seseorang; yang dijaganya masih berada di tempatnya tanpa bergeser satu milipun dan tidak ada yang hilang dari ruangan itu.
Suho berjalan mendekati ranjang, tempat gadis bergaun putih gading terbaring kaku dengan berbagai macam peralatan medis yang melekat di tubuhnya. Suho mengambil posisi duduk di sisi kanan ranjang dan menggenggam tangan Yixing.
"Xing, kapan kau akan bangun, hm? Kami membutuhkanmu. Aku membutuhkanmu. Cepatlah pulih, dan kita akan bersama-sama menghadapi Victoria dan Nickhun."
Ya, gadis yang terbaring kaku itu adalah Yixing.
Beberapa bulan yang lalu, dia mengalami kecelakaan yang mengerikan. Kecelakaan tersebut menyebabkan dirinya mengalami beberapa luka dalam yang sempat membuat nyawanya terancam. Namun Suho berhasil mengatasinya. Dan sekarang gadis itu tengah dalam fase penyembuhan dirinya sendiri dari dalam. Yixing adalah salah satu Shadow Army dengan bakat penyembuhan. Dia bisa menyembuhkan dirinya sendiri, namun, karena luka yang dideritanya sangat serius, maka itu membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pulih seperti semula.
Dapat dikatakan kalau saat ini Yixing sedang dalam keadaan koma.
Yixing adalah satu-satunya orang yang dapat membantu Suho dan Tao.
Suho tidak yakin dengan hal ini, tapi, jika dalam waktu dekat Victoria kembali berulah dan Tao berhasil membongkar rahasia dibalik kematian Heesu, maka perang besar tidak akan dapat terelakkan lagi. Dan dalam perang itu nanti, kekuatan Yixing akan sangat dibutuhkan.
"Keberadaanmu sekarang sedang terancam. Victoria juga sedang memburumu. Jadi, aku akan berada disini untuk menemani dan menjagamu." Ujar Suho.
Setelah itu, dia menghubungi adiknya, Chen untuk memberikan beberapa pekerjaan pada adiknya tersebut.
"…"
"Ya, siapkan saja. Aku tidak sengaja melihat ada dua orang yang mengawasi rumah sakit."
"…"
"Kurasa 4 orang saja sudah cukup untuk berjaga-jaga. Sedangkan yang lainnya suruh agar mereka bersiap-siap. Kita tidak akan tahu kapan mereka menyerang. Yang pasti, lindungi Tao."
:::Past, Now and Future:::
Chanyeol tiba dirumahnya ketika jam menunjukkan pukul 11 lewat 20 menit. Begitu dia masuk, dia melihat Baekhyun sedang menunggunya sembari berayun pelan di ayunan yang terletak di halaman belakang rumah mereka.
"Hai sayang, hai baby…" Sapa Chanyeol, kemudia ia mencium bergantian bibir dan perut Baekhyun.
"Bagaimana dengan Tao?"
"Tao? Bukannya dia bersamamu tadi?"
Baekhyun menggeleng, "Kau tahu Tao yang mana yang kumaksud, Chan."
Chanyeol menghembuskan nafasnya pelan lalu ikut duduk di ayunan bersama Baekhyun. Dia tidak perlu bertanya bagaimana Baekhyun bisa tahu tentang hal ini. Dia sudah cukup mengenal Baekhyun dan kemampuan yang dimiliki oleh Baekhyun.
"Dia terluka. Kami lengah saat itu. Keadaan bertambah parah."
"Lalu, bagaimana sekarang?"
"Aku yakin Tao sekarang sudah baik-baik saja."
"Aku sangat ingin bertemu dengannya…" Lirih Baekhyun.
"Tidak. Untuk saat ini, pikirkan bayi kita. Jika kau bertemu dengan Tao dan ada musuh yang mengetahuinya, kau juga bisa menjadi incaran mereka untuk memancing Tao."
Baekhyun mengangguk mengerti.
Keadaan semakin rumit di dalam meskipun di luar terlihat baik-baik saja. Baekhyun sangat bersyukur karena Chanyeol bisa kembali dalam keadaan baik dan tidak terluka sedikitpun. Dia sendiri tidak begitu mengerti, sebenarnya apa yang menjadi konflik utama dalam perburuan ini? Kenapa mereka sangat ingin membunuh Tao? Dan masih banyak hal lain lagi yang berkecamuk dalam pikiran Baekhyun.
"Tidak usah terlalu dipikirkan, sayang. Jadi, bagaimana hasil pemeriksaannya?"
"Si kembar baik-baik saja di dalam sana dan mereka tumbuh dengan sehat." Ujar Baekhyun sambil mengelus perutnya.
"Senang mendengarnya. Baek, aku berjanji, aku akan menjaga kalian dengan sekuat tenaga. Bahkan dengan nyawaku sebagai taruhannya."
Baekhyun tersenyum, "Kenapa kau tiba-tiba menjadi puitis seperti ini, hm?" Tanyanya. Satu tangannya terulur untuk mengelus pipi Chanyeol dengan lembut.
"Entahlah. Perang besar sebentar lagi akan terjadi. Aku berharap kita akan baik-baik saja sampai ini semua berakhir."
"Tentu, Chan. Kita akan baik-baik saja. Aku akan selalu berada disisimu selamanya, tak peduli apapun yang terjadi nantinya."
"Terima kasih Baek, aku mencintaimu."
"Aku juga mencintaimu, Chan."
:::Past, Now and Future:::
Year 1928
"Maaf karena aku memintamu untuk bertemu sehari lebih cepat dari perjanjian kita."
"Tidak apa-apa. Jadi?"
"Aku seharusnya tidak mengatakan hal ini. Tapi…"
"Tapi…"
"Baiklah. Begini, apa kau tahu Nickhun?"
"Aku tahu. Ayahnya adalah saingan bisnis ayahku."
Qian mengangguk. "Nickhun adalah kekasih kakakku, Victoria."
"Lalu? Apa hubungannya denganku?"
"Ayah Nickhun diketahui meninggal tiga hari yang lalu. Dia bunuh diri dengan cara meminum racun. Wajar kalau kau tidak mengetahui hal ini karena berita ini memang masih dirahasiakan sampai semua bukti berhasil ditemukan. Dan dua hari yang lalu, aku tidak sengaja mendengar pembicaraan antara kakakku dan Nickhun. Mereka berdua beranggapan bahwa semua ini adalah salah ayahmu. Karena ayahmu telah membuat bisnis ayahnya Nickhun hancur. Oh, tolong jangan menyela dulu…" Kata Qian saat melihat Heesu akan membuka mulut.
"Baik, lanjutkan."
"… Aku mendengar kalau mereka ingin membalaskan dendam –Nickhun sebenarnya yang ingin membalas dendam, namun dia juga mengajak kakakku untuk ikut membantunya. Selain itu, aku juga mendengar tentang ramalan yang dibuat oleh kakakku."
"Kakakmu itu bisa meramal?"
Lagi-lagi Qian mengangguk dan melanjutkan kembali ceritanya.
"Aku tidak tahu apakah itu akan benar-benar terjadi atau tidak. Tapi, jika ramalan itu benar, maka kita berdua sedang dalam bahaya besar."
"Apa maksudmu?"
"Mereka berbicara tentang Pasukan Bayangan atau sejenisnya lalu mengendalikan dunia, seperti itu. Aku juga tidak mengerti. Kakakku itu memang sedikit aneh. Aku tidak tahu apa yang mereka maksudkan, tapi aku yakin itu sangat berbahaya."
"Mereka gila."
"Aku tahu. Dan aku harus segera kembali sekarang sebelum kakakku curiga. Jangan ceritakan hal ini pada siapapun. Mengerti? Aku akan mengirimu surat lagi. Dan didalamnya akan kuberikan beberapa pesan rahasia seperti biasanya. Kau sudah bisa memecahkannya?"
"Kau menuliskan beberapa kata yang salah pada surat-suratmu sebelumnya. Aku menyusun kembali huruf-huruf yang salah tersebut. Dan berhasil. Jadi, ya. Aku sudah bisa menemukan kodenya."
"Baiklah, kalau begitu, tentang masalah apa yang akan terjadi berikutnya aku akan mengabarimu lewat surat saja."
"Baiklah. Terima kasih, Qian. Berhati-hatilah."
"Ya. Kau juga Heesu."
"Qian…" Heesu kembali memanggil Qian sebelum gadis itu terlalu jauh.
"Ya?"
"Kita akan menghadapinya bersama-sama. Aku janji."
Qian hanya membalas dengan senyumannya lalu melambai sekali sebelum benar-benar meninggalkan Heesu.
:::Past, Now and Future:::
Year 2017
Ancaman terbesar yang harus dihadapi oleh Tao dan yang lainnya kini tengah berdiri di depan rumah sakit tempat Tao dirawat. Tao sendiri masih belum mengetahui apa-apa tentang Victoria yang hidup di tahun ini. Victoria dengan langkah tenang memasuki rumah sakit dan berjalan menuju ke kamar Tao.
Sebelum masuk, Victoria terlebih dahulu mengintip kedalam kamar untuk melihat keadaan. Kebetulan sekali, saat ini Tao sedang sendirian tanpa ada satupun yang menemaninya. Dia kemudian masuk kedalam tepat saat Tao membuka matanya.
"Victoria?"
"Oh, kau mengingatku ternyata."
"Tentu saja. Hantu mu seenaknya masuk ke kamarku waktu itu."
"Baiklah, aku tidak suka berbasa-basi. Jadi aku akan langsung saja."
Seketika, Tao merasakan nafasnya menjadi sesak seolah ada yang menindih dadanya dengan begitu kuat. Tubuhnya juga kaku, tak bisa digerakkan sama sekali. Dia ingin berteriak, namun dia tidak bisa. Beberapa saat kemudian, semua rasa sakit yang menyiksa itu menghilang bertepatan dengan terlemparnya Victoria ke dinding setelah terkena hantaman kuat dari Chen yang entah sejak kapan berada disana juga.
"Tao, kau baik-baik saja?"
"Ya. Aku baik." Jawab Tao sambil berusaha untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya.
Kini Chen beralih pada Victoria yang masih berusaha untuk berdiri.
"Kau sialan, Jongdae!"
"Kau terlalu nekat untuk datang kemari sendirian tanpa ada persiapan. Aku tahu kau sama sekaratnya dengan Yixing saat ini. Aku bisa saja membunuhmu sekarang. Tapi aku tidak mau perang dipercepat. Jadi, lebih baik sekarang kau pergi dari sini sebelum aku berubah pikiran."
Victoria berdecih kemudian dia pergi meninggalkan kamar rawat Tao.
"Maaf aku terlambat. Tapi kau tenang saja, kami semua akan melindungimu sampai kau bisa menggunakan kembali kekuatanmu."
Chen hendak pamit, namun Tao memanggilnya.
"Katakan padaku, apa maksudmu dengan perang dan Yixing, kau mengenalnya? Apa hubungan dirinya dengan semua ini?"
"Ceritanya panjang."
"Kurasa aku memiliki cukup banyak waktu. Jadi, mulailah bercerita."
:::Past, Now and Future:::
Year 2014
"Kyungie sayang, 5 hari lagi. Bersiaplah…"
Kyungsoo yang saat itu sedang memasak untuk Jongin terkesiap akibat sebuah bisikan yang baru saja di dengarnya. Pegangannya pada gagang spatula mendadak menguat dan rasa takut yang beberapa hari ini tidak dirasakannya kembali menyerang.
"K-Kai…" cicit Kyungsoo masih dengan posisinya berdiri di depan kompor yang menyala dan memegang spatula.
"KAI ! "Kyungsoo tiba-tiba menjerit, spatula yang dipegangnya jatuh begitu saja kelantai bersamaan dengan tangisannya.
"Ada apa, Soo!?"
Kai yang sedang menonton televisi langsung berlari kedapur dengan panik dan segera memeluk Kyungsoo ketika melihat Kyungsoo menangis dan memanggil namanya berulang kali dengan histeris dengan posisi duduk dilantai.
Luhan dan Sehun yang mendengar teriakan Kyungsoo juga ikut turun untuk melihat keadaan Kyungsoo.
"Apa yang terjadi pada Kyungsoo, Kai?" Tanya Sehun.
"Aku juga tidak tahu. Tiba-tiba saja dia memanggilku."
"Ssshh, tenang Soo, aku disini. Aku disini."
Kyungsoo masih menangis dalam pelukan Kai. Dia memeluk erat Kai.
"Aku takut…" Suara Kyungsoo terdengar pelan seperti sedang berbisik.
"Tidak apa-apa. Kami disini bersamamu, Soo."
"Aku…"
"Kyungsoo!"
:::Past, Now and Future:::
Kris yang baru saja kembali dari pekerjaannya di rumah sakit terkesiap begitu melihat Tao yang seolah membatu di ranjangnya dalam posisi duduk dengan Chen di sampingnya. Chen hanya diam ditempatnya dan memberikan isyarat pada Kris agar tetap diam dan menutup pintu kamar rawat Tao secara perlahan.
Kris ingin mengeluarkan suara, namun ia batalkan saat melihat warna mata Tao yang seluruhnya tertutupi oleh warna hitam kelam. Kris menghampiri Chen dan berbisik padanya.
"Apa yang terjadi pada Tao?"
"Aku tidak tahu. Aku sedang bercerita padanya dan tiba-tiba saja dia menjadi seperti ini."
"Lalu, kau sendiri, apa yang kau lakukan disini? Aku mendengar dari Tao bahwa dia tidak boleh bertemu dengan orang-orang yang satu kehidupan dengannya di tahun 2013."
Chen mengangguk, "Aku tahu. Tapi untuk saat ini hal itu bukan masalah. Saat ini semuanya sedang kacau. Tak ada yang berjalan semestinya. Jadi tak apa kalau aku bertemu dengan Tao."
Begitu Chen selesai berbicara, angin kencang berhembus diruangan itu entah dari mana asalnya. Hanya beberapa saat, sebelum akhirnya mata Tao berubah warna menjadi abu-abu, biru gelap, merah, lalu akhirnya kembali seperti semula.
Kris dan Chen masih tetap berada di posisi mereka masing-masing hingga Tao mengangkat kedua tangannya dan menyatukan kedua telapak tangannya sehingga suara tepukan terdengar. Hanya sekali, dan suasana ruamh sakit tersebut seketika menjadi sunyi. Tao tersenyum.
"Akhirnya aku kembali…"
Tao menepukkan tangannya sekali lagi, dan keadaan kembali seperti semula. Kris yang tadi sempat ikut 'terhenti' akibat Tao yang menghentikan waktu, langsung memeluk Tao.
"Kau baik-baik saja, Zi?"
Tao tersenyum penuh arti. Sambil membalas pelukan Kris, Tao menjawab, "Aku baik sayang. Sangat baik. Dan aku siap untuk membalaskan dendam atas kematian Heesu…"
:::Past, Now and Future:::
.
.
.
To Be Continued…
Author's Note:
Akhirnya, setelah sekian lama menghilang *hampir 4 bulan atau lebih kalau gak salah* akhirnya Grey bisa balik dan nge-publish chapter 9 dari ff ini. Semoga kalian suka.
Makin complicated ya? Grey juga rada bingung sama ff ini. Ternyata jadinya lebih ribet dari yang dibayangkan. Salah Grey juga sih karena gak nyiapin plot buat ff ini. Grey bikinnya kapan aja Grey mau tanpa ada plot sebelumnya. So, ini semacam ff impromptu /?
Tapi, kalau kalian masih bersemangat dengan ff ini, Grey bakalan berusaha untuk melanjutkan ff ini dengan sebaik mungkin.
See you at next chapter~
Review's Reply:
LVenge : Gini loh, Qian sama Tao itu kan satu orang. Pasangan asli dari Heesu itu Qian masa lalu, terus pasangan aslinya Yifan itu hantunya Qian, terus dimasa depan mereka –Heesu dan Qian- bereinkarnasi menjadi Kris dan Tao. Gitu. ^^
Wuziper : Yang hantu itu, Yifan 2014, Qian 2014,Victoria 2014. Iya, Qian sama Vic itu saudara kembar gitu. ^^
Hyerin12shin: Semoga di chapter ini Grey bisa menolong dirimu ya. ^^
Rismama57: Hahaha ^^
Hyejinpark: Oke, lanjut bacanya, jangan lupa review-nya ya ^^
HyuieYunnie: Suho gak kenapa-kenapa kok. Tao Cuma nyebutin nama Suho karena dia cuma sanggup ngucapin nama Suho sebelum dia akhirnya pingsan tanpa sempat ngelanjutin penjelasannya. ^^
Aiko Michisige: Oke. Ini udah dilanjutin. ^^
Tias Mawarni: Dia hidup di 2017. Dia nggak meninggal kok. Emang belum dijelasin secara jelas di chapter kemarin. Kenapa Kris gak pernah ketemu sama Tao 2017? Itu karena ssesuatu… Hahaha… ^^
Ko Chen Teung: Nggak kok, nggak. Suho gak jahat. Tenang, jangan marah-marah dulu. Iya say. Semangat! ^^
TKsit: Hahaha… Sebentar lagi semua rasa penasaran itu bakalan lenyap kok. Sabar aja ^^
NiarHyunBin: Nggak kok. Suho malahan mau nolongin Tao. ^^
AmeChan95: Oke, ini lanjutannya ^^
Dandeliona96: Suho gak jahat kok beb… ^^
Xyln: Nggak kok sayang. Bukan Suho. Diatas udah dijelasin ^^
SimbaRella: Belum ada sih eonni. Cuci otak itu sendiri baru terkenal di kalanngan dunia sekitar tahun 1950 waktu Perang antara Korut sama Korsel berlangsung. Ada tiga kok eonni. Di chapter kedua kalau gk salah, waktu Kai datang. Tao sama Hun punya kamar masing-masing ditambah sama satu kamar tamu. Icing gak mati kok eonni. Victoria disini bukan Victoria manusia. Tapi hantunya Victoria yg pernah muncul di kamar Tao waktu itu. 100 poin buat eonni untuk bagian Suho yang nyembunyiin Yixing. ^^
Jeon Jungkyu: Iyaps. Thanks ^^
Hehehe : Hehehe juga ^^
410: Ada dong… Ini lanjutannya ^^
Junghyema: Hahaha, duh, Hyema-ssi, jangan marah-marah gitu. Tao nya masih baik-baik aja kok. Setidaknya, belum… *evil smirk* ^^
ShinJiWoo920202: Udah Grey jelasin diatas ya eonni ^^
GaemGyu92: Iyaps. Bener. Yang ngelakuin itu ke Tao itu orang suruhan kok.^^
Xiao Yueliang: Sebenarnya, bukan Tao mau mencegah. Tao sendiri kalau balik ke tahun 1928 pasti selalu terlambat satu langkah. Dia mau membongkar siapa dua orang misterius yang pernah dia lihat itu. Iya. Tanggal dan harinya sama. Cuma beda tahun aja. Yixing belum mati kok. Udah dijelasin diatas ya sisanya. Grey line 96. Kamu bisa manggil Grey aja, eonni atau terserah apa aja yang nyaman. Grey panggil kamu Xiaoyue boleh? ^^
Shin jemun21: Annyeong Shin ^^ Gomawo. Ini Lanjutannya ^^
Min Jung Tao : Hahaha, gapapa lah, punya pacar manusia itu udah mainstream. ^^
Jeongmal gomawo buat yang udah nge-review, nge-favorite, dan nge-follow FF ini dan buat SiDers yang udah nyempatin diri buat ngebaca FF ini. ^^
Ittabwayo, chinggudeul ^^
