Hidden Marriage
.
.
.
by Tsuioku Lee
.
.
.
Donghae x Eunhyuk (Haehyuk)
.
.
Cast owned by God and themselves
.
.
.
But HaeHyuk belongs to each other
.
.
.
Rate: T
.
.
.Warning: Yaoi / OOC / Typo(s) / AU / the author is a super lazy ass so this is her comeback fic after 2 years (maybe) so dont expect anything to be written-well.
.
.
.
this fic is dedicated to my coughbelovedcough partners-in-crime Grace and Putri. Here your fic bitches. SO Stop bullying and nagging me for not update my fic very soon :) love u gals 3
.
.
.
Prev Chapter :
Tak terasa ia sudah ada didepan pintu ruang ganti club sepak bola. Dan mengingat tadi pagi ia sudah kesini membuat ingatannya kembali ketika ia dikerjai teman sekelasnya. Tapi ia langsung membuang pikiran itu lalu dengan perlahan membuka ruang club tersebut. Dan apa yang ia lihat didalam ruangan tersebut sama sekali bukan hal yang ia kira akan terjadi.
Disana berdiri Donghae dengan seorang wanita dan yang lebih parah, mereka tengah berpelukan. Wanita tersebut melingkarkan tangan rampingnya dipinggang Donghae sementara kepalanya dengan nyaman bersandar didada bidang suaminya. Sedangkan Donghae sama sekali tak mencoba melepaskan pelukan tersebut dan malah terlihat menikmatinya. Beberapa detik kemudian Donghae mulai menyadari pintu ruang club terbuka dan mau tak mau ikut shock melihat Hyukjae berdiri kaku didepan pintu. Wanita itu juga sepertinya mulai menyadari kehadirannya. Dan sebelum Donghae mengeluarkan kata katanya Hyukjae sudah terlebih dulu bicara dengan suara yang dibuat setenang mungkin.
"Maaf aku mengganggu."
Dan menutup kembali pintu tersebut dan berlari secepat kakinya dapat melangkah.
.
.
Chapter 9: Problem solved
.
.
.
dont like? Go away
.
.
.
enjoy your self~
.
.
.
.
.
.
.
-OoO-OoO-OoO-
"Maaf aku mengganggu." Hyukjae berlari meninggalkan ruang ganti club sepak bola. Jantungnya berdetak dengan tempo cepat entah karena tergesa-gesa atau karena sakit yang ia rasa. Hyukjae memegang dada kirinya. Sakit. Itulah yang ia rasakan, tak salah lagi. Melihat suami yang ia cintai dipeluk- bukan berpelukan dengan orang lain membuat hatinya seakan diterjam seribu jarum.
Sakit. Kenapa Donghae melakukan itu? Apa Donghae sudah tak mencintainya? Apa Donghae sudah tak menganggapnya lagi sebagai istrinya? Apa Donghae akan meningalkannya dan tak memperdulikan dirinya lagi? Memikirkan Donghae yang akan meninggalkannya saja membuat air matanya sudah tak terbendung lagi. Hyukjae tau ia berlebihan. Tapi mau bagaimana lagi? Ia hanya seseorang yang sangat sensitif soal hubungan. Ia tak ingin lagi merasakan pengkhianatan seperti yang ia rasakan dimasa lalunya.
'Bruk'
Tanpa melihat arah jalan yang ia tuju, Hyukjae dengan kerasnya menbrak sesuatu atau lebih tepatnya seseorang ketika hendak melewati belokan. Tanpa bisa mengerem ia terjatuh tepat di atas oarng yang ia tabrak.
"Uhh."
Hyukjae meringis melihat seseorang dibawahnya yang terlihat kesakitan. Wajah mereka sangat dekat sehingga dengan mudah ia mengetahui siapa orang tersebut. Matanya terbelalak tak percaya melihat seseorang dibawahnya adalah..
"Ka-kau." Dengan tergesa-gesa Hyukjae mencoba bangun dari atas orang yang ada dibawahnya. Posisi mereka sangat tak nyaman dan mengundang salah paham. Sudah cukup ia berurusan dengan orang ini, tak perlu menambah daftar masalahnya lagi bersama orang ini.
Tapi belum sempat Hyukjae beranjak dari atas orang tersebut. Tangan orang tersebut malah menahan punggungnya untuk bangun. Dan yang lebih parah lagi orang tersebut merubah posisi mereka. Kini Hyukjae lah yang berada di bawah orang tersebut.
"Mau kemana kau, Monyet kecil?"
Kyuhyun menyeriangi evil kearah Hyukjae yang hanya bisa terbelalak tak percaya dengan poisisi lebih awkward mereka.
-OoO-OoO-OoO-
Hyukjae menatapnya dengan mata terbelalak. Kyuhyun menatapnya dengan seringai jahat. Dan entah apa yang ada di kepala si evil, bukannya menjauh ia malah memiringkan wajahnya, menutup mata dan mendekatkan wajahnya kearah Hyukjae.
Melihat gestur orang diatasnya Hyukjae tahu pasti apa yang akan dilakukan Kyuhyun. Dengan segala akal sehat yang masih ada dipikiran Hyukjae, ia segera menahan pundak Kyuhyun dan memalingkan wajahnya yang hampir dijamah oleh Kyuhyun. Dan saat itu juga Hyukjae melihat seseorang yang sedang ia hindari berdiri dengan wajah shock melihat kearahnya. Atau lebih tepatnya kearah posisi awakward-nya dengan Kyuhyun saat ini.
Donghae seperti tersadar dari keterkejutannya segera berjalan cepat menuju mereka dan dengan sekali gerakan ia menarik Kyuhyun dari atas Hyukjae.
"Apa yang kau lakukan?!"
Donghae berteriak murka entah untuk siapa. Gahh kesalahpahaman lagi. Ujar Hyukjae dalam hati. Melihat tubuhnya sudah lepas dari perangkap Kyuhyun ia segera bangkit dari posisi tidurannya dan berlari meninggalkan dua orang sahabat tersebut.
Bukannya ia tak ingin menjelaskannya ke Donghae apa yang sebenarnya terjadi hingga ia bisa berada diposisi seperti itu. Tapi ia masih ingat untuk apa ia berlari menghindari Donghae tadi. Ia juga ingin penjelasan dari suaminya. Tapi yang terpenting ia harus meninggalkan mereka berdua dulu, karna kalau ia tetap disana Hyukjae yakin hubungannya dengan Donghae akan diketahui oleh Kyuhyun. Ia tak ingin meresikokan hubungannya dengan Donghae.
Ia akui semua kejadian ini terlalu cepat. Mulai dari Donghae yang memeluk -atau berpelukan- dengan seorang wanita yang sama sekali ia tak kenal dan tak tahu kenapa (dan ia akui ia cemburu) dan Kyuhyun yang tiba-tiba ingin (mungkin) menciumnya. Aishh apa kepala anak itu terbentur sesuatu? kenapa ia ingin (mungkin) menciumku? Tapi dari gesturnya ia jelas seperti ingin menciumku?
"Argggh."
Hyukjae menggeram frustasi ditengah larinya. Ia harus menenangkan dulu pikirannya yang bercampur aduk dan mungkin memecahkan masalah ini bersama Donghae nanti.
-OoO-OoO-OoO-
Kyuhyun melepas kasar tangan Donghaae yang masih menggenggam bajunya. Ia menatap Donghae skeptis seraya membereskan baju seragamnya yang agak kusut. Ia kemudian mengambil PSP-nya yang tergeletak tak jauh dari kakinya, memeriksanya sebentar lalu memasukannya kesaku jas seragamnya. Untung PSP-nya bukan PSP murahan, kalau iya sudah dipastikan PSP itu sudah hancur berkeping=keeping saat ini.
"Apa maumu?" Kyuhyun betanya tajam kepada Donghae yang menatapnya curiga.
"Harusnya aku yang tanya apa maumu?" balas Donghae tak kalah tajam. Ia ingin tahu apa maksud tindakan Kyuhyun yang ingin mencium istrinya tersebut.
Ya, ia memang melihat kejadian saat Kyuhyun ingin mencium istrinya tadi tapi ia tak mengerti apa maksud dari tindakan Kyuhyun. Atau jangan-jangan dia..
"Itu bukan urusanmu." Jawab Kyuhyun dengan nada menantang. Ia tahu apa maksud Donghae tapi ia tak habis pikir kenapa Donghae ingin ikut campur urusannya. Oke memang ia tahu Donghae menyukai Hyukjae tapi kalau ia ingin mencium Hyukjae itu bukan urusannya 'kan? ( Ia akui tindakannya tadi memang ingin mencium Hyukjae) Mereka tak punya hubungan apapun sampai ia harus menjelaskan kenapa ia hampir mencium Hyukjae 'kan?
Donghae tak menjawab apa- apa, matanya sibuk memperhatikan Kyuhyun dengan curiga. Menebak- nebak apa maksud tindakannya. Jujur ia sebenarnya ingin mengejar Hyukjae dan menyelesaikan masalahnya. Tapi ia bisa menunggu itu nanti.
"Saat melihatmu, wajahnya terlihat menegang dan ia langsung berlari tanpa berpikir dua kali. Jelas sekali ia mengindarimu Donghae hyung. Apa yang kau lakukan? Mengajaknya pulang bersama dengan cara mengancamnya?" Kyuhyun berkata sakratis dengan senyum evil diwajahnya.
"Itu bukan urusanmu." Jawab Donghae persis sama dengan cara Kyuhyun tadi.
"Kau kekanakan, hyung."
"Seperti kau tidak saja, dongsaeng."
Mereka berdiri berhadapan, siap melontarkan sindiran- sindiran lainnya sampai ada suara yang mengintrupsi mereka.
"Kyu Oppa, kau disini rupanya!" suara melengking seorang yeoja mengintrupsi mereka. Kedua sahabat itu melihat kearah yeoja dengan rambut brunette panjang bergelombang, wajahnya mungil yang sangat pas dengan mata bulat besarnya, gadis itu menghampiri mereka, lebih tepatnya menghampiri Kyuhyun.
"Ahh Yumi-chan, apa kau menungguku lama? Maafkan oppa ne, tadi ada sedikit masalah."
Kyuhyun berkata manis khas playboy kepada gadis asal Jepang itu. Ia lalu melingkarkan tangannya kepinggang wanita manis itu dengan gestur menggelikan menurut Donghae.
"Iya aku menunggu lama sekali, Oppa! ku kira kau lupa acara kencan kita." gadis bernama Yumi itu berkata manja dengan nada kesal.
"Aku tak mungkin lupa dengan acara kencan kita, Manis. Sekarang ayo kita jalan." Kyuhyun berkata seraya mengecup pipi gadis tersebut yang membuat gadis itu terkikik senang. Donghae ingin muntah ditempat.
"Such a playboy." gumam Donghae pelan. Kyuhyun yang baru dua langkah berjalan bersama 'mainannya' menengok sedikit kearah Donghae dan memberikannya seringai evilnya
'Bye hyung aku ada urusan.' tatapan Kyuhyun bermakna seperti itu menurut Donghae.
-OoO-OoO-OoO-
Hyukjae memasuki rumahnya dengan tergesa-gesa. Wajahnya yang mulus sedikit berkeringat karena mengingat ia yang lari dari stasiun bis sampai kerumahnya. Saat melewati ruang tv disana ada Ibunya Leeteuk sedang membaca buku ditemani afternoon tea-nya.
Segera saja ia mengecup pipi Ibu-nya seraya berkata. "Eomma jika Donghae kesini bilang aku sedang tidur dan tak ingin diganggu. Oke?" dan setelahnya ia langsung lari kekamarnya meninggalkna Ibu-nya yang masih terkejut.
"Ya Hyukkie-ah, kau sedang ada masalah dengan Donghae?!" teriak sang umma yang baru sadar dari keterkejutannya.
"Tidak Eomma!" teriak Hyukjae yang baru memasuki kamarnya. Setelah masuk ia buru-buru mengunci kamarnya, melempar tas ranselnya kesembarang arah lalu menjatuhkan badannya yang lelah diatas kasur empuknya.
'Ahhh kenapa hari ini sungguh melelahkan?' pikirnya kalut dalam hati. Dimulai dari insiden penyiramannya, Kyuhyun yang bersikap aneh dan seperti ingin menciumnya dan Donghae yang berpelukan dengan seorang wanita... ahh rasanya ia ingin melupankan hari ini saja dan mengistirahatkan badanya yang pegal-pegal. Dia butuh berendam air hangat yang lama. Ya air hangat agar pikiran dan tubuhnya bisa rileks kembali.
-OoO-OoO-OoO-
tok tok tok cklek
"A-annyeonghaseo, Eommonim. Apa Hyukkie-
"Dia ada dikamarnya, temuilah dia." Leeteuk bersuara sebelum Donghae sempat menyelesaikan pertanyaannya. Ia tersenyum lembut kearah menantunya yang seperti bingung itu. Setelah diyakinkan kembali dengan senyuman Ibu mertuanya tanpa tunggu lama lagi Donghae langsung menunduk sopan sambil berkata "Terimakasih eommonim." dan langsung melesat kearah kamar istrinya yang sudah sangat ia hapal.
"Hahh anak jaman sekarang." Leeteuk berkata maklum seraya kembali keruang tv dan menghabiskan afternoon teanya yang sempat ia tinggalkan.
-OoO-OoO-OoO-
'Tok tok' Donghae mengetuk pelan pintu kayu dihadapannya. Wajahnya terlihat tak sabar tapi ia mencoba untuk tenang. Baru ia ingin mengetuk untuk yang kedua kalinya, sang empu kamar sudah membuka kunci pintu tersebut -terdengar bunyi 'cklek' samar- tanpa membuka pintu bertuliskan "Hyukkie's" tersebut.
Donghae menghela napas berat, dengan pelan ia membuka pintu tersebut lalu kembali menutupnya setelah ia melangkah kedalam. Tak lupa ia kunci pintu kayu tersebut untuk menghindari kejadian yang tak diinginkan kaburnya seekor monyet mungkin.
Donghae memperhatikan kamar istrinya tersebut dengan seksama. Ia memang jarang kesini tapi ia merasa sudah familiar dengan keadaan kamar tersebut. Salah satunya adalah kebersihan dan kerapian kamar bernuansa biru tersebut. Fokusnya kembali ke Hyukjae yang kini tengah duduk diatas tempat tidurnya dengan ekspresi tak nyaman. Saat tatapan mereka bertemu Hyukjae langsung mengalihkan tatapannya dari Donghae. Membuat Donghae mengerutkan dahi tak suka.
"Kalau ada yang ingin kau katakan, katakan sekarang juga. Jangan berdiri saja. Kalau tidak ada, silahkan pulang keapartemenmu. Aku lelah, ingin istirahat." Hyukjae berkata tanpa sedikitpun menatap Donghae. Ia takut jika ia menatap Donghae, suaminya akan marah kepadanya walaupun ia tahu dia sudah cukup marah saat ini. Ia hanya tak ingin membuat suaminya 'mengamuk' seperti saat waktu insiden Nickhun beberapa hari yang lalu.
Hyukjae sedikit terkejut saat tiba-tiba tangannya yang sedang -sadar atau tidak- meremas ujung bajunya digenggam oleh sebuah tangan yang lebih besar dan terasa hangat. Refleks Hyukjae menatap sang pelaku yang sudah berada disampingnya, tengah menggenggam tangannya dengan senyum.. sakit? diwajah tampannya.
"Jika kau berpikir aku marah maka jawabannya adalah tidak sama sekali." Donghae berkata lembut seraya mengelus punggung tangan Hyukjae. Hyukjae tidak menjawab, ia hanya terus menatap wajah tampan suaminya yang tersenyum lembut kearahnya. Suaminya selalu dapat membaca kegelisahan dimata Hyukjae tanpa Hyukjae harus mengatakannya.
"Aku ingin menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi diruang ganti dan siapa wanita yang me- ehem yang ada kau tahu aku tak punya hubungan apapun dengannya" Donghae sedikit berdehem ketika melihat ekspresi Hyukjae yang tak begitu senang saat ia ingin mengatakan siapa wanita yang memeluknya.
"Kalau begitu cepat jelaskan." Hyukjae berkata dengan nada memerintah alanya.
'Hh his cocky and cold behavior comeback again.' Donghae berkata dalam hati.
"Ok pertama-tama wanita itu bernama Soyoung. Choi So-
"Aku tidak tanya namanya." Hyukjae memotong dengan nada dingin.
"Baiklah, baiklah." Dobghae berkata sabar menghadapi tingkah cemburu istrinya yang tengah on tersebut. Ia lupa bagaimana cemburunya Hyukjae kalau menyangkut masalah seperti ini. Yahh tidak beda jauh juga dengan dirinya.
"Dia itu adik sepupu Siwon. Kau tahu Siwon kan? sahabatku. Tapi aku tak punya hubungan apapun dengan Soyoung. Dia itu sudah aku anggap seperti adik ku sendiri. Dan aku-
"Itu tidak menjelaskan sama sekali kenapa kalian berpelukan."
"Dia ingin pindah sekolah ke Amerika. Ia berpamitan dengan ku, makanya kami berpelukan. Itu pelukan selamat tinggal, Hyuk."
"Kau terlihat menikmatinya."
"Benarkah?! maksudku-
"Kau menikmatinya."
"Aishh Hyuk. Dia itu seperti adik kecil untukku sifatnya memang sedikit manja dan aku tak mungkin mengabaiknnya."
"Jadi kau yang memeluknya duluan?"
"Tidak! Kami melakukannya bersa- Aishhh pokoknya kami tidak ada hubungan apapun Hyukkie. Aku dan dia sudah seperti saudara. Lagi pula dia juga sudah memiliki kekasih."
"Jadi kau kecewa dia sudah memiliki kekasih?"
"Ap- No- arghhhh." Donghae mengacak rambutnya frustasi dengan satu tangannya yang bebas. Dia tak mengerti kenapa saat sedang cemburu Hyukjae selalu dapat membalikan kata-katanya. Selalu berhasil membuat ia makin terpojok.
"Eunhyuk-ah, didunia ini tak ada orang lain yang kucintai melebihi apapun selain dirimu. Kau adalah segalanya untuk ku Hyuk. Dan posisimu dihatiku tak akan pernah bisa tergantikan oleh siapapun. Aku mencintaimu, sangat. Kau harus ingat itu." setelah mengatakan itu Donghae membawa jemari Hyukjae kegenggamannya dan dikecupnya jemari tangan halus itu dengan lembut. Hyukjae tersenyum tipis mendengar kata-lata chessy suaminya. Sebenarnya ia sudah percaya ketika Donghae mengatakan kalau ia tak ada hubungan apapum dengan wanita itu, ia hanya senag menggoda suami nya saja.
"Aku juga mencintaimu. Hae- ah." balas Hyukjae pelan. Donghae tersenyum puas mendengarnya.
"Tapi itu tak memungkiri kalau kau menikmati pelukan tersebut."
'Good way to ruins the moment, Hyukkie.'
"Baiklah karena tidak ada hal yang ingin dibicarakan lagi, aku ingin istirahat." Hyukjae dengan tiba-tiba melepas genggaman tangan Donghae, merebahkan tubuh rampingnya keatas kasur, membelakangi Donghae, menarik selimut lalu memejamkan mata. Dan semua hal itu ia lakukan hanya dalam waktu 5 detik. Tapi belum semenit ia memejamkan matanya, tiba- tiba ia merasakan kasurnya berderit dan detik berikutnya selimut yang ia kenakan ditarik 'lembut' dan tubuhnya dibalikan menjadi posisi telentang dengan Donghae berada diatasnya. Memerangkapnya.
"Sebenarnya masih ada masalah yang harus dibicarakan." kata Donghae tegas dengan wajah yang berubah serius menatap Hyukjae. Senyum diwajahnya tadi menghilang tanpa jejak digantikan aura menyeramkan yang menguar di sekitar tubuhnya.
"So-soal apa?" suara Hyukjae terdengar bodoh.
"Cho Kyuhyun?"
"Nope."
"Hyuk."
"Tidak ada yang harus dijelaskan, Donghae-ah."
"Hyukjae."
"Arghh ok ok!" Hyukjae menggeram frustasi mendengar nada bicara Donghae. Kalau nada bicaranya sudah berubah begitu ia tahu Hyukjae tidak dapat menolaknya. Ia mulai berpikir saat ini posisi mereka sudah berbanding terbalik. Kalau tadi Donghae yang terpojok kali ini Hyukjae-lah yang terpojok oleh Donghae. Dunia benar-benar adil.
"Saat itu aku tengah berlari kencang. Aku tak melihat arah saat berlari. Dan ketika melewati belokan tajam, tiba- tiba aku menabrak sesuatu. Kau tahu kan keseimbanganku itu sangat buruk. Dan akupun terjatuh. Saat sadar ternyata aku sudah berada di a-atas bocah Cho itu. Dengan akal sehat yang masih ada aku mencoba bangun dari atasnya tapi bocah sialan itu malah menarikku dan detik berikutnya aku sudah terperangkap dibawahnya. Saat ingin melepaskan diri dia malah dengan sengaja mendekatkan wajahnya kewajahku seperti ingin me- mencium- TA-TAPI demi Tuhan kami tidak melakukannya! Aku menahan pundaknya lalu memalingkan wajah. Kami jadi tidak berciuman! Ta-tapi bukannya aku kecewa karena tidak jadi berciuman hanya saja- aku- aku tidak tahu harus- ma-maksudku- aishh demi apapun kau harus percaya Hae-ah tidak ada hal yang terjadi saat itu. Kau lihat kan kali ini aku menahannya? tolong jangan salah paham Hae-ah.. kami tidak- aku tidak-
"Sst.." Tiba-tiba saja ocehan mulai absurd Hyukjae terhenti. Donghae tidak tahu bagaimana jadinya kalau istrinya itu tidak berhenti bicara. Mungkin ia harus menunggu 2 jam lebih kalau ocehannya tidak dihentikan saat itu juga. Hyukjae terlihat tengah mengatur napasnya. Donghae merasa jempolnya terkena terpaan napas hangat Hyukjae yang saat ini tengah menempel dibibir lembut Hyukjae.
"Tolong jangan berpikir kalau aku tidak percaya padamu, baby? Aku percaya padamu." Donghae berkata lembut dengan senyum tipis dibibirnya. Tangannya beralih ia gunakan untuk mengusap pipi mulus Hyukjae. Menenangkannya. Hyukjae terlihat menahan napas setelah akhirnya membuangnya lega. Ia sangat takut insiden dengan Nickhun waktu itu terulang lagi. Reaksi Donghae saat itu benar-benar diluar pikirannya. Hanya karena sebuah ciumana Donghae langsung memutuskan bahwa Hyukjae harus pindah sekolah hari itu juga. Jika kesalahpahaman Donghae kali ini sama seperti waktu itu mungkin ia akan membuat keputusan yang tak ingin dibayangkan oleh Hyukjae sendiri. Semisal Hyukjae tidak boleh bersekolah lagi dan harus tinggal di apartemennya lalu menjadi istri manis yang kerjanya hanya melayani sang suami. HELL NO!
"You are beautiful." ucapan lembut Donghae seketika membuyarkan pikiran Hyukjae. Suaminya itu masih mengelus pipi Hyukjae dengan tatapan sayu yang memancarkan cinta, membuat pipi Hyukjae bersemu merah. Dengan perlahan Donghae mendekatkan wajahnya kewajah Hyukjae, menempelkan bibir tipis itu di kening Hyukjae lalu berlanjut ke dua kelopak mata, lalu kepipinya hingga ke sudut bibir Hyukjae. Mata Hyukjae hanya terpejam menerima perlakuan lembut suaminya. Dengan perlahan ia membuka matanya dan disambut tatapan sayang Donghae. Perlahan tapi pasti Donghae mulai mendekatkan wajahnya, berhenti sebentar ketika nafas mereka menerpa satu sama lain. Dengan satu usapan lembut jemari Donghae dipipinya, Hyukjae mulai merasakan bibirnya dikecup lembut sang suami, tak lupa Donghae membisikan kata- kata cinta disetiap kecupannya.
Ketika udara disekeliling mereka mulai terasa panas ciuman mereka pun berubah menjadi lebih ganas. Donghae mulai menggigit kecil bibir Hyukjae meraba sisi samping leher Hyukjae dengan gerakan sensual. Hyukjae sendiri dengan refleks mengalungkan tangannya keleher Donghae lalu mencengkram lembut rambut tipis Donghae, menghasilkan erangan dari empunya. Hyukjae pun mulai membuka mulutnya, mengizinkan lidah terampil suaminya menginvasi rongga hangat miliknya, mengajak benda lunak itu untuk bertarung, yang hasilnya membuahkan erangan erotis dari bibir plum tersebut.
Keadaan semakin tambah panas ketika Donghae mulai menggesekan miliknya dengan milik Hyukjae. Dengan celana piyamanya yang tipis ia bisa dirasakan milik suaminya itu sudah mengeras. Membuat keduanya mengeluarkan desahan yang tak tertahankan. 'Apakah kita akan melakukan.. itu?' Sebuah pikiran terlintas diotak Hyukjae. Apakah ia dan Donghae akan benar-benar melakukan kegiatan yang sangat wajar dilakukan suami istri tersebut? Apakah akhirnya Donghae memutuskan untuk melakukannya setelah 3 tahun meraka menikah. Meraka atau lebih tepatnya Donghae memang telah berjanji untuk tidak mengambil 'keperawanan' Hyukjae sebelum mereka lulus SMA. Tapi Hyukjae tidak pernah ambil pusing dengan itu semua.
Ia mau saja melanggar janji itu. Tapi Donghae lah yang bersikeras untuk tidak melanggr janji tersebut. Tapi dengan keadaan mereka yang terlanjur seperti ini apakah Donghae akhirnya memutuskan untuk melanggar janjinya? Kalau memang benar, kenapa Donghae tidak melakukan tindakan lebih selain menciumnya dan menggesekan miliknya. Tanganya tetap pada leher Hyukjae mengusapnya lembut dan tangan satunya digunakan untuk menahan tubuhnya agar tidak menindih tubuh rampingnya. Atau mungkin ia yang harus mulai tindakan duluan? Dengan pikiran tersebut Hyukjae mulai mengerakan tangannya dan membawanya kearah kejantanan Donghae berusaha menggenggamnya.
Tapi sebelum tangan itu mencapai objek tujuannya, tangan Donghae sudah menggenggam tangannya duluan, mencegahnya. Seketika ciuman panas mereka terlepas dan mereka saling bertatapan dengan nafas yang terengah-engah. Donghae membawa telapak tangan Hyukjae kewajahnya lalu menciun tangan itu cukup lama.
"Aku mencintaimu." ucapnya dengan lembut, menatap Hyukjae sepenuh cinta yang dibalas dengan memerahnya wajah Hyukjae.
"A-aku juga mencintaimu." Ucap Hyukjae agak gugup tapi tidak memutus pandangannya sama sekali.
"Nah sekarang ayo kita tidur." ucap Donghae tiba-tiba.
"Eh?"
Donghae segera bangun dari posisinya dan berganti tiduran disamping Hyukjae. Memeluk Hyukjae lalu menarik selimut untuk mereka berdua. Otomatis Hyukjae mendekatkan tubuhnya kedada bidang Donghae yang terasa hangat.
"Donghae, kau yakin-
"Sst tidurlah Hyuk. Malam ini aku akan menginap tadi aku sudah izin Eommonim.Tidak usah memikirkan hal lain." Ucap Donghae seraya mengusap lembut punggung Hyukjae lalu mencium pucuk kepalanya sayang.
"Umm baiklah." Hyukjae menyamankan posisinya dipelukan Donghae dan mulai memejamkan matanya walau hari masih sore.
-OoO-OoO-OoO-
Suara nafas Hyukjae yang teratur membuat Donghae membuaka matanya perlahan. Ia memang tidak tertidur dari tadi hanya memejamkan mata saja. Ia hanya ingin memastika bahwa Hyukjae sudah tertidur pulas. Dengan sayang ia kembali mengelus punggung Hyukjae agar tidurnya semakin nyaman. Senyum dibibir tipis Donghae mulai menghilang ketika mengingat kejadian tadi. Ia hampir saja kehilangan kontrol atas dirinya. Membuat Hyukjae berpikir bahwa mereka akan melakukan itu. Membuat Hyukjae melakukan tindakan yang seharusnya tak perlu ia lakukan. Membuat ia hampir melanggar janjinya sendiri. Janji untuk tidak mengambil apa yang seharusnya belum sepenuhnya miliknya. Donghae meretuki kebodohannya sendiri. Walaupun Hyukjae terlihat tidak keberatan untuk melakukannya, tapi ia harus bepikir bagaimana resikonya jika mereka melakukannya sebelum waktunya. Ia tak ingin mengambil resiko dan ia tak ingin mengecewakan appanya dan appa Hyukjae. Ia berjanji untuk melindungi Hyukjae bukan menghancurkannya.
"Maafkan aku baby, Maafkan aku." lirih Donghae seraya mencium pucuk kepala Hyukjae dan memeluknya erat.
-OoO-OoO-OoO-
Dua orang itu saling menekan satu sama lain. Tak ada yang mau mengalah. Merasa yang lebih dominan diantaranya, Kyuhyun menekan wanita didepannya lebih rapat ke dinding dibelakangnya. Menciumnya lebih agresif, menggenggam apa saja yang dilewati tangannya. Merasa sang lawan main tengah kehabisan nafas Kyuhyun melepas ciumannya. Ia menatap wajah wanita dihadapannya yang tengah mengambil nafas terengah. Seketika ingatannya melayang ke beberapa jam yang lalu. Saat dirinya berada disekolah. Tepatnya tengah berjalan dilorong kelas dengan PSP ditangnnya. Ia tak melihat arah jalannya karena ia tahu tak ada orang lain disekolah -mungkin hanya beberapa- yang tengah berlalu lalalang karena jam sekolah memang sudah berakhir. Dan saat itulah tiba-tiba seseorang menabraknya dari arah berlawanan. PSP-nya terjatuh dan dirinyapun ikut terjatuh bersama orang yang menabraknya. Dan seketika sumpah serapah yang ia sudah siapkan untuk sang pelaku penabrakan itu hilang ditelan udara ketika tahu siapa yang menabraknya.
Lelaki yang menabraknya terlihat panik dan seketika sersenyum miring -seringai- terpatri diwajah tampannya. Ingatan tentang obrolannya bersama teman-temannya dikantin pun terlintas. Ia akan membuktika pada Donghae kalau tak ada yang dapat menolak pesona seorang Cho Kyuhyun. Ia akan buktika kalau laki-laki seperti Hyukjae bisa jatuh kepesonanya.
Pikirannya terhenti ketika laki-laki itu mencoba bangun dari atasnya. Tapi ia bergerak cepat, ia merubah posisi dan Hyukjae kini ada dibawahnya. Merasa posisinya sudah menguntungkan Kyuhyun dengan beraninya mendekatkan wajahnya kearah Hyukjae mencoba mencium bibir tebal yang terlihat menggoda tersebut. Tapi sesuatu menahannya dan itu membuat ia shock. Tangan Hyukjae terulur dan menahan pundaknya, bahkan ia mengalihkan wajah agar Kyuhyun tak bisa menciumnya. Itu adalah penolakan pertama yang pernah Kyuhyun alami seumur hidupnya. Tak pernah ada satu laki-laki atau perempuan pun yang menolaknya seperti itu. Mereka bahkan ingin melakukan apa saja agar dapat merebut perhatiannya. Tapi Hyukjae adalah pengecualian. Ia berbeda. Dan Kyuhyun tak menyukai itu. Ia tak akan membiarkan hal itu terjadi lagi. Ia akan membuat Hyukjae melihatnya dan kenyataan tentang Donghae yang menyukainya membuatnya tambah semangat untuk mengejar Hyukjae.
Semakin ia mengingat wajah Hyukjae semakin ia keras mencium wanita dihadapannya. Bayangannya kalau wanita tersebut adalah Hyukjae membuatnya hilang kendali.
"Tunggu saja, Monyet kecil. Kau akan lihat siapa Cho Kyuhyun sebenarnya."
-OoO-OoO-OoO-
"Donghae."
"Hmm."
"Berhenti melakukan itu."
"Melakukan apa, baby."
"Menatapku."
"Wae? kau terlihat cantik."
"Tapi kau mengganggu konsentrasiku. Dan aku tidak cantik!"
"Maaf, tapi terlalu sulit untuk tak memandangimu, Manis"
Hyukjae menggeram pelan. Tangannya yang sibuk menata kotak makan didepannya -yang agak acak-acakan- mengepal kesal. Biasanya ia tak akan sefrustasi ini jika membuat kotak bekal. Tapi suaminya yang manja itu ingin dibuatkan kotak bekal yang berbeda. Ia ingin nasi bekalnya berbentuk hati, lauk seperti sosis yang dibentuk ikan nemo yang akan ditaruh diatas nasi tersebut dan akan diselimuti telur dadar yang berbentuk sama -seperti nemo yang sedang tidur dikasur cinta yang empuk- begitu kata Donghae. Dan jangan lupakan kimchi sebagai hiasannya. Ia menambahkan daging bulgogi di menu bekal tersebut. Ketika Donghae menyuruhnya memotong daging itu dengan bentuk hati, dengan semangat Hyukjae memukulnya dengan sendok. Ia tak mengerti dengan isi kepala suaminya ketika bangun tidur pagi ini, apakah ia terantuk sesuatu atau salah makan dihari kemarin sehingga sifatanya bertambah kekanakan begini. Ketka ia hendak menolak, Donghae berkata "Kau kan jarang membuatkan bekal untukku. Hanya hari ini saja apa kau tak mau memanjakan suamimu?" Dan itu sukses membuat Hyukjae diam seketika.
Setelah lebih dari dua jam bergelut dengan bekal aneh permintaan Donghae akhirnya ia mendudukan diri dibangku yang terdapat didapur. Ia mengelap keringat didahinya dengan lelah. Melihat jeri payahnya itu tengah dipandangi Donghae dengan kagum senyum tipis terukir dibibirnya.
"Ahh istriku memang yang terbaik, Terimakasih sayang" Donghae mengecup pelipis Hyukjae kilat lalu dengan hati-hati menaruh bekal tersebut kedalam tasnya. Setelahnya ia menaruh bekal lain yang sudah dibuat Hyukjae untuknya sendiri kedalam tas istrinya tersebut. Menu bekal mereka sama tapi Hyukjae tak ingin membuat bekalnya serumit dengan milik Donghae ia menata bekalnya dengan biasa saja. Donghae menawarkan untuk membuatkannya bekal yang 'luar biasa' tapi ia buru-buru menolannya karena ia tahu Donghae tak bisa melakukannya. Ia tak ingin ambil resiko jika dapur Eommanya terkena angin ribut dipagi buta begini.
Setelah kejadian kemarin dan obrolan mereka semalam, mereka sepakat untuk tidak membicarakan masalah itu lagi. Mereka harus lebih percaya satu sama lain dan akan mengatakan apa saja jika ada hal yang mengganggu pikiran masing-masing. Bukankah memang itu hal yang dilakukan suami istri?
Donghae dengan cekatan menuang susu strawberry dari kulkas lalu memberikannya kepada Hyukjae. Sambil bergumam terimakasih ia meminum susu kesukaannya tersebut dengan binar ceria. Sekolah mulai sekitar setengah jam lagi, mereka masih punya waktu untuk siap-siap lalu berangkat kesekolah mengingat sekolah mereka yang tak terlalu jauh jaraknya.
Donghae menarik bangku lalu mendudukan diri dihadapan Hyukjae. Menikmati raut sang istri yang terlihat manis dipagi hari.
"Hyuk aku ingin memberitahumu sesuatu." Donghae memulai pembicaraan.
"Apa?"
"Aku memberitahu Siwon, Yesung dan Kyuhyun kalau aku menyukaimu."
Hyukjae hampir saja menyemprotkan susu pink itu kearah Donghae dihadapannya. Tapi ia mencoba tenang dan menelan susu dimulutnya sebelum menatap Donghae tak percaya.
"A-apa?! Ba-bagaimana kalau mereka curiga..? bagaimana kalau mereka tahu kalau kita suami istri? bagaimana kalau-
"Sstt mereka tak curiga Hyuk. Mereka hanya terkejut. Dan mereka tak akan mengetahui hubungan kita. Percaya padaku." Donghae mengelus pipi istrinya lembut dan menatapnya mencoba menenangkan. Ia tahu reaksi Hyukjae akan panik seperti ini. Maka dari itu ia membuat Hyukjae agar tak gusar.
"Tapi kenapa kau melakukan itu?" tanya Hyukjae akhirnya setelah paniknya reda.
"Agar aku bisa melindungimu. Akan lebih mudah jika aku bilang aku menyukaimu. Mereka jadi tak curiga kenapa aku selalu memperhatikanmu dari kejauhan. Mereka jadi tak lagi bertanya "Apa kau kenal dia?" " Apa hubunganmu dengannya?" Aku ini dikenal sebagai 'Seorang yang tak akan memperhatikan seseorang jika tak mengenal orang tersebut' Dan saat aku membantumu jika ada yang mengganggumu nanti mereka tak akan heran kenapa aku melakukannya. Kau mengerti maksudku kan, sayang? Ini untuk kebaikan mu Hyuk. Karena aku tak ingin kau celaka. Aku ingin melindungimu. Lagi pula aku mengatakan kalau aku menyukaimu bukan aku itu suamimu. Jadi kau tak perlu khawatir." Donghae memberikan senyum lembutnya. Hyukjae mulai tenang dan menganggukan kepalanya tanda mengerti. Detik berikutnya ia memajukan badannya dan melingkarkan tangannya disekitar leher Donghae lalu menyembunyikan wajahnya dipundak bidang suaminya.
"Aku hanya tak ingin menyusahkanmu jika hubungan kita ketahuan, Hae " Hyukjae bergumam pelan tapi masih bisa didengar Donghae. Ia membalas pelakukan tersebut dengan menaruh tangannya dipunggung Hyukjae dan di kepalanya mengelusnya lembut.
"Jangan khawatir, baby. Semuanya akan baik-baik saja."
Hyukjae hanya mengeratkan pelukannya mendengar perkataan Donghae.
"Kalian tak berangkat sekolah?" Suara lembut Eomma Hyukjae membuat mereka berdua cepat-cepat melepas pelukan masing-masing. Mereka berdua terlihat salah tingkah kedapatan berpelukan didapur. Mereka lupa kalau kedua orang tua Hyukjae ada diruang makan sedang sarapan.
"Eomma mengagetkan saja!" Hyukjae berdecak sebal dengan pipi merona.
Leeteuk hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah anak dan menantunya tersebut.
"Kalian bisa lanjutkan bermesraannya nanti setelah pulang sekolah. Sekarang siap-siaplah. Jangan sampai terlambat." Leeteuk mengedipkan satu matanya menggoda sebelum akhirnya beranjak dari depan pintu dapur.
"Eomma!" Hyukjae hanya kembali berdecak sebal dengan rona merah semakin kentara diwajahnya, jangan lupakan bibirnya yang dipoutkan lucu. Membuat Donghae tertawa pelan dibuatnya.
"Kalau begitu aku akan siap-siap duluan-
Belum sempat Hyukjae bangkit dari duduknya tangannya dicekal oleh Donghae. Ia menatap wajah Donghae bingung.
"Ada satu hal lagi yang ingin kusampaikan."
Hyukjae menatap Donghae dengan kernyitan didahinya. Walaupu. begitu Ia kembali duduk dan bersiap-siap mendengarkan pengakuan Donghae lainnya, ia menelan ludah menunggu suaminya bicara.
"Jauhi Cho Kyuhyun."
"Ha?" Hyukjae terperangah mendengarnya.
"Jauhi Cho Kyuhyun." kini suara Donghae lebih ditekankan lagi.
"Aku mengeri. Tapi kenapa? Maksudku aku saja tak mengenal dia kecuali nama dan wajahnya. Bagaimana kau berpikir aku akan mendekatinya?" Hyukjae bertanya bingung.
"Hanya jangan dekat-dekat dengannya, dia agak berbeda dengan Siwon dan Yesung dia itu lebih keras kepala seperti.. anak kecil. Ugh mengingatnya saja rasanya aku ingin menjitaknya."
Hyukjae ingin berkata "Memangnya kau tidak keras kepala seperti anak kecil?" tapi ia urungkan dan hanya mengatakannya dalam hati.
"Dia itu memang seperti aku, keras kepala serperti anak kecil. Maka dari itu aku tahu bagaimana sifatnya kalau ia sudah menginginkan sesuatu."
Hyukjae agak terkejut 'apa Donghae bisa baca pikiran sekarang?'
"Kau maukan melakukannya?" Donghae bertanya hati-hati.
"Tanpa kau suruh aku juga akan melakukannya. Siapa juga yang mau mendekati bocah itu? membayangkanya saja membuatku ingin muntah." Hyukjae berkata dengan ekspresi menggelikan.
Donghae tersenyum tipis lalu mengacak rambut Hyukjae sayang. Dengan begini ia tak akan khawatir lagi.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
A/N: 1 tahun ya? itu bener-bener lama banget. Dan saya bener-bener gak tau apa masih ada yang nunggu ff ini apa nggak.. tapi terakhir ada yang review itu sekitar 5 hari yang (big thanks to you dear^^) Dan sayapun baca ulang semua review yang masuk dan kebanyakan pada minta update semua so saya berpikir kenapa gak update aja toh kalo gak ada yang baca seenggaknya saya udah berusaha nulis. Dan jeng jeng inilah hasilnya.
Saya cuma bisa minta maaf jika hasilnya tak seperti yang kalian inginkan. Dua tahun gak nulis berasa juga ya blanknya otak. Jadi kalau ada typo atau bahasa yang ngawur coba kasih tau saya biar saya perbaiki ^^ lama gak nulis juga bikin ide yang tadinya ngelotok diotak jadi terbang kemana-mana. haha so pathetic -" dan saya juga minta maaf karena update nya lama sekaaaallliiii /plak/
Pokoknya big thanks banget buat reviewer yang udah kasih jejak di chap sebelumnya:
lvoeparsdise | chaca | imNari | MinnaYeong | jewel0404 | nadiafslayer | nanaxzz | .1 | LeeHaerieun | NovaPolariself | cho. .794 | Tabifangirl | Zhouhee1015 | dhian930715ELF | Reezuu608 | chochorhyukie | manholeangel | nurul. | HAEHYUK IS REAL | mizukhy yank eny | rizka0419 | reiasia95 | DeclaJewELF | BekiCoy0411 | Rahma Lau137 | yhajewell | pumpkinsparkyumin | lee ikan | Melaststar | lyndaariezz | nemonkey | myeong-myeonh | | babyhyukee | narty2h0415 | Etoilepolarise | Elf hana sujuCouple | Miss Chocoffee | littleprincehyuk | hyofie | harubonbon | zzz | Rena | Lee Eun Jae | babynemo22 | Huang Rany | haeveunka | bear | choi santikyu | kartikawaii | guest | LookAtHYouk | ElflaCherry | Nurfahezz | hjwife | alipp | mankhey | susan susanty | haehyukpolarise
I LOVE YOU GUYS VERY MUCH! 3 makasih juga buat yang udah fave sama follows cerita ini Arigatouu /bow/
Dan juga buat dua sahabat saya yang setiap saya pulang kerja selalu diajak nongkrong sharing tentang haehyuk /lirikgrace/ wkwkwkw dan yang bilang mau nyantet gue kalo sampe gue gak update-update ini fic /lirikputri/ thank you very much guys /hugs/ now get your asses here and review my fic! :p
see you next time~
.
.
.
Mind to review?
