My Glassy Boy
.
.
.
.
.
Disclaimer : Mereka semua Tuhan yang punya
Cast : Dbsk, Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, Choi Siwon dkk
Pairing : YunJae as always
Genre : YAOI, School Life, Romance, Drama, Humor? Typos bertebaran
Rate : M-
.
.
.
.
.
.
" Yunho hyung, kau sebaiknya makan berdua dengan Joongie noona" Ucap Changmin memberikan saran
" Waeyo?"
" Tolong tenangkan dulu noonaku"
Walaupun tidak terlalu mengerti ucapan Changmin namun akhirnya dia membawa Jaejoong menjauhi teman - temannya setelah Changmin memberikan tas bekal Jaejoong padanya. Dia menggandeng Jaejoong berjalan melewati ratusan siswa dan siswi yang memandang aneh pada mereka namun Jaejoong tidak memperdulikannya karena ini momen yang sangat berharga untuknya.
Yunho ternyata membawa Jaejoong menuju atap sekolah dan mereka duduk berhadapan disana. Tangan kanan Yunho yang tadi menggengam tangan Jaejoong sekarang sedang membuka bekal yang tadi dibawa dengan tangan kirinya.
" Makanlah..." Ucap Yunho pelan dan itu membuat Jaejoong menatap Yunho " Makanlah..." Ucapnya lagi
Namun belum ada pergerakkan dari Jaejoong, dia masih setia memandangi Yunho yang ada didepannya. Dia tidak mau momennya terganggu, dia hanya ingin memandang Yunho sesering mungkin sebelum Yunho membencinya (menurutnya).
" Wae?" Tanya Yunho bingung karena Jaejoong hanya menatapnya
Yunho yang masih melihat ada bekas air mata dipipi Jaejoong mendekatkan ibu jarinya dan mengusapnya pelan. Jaejoong menikmati sentuhan Yunho yang membuatnya tenang itu. Sedangkan Yunho sendiri dari tadi merasakan debaran yang tidak bisa diartikannya. Dia hanya menganggap 'penyakit'nya kambuh lagi.
" Yunie ah..."
" Ne?" Yunho menatap lembut Jaejoong
" Yunie membenci Joongie?"
" Hung? Wae?" Tanya Yunho tidak mengerti
Dia menjauhkan tangannya untuk membenarkan kacamatanya kemudian menatap Jaejoong dengan pandangan penuh tanya.
" Joongie... Joongie pabbo..." Lirihnya kemudian menundukkan kepala
" Kenapa harus? Bodoh bukan sifat yang harus dibenci tapi harus diperbaiki. Kau masih bisa memperbaikinya... Dan, untuk apa aku membencimu? Kau sungguh namja yang baik"
Jaejoong mendongakkan kepalanya saat mendengar jawaban dari Yunho. Di depannya Yunho sedang tersenyum padanya. Jantungnya berdebar kencang melihat kembali senyum Yunho. Entah kenapa dadanya terus saja berdebar melihat senyum yang sering dilihatnya.
Batas rasa cintanya pada Yunho seperti sudah diubun - ubun dan tidak bisa dibendung lagi. Dia ingin Yunho tahu dan mengerti perasaannya. Dia ingin Yunho tahu bahwa dia ingin memiliki Yunho seutuhnya dan tidak ingin membaginya untuk siapapun selamanya.
" Yunie ah..." Panggil Jaejoong pelan, dia menggigit bibir bawahnya sambil menatap Yunho
" Ne?"
Jaejoong menghela nafasnya, ini mungkin saat yang tepat untuknya. Mereka hanya berdua, suasana sepi dan tenang. Tidak akan ada yang mengganggu bukan?"
" Joongie..." Jaejoong menghela nafasnya " Joongie mencintai Yunie"
" ..."
.
.
.
.
~ Chapter 8 ~
.
.
.
.
.
.
" Joongie..." Jaejoong menatap Yunho dengan pandangan yakin " Joongie mencintai Yunie"
" Ne?"
" Joongie mencintai Yunie"
Yunho mengerutkan keningnya, cinta? Dia juga mencintai keluarganya di panti asuhan.
" Joongie..." Panggil Yunho
" Ne Yunie?"
" Cinta? Seperti yang aku rasakan pada suster Ahra d-..."
" M-mwo?" Jaejoong terpekik kaget mendengarnya dan memutus omongan Yunho
" Ia kan?"
" Yu-yu-yunie mencintai suster Ahra?"
" Hum!" Yunho menganggukkan kepalanya yakin
Deg!
Hancurlah sudah cita - cita memiliki keluarga bersama Yunho.
" Yu...Yunie ah..."
" Wae?"
" Kau mencintai suster Ahra?" Tanya Jaejoong dengan mata berkaca - kaca
" Ne... Aku mencintai suster Ahra dan semua penghuni panti karena mereka keluargaku" Ucap Yunho sembari memamerkan senyumnya dan menunjukkan gigi gingsulnya
Jdeeerrr
Jaejoong menggelengkan kepalanya pusing. Dia berharap Yunho memiliki otak lebih untuk hal cinta. Sebenarnya apa sih yang diajarkan suster - suster dan teman - temannya di panti sampai Yunho sepolos ini?
" Joongie waeyo? Joongie sakit?" Tanya Yunho khawatir
" Hah... Dengarkan aku Yunie" Ucap Jaejoong kemudian menyingkirkan kotak makannya ke samping dan membuat dirinya dekat dengan Yunho. Dia akan membuat Yunho mengerti perasaannya bagaimanapun caranya
" N-ne?" Tanya Yunho gugup karena mendapati wajah Jaejoong yang kian mendekat, tiba - tiba diotaknya terbayang saat bibir Jaejoong menyentuh bibirnya
" Joongie mencintai Yunie, bukan sebagai keluarga yang Yunie rasakan pada suster Ahra"
" Lalu?"
" Perasaan Joongie seperti sepasang yeoja dan namja yang berpacaran"
" T-tapi kiga berdua namja"
Gubrakkk
Jaejoong ingin sekali menjenggut namja polos didepannya kalau saja dia tidak ingat jika dia mencintai namja polos ini.
" Okay... Sepasang remaja yang saling menyukai dan menjadi kekasih, Yunie tahu kekasih kan? Yunie pe4rnah melihat sepasang remaja bermesraan di tempat Yunie kerja?"
Yunho mengerutkan keningnya dan membayangkan tempatnya bekerja. Memang ada beberapa remaja yang terlihat duduk berdekatan kemudian saling menyuapi dan Yunho menganggap mereka adalah kakak dan adik.
" Ja-jadi mereka sepasang kekasih?"
" Eh?"
" Aku pernah melihat sepasang remaja saling menyuapi dan namja itu mencium yeoja didepannya dibibir. Seperti yang Joongie lakukan padaku. Aku kira mereka adik dan kakak?" Ucap Yunho yang membuat Jaejoong menganga
" Apa kakak dan adik melakukan hal seperti itu Yunie? Mencium bibir?"
" Aku sering melakukannya pada adik - adikku dipanti"
Jaejoong speechless, harus apa lagi dia untuk membuat Yunho mengerti? Jaejoong memandang Yunho yang tengah mengerutkan keningnya. Jaejoong menangkupkan kedua telapak tangannya pada wajah Yunho dan kemudian dia mendekatkan wajahnya pada Yunho dan menempelkan bibirnya pada bibir tebal Yunho.
Awalnya Yunho tersentak kaget mendapati Jaejoong kembali menciumnya namun dia hanya diam saja menunggu pergerakkan Jaejoong. Bukannya gerakan menjauh yang didapat, Yunho malah merasakan bibir Jaejoong bergerak menjepit bibir bawahnya dan menghisapnya.
Yunho tersentak kaget, ini pertama kali dia dicium seperti itu. Matanya membulat dan menatap Jaejoong yang tengah memejamkan matanya sedangkan bibirnya terus mengisap dan menjilat bibirnya.
" Ngghh..." Yunho terkaget - kaget mendengarkan suara yang baginya terdengar aneh itu
Dia tidak mengerti kenapa bibir Jaejoong yang tengah bergerak di atas bibirnya itu sungguh terasa manis dan membuatnya tidak ingin melepaskannya. Jaejoong melepaskan tautan itu saat Yunho menepuk pelan bahunya. Jaejoong merasa Yunho sudah kehabisan oksigen.
" Apa kau mencium seperti itu juga pada adik - adikmu Yun?" Tanya Jaejoong menatap sendu Yunho yang masih menetralisir nafasnya
Yunho menggeleng sebagai jawabannya.
" Itu yang ku maksud Yun, aku mencintaimu sebagai namja yang mencintai namja lain. Aku ingin memilikimu hanya untukku, Joongie... Ingin Yunie menjadi kekasih Joongie"
" Ke-kekasih?"
" Hum... Bukan rasa ingin menjadi keluarga sebatas adik dan kakak... Joongie juga ingin membangun keluarga bersama Yunie... Menjadi keluarga bersama Yunie, dalam ikatan suci bernama pernikahan dan memiliki an..."
Blush
Sebelum Jaejoong melanjutkan ucapannya, wajahnya memerah terlebih dahulu. Tiba - tiba dia merasa malu karena mengeluarkan kata - kata begitu frontal. Itu masa depan yang masih jauh sekali...
" Joongie ingin menikah dengan Yunie?"
Pertanyaan Yunho membuat Jaejoong menatap Yunho. Jaejoong merasa harapannya tidak sia - sia. Dia harus melanjutkannya! Demi Yunie!
" N-ne Yun..."
" S-suster Ahra pernah berkata, menikah tidak boleh dilakukan oleh sembarang orang. Kedua orang itu harus saling men-mencintai?"
" Ne Yunie... Joongie..." Jaejoong menggenggam tangan kanan Yunho " Mencintai Yunie bukan sebagai adik ataupun kakak tapi Joongie mencintai Yunie karena Yunie satu - satunya namja yang bisa mengambil hati Joongie sejak pertama kali Yunie menolong Joongie" Ucap Jaejoong jujur
Deg
Yunho merasakan wajahnya memanas saat Jaejoong menatapnya, dia bisa melihat mata bulat itu dipenuhi keseriusan dan Yunho akhirnya sedikit mengerti apa maksud Jaejoong.
" Apa Yunie mau menjadi kekasih Joongie walaupun Joongie tau Yunie belum mencintai Joongie?"
" Ak-aku..."
" Joongie tau ini terlalu mendadak, tapi Joongie tidak ingin kehilangan Yunie. Joongie tidak ingin terlambat dan melihat Yunie bersama orang lain"
" Apa aku bisa? Aku sendiri tidak tau bagaimana berpacaran dan menjadi kekasih"
" Tentu! Kita akan belajar bersama, apa Yunie tidak menyukai Joongie?"
" Eh? Tidak bukan begitu, aku menyukai Joongie karena Joongie adalah orang yang baik"
" Apa Joongie menyusahkan?"
" Tidak"
" Apa Yunie tidak senang ada Joongie disamping Yunie?"
" Bukan, aku senang kau selalu disampingku. Bahkan aku merasa sedikit terganggu saat kau memperhatikan yang lain"
" Eoh?"
Jaejoong menatap Yunho. Yang dia dengar tidak salah bukan? Jika Yunuo mengatakan seperti itu, berarti Yunho cembutu hukan? Cem... Bu... Ru?!
" YAK! KALAU BEGITU TERIMA SAJA HYUNG! KASIHAN JOONGIE HYUNG MENJELASKAN SEMUANYA PADAMU JIKA KAU MASIH BELUM MENGERTI! KAU HANYA PANDAI TEORI EOH?!"
Jdeerrr
Jaejoong dan Yunho menoleh saat mendengar suara seeonggok lumba - lumba. Mereka mendapati Junsu, Changmin, Sungmin, Siwon dan beberapa teman sekelasnya berdiri berdesakan dipintu atap sekolah.
" M-MWO?"
" Kau berisik sekali sih bebek!" Ucap Changmin
" Habis aku gemas pada Yunho hyung! Iya kan?! Yang lain juga merasakannya?"
Dan pertanyaan Junsu diangguki oleh sebagian besar penonton live action Yunjae itu.
" Ya! Sejak kapan kalian disana?!" Teriak Jaejoong
" Eh?" Junsu menatap dua manusia yang masih bertampang cengo itu
" Sebelum kalian berciuman?" Cicit Sungmin ragu
" MWO?!"
Jaejoong berdiri karena kagetnya sedangkan Yunho segera menutup bekal yang hampir saja terinjak oleh Jaejoong, kan sayang jika tidak bisa dimakan...
Setelahnya Yunho ikut herdiri disamping Jaejoong yang sudah mengeluarkan aura kelamnya. Mereka semua ada disana sebelum mereka berciuman? Berarti semuanya mendengar apa yang dibicarakan oleh Jaejoong pada Yunho.
" Ggrrrr..." Jaejoong menatap bengis semua penonton itu membuat bulu kuduk mereka meremang dan Changmin sendiri sudah berjalan mundur, dia takut menjadi amukan Jaejoong kembali
" J-joongie, makan siangnya... Kita belum makan"
Suara polos itu seketika menghilangkan aura gelap disekeliling Jaejoong. Jaejoong menoleh dan melihat Yunho menggenggam kotak makannya. Ah! Sedari tadi dia belum sempat makan bersama Yunho! Jaejoong mendekat kearah Yunho dan membantu Yunho memegangi kotak makannya mengabaikan puluhan penonton yang mendesah kecewa karena belum mendengar jawaban dari Yunho.
" Ya hyung!" Junsu berteriak lagi membuat Jaejoong dan Yunho menoleh kearahnya " Jawabanmu apa?!"
" Eh?"
Yunho dan Jaejoong saling pandang, sedangkan Jaejoong merasakan pipinya memanas dan wajahnya memerah. Ok! Dia akan memastikannya walaupun malu didepan teman - temannya, tidak peduli kalau dia malu sekalipun!
" Yunie ah! Apa Yunie mau belajar menjadi kekasih bersama Joongie? Jika Yunie tidak kunjung mencintai Joongie, Joongie rela melepaskan Yunie untuk mencari kebahagian Yunie"
" Kyyyaaaa~~~~~~~"
" Ak-aku..."
" Aish hyung! Kenapa juga masih ragu?!"
Yunho mengalihkan pandangannya pada Jaejoong perlahan dia menggerakkan kepalanya kebawah dan ke atas membuat Jaejoong membatu karena jawaban Yunho.
" Ji-jinjja?" Tanya Jaejoong tidak percaya
" Walaupun aku tidak begitu mengerti, tapi aku ingin belajar tentang semua itu Joongie"
Mata Jaejoong melebar, impiannya tercapai bukan?
" Kyyyaaaa!"
Teriakan para teman itu terdengar saat Jaejoong memeluk Yunho karena senangnya. Mereka melihat hal ini sebagai hal yang sangat unik.
" Omo!" Pekik Jaejoong kaget
Jaehoong segera melepaskan pelukannya dan bersembunyi dibelakang tubuh tegap Yunho. Doa baru ingat bahwa semua teman - temannya masih melihat kearahnya.
" Chukkaeeeee hyyuuunggg!" Teriak Junsu
" Jooonnnggiiieee... Selamaattt!"
" Noonnnaaa yaaa... Jangan lupa traktirannya!"
" Uugghhh..." Jaejoong makin bersembunyi dibelakang Yunho
Sedangkan Yunho menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, ada perasaan lega dan senang saat dia menganggukkan kepalanya tadi.
Dia merasa dia memang harus menganggukkan kepalanya saat Jaejoong memintanya untuk menjadi kekasihnya. Walaupun akhirnya ragu, namun akhirnya dia memantapkan jawabannya, apalagi saat Junsu meneriakinya tadi.
" Chukkaeee Joongie, Yunie!" Teriak Sunny dengan lantang
" YA!" Jaejoong keluar dari persembunyiannya " Dengar eoh! Yang boleh memanggil Yunie dengan Yunie hanya Joongie! Kalian panggil Yunie dengan Yunho!" Ucap Jaejoong tidak terima
" Aigoo... Sensitifnya..." "Ucap Sooyoung
" Dan posesif" Sambung Sunny
" Hah... Ne"
" Ya sudah, chukkae untuk kalian berdua. Kami pergi ke kantin dulu. Laparr..."
" Salah siapa kalian malah mengintip kami!" Ucap Jaejoong tidak mau disalahkan
Akhirnya, mereka meninggalkan pasangan YunJae kecuali Changmin, junsu, Sungmin dan Siwon yang malah mendekat kearah sepasang kekasih itu dan duduk membuat lingkaran.
" Yuniiiee~~ Joongie buatkan bekal untuk Yunie, semoga Yunie suka ne" Ucap Jaejoong manja dengan wajah merona
Dia memberikan kotak bekal berbentuk love berwana pink dan putih dengan dua tingkat. Yunho menerimanya dengan kikuk kemudian membuka kotak bekal itu.
" Whooaaa... Tempura dan kimchi!" Pekik Yunho senang
" Yunie senang?"
" Ne! Ini makanan kesukaanku! Gomawo!" Ucap Yunho dengan senang
" Mulai besok Joongie akan membuatkan makan siang untuk Yunie ne!" Ucap Jaejoong tak kalah senang
" Hum!" Gumam Yunho dengan mulut menggembung karena banyak makanan yang masuk kedalam mulutnya sedangkan Jaejoong menatap Yunho dengan penuh cinta
" Aigo... Aku melihat banyak tanda hati bertebaran" Cibir Changmin sembari memutar matanya malas
" Eeiii... Kau terlalu berlebihan tiang, hah..." Junsu menghembuskan nafasnya " Lalu siapa yang memakan bekal Yunho hyung yang aku bawa?"
" Eoh?"
Semua mata memandang Junsu yang tengah memegang sebuah kotak makan berwarna hijau muda. Jaejoong jadi sedikit merasa bersalah karena tidak memberitahu bahwa dia akan membuatkan bekal.
Sreetttt
" Biar aku saja"
Tiba - tiba Changmin mengambil kotak makan dari tangan Junsu kemudian membukanya. Dia memandangnya sebentar sebelum akhirnya dia mulai memasukkan makanan yanga da di dalam bekal itu menuju mulutnya.
" Kau yang membuat?" Tanya Changmin setelah menelan sebuah cumi goreng tepung
" Ne! Wae?"
" Aniya..."
Changmin kembali memasukkan makanan itu ke dalam mulutnya dan mulai mengunyahnya dengan semangat. Junsu mengalihkan pandangannya pada Jaejoong, dia mengerutkan keningnya bingung dengan kelakuan Changmin.
" Minnie... Menyukai masakanmu Suie..." Jaejoong menjawab tanya tanya besar yang tadi hendak ditanyakan pada Jaejoong.
" O-oh..." Junsu merasakan hatinya sedikit senang karena Jaejoong mengatakan hal itu
Dia juga kadang melirik - lirik kearah Changmin yang benar - benar lahap memakan makan siangnya itu. Dia kemudian tersenyum tipis saat Changmin mengucapkan kata 'mashita' walaupun pelan. Berbeda dengan Sungmin yang hatinya sedang sakit karena suatu hal. Dia... Benar - benar tidak memiliki kesemoatan untuk mendapatkan changmin kah?
Jaejoong sendiri seakan hanya peduli dengan namja di sampingnya yang sudah resmi menjadi kekasihnya tadi. Ah~~~ Hari ini sungguh hari keberuntunganhya!
.
.
Selesai makan siang, siswa di kelas Jaejoong beranjak menuju ruang musik karena pelajaran berikutnya adalah kesenian.
Sang guru tengah memberikan pelajaran dan memberikan tugas untuk para siswanya mempertunjukkan keahliannya bermain musik atau bahkan olah suara.
Jaejoong tersenyum tidak jelas disamping Yunho. Dia masih merasakan kebagiaan tingat tujuh saat Yunho menerima pernyataan cintanya.
" Joongie ah... Joongie"
Jaejoong tersentak dan langsung menatap sang guru yang memanggilnya.
" Wae? Kau senang sekali?" Tanya Song saenim, sang guru kesenian
Jaejoong sangat menyukai guru keseniannya. Menurutnya Song saenim sangat baik dan berwibawa tidak seperti Park saenim berjidat lebar itu yang galak!
" Hehehehe... Apa terlihat jelas?" Tanya Jaejoong dengan wajah merona
" Tentu! Wajahmu merona hebat! Apa yang terjadi? Kau menemukan cintamu?"
Blush
Sontak pertanyaan usil sang guru membuatnya malu setengah mati, berbeda dengan namja bermata musang disampingnya yang tengah membaca buku musik yang dipegangnya.
" Tentu saenim! Joongie kan sudah mendapatkan kekasih!" Celetuk Tao
" Omo! Tao! Kenapa kau membukanya! Joongie malu!"
Jaejoong emnangkup pipinya yang merona merah, sedangkan yunho mulai menolah saat Tao berceletuk tengah kekasih.
" Eoh? Kau sudah memiliki kekasih? Kau senang sekali sepertinya"
" Tentu saenim! Joongie senang karena Yunie sudah menjadi kekasih Joongie!" Ucap Jaejoong dengan lantang
Song saenim membulatkan matanya begitu juga Yunho yang tidak menyangka Jaejoong akan memberitahukan pada gurunya bahwa mereka sudah berpacaran.
" Yu-yunie?"
" Eeii... Saenim! Yunie itu Yunho. Jung Yunho!"
" MWO?!" Sang guru terkaget dan membatu mendengar penjelasan salah satu siswinya
" Heheheheheh..." Jaejoong memamerkan senyum menawan yang membuat semua orang terpukau melihatnya
" C-chukkae kalau begitu. Nah... Karena kau sedang senang bagaimana kalau kau menyanyikan sebuah lagu di depan? Ini sudah giliranmu Joongie"
" Eoh? Menyanyi? Di depan?"
" Ne... Wae?"
" Aniya saenim! Ne Joongie segera maju!"
Dengan langkah riang Jaejoong berjalan menuju depan kelas kemudian menatap gurunya yang masih duduk di depan sebuah grand piano berwarna hitam.
" Kau ingin bernyanyi apa?"
" Bisa Joongie yang main pianonya saenim?"
" Oh? Baiklah"
Sang guru itu berdiri dan Jaejoong mengambil duduk di depan grand piano itu. Dia menghembuskan nafas dengan mata yang tertutup untuk meredakan rasa gugupnya. Dia merasa gugup karena ini pertama kalinya dia bernyanyi didepan Yunho.
' Tenang Joongie! Kau harus bisa memperlihatkan kesal cool-mu dan perlihatkan ketampananmu didepan Yunie! Bukankah kau biasa memainkannya?! Hwaiting Joongie! Demi Yunie!'
Harusnya kau berdoa demi nilai kesenianmu eomma... =="
Jaejoong petlahan membuka matanya dan jari - jari lentiknya menyentuh tuts piano dengan pasti. Dia sedang memainkan nada dasar dan setelahnya dia memasukinya intro lagu.
' Jinagabeorin eorin shijeoren
Pungseoneul tago naraganeun yeppeun kkumdo kku-eotjji
Noran pungseoni haneureul nalmyeon
Nae ma-eumedo areumda-un gi-eoktteuri saenggangna[Max]
Nae eoril jeok kkumeun
Noran pungseoneul tago
Haneul nopi nareuneun saram '
Yunho mendongakkan kepalanya dan menatap depan kelasnya dia mendengar suara lembut yang sangat indah menyapa telinganya. Di depan sana Jaejoong bernyanyi dan memainkan pianonya dengan anggun.
'Geu jogeuman kkumeul
Ijeobeorigo san geon
Naega neomu keobeoryeosseul ttae'
' Hajiman gwero-ul ttaen a-icheoreom
Ttwi-eo nolgo shipeo
Jogeuman na-ui kkumdeureul pungseone gadeuk shitkko'
Yunho tersenyum melihat ekspresi Jaejoong bernyanyi, sangat cantik...
'Jinagabeorin eorin shijeoren
Pungseoneul tago naraganeun yeppeun kkumdo kku-eotjji
Noran pungseoni haneureul nalmyeon
Nae ma-eumedo areumda-un gi-eoktteuri saenggangna'
Yunho menyentuh dadanya yang tiba - tiba berdetak saat melihat Jaejoong memejamkan matanya sembari bernyanyi. Rasanya sangat nyaman, detakan ini sungguh membuatnya nyaman namun tak luput juga khawatir dengan keadaan jantungnya.
' Wae haneureul bomyeon
Naneun nunmuri nalkka
Geugeotjjocha al su eopjjanha
Wae eoreuni dwemyeon ijeobeorige dwelkka
Jogeumateon a-i shijeoreul
Ttaeroneun nado geunyang haneul nopi naragago shipeo
Ijeottteon na-ui kkumdeulgwa chu-eogeul gadeuk shitkko
Jinagabeorin eorin shijeoren
Pungseoneul tago naraganeun yeppeun kkumdo kku-eotjji
noran pungseoni haneureul nalmyeon
Nae ma-eumedo areumda-un gi-eoktteuri saenggangna '
Yunho menoleh ke kanan dan kirinya, semuanya terlihat menikmati tiap bait yang dinyanyikan oleh Jaejoong, begitu juga dirinya
'Rallararara rallararara
rallararara rarallara rallallalla rarara
Seweori heulleodo
Ijeobeoryeodo
Noran pungseone dameul su isseulkka
Jinagabeorin eorin shijeoren
Pungseoneul tago naraganeun yeppeun kkumdo kku-eotjji
Noran pungseoni haneureul nalmyeon
Nae ma-eumedo areumda-un gi-eoktteuri saenggangna'
Tanpa sadar semua murid ikut bernyanyi dan bersenandung bersama, namun Yunho kembali memfokuskan matanya pada buku yang ada ditangannya saat merasakan wajahnya memanas karena terus melihat kearah jaejoong.
Jaejoong menghentikan gerakan tangannya dan bergerak untuk berdiri dan menatap teman - temannya yang sepertinya membatu setelah tadi bernyanyi bersama.
Prokk prrookkk
Prrroook
Prrookk
" Joongie daebbak..."
" Ne! Joongie mainkan lagi!"
" Kyyaaa~~Joongieee kereeennn!"
Jaejoong tersenyum kemudian membungkuk sembari mengucapkan terima kasih pada teman - temannya kemudian tatapannya kearah Yunho yang sedang memegang buku musiknya.
' Ugghh! Yunie waeyo?! Kenapa tidak bertepuk tangan seperti yang lain?! Apa yang kurang?!' Batinnya mendumel
" Suaramu indah Joobgie, terima kasih atas suaranya. Yunho juga pasti bangga mendengarnya. Duduklah" Puji Song saenim membuat Jaejoong merona sangat malu
Jaejoong pun kembali duduk kembali ketempatnya kemudian melirik kearah Yunho yang tengah serius dengan buku musiknya. Sedangkan gurunya mulai memanggil murid lainnya untuk maju dan memainkan alat musik atau bernyanyi di sepan sana.
" Yu-yunie ah..." Panggil Jaejoong takut - takut
Dia tidak mau Yunho terganggu karena dirinya memanggil Yunho sangat tengah membaca buku tebalnya. Yunho menoleh dan menatapnya dengan tajam.
" Yun~~"
" Eoh?"
Seketika raut wajah menyeramkan Yunho berubah menjadi normal, dia menatap biasa kearah Jaejoong. Jaejoong menghela nafasnya, dia lega Yunho merubah raut wajahnya.
" Yunie dengar suara Joongie tadi?" Tanya Jaejoong dengan penuh harap
" Eh? Ne... Suaramu sangat indah"
Blush
Jaejoong merona seketika saat Yunho mengatakannya. Dia sudah menyiapkan diri jika Yunho berkata bahwa dia tidak mendengarkannya bernyanyi, tapi ternyata...
" Tadi bahkan aku tidak gagal berkonsentrasi membaca buku karena melihat ke arahmu. Suaramu sangat lembut dan permainan pianomu sangat indah Joongie" Puji Yunho tulus kemudian tersenyum
" Omo omo omo Yunie... Kenapa kau memggombal!" Jaejoong menangkupkan kedua tangannya pada pipi nya yang masih merona parah
Dia merasa Yunho sungguh penggoda ulung, padahal Yunho hanya berkata yang sebenarnya. Suara Jaejoong begitu lembut didengar ditambah lagi permainan pianonya yang sangat sempurna.
" Joongie ah... Kenapa wajahmu merah?"
Suara itu membuyarkan kemeronaan (?) Jaejoong. Baik Jaejoong maupun Yunho langsung melihat kearah yeoja yang tadi bertanya. Di depan sana Songs aenim tengah menatap ke arah mereka.
" Mianhae saenim... Itu karena Yunie menggombal!" Ucap Jaejoong kemudian menutup wajahnya yang tambah memerah hebat
" MWO?!"
Semua mata mengarah ke arah Yunho dan Jaejoong. Tidak menyangka Yunho yang ehem cupu ehem bisa menggombal? Sedangkan sang korban kenistaan Jaejoong hanya menatap tidak mengerti kearah teman - teman juga gurunya.
" Menggombal?" Gumam Yunho tidak mengerti
Hah... Sepertinya mulai hari ini Yunho harus kembali membuka kamus bahasa Korenya untuk dapat mengerti kata - kata yang dikeluarkan dari mulut Jaejoong.
" Aigoo... Baiklah, Yunho ah sekarang giliranmu"
" N-ne saenim" Ucap Yunho gugup kemudian berjalan depan kelas dengan menunduk dan sesekali membenarkan letak kacamatanya
Jaejoong menatap penuh harap pada Yunho. Dia berharap Yunho akan memainkan lagu untuknya. Dia sungguh tidak sabar menunggunya! Eoh? Berlebihan? Eii... Inget Jaejoong disini lebay
Oke fix! Lanjut...
" Kau akan bermain apa?" Tanya Song saenim
" Aku akan bermain gitar saenim" Jawab Yunho
" Ah... Saenim sangat suka petikan gitarmu, silahkan" Ucap Song saenim kemudian tersenyum hangat
Jaejoong mengerutkan keningnya. Bermain gitar? Dia tidak tahu Yunho bisa bermain gitar. Di dalam profil Yunho yang ada padanya, tidak disebutkan bahwa Yunho bisa bermain gitar?
" Sungminnie" Panghil Jaejoong dengan nada pelan
" Ne?"
" Sejak kapan Yunho bisa bermain gitar?" Tanya Jaejoong
" Eoh? Aku sudah mendengarnya bermain gitar dua kali dan aku sungguh menyukai petikan gitarnya"
" Mwo? Menyukai petikan gitarnya?" Jaejoong memincingkan matanya kemudian menatap tajam sungmin
" Eii.. Jangan salah paham! Semua yang sudah mendengar petikan gitar Yunho akan menyukainya" Jawab Sungmin sebelum Jaejoong salah sangka
" Jinjja?"
" Ne! Kau coba dengar"
Jaejoong tersenyum kemudian mengangguk. Dia lalu memfokuskan Yunho yang sedang mengangkat kursi ke depan kelas dan tepat ditengah kemudian mengambil gitar di dekat grand piano.
Yunho mulai memegang gitar itu dan menaruh jari - jarinya pada senar gitar tersebut. Jaejoong memangku wajahnya dengan kedua tangannya di atas meja.
Yunho mulai menggerakkan jari - jari yang Jaejoong baru ketahui sangat lentik dan indah. Yunho memenuhi ruangan itu dengan suara gitar akustiknya. Dia memfokuskan pandangannya pada gitar itu dan sesekali melirik ke depan.
Jaehoong menutup matanya menikmati alunan musik yang dibuat oleh Yunho. Namun lambat naun dia membuka matanya saat mendapati alunan musik itu berubah menjadi sendu bahkan cenderung kearah sedih.
Jaejoong dengan seksama mendengarkan alunan sedih itu, matanya mulai berkaca - kaca. Yunho memainkan alunan itu sungguh dengan baik. Jaejoong bahkan merasa hatinya sakit saat melihat taut sedih Yunho saat memainkan lagu itu.
Jari - jari lentik milik Yunho berhenti kemudian mendongakkan kepalanya mencoba memberanikan diri menatap teman - temannya.
" La-lagu apa yang kau mainkan Yun?" Tanya Song saenin dengan mata berkaca - kaca
Sepertinya tidak hanya Jaejoong dan sang guru yang merasakan sedih mendengarkan alunan musik Yunho, teman - teman yang lain pun menatap sendu Yunho yang sudah berdiri dari tempatnya didepan kelas itu.
" Sebush lagu asal Mongolia, Mother in dream saenim"
" Lagu itu sungguh indah, terima kasih Yun..."
" N-ne saenim"
Yunho membungkukkan tubuhnya sebelum akhirnya kembali ke tempat duduknya. Dia menoleh ke samping, entahlah dia berharap Jaejoong mengomentari pertunjukkannya tadi. Namun, dia hanya melihat Jaejoong yang tengah menundukkan wajahnya.
" Joongie waeyo?" Tanya Yunho kemudian menyentuh pundak Jaejoong
Jaejoong menoleh dan menatap Yunho. Yunho sungguh dibuat kaget dengan penampakan wajah Jaejoong yang matanya berkaca - kaca. Yunho merasakan sakit melihatnya, dia merasa jahat jika dia membiarkan airmata Jaejoong keluar dari sarangnya.
" Wae?"
" Aniya Yunie" Jaejoong mengusap pelan ujung matanya " Petikan gitar Yunho sangat daebbak... Boleh Joongie tahu lirik lagunya?"
" Eh? Tentu, setelah pelajaran ini selesai aku akan memberitahukan liriknya"
.
" Nah! Terima kasih untuk kalian yang sudah memperdengarkan keahlian kalian disini. Saenim sudah menilainya dan silahkan kembali ke kelas kalian untuk melanjutkan pelajaran kalian" Ucap Song saenim dua jam kemudian
Para murid mengucapkan terima kasihnya kemudian berjalan menuju kelas mereka. Beberapa teman sekelas Jaejoong dan Yunho juga mengucapkan bahwa mereka berdua bermain musik sangat indah dan hal itu membuat Jaejoong semangat.
Karena guru pada pelajaran selanutnya tidak ada, Jaejoong meminta Yunho untuk menuliskan lirik lagu yang tadi dia mainkan. Jaejoong ingin tahu kenapa lagu itu begitu sedih.
'Do not pick such pretty flower.
she does not want to leave her motherland.
Dear mom you hold my hand.
whisper about it's secret wishes .
You are so far away, my mom.
but you hold my hand in my dream.
Blowing wind and sand covered my eyes.
yet I want to hear from my mom.
Where are you? My dear mom.
Wish you would kiss me softly.
You are so far away, my mom.
but you kiss my cheek in my dream.
You want me as brave as an eagle in the sky.
You make me strong like flowers in the wind.
When I march forward with my head high.
I know that you accompany at my side.
My dear mom in distance.
You hold me tight in my dream'
" Ini liriknya Joongie ah…" Ucap Yunho sembari menyerahkan sebuah kertas dengan tulisan yang Jaejoong pinta
Jaejoong menerimanya kemudian menatap lembaran itu. Disana, Yunho menulis lirik dalam bahasa inggis.
" Apa penyanyinya orang inggris atau Amerika Yun?"
" Aniya, dia seorang Mongolia. Lagunya berjudul Monter in the dream. Aku suka lirikd alam bahasa inggrisnya, kau mengertikan?"
" Ng…" Jaejoong menatap Yunho kemudian menggeleng dengan cengirannya
Yunho menghela nafasnya kemudian mengambil kembali kertas yang ada ditangan Jaejoong kemudian mengartikannya dalam bahasa Korea disebelahnya. Yunho kemudian mengembalikan kertas itu untuk Jaejoong baca. Jaejoong membaca tulisan demi tulisan itu. Matanya langsung berkaca - kaca.
' Yunie… Dia pasti sangat merindukan eommanya… Tapi, Yunie bahkan tidak mengetahui eommanya siapa' Batin Jaejoong sedih
Jaejoong kemudian menggenggam tangan Yunho dan menatapnya sendu. Selama ini Yunho pasti hidup sangat sulit dan Jaejoong berjanji mulai saat ini akan membahagiakan Yunho!
" Yunie sekarang punya Joongie untuk berbagi… Jika merindukan eommamu, Yunie bisa bertemu dengan eomma Joongie" Ucapnya pelan
" Gwaenchana Joongie, aku punya eomma. Dia adalah Suster Ahra yang sudah merawatku sejak bayi" Ucap Yunho kemudian tersenyum
" Ne Yun… Tapi ingat, Joongie akan selalu ada saat Yunie membutuhkan"
" Gomawo" Ucap Yunho tulus
Keduanya terdiam dan saling tatap. Sampai akhirnya Jaejoong yang menyadari bahwa dirinya menjadi bahan tatapan teman - teman sekelasnya memalingkan wajahnya dan menatap garang teman - temannya.
" Ya! Kalian kenapa menatap kami eoh!" Seru Jaejoong
" Habis kalian sempat - sempatnya bermesraan dikelas" Ucap Sunny yang bahkan merekam semua kegiatan Yunho dan Jaejoong
" M-mwo?"
" Hahahahaha… Sunny benar Joongie!" Ucap Sungmin kemudian tertawa
" Ish! Sungminnie! Jangan buat mereka tambah salah sangka" Ucap Jaejoong kemudian mengerucutkan bibirnya
Sedangkan Yunho yang menjadi bahan pokok perbincangan hanya diam kemudian menundukkan wajahnya malu. Dia tidak menyangka akan menjadi pemeran utama saat bersama Jaejoong. Setelah kericauan itu, Jaejoong kembali menolehkan wajahnya pada Yunho. Dia teringat sesuatu.
" Lalu Yunie, kapan Yunie bisa mengajarkan Joongie bahan untuk Joongie ulangan susulan?" Tanya Jaejoong
Yunho mendongakkan kepalanya kemudian menatap Jaejoong.
" Hmmm… Junsu biasanya akan belajar bersamaku setelah kerja part time. Sekitar jam delapan malam di flatku"
" Oh…" Jaejoong memasang pose berpikir yang imut
Eommanya tidak akan menyetujui jika Jaejoong pergi keluar setelah jam tujuh malam kecuali dengan orangtuanya atau dengan Changmin.
" Ah! Gwaenchana Yunie, aku akan ke rumahmu pukul delapan!" Ucap Jaejoong pasti
" Hmmm apa tidak apa - apa?" Tanya Yunho ragu
" Ne, gwaenchana"
" Hm… Karena banyak bahan yang akan kau pelajari, bagaimana kalau jam istirahat kita habiskan di perpustakaan juga selama tiga hari ini?"
" Lalu bagaimana dengan makan siangnya?" Tanya Jaejoong
" Kita makan disana saja"
" Memang boleh?"
" Asal jangan berantakan, aku juga akan meminta izin pada Gong saenim yang menjaga perpustakaan nanti"
" Hum!"
Jaejoong mengangguk semangat. Dalam otak kecilnya itu dia sudah membayangkan kejadian yang tidak - tidak bersama Yunho didalam perpustakaan. =="
.
.
.
Pulang sekolah Jaejoong mengajak Sungmin, Siwon dan Changmin pergi ke kafe tempat Yunho bekerja, dia akan membayar semua makanan yang dipesan oleh mereka. Kenapa? Karena hari ini dia ingin merayakan hari jadiannya bersama Yunho. Memikirkan bahwa Yunho sudah menjadi namjachingunya membuat Jaejoong berblushing parah.
Changmin mengamati Jaejoong yang meminum orange juice-nya sembari memandangi kasir, tempat dimana Yunho sedang duduk dan mengamati suasana kafe. Sedangkan Junsu sedang melayani beberapa orang yang baru saja datang.
" Yunie tampan sekali…" Lirih Jaejoong kemudian menyedot juice-nya itu
" Aigo… Kau kelihatan kasmaran sekali noona" Goda Changmin
" Eoh? Minnie iri? Sana cari pacar" Ucap Jaejoong sinis
" Aku sudah punya! Ini!" Ucap Changmin kemudian melahap eskrim coklatnya
" Ck… Kasihan sekali… Kau memakan pacarmu"
" Aigo… Sudahlah noona, jangan bahas soal itu" Ucap Changmin mengerucutkan bibirnya, dia mengingat kejadian dulu saat… Ah… Tidak usah diingatkan!
Sungmin yang melihat Changmin mengeructkan bibirnya terkekeh. Dia mengakui bahwa Changmin sangat imut dengan wajah seperti itu.
" Mwo? Sungminnie hyung waeyo? Kenapa tertawa begitu?"
" Eh? An-aniya"
" Wajahmu sangat aneh sampai Sungminnie menertawakanmu Min" Ucap Jaejoong
" Mwo? Benarkah?" Changmin menatap Sungmin
" Bu-bukan begitu… Tapi, wajahmu sangat imut saat mengerucutkan bibir" Jawab Sungmin jujur
" Aigo… Sungminnie sudah buta eoh? Harusnya kau pakai kacamata jika melihat si evil ini"
" YAK! Noona!"
" Hahahahaha"
Jaejoong tertawa senang karena bisa membuat kesal dongsaeng evil-nya itu namun kemudian dia mengangakan mulutnya sat seorang pelayan membawakan pesanan Changmin.
" Mwo? Kau mau membuatku bangkrut? Ini sudah berapa kali kau minta tambah eoh?"
" Eeeiiii… Aku hanya menambah beberapa scoop eskrim dan spaghetti kok noona"
" Tapi Min, aku hitung ini sudah ke sepuluh kalinya" Ucap Siwon
" Mwo?" Ucap Jaejoong kaget, dongsaengnya ini benar - benar perut karet " Foodmonster"
Tanpa memperdulikan ocehan hyungnya, Changmin meneruskan makannya dengan nikmat bahkan setelahnya dia menambah lagi dan lagi membuat Jaejoong hanya menggelengkan kepalanya sedangkan Sungmin juga Siwon menahan mual saat semua makanan itu bisa masuk ke dalam mulut Changmin.
.
.
.
" YA! Kenapa salah lagi?! Aku sudah menjelaskan padamu enam kali dan kau masih saja salah?!" Bentak Yunho pada Jaejoong yang duduk didepannya
Jaejoong tersentak kaget mendengar benatakan keras Yunho. Jaejoong akhirnya diperbolehkan datang ke rumah Yunho dengan alasan saenimnya yang menyuruh untuk belajar bersama Yunho. Padahal sang eomma sudah akan mendatangkan guru privat yang paling TOP se Korea Selatan dan Utara #Pllaaakkk
Namun, sejak setengah jam yang lalu hanya bentakan yang dia terima. Jaejoong tidak mengerti apa yang dijelaskan oleh Yunho. Dia tidak mengerti bagaimana angka pecahan itu bisa dibagi - bagi. Angka tunggal saja masih memusingkan untuknya apa lagi yang dipecah - pecah?
" Mi-mian…"
" Hah… Bagaimana bisa kau lulus ulangan susulan jika seperti ini?!"
" Mianhae" Lirih Jaejoong, dia memang tidak terbiasa untuk dibentak
Sedangkan Changmin duduk dipojok ruangan memainkan PSP-nya. Sesekali melirik Junsu dan Jaejoong yang sedang diajari oleh Yunho. Sebenarnya kasihan juga pada hyungnya namun dia teringat pada pesan Junsu yang mengatakan bahwa Yunho akan berubah menjadi galak saat mengajarkan seseorang. Namun setelahnya Yunho akan meminta maaf pada sang korban.
" Hah… Noona pabbo…" Bisiknya pelan
" Kau sudah mengertikan?"
" E-eh?" Jaejoong tersentak kaget namun tetap memandang Yunho, dia perlahan menggelengkan kepalanya, bagaimana dia bisa paham jika sedari tadi dia hanya memandangi wajah Yunhonya?
" MWO?"
" Hyung ah… Jangan marah - marah.." Ucap Junsu mencoba membela Jaejoong
" Ya! Kim Junsu, apa kau sudah menyelesaikan tugas yang kuberikan?" Tanya Yunho dengan tatapan tajamnya
" Be-belum hyung. Mian" Junsu melirik Jaejoong dan menggumamkan kata maaf dan Jaejoong mengangguk pasrah
" Kita ulang lagi! Aku akan mengajari dari dasarnya, jika tidak mengerti juga kau harus belajar denganku hari sabtu dan minggu dari pagi hingga sore" Ucap Yunho datar
" MWO?" Ucap Jaejoong kaget
" Wae?"
" Tapi, sabtu ini kita akan pergi bukan?"
" Bagaimana kau bisa memikirkan liburan sementara nilaimu masih jelek?"
GLUP
Jaejoong menelan ludahnya sebisa mungkin, dia tidak boleh gagal dalam ujian susulan atau nanti tidak ada kencan bersama Yunho.
' ANNNDDWWWEEEEE! Kencan pertama Joongie tidak boleh gagal!'
" Ayo kita mulai!"
Jaejoong mengangguk ragu, kali ini dia menatap kertas yang dicorat - coret oleh Yunho. Dia harus bisa mengerti penjelasan Yunho kali ini!
" Bagaimana? Aku berikan kau lima soal, kerjakan dalam lima menit" Ucap Yunho setelah menjelaskan dasar - dasar matematika
" Ne Yunie, Joongie akan berusaha mengerjakannya"
" Bagus"
Yunho bangkit kemudian menuju dapurnya untuk mengambil teko dan mengisinya dengan air putih. Dia kemudian berjalan menuju ruang tengahnya.
Dia berhenti kemudian menatap Jaejoong yang duduk bersebelahan dengan Junsu. Jaejoong mengerutkan keningnya sembari menulis dan itu membuat Yunho tersenyum. Dia baru mengetahui bahwa Jaejoong cantik jika sedang serius seperti itu.
DEG DEG DEG
DEG DEG DEG
Tangan kanan Yunho yang bebas memegangi dadanya. Dia merasa akhir - akhir ini jantungnya lebih banyak berdegup kencang terutama saat berdekatan dengan Jaejoong. Hal itu membuat Yunho bertekad akan datang ke klinik lebih cepat nanti. Hah… pabbo appa!
" Noonaku cantik ne hyung?"
" Eoh?" Yunho menoleh dan mendapati Changmin berdiri disampingnya dnegan tangan memegangi PSP
" Aku mau ke kamar mandi"
" Ah ne"
Yunho menyingkir dan memberikan jalan untuk Changmin lewat kemudian Yunho berjalan menuju Jaejoong dan duduk ditempatnya semula.
" Apa sudah selesai?" Tanya Yunho
" Aku sudah hyung" Jawab Junsu
" Joongie juga sudah"
Yunho kemudian mengambil kertas - kertas itu dari tangan Junsu dan Jaejoong. Dia memeriksa jawaban keduanya dan memberikan nilai pada kertas itu.
" Suie, kau sudah lebih baik, hanya salah satu. Lihat kesalahannya dan perbaiki" Ucap Yunho memberikan kertas milik Junsu
" Ne hyung"
" Dan kau Joongie, kau masih salah dua. Coba kau lihat baik - baik letak kesalahannya dan perbaiki"
" Hum" Ucap Jaejoong kemudian mengangguk
Tak terasa sudah dua jam mereka belajar bersama. Ini sudah saatnya Junsu pulang, namun karena ada Jaejoong dia mengurungkannya. Dia lebih memilih mengobrol bersama Jaejoong daripada harus tidur lebih cepat malam ini.
" Noona, aku ingin es krim" Ucap Changmin tiba - tiba
" Bukankah kau tadi siang sudah makan es krim?" Tanya Jaejoong dan diangguki oleh Junsu
" Aku ingin" Ucap Changmin
" Aku akan mengantarmu ke minimarket" Ucap Yunho membuat Jaejoong menggerutu sebal
" Tidak usah hyung kau disini saja bersama noona! YA BEBEK! Antarkan aku"
" Mwo? Kenapa harus? Y-ya! YAA!" Junsu berteriak saat Changmin malah menyeretnya keluar apartemen kecil milik Yunho
Setelah keluar Changmin melepaskan genggamannya pada Junsu dan menatap sebal pada bebek ups… pada Junsu.
" Kenapa malah menyeretku eoh!" Ucap Junsu tidak terima
" Sudahlah, ayo! Biarkan mereka berduaan"
" Eh?" Junsu mengedipkan matanya kemudian tersenyum " Ternyata kau sangat pengertian Min"
" Ck… Aku bukan kau yang tidak peka terhadap sekitar"
" Aish! Tiang!" Teriak Junsu kemudian berjalan mendahului Changmin, Changmin menatap pintu apartemen Yunho
" Selamat menikmati hyung…" Ucap Changmin kemudian tersenyum
Dia kemudian berjalan mengikuti Junsu yang sudah turun menuju lantai satu. Mereka pun berjalan menuju minimarket dekat sana.
Sementara itu, Jaejoong sedang membantu Yunho untuk membereskan apartemen kecilnya. Dia akhirnya membuatkan Yunho makan malam sederhana karena Yunho belum makan malam. Dia memasak nasi dan ramen. Ramen? Hanya itu yang ada.
Tadinya mau memasak nasi goreng kimchi, hanya saja tidak ada bahan - bahan yang tersedia sehingga dia membuatnya ramen saja.
" Yunie sudah matang!" Ucap Jaejoong senang sembari membawa nampan berisikan sepiring nasi dan semangkuk ramen keruang tengah
Diruangan itu hanya ada satu meja yang biasa digunakan Yunho untuk makan dan belajar. Tadi juga Jaejoong menggunakan meja itu untuk belajar bersama Yunho dan Junsu. Yunho yang melihat Jaejoong datang segera menutup buku yan dia baca dan membantu Jaejoong membawa nampan itu. Dia meletakkannya dimeja.
" Harum…"
" Hehehehe… Cobalah Yunie, tapi lain kali Joongie akan pastikan Yunie makan dengan benar! Makan ramen setiap hari tidak akan sehat Yun!"
" Aku tahu" Yunho menatap Jaejoong sebelum akhirnya dia memalingkan wajahnya kerena wajahnya memanas
Yunho segera memakan ramen didepannya sedangkan Jaejoong dengan memangku dagunya menggunakan kedua tangannya dia memandangi Yunho dengan tersenyum lebar.
' Yunie benar - benar tampan… Joongie sangaaattt beruntung mendapatkannya'
Ck… Otaknya hanya terbayang wajah Yunho saja, apa dia tidak lihat Yunho masih klimis serta kacamata tebal yang sekarang berembun karena uap panas ramen menempel pada kacanya?
" Ughh?"
Yunho melepaskan kaca matanya dan menaruhnya dipinggir meja kemudian dia kembali memakan makanannya tanpa menyadari Jaejoong menganga lebar melihat wajah Yunho tanpa kacamata. Kedua tangannya jatuh disamping kanan dan kirinya sedangkan mulutnya terbuka lebar dengan liur yang sudah menetes memandangi Yunho.
' OhMyGodSun! Ada malaikat disini! Ada malaikat!' Batinnya heboh
" Yunie tampan…" Lirih Jaejoong
" Eoh?" Yunho menatap Jaejoong dengan menyipitkan matanya, telinganya tidak salah dengar bukan? Tapi Jaejoong bilang dia tam…pan?
" Eh?"
Jaejoong tersentak kemudian tersadar ada air liurnya yang menetes, dia segera menghapusnya dan tersenyum canggung pada Yunho.
" Kau bilang sesuatu tadi Joongie?" Tanya Yunho kemudian menggapai kacamatanya dan memakainya
Yunho kemudian menyingkirkan bekas makan malamnya karena dia sudah menghabiskannya dan menatap Jaejoong yang tengah menggigit bibir bawahnya.
" Jo-joongie hanya bilang kalau Yu-yunie tampan…"
BLUSH
Yunho menaikkan punggung tangannya dan menutup sebagian wajahnya yang tiba - tiba memanas. Jaejoong adalah orang kedua yang berkata jika dia tampan setelah suster Ahra. Dan saat Jaejoong mengatakannya entah kenapa ada kesan berbeda yang tertangkap.
" Ak-aku…"
Jaejoong tersenyum saat mendapati wajah merah Yunho. Dengan perlahan dia mendekatkan dirinya pada Yunho. Yunho yang menyadarinya segera memundurkan tubuhnya. Dia sangat gugup sekarang, saat bersama Junsu dia sama sekali tidak pernah seperti ini.
DUK
Punggung Yunho menghantam pelan dinding dibelakangnya, membuat dirinya tidak bisa kemana - mana lagi. Sedangkan Jaejoong sudah berhasil duduk disampingnya dan tidak membiarkan Yunho bergerak kemana - mana lagi.
" Yunie ah…" Panggil Jaejoong pelan
" N-ne?"
" Joongie ingin melakukan sesuatu, tapi… Yunie jangan menolak ne?"
" Me-melakukan apa?" Tanya Yunho gugup
SREETT
" O-ommo…" Yunho tersentak kagets aat mendapati berat beban diatas pahanya
Jaejoong dengan nistanya mendudukkan bokong tepos ups… salah tulis lagi… Bokong indahnya diatas paha Yunho kemudian menyandarkan tubuhnya pada dada Yunho sedangkan kakinya menekuk kearah pinggang Yunho.
" Joongie ingin Yunie memeluk Joongie, boleh?" Tanya Jaejoong dengan puppy eyes andalannya
" E-eh? N-ne"
Yunho dengan pelan mengarahkan kedua tangannya melingkar pada pinggang Jaejoong. Yunho jadi ingat pernah memangku Baekhyun seperti ini. Dan itu membuatnya tersenyum mengingat hal itu.
Namun dia juga merasa ada yang berbeda, saat menyentuh pinggang Jaejoong dia merasa pinggang itu begitu pas untuk dipeluknya dan Yunho menyukainya. Dengan senang Jaejoong menyandarkan tubuhnya dan menggenggam erat kemeja depan Yunho.
" Yun…" Panggil Jaejoong pelan
" Hmm?" Jawab Yunho tapi tidak mengarahkan kepalanya kearah Jaejoong
" Kita jadi pergi kan hari minggu nanti?"
" Eh? Wae?"
" Yunie tadi bilang tidak mau pergi dengan Joongie jika nilai Joongie jelek?"
" Mian? Aku… aku bicara seperti itu tadi?"
" Hum" Jaejoong mengangguk dengan bibir mengerucutnya " Joongie ingin sekali pergi"
" Eh? N-ne kita akan pergi jika kau bisa melewati ulangan susulanmu" Ucap Yunho
Changmin sempat bicara pada Yunho untuk mengancam Jaejoong seperti tadi, karena jika tidak diancam maka Jaejoong tidak akan pernah serius dengan ulangan atau bahkan ujiannya.
" Uhh… Joongie benci matematika" Ucap Jaejoong jujur
" Waeyo?"
" Joongie tidak suka"
" Matematika itu sangat berguna Joongie ah… Aku menyukainya"
" Wae?"
" Karena matematika aku bisa terus melanjutkan sekolah"
Jaejoong terdiam, Yunho-nya pasti sudah mengalami banyak kesulitan sampai seperti ini. Dia bersyukur Yunho bukanlah orang yang seperti Hyun Joong atau teman - temannya yang dulu yang selalu membiarkan ulangannya terbengkalai dan mengandalkan uang untuk segalanya.
" Gomawo…. Gomawo karena Yunie sudah mau menerima Joongie dan mencoba mencintai Joongie" Ucapnya tulus
" Hum.." Yunho menyandarkan dagunya pada puncak kepala Jaejoong dan memeluk erat Jaejoong
Jaejoong kaget dengat perlakuan Yunho kemudian tersenyum dan beranggapan bahwa Yunho sednag mencoba mencintainya. Jadi, dia membiarkan saja Yunho dengan sikapnya itu.
.
" Mereka lama sekali?" Tanya Yunho setelah sepuluh menit tidak ada pembicaraan dengan Jaejoong
" Eoh?"
Jaejoong mendongak dan malah mendapati bibir hari yang sangat menggoda imannya. Jaejoong sungguh tidak tahan melihatnya, dia menarik kerah kemeja Yunho membuat YUnho memandangnya dengan heran karena Jaejoong menariknya untuk mendekat kearahnya.
Tanpa malu, Jaejoong menggapai bibir tebal namjachingunya dan menghisapnya bibir bawah yang sejak tadi menggodanya itu.
Jaejoong mendudukkan dirinya dengan benar dalam pangkuan Yunho dan terus menghisap bibir Yunho tanpa ada sedikitpun balasan dari Yunho. Sepertinya Yunho belum mengerti apa yang harus dilakukannya. Perlahan Jaejoong melepaskan ciumannya dan memandang Yunho dengan mata sayunya.
" Ke-kenapa Yunie tidak membalas ciuman Joongie?" Tanyanya
" E-eh? Bagaimana caranya?" Ucap Yunho dengan wajah memerah
" Lakukan saja seperti yang Joongie lakukan. Ne?" Ucap Jaejoong kemudian tersenyum karena Yunho menjawab dengan mengangguk
Kembali, Jaejoong mecium Yunho dan menghisap bibir bawah Yunho sedangkan Yunho mencoba apa yang Jaejoong lakukan dengan menghisap bibir atas Jaejoong. Hati Jaejoong berbunga - bunga saat Yunho membalas ciumannya bahkan makin membuat Jaejoong merapatkan tubuhnya pada tubuh Yunho.
Dengan semangat dia memberikan ciumannya sampai akhirnya naluri yang membimbing mereka melakukan itu semua.
Sedangkan…. Mari kita tinggalkan pasangan itu dan melihat Changmin serta Junsu….
.
Terlihat Changmin dan Junsu sedang berjalan pulang dari mini market sembari menghisap eskrim batang rasa strawberry dan orange itu. Ternyata minimarket dekat rumahnay tutup sehingga mereka harus berjalan lebih jauh untuk menuju minimarket lainnya.
" E-eh?"
Junsu berdiri membatu melihat orang yang tengah berciuman beberapa meter dari tempatnya dan Changmin berdiri.
" Kau kenapa bebek?" Tanya Changmin kemudian mengikuti arah pandang Junsu " Mwo? Park saenim?"
Ya, Park saenim tengah mencium seorang yeoja didepan sebuah rumah. Tak lama setelah ciuman itu Park saenim mencium kening sang yeoja dan masuk kedalam mobilnya. Sedangkan yeoja itu melambaikan tangannya dan masuk kedalam rumah itu.
SRETT
TES
TES
TES
Es krim rasa jeruk yang dibawa Junsu jatuh dan hatinya seperti tertikam benda tajam saat melihatnya. Dia tidak menyangka bahwa Park saenim sudah memiliki yeojachingu dan bahkan rumah sang yeojachingu berbeda beberapa blok dari apartemennya.
Changmin menolehkan wajahnya kembali kearah Junsu dan dia kaget melihat airmata keluar dari mata Junsu. Entah kenapa Changmin tidak suka melihat airmata itu mengalir dari mata Junsu. Dia menarik Junsu dan mendekapnya erat tidak memperdulikan es krim strawberry-nya yang jatuh juga.
" Hiks…."
" Berhentilah menangis bebek, untuk apa mengharapkan ahjusshi tua itu" Ucap Changmin
" Ya! Dia tidak tua dan masih tampan!" Ucap Junsu kesal kemudian mencubit pinggang Changmin
" Appo! Ya kenapa malah mencubitku!" Ucap Changmin tidak terima kemudian melepaskan pelukannya
Changmin menatap Junsu yang masih mengeluarkan airmatanya, kasihan juga melihat seonggok (?) bebek menangis seperti ini. Akhirnya Changmin menggandeng Junsu menuju sebuah taman yang tadi dilewatinya dan mendudukkan Junsu pada ayunan disana sedangkan Changmin duduk bersila dibawah berhadapan dengan Junsu.
" Aku menyukainya sejak masuk ke DongBang… Kau percaya cinta pada pandangan pertama?" Tanya Junsu menatap lekat Changmin " Aku rasa tidak… Tapi aku merasakannya saat melihat kearahnya dan sejak itu aku… aku mencoba mendekati Park saenim walaupun aku tahu itu salah…"
' Ck… Bebek ini tahu apa tentang aku eoh? Main menebak begitu saja?' Batin Changmin menggerutu
" Berhentilah mengejarnya, dia sudah memiliki yeojachingu" Ucap Changmin
" Tidak bisa Min, hati ini hanya bisa berdebar kencang untuknya"
" Itu karena kau belum mencoba membuka hatimu untuk yang lainnya"
" Tidak Min, aku bertemu dengan Park saenim lebih sering daripada yeoja itu. Aku akan terus mendekati Park saenim"
" Itu akan melukaimu"
" Aniya… Kau tidak tahu apapun…"
" Aku tahu rasa itu Su… Sangat tahu…" Ucap Changmin dnegan pandangan sendu membuat Junsu menatapnya bingung " Airmatamu masih saja keluar" Ucap Changmin kemudian mengeluarkan selembar sapu tangannya dan menghapus airmata Junsu
Junsu segera mengulurkan tangannya untuk memegang sapu tangan itu dan menghapus bekas airmatanya itu sendiri. Dia merasa risih saat Changmin melakukannya.
" Hei Min… Ada yang ingin aku tanyakan…" Ucap Junsu
" Hmm?"
" Kenapa kau putus dengan Kyunie? Aku tahu kau berpacaran dengan Kyunie dari Joongie hyung"
" Eoh?" Changmin menatap Junsu " Apa kau percaya kalau aku bilang kami berdua sama - sama seme?"
" Eh?" Junsu mentap Changmin
Ada pantulan kesenduaan dan keputusasaan yang terpancar dari bola mata Changmin dan itu membuat Junsu menggelengkan kepalanya. Changmin tersenyum melihatnya kemudian bangkit dari duduknya. Tiba - tiba saja Junsu memegangi dadanya yang berdesir lembut melihat senyum Changmin.
" Kajja, ini sudah sangat malam. Aku tidak mau Joongie noonaku itu berbuat sesuatu yang mesum pada Yunho hyung"
" Mwo? Tidak mungkin"
" Kita kan tidak tahu. Kajja"
" Hum" Junsu mengangguk dan berjalan bersama dengan Changmin tanpa ada kata sindiran yang keluar dari mulut keduanya
.
Junsu membuka knop pintu apartemen Yunho kemudian masuk kedalamnya dan keduanya melepaskan sepatu disana.
" Kami pul… OMO!" Pekik Junsu kaget kemudian menutup wajahnya
" ASTAGA NOONA!" Changmin ikut terpekik kaget bersama dengan Junsu
" OMONA!" Jaejoong kaget saat mendapati Junsu dan Changmin menatap kearahnya
Apa yang mereka lihat sampai seperti itu? Ck… Dasar Jaemma mesum…
Junsu dan Changmin tadi melihat Jaejoong yang berada di atas Yunho, mengukung Yunho yang pasrah dengan keadaannya dibawah Jaejoong. Jaejoong sendiri sedang menikmati (?) leher Yunho saat Junsu terpekik kaget tadi. Bahkan tangan Jaejoong sudah berada didalam kemeja Yunho yang kancingnya sudah terlepas tiga dari atasdan kacamata yang sudah tidak ada diwajanya.
Changmin menatap jengah Jaejoong yang masih menatap kaget dirinya dan Junsu. Jaejoong masih juga duduk di atas perut Yunho.
" Ya noona! Mau sampai kapan kau duduk nyaman disana?" Tanya Changmin mengintimidasi
" Omo! Yunie mian!"
Jaejoong yang tersadar kemudian membantu Yunho berdiri dan langsung merapikan 'bentuk' Yunho yang tadi diacak - acak oleh Jaejoong. Jaejoong mengancingi kemeja Yunho dan merapikan rambut Yunho.
" Ka-kacamataku…"
" Ah, ne!"
Jaejoong segera mengambil kacamata Yunho dan memakaikannya pada Yunho. Changmin sempat kagum saat Yunho tidak memakai kacamata, dia baru tahu bahwa Yunho lumayan tampan tanpa menggunakan kacamatanya. Namun, bukan itu intinya malam ini.
" Noona ya.. Ada yang ingin kau jelaskan?" Tanya Changmin
" Mian… Joongie kelepasan…"
" Aigoo… Kajja pulang, sebentar lagi jemputan kita datang"
" Ne Minnie"
Yunho sendiri hanya diam saja dan menunduk, dia sungguh malu dengan adegan tadi tapi dia merasa dirinya sangat terbuai dengan semua yang dilakukan oleh Jaejoong sehingga terbawa suasana.
Tak lama mobil jemputannya datang dan akhirnya Changmin dan Jaejoong masuk kedalam mobil. Jaejoong membuka kaca mobilnya dan mengeluarkan sebagian tubuhnya keluar menatap Yunho yang memang sedang memandang ke arahnya.
" Sampai besok Yunie~~~ saranghaeeee~~~" Ucap Jaejoong saat mobil sudah melaju perlahan
Yunho hanya melambaikan tangannya dengan wajah memerah lagi. Sedangkan Junsu tersenyum - senyum melihat kelakuan Yunho yang seperti itu. Yunho membalikkan tubuhnya dan berjalan menuju apartemen kecilnha diiringi dengan Junsu yang setia mengekorinya.
" Su-suie ah... Kenapa kau tertawa seperti itu?" Tanya Yunho saat dia mendengar suara kikikan dibelakang tubuhnya
" An-aniya hyung hehehe..."
" Wae?" Yunho membalikkan tubuhnya untuk memandang Junsu
" Aniya..." Ucapnya kemudian menuju pintu rumahnya kemudian membukannya " Aku juga ingin melakukan hal seperti itu dengan kekasihku nanti" Ucapnya sembari menyembulkan kepalanya dibalik pintu apartemennya
" Mwo?"
Brakk
Pintu apartemen Junsu tertutup meninggalkan Yunho yang masih terpaku didepan pintu apartemennya. Yunho jadi mengingat bagaimana Jaejoong menciumnya tadi. Aigo...
Yunho segera masuk ke dalam apartemennya dan menuju kamar mandinya. Disana dia membuka baju sembari menatap refleksi tubuhnya di depan cermin. Namun dia melihat sesuatu yang mengganggu pandangannya, dia mengusap warna kemerahan oada lehernya itu dengan pelan.
" Tidak hilang? Apa disini ada nyamuk sampai aku merah begini? Omo ada lagi disini" Tunjuknya pada bagian dadanya " Astaga! Besok aku akan membeli obat nyamuk!"
Ck... Kita tinggalkan appa kita yang pabbo ini! Kajjaa...
.
.
.
Sudah dua hari ini Jaejoong mencoba bertahan dari 'keganasan' dan 'kepedasan' mulut Yunho saat mengajarnya. Bahkan sang penjaga perpustakaan mentertawakannya karena Jaejoong harus belajar bersama Yunho. Sudah rahasia umum Yunho agak menunjukkan taringnya saat mengajari seseorang.
Belum lagi Yunho yang mengancam tidak akan pergi bersamanya jika nilai ulangannya masih saja jelek. Jaejoong semakin berusaha dengan keras agar nilainya bagus, dia tidak ingin kencannya gagal karena matematika yang dibencinya ini.
Dan sekarang, Jaejoong tengah menunggu hasil ulangannya didepan ruang guru saat bel pulang sekolah berbunyi sangking tidak sabarnya. Jaejoong terus berjalan mondar mandir di depan ruang guru itu.
Ceklek
" Saenim!" Pekik Jaejoong senang
" Omo Joongie?" Ucap Park saenim kaget
" Otte saenim otte?" Tanya Jaejoong tidak sabar
" Aigo... Ini" Park saenim menyerahkan selembar kertas
Jaejoong langsung mengambilnya dan melihatbke arah pojok kanan atas kertas itu. Matanya membulat dan berkaca - kaca.
" YUUUUUNNNIIIIEEEEEEEE~~~~~~!" Jaejoong berteriak sembari berlari meninggalkan Park saenim yang melongo dibuatnya
" Aigo... Anak muda..." Park saenim menggelengkan kepalanya kemudian masuk kembali kedalam ruangannya
Sementara itu Sungmin tengah mengobrol bersama Junsu dan Siwon di dalam kelas sembari menunggu Jaejoong. Sedangkan Changmin sedang tertidur nyaman dibelakang Yunho beralaskan kamhs tebal bahasa inggris milik Junsu.
" Apa Joongie bisa?" Tanya Sungmin
Yunho yang membaca bukunya menutup buku itu kemudian memandang keluar jendela. Dia brharap Jaejoong mendapat nilai bagus sehingga dia bisa pergi dengannya. Eh? Sejak kapan Yunho mengharapkan Jaejoong bisa pergi dengannya? Bukankah selama ini hanya belajar dan mencari uang yang penting untuknya?
" Aku harap Joo-"
" YUUUUNNNIIIEEE~~~ KKYYYAAAAAA~~~~~"
" Omo! Nugu?!" Changmin yang mendengar suara cempreng hyungnya langsung bangkit dengan mata setengah tertutup dan memandang sekeliling
Semua orang terkaget - kaget mendengar suara teriakan tiada henti itu yang semakin lama semakin dekat. Mereka tahu itu suara milik Jaejoong.
Brrraaakkkkk!
Pintu terbuka dengan kencang dan menampakkan Jaejoong dengan nafas tengah di depan sana. Belum lagi dia berkeringat sepertinya sangat lelah berlari dari ruang guru yang ada di lantai satu menuju kelasnya yang ada dilantai tiga.
" Jo-joongie waeyo?" Tanya Yunho gugup
" Yuunnieeee~~~~"
Greeepp
Dengan erat Jaejoong memeluk tubuh Yunho dan menggoyangkannya ke kanan dan kiri. Ah... Dari ekspresinya ini bisa dipastikan bahwa hasil Jaejoong sangat bagus.
" Jo-Joongie... Berhenti... Aku pusing" Keluh Yunho
" Eoh? Mian" Jaejoong melepaskan pelukannya dan memandang Yunho dengan mata berbinarnya " Lihat ini! Joongie dapat tujuh puluh lima. TU. JUH. PU. LUH. LI. MA! Kyyaaaa~~~~ Gomawo Yuniee ~~"
Jaejoong kembali memeluk erat Yunho dan berjingkrakkan sembari memeluk erat namjachingunya. Jaejoong sungguh amat sangat senang dengan hal ini! Dia berniat akan memberitahu eommanya dan memajang hasil terbaik matematika seumur hidupnya ini dengan bingkai yang terbuat dari emas murni dua puluh empat karat buatan cartier! ( emang ada ==")
" Aigo... Labil..." Ucap Changmin kemudian berdecak kesal melihat kelakuan lebay hyungnya itu
" Whooaaa.. Selamat Joongie..."
" Hum! Gomawo Sungminnie"
" Hyung ah! Chukkae!"
Jaejoong melepaskan pelukannya dan berganti memeluk Junsu kemudian berlompatan dalam pelukannya itu.
" Aigo... Aku seperti melihat bebek dan gajah sedang berlompatan" Gumam Changmin
" Ah! Yunie ah!" Jaejoong teringat misi pentingnya, dia melepaskan pelukannya dari junsu dan memandang Yunho " Jangan lupa hari minggu nanti ne!"
" Hum" Jawab Yunho menganggukkan kepalanya dengan semangat
" Jja! Joongie antar Yunie dan Suie ketempat kerja..." Ucap Jaejoong kemudian menggandeng Yunho dengan senangnya
Yunho hanya tersenyum mendapati kekasihnya yang sedang senang itu. Bahkan tas Jaejoong dibawakan oleh Changmin karena Jaejoong tidak ingat apapun kecuali selembar kertas ulangannya.
.
.
Sabtu malam, Jaejoong merasa bosan. Setelah kemarin mengantarkan Yunho dan Junsu dia langsung pulabg dan memberitahu eommanya bahwa nilai matematikanya tujuh puluh lima, dia bahkan mengajak eommanya berdansa sebelum memberitahu nilainya itu.
Sang eomma menggelengkan kepalanya, baru mendapatkan nilai segitu saja sudah sesenang ini apalagi mendapatkan nilai seperti yang selalu Changmin dapatkan? Bisa - bisa dia berteriak berkeliling rumah sembari berteriak kencang. Sang appa yang tahu, langsung memberikan pelukan hangatnya dan tersenyum saat sang anak bercerita semua itu karena Yunho membantunya belajar.
Jaejoong menatap sebuah kaos berwarna biru laut bergambarkan beruang memakai tuksedo yang ada ditangannya. Kaos yang dia beli tadi siang bersama eommanya. Karena eommanya mengajak berbelanja, jadilah dia berbelanja pakaian untuk kencan besok. Jaejoong juga mengajak Changmin karena bocah itu terlihat kesepian karena dia belum juga berbaikan dengan Kyuhyun.
Jaejoong juga mengamati sebuah kotak yang sudah dia bungkus dengan rapi dengan kertas motif gajah - gajah kecil. Jaejoong sengaja membelinya sebagai hadiah untuk Yunho karena Yunho sudah memenangkan perlombaan waktu itu, memang terlambat sih... Tapi Jaejoong baru menemukannya tadi siang.
" Ah! Joongie berikan kaos ini sekarang saja. Jadi besok Yunie sudah memakainya. Kyaaa~~~ Joongie malu jika memikirkan besok" Jaejoong menutup wajahnya mebggunakan kaos biru laut itu
Setelahnya Jaejoong bersiap dan turun kebawah, disana keluarganya sedang menonton televisi. Changmin sendiri sedang bermanja dengan eommanya, dia merebahkan kepalanya pada paha sang eomma. Sedangkan appanya duduk di sofa single disamping sofa panjang yang ditempati oleh istri dan anak bungsunya.
" Eomma! Joongie pinjam Shin ahjusshi ne" Izin Jaejoong pada eommanya
" Mwo? Joongie mau kemana?" Tanya sang eomma
" Ingin kerumah Yunie, menyerahkan kaos couplenya agar besok dipakai! Annyeong eomma, appa, Minnie" Ucap Jaejoong kemudia berlari keluar rumah tanpa melihat wajah cengo kedua orangtuanya
" Joongie ingin memberikan apa?" Tanya Mrs. Kim
" Baju couple untuk Yunie?" Tanya sang appa
" Hum! Joongie noona sudah resmi menjadi kekasih Yunho hyung tiga hari yang lalu" Jelas Changmin
" Mwo?!"
Srreettt
Bruukkk
" Appo!"
Changmin segera jatuh dari tidur malasnya saat sang eomma bangkit dari duduknya karena kaget mendengar apa yang Changmin katakan.
" Apa yang kau bilang Minnie?" Tanya Mrs. Kim sekali lagi
" Aish! Appo..." Ucap Changmin mengusap - usap bokong seksinya " Noona sudah berpacaran dengan Yunho hyung"
" Mwo?!" Sekali lagi mrs. Kim itu kaget mendengar kabar itu
" Joongie berpacaran dengan Yunie?" Tanya sang appa yang tidak terlalu kaget
" Hum!"
" Ommo kepalaku" Ucap sang eomma sembari berjalan kearah kamarnya
" Jangan sampai eomma stress memikirkannya appa"
" Ne, appa menyusul eommamu dulu"
" Hum!"
Mr. Kim segera menyusul Mrs. Kim yang tadi berjalan menuju kamar mereka. Sedangkan Changmin duduk kembali dan menonton televisi kembali.
" Hah... Sepinya..." Gumamnya pelan
.
.
.
Jaejoong berjalan pelan kearah apartemen kecil milik Yunho. Senyum indahnya tidak menghilang sejak dia turun dari mobilnya, dia sungguh merindukan Yunho padahal baru satu hari saja dia tidak bertemu dengan Yunho.
Tok tok tok
Jaejoong mengetuk pintu itu dan berharap Yunho membukakan pintu secepat mungkin. Dan Jaejoong ingin memeluk Yunho!
Tok tok tok tok tok
Jaejoong mengetuk kembali pintu kayu itu dengan mempoutkan bibirnya. Dia sudah menunggu Yunho sekitar tiga menit namun pintu itu masih belum terbuka.
Tok tok tok tok tok tok tok tok
Dengan brutal dan tidak sabar Jaejoong mengetuk pintu itu. Dia sudah tidak sabar lagi menemui Yunho!
Tok tok to-
" Nee... Tunggu sebentar!"
Terdengar suara teriakan dari dalam apartemen itu membuat Jaejoong tersenyum cerah karena mengenal suara itu.
Ceklek
" Yunniiiieeee~~~"
Brukkk
Grreepp
Dengan cepat Jaejoong menghambur kearah Yunho-nya dan memeluknya erat. Dia menyamankan tubuhnya pada tubuh Yunho. Sedangkan Yunho menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dia tadi hampir terhuyung karena tabrakan yang disebabkan oleh Jaejoong, untung saja dia dapat menahannya.
' Hmmm... Yunie harum... Joongie suka! Tapi, kok basah dan tubuhnya dingin ya?'
Jaejoong perlahan melepaskan pelukannya dan mendongakkan kepalanya menatap Yunho yang memang basah. Butiran air dari rambutnya itu menetes dan mengenai wajah Jaejoong, membuat Jaejoong sadar dari keterpanaannya.
" Omo! Yunie baru selesai mandi?!" Pekik Jaejoong kaget saat melihat Yunho bahkan hanya memakai celana training hitam tanpa busana atasnya
" Ng? Ne... Aku baru saja keluar dari kamar mandi. Kajja masuk"
Dengan bodohnya Jaejoong baru sadar bahwa mereka masih di depan pintu, aigo... Dia malu karena melakukan hal itu di depan pintu.
Akhirnya Jaejoong mengikuti Yunho yang sekarang sudah duduk di ruang tengahnya sembari mengeringkan rambutnya. Jaejoong meletakkan paperbag yang dibawanya dan berlutut dibelakang tubuh Yunho.
" Eoh?"
" Biar Joongie keringkan rambut Yunie... Jangan tidur dengan rambut basah ne? Nanti Yunie sakit" Ucap Jaejoong kemudian merebut handuk yang ada ditangan Yunho dan mulai menggosokkan handuk itu pada kepala Yunho. Yunho menikmati saja apa yang diperbuat Jaejoong, rasanya sangat nyaman seperti ini. Jaejoong benar - benar memanjakannya dan Yunho menyukai hal itu.
" Hmm... Joongie... Ada perlu apa malam - malam kesini?" Tanya Yunho
" Oh! Joongie ingin memberikan ini"
Jaejoong menghentikan kegiatannya dan memberikan paperbag-nya pada Yunho. Yunho membuka dan mengeluarkan isinya. Dia memandangi kaos berwarna biru laut bergambar beruang itu dengan kerutan di keningnya.
" Besok Yunie pakai ne?" Ucap Jaejoong
" Eh?"
" Ini baju couple, Joongie ingin memakai kaos yang sama dengan Yunie besok"
" Apa Junsu dan yang lainnya juga pakai?"
Jdeerrr
Memangnya Yunho pikir ini acara rekreasi sekolah ya? Aigo...
" Aniya Yunie, hanya kita. Karena kita sepasang kekasih. Yunie tidak lupakan?"
" Ah... Begitu..."
Akhirnya setelah mengeringkan rambut Yunho dan mencuri ciuman dari Yunho akhirnya Jaejoong pulang dengan perasaan lega dan senang karena Yunho tidak menolak kaos yang diberikannya.
.
.
.
.
" KAJJJAAAA MINNIIEEEE...! KITA TERLAMBAAATTTT!"
Pekikan itu terdengar di sebuah rumah mewah. Jaejoong dengan keponya turun dari tangga dengan berlari kemudian menyambar roti panggang yang sudah dibuat oleh sang eomma.
" Hyung sendiri yang susah dibangunkan" Ucap Changmin sembari memasukkan rotinya dengan santai kemulut lebarnya
" Pelan - pelan sayang..." Ucap sang appa
" Tidak bisa appa... Joongie terlambat menjemput Yunie dan Suie... Joongie makan dijalan saja ne?! Annyeong!"
Cup
Cup
Cup
Jaejoong menggamit tas gajah tiga dimensinya kemudian mengecup pipi appa dan eommanya juga tidak lupa Changmin. Tunggu? Kenapa mencium Changmin juga?
" Ya Minnie! Kenapa santai begitu? Kau juga harus menjemput Sungminnie dan Siwonie bukan?" Tanya Jaejoong
" Aigo... Aku tidak akan telat. Kita ketemu disana saja"
" Oh! Arraseo! Joongie berangkat!" Ucap Jaejoong kemudian berlari ke halaman rumahnya dan memasuki mobil sport merah miliknya, tentu hari ini dia masih ditemani sang supir
" Hati - hati ne?" Ucap sang appa
" Ne appa..."
Pandangan Changmin beralih pada eommanya yang terlihat tidak bersemangat hari ini. Entah hanya perasaannya atau memang benar eommanya tidak setuju kalau hyungnya punya hubungan dengan Yunho?
" Ah, aku sudah selesai. Aku berangkat eomma, appa"
Cup
Cup
Changmin juga mencium pipi Mr. dan Mrs. Kim itu kemudian memasuki mobil yang sport hitamnya dan beranjak menuju kediaman Sungmin.
.
.
.
Jaejoong berjalan riang bersama Yunho yang ada digenggamannya. Sejak sampai dan bertemu dengan Changmin dia sama sekali tidak melepaskan genggamannya pada Yunho.
Sedangkan teman - temannya yang dibelakang kadang hanya menggelengkan kepalanya melihatvtingkah laku menggemaskan Jaejoong. Apa lagi saat melihat Jaejoong menggendong tas tiga dimensi berbentuk gajahnya itu.
Kadang Siwon dan Changmin terlihat ngilu saat Jaejoong mengelus belalai yang memang bentuknya keluar dari tas itu. Tapi bagi Yunho, dia senang melihat tinggkah menggemaskan namja yang merupakan namjachingunya itu, bahkan dia sangat senang dengan kaos berwarna merah muda bergambar beruang berkostum dress yang dipakai oleh Jaejoong. Ckckckck...
" Yunie kita naik apa dulu?" Tanya Jaejoong dengan semangat
" Terserah saja" Ucap Yunho kalem
Ya, karena hari ini Jaejoong yang membayar semua jadi Yunho memutuskan terserah pada Jaejoong saja. Padahal dia dan Junsu sudah menyiapkan uang untuk masuk ke taman hiburan ini namun dengan tegas Jaejoong menolaknya dan akhirnya dia yang membayar semua tiket masuknya.
" Naik yang biasa saja dulu noona ya..." Ucap Changmin
" Ne hyungie... Yang biasa saja dulu"
" Ah! Okay! Naek kuda saja"
Akhirnya mereka berenam berjalan menuju permainan kuda yang berputar itu. Jaejoong berjalan dengan riang bahkan melompat - lompat dengan tangan yang masih menggenggam tangan Yunho.
" Joongie?"
" Eoh?" Jaejoong menoleh ke asal suara yang tadi memanggilnya " Hyun Joong? Kibummie?" Jaejoong memanggil teman - temannya, bukan hanya dua orang itu saja yang ada, ada delapan orang yang Jaejoong kenal di sekolahnya yang dulu itu
" Kyunie?" Panggil Changmin namun kemudian pandangannya mengeras pada seseorang yang tengah memeluk lengan Kyuhyun dengan manja
" ..."
.
.
.
~ TBC ~
.
.
.
.
TBC TBC TBC..
Ganggu banget yak tuh kata - kata. Beuhh.. Nista bgt! Udah ditunggu lama, malah TBC pas penting. Kkkkk…
Sabar ne?
Udah cukup panjangkah? Karena ini 25 hal ms. Word... Kkkkk... Harusnya chap ini masih sambungan chap kemaren, tapi karena panjang Cho pisah ajj ^^ da mian kalo bnyk typos, Cho belum banya, edit, Cho edit kalo udh ketemu komputr ye ^^
Trus, Jaemma ma oom jidat mau wamil kah? Astaga kenapa si bebek ga ikut! Ckckckckck...
Soal lagu yang di mainkan oleh Yunpa, ada kok di Youtube. Cho suka aja lagu itu dan arti dari lagu itu Cho ambil adri Youtube, soalnya ada di web yang artinya beda. Dan Cho suka yang dinyanyiin sama si Uudam - Mother in the dream.
Mianhae Cho banyak kerjaan, baru mau ngetik anaknya bos kepo minta booking in tiket EXO. Dapet sih yang VIP A… Kkkk Jadi mau ikut tapi sayang Abang Kris kesayangannya Cho udah ga disitu T^T sampa kerjaan yang bertumpuk ga karuan hehehe…
.
Special Thanks :
MaxMin (ya, tp mari kita bikin di sini Jaemma agresip! Kkk), GOMCHI46 (udh kejawab ya di chap ini hehehehe), wulandari. apple (udh ke terima...) nanajunsu (maklum ya, disini Yunpa cupu kkk), vierashian. djoniez ( gwaenchana ^^jgn dibayangin ne kalo Jaemma kyk gt ^^), niixz. valerie. 5 (sabar ya! ^^), PURPLE-KIMlee (semoga makin seru kkk), diahmiftachulningtyas (ioo akhirnya…), meirah. 1111 (jedotin aja ketembok!kkk), vampireyunjae (polos mendekati idiot biasa… kkkk), ajidyunjae (udah kejawab ne?), misschokyulate2 (udh kejwb ya ^^), Rly. C. JaeKYu (ne, yunpa pabbo kkk), min (now? Sabar ya…), GuestYunjae (Ioo, udh dilanjut ^^), cho yeoja hongki (thanks ^^ makasih udah di mention kesalahannya, Cho udh perbaikin), bambidola (sabar, yuk kita jedotin bersama? Kkk), joongmax (kalau semenya dipertanyakan mendeing Yunpa jadi UKE? Kkkk),
Anik0405 (giat bgt harus tuh), danactebh (udh lanjut ya ^^), dims (udh lanjut…), farla 23 (sip, udah kejawab ya), yunjae heart (kkkk… gomawo ne! ^^), evilpumpkin (Sip, tapi kyk na dia belom ngerti juga tuh kkk), Boo Bear Love Chwang ( Iyaaaa udah lanjuutt! ^^), nidaysjshero (now? Sabar yaa… ), Vic89 (Biar in Jaemma berkhayal sesuka hatinya dulu), egaeunsuk (gomawo ^^), SinushYJS udah ke jwb ne? Yunpa kan emang pabbo disini =="), jongindo (mungkin setengah pabbo? Kkk), noon (hahahah, masa? Kk), noona (udah tu eonn… gimana?), lipminnie (mendekati idiot lha… hahahaha),
auliaJC (terlalu manis tak? Kalo ga ntr Cho bikin tambah manis lagi hehehehe ^^), Alby (udh lanjut ne? kita liad disini Bang Mimin SEME atau UKE? Kkkk), kim. wiwin. 9 ((hwaiting juga!), snow. drop. 1272 (blm nentuin couplenya ^^), Life 4 Love (Eii… Jaemma berhasil tuh kkk liang sama bebek perpaduan yang bagus tu… kkk), shanzec (masih bgt…), yoon HyunWoon (ne, udah lanjut ^^), narayejea (rumet? Sengaja :p), DasyatNyaff (ioo, emang! ^^), CassYj909596 (It's just b'coz Yunpa is tooooo stupid kkkk…. But he accept Jaemma become his boyfriend ^^), Guest (kkk… emang ga ngerti tuh ^^), para Follower dan yang udah fav ff Cho.
.
Ah… Karena perjalanan Jaemma masih amat sangat panjang, mari kita doakan Yunpa agar dia cepat sadar dari kepabboan dan keculunannya itu. Amin :p
Yang nanti ff lain kapan lanjut, heheheh… ga ada kata - kata yang bisa Cho ucapin kecuali "SABAR" Wkwkwkwkwk kabbooorr…
Hahahaha..
Cho masih dalam semi hiatus jadi tunggu Cho balik ke ff 100% ne?
Dan…
Selamat menunggu Chap 10 Now dan chap 9 My Glassy Boy
Chhuu~~~
