Qtalita..

.

Kyunnie with his Ciwon Hyung

.

WonKyu

.

Enjoy

.

Minggu pagi, di kediaman keluarga kecil Choi, sang pangeran masih terlelap pulas di balik selimut biru tuanya, mendekap guling berwarna senada, masih sangat tenang tanpa terganggu sama sekali dengan apa yang terjadi dengan tetangga manisnya yang.. Ah, bagaimana jika kita menengok sebentar kesebelah?

Keluarga Cho sibuk dengan beberapa perlengkapan piknik dan bocah kecil mereka, Cho Donghae dan si bungsu Cho Kyuhyun, Bocah namja yang lebih tua tengah merapikan bekal mereka sementara itu si kecil dengan pipi gempal dan poni yang di kuncir keatas masih sibuk melipat tikar panjang yang mungkin sudah ia kerjakan 2 jam, beberapa kali ia membenarkan celana pendeknya yang melorot lalu kembali berputar-putar melipat tikarnya.

"Huuhhh, tikalnya nakal" Keluhnya, dahi kecil dan pipi gempalnya merona, kesal.

Donghae yang melihat adiknya mulai jemu akhirnya mengambil alih, ia merentangkan ujung tikar lalu melipatnya rapih, Kyuhyun berkacak pinggang, masih dengan poni kecil terkuncir seperti air mancur.

"Tikalnya jelek" Tukasnya sambil meninggalkan Donghae dan tikar yang kini sudah tersusun rapih bersama bekal mereka, Donghae hanya tertawa kecil, adiknya memang selalu seperti itu, menjadi super sibuk lalu mengeluh dan bosan.

Kyuhyun berlari kecil ke hadapan Eomma Cho yang memastikan semua snack dan minuman sudah siap. Donghae semakin tertawa melihat celana adiknya yang semakin melorot ketika berlari, serta perut dan pipinya yang bergerak naik turun, belum lagi si rambut kuncir yang menambah kesan imut pada adiknya itu.

"Eomma.. eomma.. Kyunnie bantu?"

Eomma Cho sedikit kaget dengan kemunculan Kyuhyun yang tiba-tiba di balik meja, ia tersenyum lalu menggeleng.

"Semua sudah siap sayang, sekarang lebih baik Kyunnie bangunkan Siwon hyung ne"

Kyuhyun mengangguk mantap, ia kembali berlari dengan cepat ke pintu depan, masih dengan mengenakan celana melorot dan kaus tanpa lengan, menerobos gerbang rumahnya lalu berbelok ke rumah sebelahnya, tanpa mengetuk Kyuhyun mendorong sekuat tenaga gerbang tetangganya yang masih tertutup rapat.

Kyuhyun juga tidak mengetuk lagi pintu rumah besar itu, dengan berjinjit ia menarik gagang pintu dan mendorongnya.

"Celamat pagi Mommy.." Teriaknya kencang, menghambur dalam gendongan Mommy Choi yang tengah membuat sarapan.

"Aigoo, Kyunnie chagi" Mommy Choi memutar-mutar Kyuhyun dalam gendongannya, membuat beberapa kikikan keluar dari mulut Kyuhyun.

"Mau bertemu siwon?"

Kyuhyun mengangguk, Mommy Choi menurunkan Kyuhyun, membenarkan letak celananya yang sedikit kebesaran dan membiarkan namja kecil imut itu berlari kecil ke kamar anaknya.

...

"Ciwonnie.." Bisik Kyuhyun di samping ranjang Siwon, namun namja kecil itu tidak bergeming. Kyuhyun berjinjit, menarik- narik rambut legam Siwon.

"Ciii..Wonnn..nniieee.." Bisiknya lagi dengan nafas panjang, Siwon hanya berjengit sebentar lalu tertidur kembali. Kyuhyun menggembungkan pipinya jengkel, ia menarik kursi di meja belajar Siwon lalu meletakkannya di samping ranjang, memudahkannya untuk memanjat.

Kyuhyun duduk di atas perut Siwon kini, melompat-lompat hingga bocah berlesung pipi itu terbangun.

"Kyunnie.." Keluhnya khas dengan suara bangun tidurnya.

"Ciwonnie.. Ciwonnie.. ayo bangun.. Ciwonnie cudah janji cama Kyunnie, hali ini kita beltamacya ke kebun binatang"

Siwon tersenyum menarik bocah gempal itu agar ikut tidur disampingnya, Siwon menggelitik perut Kyuhyun gemas dan mengecup pipi-pipinya.

"Tentu saja hyung ingat, hari ini kita akan bermain seeepuasnya"

Kyuhyun mengangguk ikut melingkarkan lengannya di leher Siwon, dan kakinya di perut Siwon.

"Mandikan Kyunnie, Kyunnie belum mandi Ciwonnie"

Pintanya.

"Ay ay captain Cho"

...

2 jam setelah berkemas dan melewati beberapa perjalanan, akhirnya dua keluarga itu tiba di sebuah kebun binatang di tengah kota, Kyuhyun yang selama perjalanan tertidur kini menangis keras karena rambutnya berantakan dan pakaiannya terlihat kusut. Wajahnya masih memerah dengan mata bengkak ketika Siwon memberi Piggy back selama perjalanan masuk, Donghae sendiri menggerutu tidak jelas di belakang Siwon dan Kyuhyun, tubuh kecilnya dijejali banyak barang, mulai dari ransum dan tikar.

Saat para Appa dan eomma sibuk mencari lokasi yang pas untuk menggelar tikar mereka, Siwon dan Kyuhyun sudah berjalan jauh mengelilingi kebun binatang, Kyuhyun kecil juga sudah tidak menangis, rambut coklatnya sudah kembali rapi dan mata bulatnya sudah bersinar senang.

"Ciwonnie Ciwonnie.."

Siwon berbalik ketika Kyuhyun menarik ujung kausnya, bocah bulat itu hanya diam sambil mengangkat satu kakinya dan mengepakkan lengannya, Siwon pura-pura berfikir.

"Aha!" Seakan ada bohlam lampu disudut kepalanya Siwon menjentikkan jarinya.

"Burung bangau"

Kyuhyun bertepuk tangan dan melompat-lompat.

"Ciwonnie benal.."

Kyuhyun menarik jemari Siwon, menuntunnya ke stan yang lain, kadang Kyuhyun akan memekik senang ketika melewati kandang panda, melempar-lempar dedaunan apa saja ke arah hewan berwarna hitam putih itu, atau kadang Kyuhyun akan bersembunyi dibelakang Siwon ketika melewati kandang harimau, melempar segala jenis bebatuan hingga pada akhirnya Kyuhyun sendiri yang akan jongkok lalu menangis kala harimau itu mengaum.

"Kyunnie! Kyunnie!"

Kyuhyun mengusap airmatanya, seseorang memanggilnya, ia berdiri dan berbalik, senyumnya mengembang.

"Changminnie.." Teriaknya senang, bocah yang ia panggil 'Changminnie' itu berlari kecil ketempat Siwon dan Kyuhyun, yang dibalas lompatan-lompatan riang 2 bocah kecil itu dan gerutuan kesal Siwon.

"Ck, yak bocah ompong, apa yang kau lakukan disini?"

Changmin menatap Siwon dengan cengirannya. Ia lalu menunjuk orang tuanya yang sudah bergabung dengan orang tua mereka dan jangan lupakan namja mesum, Hyukjae aka Eunhyuk yang tengah melambaikan tangannya sambil mengunyah sepotong semangka.

"Hhh.."

Siwon menarik nafasnya panjang.

...

Siwon melipat kedua tangannya di depan dada, murung. Bagaimana tidak setelah 'bocah ompong tinggi jelek' itu muncul Kyuhyun malah meninggalkannya dibelakang dan sibuk dengan bocah itu, melompat-lompat, berlarian, memberi makan gajah, atau bahkan berebut cemilan yang Changmin bawa.

"Minnie minnie.. beluang" Kyuhyun menunjuk hewan berbulu coklat besar di dalam kandang. Changmin berdiri di samping Kyuhyun, masing-masing berjinjit karena pagar pembatas yang masih cukup tinggi sebelum terali-terali menjulang keatas.

"Auuummm.. Auumm.. Auuumm.." Changmin melompat kebelakang, memperagakan bagaimana beruang itu beraksi di depan mereka.

"Auum.. aum.. aummm.." Kyuhyun pun tidak ketinggalan, ia juga melompat ke depan Changmin dan ikut memperagakan sang beruang.

Siwon terdiam. Di depannya ada dua beruang 'jadi-jadian' ah, dua anak beruang. Meskipun salah satunya lebih mirip Panda imut dan satunya lagi jerapah. Siwon menarik kedua lengan bocah itu sedikit berlari ketika matanya melihat kandang di pojok.

"Woaaahhh kuda poni"

Seru Siwon menempelkan kepalanya di antara terali-terali, dua bocah di sisi kiri dan kanannya pun melakukan hal sama sebelum Changmin kembali melompat lompat kecil lalu meringkik, menirukan sang koda poni yang malah terdiam kala mendengar suara ringkikan Changmin. Kyuhyun terdiam sebentar sebelum menarik lengan Siwon.

"Milip Ciwonnie.."

"Huh?"

"itu.. milip Ciwonnie.."

Siwon tertawa, Kyuhyun menunjuk kandang kuda lalu mengatakan jika si kuda poni mirip dengannya.

"Jinjaa? Hyung gagah seperti kuda itu eoh?"

Kyuhyun menggeleng. Dahi Siwon berkerut.

"Ciwonnie milip itu.."

Kyuhyun kembali menunjuk kandang kuda, Siwon memicingkan matanya , mengikuti arah telunjuk Kyuhyun sebelum wajahnya tertekuk.

"hihihihihihii" Kyuhyun terkikik sambil menutup mulutnya, Siwon berbalik meninggalkan kandang kuda dengan membopong Kyuhyun dan Changmin yang masih heboh dengan kikikannya.

Hhhhh.. mari kita lihat lebih jelas ke dalam kandang Si kuda poni, ada apa sebenarnya hingga Siwon sampai menekuk wajah tampannya? Eum, ada 2 ekor kuda di dalam, masing-masing berwarna coklat gelap dan putih, lalu 2 kandang kuda, beberapa jerami, tali kekang, batuan menumpuk, lalu papan reklame di sudut atas kandang. Ya hanya itu.

Eh, tunggu sebentar, papan reklame? Ah, itu dia. Disana, tepat di atas kandang kuda, terdapat papan reklame berukuran sedang dengan gambar kuda menampakkan gigi-giginya dan dengan mata membelalak. Hahahahha, sepertinya kita sudah tahu apa yang dimaksud Kyuhyun kecil.

Poor you Siwon.

...

Donghae melirik Kyuhyun dan Siwon bergantian, Kyuhyun yang asik memakan semangka sementara Siwon yang mengunyah apel dengan wajah tertekuk. Jangan lupakan Changmin yang setia disamping Kyuhyun, menggigit sepotong semangka milik Kyuhyun setelah namja Cho itu menyerahkan miliknya lalu mengambil semangka lainnya.

"Yak, Siwon, wae?"

Siwon hanya melirik Donghae sebentar lalu kembali merenungi nasibnya. Eunhyuk menoel-noel pipi Siwon.

"Wae?"

Siwon melirik kedua sahabatnya itu sebelum.

"Huaaaaaaaaaaaaa"

Para orang tua dan juga ChangKyu menoleh ke asal suara, dimana Siwon membuang apelnya lalu memeluk lututnya dan menangis kencang. Donghae dan Eunhyuk yang merasa menjadi penyebab juga mulai terisak kecil.

"Hei ada apa ini, anak-anak? Siwonnie? Kau kenapa sayang?" Eomma Choi memeluk anak tunggalnya, Donghae dan Eunhyuk masih di posisi sama walaupun kini ada Kyuhyun yang memeluk Donghae tapi pandangannya masih tertuju pada Siwon, Kyuhyun gemetar, hidungnya mulai memerah, alisnya pun sama.

"Cup cup cup, hei Kyunnie jangan menangis, Mr. Champ.. kau juga" Eomma Cho mengelus kepala anak bungsunya lalu mencubit pipi Donghae.

"Hiks.. hiks.. Mommy, Kyunnie.. hiks.. hiks.."

Sontak semua orang beralih menatap Kyuhyun, Siwon sendiri masih tergugu di pelukan Mommynya.

"Wae?"

"Kyunnie bilang hiks.. hiks.. Siwon seperti kuda hiks hiks"

Appa Choi tertawa, semetara Appa Cho dan orang tua Changmin menahan senyumnya.

"Bukankah kau memang dijuluki Kuda Siwonnie?"

"Huweeeee..."

Siwon semakin meratapi nasibnya. Kyuhyun mendekat lalu memeluk Siwon.

"Ciwonnie.. Mianhe.." Lirihnya, Siwon yang mendengar suara gemetar Kyuhyun, segera menghapus airmatanya, ia terlihat bodoh sekarang, namja yang selalu membanggakan ketampanannya malah sangat cengeng.

Siwon memeluk Kyuhyun erat. Mengecupi pipi gempal Kyuhyun hingga membuatnya memerah.

"Ciwonnie malah?"

Siwon menggeleng, ia sesenggukan sambil memeluk Kyuhyun, Eomma Choi mengusap pucuk kepala Kyuhyun, tersenyum hangat.

"Mianhe, Ciwonnie tidak cepelti kuda kok, Ciwonnie cepelti eum.. cepelti.."

Kyuhyun mengerucut, mencari ide, sementara Siwon masih mengucek matanya, menunggu Kyuhyun selesai berfikir.

"Cepeltiii... euuumm.."

"..."

"..."

"Ah, Cepelti ini Ciwonnie.."

Kyuhyun menunjuk sepotong semangka yang sedang digigit Changmin, dahi Siwon berkerut. Ia tidak mengerti.

"Cepelti cemangka, Kyunnie cuka cemangka, lacanya enaaakk nyam nyam"

Siwon mau tidak mau tertawa, mengundang para orang tua ikut tertawa. Kyuhyun kecil tersenyum lebar di depan Siwon, sebelum melompat-lompat, ia kembali mengambil sepotong semangka, memasukkannya ke dalam mulut hingga pipinya menggembung.

"kyunnie.. kyunnie.."

Changmin mendekat.

"Kyunnie juga cepelti itu.."

Kyuhyun mengikuti telunjuk Changmin yang mengarah ke kotak bekal makan siang mereka, sebuah makanan bulat, putih dan berukuran sedikit besar terlihat disana.

"Kyunnie cepelti bakpao, benal kan Ciwonniee?" Changmin menarik-narik lengan Siwon, Siwon menggeleng kecil. Sementara itu Kyuhyun sendiri sudah tidak bergerak, tidak bersuara lagi, semua orang menatap curiga namja kecil bertubuh gempal itu khawatir, takut takut jika..

"Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa"

Ya, takut jika bocah itu menangis.

"Kyunnie tidak cepelti bakpao, Kyunnie tidak genduuuut huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa"

Tangis Kyuhyun pecah, mulut penuhnya terbuka membuat semangka-semangka yang belum sempat ia kunyah terjatuh di lengan Siwon yang memeluknya.

"Yak! Bocah nakal!" Siwon menarik telinga Changmin sedikit keras. Wajah bocah bergigi ompong itu memerah sebelum..

"Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa"

.. menangis juga.

"SIWONNIEEE!"

...

Hhhhh, sepertinya mereka harus menenangkan tangisan dua bocah yang bisa dikatakan tidaklah mudah, belum lagi nyawa Siwon sedang dalam bahaya di depan kakak kedua bocah malang itu.

Hhh.. poor you Siwon.

END

Hai hai hai, ketemu lagi dengan qai..

Setelah lama bikin ff ini luntang lantung gak jelas, akhirnya qai bisa lanjutin lagi *senangnyaaa*

Sebenarnya idenya bisa ambil dimana aja, tapi menyusunnya buat dapat feel itu loh yang sulit, qai pengen semua ff qai itu bisa bikin orang-orang yang membacanya 'tersedot' kedalam dan ngerasain juga. Hehehehehe

So, kritik saran dibuka

Thanks a lot udah mau nunggu ff ini lanjut yaa... qai terharu banget

LOVE

Qai.