Harvest MoonSTER: Friends of Monster Town

Disclaimer: I don't own Harvest Moon, just this fic only.

Chapter 9: Untukmu

"ZHAAT" Jack memotong Rumput hitam yang menarik kakinya dengan kapak.

Sebuah akar muncul dari tempat Rumput hitam, mengarah dengan cepat ke Jack dan menggoreskan luka di mukanya. Jack terpental jauh, akar Rumput hitam kembali mengincarnya. Dengan cepat kapak di tangan Jack memotong akar tersebut. Tapi beberapa akar muncul kembali dan meluncur ke arah Jack.

"ZRAAT!" Semua akar terpotong oleh kapak Jack tepat sebelum akar-akar tersebut mengenai Jack.

"ARRGGH!" Sebuah akar besar menyerang Jack dari bawah membuat Jack menghantam atap gua.

"Hahaha! Kena kau!" teriak Jack senang.

Jack melayang cepat ke bawah, kapaknya membelah akar besar yang tadi menyerangnya. Tanah gua bergetar keras, retakan terjadi di mana-mana dan tepat ketika Jack menyentuhkan kakinya, lantai gua runtuh. Dengan cepat tangan Jack berpegangan pada akar yang telah terbelah menjadi dua.

Setelah runtuhan lantai gua berhenti, tampaklah monster sebenarnya yang menyerang Jack. Sebuah semak-semak yang penuh dengan rumput hitam dan akar.

"SYUUUT!" Sebuah akar mengarah ke Jack, Jack melompat ke arah dinding lalu memantul ke arah semak-semak.

"ZRAAAKKK!" Kapak Jack membelah semua rumput dan akar yang ada di depannya.

Jack mundur, mengambil cangkul yang berada di belakangnya lalu berlari ke semak-semak yang telah mengarahkan puluhan rumput hitam dan akar ke Jack.

"ZRASH!" Jack melempar kapaknya dan membelah semua rumput di depannya dan dengan cangkulnya menghantam semua akar yang mengganggu.

Jack semakin mendekati semak-semak mencari titik yang ampuh untuk melancarkan serangannya. Semak-semak membuka mulutnya mengeluarkan ratusan akar kecil ke Jack. Jack tak bisa menghindar, tubuhnya kini terjerat akar. Semak-semak menggerakkan akarnya sehingga membuat Jack menghantam dinding gua dengan cepat lalu melemparnya ke atas dan membantingnya.

Entah berapa darah segar yang dimuntahkan Jack kini tubuhnya tidak bisa digerakkan sama sekali. Pengelihatannya mulai tidak jelas, samar-samar dia melihat lobak berwarna merah berada di dekatnya.

Sebuah akar meluncur ke arah Jack bersiap menghabisi nyawanya.

"ZRAACK" Serangan akar terhenti tepat setelah Jack meninjunya.

Tanpa menunggu lama Jack berlari mengambil cangkulnya, serangan akar dan rumput hitam tak henti-hentinya menyerangnya tapi semuanya dapat dihindari oleh Jack. Jack menggali tanah di sekilingnya sambil tetap menghindari serangan semak-semak.

Jack berlari dengan cepat menuju semak-semak lalu menghantamkan cangkulnya bertubi-tubi. Serangan Jack sama sekali tidak mempan, semak-semak balas menyerang dengan akarnya. Jack terpental setelah dihajar dengan keras oleh akar semak-semak, Jack memegang akar semak-semak tepat sebelum ditarik kembali membuatnya meluncur dengan cepat ke semak-semak.

Semak-semak membuka mulutnya lebar, Jack melemparkan sesuatu yang langsung melayang masuk ke mulut semak-semak dan dengan cepat Jack melepaskan pegangannya pada akar semak-semak. Jack berlari menjauhi semak-semak yang menyerangnya dengan puluhan akar dan ratusan rumput hitam dan tepat sebelum semua serangan mengenainya Jack masuk ke dalam lubang yang digalinya tadi yang ternyata sebuah tangga turun.

"DUAAAARRHH!" Ledakan keras terjadi, gua berguncang dengan keras dan dalam beberapa detik berhenti.

Jack keluar dari lubang yang digalinya.

"Rasakan Junk ore yang kulempar tadi! Gak akan ada tumbuhan yang mampu memakan sampah seperti itu! Hahaha." tawa Jack senang. "Hey, itu dia benda yang kucari!"

-x-

Hari sudah malam ketika Jack keluar dari dalam gua, dia keluar dengan cara memanjat dinding gua karena atapnya hancur akibat ledakan keras. Jack baru menyadari kalau hari sudah malam, dia ingin segera pulang tetapi Jack memutuskan untuk berendam di air panas yang tadi siang dipakai oleh Barley.

Setelah berendam Jack merasakan seluruh tubuhnya terasa segar dan seluruh lukanya sembuh meski tidak semuanya, ternyata air panas dapat menyembuhkan lukanya dan itulah alasan mengapa Kucing besar bisa sembuh dengan cepat.

Jack lalu meninggalkan pemandian air panas dan berancana untuk pulang ke Inn tapi singgah dulu ke Rumah Claire untuk memastikan majikannya itu baik-baik saja.

"Tok! Tok! Tok!" Jack mengetuk pintu rumah Claire, menunggu apakah pemiliknya sudah tidur atau belum.

Setelah lama menunggu, Jack akhirnya memutuskan untuk pulang karena Claire sudah tidur. Baru beberapa langkah tiba-tiba pintu rumah Claire terbuka, Jack menengok.

"Siapa yah?" tanya Claire dari balik sambil mengucek-ngucek matanya.

"Ini aku, Jack," jawab Jack pelan.

"Hmm.." Claire diam sesaat dengan muka yang masih ngantuk. "Ah Jack!" teriak claire yang mendadak membuka matanya.

"Iya, lama nih sadarnya, huh," kata Jack lalu mengelus rambut Claire yang pirang.

"Hehehe, maaf tadi habis tidur sih," ujar Claire malu-malu.

"Ah, berarti saya ganggu yah. Maaf,"

"Eh, gak kok! Gak ganggu beneran! Malah seneng."

"Hah?"

"Ah, gak apa-apa, hehe. Eh, eh tadi darimana ajah? Aku cariin!"

"Tadi pas siang kan dah bilang pengen ke gua dekat air terjun. Memang kenapa?"

"Ah iya lupa! Hee, gak apa-apa kok, cuma.."

"Cuma apa?"

"Cuma.. Ah iya bentar."

Claire masuk ke dalam rumahnya dan mengambil sesuatu, sebuah bungkusan.

"Ini untukmu Jack, hehe," kata Claire sambil menyerah bungkusan yang dibawanya.

"Iya, makasih. Wah apa isinya?" tanya Jack penasaran.

"Eh jangan dibuka dulu! Ntar ajah kalau udah di Inn tuh! Yah? Yah?"

"Iyaah. Ya udah kalau gitu aku pulang dulu."

"Iya.."

Jack lalu pergi tapi belum jauh Claire memanggilnya.

"Jack tunggu!"

"Eh, kenapa Claire?"

"Jangan benci aku yah.."

"..., iya! Gak bakal kok! Tenang ajah, hehe."

"Iya, kalau gitu cepetan pulang. Hati-hati di jalan! Daah!"

"Iya!"

"BLAAM" Pintu rumah Claire ditutup.

"Huh, dasar cerewet," gumam Jack. "Tapi manis dan cantik juga sih, hehe."

-x-

Jack masuk ke dalam kamarnya yang ada di lantai 2, terlihat Cliff dan Gray yang sudah tertidur pulas. Tak sengaja Jack melihat kalender yang ada di dinding kamarnya, tak terasa sudah dua minggu dia berada di kota mineral. Besok adalah hari ke 15-nya. Sebelum Jack tidur, dia membuka bungkusan yang diberikan Claire tadi.

"Wah asyik! Kue coklat!"

Bersambung.

Wah ini benar-benar chapter terjelek :'(
Silahkan kritik dan flames-nya ditunggu.