.
Dear diary,
Sudah kuputuskan aku akan tetap mencantumkan 'dear diary' setiap kali mulai menulis.
Kepalaku masih terasa pusing akibat terkena lemparan bola saat jam pelajaran olahraga. Sebenarnya Kiba tidak sengaja melemparkan bola ke arahku. Pada awalnya ia berniat melemparkan bola ke arah Lee, hanya saja lemparannya meleset dan mengenai kepalaku.
Setelah melihatku terjatuh, Kiba langsung meminta maaf padaku. Aku menerima permintaan maafnya karena Kiba memang tidak sengaja dan terlihat sangat menyesal. Sakura langsung menceramahi Kiba sedangkan Tenten dan Ino mengajakku ke UKS untuk mengobati keningku yang memerah.
Sebelum aku pergi aku sempat melihat ke arah Naruto untuk memastikan apakah ia mengkhawatirkanku. Aku sedikit merasa kecewa karena ia tidak melihat ke arahku dan justru bercakap-cakap dengan Choji. Aku sempat memarahi diriku sendiri yang begitu bodoh dan masih mengharapkan perhatian dari Naruto.
Ketika aku memalingkan wajah, mataku tidak sengaja melihat ke arah Sasuke. Aku sangat terkejut ketika mata kami bertemu. Aku tidak tahu mengapa aku langsung membuang muka. Kuharap Sasuke tidak marah dan tersinggung dengan kelakuanku tadi.
Hanabi mencoba memasak makan malam lagi. Ia menolak saat aku menawarkan bantuan. Hanabi mengatakan kali ini ia mengikuti resep di internet dan bukannya berinovasi sendiri seperti yang ia lakukan saat memasak healthy pasta dulu.
Untuk pertama kalinya Hanabi berhasil memasak makanan yang bisa dimakan. Meskipun sup yang dibuatnya terasa sedikit hambar kami tetap memakannya sebagai bentuk dukungan untuk Hanabi. Selain sup, Hanabi juga membuat ayam goreng. Meskipun sedikit gosong, rasanya masih lumayan. Melihat kami memakan masakannya Hanabi tersenyum senang. Ia berkata mulai saat ini ia akan serius belajar memasak.
Malam ini langit terlihat cerah. Aku bisa memandangi bulan dan bintang dengan jelas dari jendela kamarku. Malam ini mungkin aku akan tidur larut. Aku ingin menyelesaikan merajut syal untuk Otou-san. Semoga saja Otou-san menyukainya.
.
