Ry: Chapter 9 update… Sebelum masuk cerita kita bales review chapter sebelumnya…^^

Violet-Yukko: Tenang aja fic ini sudah direncanakan akhirnya Happy Ending… ^^ Dan soal siapa yang dijodohkan dengan Sakura silahkan baca chapter ini. Ini udah aku update semoga suka.

Merizca Lee: Halo Merizca, terima kasih mau baca fic gaje ini dari awal… Dan Ry ucapkan selamat bergabung di FFN…^^ Kalau mau tahu siapa yang dijodohkan sama Sakura silahkan baca chapter ini….XD

faricaLucy: Iya nih seluruh orang tua mereka kumpul tuh, tapi kayaknya mereka belum dijodohin deh….*Author Stress*

norii-chan13: Kalau Sasuke memang jodoh Sakura kan pairingnya dari awal SasuSaku. Ini udah aku update semoga suka.^^

Yuuki Aika UcHiHa: Kalau mau tahu mereka dijodohin atau nggak baca chapter ini….^^ Ini udah aku update semoga suka.^^

Kazuki Namikaze: Kalau mau tahu mereka dijodohin atau nggak dan siapa yang dijodohin sama Sakura baca chapter ini….^^ Ini udah aku update semoga Kazu-Chan suka.^^

Umu Humairo Cho: Oke akan kami perbaiki…^^ ini udah aku update semoga tidak mengecewakan.^^

Miki Yuiki Vessalius: Ini udah aku update semoga suka.^^

Ai yura: Ini udah aku update semoga suka.^^

Cherry Blossom Phantomhive: Kalau mau tahu baca chapter ini oke….^^ Ini udah aku update semoga suka.^^

d3rin: Iya tuh, padahal Sakura masih kecil….XD Oke, semoga chapter ini makin membuat kamu penasaran….^^

Leader Kimmi: Hai Kimmi …^^ Terima kasih pujiannya Author jadi merah nih mukannya…XD Oke, Ry usahain deh untuk konfliknya…. Ini udah aku update semoga suka.^^.

miss blue-chan: Maunya Ry nih cerita sebentar lagi tamat tapi karena masih banyak rahasia yang belum terkuak fic ini belum bisa tamat dalam waktu dekat… Kalau mau tahu siapa yang dijodohin dengan Sakura baca chapter ini…. Ini udah aku update semoga suka.^^

Chie Akane Etsuko: Ini udah aku update semoga suka.^^ dan untuk jawaban pertanyaan nya nanti akan dijelasin sama Temari diakhir chapter ini….^^

Hiru'Na' Fourthok'og: Sama-Sama… Boleh saja, Ry akan menjawab seluruh pertanyaan Na… Untuk masalah GaaSaku nanti akan dijawab oleh Gaara diakhir chapter ini… Untuk siapa yang dijodohin sama Sakura silahkan baca dichapter ini…^^

Ritardando Stanza Quint: Hai Quint, untuk masalah Temari nanti akan dijawab oleh Sakura diakhir chapter ini… Hahaha, kemaren Ry lagi kebayang adegan Kisu di Twilight jadinya gitu deh….XD

RestuChii SoraYama: Arigatou udah bilang fic Ry keren…*Terharu* Ini udah aku update semoga suka.^^

Uchiha Hime Is Poetry Celemoet: Ini udah Ry panjangin semoga masih bersedia membaca fic gaje ini…. Kalau mau tahu yang dijodohin sama Sakura silahkan baca chapter ini….^^ Ini udah aku update semoga suka….^^

Kudo Widya-chan Edogawa: Iya SasuSaku so sweet banget, Author aja iri bacanta….XD Kalau mau tahu yang dijodohin sama Sakura silahkan baca chapter ini….^^ Ini udah aku update semoga suka….^^

Lin Narumi Rutherford: Kalau mau tahu yang dijodohin sama Sakura silahkan baca chapter ini….^^ Ini udah aku update semoga suka….^^

Laura Pyordova: Gak apa-apa kok, kan Laura udah review di chapter selanjutnya. Ampun mbak jangan bunuh Ry…*Angkat tangan ngeliat pisau ditangan Laura* Ini udah aku update semoga suka….^^

Daiyaki Aoi: Arigatou untuk pujiannya, itu membuat Ry semangat…^^ Iya tuh kisunya so sweet banget, coba Ry ada disitu bisa Ry foto untuk ngancem Sasuke….XD *Gila* Ini udah aku update semoga suka.

Ry: Oke nggak usah lama-lama Let us begin the story…..^^

"Hell Boys and Heaven Girls"

Disclaimer: Saya bukan pemilik Naruto, Naruto masih jadi milik 'Masashi Kishimoto'.

Rated: T 'aman untuk dikonsumsi'

Pairing: SasuSaku dan empat pairing lainnya.

Genre: Kali iniRomance and Friendship.

Warning: OOC, AU, Miss Typo(s), abal, gaje, alur kacau.

Chapter 9:

Bandara Internasional Sunagakura 08.45 AM

Hell Boys dan Heaven Girls (minus Sakura) keluar dari pintu kedatangan luar negeri.

"Akhirnya sampai juga di Suna." Kata Ino meregangkan tangannya yang terasa penat karena kebanyakaan duduk.

"Jadi, kita langsung ke hotel tempat Kepala Sekolah kalian menginap?" Tanya Temari memandang Hell Boys.

"Ya, lagi pula 15 menit lagi jam 9." Kata Shikamaru melihat jam dipergelangan tangannya.

"Berarti kita harus cari Taxi sekarang." Kata Tenten.

"Tidak perlu, sepertinya Kepala Sekolah sudah mengirimkan kita mobil jemputan." Kata Neji memandang sebuah mobil jeep berwarna hitam mengkilat yang terparkir didepan mereka.

Mereka pun melihat kea rah yang dilihat oleh Neji.

'Norak.' Batin mereka bersamaan melihat mobil jeep tersebut. Sebenarnya mobil jeep itu bagus, keren malah tapi spanduk panjang yang terikat dimobil itu benar-benar membuat jeep itu terlihat norak. Spanduk itu bertuliskan 'SELAMAT DATANG NEJI, SASUKE, NARUTO, SAI, SHIKAMARU' dengan lukisan tangan wajah 5 orang itu di sudut kanan bawah. Heaven Girls berusaha menahan tawa mereka melihat lukisan itu karena mendapat tatapan tajam dari Hell Boys.

Mereka berjalan menuju jeep itu dan ketika mereka sampai didepan jeep itu, pintu kemudi jeep terbuka. Dapat dilihat seorang lelaki yang pakaian dan celananya berwarna hijau lumut, berambut mangkok, beralis tebal berjalan kea rah mereka.

"Selamat datang di Suna." Kata orang itu sambil tersenyum dan memperlihatkan giginya yang bersinar karena tertimpa cahaya matahari.

"Terima kasih, Gai-Sensei tapi apakah kau bisa membuka spanduk (norak) itu sekarang." Kata Neji melihat orang yang bernama Gai itu dan menunjuk spanduk yang terpasang dimobil.

"Kenapa? Padahal aku sudah membuatnya dari pagi karena Kepala Sekolah memintaku menjemput kalian." Kata Gai dengan wajah lesu.

"Karena spanduk itu no-…" Belum sempat Naruto menyelesaikan kata-katanya Shikamaru sudah menutup mulutnya membuat Gai bingung

"Karena kami tidak bisa naik ke mobil kalau spanduk itu masih disana." Kata Sai.

"Ooh, baiklah." Kata Gai yang segera membuka spanduk (norak) itu.

Hell Boys bernafas lega melihat spanduk norak itu dilepas.

"Siapa dia?" Tanya Hinata karena penasaran dengan orang yang bernama Gai itu.

"Dia Maito Gai, guru olahraga di Hakuba sekaligus supir pribadi Kepala Sekolah kami. Dia selalu bersemangat disaat kapanpun." Kata Neji melihat Gai yang masih membereskan spanduk.

"Mirip Naruto donk." Kata Hinata.

"Enak saja, aku memang bersemangat tapi aku tidak berkelakuan norak." Kata Naruto kesal.

"Selesai, ayo kita pergi ke hotel sekarang. Bisa gawat kalau kita terlambat." Kata Gai yang sudah selesai membereskan spanduk nya.

Mereka pun masuk ke mobil jeep tersebut dan mobil itu berjalan meninggalkan bandara dan menuju ke Hotel Kazekage tempat Kepala Sekolah Hakuba menginap. Tidak memakan waktu lama mereka sudah tiba di hotel tepat jam 9 dan segera masuk hotel itu.

"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Resepsionis ketika sembilan oranng itu berdiri didepan mejanya.

"Kamar Senju Tsunade dilantai berapa?" Tanya Neji mewakili teman-temannya.

"Sebentar…" Kata Resepsionis itu mencari data tsunade.

"Kamar dilantai 8 nomor 815."

"Oke… Terima kasih." Kata Neji pergi menuju lift diikuti yang lainnya.

oOo

TING

Lift terbuka dilantai 8 hotel itu dan dengan segera mencari kamar nomor 815. Ketika kamar itu ditemukan, Sasuke maju untuk mengetuk pintu itu.

TOK TOK TOK

"Siapa?" Tanya suara dari dalam kamar itu.

"Tsunade-Sama, ini saya Sasuke." Kata Sasuke dengan nada sopan.

Tidak beberapa lama pintu terbuka dan terlihatlah seorang wanita berambut pirang.

Nama: Senju Tsunade

Umur: 50 tahun tapi penampilan seperti berumur 30 tahunan

Jabatan: Kepala Sekolah Hakuba

Data diri: Wanita yang sifatnya sangat mirip dengan Sakura. Selalu melipahkan tugasnya pada asisten kepercayaannya.

"Masuklah." Perintah Tsunade.

Hell Boys dan Heaven Girls masuk ke kamar itu dan duduk di sofa yang ada diruangan itu.

"Jadi bagaimana perjalanan kalian?" Tanya Tsunade sambil duduk di sofa yang kosong.

"Biasa saja, bisakah anda katakan sekarang untuk apa meminta kami kemari? Dan kenapa orang tua kami bisa berkumpul disini?" Tanya Sasuke tanpa basa basi.

"Seperti biasanya kau tidak pernah sabar, Uchiha. Sebelum aku menjelaskan kenapa aku meminta kalian kemari, sebaiknya aku memperkenalkan diri kepada 4 orang cewek didepanku ini." Kata Tsunade melihat Heaven Girls.

"Perkenalkan aku Senju Tsunade, Kepala Sekolah Hakuba. Maaf baru sekarang bisa bertemu langsung dengan kalian. Kalian dari Cherry Blossoms High School bukan? Dan kemana satu orang lagi, dari data yang dikirim sekolah kalian bukannya kalian berlima?" Tanya Tsunade.

"Senang bertemu anda Tsunade-Sama, perkenalkan aku Temari, ini Ino, Hinata, dan Tenten. Benar kami dari Cherry Blossoms High School. Kami memang berlima tapi satu orang yang merupakan Ketua Osis kami sudah kembali dulu ke Suna karena ada urusan keluarga." Kata Temari mewakili teman-temannya.

"Oh, baiklah kalau begitu. Kita langsung ke inti permasalahan kenapa aku meminta kalian kemari. Sebenarnya ini permintaan orang tua kalian, katanya mereka akan mengadakan reuni hari ini dan ingin memperkenalkan kalian. Tapi mereka tahu kalian pasti tidak mau ke pesta reuni ini, makanya mereka meminta ku untuk menyuruh kalian kesini, karena kalian tidak bisa membantah perintahku." Jelas Tsunade dan membuat Hell Boys kaget.

"Apa orang tua kami juga?" Tanya Heaven Girs bersamaan.

"Tentu saja, kalau tidak aku tidak akan mungkin meminta kalian kemari juga kan." Kata Tsunade sambil tersenyum dan rasa kaget juga dirasakan Heaven Girls.

"Hah.. Orang tua kurang kerjaan." Kata Hell Boys dan Heaven Girls bersamaan.

"Sudahlah lebih baik kalian bersiap-siap orang tua kalian akan tiba di sini jam 12 siang nanti." Kata Tsunade.

"Kami tidak membawa baju formal satupun." Kata Ino sambil melihat Tsunade.

"Tenang saja, orang tua kalian sudah menyiapkan baju-baju kalian di kamar-kamar yang ada di lantai ini. Oh ya, hampir aku lupa." Kata Tsunade yang langsung memegang telepon yang ada di meja kecil disebelah sofanya dan menghubungi seseorang.

"Kalian bisa kemari sekarang…" Perintah Tsunade dengan nada tegas.

Tidak lama, pintu kamar itu diketuk dan masuklah orang-orang yang sangat dikenal oleh 9 orang yang ada disana sebagai pelayan-pelayang pribadi mereka.

"Kalian akan dibantu bersiap-siap oleh mereka. Jadi segeralah bersiap." Perintah Tsunade.

Hell Boys dan Heaven Girls tidak membantah, mereka berjalan meninggalkan kamar Tsunade dan menuju kamar yang ditunjuk oleh pelayang-pelayan mereka.

oOo

Hell Boys dan Heaven Girls duduk disalah satu meja di restaurant hotel yang sepi sepertinya restaurant ini sudah dibooking untuk acara reuni orang tua mereka.

"Berapa lama lagi kita harus menunggu? Mereka(orang tua) itu seharusnya sudah ada disini 15 menit yang lalu." Kata Naruto melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 12.15 PM.

"Kita tunggu saja 5 menit lagi kalau mereka tidak datang juga, aku akan pergi untuk bertemu dengan Sakura." Kata Ino sambil menyandarkan badannya di kursi.

Tidak sampai 1 menit, pintu restaurant terbuka dan masuklah orang yang mereka tunggu sedari tadi. Mereka berdiri untuk menyambut orang tua mereka yang sudah datang kecuali Temari karena tidak melihat ayahnya di sana.

"Hai anakku." Kata orang tua mereka melihat anak-anak mereka.

"Kaa-San… Tou-San." Kata mereka bersamaan kemudian berpelukkan dengan orang tua mereka.

Setelah acara peluk-pelukkan mereka saling memperkenalkan anak-anak mereka.

"Mana Rei?" Tanya Minato (ayah Naruto) entah kepada siapa.

"Tou-San belum datang, paling sebentar lagi datang." Kata Temari berdiri dari kursinya ketika mendengar nama ayahnya di sebut.

"Oh, kau putri Rei?" Tanya Minato.

"Ya, namaku Sabaku No Temari."

Ketika Temari selesai memperkenalkan diri, pintu restaurant kembali terbuka dan masuklah seorang lelaki yang umurnya kira-kira 40 tahunan.

"Tou-San." Temari menghampiri lelaki tersebut.

"Hai Rei." Sapa Minato.

"Hai Minato, apa kabar?" Tanya Rei sambil merangkul Minato.

"Baik, kau bagaimana? Sepertinya kau terlihat lelah, apa pekerjaan sebagai presiden terlalu berat?"

"Tidak juga, lumayan menyenangkan malah. Dan mana pasangan yang mengadakan acara reuni ini?" Rei mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan restaurant itu.

"Mereka belum datang, tadi sudah aku hubungi katanya mereka dalam perjalanan kemari." Kata Hyuuga Hiashi.

"Apa mereka membawa anak nya?" Tanya Rei.

"Entahlah…" Kata Hiashi.

"Kemungkinan mereka membawanya lagipula mereka yang minta kita membawa anak-anak kita kan." Kata Uchiha Fugaku.

"Semoga saja, aku sudah lama tidak melihat anak mereka terutama anak bungsu mereka." Kata Rei.

"Kenapa dengan anak bungsu ku, Rei?" Tanya sebuah suara dari orang yang sekarang berdiri di pintu restaurant yang terbuka.

"Ryu..." Kata Rei kaget melihat seorang lelaki berambut merah dan bermata hazel yang berumur sama dengannya.

"Hai Rei, Minato, Fugaku, Hiashi, Hizashi, Shikaku, Inoichi, Kazune (ayah Sai), dan Jun (ayah Tenten)." Sapa Ryu sambil tersenyum.

"Hai Ryu." Sapa 9 orang yang namanya disebut tadi.

"Lama tidak ketemu, mana istri dan anakmu?" Tanya Inoichi memeluk sahabat karibnya sejak sekolah menengah itu.

"Mereka sedang ke toilet sebentar, biasalah wanita." Kata Ryu sambil tersenyum.

"Berdandan?" Tebak Jun.

"Ya." Kata Ryu singkat.

"Sepertinya sejak menikah denganmu dia yang tomboy itu jadi feminim yah." Kata Kazune sambil senyum gaje ke Ryu. Sepertinya kita tahu sekarang dari siapa Sai mewarisi senyum-senyum gajenya.

"Jadi sebelum aku menikah, aku tidak feminim yah Kazune." Seorang wanita masuk ke restaurant hotel itu.

"Ti-tidak Hana, aku hanya bercanda." Kata Kazune berusaha santai tapi keringat dingin mulai timbul diwajahnya saat melihat aura gelap wanita yang baru masuk itu.

"Aku tidak yakin kau hanya bercanda." Kata wanita berambut soft pink dan bermata emerald yang dipanggil Hana tadi.

"Be- benar, a- aku tadi hanya bercanda." Kata Kazune terbata-bata.

Hana melihat Kazune tajam, baru saja dia akan menghajar Kazune kalau tidak mendengar suara putrinya.

"Kaa-San… Kau meninggalkan tas tanganmu." Kata suara yang berasal dari seorang cewek yang rambut dan matanya sama persis dengan Hana masuk ke restaurant itu.

"Astaga, terima kasih sayang." Kata Hana sambil mengambil tasnya dari putrinya itu.

Semua melihat kedua orang itu dengan ekspresi kaget.

"Ryu, itu putrimu?" Tanya Minato menatap anak yang sedang berbicara dengan Hana.

"Ya, itu putri tunggalku sekaligus anak bungsuku." Kata Ryu sambil tersenyum.

"Astaga, dia benar-benar mirip Hana waktu masih disekolah menengah. Benar tidak?" Tanya Kushina dengan kaget entah kepada siapa.

"Iya, benar-benar seperti melihat Hana waktu muda dulu. Sangat sangat mirip." Kata Mikoto melihat dua orang itu.

"Ryu, bagaimana caramu bisa bikin anak yang sama persis dengan ibunya begitu?" Tanya Fugaku.

"Itu R-A-H-A-S-I-A, nanti kalau kita kumpul lagi akan ku ceritakan. Tidak baik berbicara dengan topik itu didepan anak-anak yang sedang masa pubertas." Kata Ryu sambil menyeringai dan membuat para lelaki itu melihat anak-anak mereka dan membenarkan perkataan Ryu.

"Jadi siapa nama putrimu?" Tanya Jun mengubah topik pembicaraan.

"Namanya Sakura…. Akasuna Sakura tapi dia lebih sering memakai nama keluarga Hana sebelum menikah." Kata Ryu.

"Nama keluarga Hana dulu kalau tidak salah Haruno, berarti namanya Haruno Sakura. Benar?" Tanya Kushina.

"Ya." Kata Ryu membetulkan pertanyaan Kushina.

Hell Boys dan Heaven Girl(minus Temari yang mendengarkan) yang sedari tadi tidak peduli dengan pembicaraan orang tua mereka, tersentak mendengar nama 'Haruno Sakura'. Mereka mengalihkan pandangan mereka kepada orang yang namanya sama persis dengan sahabat mereka yang sedang ditatap oleh orang tua mereka. Dan mata mereka membulat melihat cewek yang mereka maksud adalah Sakura yang mereka kenal.

"SAKURA…" Teriak Ino, Hinata, dan Tenten bersamaan.

oOo

Sakura mengalihkan pandangannya kepada orang yang memanggil namanya dengan cara berteriak. Betapa terkejutnya Sakura melihat Ino, Hinata, Tenten, Temari, dan Hell Boys sedang memandangnya dari tengah restaurant itu. Tanpa banyak pikir lagi Sakura langsung menghampiri mereka dan meninggalkan ibunya yang masih terdiam.

"Sedang apa kalian disini?" Tanya Sakura tanpa bisa menyembunyikan nada kaget dari suaranya.

"Seharusnya aku yang bertanya begitu, Sakura. Kau kembali ke Suna tanpa pamit dan sekarang muncul tiba-tiba disini." Kata Ino.

"Tentu saja aku disini karena menemani orang tua ku yang sedang reuni dengan teman-teman sekolahnya dulu."

"Orang tuamu?" Tanya Hinata.

"Iya, itu mereka." Sakura menunjuk seorang wanita yang mirip dengannya dan seorang lelaki yang berdiri disebelah ayah Temari.

"Jadi, kau anak dari Bangsawan Akasuna yah Sakura?" Tanya Tenten kaget melihat orang tua Sakura.

"Iya Ten, bukannya Ryu Jii-San sudah mengatakannya tadi kalau Sakura anaknya. " Kata Temari berdiri disebelah Sakura.

"Gomen Temari, aku tidak terlalu memperhatikan pembicaraan tadi." Jelas Tenten, sebenarnya Temari sudah tahu kalau teman-temannya tidak terlalu memperhatikan ketika orang tua mereka berbicara.

"Sudahlah, kalian belum menjelaskan kenapa kalian ada disini?" Tanya Sakura lagi.

"Alasan kami ada disini tidak jauh berbeda denganmu." Kata Sasuke sambil menatap Sakura.

Sakura langsung mengerti maksud perkataan Sasuke kemudian menatap seluruh orang dewasa yang juga sedang menatap mereka dengan ekspresi bingung.

"Sakura, kau mengenal mereka?" Tanya Tou-Sannya, Ryu dengan wajah bingung.

"Tentu saja Tou-San, mereka sahabat-sahabatku." Jelas Sakura dan membuat Ryu kaget.

"Kalian bersahabat?" Kali ini Rei yang bertanya.

"Tentu saja." Kata Heaven Girls dan Hell Boys bersamaan (Sepertinya mereka akan mulai bersahabat dari sekarang).

Hal itu tentu membuat kaget orang tua mereka. Dipikiran mereka terpikir hal yang sama 'kenapa kami bisa tidak tahu anak-anak kami bersahabat'.

"Tou-San bisa kah kita makan siang sekarang? Ini sudah jam 12.50 loh." Sakura menunjuk jam ditangan kirinya yang membuyarkan pikiran orang-orang dewasa itu.

"Tentu saja. Mari kita makan siang sekarang." Ajak Ryu kepada sahabat-sahabatnya menuju sebuah meja yang paling besar di restaurant itu.

Hell Boys dan Heaven Girls memilih meja yang jauh dari orang tua mereka.

oOo

Sakura memakan makanannya dengan anggun sehingga seluruh perhatian seluruh orang dimeja itu bukan tercurah kepada makanan mereka malah melihat Sakura makan.

"Kalian mau sampai kapan melihatku seperti itu?" Kata Sakura yang tidak suka melihat pandangan seluruh sahabatnya itu.

"Bagaimana kami tidak memandangmu kalau ini pertama kali nya kami melihat kau makan nya seanggun itu." Kata Ino.

"Aku jadi ragu, benarkah kau selama 8 tahun ini tidak berlaku sebagai bangsawan?" Tanya Temari yang tahu perilaku Sakura yang selalu melanggar aturan kebangsawanan.

"Memang ada yang salah, ini sudah kebiasaanku sejak kecil apabila makan direstaurant. Aku memang tidak terlalu menuruti peraturan keluarga tapi aku sudah diajari dari kecil untuk selalu bersikap anggun apabila sedang ada pertemuan keluarga atau pertemuan penting diluar rumah. Kalau makan bersama keluarga atau sahabat akrabku, aku tidak pernah seanggun ini. Sudahlah jangan bahas hal ini." Jelas Sakura.

"Baiklah, kalau begitu kapan kau akan balik ke Konoha? Kita masih harus menyiapkan pesta dansa yang tinggal 1 setengah bulan lagi." Kata Hinata.

"Entahlah aku juga tidak tahu, orang tua ku memintaku tetap disini sampai 2 minggu lagi." Kata Sakura dengan lesu.

"2 minggu lagi? Memangnya mereka mau kau melakukan apa?" Tanya Tenten.

"…"

Sakura tidak menjawab pertanyaan itu, terlihat diwajahnya keraguan untuk cerita atau tidak kepada teman-temannya.

"Perjodohanmu yah?" Sakura memandang Sasuke yang dengan santai menyebut masalah itu.

"Hn." Kata Sakura membetulkannya.

Dan seketika 8 orang lainnya menampakkan ekspresi terkejut diwajah mereka.

"Yang benar Sakura?" Tanya Hinata.

"Begitulah."

"Kenapa kau dijodohkan?" Tanya Tenten.

"Itu sudah tradisi setiap keluarga bangsawan apabila mereka mempunyai anak perempuan, mereka harus menjodohkannya dengan anak dari bangsawan lain." Jawab Neji mewakili Sakura yang sepertinya malas menjelaskannya.

"Dengan siapa kau dijodohkan, Sakura?" Tanya Shikmaru.

"Aku tidak tahu dia dari keluarga mana, yang kutahu dia bernama Kimimaro." Kata Sakura tanpa minat.

"Dari mana kau tahu namanya? Bukankah mereka akan memberi tahu namanya setelah pertemuan pertama kalian?" Tanya Sai.

"Aku mendengarnya tadi pagi ketika aku sampai di rumah dan melewati kamar orang tuaku dan tidak sengaja mendengar tentang perjodohanku dan nama Kimimaro selalu disebut di pembicaraan mereka."

"Kau salah dengar kali, Sakura." Kata Naruto dengan santai.

"Aku juga berharap aku salah dengar tapi aku mendengar mereka juga menyebut nama itu sepanjang perjalanan ke sini." Kata Sakura kesal.

"Kau sudah mencoba menolak perjodohan ini belum Sakura?" Tanya Temari.

"Bagaimana aku mau menolak, kau kan tahu bagaimana keras kepalanya Tou-San."

"Masa tidak ada satu orang pun yang bisa membuat Tou-San mu berubah pikiran." Kata Sasuke terdengar nada kesal disuaranya.

"Sepertinya tidak ada… Eh, tunggu aku tahu siapa yang bisa merubah pikirannya itu." Kata Sakura seperti teringat dengan seseorang yang bisa menyelamatkannya dari perjodohan gila ini.

"Siapa?" Tanya sembilan orang lainnya bersamaan.

"Kakakku."

"Maksudmu Gaara?" Tanya Temari.

"Bukan, kau ingat dengan kakak pertamaku kan?" Tanya Sakura balik dan membuat Temari berpikir sebentar dan kemudian dia tersenyum setelah mengingat siapa yang dimaksud Sakura. Sedangkan yang lainnya hanya diam tanda tidak mengerti.

"Aku ingat, yang kau maksud Akasuna Sasori kan? Anak pertama dari keluarga Akasuna dan pewaris utama Akasuna Corp dan beberapa hotel milik keluarga Akasuna. Cucu kesayangan Presedir Akasuna Corp, yang hampir seluruh perkataannya selalu dituruti." Jelas Temari.

"Yah, hanya Sasori Nii-Chan yang bisa membuat Tou-San membatalkan perjodohan gila ini. Tapi sayang Sasori Nii-Chan tidak sedang berada di Suna sekarang." Kata Sakura dengan lesu.

"Memangnya dia dimana sekarang?" Tanya Sasuke.

"Mengurus perusahaan gabungan yang didirikannya bersama teman-temannya di Athena, Yunani. Dan tidak mungkin aku bisa menemuinya ke sana kalau orang tua ku tidak mengizinkan." Sakura menekukkan wajahnya, sepertinya dia harus pasrah menerima takdir untuk dijodohkan dengan orang yang tidak dikenalnya.

oOo

SASUKE POV

Aku melihat Sakura menekukkan wajahnya dan dapat dilihat diwajahnya kalau dia sudah pasrah menerima takdir untuk di jodohkan dengan lelaki yang tidak dikenalnya. Aku tidak suka melihatnya pasrah begitu. Dan aku sangat kesal melihatnya pasrah dijodohkan seperti itu.

Entah kenapa hatiku sakit, melihatnya seperti ini. Aku lebih suka melihatnya marah-marah padaku dari pada melihatnya sedih seperti ini. Tiba-tiba pikiranku kembali ke kejadian semalam sebelum Sakura meninggalkan Konoha aku berjanji akan menjemput Sakura yang ada di Suna dan dalam sehari janji itu terkabul yah walau belum terkabul seutuhnya karena aku belum bisa membawanya kembali ke Konoha gara-gara masalah perjodohan ini.

Tiba-tiba sebuah ide gila terlintas di otak jenius ku, rencana yang akan membuat Sakura menemui kakaknya dan membatalkan perjodohan ini.

'Semoga saja ini berhasil, apabila tidak berhasil tidak ada cara lain selain menculiknya dari keluarganya dan menikahinya saat itu juga. Karena sejak Sakura menciumku dia sudah menjadi milik ku, Uchiha Sasuke. Dan sebagai Uchiha aku tidak akan pernah memberikan yang sudah menjadi milikku kepada orang lain.' Batinku.

Aku pun menyeringai dan aku segera mengambil handphoneku kemudian mengetik SMS berisi rencana ku dan mengirimnya.

Beberapa saat aku mendengar ponsel Naruto, Sai, Shikamaru, dan Neji berbunyi tanda SMS yang dikirimku sudah sampai kepada seluruh anggota Hell Boys. Ku lihat mereka membaca SMS itu sebentar kemudian terlihat seringai tipis dibibir mereka saat menatapku sambil menganguk tanda mengerti.

"Sakura, kau tenang saja. Kau akan segera menemui kakakmu itu." Kataku membuat seluruh anggota Heaven Girls melihatku.

"Bagaimana caranya? Kalau kita kabur dan pergi dengan pesawat sekarang itu percuma pasti orang tuaku akan membatalkan seluruh penerbangan untuk mencegatku." Sakura memandangku dengan frustasi.

"Kalian tenang saja, yang penting kalian mau atau tidak mengikuti rencana kami tanpa protes?" Kulihat Naruto menatap tajam seluruh anggota Heaven Girls.

"Baiklah, tapi kau yakin rencana kalian akan berhasil membawaku ke Yunani?" Tanya Sakura sediit ragu.

"Hn, aku jamin." Kataku datar tapi meyakinkan.

"Baiklah aku ikut." Sakura akhirnya menyetujuinya.

"Kami juga." Kata anggota Heaven Girls lainya menyetujuinya.

Aku dan anggota Hell Boys lainnya menyeringai bersama, mengingat sebentar lagi kami akan melakukan hal yang berbau kriminalitas.

Sebenarnya rencana apa yang direncanakan oleh Sasuke? Dan berhasilkah mereka menemui Sasori? Kita tunggu di chapter berikutnya.

oOo To Be Continued oOo

Rin: Hai Minna…^^ Lama nggak ketemu, Rin baru balik nih dari Hibernasi dan menggantikan Rin yang lagi Drop gara-gara kebanyakan makan pas lebaran kemaren dan belum sembuh sampai sekarang… Dan Rin mewakili Ry mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon maaf lahir dan batin*Readers:Telat*

Oke kita untuk pertanyaan Chie Akane Etsuko yang menanyakan Gaara dan Temari itu sama-sama bangsawan Suna kan? Lalu, kenapa Gaara -yang kakaknya Sakura- diangkat sama ayahnya Temari? Akan dijawab oleh Temari.

Temari: Keluargaku petinggi Suna bukan bangsawan Suna. Alasan kenapa Gaara diangkat menjadi anak oleh keluarga Sabaku karena semenjak Tou-San menjadi Presiden di Suna, perusahaan terbengkalai tidak ada yang meneruskan. Aku tidak bisa menerukan perusahaan karena aku seorang wanita sedangkan peraturan perusahaan mengharuskan pemimpin harus lelaki, sebenarnya aku punya adik kandung lelaki tetapi dia tidak terlalu suka yang namanya bekerja diperusahaan, makanya Tou-San meminta tolong salah satu bangsawan Suna yang merupakan sahabatnya dulu, dan mereka mengizinkan kami mengakat anak kedua mereka yaitu Gaara dan Gaara setuju sejak itu dia mengurusi perusahaan sambil bersekolah sampai sekarang.

Ry: Pertanyaan selanjutnya dari Hiru'Na' Fourthok'og yang menanyakan Gaara dan Sakura kan anak bangsawan? Kenapa orang tua Sakura mengizinkan Gaara diangkat anak oleh petinggi Suna sedangkan Sakura tidak boleh pergi meninggalkan rumah? Akan dijawab oleh Gaara.

Gaara: Iya kami anak bangsawan, untuk alasan kenapa aku diizinkan diangkat anak itu sudah dijawab Temari Nee-Chan diatas. Sakura tidak boleh meninggalkan rumah karena itu sudah salah satu aturan yang berlaku pada para putri bangsawan. Mereka hanya boleh keluar rumah untuk bersekolah dan itu berlaku sampai mereka dinikahkan oleh orang yang dijodohkan dengan mereka.

Ry: Pertanyaan Terakhir dari Ritardando Stanza Quint yang menanyakan GaaSaku itu bangsawan Suna, Temari itu apa? Dijawab Sakura.

Sakura: Temari itu anak petinggi Suna. Petinggi dan Bangsawan Suna itu berbeda, Petinggi adalah mereka yang hanya mempunyai kekuasaan sementara dan bisa saja digantikan oleh orang lain yang tidak sedarah dengannya, sedangkan bangsawan adalah mereka yang mempunyai kekuasaan tetap apabila mereka sudah pensiun mereka akan digantikan oleh anak atau cucu(keturunan) mereka.

Rin: Aku minta maaf lw ceritanya rada gaje, soalnya lagi gak ada ide….m(_ _)m Oke akhir kata bagi Authors and Readers 'PLEASE REVIEW'