LOVE oh LOVE
By kimyhoney
Cast : Yewook,member SuJu
Rate : T
Ganre : Romance,hurt,drama,brothership
Summary : Ryeowook begitu takut akan kehilangan Yesung seperti dalam mimpinya. Ryeowook hanya tersipu malu ketika di goda oleh para member.
Chapter 9
Brakk.
Salah satu pintu kamar dorm lantai sebelas terbuka dengan keras, membuat sang pemilik kamar bangun dari tidurnya. Mengumpat pelan pada orang yang telah mengganggu tidurnya. Ia baru terlelap satu jam lalu dan kini harus terbangun dengan paksa ketika ada orang lain yang membuka pintu kamarnya dengan kasar. Yesung mengurungkan niatnya untuk mengumpat begitu tahu siapa yang membuka membuka pintu kamarnya dengan kasar. Yesung memandang namja mungil yang berjalan cepat kearahnya dengan linangan air mata.
"Hyung~~"
Grepp
Ryeowook menubruk tubuh Yesung yang masih terduduk di tempat tidur, menangis banyak-banyak dalam dekapan Yesung. "Wookie, kamu kenapa hemm?" tanya Yesung lembut. "Uljima Wookie." Yesung akhirnya membiarkan Ryeowook menangis dalam pelukkannya sampai puas, setelah usaha Yesung untuk menenangkannya gagal.
"Aku takut hyung, aku takut hyung pergi meninggalkanku, hiks." ujar Ryeowook di sela tangisnya.
"Bukankah hyung di sini sayang? Hyung tidak kemana-mana, apa yang kau takutkan sayang?" Yesung menangkupkan tangannya pada wajah Ryeowook, memandangnya dengan tatapan sayang. "Wookie mimpi buruk?" tanya Yesung memastikan. Ketika sekamar dulu, Yesung sudah sering melihat Ryeowook ketakutan ketika mimpi buruk. Ryeowook mengangguk pelan mendengar pertanyaaan Yesung. Benar Ryeowook mimpi buruk, sangat buruk bahkan. Dalam mimpi itu ia kehilangan Yesung, meninggalkannya dirinya sendirian.
"Dengar Wookie, itu hanya mimpi buruk. Lihatlah hyung sekarang, hyung baik-baik saja kan?"
Ryeowook menatap Yesung, menenangkan hatinya bahwa itu semua hanya mimpi buruk. Sebegitukah takutnya kau kehilanga Yesung eoh? Ya, Ryeowook sangat takut dengan mimpi buruk, mimpi buruk yang pernah di alaminya. Ketika bermimpi kedua orang tuanya pergi tanpa kembali, dan itu menjadi kenyataan.
"Aku takut hyung, takut."
"Sstt, tenang ne, itu hanya mimpi, hyung tidak akan kemanapun, kalau hyung pergi pasti akan kembali karena hyung punya Wookie yang selalu menyanyangi hyung." jelas Yesung.
"Tunggulah di sini, hyung ambilkan minum dulu. Lihatlah kau membuat Leeteuk hyung dan Donghae cemas dan mengejarmu kemari." Yesung menunjuk ambang pintu dimana terlihat Leeteuk dan Donghae menyunggingkan senyum lega.
"Teuk hyung, Hae hyung, maafkan Aku. Aku selalu membuat kalian khawatir." ucap Ryeowook sambil berjalan mendekati kedua hyungnya.
"Ne, jangan begitu lagi, kami sangat khawatir tahu. Dan tidak akan terjadi apa-apa dengan 'Yesungmu' itu." nasehat Leeteuk.
"Kalau begitu hyung kembali ke atas dulu, Wookie mau di sini atau ikut kembali.?" Tanya Donghae.
"Aku disini dulu hyung, gomawo."jawab Ryeowook melepas kepergian Leeteuk dan Donghae kembali ke lantai 12.
"Baiklah, Yesungie jaga Ryeowookie dengan baik, kami keatas dulu ne."pamit Leeteuk.
"Ne, hyung, Hae. Jaljayo." jawab Leeteuk.
"Nado Jaljayo."
Setelah Leeteuk dan Donghae kembali ke dorm atas, Yesung dan Ryeowook memutuskan untuk masuk kamar dan berbincang di sana supaya tidak mengganggu member lain.
"Apa sudah lebih tenang?" tanya Yesung setelah menyerahkan segelas air minum. "Ne hyung, gomawo." jawab Ryeowook setelah menandaskan isi gelas tersebut.
"Lain kali jika Wookie mimpi buruk lagi telpon saja hyung, jangan membuat member lain khawatir ne!" pinta Yesung.
"Emm, aku akan telpon hyungie saja." Ryeowook memamerkan deretan giginya pada Yesung sebagai tanda setuju atas permintaan Yesung.
"Nah begitu, hyung ingin melihat Ryeowook yang selalu semangat, ceria, dan jahil seperti biasanya." kata Yesung tidak lupa menggerakkan tangannya untuk mencubit pipi Ryeowook.
"Aww, appo hyung." rintih Ryeowook, tangannya memegang pipi yang baru saja di cubit Yesung. "Hyung nakal." balasnya sambil memukul lengan Yesung.
"Tapi kau suka kan?Hemm." Yesung menangkup wajah mungil kekasihnya dan mengecup bibirnya sekilas. Dipandanginya kembali wajah kekasih lalu kembali untuk menikmati bibir tipis nan mungil itu.
Desahan –desahan nikmat keluar dari bibir Ryeowook saat Yesung menyergap leher putihnya, serta menyingkap piyama yang dipakai Ryeowook, lalu mulutnya bergerilya membuat tanda cinta di tubuh kekasihnya.
"Jja, lebih baik kita tidur sekarang, hyung ingin kau membuatkan sarapan untuk hyung besok pagi." ajak Yesung setelah puas menjamah tubuh Ryeowook, menarik tubuh Ryeowook untuk berbaring di sampingnya.
"Jaljayo, baby." ucapnya tak lupa mengecup kening Ryeowook, lalu mendekap erat tubuh namja mungil yang berada di sampingnya.
"Nado jaljayo hyung." jawab Ryeowook seraya menyamankan posisi tidurnya dalam dekapan Yesung.
Matahari pagi telah menampakkan sinarnya di ufuk timur, tanda bagi orang-orang untuk memulai aktifitasnya. Begitu juga dengan namja mungil penghuni dorm Super Junior, ia sudah memulai aktifitasnya bahkan sebelum matahari bersinar.
Namja mungil bernama Kim Ryeowook telah sibuk di dapur sedari subuh tadi, ia memang biasa bangun pagi untuk menyiapkan makanan bagi para member, namun tidak sepagi ini.
Hari ini Ryeowook ingin menghidangkan lebih banyak makanan buat hyungdeul dan Kyuhyun, jadi ia putuskan bangun lebih awal dari biasanya. Mengerjakan apa yang bisa ia kerjakan sebanyak mungkin. Toh jika capek ia bisa beristirahat setelahnya, bukankah sekarang ia jadi pengangguran yang memilik banyak luang.
Bau harum masakan semerbak, membuat para member yang masih setia bergelung di bawah selimut mengenduskan hidungnya mencari sumber bau tersebut berasal. Seperti membangunkan tupai yang sedang hibernansi.
Satu persatu pintu kamar terbuka menampakkan sosok penguhuninya yang baru tersadar dari tidurnya, dengan segala macam rupa dan bentuk. Suara ribut terdengar saat para namja tersebut berebut kursi. "Bisakah kalian cuci muka dulu sebelum sarapan? Kalian sungguh jorok." hardik Ryeowook pada hyungdeul dan Khyuhyun.
"Wookie sudah kembali seperti semula, akan marah jika menyangkut makanan dan kebersihan." dumel Eunhyuk.
"Aku tidak akan marah jika kalian tidak jorok begitu." Ryeowook membela diri. Diantara member yang sudah berkumpul di ruang makan Ryeowook tidak menemukan Yesung. "Tumben sekali Yesung belum bangun, pasti kelelahan karena menjagaku semalam." batin Ryeowook, tangannya sibuk membagikan jatah makanan untuk setiap member. "Ini jatahku dan Yesung hyung, jangan kalian makan." tegas Ryeowook menatap setiap member agar tidak menyentuk makanannya. "Aku bangunkan Yesung hyung dulu."
"Hyung, bangulah! Sarapan sudah siap. Hyung~~." Ryeowook mengguncang tubuh Yesung pelan. Tidak biasanya namjachingunya akan bangun terakhir seperti ini. "Biarkan hyung tidur sebentar lagi, hyung masih mengantuk Ryeowookie." lirih Yesung. "Mianhe, gara-gara Wookie hyung jadi kurang tidur." Ryeowook duduk di pinggir ranjang tempat Yesung tidur, menatap wajah kekasihnya yang begitu tampan. "Berhentilah minta maaf seperti itu, itu bukan salahmu."
Yesung bangkit dari tidurnya setelah mendengar permintaan maaf Ryeowook terhadap dirinya. Yesung meraih kepala namja mungil dihadapannya dan mendekatkannya ke wajahnya. Yesung mengecup bibir Ryeowook lembut, Ryeowook yang semula terkejut kemudian mengikuti permainan Yesung, mengalungkan kedua tangannya ke leher Yesung untuk memperdalam ciumannya.
"Haahh, leppashhkan hyung." Ryeowook mendorong tubuh Yesung menjauh. "Hyung ingin membunuhku ya?" Ryeowook masih terengah-engah dan berusaha meraup nafas dalam-dalam. "Mana mungkin hyung membunuhmu sayang, hyung hanya mengambil jatah morning kiss darimu."
Chup
Kembali Yesung menyambar bibir mungil Ryeowook sebelum namja manis itu mengerutu akibat ulanhnya barusan. Ciuman Yesung semakin ganas, bibirnya menjelajah ke leher putih Ryeowook. Membuat tanda cinta di leher Ryeowook. Sedangkan Ryeowook, bisa di pastikan sangat menikmati perlakuan Yesung, buktinya adalah suara erangan nikmat yang keluar dari bibir mungil tersebut. Yesung mengentikan ciumannya dan memandang wajah Ryeowook yang sudah semerah tomat. "Ini sarapan yang paling lezat baby." Bisiknya dengan suara yang dibuat seseksi mungkin dan sukses membuat muka Ryeowook semakin merona.
"Aww..appo baby-ah." rintih Yesung setelah Ryeowook mendaratkan cubitan di lengan Yesung. "Hyungie nakal." Keluh Ryeowook.
"Hyung hanya nakal padamu baby, jja kita sarapan sekarang sebelum mereka menghabiskan jatah makanan kita." Yesung menarik tangan Ryeowook menuju ruang makan yang sudah di huni oleh namja – namja yang tengah berebut makanan.
"Wookie! Mengapa begitu lama membangunkan Yesung hyung? Kalian pasti membuat anak dulu kan?" sapa Kyuhyun saat melihat pasangan Yewook telah berada di ruang makan. Dan menghasilkan pukulan manis dari Yesung. "Jaga mulutmu magnaeku 'sayang'." ucap Yesung penuh penekanan.
"Hyung yang harus menjaga mulut hyung, membuat tanda cinta di sembarang tempat." Kyuhyun membalas ucapan Yesung sambil menunjuk hasil ciptaan Yesung di leher Ryeowook, sontak membuat para member menghentikan kegiatan mereka sejenak dan melihat sesuatu di leher Ryeowook. Membuat Ryeowook hanya bisa tertunduk malu, sedangkan Yesung? Dia malah tersenyum bangga.
"Yesung hyung benar-benar ganas, aku yakin jika kaos Ryeowook dibuka kita bisa melihat lebih banyak lagi tanda seperti itu." usul Donghae.
Greep
Shindong memeluk Ryeowook dari belakang, Eunhyuk maju ke depan Ryeowook untuk menyibakkan kaos eternal magnae. "A apa yang kalian lakukan? Yesung hyung tolong aku." teriak Ryeowook meminta bantuan kepada Yesung.
"Ya! Apa yang kalian lakukan pada Wookie!" Yesung mencoba mendekat, tapi tangannya sudah di tahan oleh Donghae.
"OMO!" teriak mereka serempak melihat banyak tanda cinta di tubuh Ryeowook. Pandangan mereka selanjutnya beralih pada Yesung si pembuat tanda cinta. "Beraninya kau menodai uri eternal magnae Jong Woon!" giliran Leeteuk berteriak, pandangannya menatap tajam Yesung.
"Hehe, aku tidak sengaja melakukannya hyung." jawab Yesung dengan wajah tanpa dosanya.
Plak plak plak
Beberapa pukulan mendarat mulus di lengan dan kepala Yesung. "Dasar mesum, jika Ryeowook bisa hamil ku pastikan sebentar lagi kita akan punya keponakan." ucap Heechul.
"Hyungdeul~~hentikan, atau aku tidak akan memasak untuk kalian lagi, kalian menyebalkan." Ryeowook melancarkan aksi ngambeknya.
Mendengar ancaman Ryeowook tidak akan memasak makanan membuat para member takut. "Baiklah kami minta maaf ne, kami hanya bercanda Wookie-ah, jangan marah ne?" Shindong dan Eunhyuk sibuk membujuk Ryeowook supaya tidak marah, adalah bencana jika Ryeoawook benar- benar tidak memasak. Shindong dan Eunhyuk memeluk Ryeowook bersama-sama. "Jangan ngambek ne, kami tidak akan sanggup hidup jika kau ngambek kepada kami." jawab Eunhyuk mendramatisir.
"Kalian memang menyebalkan, suka sekali menggangguku~" keluah Ryeowook lagi.
"Ne, kami tidak akan mengganggumu lagi, salahkan Yesung hyung yang membuat tanda cinta begitu jelas membuat kami iri saja." kilah Shindong.
"Sudahlah, lebih baik kita lanjutkan makan sambil membahas kita mau berlibur kemana." intrupsi sang leader.
Yesung merangkul pundak Ryeowook, ketika namja mungil itu mengadu pada Yesung akibat ulah hyungdeulnya. Mengecup lembut pipi tirus Ryeowook. "Jangan hiraukan mereka baby."
"Ya! Jangan bermesraan di depan kami." seru member serempak.
Yesung hanya tersenyum mendengar teriakan para member. Sedangkan Ryeowook, menyembunyikan wajahnya dibalik punggung Yesung menahan malu.
"Tsk, kalian memang benar- benar pasangan aneh." cibir Heechul.
Setelah lelah mem'bully' pasangan Yewook, mereka lalu menentukan tujuan tempat berlibur. Mereka memilih Pulau Jeju untuk liburan kali ini.
Pesawat yang membawa member Super Junior mendarat dengan selamat di Pulau Jeju, wajah – wajah ceria terlihat di setiap para member. Setidaknya mereka dapat mengambil hikmah dari masalah yang menimpa anggota mereka, bisa menikmati liburan bersama dengan seluruh member tanpa di kejar-kejar oleh jadwal pekerjaan.
Namun, tidak dengan namja manis yang bernama Ryeowook. Ia tampak gelisah sejak turun dari pesawat.
"Kamu kenapa Wook?" tanya Siwon yang kebetulan berada di dekat Ryeowook. "Tidak apa-apa hyung."
Siwon memperhatikan wajah Ryeowook yang nampak gelisah. "Kamu bohongkan? Lagi marah dengan Yesung hyung?"
Ryeowook menggelengkan kepalanya dengan mantap. "Aniya hyung, hanya saja aku merasa ada yang mengawasiku sejak turun dari pesawat tadi."
Siwon menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri bahkan memutar tubuhnya untuk memastikan yang dikatakan Ryeowook benar. "Apa kau yakin?dimana?"
"Sudahlah hyung, mungkin hanya khayalanku saja karena terbawa mimpi kemarin." jawab Ryeowook. Bukankah sekarang ia kesini hendak liburan, melupakan konflik yang ada. Banyak hyung yang akan melindunginya jika terjadi sesuatu padanya. Hanya itu yang mampu dipikirkan Ryeowook untuk menghentikan kegelisahannya.
"Siwon-ah! Apa yang kau lakukan pada Wookie-ku?" seru Yesung saat tangan kekar Siwon melingkar di pundak Ryeowook. "Kau ku suruh menjaganya bukan menjamahnya." serunya lagi.
Siwon memutar bola matanya mendengar seruan Yesung. "Hyung, bisakah kau tidak menuduhku begitu eoh? Kami hanya sedang berbicara hyung." bela Siwon.
"Sedang berbicara saja apa harus pakai rangkulan segala?" Yesung masih melancarkan protesnya.
"Sudahlah Siwon hyung, kita tinggalkan Yesung hyung saja. Yesung hyung menyebalkan menuduhku selingkuh." Ryeowook menengahi pertengkaran tidak penting antara Yesung dan Siwon.
"Ya baby, hyung tidak menuduhmu selingkuh." ujar Yesung menanggapi ucapan Ryeowook. Ryeowook mendengus sebal "Hyung menuduh Siwon hyung menjamahku itu secara tidak langsung hyung menuduhku selingkuh."
"Itu karena hyung sangat menyayangimu Wookie-ah, hyung cemburu Wookie-ah." Yesung segera melancarkan bujuk rayunya sebelum kekasihnya ngambek.
"Kajja Siwon hyung, kita tinggalkan Yesung hyung disini saja, Kyu! Hapus rekamanmu itu, aku tahu kau sedang merekam kamikan?" Ryeowook menggandeng tangan Siwon, lalu merebut ponsel yang berada ditangan Kyuhyun. Menoleh sejenak pada Yesung dan mengerling nakal pada Yesung.
"Ya! Baby jangan tinggalkan hyung dong." Yesung segera berlari mengejar Ryeowook menuju mobil jemputan yang akan membawa mereka ketempat penginapan yang telah mereka pesan.
Mobil jemputan yang membawa seluruh member Super Junior telah meninggalkan bandara. Meninggalkan seorang yeoja mungil berparas cantik sedang menatap mobil rombongan Super Junior yang baru pergi.
"Oppa nikmatilah liburanmu dulu sebelum aku bertindak." Seringainya sangat jelas tercetak diwajah cantiknya. Luna begitu ia biasa di sapa.
Tbc^.^ V
Anneyong reader, semoga chapter 9 ini tidak bikin kalian bosan. Maaf jika ceritanya garing atau membosankan. Dan maaf juga jika masih terdapat typo ( padahal aku sudah berusaha mengeditnya sebelum ku publish, mungkin akunya yang kurang teliti). Sekali lagi aku memerlukan review kalian reader. Terimakasih banyak atas dukungan kalian selama ini. Aku akan menyelasaikan dua chap terakhir sesegara mungkin, supaya kalian tidak bosan. Sekali lagi aku ucapkan terima kasih pada kalian.
