Deachndr Present

[YUNJAE FANFICTION]

"BY MY SIDE"

[Chapter 9]

Cast: Absolutely YunJae, and others

Genre: Humor, Romance

Lenght: Chapter

PLEASE ENJOY!

.

[PREVIEW CHAP]

"itu bukan kesalahan mu... uri yunho." Jaejoong tersenyum. Mereka berdua memasuki mobil Yunho. Diam selama perjalanan. Benar benar sangat canggung.

.

.

[NORMAL POV]

Mobil yang ditumpangi Yunjae sudah berada didepan pagar rumah Jaejoong. Tetapi mereka tetap berdiam diri dalam mobil dengan pikiran masing masing yang entah melayang kemana.

"sudah sampai.." ucap Yunho akhirnya.

"hm? A-arasseo." Jaejoong hendak membuka pintu mobil,tetapi tangan Yunho mencekal lengan Jaejoong. Jaejoongpun menengok ke arah Yunho dan kembali mendudukan dirinya pada jok mobil.

"gomawo." Singkat Yunho.

"untuk?" jaejoong heran, ya Tuhan adegan seperti ini sudah lama author tunggu tunggu

"kau sudah mau berada disisiku."

Jaejoong menelan ludahnya susah payah. Mwoya?

"k-kau mau mampir dulu?" elak Jaejoong mengalihkan pembicaraan.

"eoh? Bo-boleh.."

Benar benar terasa sangat canggung, apalagi berada dirumah jaejoong hanya berduaan. Pikiran mereka berbeda. Dalam pemikiran Jaejoong, 'apa yang harus kulakukan? Huweee payah payah! Eomma kemana coba? Aku kira eomma dirumah. Bisa bahaya hanya aku dan yunho yang disini. Kenapa aku jadi malu seperti ini, ayolah jaejoong jangan takut kalau yunho macam macam!'

Sedangkan dalam pemikiran Yunho, 'hhh... anak itu ternyata manis sekali jika diam seperti itu. Daripada sisinya yang suka berteriak teriak. Aku tidak menyangka dia kekasihku.. ya Tuhan ampuni aku.'

"yu-yun, kau mau makan?" tawar jaejoong berdiri jauh dari tempat duduk Yunho.

"aku lupa kita belum makan,aku akan membelikanmu sesuatu."

"tunggu, aku bisa sedikit memasak. Bagaimana jika kau menyimpan uangmu dan kita makan disini saja."

"apa masakanmu bisa dimakan?"

"hyaa! Sudah turuti aku saja! Diam disini jangan kemana mana!"

Yunho tersenyum manis dihadapan Jaejoong, dan disini Jaejoong membeku. Pertama kalinya dia melihat senyum manis Yunho,bukan senyum seringai. Benar benar ! yah! Jaejoong mengakui ketampanan Yunho yang memang sangatlah luar biasa. Bagaimanapun ia iri, tetapi pemilik ketampanan dari manusia itu adalah dirinya. Yah, yunho milik Jajeoong bukan? Hiyahaha

"ja-jangan sok manis didepanku!" langsung setelah berkata seperti itu, Jaejoong melesat kedalam dapur secepat kucing author saat mama author bawa makanan-_-seeeeeeet! Begitu. /?

"dasar aneh!" gumam Yunho.

Merasa tidak ada kerjaan, Yunho berkeliling ruang tamu yang menjadi satu dengan ruang tv tersebut. melihat berbagai foto unik Jaejoong dari dia bayi sampai sebesar ini. Ada foto naked bayi Jaejoong.

'heh? Tititnya kecil sekali?' batin yunho nggaplek'i/? [jujur aku ngakak sendiri ya ampuuun]

Ada foto Jaejoong saat TK sedang membawa ikan yang sudah lelah. Lalu foto keluarga Jaejoong,disana Jaejoong memakai seragam SD. Ada juga foto Jaejoong menunjukan gigi ompongnya yang berhias hitam hitam gigis. Saat Yunho melihat foto jaejoong setengah badan ,sepertinya foto ini baru baru saja diambil, sumpah! Demi uang Yunho yang tak akan pernah habis, jajeoong begitu menawan.

Senyum terukir dibibir Yunho. Yunho mengeluarkan ponselnya lalu memotret foto Jaejoong yang setengah badan tadi serta foto jaejoong saat menunjukan gigi ompongnya. Hahaha yunho tergelak melihat foto Jaejoong tersebut. saat kecil kenapa muka Jaejoong seperti yeoja yang berandalan?

Dirasa terlalu lama Yunho menunggu, dia berinisiatif melihat apa yang Jaejoong lakukan didapur.

Yunho melihat punggung Jaejoong yang masih berkutat pada penggorengan dan kompor didepannya.

Tanpa ragu Yunho mendekati Jaejoong, yunho akan menirukan adegan romantis di film film korea yang beraksi dengan memeluk pinggang Jaejoong dari belakang, akan tetapi...

"diam disitu! Jangan mendekatiku atau kau akan aku goreng Yunho-ssi!"

DDANG!

Aksi Yunho gagal, yunho hanya bisa diam ditempat.

"siapa yang akan mendekat." Sahut Yunho cuek.

"duduklah, makanan sudah matang. Aku akan menyiapkannya."

Tanpa jawaban, yunho langsung menduduki kursi makan tersebut.

"kau seperti istriku."

"mwo?! Kau yang istriku!" bantah Jaejoong.

"aku suamimu Jung Jaejoong!" Yunho takmau kalah.

"SHIERRO! Aku yang suamimu!"

"mana ada suami menyiapkan makanan?" ejek Yunho lagi.

"su-suami berbakti namanya!"

"kau istriku, jangan protes!"

BRAK

Jaejoong meletakkan mangkuk mangkuk berisi makanan dengan sedikit kasar. Mukanya ditekuk masam. Sumpah, Jaejoong tidak ingin menjadi seorang istri -_-

Persiapan makanan sudah selesai, Jaejoong duduk dihadapan Yunho. Makanan sama sekali tidak disentuh sedikitpun oleh keduanya.

"makanlah Jae, kau belum makan sama sekali hari ini. Maafkan aku." Akhirnya Yunho mengeluarkan kata katanya.

"..."

"kau marah?"

"..."

"jika kau marah,kau malah terlihat seperti perempuan."

"diamlah JUUUUNG!" dengan geram Jaejoong memasukkan segala makanan didalam mulutnya. Dia kesal hari ini dengan Yunho. Biar makanan habis dilahap Jaejoong supaya Yunho kelaparan hahaha.

Yunho melotot kaget melihat aksi kekasih nya itu. Astaga... ajaib sekali tingkahnya.

"pelan pelan, kau bisa tersedak."

Jaejoong menelan semua makanan yang ada di dalam mulutnya.

"jangan makan masakanku!"

"kau tega aku kelaparan?"

"kau tega menjadikanku istrimu!"

"kau memang istriku..."

"tidak! Jangan makan! Jika kau sentuh sendok sedikitpun.. maka aku akan meneriakimu maling!"

"mwo? Ancaman macam apa itu?"

"diamlah! Aku sedang makan."

"kau mau istrimu lebih tampan lebih tinggi dan lebih kaya darimu?" tanya Yunho.

Jaejoong bingung menjawab. Matanya melirik sana sini mencari jawaban.

"mana kutahu jika istriku seorang pria..." sangkal jaejoong aneh.

"terserah kau saja.. aku pulang." yunho berkata. Sepertinya dia juga sedikit kesal.

"yaaak! Aish! Makan dulu sebelum pulang..."

"kau melarangku untuk makan."

"itukan tadi,tidak saat ini. anggap saja aku baik."

"makanannya habis." Kesal Yunho menatap Jaejoong.

"masih ini masih.. nasi putih ada, telur goreng ada,"

"hanya sepotong?"

"makanlah kubilang! Kau ini cerewet sekali..!" sungut Jaejoong.

"kau lebih cerewet!"

Dan Yunho memakan sedikit demi sedikit makanan yang memang sudah sedikit itu. Jaejoong mengamati Yunho saat makan. Ini sudah ketiga kalinya ia melihat Yunho makan dihadapannya.

"apa aku tampan?" tanya Yunho tiba tiba.

Jaejoong terkesiap, ia malu tengah kedapatan melihat Yunho.

"tampan aku." Jawab cuek Jaejoong.

"dasar pembohong ulung."

"segera habiskan dan kau pulanglah! Aku pusing seharian bersamamu."

"jadi seharian ini kita berduaan?"

Jaejoong diam, dia tahu Yunho sedang menggodanya,padahal Yunho hanya bertanya balik. Mana mungkin Yunho bisa menggoda,pacaran saja tidak pernah-_-

"bertigaan! Aku kau dan mobil." Jawab Jaejoong yang lagi lagi aneh tak masuk akal.

Yunho sudah menyelesaikan makannya, saat ini dia sudah berada didalam mobil setelah berpamitan dengan Jaejoong tadi. Yah hari ini cukup melelahkan tetapi juga sangat menyenangkan. Tidak salah Tuhan mengijinkan dia kesiangan jika dibalik semua itu mereka akan berkencan seharian penuh kkkk

Semua pasti ada hikmahnya .. eciyeee pesan moral : 3

.

.

seperti biasanya, Jaejoong beriringan dengan junsu menaiki sepedanya menuju kesekolah.

"jae-ah, kemarin kau kemana? Kenapa tidak masuk sekolah? Kau tahu , yunho juga tidak masuk kemarin."

"aah.. aku kesiangan. Yunho juga tidak masuk? Biarkan saja."

"aku sebenarnya kerumahmu saat pulang sekolah,tapi kau tidak ada. Eomma kim juga pergi sepertinya."

"hahaha aku dan eomma berbelanja." Bohong Jaejoong.

Sesampainya mereka dikelas , Jaejoong sudah mendapati Yunho duduk ditempatnya.

Jaejoong hanya cuek mendudukan dirinya di kursi. Mereka sama sekali tidak bertegur sapa atau sidikit berbincang begitu.

Tetapi jika diluar sekolah, mereka sering berpergian bersama, menghabiskan waktu bersama, bertelpon ria saling mengirimkan pesan. Seperti itu terus setiap hari..

Dan tak ada satupun yang tahu perihal hubungan rahasia mereka termasuk Junsu.

.

.

2 weeks later...

"Jaejoongah! Kau masih ingat aku ingin mentraktirmu..?" Minah tiba tiba datang saat jam istirahat. Jaejoong melongo, dia merasa situasi menjadi gawat darurat. Disana masih ada Yunho gais, yunho hanya diam menatap datar depannya.

"ayo jae, kajja!" minah menarik tangan jaejoong paksa.

"chakaman! Aku ada janji dengan Junsu.. lain kali saja!" jaejoong bergegas menghampiri Junsu yang sedang bermimpi indah entah kemana.

"junsuya! Kau bilang kita akan makan?!" jaejoong menarik narik kerah Junsu. Sumpah Junsu tidak tahu apa apa -_-

"hhh? Ramyuuun~" junsu mengigau.

"kkaja bebek!" Jaejoong menggeret junsu tak elit. Sampai junsu menabrak meja depannya sendiri.

"capling, kau mau menculikku kemana? YAK!"

Jaejoong dan junsu sudah menghilang dari kelas. Minah masih berada disekitar bangku yunjae dengan posisi berdiri. Sedari tadi ia mengamati tingkah Jaesu.

"sepertinya tidak jadi lagi..." gumam Minah dan bahayanya Yunho mendengar.

"maksudmu apa?" Yunho bertanya dengan suara dinginnya.

"hem? Aniyo.. aku hanya ingin mentraktir Jaejoong." Minah hendak pergi tetapi ia berhenti setelah mendengar ucapan telak Yunho.

"dalam mimpimu minah-ssi."

"waeyo? Jaejoong menyukaiku.." ucapan minah sukses membuat siluman rubah ekor sembilan terbayang bayang di belakang Yunho. Yunho sangatlah mu-aak!

"besok.. kau takkan bisa sekolah lagi-" lalu Yunho berdiri mendekati Minah dan berbisik.

"disini..." seringai Yunho sebelum meninggalkan Minah yang berdiri mematung ditempat.

Setiap perkataan Yunho pasti akan terjadi. Semua yang tahu Yunho,paham itu. Bukannya menyamakan Yunho dengan Tuhan, tetapi jika Tuhan kan bisa segala nya termasuk hal yang mustahil sekalipun, tetapi jika Yunho.. segalanya jika masih bisa dibeli dengan uang, maka itu terjadi.

.

.

"yo hyung! Kau akhirnya ikut kumpul juga... sudah lama kita tidak bersama sama.."

"yah! Tuan muda Jung kita ini sepertinya sedang sibuk mengurus sesuatu. Apakah abojimu akan membuka cabang perusahaan baru?" Yoochun menimpali ucapan Changmin.

Mereka saat ini sedang berkumpul di rumah Changmin. Sejak pulang sekolah tadi hingga sekarang pukul 6.00pm KST.

"tidak,aku malas mengurus perusahaan." Yunho menjawab santai sembari membolak balik majalah otomotif ditangannya.

"waah! Kau cepat atau lambat akan menangani masalah seperti itu Yunho-ah." Siwon berbicara.

"siapa bilang? Yunho hyung kan ingin menjadi tukang bangunan, yakan hyung?" seperti biasa, ada saja bahan yang diperbincangkan changmin menjadi lelucon.

"dan kau akan aku semen!" yunho takmau kalah.

"benar,mulutnya sumpal saja dengan semen dan batu bata. Aku setuju." Ejek Yoochun.

"hyaa! Siwon hyung! Bela aku!"

"aku tidak akan membela pihak yang salah."

"hahahaha.." dan mereka pun semua tertawa.

DRRT DRRRT DRRRT

Yunho merogoh ponsel yang berada pada sakunya. Hm? 1 message from Jaejoong.

Didalam chat room sms yunjae.

Jaejoong -6.04- : Kau dimana? Aku akan membunuhmu jika kau tidak memasukkan sesuatu diperutmu.

Yunho -6.06- : dirumah Changmin. Tunggu aku!

Jaejoong -6.15- : maaf tadi aku sehabis mengantarkan makanan ke pelanggan. Tunggu? Memang mau apa?

Yunho -6.17- : aku akan segera kesana. Kau mau titip apa?

Jaejoong -6.18- : hanya hati hatilah saat menyetir! ARASSEO?!

Yunho -6.19- : arasseo : )

Yunho tiba tiba berdiri meletakkan majalah otomotif changmin yang tergeletak dipahanya tadi setelah ia acuhkan untuk membalas pesan Jaejoong.

"kau mau kemana?" tanya siwon.

"pulang, Hong ahjusshi mengirimku pesan untuk mengecek data." Bohong Yunho seperti sudah ahli.

"benarkan kataku. Kau sibuk karna mengurus perusahaan Yunho-ah. Jujurlah pada kami, kami teman yang pengertian. Jika ada sesuatu, jangan ragu hubungi kami." Ucap Yoochun.

"maaf aku harus pergi, siwonah yoochunah changminah sampai bertemu besok."

"hati hati hyungnim!"

"no problem, see you next time." Sahut Siwon.

Yunho sedang menyetir menuju kedai Jaejoong saat ini, dia setengah berfikir apa yang akan dia bawakan untuk jaejoong.

SET

Yunho meminggirkan mobilnya pada sebuah cafe yang terkenal dengan Cake nya yang lezat. Tanpa ragu Yunho memesan 3 bungkus Red velvet dan Rainbow cake ukuran besar utuh dilengkapi jus apel kesukaan Jajeoong.

Setelah itu Yunho segera bergegas kembali melanjutkan perjalanan tertundanya.

"Kim ahjumma... aku datang." Yunho memasukki kedai Jaejoong,dan yang pertama kali disapanya sang eomma Jaejoong.

Jaejoong bersungut, padahal pada awal kedatangan Yunho, dirinyalah yang bertemu pandang dengan Yunho, tetapi Yunho malah mengacuhkannya dan menyapa eomma nya duluan. Ck sikap macam apa itu.

"Kau kemari lagi Yunhoah? Sudah 2 hari kau tidak main ke kedai ahjumma.." eomma kim memeluk Yunho dan tanpa ragu Yunho memeluk balik tubuh tua didepannya.

"kau sudah makan? Aigo aigo.. tidak bertemu dua hari saja, kau semakin tampan Yunhoah. Mengapa kau mau berteman dengan anak nakal itu? Ck pasti dia menyusahkan bukan?"

"kkkkk ahjumma benar, anak ahjumma selalu menyusahkan." Kata Yunho sembari melirik Jajeoong sekilas. Jaejoong berkomat kamit tak jelas meruntuki eomma dan yunhonya itu.

Sepertinya Jajeoong tak punya kubu hiyahahaha.

"ini ahjumma, aku membawa oleh oleh.." Yunho menyerahkan 1 bungkus Rainbow cake kepada eomma kim.

"ini apa Yunhoah? Makanan lezat lagi? Gomawo gomawo. Duduklah disini , kau pasti kelelahan. Ah kalau begini ahjumma ingin mengangkatmu sebagai anak, lalu Jajeoong akan ahjumma buang."

"mwoyaaaa!" Jaejoong akhirnya protes.

"ini makanlah." Yunho menyerahkan 2 bungkus cake sisanya pada Jaejoong.

"eomma aku akan keluar sebentar dengan Yunho, ada tugas yang harus kita kerjakan."

"anak ini, yasudah kalian hati hati! Setelah itu mampir lagi dan ajak Yunho makan malam disini."

"kami pamit ahjumma.." pamit Yunho.

Beberapa menit setelah sepeninggal Yunjae dari kedai, tanpa disangka Junsu beserta Lee Bopak datang berkunjung ke kedai Jaejoong.

"AHJUMAAAA!"

"yak kimjun! Bogoshippeo! Anak nakal! Kenapa tidak pernah berkunjung eoh?!" eomma kim menghampiri Junsu dan Bopak. Mereka mengobrol santai.

"mianheyo jumma, tugas menumpuk di akhir semester ini. Dan anak kesayangan ahjumma itu tidak pernah mengijinkanku main kekedai kecuali jika aku akan memesan dalam jumlah banyak. Tega sekali bukan?"

"ah geure, aku pun diseperti itukan dengan Jaejoong." Timpal Lee Bopak.

"hah? Jinjja?! Jaejoong...-_-" give up eomma kim. Dia berpikir kenapa anaknya nakal sekali.

"Jaejooong pergi kemana jumma?" tanya Junsu sembari mencomot cake pemberian Yunho tadi.

"dia sedang mengerjakan tugas bersama Yunho tadi."

Piiip

Piiip

Piiip

BELEEEENG! [suara bom ceritanya]

"M-MWO? MWOO? MWOO AHJUMMA?!" Heboh Junsu.

"Yu-yunho? Ahjumma maksud Jung Yunho?" bopak memastikan.

"iya ahjumma yakin, bukankah mereka sebangku?"eomma kim berkata seakan akan semua sangat wajar.

"mereka adalah musuh jumma.. dan mereka mengerjakan tugas apa.. bopak-ah, kita ada tugas?" jujur junsu sangat bingung. Jaejoong benar benar-_-

"mwolla, ada hanya matematika keuangan. Tidak ada tugas kelompok." Jawan Bopak seadanya.

"mungkin mereka mengerjakan bersama. Sudah, ahjumma harus melayani beberapa pelanggan dulu,nee? Ahjumma tinggal."

Bopak dan junsu saling berpandangan.

"ini tidak bisa dipercaya..." ucap Junsu.

"aku juga tidak percaya.. jika percaya pada mereka maka menduakan Tuhan namanya. Ah! Mereka meski sebangku tapi aku tidak pernah melihat mereka berbicara satu sama lain. Dan ini? Apa yunho menjebak Jajeoong dan jaejoong akan dihabisi? Apa jaejoong melakukan kesalahan?" kawatir bopak.

"aku tidak tahu, jajeoong selalu memberi tahuku jika ada sesuatu. Semoga Jaejoong baik baik saja."

"aku harap begitu, cobalahh kirim pesan ke Jaejoong." Suruh bopak pada Junsu.

"bateraiku habis." Junsu menggaruk lehernya.

"ah, ponselku ketinggalaan dirumah."

"kau pabbo!" ejek Junsu.

"hya bokong jelek upilan, kau juga pabbo!"

Dijam yang sama ditempat yang berbeda.. [YunJae time]

"kau yakin tidak mau ini?" tawar Jaejoong pada Yunho saat Jaejoong sedang memakan cke pemberian Yunho.

"hanya melihatmu makan aku kenyang."

Mereka duduk bersampingan di kawasan sungai han. Pemandangan indah air tenang sangat cocok untuk membangun suasana romantis. Itu sih pemikiran author ya, tidak tahu pemikiran yunho dan jajeoong. Mereka kan faboo : (

"kau belum makan?!" selidik Jajeoong.

"eopseo.."

"kau mau aku mendorongmu ke sungai han eoh? Aku sudah bilang akan membunuhmu jika kau tidak memasukkan apa apa pada perutmu Yunho-ssi !"

"apa aku harus memakan majalah? Disana makanan semua dihabiskan changmin."

"maka nya makan cake ini bersama! Kau pabo atau apa?!"

"sepertinya kau yang harus aku dorong ke sungai han." Ucap Yunho melirik ke Jaejoong.

"coba kalau berani!" tantang jajeoong.

"kau...! aish!" yunho mulai frustasi dan disana Jajeoong senyum senyum gaje. Dia merasa senang membuat Yunho kesal kkkk.

Mereka terdiam .. entah selalu saja begini. Tiba tiba keadaan sunyi jika mereka mengakhiri sendau guraunya.

"ada apa kau dengan minah?"

"hm? Tidak terjadi apa apa. Hanya sesuatu yang tidak penting."

"aku sudah memergoki kalian dua kali."

"kapan?! Kau stalker ya?"

Yunho memasang muka jengahnya pada Jaejoong.

"saat dia duduk dikursi ku,dan saat tadi."

"ahh, dia memintaku mengajari tentang accounting. Dan tadi kau bisa dengar sendiri bukan?"

"dia bilang kau menyukai nya."

"HHUK! M-MWO?!"

"apakah dia benar?"

"HYA! KAU TAMPAN TAPI KAU PABO! JIKA AKU MENYUKAINYA,MAKA AKU AKAN MENJADIKANNYA KEKASIHKU DAN AKU AKAN MENGUSIRMU YUNHO-SSI!"

Yunho mundur, dia shock kenapa Jaejoong berteriak heboh seperti itu? Sungguh dia malu karna beberapa orang yang lewat melihat ke arahnya dan Jaejoong.

"simpan suaramu!" Yunho berdesis pelan memperingatkan Jaejoong.

"bagaimana kau bisa menjadi CEO jika kau saja hampir percaya pada fitnah murahan seperti itu."

"hya! Kau ini.. a-aku hanya memastikan!" sumpah disini muka yunho terlihat sangat bodoh sekali hahaha.

"sudahlah, ini makan yun, habiskan!" jaejoong memberikan sisa cake yang sudah setengah ia makan.

"kenapa kau selalu memberiku sisa?"

"tadi aku tawari kau tidak mau! Sekarang protes. Mau kuhajar eoh?! Maumu apa ? coba bilang padaku! Kau itu selalu menyusahkan, jika kau sakit siapa yang akan merawatmu? Aku? Ck tidak mau, aku lebih suka tidur siang daripada mer-hmmp."

CUP

Hening...

Yunho tiba tiba mengecup bibir cerewet Jaejoong tiba tiba. Demi apa Yunho itu gemas jika Jaejoong sudah mulai kemasukan hantu wanita cerewet. Yah, walaupun hanya sepersekian detik bibir mereka menyatu, tapi kesan dan efek yang timbul sangat berlebihan.

"kau... sudah 2x memperkosa bibirku yun..." ucap Jaejoong menatap lurus ke Yunho, tapi pandangan terbayang/?

"baru begini kau bisa diam." Jujur,yunho merasa jantungnya berlarian kesana kemari. Tapi dia berusaha menormalkan suaranya agar tidak terlihat begitu gugup.

"ka-kau! Menyebalkan!" Jaejoong menatap ke arah lain dimana Yunho tidak terlihat oleh matanya.

"kau sangat cerewet!" yunho menimpali.

"kau menyebalkan!"

"kau cerewet!"

"menyebalkan!"

"cerewet sekali. Diam atau aku akan melemparmu ke sungai han saat ini juga!"

"kita pulang!" Jajeoong berjalan cepat tanpa menengok kebelakang dimana yunho berada. Dia malu sepertinya mwihiihi..

Yunho hanya tertawa melihat aksi gila kekasihnya itu. Berjalan santai sembari membuntuti Jajeoong dari belakang.

"hyaa! Mobilku disana!" teriak Yunho pada Jaejoong.

SET

Jaejoong tiba tiba berbalik arah kembali,karna dia sudah melewati tempat parkir mobil Yunho.

"kau kenapa kesini?" tanya Yunho saat Jaejoong berdiri di pintu mobil.

"cepat pulang!"

"memang aku mau menumpangimu?" usil sekali ini yunho-_-

"JUNG PABBO!"

"ara ara, kkaja!"

Dan mereka pun langsung menuju kediaman Jajeoong, kenapa tidak kembali kekedai? Karna kedai eomma kim sudah tutup satu jam lalu. Mereka terlalu lama bercengkrama di sungai han ehem ..

.

.

Saat jaejoong hendak memejamkan matanya, tiba tiba ponselnya berbunyi. Oke teman bokongnya itu menelpon.

"Yoboseyo?"

"Jajeoongah! Kau harus menceritakanku sesuatu!"

"maaf,nomor yang anda tuju sedang ingin tidur,cobalah beberapa hari lagi."

"Capling tengik! Aku serius!"

"su aku mengantuk! Jinjjaaaaa , aaaaa aku tidur dulu.."

"KIM JAEJOONG! Persahabatan kita akan sampai disini jika kau memejamkan matamu sedetik saja!"

"ada apa su su ?!"

"kau tadi bersama Yunho bukan?"

'mati aku mati aku ... kenapa bebek tahu?!' batin Jaejoong.

"ke-kenapa memang?"

"kau diapakan? Apa kau baik baik saja? Apa kau dihajar? Jelaskan padaku!"

"kau berlebihan, aku hanya hm.. aku dan dia mengerjakan tugas. Ah kau kepo sekali, aku ngantuk su. Kau kan bisa menanyakan ini besok!"

"tidak! Ini gawat! Aku tak ingin kau kenapa napa jae-ah. Jika kau meninggal, aku tak sudi hanya berduaan dengan bopaaak nantinya!"

"siapa yang akan meninggal?! Ya ampun.. "

"jadi kau baik baik saja kan?"

"iya junsus buntu! Apa lagi sekarang?"

"kau melakukan apa saja tadi dengan Yunho? Jinjja aku ingin tahu!"

"hanya belajar! Sudah! Aku tidur!"

PIP

Jaejoong memutuskan sepihak sambungan teleponnya. Dia berpikir sejenak, lama kelamaan pasti mereka akan terungkap juga.. jajeoong benar benar harus mempersiapkan hatinya untuk menghadapi ini smeua..

.

.

.

Hari ke hari hubungan mereka semakin mendekat, tapi.. jaejoong masih ragu untuk membuka hati sepenuhnya untuk Yunho. Entah kenapa.. jaejoong hanya takut, diperkiraan nya tidak akan selamanya hubungan mereka seperti ini. Suatu saat pasti yunho dituntut oleh orang tuanya mempunyai sebuah keluarga dan memberi bumonimnya keturunan. Hal itu yang membuat jaejoong membatasi perasaanya. Dia takut dikecewakan jika ia benar benar mencintai Yunho.

Sungguh ini langkah luar biasa tak tahu batasan yang pernah Jaejoong lakukan. Dia tahu diri dan sadar diri siapa dia sebenarnya dan siapa Yunho sebenarnya. Pasti! Hari dimana mereka menghakhiri hubungan ini akan datang. Entah cepat atau lambat..

Menyadari sedikit demi sedikit arti keberadaan Yunho disebelahnya, Jaejoong selalu memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk tidak menyia nyiakan Yunho. Karna waktu tidak dapat diulang kembali. Dan dia tidak ingin menyesal di lain hari.

Perpisahan pasti akan terjadi, tapi.. biarlah ini berjalan sesuai seperti yang telah dituliskan..

Kalian tahu dimana keberadaan Minzy dan Minah?

Minzy, ayahnya mengalami kebangkrutan mendadak. Semua asetnya disita oleh bank. Dan sekarang minzy dan keluarga nya kembali ke kampung halaman. Disana ayahnya membuka toko kecil dipinngir kota busan.

Minah? Dia hanya di keluarkan oleh pihak sekolah,entah dengan alasan apa yang kurang dimengerti oleh minah sendiri.

Ah kalian masih ingat dengan ketiga gadis cabe cabean yang dibioskop itu? Mereka benar benar tidak bisa meneruskan sekolah dimanapun. Sangat miris...

Kalian tahu dibalik itu semua ada siapa? Yap , Jung Yunho. Bagi kalian Yunho sangat berlebihan bukan? Membuat kehidupan orang begitu menderita hanya untuk perbuatan yang menurut Yunho tidak ia sukai sama sekali. Jika ini berhubungan dengan jaejoong, maka... one .. two... three... your life is game over!

.

.

To be Continue...

[NEXT CHAP]

"tuan muda Jung akhir akhir ini jarang bermain dengan Max Changmin , Micky Yoochun , dan Choi Siwon. Dia selalu bersama pria ini jika malam hari."

"siapa pria ini? Teman barunya?"

"saya telah menyelidiki pria tersebut. dia anak pemilik dari kedai ini. Dan tuan muda sering sekali berkunjung kesana. Kim Jaejoong anak dari Kim bongsun, bersekolah di SOPA, dia duduk sebangku dengan tuan muda. Apakah itu cukup tuan?"

.

.

.

Hayolooooooh itu siapa?kok serem ya kelihatannya kkkk : 3

Eh eh Chapter 9 is UP! Bagus gak sih yunjae pacarannya? Mereka masih kaku tahu. Bingung paling pacaran mau ngapain aja kkkkk.. yunjae momentnya cukup ga menurut kalian? Mwihihihi

Adegan so sweet nya nanti aja yaa? Ini masih tegang soalnya-_- tenang aja, ntr ada kok pasti kkkk : 3

Mau dilanjuuuut? Kalau mau, kalian ninggalin jejak dong.. masa viewers sampai 4rb-an tapi yang review masih 60-an ? dimana kalian? Aku ingin tahuuu : (

Perlihatkan wujudmu wahai readers dea yang dea impi impikan menjadi malaikat tidur deaa. /halah

Yasudaaa gakpapa, dea nulisnya ikhlas kok, meski sedikit emosi/? Heheh tidak tidak dea kan baik ya kayak charlie angel : C

Oke deh SPECIAL THANKS TO:

- azahra88 : iya nih jae cembrutu tp dia ngelak sepertinya mwihihi : 3

- shanzec : ditindas? Jaejae aslinya galak,tp berhubung dulu dia gapunya kekuasaan atas yunho jadilah dia ciut kkkk jgn operasi kelamin, uri yunho nanti susah/?

- : makasih megaaa-ssi kkk halah hihihi yunppa aja tega sama jaejae , masa jae gaboleh tega? Kkk

- manize83 : hiyahaha yunho bahagia meski dilecehin jae/? Lah? Jae mulai membalas : 3

- boojoongie : hallo boo salam kenal/? Aku yunnie /gebukin/ iya jae bikin gregetan , apalg aku : 3

- Hana - Kara : jaejae mulai ngerasain keberadaan yunho, jd klu mau jd garang dia mesti mikir2 dulu kali kkkk makasih ya unni sudah selalu setia sama ff dea huhu /peluk kecup cium basah/-_-

- nabratz : iya begitu, tapi kan tapi kan jae bakalan….. rahasia deh ;p

- irengiovanny : bebiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii huweeeeeee lop u lop u so much…! Ini yg bias aku kasih kekamu bebiii,, hueee makasih nee? Saranghaeyoooo

- sexYJae : betul, meski dia mencoba normal kkk rasakan jae : 3

- kimfida62 : sepertinya cembrutu kkkk jae kan gakpernah jujur : (

- JonginDO : hihi ada bang DO/? Iya ini next lagi nih.. baca terus yessss?

- SinushYJS : unniiiii sejak kapan bbf homoooo? : ( huweeeee geumjandi sama junpyo homo nee? Mwihihh ani unn, aku hanya sedikit mengambil f4 nya aja, buktinya jaejae gak dibully… : 3

- littlecupcake noona : ini sudah lanjuuuuut unniiii yaaaaa hihihihi

- jema Agassi : jae kan labil unn hahahaha sabar nee tunggu berikutnya sajjjaaaa

.

.

Thanks for loving my Fanfiction…

REVIEWMU SEMANGATKU MUAAAAAAAAAAAAAAAAH!