.
.
.
.
Selamat Menikmati...
.
.
.
.
Di sebuah diskotik yang sedang dengan ramai-ramai dengan banyak orang yang sedang minum-minum dan berjudi tampa adanya beban sama sekali sedangkan di bagian pojok diskotik ada seorang pria yang sedang minum-minum seorang diri dan sudah dalam keadaan setengah mabuk dan ditemani sahabatnyanya sejak masa kecil Chouji sudah setahun sejak kepergian Temari istrinya yang tidak hanya meninggalkan luka di hati Shikamaru tapi juga membawa serta anaknya.
"Shikamaru sudah cukup minumnya kau itu sudah mulai mabuk" Ucap Chouji yang melihat Shikamaru terus minum sejak tadi.
"..."
" Shikamaru kau mendengarkanku ?" Tanya Chouji lagi.
"..."
"Shikamaru ?" Panggil Chouji lagi.
"..."
Chouji pun hanya pasrah saja dan hanya bisa melihat sahabatnya untuk terus minum sedaangkan Shikamaru tidak memperdulikan Chouji dan meneruskan minumnya sampai tidak sadar lagi dan mau tidak mau Chouji pun terpaksa mengantar Shikamaru pulang ke rumahnya.
.
.
.
.
Keesokan Harinya.
.
.
.
.
"Uuuuggghhhhh...ini di mana ?" Shikamaru bangun dalam keadaan kepala yang sakit karena alkohol semalam
" Tentu saja di rumahmu Shikamaru." Jawab Chouji dengan membawa sepiring bubur ayam.
" Chouji kau masih ada disini." Ucap Chouji.
"Shikamaru sampai kapan kau akan seperti ini ? kau tidak kasihan dengan bibi Yoshino hampir setiap hari dia melihatmu yang stres ini kau juga pernah membuat perusahaanmu sendiri hampir bangkrut sampai paman Shibi terpaksa mengambiil ahli lagi perusahaanmu."Ucap Chouji.
"..."
.
.
.
.
Flashback
" Tadaima, Temari ? Temari ?" Ucap Shikamaru saat pulang ke rumahnya dan mencari istrinya di sekitar rumahnya tetapi tidak menemukan apa-apa.
"..."
Shikamaru pun terus menyusuri rumahnya tetapi tidak menemukan Temari di ruangan manapun dan akhirnya dia masuk ke dalam kamarnya dan menemukan surat yang ada di atas ranjang yang ditekan dengan sebuah kotak kecil yang ternyata berisi cincin pernikahannya dengan istrinya.
" Shikamaru aku sudah menyiapkan surat cerai kita kau tinggal tanda tanggan saja setelah itu kau bebas dariku dan tidak terikat apapun denganku dan bisa kembali lagi dengan Shion kau juga tidak perlu khawatir anak ini tidak akan menjadi pehalang untukmu dan Shion Terima kasih untuk selama ini dan Maaf untuk keputusan yang kuambil secara mendadak ini."
" Bibi Chiyo" Panggil Shikamaru memanggil.
" Iya Tuan ada apa ?" Tanya Chiyo.
" Temari mana ?" Tanya Shikamaru.
" Tadi nona bilang mau pergi ke kantor tuan untuk mengantarkan makanan setelah itu saya tidak tau lagi tuan."
" Setelah itu Temari apa Temari pulang ?" Tanya Shikamaru lagi.
" Maaf tuan, Saya baru saja pulang belanja jadi Saya tidak tau." Ucap Chiyo.
Shikamaru pun langsung keluar dan mencari tempat-tempat yang biasa didatangi Temari, Tapi tidak menemukan istrinya di mana-mana bahkan dia pun bertanya ke rumah mertuanya.
Flashback End
.
.
.
.
" Shikamaru ? Kau tidak apa-apa ?" Tanya Chouji yang melihat Shikamaru terdiam sendiri.
"..."
" Kau masih memikirkan Temari-san ?" Tanya Chouji lagi.
" Bagaimana aku tidak memikirkannya sudah berbulan-bulan aku mencarinya tapi kau kan tau berita apa yang kudapat." Jawab Shikamaru mengingat berita kematian istrinya.
" Memangnya kau percaya itu benar-benar Temari ?" Tanya Chouji
" Tidak percaya juga harus dipercaya kau kan liat sendiri ada buktinya." Ucap Shikamaru
Sejak kepergian istrinya Shikamaru terus mencari keberadaannya dan setelah empat bulan pencariannya akhirnya Temari berhasil ditemukan dalam keadaan terbakar karena terjadinya kecelakaan bus yang dinaiki istrinya mengalami rem yang rusak dan menyebabkan kendaraan yang dinaikinya menjadi terbakar dan meledak satu-satunya bukti yang ditemukan hanya kartu tanda pengenal istrinya dan hanya itulah satu-satunya kenang-kenangan yang tertinggal dari istrinya.
" Lalu bagaimana dengan anakmu harusnya saat itu anakmu sudah lahir kan ?" Tanya Chouji.
" Tidak ada mayat bayi sama sekali di dalam bus itu yang ada cuma mayat perempuan dan supir bus saja saat itu kan sudah tengah malam jadi yang naik juga sedikit." Jawab Shikamaru
" Berarti kan masih ada kemungkinan anakmu masih hidup." Ucap Chouji.
" Iya, Tapi kan aku tidak punya foto atau identitas apapun bagaimana bisa mencarinya." Ucap Shikamaru sambil membaringkan tubunya untuk kembali tidur.
"..."
" Temari..." Batin Shikamaru.
.
.
.
.
Okinawa
.
.
.
.
Di sebuah tempat yang cukup ramai banyak orang yang datang ke festival musim panas seorang perempuan yang sedang berjalan mengelilingi festival dengan seorang bayi laki-laki montok yang baru berumur 10 bulan yang baru saja bangun dan sedang berusaha menggerakkan tangannya mencoba untuk menggapai wajah ibunya. Setelah pergi dari kediaman 'NARA' Temari memutuskan untuk tinggal di apertemen sederhana di daerah okinawa tempat dia dulu berbulan madu dengan Shikamaru dan dia pun bekerja paruh waktu untuk membiayai persalinannya dan akhirnya Temari pun melahirkan seorang anak laki-laki yang sehat dan wajah yang mirip dengan suaminya kecuali matanya yang mirip dengannya dan diberi nama Shikadai sesuai dengan permintaan Shikamaru dulu.
" Ssssshhhhh...Eh, anak mama udah bangun ya ?" Tanya Temari.
" Ma...Ma...Ma..." Balas Shikadai
" Kenapa sayang ?" Tanya Temari lagi.
" Mamamamammamamama..." Balas Shikadai lagi.
" Hhhhmmmmmnnnnn... Mama tau dai pasti udah lapar sekarang kan ?" Tanya Temari dengan tersenyum.
" Mamamammamamamama..." Jawab Shikadai.
" Kita nyari tempat yang nyaman buat nyusu ya sayang." Ucap Temari.
" Hmmmmmnnnnnnn.." Temari mulai menyanyikan lagu pengartar tidur agar Shikadai tertidur lagi.
" Nona Temari." Panggil Matsuri.
" Matsuri, kamu di sini juga ?" Jawab Temari.
" Iya nona, hai Dai-kun lagi nyusu ya." Ucap Matsuri.
Matsuri adalah seorang Babysitter yang Temari sewa untuk menjaga Shikadai saat dia pergi bekerja di pagi hari dan malamnya Matsuri akan pulang dan Temari sendiri yang menjaga Shikadai di malam hari sepulang bekerja.
" Matsuri aku mau beli yakisoba di ujung sana aku titip Dai dulu bisa gak ?" Tanya Temari.
" Tentu nona serahkan saja padaku." Jawab Matsuri.
" Dai, Tunggu dulu di sini ya sayang mama mau beli makanan dulu di sana kau tunggu di sini sama Matsuri." Ucap Temari kepada Shikadai setelah menyerahkan putranya kepada Matsuri dan mulai berjalanke tempat penjual Yakisoba, Sedangkan dari belakang pun Matsuri tidak menyadari ada anak kecil yang berlari-lari dan tidak sengaja menabraknya.
" Maaf kak saya tidak sengaja." Ucap anak itu meminta maaf kepada Matsuri.
" Iya tidak apa-apa, Kau tidak apa-apa ?"." Jawab Matsuri sambil meletakkan Shikadai di atas jerami dan membantu anak itu berdiri karena jatuh menabraknya.
" Iya, kak terima kasih." Jawab anak itu sambil berlari menjauhi Matsuri.
"...Dai ? Dai ? Kamu di mana ?" Ucap Matsuri setelah melihat ke tempat dia meletakkan Shikadai tadi.
" Matsuri kamu kenapa ? Dai mana ?" Tanya Temari yang melihat Matsuri seperti kebingungan.
" Maaf, nona D-ddddddddai hilang." Ucap Matsuri tergagap-gagap.
"..."
" Nona Temari..." Panggil Matsuri yang melihat Temari terdiam.
"..."
" Nona...Nona...Tolong...Tolong..." Teriak Matsuri yang melihat Temari Tiba-tiba saja jatuh pingsan.
.
.
.
.
Sementara Itu
.
.
.
.
" Hiks...hiks...hiks...HHhhhhhhhuuuuuuwwwwaaaaa..."Shikadai menangis dengan cukup kencang.
" Kok ada suara bayi ? dari mana suara bayi ini ?" Ucap Supir truk jerami.
" Ya ampun, bayi siapa ini ?" Ucap lagi supir truk jerami lagi yang bingung tiba-tiba ada bayi di truk-nya.
" Ada apa pak ?" Tanya seorang ibu-ibu yang sedang lewat.
" Ini bu, ada bayi di truk jerami saya bu" Ucap supir truk lagi.
" Kasihan sekali bayi ini, Pak biar saya aja yang rawat sampai orang tuanya ketemu." Ucap Ibu itu.
" Silakan bu, saya juga bingung mau bagaimana." Tanya supir truk itu.
" Baik pak, ayo nak ikut bibi dulu ya." Uca ibu itu sambil membawa bayi itu dan membawanya pulang.
" Hiks...hiks...hiks...HHhhhhhhhuuuuuuwwwwaaaaa..." Tangisan bayi itu semakin kencang.
" Jangan nangis lagi ya nak kita udah sampai di rumah unntuk sementara kamu tinggal sama bibi dulu ya sampai ibumu ketemu." Ucap ibu itu.
" Ibu ?" Ucap seseorang yang melihat ibunya menggendong seorang bayi.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
.
Balasan Review :
Guest : ini udah lanjut review lagi ya hahahaha.
Mirazura : makasih udah review ini udah Update.
Nur sanmar : makasih sarannya ini udah Update review lagi ya.
.
.
.
.
Terima kasih kepada paraaa Reader yang sudah membaca dan mereview di chapter sebelumnya saya harap chapter yang ini tidak mengecewakan para Reader semua. Chapter Berikutnya tentang Shikamaru yang bertemu dengan anaknya.
