Summary : Len, seorang cowo sempurna dan menjadi idola di sekolahnya, bekerja sebagai... Baby Sitter? Rin, cewe berpenampilan di bawah rata-rata dan unpopuler. Lenka, cupid kecil yang menyatukan mereka berdua./Len, sang baby sitter. Lenka, sang baby. Rin, Nee-chan dari sang baby./Chapter 9 : Sekamar dan Tour./RnR?

.

Auhtor's Teritorial

Author : Akhirnya bisa apdet cepet juga~!

Rin : Yah.. Whateverlah. Langsung aja, bales review...

###

Lynn 'Ne'-chan

Author : Senang bisa buat kebetulan yang indah(?). #peluk balik Lynn-san. #dilempari tepung. Hahaha, muka Rin waktu nyium bau Piko dari kamar mandi? Tanya aja sama Rin~!

Rin : #cuek

Author : Yah... Aku di cuekkin #mewek. Ya sudahlah, Mayu memang kasihan. Len juga kasihan~. XD. Tapi cinta memang begitu! Mencintai lebih menyakitkan daripada di cintai~!. Dan, ga masalah kok kalau reviewnya GaJe~! Hahaha, cerita ini juga rada GaJe #dor. Last, makasi ya reviewnya~! Semoga stresnya cepat sembuh. Oh ya, kalau stres, biasanya Saia ngemil~!

Rin : Stres... Ngemil... Bahaya dong kalau setiap hari stres? Bisa gendut tuh...

~Next~

Lenka Aine

Piko + Len : Shota...? Shota... #menggumam GaJe.

Author : Hahaha, ini apdet~! Ya wa, Rin seperti bidadari cinta waktu itu~! #dilempar Rin.

Lenka : Aku makan apa? Makan hatimu~! #langsung dijauhi semua orang.

Author : Mikuo sama Teto emang ga ada. Mereka lagi kencan~! #padahal disuruh Author pergi beli bahan praktek Author. Manggil Fuka-san? Hahaha, boleh kok~! Manggil apa aja boleh yang penting halal(?), ga pake embel-embel '-sensei ato -senpai' dan yang lazim lah(?). #dor. Dan ini apdet~! Makasi ya reviewnya~!

~Next~

Chiao-chan Kumikawa

Author : Hahaahaa, Saia ga akan bosen liatin review kalian kok~! #dor. Banyak skip? Hahaha, ga apa-apa kok.

Rin : Koi?

Piko : Cumi-cumi?

Len : Arwana...?

Luka : Aku gurita saja deh... ._. #dor.

Author : Hahahaha #sweatdrop liat Akari-chan & Chiao-chan. Ya sudah deh, ini apdetnya~! Dan makasi reviewnya ya~!

~Next~

Kiroyin9

Author : Hello juga... Saia datang mau bales review~.

Rin : Author bego...

Author : Ih, Rinny ja'at #dilempar Rin. Hahaha, emang rasanya chapter kemarin kurang panjang. Gomen ya~! Hahaha, ini juga lanjut~! Makasi reviewnya ya~!

~Next~

Kyouko-nyan Kawaii Neko

Mayu : Keras kelapa? Eh, gue lagi puasa tahu #dimasukkin Author ke kardus.

Author : Hahahaa #ketawa GaJe. Okeh, chapter ini Saia uda usahain panjang-panjang~! Gomen kalau masih mengecewakan~! Makasi reviewnya ya~!

~Next~

Kyoura Kagamine

Author : E-Eh? Gomeeeen ya kalau kurang memuaskan! Heheehe, tapi chapter ini, Author uda usahain panjangin. Semoga memuaskan deh~! Hehehe, mereka emang kasihan #geleng-geleng. Yosh! Saia ga lupa apdet kok~! Arigato reviewnya ya~!

~Next~

Pull

Mayu : Aku... Aneh #pundung.

Author : Hahaha, Author liat di covernya emang imut~! Tapi lagi dalam pemesanan, belum dateng. Hehehe. #dor. Saia juga bakal mimisan deh keanya. Hahaha. P-Pendek ya...? G-Gomen ya... Tapi di chapter ini Saia udah panjangin, dan uda berusaha apdet cepet juga~! Makasi reviewnya~!

~Next~

BakaKuro

Author : W-Waaaa... Gomeeen kalo pendek ya! T-Tapi di chapter ini Saia uda berusaha panjangin! S-Semoga memuaskan ya! K-Kalau ga memuaskan, m-maaf. Hahaha, arigato tetep suka ya!

Mayu : Author sedang kesambet setan cinta~. Makanya dia apdet cepet. #dilempar bakiak sama Author.

Author : Hahaah, iyaa~. Ini apdet~! Makasi reviewnya ya~!

~Next~

RaiOnna

Author : E-Eh.. Makasi pujiannya~ #melayang-layang sambil nangis bahagia. Iiihh.., saia ga mau pake golok. Lagipula itu masih mahal, ada yang lebih murah? #dor. Hahaha, ga apa-apa kok! Review dari semua orang, termasuk dari Rai-chan itu sangat berarti buat Saia~! Malah Saia seneng ada yang mau review~! XD. IFA? Waah... ._. Saia kurang ngerti soal itu. Sebenarnya pengen, tapi liat dulu deh~! Soalnya Saia ga ngerti soal itu. Hehehe, makasi reviewnya ya~!

~Next~

Reika G Nirwana

Author : Yah! Ini uda di apdet! Arigato reviewnya! Dan ini apdet~!

~Next~

Readers

Author : Aku... di bilang pelit... Ahhh! Gomen deh kalo kependekan~! Tapi chapter ini uda Saia panjangin, meski ga panjang-panjang amat. Tapi smoga memuaskan deh~! Gomen ya~! Arigato uda review~.

~Makasi semua reviewnya~

###

.

Go~

Disclaimer :

1. Vocaloid is not mine. But this story is mine.

.

Warning :

1. Typo(s).

2. Alur terlalu cepat.

3. Pendeskripsian kurang.

4. Terlalu banyak pergantian PoV.

5. GaJe.

.

Baby Sitter Love

Chapter 9 : Sekamar dan Tour?

.

Created & Produced by Chisami Fuka

.

Ga suka? Jangan baca!

.

.

.

Normal PoV

"Bagaimana kalau... Ketika kau mencintai seseorang, tapi orang itu malah menyuruhmu untuk menjauhinya?" tanya Len. Sekarang, giliran Rin yang terdiam.

"Bukankah itu menyakitkan?" tanya Len lagi.

"Aku..." jawab Rin gantung. "Aku tidak tahu..." lanjutnya. "Karena aku belum pernah merasakannya. Tapi kalau aku jadi orang itu, jika aku benar-benar mencintai seseorang, aku tetap akan mengejarnya meskipun dia menyuruhku menjauhinya, aku akan terus mengejarnya hingga cintaku padanya habis..." lanjut Rin panjang.

Len terbelalak, itu berarti, Len masih mempunyai harapan'kan? Rin sendiri yang mengatakannya, Rin sendiri yang mengatakan bahwa Len boleh terus mengejarnya meski Rin tidak mengatakannya secara langsung.

"Begitu ya..." balas Len. "Boleh aku bertanya sesuatu lagi?" tanya Len. "Apa?" balas Rin. Dia sudah lupa tentang menyuruh Len untuk menjauhinya.

"Kenapa kau menjauhiku?" tanya Len. "... Gak ada jawaban," jawab Rin ga nyambung dan langsung pergi.

"Hm..." gumam Len sambil tersenyum. Barusan... Rin memberinya harapan 'kan?

Rin PoV

Rasanya... Ada yang aneh saat Len menanyakan hal tadi. Tapi... Ya sudahlah.

Sukiyo kirai wakannai kirai

Sukida igai arienai sukida!

Suki to kirai wakannai tomarenai

Suki Ki—

"Moshi moshi..." jawabku. "Rin?" panggil suara seberang.

"Ya?" tanyaku balik. Yang menelepon adalah Ba-san.

"Ah, Rin. Hari ini, Ba-san dan Ji-san akan pulang telat ya, pekerjaan kami menumpuk. Maaf ya..." kata Ba-san to-the-point. "O-Oh... Iya ga apa-apa. Tapi bagaimana dengan Lenka?" tanya Rin.

"Hmm... Ba-san rasa Lenka akan mengerti, ah sudah dulu ya, pekerjaan Ba-san banyak. Sampai'kan salam Ji-san dan Ba-san pada Lenka, dan hati-hati di rumah ya. Jaa ne~"

"C-Chotto— "

TUUT TUUT

"Bagaimana dengan Len...?" gumamku. Ini juga sudah jam 8 malam...

Aku segera turun dan mencari Lenka. "Lenka-chan..." panggilku ketika memasuki kamar Lenka. "Ya?" tanya Lenka.

Dia sedang bermain dengan Len. Aku menghampiri mereka.

"Kata Kaa-san dan Tou-san Lenka, mereka akan pulang malam hari ini," jelasku langsung. Lenka terdiam sebentar, "K-Kira-kira, jam berapa pulangnya?" tanya Lenka. "Hmm, Nee-chan juga ga tau, tapi katanya bakalan malam," jawabku. Lenka langsung diam, matanya berkaca-kaca.

"Ada Nee-chan kok," hiburku. Dia hanya mengangguk. "Padahal, Lenka mau makan malam sama Kaa-chan dan Tou-chan..." ucap Lenka sambil memanyunkan bibirnya. Aku hanya tertawa kecil.

"Mungkin hari ini ga bisa makan bareng, tapi besok bisa kok. Cuma sehari aja 'kan?" hiburku lagi. Lenka mengangguk. "Len-chan makan malam di sini ya?" pinta Lenka.

"E-Eh...?"

Normal PoV

Rin langsung memberikan tatapan 'Sekarang sudah jam 8 malam,' pada Len. 'Mau gimana? Terima atau tolak?' balas tatapan Len. 'Terserah,' balas Rin.

"Iya," jawab Len akhirnya. Lenka hanya bersorak gembira dan mereka pergi ke dapur. Ah, mereka makan masakan Len.

"Hehehe... Kayak makan sama Kaa-chan dan Tou-chan juga," ucap Lenka di sela-sela makannya. Rin dan Len langsung memerah. Kalau di bilang Kaa-san dan Tou-san, itu berarti mereka suami-istri 'kan? Len cukup bahagia di bilang seperti itu. Tapi entahlah dengan Rin.

Selesai makan, sekitar jam delapan lewat. "Kau belum pulang?" tanya Rin ketika Len mau menyuci piring yang mereka pakai barusan. "Eh? Tunggu aku selesai nyuci ini saja," jawab Len sambil mulai mencuci piring-piring itu. "Oh... Iya," jawab Rin kemudian pergi ke kamar Lenka.

Selesai menyuci, Len berpikir untuk pamit. Karna sekarang sudah sangat malam, hampir jam 9 malam.

'Kalau aku pulang, berarti sisa Rin dan Lenka di rumah?' batin Len tiba-tiba. 'Kalau cuma ada perempuan di rumah, bukannya itu bahaya...? Nanti kemalingan gimana...?' batin Len makin kalut.

Dia mengetuk pintu kamar Lenka dan dibukakan oleh Rin. Lenka sendiri sudah berbaring di kasurnya.

"B-Boleh aku tunggu Ba-san dan Ji-san pulang, baru aku pulang? Bahaya loh kalau cuma ada kalian di rumah," tanya Len. Sebelum Rin menjawab, Lenka langsung memotong perkataannya.

"Len-chan mau nginap di sini?" tanya Lenka senang. 'Siapa bilang?' batin Rin.

"B-Bukan nginap, tapi tunggu sampai Kaa-san dan Tou-san Lenka pulang." jelas Len.

"Yakin? Udah malam loh. Ga apa-apa juga hanya aku dan Lenka di rumah," ucap Rin. "Yakin kok," jawab Len.

"Terserah," jawab Rin. Len lalu masuk dan mengobrol dengan Lenka. Sedangkan Rin kembali ke kamarnya.

"Hehehe, gimana hubungannya dengan Rin-nee?" tanya Lenka. 'Dasar... Pikiran anak jaman sekarang...' batin Len.

"Biasa aja," jawab Len. Setelah mengobrol beberapa lama, Lenka memanggil Rin.

"Ada apa?" tanya Rin sambil berdiri di depan pintu kamar Lenka. "Lenka mau tidur sama Rin-nee..." pinta Lenka. Sekarang sudah jam 9 malam, sudah lewat dari jam tidur Lenka.

"Oh... Bentar ya," ucap Rin kemudian ke kamarnya dan mengambil bantal, guling, selimut dan beberapa keperluannya saat tidur dan membawanya ke kamar Lenka. Tanpa ingat ada Len di sana.

Setelah sampai di kamar Lenka, Rin menaruh semua barangnya di atas kasur Lenka yang muat untuk 2-3 orang.

"Len-chaaan juga tidur sini!" ucap Lenka sambil menepuk tempat sampingnya yang kosong. Len langsung salah tingkah. Mana mungkin dia tidur sekasur dengan Rin? Meski ada Lenka sih. Tapi tetap aja ga boleh 'kan?

"Len-chan di sini saja ya," ucap Len sambil menarik sebuah kursi dan duduk di samping kasur Lenka. "Hmph! Iya deh..." cibir Lenka. Sudah jam 9.30 malam.

"Oyasumi, Rin-nee, Len-chan," ucap Lenka kemudian terlelap. Setelah Lenka tertidur, Len hanya duduk di kursi sambil mendengar lagu melalui headseat yang di pasangnya. Dan Rin juga mendengar lagu dari earphone yang di pasangnya.

Rin tidak mungkin tidur sedangkan Len masih di sana 'kan?

10 menit...

20 menit...

30 menit...

TENG! Tepat jam 10 malam. Ba-san dan Ji-san belum pulang juga.

10 menit...

20 menit...

Terlalu lama, kita skip aja~

Skip~1 jam kemudian~11.00 PM

Di dalam rumah itu, masih saja hanya ada 3 orang. Itu berarti Ba-san dan Ji-san belum pulang juga.

Sementara orang-orang yang berada di dalam rumah, sudah terlelap. Rin, Len, dan Lenka sudah tertidur. Okeh, bisa dibilang, kalau Len dan Rin hari ini tidur sekamar, tapi bukan sekasur.

Skip~2 jam kemudian~01.00 AM

Kriieet

Bunyi pintu rumah di buka. Terlihat dua orang berjalan perlahan-lahan masuk. Ah, mereka bukan pencuri, melainkan Ba-san dan Ji-san.

Tuk

Lampu ruang tamu di hidupkan. Terlihat Ba-san dan Ji-san dengan penampilan agak berantakan di sana. Ah, pasti mereka kecapean.

"Apa Rin dan Lenka sudah tidur ya?" tanya Ba-san sambil berbisik. "Lihat saja," jawab Ji-san.

Mereka kemudian berjalan sambil berusaha tidak mengeluarkan suara terlalu keras agar tidak mengganggu.

Cklek

Ba-san memutar knop pintu kamar Lenka dan mendorongnya hingga terbuka dengan pelan. Ji-san berada di belakangnya.

"Rin tidur di sini ya...?" gumam Ba-san. "L-Loh...? Len?" gumam Ba-san kemudian saat melihat Len duduk di kursi dan menutup matanya. Dia tertidur, bukan mati.

"Ternyata Len menemani mereka..." gumam Ji-san. Kemudian mereka menutup pintu dan melakukan apa yang harus mereka lakukan.

Ji-san pergi ke dapur dan Ba-san ke kamar tamu, kemudian mengambil selimut dan menyelimuti Len. "Terima kasih sudah menemani mereka," gumam Ba-san pelan pada Len yang tertidur.

Setelah itu, Ba-san melihat Lenka dan Rin dulu. Setelah memastikan tidak ada apa-apa lagi, dia baru keluar.

~Baby Sitter Love~

Esoknya (Normal PoV)

"Ungh..." Len mengerang pelan lalu membuka matanya dan mengerjap-ngerjapkannya sebentar sambil mengingat apa yang terjadi.

"Gawat..." gumamnya setelah mengingat apa yang terjadi. Dia segera menoleh ke arah tempat tidur Lenka. Lenka dan Rin masih tidur di sana.

Lalu Len bangkit berdiri, menyebabkan selimutnya terjatuh dan membuat suara, meski tidak terlalu keras.

Dia segera mengambil handphonenya dan melihat jam yang tertera di sana.

Jam 5.28 AM. Pertanda masih pagi. Dengan perlahan-lahan, dia keluar dari kamar itu dengan muka memerah. 'Tidur sekamar dengan Rin...?' batinnya. Hei Len, meski sekamar, tapi belum sekasur. Ingat itu.

BLAM

Len menutup pintu kamar Lenka pelan. Dan menengok sekeliling. Semua lampu masih padam, hanya lampu dapur yang menyala. Segera, Len berjalan ke dapur dan melihat Ba-san sedang memasak di sana.

"Ah, Len? Sudah bangun?" tanya Ba-san ketika melihat Len berdiri di pintu dapur dengan penampilan berantakan layaknya orang yang baru bangun tidur. Memang sih, Len baru bangun tidur.

"O-Ohayou, Ba-san." sapa Len pelan. "Hahaha, ohayou juga, Len-kun. Kenapa pagi-pagi sudah bangun?" balas Ba-san sambil tertawa kecil dan bertanya pada Len.

Len menjadi kikuk. Memang, biasanya dia bangun sekitar jam 5.40 pagi gitu. Mungkin karena dia barusan tidur dengan posisi yang kurang menyenangkan?

"Hahaha, Len makan dan mandi di sini saja, soal keperluanmu di sekolah nanti, Ji-san akan mengantarmu ke tempat tinggalmu sebentar kemudian mengantarmu ke sekolah juga." jelas Ba-san panjang. "A-Ah, aku pulang sendiri saja." tolak Len. Ba-san menggeleng. "Tidak apa-apa kok. Lagipula tidak cukup waktu kalau kau mau pulang sekarang dengan berjalan kaki'kan? Tidak masalah kok," bantah Ba-san. Len hanya mengangguk pelan.

"T-Terima kasih banyak," ucap Len. Ba-san hanya tersenyum. "Ah, Len. Bisa bangunkan Rin sekarang? Kalian harus berangkat awal jika ingin singgah ke apartementmu sebentar." pinta Ba-san. Len hanya mengangguk dan pergi membangunkan Rin. Jadi dia kembali ke kamar Lenka.

"R-Rin... Bangun..." panggil Len pelan dengan jarak 5 meter dari tempat Rin tidur. Dia tidak berani dekat-dekat dengan Rin ketika tidur.

Rin hanya diam dan masih tidur. "Rin... Bangun..." panggilnya lagi dengan suara yang agak keras. Rin masih tidur.

"Rin..." panggil Len lagi sambil mendekat kemudian menggoncangkan tubuh Rin. "Berisik!" teriak Rin pelan sambil melempar bantalnya ke Len.

"T-Tapi ini sudah pagi loh..." ucap Len. Bantal yang di lempar Rin sudah ada di tangannya.

Rin membuka matanya lalu menatap orang yang membangunkannya dengan tajam. Sesaat kemudian, Rin menjerit.

TAP TAP TAP

CKLEK

"A-Ada apa?" tanya Ji-san sambil memegang sebuah tongkat golf dan berdiri di depan pintu kamar Lenka, begitu juga Ba-san, hanya saja, dia memegang sebuah panci.

"K-Kenapa ada dia disini?!" tanya Rin setengah kaget sambil menunjuk seekor makhluk shota yang unyu-unyu dengan muka inoccent yang sedang menatap Rin.

"B-Bukannya tadi malam Len juga tidur di sini ya...?" tanya Ba-san kembali. Rin langsung terdiam dan berlari ke kamarnya. Meninggalkan semua yang ada di situ terheran-heran. Termasuk Lenka yang terbangun akibat teriakkan Rin tadi.

Rin PoV

TAP TAP TAP

Aku berlari menaiki tangga rumah dan masuk ke kamarku.

"U-Uwaaaaaah! Kenapa aku jadi begini...?" gumamku langsung. M-Maksudku... Kenapa aku langsung merasa.. Tidak enak saat aku tahu aku dan Len tidur sekamar. Dia tidak menyentuhku'kan selama aku tidur?

Aku segera memeriksa pakaianku, masih sama seperti ketika aku tertidur kemarin. Syukurlah...

Tok Tok Tok

"S-Siapa?" tanyaku ketika mendengar pintu kamarku di ketuk. "Ini Lenka~!" jawab suara itu. Aku segera membuka pintuku.

"Ada apa?" tanyaku. Lenka menggosok matanya sebentar. Rambutnya berantakan, juga baju tidurnya berlengan panjang serta celana panjang berwarna putih bermotif pita-pita oren yang sangat lucu. Dan itu melengkapi penampilannya yang manis. Uh... Menggemaskan~!

"Kaa-chan nyuluh Rin-nee cepet mandi. Nanti harus blangkat awal..." gumamnya. Hahahaha, sepertinya dia belum terbiasa lagi memakai huruf 'r'.

"I-Iya..." jawabku. Aku segera mengambil handuk dan mandi di kamar mandi pribadiku. Setelah selesai, aku keluar dan mengunci pintu kamarku, sepertinya Lenka sudah turun.

Setelah memakai seragam Crypton Academy, aku langsung bersisir.

"Kau manis..."

E-Eh...? Tiba-tiba... Perkataan Piko kemarin terdengar di kepalaku lagi. Manis...?

Dia mengatakanku manis saat penampilanku berbeda... Tidak seperti saat di sekolah.

Aku mencoba mengurai rambutku dan menyisirnya dengan rapi. Poniku yang biasa kujepit ke samping, kubiarkan terjuntai di depan juga. Poniku tidak panjang, mungkin hanya sebatas alis mataku. Setelah itu, aku memakai kacamataku.

T-Tidak buruk juga... Kalau aku berpenampilan begini, m-mungkin saja Piko akan suka... Dan aku tidak akan di omeli Teto karena penampilanku hanya itu-itu saja.

T-Tunggu! Aku tidak suka pada Piko. . .Piko. Titik.

Jadi... Anggap saja aku berpenampilan begini agar tidak di omelin oleh Teto lagi. Tapi... Biasanya sih... Aku tidak mempedulikan omelan Teto.

Tok Tok Tok

"Ya?" jawabku setengah berteriak agar orang yang mengetuk pintu itu mendengar.

"Rin? Apa sudah selesai? Sarapan sudah siap!" ucap suara itu. Itu suara Ba-san. "Baiklah!" jawabku. Aku segera mengambil tas sekolahku dan kaos kakiku. Dan segera turun untuk sarapan.

"Rin-neeeeeee~!" teriak Lenka dari meja makan saat aku sampai di meja makan. "Ya?" tanyaku. "Hehehe, manggil ajah~" jawabnya. Dasar... Aku hanya mencibir pelan.

Sarapan hari ini, segelas susu dan beberapa lembar(?) roti tawar, Ba-san sudah menyiapkan beberapa toples selai di atas meja. Tinggal di oleskan sendiri sesuai selera.

Ah, ada sesuatu yang mengganjal di sarapan pagi hari ini. Itu karena ada seekor makhluk sok tak berdosa yang ikut makan bersama kami hari ini. Tapi biarkan saja'lah.

"Tumben Rin, rambutmu di urai." ucap Len sambil menatapku dan mengunyah rotinya. "S-Suka-suka aku dong..." gumamku. Dia hanya terkekeh, begitu juga dengan Ba-san dan Ji-san.

Selesai sarapan, Ji-san bilang akan mengantar Len ke apartementnya dulu, baru ke sekolah. Aku sih hanya mengiyakan, ini juga masih pagi.

~Baby Sitter Love~

"Ini apartemen tempat tinggalmu?" tanya Ji-san ketika menghentikan mobilnya di depan sebuah apartemen tinggi. "Iya," jawab Len. "Baiklah, Ji-san akan tunggu di sini ya." kata Ji-san. Len hanya mengangguk dan keluar dari mobil, kemudian masuk ke dalam apartementnya. Beberapa saat kemudian, dia kembali dengan seragam sekolah dan tas sekolahnya. Lalu kami berangkat ke sekolah.

~Sesampainya di sekolah~

Kriik Kriik Kriik

Sejak Rin dan Len turun dari mobil, hampir seisi sekolah terdiam. Alasannya?

1. Karena Len dan Rin, keluar dari mobil yang sama. Dan;

2. Rin mengurai rambutnya, juga penampilannya tidak se-cupu biasanya.

Untuk alasan kedua, mungkin itu cukup aneh bagi mereka.

Rin hanya berjalan kekelas layaknya tidak ada yang aneh hari ini, begitu juga dengan Len.

BRAK

Rin membuka pintu kelasnya dan masuk kemudian duduk di kursinya, dan Len di sampingnya. Pelajaran belum dimulai. Kira-kira 10 menit lagi, mungkin?

Semuanya tenggelam dengan kesibukkan masing-masing.

Rin yang sedang membaca buku,

Len yang sedang bermain handphone,

Teto dan Mikuo yang belum datang,

dan para murid lain yang sedang me-rumpi'kan tentang rumor yang beredar.

Ah, apakah para readers sudah tahu apa rumor yang sedang beredar? Belum? Ketinggalan jaman lo semua! #Author dilempar sandal jepit.

Yah... Rumor yang sedang beredar adalah 'Len dan Mikuo punya hubungan lebih dari sahabat.' agak menjijikan ya...? Entahlah... Author juga berpikir begitu. #dilempar lagi.

Tapi, rumor yang mereka dengar berbeda jauh dengan apa yang mereka lihat. Ada yang sudah mulai menebak kalau Len dan Rin berpacaran. Tapi itu hanya menebak.

Beberapa lama kemudian, Teto dan Mikuo datang. Mereka mengobrol seperti biasa. Layaknya sahabat sejak kecil. Dan pelajaran pun dimulai.

Pelajaran pertama, Fisika. Siapa gurunya? Yak! Tepat sekali! (Readers : perasaan... Kami belum jawab apa-apa deh...).

Kamui Gakupo-sensei. Guru entah perempuan atau laki-laki. Tentu saja kalian sudah tahu fisiknya.

Sementara sensei mereka tercintah sedang menjelaskan pelajaran dengan semangatnya di depan, para murid yang hadir di situ hanya mengobrol seakan-akan sensei mereka hanyalah seekor lalat yang sedang berdengung.

Termasuk Rin. Dia sibuk mengobrol-ria dengan Piko. Len? Bengong. Mayu? Mengobrol dengan Neru dan Miku. Teto dan Mikuo? Sedang bermain 'jan-ken-pon', atau yang lazim di sebut di Indonesia adalah 'gunting-batu-kertas'. Bahasa Inggris? 'Scrissors-rock-paper'. Bahasa Mandarin? 'jian, shi, zhang'. Bahasa Jerman? 'schere, stein, papier'. Bahasa Spanyol? 'Lo kira gue gugel translate apah?' #dibantai rame-rame.

Di sela-sela(?) penjelasan Gakupo-sensei yang tidak di perhatikan muridnya sama sekali, Luka-sensei tiba-tiba masuk. Semua murid langsung diam.

Mereka mengobrol sebentar, tiba-tiba para sensei itu menoleh ke arah para murid. "2 minggu lagi, kelas X akan mengadakan tour. Kita akan mengadakan tour di Kyoto selama 3 hari 3 malam. Dan kita akan menyewa penginapan di sana. 1 kamar penginapan minimal 4 orang dan maksimal 5 orang. Harap segera kumpulkan daftar anggota kamar kalian. Anggota kamarnya tidak boleh cowo-cewe! Hanya boleh sesama jenis(?)!. Kumpulkan pada Gumi-san. Gumi-san, tolong bantuannya." ucap Luka-sensei. Gumi hanya mengangguk.

Kelas langsung menjadi ribut. "Ah, lalu, setelah selesai istirahat pertama, berkumpul di aula. Ada yang harus di sampaikan lagi." lanjut Luka-sensei. Semuanya mengangguk lalu Luka-sensei keluar dari kelas itu.

"Rinniiieeeeeh~! Sekamar ya!" teriak Teto ga kalah keras dengan murid lainnya yang sedang heboh soal tour itu. Rin hanya mengangguk. Semuanya mungkin bergembira, kecuali Mayu yang sedang patah hati.

Dan butuh lebih dari 5 menit untuk Gakupo-sensei agar bisa menenangkan kelasnya.

Istirahat~

"Rinny~! Kita harus mencari 3 orang lagi untuk sekamar dengan kita! Lebih ramai lebih seru!" ucap Teto bersemangat. "Iya-iya. Terserah padamu saja," jawab Rin. Mereka kemudian berjalan ke kantin, tanpa Len dan Mikuo. Karena kedua cowo cakep itu sedang sibuk dengan permintaan Gakupo-sensei yang meminta—lebih tepatnya memaksa mereka membawakan buku ke kantor guru.

Setelah sampai dikantin, mereka langsung duduk. "Nah, mau cari siapa?" tanya Rin. Teto berpikir sebentar. "Hmm... Aku tidak tahu juga..." gumam Teto. Tiba-tiba muncul sebuah bohlam berwarna merah(?) di atas kepalanya.

"Bagaimana kalau Gumi, SeeU dan Defoko?" tanya Teto. "Terserah saja," ucapnya.

"M-Maaf... Boleh kami sekamar dengan kalian?" tanya seseorang.

~Di sisi lain~

"Aku minta maaf soal kemarin." ucap Len pada Mayu yang sedang duduk di aula. Di sampingnya, ada Neru yang hanya diam sambil bermain handphone.

Mayu membuka mulutnya, "Tidak—..."

~To be Continue~

Author's Teritorial

Author : Yak, apakah chapter ini masih pendek? Gomen kalo masih kurang memuaskan.

Rin : Ah... Author sedang terkena penyakit cinta. Biarkan sajalah.

Author : Minna~! Selesai baca, jangan lupa review ya~! Lope u all~!