Title : The Secret Box

Part : 9 (Confused and Complicated)

Length : 9/?

Author : ShadowCrush

Genre : Romance - Drama - Crime

Rate : M

Cast : Wu Yi Fan/Kris, Huang Zi Tao, And Other Cast

Disclaimer : All Cast belong to God, Their Self, I Just owned the Story

Warning : Boys Love/Yaoi, violence, strong language, typo(s), death chara.

Preview :

Saat dirasa Kris sudah tertidur Tao bangun dan berjalan keluar kamar, sebenarnya kakinya tidak sakit walaupun saat pertama dia bangun terasa sedikit nyeri. Tao mengambil smartphonenya dan menelpon seseorang, lama Tao menunggu sebelum linecall nya dijawab.

"good night sir, I'm sorry if I disturb you, I've know where's him live"

"it's okay, where's it?"

"Mega South Korea apartment, number 717"

"ok, good job, still watch him"

"yes sir"

Tao memutuskan sambungan teleponnya, dia tersenyum.

"maafkan aku Kris" Tao tersenyum penuh kemenangan.

Don't Like Don't Read

.

.

.

The Secret Box

Seoul, 04.37 AM

Hujan masih mengguyur kota Seoul, terdengar bunyi bulir-bulir air yang jatuh ke bumi, rasa dingin menyapa seluruh penjuru kota.

Kris menggeliat di atas kasur nya karena merasa kedinginan, dia membuka matanya, Kris merasa dia tidak tidur sendirian dilihat nya kearah samping dan mendapati Tao dan dirinya yang berjarak sekitar 50 cm, Kris melihat Tao masih tertidur seperti anak kecil. Tao memeluk bantal guling dan menyelimuti dirinya.

Kris memandangi wajah Tao dengan intens, Kris tersenyum. Sepertinya akhir-akhir ini Kris sering sekali tersenyum.

"aku berterima kasih kepada dua orang kemarin, jika bukan karena mereka aku tak akan bisa sedekat ini dengan dirimu" pikir Kris

"eh…apa yang sedang kupikirkan" Kris bingung dengan pemikiran nya sendiri.

"aku rasa aku memang sudah gila, gila karena dirimu" gumam Kris pelan, Kris menyentuh wajah Tao dengan hati-hati, takut membangunkan pemiliknya.

Kris memang sudah gila, dia rasa orientasi seksualnya sudah mengalami permasalahan.

Tao yang merasakan sesuatu menyentuh wajahnya langsung reflek menangkap sesuatu yang menyentuhnya. Tao membuka matanya dan mendapati Kris yang terkejut, Tao melihat tangannya yang sedang menggenggam tangan Kris dengan keras.

"apa yang kau lakukan" Tanya Tao dengan tatapan tajam.

Kris tidak tau harus menjawab apa, lidah nya terasa kelu dan mati rasa, dia hanya bungkam seribu kata. Sedangkan Tao masih menatap Kris tajam.

"mi..mianhae, itu..anu tadi aku melihat ada ko..kotoran ya ada sedikit kotoran di wajah mu, jadi aku membersihkannya" jawab Kris gugup.

Tao menangkat sebelah alisnya "alasan yang bodoh" pikirnya, Tao melepaskan genggamannya dari tangan Kris.

"benarkah ?...ah itu mungkin karena aku belum mandi" ucap Tao, Kris lega karena Tao tidak membahas masalah tadi.

"bisa jadi, hahaha, ehm..kau merasa lebih baik?" Kris tertawa garing dan berusaha mengalihkan pembicaraan.

"ne, aku merasa sedikit mendingan, gomawo karena telah merawat ku, setelah ini aku akan pergi" ucap Tao dengan tatapan dingin.

"ye, sama-sama, hehe"

Tao beranjak bangun, dan memakai jaket kulitnya yang berada di sofa dekat kasur Kris.

"kau yakin sudah sehat Tao-shi ?" Tanya Kris yang sekarang sudah duduk di atas kasur.

"ya, gomawo, anggap saja apa yang kau lakukan ini sebagai 'bayaranku' untuk tutup mulut" ucap Tao.

Kris berpikir sejenak dan dia mengerti apa yang dimaksud Tao. Sekarang Kris tahu salah satu dari sifat Tao yang lain, 'tak mau berhutang budi'.

"ah..ne, haha, ini kunci motor mu" Kris mengambil kunci di samping nya dan melemparkan kunci itu ke arah Tao.

Tao dengan sigap menangkap kunci tersebut.

"oh ya Kris-shi"

"ne ?"

"alamat apartment mu ini dimana ?" Tanya Tao berpura-pura.

"apartment MSK, untuk apa?"

"kau membawa aku saat aku pingsan, jadi bagaimana aku bisa tahu dimana aku sekarang dan lewat mana aku pulang nanti"

"oh…benar juga perkataan mu, hehe, kau yakin ingin pulang ?, di luar hujan sangat deras"

"ne..sekali lagi terimakasih banyak, dan permisi" Tao merasakan apa yang dirasakan Siwon dulu, saat dirinya menyelamatkan Siwon dan Siwon tak henti-henti nya berterima kasih pada Tao. karma memang pikirnya.

"Ehh…Tao shi, hmm.. itu..anu…bolehkah aku minta nomor ponsel mu ?" Tanya Kris malu-malu.

Tao berpikir sejenak "kalau kau minta nomor teleponku, bagaimana aku menelpon orang ?" canda Tao.

"hahahaa. Bukan begitu maksud ku bolehkah aku menyimpan digitnya saja ?" jelas Kris.

"oh begitu ya, untuk apa dulu ?, jangan-jangan kau akan memberikan nomor ku kepada tante-tante girang dan menjual ku kepada mereka…oh tidak" ucap Tao membanyol.

"hhahaah, kau ini lucu sekali Tao-shi, tidak seperti kemarin"

"maksud mu apa ?, memangnya aku kemarin seperti apa?"

Kris keceplosan, dia bingung hendak menjawab apa.

"ah anni, ehm..jadi bolehkah aku minta nomor ponselmu?"

"tidak..mungkin nanti, bye Kris" ucap Tao dan langsung berlalu, membuat Kris malu dan salah tingkah luar biasa.

"shit" umpat Kris pelan.

Tao keluar dari kamar Kris, dia berjalan mencari pintu keluar, saat dia berada di ruang tengah, dia melihat seseorang yang tertidur dengan tidak elite nya di sofa, Tao mengacuhkannya dan terus berjalan kearah pintu. Tao membuka pintu kayu berwarna hitam dan putih itu lalu menutupnya kembali. Pintu otomatis yang akan terkunci jika tertutup. Tao berjalan menyusuri lorong.

"Kris..kau orang yang menarik, tapi sangat disayangkan….."

The Secret Box

Seoul International High School terlihat nampak ramai dengan berbagai macam atribut bertemakan musim panas. Walaupun hujan yang semalam mengguyur kota Seoul tetapi tidak serta merta membuat acara Festival Musim Panas di SIHS terganggu.

Perayaan Festival Musim Panas, adalah sebuah agenda tahunan untuk SIHS, setiap tahunnya selalu diisi dengan festival budaya, festival musim panas SIHS diselenggarakan oleh pihak sekolah dan dikoordinasi oleh OSIS SIHS, OSIS yang pada tahun ini diketuai oleh seorang namja bernama Lu han.

Terlihat sebuah panggung yang berukuran 20 x 7 Meter di tengah-tengah lapangan yang tengah diisi oleh band sekolah, tedengar teriakan heboh para penonton, di setiap sudut terlihat stand-stand, mulai dari stand makanan, stand pakaian, stand souvenir, dll. Tak ketinggalan juga permainan-permainan yang disediakan. Acara yang telah lama direncanakan tersebut tak sia-sia karena ramainya acara.

Terlihat Kris dan Chanyeol yang berjalan diantara stand-stand.

"hyung, seingat ku kita tidak pernah melakukan hal-hal seperti ini dulu" ucap Chanyeol.

"nikmati saja, inilah yang pepatah bilang sambil menyelam minum air" jawab Kris.

Mereka berdua berjalan-jalan mengelilingi kawasan festival, menikmati rasanya kembali menjadi anak SMA, tak ketinggalan juga yeoja-yeoja yang selalu menggoda mereka berdua. Terang saja dalam waktu kurang dari dua minggu mereka bersekolah disini Kris dan Chanyeol sudah menjadi idola di sekolah tersebut.

Saat sedang berjalan, mata Kris tertuju pada seorang namja dengan lingkaran hitam di matanya, sedang duduk di bawah pohon sambil meminum sesuatu. Kris berjalan mendekati Tao, meninggalkan Chanyeol yang sedang asyik menggoda yeoja penjaga stand souvenir.

"hei Tao-shi, what're u doing here ?" Tanya Kris.

Tao memalingkan wajahnya kesumber suara.

"nothing" jawab Tao singkat.

"kau tidak apa-apa kan tadi ?"

"hem.." Tao hanya menggumam menjawab pertanyaan Kris, membuat Kris gemas.

"Tao-shi kau sendirian saja ?"

"menurutmu aku sedang bersama seseorang ?"

Kris tersenyum gemas mendengar jawaban Tao. ingin rasanya dia menerjang Tao sekarang juga karena terlalu gemas.

"boleh aku duduk di situ ?, aku agak lelah berjalan-jalan tadi" Tanya Kris berbasa-basi.

"kalau mau duduk tinggal duduk saja, kau ini cerewet sekali seperti yeoja" jawab Tao.

Kris bertambah gemas dengan Tao, Kris mendudukan diri di samping Tao. Kris mengibaskan tangannya karena merasa agak kepanasan, sesekali dia mencuri pandang pada sosok namja di sebelahnya.

"kau mau ?" Tanya Tao sadarkarena Kris sedari tadi melihat kearah milkshake milik dirinya -menurut Tao-.

"eh..boleh kebetulan aku haus" belum sempat Tao berbicara lagi Kris sudah menyerumput milk shake milik Tao.

"aissh..kau ini, padahal aku mau bilang jangan sampai kena sedotannya" ucap Tao kesal.

"mwo..? kau terlalu lama, aish mianhae, biar aku belikan yang baru"

"tak apalah, lagi pula aku sudah tidak haus lagi"

Rasa canggung pun menghampiri mereka berdua –sebenarnya hanya pada Kris-.

"Tao-shi"

Tao memalingkan wajahnya ke arah Kris.

"hah ?"

"kau kan murid baru juga disini?, sudah berapa lama kau masuk sekolah ini dan darimana asal mu?" Tanya Kris.

"oh..itu ya, aku pindah kesini dua hari sebelum kau pindah, aku pindah dari Qiangdao, China"

"kau orang China ?, kebetulan sekali ayahku juga orang China, ibuku orang kanada"

"oh..begitu, aku tidak tanya" ucap Tao membuat Kris mati kutu.

Rasa canggung kembali menghampiri Kris, dia tidak dapat memikirkan topic pembicaraan untuk dibahasnya dengan Tao. Bbbrrt… getar ponsel Kris, Kris melihat di layar ponsel nya, lalu Kris mengangkat panggilan untuknya.

"ya hyung, dimana kau!"

Kris menjauhkan ponsel dari telinganya yang sakit karena mendengar teriakan Chanyeol.

"oy brengsek, jangan berteriak, kau mau membuat aku tuli ya?"

"sorry sorry, dimana kau kenapa kau meninggalkan daku sendiri disini" ucap Chanyeol mendramatisir.

"cih, urus urusan mu sendiri, jangan ganggu aku!".

"aissh, arraseo jangan sampai melupakan transaksi nanti malam"

"cerewet…menganggu saja"

"ya…hyu…" belum sempat Chanyeol menyelesaikan pembicaraannya Kris sudah memutuskan sambungan telepon mereka.

Kris melihat ke samping, Kris tersenyum saat mendapati Tao yang sedang menarik-narik kerah bajunya karena kepanasan.

"Tao.."

"Kris.."

"kau duluan Tao" ucap Kris.

"kau saja yang duluan" jawab Tao.

"kau saja"

"aissh kau ini, aku mau makan perut ku lapar, kau mau ikut ?, giliranmu"

"ah tidak jadi… tentu saja aku mau" Tao berdiri dan hendak berjalan yang diikuti oleh Kris, Kris berdiri dan berjalan menyusul Tao.

"aneh.." ucap Tao.

Kris dan Tao berjalan di tengah kerumunan orang banyak, mereka berjalanan dengan Tao yang ada di depan Kris. Kris memandang kagum kearah Tao karena dia melihat tubuh bagian Tao yang sempurna, tegap dan kelihatan kuat.

"Kris, kau mau makan dimana?" Tanya Tao tanpa menghentikan langkah nya.

"terserah kau saja, yang penting tidak beracun" ledek Kris.

"sepertinya aku ingat itu adalah perkataan seseorang, " ucap Tao sambil mengangkat sebelah alisnya memandang kearah Kris.

"hehehe, bagaimana kalau kita makan bulgogi ?" Tanya Kris.

"aku sedang ada program diet" ucap Tao yang membuat Kris tertawa.

"jinjja?, ommo Tao-shi, bagaimana kalau kimbap ?, bibimbap?, jjangmyeon?, atau sannakaji ?" ucap Kris seperti pelayan restoran.

"aissh kau ini, aku ingin makan makanan yang agak western" ucap Tao.

"kau tadi bertanya mau makan apa, sekarang malahan kau yang menentukan, aneh-aneh saja"

"kau tidak mau ?"

"arraseo, kajja kalau aku tidak salah ingat disitu ada stand yang menjual makanan khas amerika, kau mau ?"

"tunggu apa lagi cepatlah" ucap Tao dengan semangat.

Kris cengo, dan langsung menyusul Tao ke stand yang ada di ujung jalan, Suasana di dalam stand nampak ramai, Kris dan Tao bersyukur karena masih ada meja yang kosong, mereka pun duduk di situ.

"choggiyo" Kris memanggil pelayan.

"ye ? dapatkah saya menulis pesanan anda ?" Tanya pelayan yeoja itu sopan.

"aku ingin BBQ, Salad kentang, kentang goreng, minumannya lemon juice dan untuk penutup nya waffle+es krim, Kris ?" ucap Tao tanpa melihat daftar menu yang disodorkan pelayan.

"kau bilang kau sedang 'program diet' ?" Kris heran dengan pesanan Tao.

"kapan aku bilang ?" ucap Tao berlagak polos.

"ah terserah kau saja, pesanan ku sama saja seperti pria tampan ini, nona" ucap Kris.

"2 BBQ, 2 Salad kentang, 2 kentang goreng, minumannya 2 lemon juice dan untuk penutup nya 2 waflle+ 2 es krim, mohon tunggu sebentar"

Sekitar 15 menit menunggu dalam diam, pesanan mereka telah tiba.

"itaddakimashu" ucap Tao dengan bahasa Jepang, Tao langsung menyikat makanan pesanannya tadi. Acara makan mereka terbilang sangat cepat, dikarenakan Tao yang makan dengan kecepatan bak pesawat jet.

"Tao-shi" panggil Kris.

"saat kau makan, dilarang berbicara" ucap Tao.

"oh ah, mianhae"

Kris melanjutkan kegiatan makannya, Tao sudah menghabiskan semua makanannya, dan sekarang Tao sedang menatap kearah Kris membuat Kris salah tingkah karena menyangka Tao menatap pada dirinya padahal Tao melihat kearah makanan Kris.

"Kris-shi, kau tidak keberatan kan jika aku memanggil mu Kris ?, aku lelah dengan formalitas, kau juga boleh memanggil ku Tao saja, itupun jika kau mau" ucap Tao membuat Kris sedikit tersedak.

"uhuk..tentu saja akku mau"

"nah Kris, kau sudah kenyang ?" Tanya Tao, karena Tao melihat Kris yang hanya mengaduk-aduk makanannya.

"hah..?"

"aku bilang kau sudah kenyang ?"

"ah…ne, aku sudah kenyang, kenapa ?"

"Kalau kau sudah kenyang cepatlah kita pergi aku lelah menunggu dirimu" ucap Tao.

"ah…ne"

Tao dan Kris berjalan ke arah kasir ingin membayar.

"totalnya 25000 won" ucap sang kasir ramah.

Kris mengambil dompetnya dan ingin mengambil uang untuk membayar.

"kamshamidda, silahkan mampir kembali" ucap sang kasir.

Kris mengangkat kembali kepalanya.

"kajja" ucap Tao.

"kau yang membayarnya Tao ?" Tanya Kris.

"anggap saja itu ucapan terimakasihku atas pertolonganmu kemarin, sekali lagi aku ucapkan terimakasih banyak" jelas Tao.

Kris tersenyum garing, sebenarnnya dia tidak mengharapkan Tao yang membayar, malahan dia bermaksud mentraktir Tao.

"kau tau perlu seperti itu, terimakasih karena telah membayarkan makanan ku" ucap Kris.

"sekarang kita impas, dan selamat tinggal Kris" ucap Tao yang langsung berjalan meninggalkan Kris.

"jadi dia mengajak ku makan hanya untuk membalas budi ?" gumam Kris, ada sedikit perasaan sakit dihatinya.

"aissh bodohnya aku" pikir Kris.

The Secret Box

Di sudut lain festival tepatnya di dekat panggung berdiri Baekhyun dan beberapa orang panitia yang sedang sibuk mengurus festival. Walaupun Baekhyun adalah orang yang tertutup dan jarang bersosialisasi dengan orang lain, tetapi untuk urusan keorganisasian seperti ini Baekhyun termasuk dalam anggota yang aktif, tetapi hanya sebatas profesionalisme.

"Baekhyun-ah, tolong kau urus masalah pendaftaran orang-orang yang akan melaksanakan perlombaan ne, aku mau pergi sebentar" ucap Luhan.

"ah…ne hyung, serahkan saja padaku"

"mianhae merepotkan dirimu, aku hanya sebentar saja"

"gweanchana hyung, ini memang sudah tugas ku"

"baiklah, aku tinggal dulu ne" pamit Luhan.

"ne hyung" Baekhyun duduk di meja pendaftaran.

Terlihat sekumpulan orang mendatangi Baekhyun, mereka ingin mendaftarkan diri atau grup mereka sebagai pengisi acara festival, Baekhyun agak kewalahan menghadapi mereka semua. Setelah Baekhyun meresa tak ada lagi yang berminat mendaftarkan diri Baekhyun beranjak dari meja pendaftaran dan berjalan menuju ruangan sekretariat.

Baekhyun melihat kesekeliling, dia merasa sangat senang bisa menjadi bagian dalam kegiatan seperti ini.

"hanya hal seperti ini yang bisa membuatku bebas dari appa" pikir Baekhyun.

Baekhyun terus berjalan menuju ruangan sekretariat yang berada di dalam gedung sekolah, saat Baekhyun berjalan di tangga tak sengaja dia mendapati sepasang manusia yang sedang bercumbu mesra, pasangan itu tak menghiraukan keberadaan Baekhyun. Baekhyun pun melanjutkan perjalanannya.

"dasar tak tahu malu" pikir Baekhyun.

Terlihat sebuah ruangan dengan pintu berwarna coklat, Baekhyun mengetok pintu tersebut sebelum masuk, Baekhyun tak melihat seorang pun di dalam ruangan itu, dia langsung meletakan map yang berisi kertas pendaftaran peserta pentas. Baekhyun langsung keluar dari dalam ruangan tadi. Tiba-tiba tangannya ditarik oleh seseorang.

Baekhyun menarik paksa tangannya dari cengkraman tangan yang menurutnya lembut dan sangat dia kenali. Sunny berbalik menghadap Baekhyun.

"oppa" gumam Sunny lirih.

Baekhyun terlihat hanya diam tak tahu harus berbuat apa untuk menanggapi Sunny. Sunny menggenggam tangan Baekhyun, dan Baekhyun hanya membiarkannya.

"oppa, dengarkan aku, aku ingin kita kembali seperti dulu, aku akan membatalkan pertunanganku dengan dia" ucap Sunny.

Baekhyun tetap diam dia sedang berpikir mencerna perkataan Sunny tadi.

"oppa, kau mendengarkanku kan:?" Tanya Sunny karena merasa Baekhyun hanya diam.

"ne, aku mengerti" ucap Baekhyun.

"aku merasa sangat sakit saat berada jauh dari oppa, aku ingin kita kembali seperti dulu" Sunny mempererat genggaman tangannya pada Baekhyun.

'"jadi, oppa ?, apakah kau mau menerimaku kembali" tambah Sunny.

"kau tahu prinsip sejarah ?, 'kau bisa mempelajari sejarah, tetapi kau tidak bisa kembali ke sejarah itu sendiri'" ucap Baekhyun.

"ma….maksud oppa apa?" Tanya Sunny yang sedang menahan air matanya.

"kau tahu kalau pertunangan adalah hal yang sangat 'sakral' kau tidak bisa mempermainkannya Sunny-ya" ucap Baekhyun yang berhasil membuat air mata Sunny tak terbendung.

"o..ooppa" ucap Sunny lirih sambil menahan tangisannya.

"mianhae, aku tak bisa…., aku rasa kau akan bahagia dengan dia, aku tahu dia jauh lebih perhatian dibanding diriku" Ucap Baekhyun.

"o..ooppa, tapi..tapi"

"jeongmal mianhae Sunny-ya, permisi" ucap Baekhyun dan meninggalkan Sunny yang tersandar di dinding dan menangis tak tertahankan yang sebenarnya membuat hati baekhyu pilu .

Baekhyun berjalan menjauhi Sunny, sebenarnya hatinya sangat sakit karena menolak Sunny, tapi dia tidak ingin menjadi seseorang yang 'dikasihani' cintanya, dan dia juga tak ingin menjadi seseorang yang egois yang hanya memikirkan kesenangan sementara belaka.

The Secret Box

Matahari terlihat berpindah dari satu sisi ke sisi yang lain dikarenakan perputaran bumi pada porosnya membuat hari semakin sore, tetapi Seoul International High School masih saja terlihat ramai, stand-stand yang menjual bermacam-macam barang atau makanan masih dipenuhi oleh pembeli. Festival musim panas SIHS memang terbuka untuk umum, karena itulah acara itu masih sangat ramai pengunjung.

Di panggung pertunjukan masih terlihat orang-orang yang menampilkan kebolehan mereka.

"pertunjukan masih terlihat orang-orang yang menampilkan kebolehan mereka.

"YAA !, itu tadi penampilan dari Activation band, beri tepuk tangan yang meriah" ucap salah seorang MC di atas panggung dan disambut oleh penonton dengan tepuk tangan yang sangat meriah.

"dan sekarang kita akan menampilkan seorang…hmm.. seorang namja yang what !, mengaku namja tertampan di SIHS, huh PD sekali dia ya…, dan dia adalah murid baru dari kelas XII-B pindahan dari New York dan yang akhir-akhir ini menjadi buah bibir, kita sambut PARK CHANYEOLLLL!" ucap MC tersebut. Tepuk tangan yang sangat meriah kembali terdengar disertai jeritan-jeritan dari yeoja-yeoja. Chanyeol dengan percaya diri menaiki panggung dan mendekati MC.

"wah…ternyata kau memang tampan dan tinggi" ucap MC itu kagum kepada Chanyeol.

"haha..kamshamidda, kau terlalu memuji" ucap Chanyeol merendah.

"ah…tidak-tidak itu memang benar, IAKAN CHINGUDEUL ?" ucap MC itu dan langsung terdengar sorakan dan jeritan dari penonton.

"hahaha" Chanyeol tertawa garing. Sebenarnya dia tidak ingin berpartisipasi dalam pertunjukan ini, jika bukan karena haga dirinya yang terlalu tinggi untuk kalah dari Kris.

*Flashback*

"ya hyung apa yang kau lakukan, kenapa kau menuliskan namaku dalam formulir itu !" ucap Chanyeol karena Kris yang mendaftarkannya pada pertunjukan.

"biasanya kau kan suka tebar pesona ?, sekarang lah saatnya dirimu 'Mengapresiasikan' kepercayaan dirimu yang kelewat batas itu" jawab Kris yang sukses membuat Chanyeol mendengus kesal.

"kau menantang ku hyung ?"

"sebenarnya tidak, tapi jika kau beranggapan seperti itu…ya akan aku iyakan"

"aish…baikalah jika kau menantang ku akan kuladeni, tapi apa yang akan ku dapat ?"

"jika kau menang kau bebas melakukan apa saja selama seminggu, tapi jika kau kalah kau harus menuruti apa kataku selama seminggu, bagaimana ?"

"itu terdengar tidak adil bagiku, dan sangat biasa" ucap Chanyeol.

"kenapa?... are'u scared little boy ?" ledek Kris yang membuat Chanyeol naik pitam.

"takut? Tidak ada dalam kamus besar Chanyeol" jawab Chanyeol dengan pedenya.

"so?, deal ?"

"baiklah, deal, but remember don't regret it soon" ucap Chanyeol meremehkan Kris.

"you too"

*Flashback end*

Chanyeol sudah berpikir apa yang akan ditampilkannya dengan cepat sebelumnya, dia memutuskan untuk ngerapp, karena dia tak yakin dengan hal yang lain –hal yang wajar untuk dipertunjukan-.

"baiklah Chanyeol-shi, show us what you have"

Chanyeol duduk disebuah kursi yang disediakan, di depan mulutnya terdapat sebuah microphone yang standby, Chanyeol memejamkan matanya mengingat-ingat lagu yang sudah direncanakan sebelumnya.

Chanyeol mulai melantunkan lirik lagu rap demi rap, Chanyeol membawakan lagu dengan sangat santai. Chanyeol melirik kearah seseorang di bawah sana.

Kris terlihat menunjukan raut wajah yang masih sama –stay cool walaupun dirinya sudah di ambang terus melantunkan rapnya yang membuat pendengarnya terpesona, Chanyeol menatap remeh kepada Kris. Kris mengeryitkan dahinya sedikit, membuat Chanyeol semakin yakin akan menang.

Tiba-tiba suara microphone yang digunakan Chanyeol tak terdengar .

"nan sarang…Check…check" ucap Chanyeol.

"what the fuck with this thing" Chanyeol berpikir sesaat sebelum dia mengalihkan pandangannya pada seseorang, ya Kris dalang dari masalah ini. Kris tersenyum lima jari.

"that bastard" pikir Chanyeol, sekarang dia merasa sangat malu walaupun sebenarnya hal ini dianggap 'kesalahan tekhnis' oleh kebanyakan orang"

Kris menang dalam taruhan, walaupun dengan cara yang tidak etis sama sekali, sabotase. Chanyeol langsung turun dari panggung, terdengar sorakan-sorakan yang Memiliki makna berbeda-beda dari para penonton.

"kau curang, aku kira kau akan bermain secara positif" ucap Chanyeol marah kepada Kris namun apa daya Kris hanya menjawabnya dengan senyuman lebar.

"kau sudah kalah dan sesuai peranjian, lakukan apa yang harus kau lakukan". Ledek Kris.

"tapi kau curang bastard !, aku tak terima ini" protes Chanyeol.

"kau harus ingat siapa kita, kita berbuat segala sesuatunya untuk mendapatkan apa yang kita mau, Stupid-Yeol" Kris menoyor kepala Chanyeol.

"hahhh….? Kau..kau, ahhh sudah lah"

"be a man Chanyeol, and take your 'Responsibilities' ucap Kris dengan penekanan.

"whatever !"

The Secret Box

Udara panas pada siang hari terasa membuat raga dan jiwa setiap manusia merasa gerah dan panas, tak jauh berbeda dengan sebuah rumah minimalis di pinggiran kota Seoul yang berada di daerah perbukitan.

"HAHH…? KALIAN TIDAK BERHASIL MENANGKAP DIA ?" Teriak Seorang namja yang kita ketahui namanya adalah Suho.

"maafkan kami Bos, saat kami ingin membawanya ada seseorang yang menghadang kami"

"seseorang ?, siapa dia ?"

"dia seorang namja, badannya tinggi dan rambutnya pirang hanya itu yang dapat saya ingat bos" ucap salah seorang dari mereka.

"ck" Suho mendecak marah, dia mengambil sebuah revolver dari dalam jaketnya

"DOR…DOR!"

Terdengar bunyi tembakan dari rumah itu. Suho menembak kedua orang tadi tanpa aba-aba.

"AH…..bisa mati aku kalau begini" pikir Suho kesal.

Suho berjalan keluar dari rumah itu, meninggalkan dua badan yang tanpa nyawa tergeletak di dalam rumah tersebut.

The Secret Box

Seoul, 9.45 PM

Kris dan Chanyeol berada di dalam mobil, mereka sedang dalam perjalanan menuju suatu tempat. Mereka telah meninggalkan sekolah beberapa saat yang lalu karena mereka akan melaksanakan transaksi dengan orang-orang China tempo hari.

"kau siap ?" Tanya Chanyeol pada Kris.

"sebaiknya kau menanyakan pertanyaan itu pada dirimu sendiri"

"dan lagi biar aku yang berurusan dengan mereka, kau jaga aku dari belakang, biarkan yang lain menjaga dari jauh" tambah Kris lagi.

Kris memperlambat jalan mobil mereka ketika mereka sudah akan sampai pada tempat tujuan. Kris memarkirkan mobilnya jauh dari tempat pertemuan, terlihat dikejauhan sebuah gedung tua di dekat sungai Han yang akan menjadi tempat transaksi mereka.

"barangnya dengan mu kan hyung ?" Tanya Chanyeol.

Kris mengambil sebuah koper hitam besar yang terlihat berat dari jok belakang, Kris membuka koper tersebut dan terlihat beberapa plastik yang berisikan benda sejenis tepung berwarna putih -ganja-, Chanyeol melihat kearah koper tersebut.

"walaupun itu terlihat menggiurkan tapi jangan sampai aku mencicipinya sedikitpun" monolog Chanyeol yang sedang berjalan menuju ke dalam gedung itu bersama Kris di depannya.

"shut up, and get in your position in my order" ucap Kris yang terlihat menenteng dua buah koper yang berisikan ganja tadi, Chanyeol mengerti dan langsung berjalan mendahului Kris, terlihat orang-orang berperawakan besar berdiri didekat pintu masuk gedung itu. Kris dan Chanyeol diperiksa oleh orang-orang tadi, setelah itu mereka dikawal.

Suasana di dalam gedung tua tersebut sangat kumuh dan tak terurus, terlihat dari sampah di sana-sini. Kris menatap kea rah Chanyeol, Chanyeol yang di tatap langsung mengerti. Kris terus berjalan kearah segerombolan orang yang berada di tengah gedung tersebut. Chanyeol mendekatkan tangannya ke mulut.

"stand by on your side" ucap Chanyeol.

Setelah sampah di dekat orang-orang tadi, Kris menaruh koper-koper tadi di atas meja.

"hello Mr. Wu, long time no see, how's your feel ?" ucap seorang namja bertubuh tambun dan menggunakan kacamata hitam. Basa-basi yang basi.

"to the point Mr. Lau, I don't have any time" ucap Kris langsung.

"hahaha..still same, OK, let me see its"

Kris membuka salah satu koper itu dan terlihat wajah namja tambun itu terkagum oleh benda tersebut.

"where's the money ?" Tanya Kris dengan ekspresi yang sangat dingin.

"give that to him" ucap namja tambun itu kepada anak buahnya.

Kris membuka koper yang diberi pria tambun tadi sekedar untuk mengecek isi dari koper tersebut.

"ok..good to see you Mr. Lau" ucap Kris tersenyum lalu beranjak pergi.

"Boss, there're polices outside" ucap salah seorang anak buah Mr. Lau.

"shit..how can they know this place" umpat Mr. Lau.

Kris yang mendegar pembicaraan mereka langsung bersiaga.

"Chanyeol, status?" Tanya Kris kepada Chanyeol melalui gadget yang tesimpan di tangan nya.

"bad..there're polices outside, we must be go now" ucap Chanyeol dari seberang.

"ok.. I'll see you at car" ucap Kris mengakhiri pembicaraan mereka.

Di luar terdengar suara tembak menembak antara kubu Mr. Lau dan Polisi. Kris berlari kea rah belakang bangunan mencari pintu keluar, Kris melihat di sudut ruangan terdapat sebuah pintu besi yang Kris yakini pintu keluar. Kris berlari mendekati pintu itu dan dia membuka pintu tersebut. Kris sekarang berada di bagian luar bangunan itu, di depan Kris terlihat sungai Han, Kris mempertajam penglihatannya dikarenakan gelap.

Saat Kris mengendap-endap keluar, Kris terkena sebuah tendangan yang mengenai perutnya, Kris yang sedang tidak refleks menerima tendangan itu tanpa bisa mengelak. Dengan pencahayaan yang sangat minim Kris hanya dapat melihat sosok orang tersebut tanpa dapat melihat wajahnya dan Kris yakin sosok itu adalah seorang namja. Kris langsung bangkit berdiri dan balas menyerang namja itu.

Kris menerjang namja itu dengan tendangan lurus, namja itu menangkis dengan tangan dan melayangkan pukulan ke wajah Kris, Kris mengelak dari pukulan itu, dengan sigap Kris menangkap tangan namja itu dan membanting namja itu, sebelum benar-benar menyentuh tanah namja itu bertahan dengan kedua kakinya dan langsung menyeleding kaki Kris,pertarungan antara Kris dan namja itu kian panas, Kris meloncat ke belakang, namja itu berdiri dan salto ke belakang. Kris berhasil membuat luka tusukan dari pisau belati miliknya dibagian lengan kanan namja tersebut pada saat pertarungan tadi. Kris dan namja itu saling bertatapan dalam gelap.

DOR ! "jangan bergerak" terdengar bunyi tembakan dari arah lain.

Silau lampu dari mobil polisi membuat Kris sedikit menghalaunya, tanpa pikir panjang Kris bergegas mengambil koper yang tergeletak di tanah dan berlari meninggalkan tempat itu, Kris melihat kebelakang, samar-samar terlihat sosok namja yang menjadi lawan Kris tadi, Kris dapat sedikit melihat wajah namja tersebut dari kejauhan. Kris sangat terkejut saat mendapati siapa sosok namja itu.

Namja itu menggunakan baju hitam, yang membuat Kris lebih terkejut adalah namja itu adalah sosok yang sangat dia kenali, namja yang membuat Kris mengubah orientasi seksualnya. Tao.

"hyung dimana kau ?, aku di 'nam street' cepat kesini" ucap Chanyeol dari sambungan radio mereka.

"on my way" ujar Kris. Kris terus berlari menuju tempat Chanyeol, Kris melihat mobil mereka di sudut persimpangan, dan dia masuk ke dalam mobil tersebut.

Chanyeol memacu mobilnya sekencang mungkin melintasi jalanan yang sepi. Kris sibuk dengan pikirannya.

"Tao…Tao..Tao, apakah itu benar-benar dia ?"

"itu tidak mungkin..dia hanyalah anak sekolahan, dan itu tidak mungkin dia, mungkin aku salah liat" Kris berusaha menenangkan pikirannya yang kalut.

Di lain sisi, di gedung tua tempat transaksi tadi Mr. Lau dan beberapa anak buahnya yang tersisa berhasil melarikan diri dari polisi-polisi itu.

Terlihat beberapa mayat yang tergeletak disekitar gedung tua itu dan polisi yang menginvestigasi tempat itu.

"I'm sorry sir,I can't catch him" ucap seorang namja sambil memegang lengan kanannya.

"ah…well, next time you must be catch him Mr. Huan…" ucap sang atasan terputus saat seorang anak buahnya mendekati dan memberitahu atasan itu sebuah informasi.

To Be Continued…

Nah lo nah lo nah lo, makin seru aja nih ceritanya –menurut author._.V-, aaaaaaaaaaaaaaaah, setelah beberapa hari chapter ini ngegantung akhirnya bisa terselesaikan dengan selamat sentosa(?), nah readers ada yang bisa menebak-nebak jalan cerita ini ? *senyum iblis*, aku harap chingudeul gak pusing dan bosan ngebacanya ya. And at last but not least hargai kerja keras seseorang setidaknya jangan Cuma melihat, tetapi meninggalkan review, baik kritik maupun saran sangat diperlukan untuk kelangsungan ff ini, and at last but not least (again) Mind if review ?. ^_^