Naruto milik Masashi Kishimoto

Rate: T

Genre : Drama, Family

Warning : My first FF, judul mungkin tidak nyambung, kata-kata masih amburadul, Typo(s), DLDR.

...

All About Harmony

Chapter 9 : Boruto's Mission

...

Happy Reading

...

Boruto memandang ibunya dengan sangat khawatir, ibunya terlihat pucat hari ini dan Boruto rasa ini karena dirinya.

Boruto sudah menerima pesan dari Konohamaru-sensei bahwa mereka akan menerima misi untuk mengawal Daimyo keluar desa. Ketika mengatakan hal tersebut pada ibunya, Hinata langsung terlihat murung.

Ya pasti ini karena kejadian shinobi yang diserang diluar desa. Pasti ibunya khawatir jika dirinya mungkin juga akan diserang.

Boruto duduk dan menyantap sarapan bersama ibunya dan Himawari, sementara ayahnya sudah berangkat pagi sekali tadi.

Hinata tidak mengatakan apapun, tapi rautnya sirat akan kekhawatiran. Boruto jadi tidak enak hati meninggalkan ibunya dalam keadaan seperti ini.

"Kaa-chan apa kau baik-baik saja? kau terlihat pucat hari ini." tanya Boruto

"Kaa-chan baik-baik saja Boruto, tidak perlu khawatir. Kau fokus saja pada misi mu nanti, jangan memikirkan keadaan Kaa-chan, kau harus selalu bersiaga dan berhati-hati. Jika melihat musuh yang kuat jangan gegabah, ukur dulu kekuatannya, jangan memaksakan diri melawan dan bertindak sembrono."

Hinata panjang lebar menasehati Boruto, dan Boruto mendengarkan dengan baik kali ini, ia tidak mau membantah ibunya dalam keadaan seperti ini.

"Iya kaa-chan, aku mengerti, aku akan menjaga diri dengan baik, jadi kaa-chan juga jangan terlalu mengkhawatirkanku, aku janji jika keadaannya semakin berbahaya aku akan mundur saja."

Sebenarnya Boruto sangat pantang dengan yang namanya menghindari musuh, apalagi mundur. Tapi demi ibunya kali ini ia akan menjanjikan hal itu.

"Baiklah, kau sudah mempersiapkan semuanya dalam ranselmu kan? tidak ada satupun yang tertinggal?"

"Tidak ada Kaa-chan, semua yang kuperlukan sudah lengkap."

Selesai sarapan Boruto beranjak dari meja makan, diikuti oleh Hinata dan Himawari.

Sampai di pintu depan Boruto pamit pada ibu dan adiknya.

"Hima, kau jaga ibu baik-baik ya, kali ini onii-chan mengandalkanmu" Boruto mengelus puncak kepala Himawari.

"Yosh, jangan khawatir onii-chan, Hima akan berusaha sekuat tenaga untuk menjaga ibu." Himawari mengepalkan kedua tangannya di udara dengan bersemangat. Boruto tersenyum menatap adiknya.

"Baiklah aku berangkat Kaa-chan, Himawari."

"Hati-Hati dijalan Boruto."

Boruto berlari mundur sambil terus melambai ke arah ibu dan adiknya.

Boruto dan timnya pergi ke kantor Hokage untuk mendengar penjelasan detail misi. Daimyo yang akan mereka kawal juga menunggu di kantor Hokage.

Disana mereka diperkenalkan dengan Daimyo tersebut yang bernama tuan Jun Muramasha. Selain tuan Jun, ada 5 orang pengikutnya yang akan pergi bersama mereka.

Setelah mendengar penjelasan misi dari Naruto dan Shikamaru mereka segara siap untuk berangkat, namun Boruto meminta timnya untuk menunggunya sebentar karena ada hal yang ingin Boruto bicarakan pada ayahnya. Konohamaru, Sarada dan Mitsuki mengangguk dan meninggalkan Boruto diruangan Hokage. Shikamaru juga pergi untuk memberikan privasi pada ayah dan anak itu.

"Tou-chan" Boruto berusaha menarik atensi Naruto pada dirinya.

Naruto ingin mengatakan sesuatu, tapi Boruto segera memotongnya.

"Dengarkan aku saja, sekarang aku ingin bicara dengan ayahku, bukan dengan Hokage jadi aku akan memanggilmu seperti biasa saja sekarang."

Naruto yang mendengar nada serius dalam suara Boruto hanya diam saja, menunggu Boruto melanjutkan kata-katanya.

"Seandainya aku bisa melakukannya sendiri, aku juga tidak mau minta tolong padamu, tapi karena aku akan pergi jauh selama beberapa hari, jadi tolong jaga Himawari dan Ibu dengan baik, terutama ibu. Ibu sedang dalam kondisi yang buruk sekarang, belum lagi ia juga terlalu khawatir dengan misiku saat ini."

Boruto berhenti sejenak dan merenungkan kata-katanya yang selanjutnya.

"Jadi aku mohon dengan sangat pada tou-chan, jaga Himawari dan Ibu untukku." Boruto menatap tajam pada Naruto untuk menunjukkan keseriusannya.

Naruto tersenyum melihat tingkah anaknya yang sudah semakin dewasa itu.

"Tanpa kau minta pun sudah akan selalu menjaga Himawari dan ibumu, Boruto."

Boruto memandang Naruto, mencoba memenuhi rasa keyakinannya akan kata-kata ayahnya.

"Sekarang fokus saja pada misimu, jaga baik-baik dirimu." Naruto menyengir lebar pada Boruto, menyalurkan semangat untuk putranya.

Itu senyum yang selalu dirindukan Boruto dari ayahnya. Ia jadi salah tingkah jika ayahnya bersikap seperti ini padanya. jadi Boruto hanya mengangguk dan berlari keluar ruangan, menemui sensei dan teman-temannya yang sudah menunggunya.

Boruto dan timnya berhenti untuk beristirahat dari perjalanan mereka. Perjalanan mereka ke desa Iwa memerlukan waktu satu hari penuh dengan naik kereta dengan 3 kali berpindah kereta. Artinya mereka akan melaksanakn misi selama tiga hari, satu hari perjalanan pergi, satu hari untuk urusan Daimyo dan satu hari untuk perjalanan pulang.

Tapi sepertinya perjalanan mereka akan terhambat karena permintaan tuan Jun yang ingin beristirahat di tengah perjalanan, mau tidak mau Boruto dan timnya menuruti hal tersebut. Padahal Boruto sangat ingin segera menyelesaikan misi ini dan pulang ke rumah.

Ketika sedang berjalan mencari penginapan, tiba-tiba Boruto merasa tidak enak. Ia mendadak berhenti berjalan dan terdiam. Konohamaru yang melihat Boruto berhenti dibelakangnya menjadi heran.

"Ada apa Boruto?"

Mendengar itu seluruh rombongan juga ikut berhenti melangkah.

Boruto tidak menjawab, ia masih dilema. Boruto sudah janji pada ibunya tidak akan terlibat masalah besar, tapi ia juga tidak bisa membiarkan teman-temannya terluka. Apa dia akan menghadapi keganjilan ini?

Boruto memutuskan dan berbalik kearah mereka datang tadi.

Konohamaru dan yang lain menatap bingung pada Boruto yang bertingkah aneh.

Konohamaru ingin bertanya apa yang terjadi, namun belum sempat ia membuka mulut, Boruto berteriak ditanah kosong dibelakang mereka.

"Apa mau kalian!"

Konohamaru, Sarada dan Mitsuki bingung, mereka tidak melihat atau merasakan keberadaan siapapun disana, pada siapa Boruto berteriak?

"hei Boruto, kau ini bicara pada sia-"

Ucapan Konohamaru terhenti ketika tiba-tiba enam orang berjubah hitam muncul entah dari mana disana. Mereka semua kaget dan langsung siaga dengan kedatangan orang-orang berjubah dan bertudung itu.

"Siapa kalian? apa kalian yang menyerang para shinobi konoha?" tanya Boruto.

"Hebat sekali kau anak muda bisa merasakan keberadaan kami, benar-benar pemilik mata 'istimewa' " ucap salah satu dari mereka yang menggunakan topeng dibagian matanya.

"Apa mau kalian?" Konohamaru maju dan berdiri disamping Boruto. Konohamaru sudah mendengar perihal orang-orang yang mengincar Boruto, dan Naruto secara pribadi juga telah meminta Konohamaru untuk menjaga Boruto.

Boruto juga ingin bertanya namun tiba-tiba salah satu dari mereka berdiri tepat di hadapan Boruto. Semuanya hanya sekejap mata saja, Boruto ingin melangkah mundur tapi badannya tidak bisa bergerak, begitupula dengan Konohamaru.

Pria bertudung dengan wajah ditutupi topeng itu menunduk pada wajah Boruto dan matanya menatap Boruto tajam.

"Kau..." Pria bertopeng dihadapannya bersuara.

"Kau punya mata dan segel itu, tapi kau bukan orang yang tepat untuk menjadi 'utsuwa'. Kau tidak bisa memenuhi harapan 'Kara'."

Pria itu terus mengoceh hal yang tidak Boruto mengerti. Ia ingin membalas perkataan orang itu, tapi dirinya tidak bisa bergerak ataupun bicara.

Pria itu berbalik dan berjalan menuju teman-temannya

"Kita pergi, ini cuma membuang-buang waktu."

Seketika itu sosok orang-orang berjubah itu perlahan memudar dan menghilang. Setelah itu barulah Boruto dan Konohamaru bisa bergerak.

"Mereka.. apa maksud mereka semua.." Boruto bertanya lebih kepada dirinya sendiri.

.
.
.
TBC

Author's Note:

Oke! di chapter ini saya 100% ngarang

Saya katakan gak ada konflik yang besar disini, jadi gak akan ada adegan action boruto disini, ini murni genre drama&family.

Saya sendiri sebenarnya berencana membuat masalah2 yang mirip di canon, tapi karena saya sudah terlanjur bikin cerita kekacauan dikonoha, terpaksa bikin pertemuan singkat antara kara dan boruto biar gak bikin penasaran siapa pelaku pembuat masalah tsb. Jadi untuk masalah lebih lanjut antara boruto dan kara kita tunggu sama-sama dari om Masashi aja yaa (klo ada yang gak ngerti siapa kara itu, cek it out di komik boruto ep.16)

Maaf kalau yang ini sangat tidak memuaskan, saya sendiri juga merasa sangat tidak puas.
Akan saya coba untuk membayarnya dengan yang lebih seru di chapter2 selanjutnya.

Salam damai dari author,

.

.

.

Peace^^

Fic ini merupakan re-upload dari akun watty saya, jika penasaran bisa kunjungi akun saya dpjcyj, disana ceritanya sudah lengkap (dan ada karya saya yang lain jg). thanks^^