Opening? ACTION!


AUTHOR'S NOTE

by : Vinie-chan

"Khusus untuk catatan penulis kepada para pembaca, baik berupa pengumuman ataupun yang lainnya."


-START-

Haaaiiii ... Siapa yang kangen sama author yang pemarah satu ini? *dilemparin tomat* Oke, oke! Bercanda doang! (Tapi sifat pemarahnya memang mengalahkan seekor Godzilla yang terkenal di seluruh dunia itu.)

Hari ini juga sebenarnya sedang banyak kerjaan. Kalian tahulah, di beberapa chapter "I'm a Boy 2", author GaJe ini sudah mengumumkan kalau kegiatannya untuk menulis hiatus di bulan Maret? Author hiatus diumumkan mulai saat ini sampai tanggal 24 Maret.

.

.

-KENAPA HIATUS?-

Karena author mau pergi ke luar negeri selama 2 minggu. Masa' bawa-bawa wifi? Tidak boleh bawa laptop, lho ... Beratnya perjalanan ini tanpa inspirasi FF. TT-TT

-MAU NGAPAIN KE LUAR NEGERI?-

Kepo amat. Ya ... ada kerjaan lain di sana. Hei, meskipun masih sekolah, kerjaan tidak cuma belajar. Tidak bermaksud pamer, I swear. :

.

.

Nah, pengumuman ini 'kan penting untuk para pembaca yang masih menunggu kelanjutan FF. Kalau tidak diberi tahu, nanti bakal banyak yang nanya "Kapan lanjutinnya?" atau "Update kilat! Cepat-cepat dilanjutin!" atau "Kalau tidak dilanjutin, nanti tidak bakal ada yang baca!". GAAAAAAHHHHHHH ...! ITU-SANGAT-MEMUAKKAN! Makanya, pengumuman ini SANGAT-PENTING.

Btw, tidak hanya ini pengumumannya. Author penasaran, apakah masih mau dilanjutkan sampai season 3? Kalau iya, akan dibuatkan rencananya. Update season 3 : 2 minggu setelah FF "I'm a Boy 2" selesai. Jika kalian ingin, beri supportnya, ya! ^^

Untuk yang sedang UTS, selamat menjalankan UTS! Author sedih tidak bisa ikut UTS, karena keberangkatan tepat pada tanggal dimulainya UTS di sekolah author. Tapi author tetap kasih semangat untuk kalian yang melewati masa-masa berat (menurut author) itu. Selamat menjalankan UTS, yaaa ...

Sekali lagi, maaf jika kemarin-kemarin tidak ada kabar mengenai ini ... Maaf juga jika update-nya telat, dan kalian harus tahu kalau menjadi author/penulis/sastrawan (#WOW) itu tidak mudah. Oke, bahasanya terlalu tinggi, ya? Kemungkinan besar banyak sedikitnya, mengertilah kalau seorang penulis itu juga butuh referensi menulis sebelum mempublikasikan tulisannya.

Lagi-lagi bahasa terlalu tinggi. Inikah efek menjadi editor penulis dan jurnalistik di sekolah? -_-"

Untuk mengisi hari yang kosong ini, bagaimana dengan oneshoot FangBoy khusus untuk chapter ini?

Oke, mari kita mulai!


BoBoiBoy (c) Monsta

FangBoy Oneshoot : KISSU (c) Vinie-chan

Warning : This story contains a bit shounen-ai. Don't like, don't read!


-KISSU-

Baiklah ... Ini adalah sebuah kisah di mana BoBoiBoy pertama kali mulai suka dengan rivalnya, si rambut landak. Ya! SUKA! Tidakkah kalian dengar?! Dia suka dengan laki-laki! Itu artinya dia **** (maaf, translate error). Tidak ada yang menyangka, bukan? Seorang pahlawan Pulau Rintis dengan begitu mudahnya mengagumi rivalnya sendiri yang merupakan alien nyasar ke bumi itu?

PARAH.

Ya, parah banget, dah.

Njir ...

Tapi BoBoiBoy bukan tipe yang langsung ngomong "Aku suka kamu!" dengan begitu mudahnya. Pemalu? Bisa dibilang begitu. Pendiam? Eh ...? Grogi? Ya! Itu adalah kata yang pas untuknya. Gengsi? Bisa juga! Lagian, bisa dibilang terong-terongan atau apalah gitu yang memalukan sekali untuknya. Sekarang pertanyaannya, tipe seperti apakah BoBoiboy itu?

Tsundere?

Tepat sekali.

Coba bayangkan saja, dia tiba-tiba marah sewaktu Fang meneleponnya untuk menanyakan masalah tugas dari Papa Zola. Padahal belum ada satu kata pun Fang ucapkan padanya.

Wah, yang malu-malu suka, nih ... Ihik, ihik.

Dan ini adalah sebuah cerita yang hampir membuat BoBoiBoy pingsan begitu dia mengingatnya. Bukan, bukan seperti di film "Takumi-kun Series". Cerita ini dimulai dari ketika dia berjalan menuju perpustakaan ... Kalian pasti tahu kalau perpustakaan itu bawaannya pasti sepi kayak kuburan. Nah, bocah bertopi reptil itu berjalan dengan pelannya sambil memutar-mutari sesuatu yang terlihat familiar.

Sebuah sarung tangan fingerless berwarna ungu yang tampak berdebu. Tentu saja itu milik rivalnya.

Heran bagaimana dia bisa mendapatkannya? Sebenarnya ini ketinggalan di toilet dan dia bermaksud ingin memberikannya pada Fang. Barangkali saja si rambut jabrik berkacamata itu ada di perpustakaan. Makanya sekarang dia berjalan ke perpustakaan dengan wajah memerah bak hidung badut.

Begitu masuk ke dalam perpustakaan, kepalanya menoleh ke kanan dan ke kiri, mencari keberadaan Fang di sekitar ruangan yang dia benci itu.

Di mana, ya? Mana sarung tangannya lecek lagi. Males banget mau ketemu sama dia, pikir BoBoiBoy.

Matanya melirik ke kanan dan dia menemukan sesuatu di atas kepala yang sangat familiar. Ya, rambut landak berwarna indigo milik Fang! Rivalnya itu kini duduk di pojok perpustakaan yang lumayan sempit dan terpencil. Dengan memberanikan diri, dia pun menghampiri Fang. Sadar akan sarung tangan yang dia bawa, dia pun menyembunyikannya di saku hoodie.

Kini Fang tampak sedang membaca buku. BoBoiBoy pun duduk di sampingnya. "Hai, Fang," sapanya ragu-ragu. "Sedang baca apa?"

Fang yang membaca sebuah buku hanya meliriknya sekilas. "Kepo amat jadi orang. Ya baca buku Matematika lah!" desisnya dengan nada sinis.

BoBoiBoy hanya memasang fake smile yang jarang dia keluarkan pada orang lain.

Hening sesaat di antara mereka berdua. Sarung tangan fingerless milik Fang kini dia pegang dengan erat. Tidak ada satu pun kata yang keluar lewat mulutnya yang mungil itu.

"Hoi. Itu punyaku, 'kan?" BoBoiBoy menoleh. Fang menatapnya intens dan berhasil membuatnya berkeringat dingin. "Di mana kau mendapatkannya?"

Bibir mungil BoBoiBoy tak sanggup berkata apa-apa. Kini yang dia rasakan adalah grogi! Grogi karena dia yang membawa sarung tangan Fang. Bagaimana kalau Fang marah dan nanti dia akan mengajaknya berantem di perpustakaan? Tentu tidak ingin dihukum oleh penjaga perpus, 'kan?

Fang mendengus kesal karena tak mendapat jawaban. "Berikan padaku."

Tanpa disadari, BoBoiBoy malah menarik sarung tangan itu kembali. Kini jaraknya lumayan jauh bagi Fang untuk mencapainya.

"Oh, kau tidak ingin mengembalikannya?" Senyuman sinis muncul dari sudut bibirnya. "Mau ku ladeni?"

"Grr ... Tangkap saja kalau bisa." BoBoiBoy menyembunyikan ketakutannya dengan senyuman jahil.

BoBoiBoy berpikir, mungkin Fang akan benar-benar mengajaknya berantem. Salah siapa coba tiba-tiba sarung tangannya ditarik sejauh mungkin? Pikiran akan Fang yang beradu panco kini meleset. Si kacamata itu menindih tubuh BoBoiBoy hingga terjatuh. Ah, tidak hanya itu! Satu hal yang membuat BoBoiBoy terdiam sesaat ...

Cup.

Bibir mereka bertemu dalam posisi Fang sebagai seme. Siapa yang tidak kaget? Ah, ini benar-benar mirip dengan drama Jepang yang ditonton author. Hehehe ...

Fang menjauhkan kembali bibirnya yang semula menyentuh bibir BoBoiBoy. Dia tersenyum, terlihat sangat tampan. Wajah BoBoiBoy dibuat memerah karenanya. Begitu tangan BoBoiBoy mulai lemas, Fang pun mengambil sarung tangannya dan memasangnya di tangan kanannya. Lagi-lagi BoBoiBoy hanya diam, mencerna apa yang telah terjadi barusan.

"Bibirmu lembut. Mau melakukannya lagi?" goda Fang dengan nada yang sensual.

Kaget? Iya. BoBoiBoy baru sadar kalau dia baru saja dicium oleh rivalnya sendiri. Tangannya pun mendorong tubuh Fang sampai terpental jauh dari tubuhnya. Dia pun berdiri, menatap Fang dengan keringat dingin yang bercucuran di sekitar dahinya.

"Me-mesum!"

BoBoiBoy pun berjalan menjauhi Fang, keluar dari perpustakaan.

Sedangkan Fang sendiri masih berada di posisi yang sama, menghela nafas dan tersenyum simpul, memaklumi sifat tsundere BoBoiBoy yang menggemaskan. Sambil berdiri, dia melepas kembali sarung tangannya yang baru saja dia ambil dari rival imutnya itu, lalu diciumnya sarung tangan tersebut. Pipinya nampak merona, membayangkan sesuatu.

"Bodoh. Jangan menyembunyikan wajahmu yang merah itu."

Tanpa pikir panjang, Fang pun berjalan keluar dari perpustakaan.

.

.

Sementara itu, BoBoiBoy ...

"Dia menciumku! Dia menciumku! Astaga, astaga, astaga! Ternyata ini kenyataan! ARGH! BAGAIMANA INI?!"

... mulai stress karena ciuman tadi.


FINISH


Bagaimana? Ngaco amat, ya? Ahahahaha ... Iya, sangat aneh! Sangat-sangat aneh! Ahahahaha ...! *dijambak*

Ide yang tiba-tiba saja terpikirkan langsung! Author ngaco amat bikin beginian! Ahahahaha!

Oke, karena hari ini author butuh istirahat total, terima kasih sudah membaca catatan + Oneshoot dari si author GaJe. Tetaplah setia menunggu chapter baru di akhir Maret nanti! Sampai jumpa lagi! Ciao!