I do not own Fairy Tail except the story
"Nama gue Dominic Cloister,panggil aja Dominic."Kata orang itu sambil memperkenalkan dirinya.
"Kalau aku Natsu,Nat-."
Belum sempat Natsu memperkenalkan dirinya,sebuah pedang melintas ke arah Dominic. Pedang itu mengenai jantung Dominic. Kemudian pedang itu dan Dominic menancap pada sebuah batang pohon. Sementara Natsu masih terkejut dengan kedatangan tiba-tiba pedang itu. Matanya melebar.
"Gaah!Anjir sakit banget!" Seru Dominic kesakitan ketika ia mendapati dirinya tertancap bersama pedang di jantungnya di sebuah pohon.
Natsu tersadar akan terkejutannya dan memandang Dominic yang kesakitan. Ia kemudian bangkit dari tempat duduknya. "Dominic!" Serunya Natsu berlari mendekati Dominic.
Belum sempat Natsu menyelamatkan Dominic. Suara teriakan Erza menghentikkan langkahnya. "Natsu!Cepat menyingkir dari situ!" Seru Erza dari kejauhan. Natsu berbalik dan mendapati seluruh teman-temannya kembali dari insvestigasi. Mereka berlari kearahnya dengan terburu-butu. "Hah?" Ucap Natsu tak mengerti sama sekali apa yang terjadi.
Natsu memandang pohon dimana Dominic tertancap. Tetapi Domnic sudah tak ada. Hanya ada darahnya yang menempel pada batang pohon tersebut. Erza dan yang lain mengetahui hilangnya Dominic dari jauh. Mereka segera mengambil posisi waspada pada Dominic. Tak dapat menemukan Dominic. Mereka semua berpencar.
Gray berjalan sendirian. Ia bersikap waspada pada sekelilingnya. Tiba-tiba saja muncul Dominic dari belakangnya sambil tertawa. Gray segera menghadap ke belakang. Tepat saat itu,Dominic meluncurkan serangannya. "Fire Dragon's Roar!" Kecepatan Dominic sangat tinggi. Gray bahkan tak dapat menghindar. Ia terkena semburan api dari Dominic. Gray menjerit kesakitan. Semuanya mendengar jeritan Gray segera bergerak menuju Gray.
Semuanya berlari ke asal suara Gray. Mereka berhasil menemukannya Gray terlentang diatas tanah dengan keadaan yang sangat parah. Tubuh Gray gosong. Panas apinya masih dapat dirasakan semuanya ketika mereka menyentuhnya.
Dominic kemudian muncul di hadapan mereka yang sedang mengelilingi Gray.
"Apa ini?Serangan mendadak, ya?" Gumam Dominic sambil tersenyum licik. Semuanya menatap Dominic dengan penuh kecurigaan dan waspada kecuali Natsu. Ia masih kebingungan apa yang terjadi.
"Ada apa ini?" Tanya Natsu masih belum mengerti situasi nya.
"Lo bego banget sih!Itu orang yang kita cari-cari!."Bentak Theo sambil menunjuk kearah Dominic.
Natsu yang akhirnya mengerti spontan berteriak. "Apa?!"
Dominic menelengkan kepalanya seperti orang polos yang baru saja berteman dengan musuhnya sendiri. "Jadi dia Dragon Slayer?" Tanya Dominic dengan polosnya tanpa ada kebohongan di dalamnya yang membuat semuanya terdiam mendengar perkataan Dominic.
"Jadi lo gak nyadar dari tadi?!" Seru Clarissa gak percaya kepada dragon slayer berambut pirang ini.
"Kagak."Jawab Dominic spontan. "Tapi,karena kalian menyerang duluan…." Dominic tersenyum memperlihatkan gigi taringnya yang tajam. Seakan siap mencabik musuhnya.
Lalu dengan kecepatan tinggi,ia berlari ke arah anggota Fairy Tail. Ketika jaraknya hanya beberapa meter. Dominic melompat sambil merentangkan tangannya yang tiba-tiba saja muncul api di sekitar kepalan tangannya. "Fire Dragon's Wing Attack!"
Ketika semua masih melongo melihat Dominic,Claus maju ke depan. Ia merentangkan tangannya ke depan. Tiba-tiba saja muncul sebuah perisai besar terbuat dari es dari tangan Claus.
Dominic menghentikkan serangannya begitu melihat perisai Claus. Ia mendarat dengan mulus di rerumputan. Api di tangannya menghilang.
"Oh. Halo Claus. Tidak melihatmu ada disana." Sapanya dengan nada mengejek.
"Aku tak mengerti...!"Katanya dengan lantang kepada Dominic. "Mengapa kalian membakar desa?!"
"Mengapa?" Ucapnya dengan nada menghina. Seakan itu adalah pertanyaan terbodoh yang pernah ia dengar. "Mengapa kami membakar desa?"Ulangnya lagi kemudian ia tertawa terbahak-bahak seperti menonton badut yang sangat lucu.
"Hei,itu sama sekali tidak lucu!" Bentak Natsu dengan penuh emosi.
Dominic berhenti tertawa begitu mendengar bentakkan Natsu. Wajahnya kembali serius. "Bagaimana kalo kalian Tanya saja pada gadis berambut merah itu?"Kata Dominic menunjuk Clarissa yang membalakkan matanya ketika mendengar perkataan Dominic.
Semua kecuali Claus,Theo dan Angela segera menoleh ke Clarissa dengan wajah terkejut. Sementara Clarissa hanya terdiam sambil mencerna apa yang dikatakan Dominic.
"Apa maksudnya ini,Clarissa?" Tanya Lucy dengan wajah tidak percaya.
"Clarissa?" Panggil Happy sambil menyentuh kaki kanan Clarissa.
Dominic berpura-pura kasihan melihat segerombolan orang yang bertanya-tanya."Jadi kalian belom tahu,ya?"
"Tahu apa?" Tanya Erza sambil melototi Dominic.
"Bahwa kalian telah dimanfaatkan oleh mereka."Jawab Dominic sambil tersenyum sinis.
"Tidak!Kami tidak memanfaatkan mereka!" Sergah Clarissa.
"Apa itu benar,Clarissa?"Tanya Carla dengan mata tidak percaya. Seakan kepercayaannya telah hilang.
Clarissa berusaha menyakinkan mereka."Kalian harus percaya padaku!Aku tidak memanfaatkan kalian!" Seru Clarissa sambil memandang teman-temannya. Tetapi dari raut mereka,sepertinya mereka tidak percaya.
"Suasananya gak enak" Erang Dominic "gw pergi dulu aja,dah." Katanya lalu menghilang."Sial,dia berhasil kabur!" Umpat Natsu dengan kesal.
"Apa maksudnya ini?!"Tanya Lucy masih tidak mengerti apa yang terjadi.
"Clarissa…Kumohon jawablah dengan jujur." Bujuk Erza.
"Apa maksud memanfaatkan kami?" Tambah Happy.
"Angela…."Panggil Wendy kepada Angela dengan wajah akan menangis yang dibalas tatapan kosong dari Angela.
"Theo,apa yang kau sembunyikan?"Tanya Leon menatap Theo yang hanya dibalas dengan kebisuan.
Semua memandang Clarissa,Claus,Theo dan Angela dengan mata yang tidak percaya,mereka berempat dihujani banyak pertanyaan dari teman-temannya. Mereka mengerti,pasti banyak sekali pertanyaan yang muncul di benak mereka. Tetapi,yang membuat mereka tidak dapat berbicara adalah….
Apa yang harus mereka katakan?Diantara mereka berempat,Clarissalah yang paling tertekan.
"Hentikan!" Seru Claus yang membuat suasana menjadi hening. Mereka semua menatap Claus dengan diam.
"Lebih baik kita berbicara hal itu nanti saja. Pertama-tama kita harus selamatkan Gray!"Kata Claus.
Dikarena mereka dipenuhi dengan banyak pertanyaan,sehingga mereka lupa ada satu teman yang sedang sekarat. Wendy segera berlari mendekati Gray dan menggunakan sihirnya
"Gawat!Sudah terlambat!" Ucap Wendy dengan panik. Ia berusaha sekuat tenaga menggunakan sihirnya untuk menyembuhkan Gray. Tetapi tidak berhasil. Luka bakar Gray sudah sangat parah.
Semuanya segera mengelilingi Gray begitu Wendy mengatakan terlambat. Mereka menatap cemas tubuh Gray yang seperti arang.
"Apa yang terlambat?!"Tanya Lucy panik.
Wendy masih berusaha sekuat tenaga. Tetapi tidak berhasil. Wendy tidak menyerah. Ia terus berusaha mengobati Gray walau tahu itu sia-sia."Gr…Gray…" Panggil Wendy pelan. Air matanya keluar dari sudut matanya.
"Tidak..Mungkin." Ujar Erza tidak mempercayai apa yang dilihatnya. Temannya tak mungkin meninggal.
Natsu mendekati tubuh Gray yang tak bernyawa. Ia menarik bahu Gray dan menggoyangkannya. "Gray!Bangun,Gray!" Seru Natsu menggoyangkan tubuh Gray ,berusaha membangunkan Gray. Tetapi,tidak ada jawaban ataupun pergerakan sedikit saja dari Gray. "Gray!Jangan bercanda!Kau harus bangun sekatan!"Serunya masih menggoyangkan.
"Apa... yang harus kita... lakukan?"Tanya Happy sambil menangis.
Ketika mereka menangisi kematian teman mereka,Angela berjalan mendekati mereka yang tiba-tiba saja lengannya dicengkram oleh Clarissa.
"Angela,kau tidak mungkin,kan!"
"Orang itu meninggal karena kesalahan kita,aku akan menebusnya."Ucap Angela pelan tetapi terdengar oleh Clarissa. Ketika mendengar itu,cengkraman Clarissa melemah dan Angela melanjutkan apa yang hendak dilakukannya.
Claus mendekati Clarissa. "Itu keingannya. Kita tak dapat melarangnya."Bisiknya kepada Clarissa.
"Aku tahu." Sahut Clarissa pelan.
Angela duduk di samping tubuh Gray yang tidak bernyawa. Kemudian ia meletakkan tangannya dikepala Gray. Sambil memejamkan matanya,ia mengucapkan kalimat yang bahasanya tidak dapat dimengerti.
Dari tangannya,muncul cahaya yang terang benderang Membuat mata refleks tertutup.
Setelah cahaya itu menghilang,terdengar suara batuk. Semuanya membuka mata mereka dan mendapati diri mereka melihat Gray yang duduk diatas rumput sambil terbatuk-batuk sedikit.
"Gray!"Teriak semuanya mendekati Gray.
Tiba-tiba saja Happy memeluk Gray baru saja yang bangkit dari kematian. Sementara yang lain tersenyum lebar melihat teman mereka yang berambut hitam ini.
"Ada apa ini?"Tanya Gray tidak mengerti sikap teman-temannya yang aneh.
'Sihir apa itu?Mengapa aku tidak pernah melihatnya?'Batin Wendy
"Angela…"Kata Clarissa berusaha menopang tubuh Angela yang lemas.
"Siapa sebenarnya kalian ini?" Terdengar suara berat yang begitu familiar. Semua segera menoleh kebelakang dimana suara familiar itu berasal.
Muncul Laxus dan teman-temannya dari belakang.
"Apa yang kalian lakukan di sini?"Tanya Erza
"Kami mendapat perintah dari master Makarov" Kata Freed yang disambut oleh nafas tercekat Natsu dan yang lain. "untuk mengikuti kalian."Lanjut Freed sambil menatap keempat anak misterius itu.
"Jadi begitu" Ucap Theo dengan tertawa kecil. "semua nya sudah mencurigai kami."Tambahnya dengan tersenyum misterius. Mata anehnya berkilat.
"Baiklah." Dengan pasrah Clarissa mengalah. "kami akan memberi tahu kalian. Tetapi kami akan mengatakannya ketika kami sampai di guild." Kata Clarissa.
Akhirnya,dengan segera mereka pergi ke guild dimana Clarissa menceritakan siapa dirinya di depan seluruh anggota Fairy Tail.
"Kami adalah sang penjaga." Aku Clarissa. .
"Mereka adalah mahluk yang bertugas untuk menjaga kestabilan dunia ini. Kami diciptakan oleh Sang Pencipta di masa yang datang." Terdengar sentakan terkejut dari teman-temannya.
"Kalian tahu,kalian tidak hidup sendirian di dunia ini. Ada Naga,Vampir, peri dan lainnya. Terkadang terjadi konflik diantara mereka. Itulah tugas kami,kami berusaha menghentikkan konflik dan menyelesaikan tanpa harus ada peperangan."
"Di tahun x2013,jumlah manusia semakin banyak dan berkembang pesat. Dan banyak mahluk-mahluk lain yang terasing dan bahkan punah. Oleh karena itu,mereka yang terasng bernecana untuk memusnahkan manusia. Mereka tidak langsung. Tetapi mereka mulai dari sini,tempat ini. Mereka datang bukan untuk berperang,tetapi untuk mengubah takdir."
"Kami sebagai Guardians berusaha untuk menghentikkannya,tetapi tidak bisa. Oleh karena itu,kami berusaha untuk menghentikkannya..dan maafkan aku...Karena telah melibatkan kalian. Tetapi itu buka berarti kami memanfaatkan kalian! Kalian bebas untuk memilih berperang untuk kaum kalian atau pergi dan berpura-pura tidak tahu."Cerita Clarissa diakhiri dengan hembusan nafas. "Itu pilihan kalian." Tambahnya pelan.
Butuh waktu lama untuk mencerna apa yang dikatakan Clarissa. Mereka berdiam diri memikirkan apa yang hendak mereka lakukan.
"Tentu saja aku akan berperang untuk kaumku!" Serunya lantang dan penuh semangat. Seluruh anggota Fairy Tail mengiyakan. Mereka dengan penuh kobaran semangat berusaha untuk menyelamatkan manusia.
Clarissa dan ketiga temannya hanya memandang sedih orang-orang yang bersemangat itu. Karena manusia-manusia itu takkan tahu betapa mengerikannya misi itu.
Begitu Clarissa selesai,ia berjalan ke asramanya. Erza berada di sampingnya untuk mendampinginya. Entah mengapa setelah berbicara di depan banyak orang,Clarissa semakin lemas. Ia tak banyak bicara dan matanya kosong.
Begitu sampai di kamar mereka berdua. Clarissa segera menghempaskan dirinya di atas tempat tidur.
"Aku salut kepadamu."Ucap Erza sambil tersenyum. Clarissa menggerakkan kepalanya ke Erza. "Di usiamu yang masih kecil. Kau menerima beban yang berat ini."
Clarissa menggeleng pelan. "Itulah alasan aku dan Claus diciptakan."
Di bawah cahaya bulan,berdiri dua orang di tengah-tengah hutan. Satunya berjubah dan satunya lagi berambut pirang.
"Jadi kau berhasil bertemu mereka dan kau membiarkan mereka lolos?!" Bentak salah seorang berjubah dengan nyaring.
"Itu karena mereka semua ada lebih dari sepuluh! Sudah pasti kau akan kalah!" Balas orang yang berambut pirang dengan emosional.
"Oh!" Seru mahluk yang berjubah sambil pura-pura terkejut. "Jadi Dominic yang hebat,takut dengan manusia?!" Lanjutnya dengan nada mengejek.
Dominic menggeram. "Kau tahu apa?! Kau hanya bocah kecil yang tolol dan tak tahu apa-apa!"
"Apa kau bilang?! Kau belum pernah merasakan kekua-"
"SUDAH CUKUP!"
Terdengar suara yang menggema diantara mereka,dan muncul seorang lagi berjubah hitam. "Bisakah kalian tidak bertengkar sehari saja!" Seru orang yang baru datang itu dengan kesal.
"Kau sudah datang,Rosemary.."Ucap seorang yang berjubah.
"Jadi apa yang kaudapatkan?"Desak Dominic.
"Jangan kau mendesak seorang lady,Dominic."Katanya lembut dan tajam. "Bagaimana kalau kita mendengarkan terlebih dahulu apa yang kaudapatkan."
Tubuh Dominic menegang. Kemudian ia mengangguk pelan. "Seperti dugaanmu Angela beserta sang penjaga bersama dengan mereka."
"Ada satu hal lagi yang meresahkan...Sepertinya keluarga Grimoire berada di pihak sana."
Orang yang bernama Rosemary itu terkesiap begitu mendengar kata 'Grimoire'. "Sangat jarang sekali bagi keluar Grimoire untuk ikut dalam perang. Mereka bahkan lebih suka menjadi pihak yang netral. Dengan adanya keluarga Grimoire,keadaan menjadi sulit."
"Mengapa begitu?!" Protes orang yang berjubah dengan suara nyaring. "Lawan kita adalah Theo,ia sangat lemah."
"Kau belum tahu apa Theo sebenarnya. Orang itu sangat berbahaya." Sahut Dominic menekankan kata 'berbahaya'. "Ia seperti angin,kita tak tahu apa yang dipikirkannya. Dan tanpa kita sadari,kita sudah terpojok olehnya."
Perkataan Dominic membuat orang berjubah itu yang tadinya meremehkan menjadi lebih tegang dari sebelumnya. "T-tetapi..Bukankah dari yang kudengar. Kekuatannya belum sempurna."
Rosemary mengangguk mengiyakan. "Ya. Ia masih belum sempurna. Kita harus menyingkirkannya sebelum ia berhasil."
"Oleh karena itu kita harus bergerak cepat."Tambah Dominic dengan wajah serius.
