==*❋Black and White❋*==
.
.
.
Author: Kuroyuki
.
Disclaimer:
Naruto by Mashashi Kishimoto sedangkan Charnya saya pinjam untuk waktu yang lama
WARNING:
OOC, Gaje, typo yang bertebaran dimana-mana, Canon, Semi canon, Meiton!Naruto, FemSasuke!, etc
Genre:
Adventure, Drama, Action, Romance(Maybe), Hurt/Comfort juga
Rate:M
Pair:?
Author's Note:
Ini mungkin chapter yang berisi Gore dengan label warning:pembantaian, Peperangan dimulai, banyak Shinobi yang nyawanya melayang, dan ini merupakan akhir untuk Yondaime Mizukage.
Saa Misero...!
*Happy Reading*
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
❋Sensho❋
-*Peperangan*-
Ini bukanlah permainan, ini adalah sebuah peperangan yang terjadi di sebuah desa yang bernama Kirigakure, perang saudara yang terjadi akibat operasi pembantaian terhadap pengguna kekkei genkai oleh Yondaime Mizukage karena ada bayangan yang mengendalikannya.
Kini peperangan itu akan dimulai dalam hitungan detik. Pasukan Kirigakure dari kubu Yondaime Mizukage terdapat 10000 Shinobi yang dipimpin dibawah komando Mizukage sendiri, sedangkan pasukan Kirigakure kubu Rebellion terdapat 8000 Shinobi yang sebagian merupakan pengguna kekkei genkai dibawah komando Mei Terumi dan Zabuza Momochi.
Kubu Rebellion terbagi menjadi dua bagian dimana sebagian regu Kekkei genkai utama melawan Mizukage yang dipimpin Mei Terumi, sedangkan regu sisanya melawan Shinobi Kirigakure yang dipimpin oleh Zabuza, kebetulan Naruto berada di regu Zabuza, sedangkan gadis bersurai putih yang beriris merah dan berwajah datar berada di regu Mei karena dia adalah Ace, bisa dibilang salah satu dari Ace karena terdapat 7 ace dan dia adalah yang terakhir sekaligus yang paling terkuat.
Semua pasukan Rebellion berpakaian hitam berarmor abu-abu kecuali Vivi, Haku, dan Zabuza. Sedangkan Mei sendiri menggunakan baju biru berlengan panjang berarmor Abu-abu, celana dark blue, rambut panjang cokelatnya dikibarkan angin. Haku sekarang tidak memakai topeng lagi, Vivi mengenakan baju yang biasa ia pakai.
Sringgg
Iris mata Naruto berubah menjadi merah seperti Sharingan tanpa tomoe, dia telah mempersiapkan pedangnya dan sarung katananya ia gunakan pedang juga di tangan kirinya.
"Kita gunakan Rencananya, sementara Mei-sama sibuk melawan Mizukage serta prajurit terpilihnya kita taklukan prajurit sisanya, kita tunjukkan seberapa kuatnya keturunan Kekkei Genkai Kirigakure. ..!" Titah Zabuza tanpa menghadap ke arah pasukannya dan pandangannya terfokus ke arah Yondaime Mizukage di depan sana.
"Regu Kekkei genkai barisan nomor 1 sampai 5 ikuti aku, kita akan melawan Yondaime Mizukage" Titah Mei Terumi kepada pasukan kekkei genkai, sebenarnya pasukan kekkei genkai berada di barisan 1 sampai 20 itupun ada tingkatannya dan barisan nomor yang terkecil adalah yang paling kuat setara dengan kekuatan jendral.
Kini Mei Terumi dan Yondaime Mizukage menggunakan kuda yang memiliki bulu sama-sama cokelat yang diberi armor perang silver.
'Deeenggg!'
Sebuah suara genderang terdengar nyaring di ribuan pasukan di medan perang sana, itu menandakan perang telah dimulai.
"SERANGGG!"
'HOOOAAAAAAA'
Mei mengomando untuk menyerang, lantas seluruh prajuit ninjanya menurutinya dan melesat ke arah pasukan pimpinan Mizukage.
"SERANGGG!" Tak beda dengan Zabuza, dia mengomando ribuan pasukannya untuk menghabisi Shinobi Kirigakure yang di pimpin oleh orang kekar berarmor chuunin yang kepalanya terdapat ikat kepala Kirigakure.
"SERANNGGGG!"
'HOOAAAAAAAA!'
Bukan Yondaime Mizukage yang mengomando tetapi bawahannya yang berpakaian mirip Haku tetapi laki-laki.
Lantas seluruh prajurit ninja Kirigakure milik Mizukage ikut melesat ke arah pasukan Rebellion disertai seringaian keji, sepertinya mereka bukanlah kekkei genkai namun mereka adalah bandit kelas atas, bisa dibilang bawahan Akatsuki.
"Hyaaaa"
Tringg
Dua logam saling berbenturan, logam itu milik pemuda yang memiliki surai jabrik pendek dengan kacamata. Dia sedang berpapasan dengan salah satu ninja Kirigakure kubu Mizukage.
Traanngg
Dia mendorong lawannya dengan pedangnya lantas diapun mencabut pedangnya menjadi dua bagian disertai chakra yang meluap-luap di pedangnya
"Menarik" ujar laki-laki yang menjadi lawannya.
Strrranngg
Di sisi lain terdapat seorang gadis yang sedang berlari dan melompat tinggi ke udara dengan tangan yang terangkat,
Zwussshhhh
Tiba-tiba sebuah benda tercipta dari aura berwarna hitam keunguan membentuk sabit raksasa yang ukurannya 3x lipat dari tubuhnya yang memiliki bentuk yang aneh.
Jrasshh
Dia menebaskan sabit raksasa itu secara vertikal hingga tubuh ninja Kirigakure kubu Mizukage terbelah.
Di sisi lain terdapat Naruto yang berkeringat dingin mengetahui gadis yang dikenalnya memiliki senjata yang memgerikan itu apalagi membunuh orang dengan kejam seperti itu tanpa penyesalan. 'Jadi itu alasannya...mengerikan sekali...' batin Naruto dengan wajah horor, namun dia kembali fokus ke depan hingga dikagetkan dengan Shinobi Kirigakure yang akan menebas lehernya.
Syuuttt
Untung saja Naruto tidak menonaktifkan Shakugannya sehingga dengan mudah dia dapat menghindari tebasan kunai itu.
Debbb jrasshhh
Naruto menendang dagu Shinobi Kirigakure tersebut hingga orang itu terjungkal ke belakang dan diakhiri oleh terputusnya lehernya oleh Zabuza sang silent kill.
Naruto hanya dapat bergidik ngeri ketika dia melihatnya meskipun dia hampir muntah karena melihatnya secara langsung ditambah bau anyir darah.
'Satsuga Silent kill ji-san' batin Naruto tak lepas dari wajah horornya. Melihat orang yang menjadi keponakannya itu Zabuza langsung melontarkan pertanyaan kepada Naruto.
"Ada apa Naruto? Apa kau takut dibunuh atau kau memang tidak mau membunuh? "Tanya Zabuza,
"Tidak aku hanya tidak ingin membunuh" ujar Naruto sembari memegang pedangnya erat-erat. "Lalu kenapa kau memegang katana?"akibat perkataan Zabuza tersebut Naruto mendongakkan kepalanya.
Ctingg jleb
Zabuza menebas kunai yang mengarah ke arah kepala Naruto hingga terpantul ke Shinobi Kirigakure yang lain tepat di leher.
"Aku..."
"Kau bilang kekuatan matamu itu kekuatan penghancur bukan? ...kau sendiri bahkan pernah membunuh ratusan orang dalam sehari.." mengingat perkataan Zabuza barusan Naruto hanya dapat menundukkan kepalanya.
Ting
Naruto menebas horizontal ke kanan untuk menepis kunai yang mengarah ke jantungnya.
"Di dalam peperangan ini kau hanya dapat melakukan satu hal, yaitu membunuh musuhmu dan musuh timmu, disini kau bukan Ace tetapi kau master Ace di atas Alhazerd.." tutur Zabuza menyemangati Naruto dengan kenyataannya. Mendengarnya Naruto kembali mendongakkan kepalanya karena terkejut sekaligus tidak percaya
"Kaulah satu-satunya pemuda berusia 15 tahun yang dapat mengimbangi Salah satu pengguna 7 pedang Kirigakure, dan aku merupakan yang terkuat ketiga setelah Mangetsu..." tutur Zabuza lagi dan terus menebas
Crassshhhh Crassshhhh Syuuttt Crassshhhh
"Aku mengerti..." ujar Naruto dengan semangat, pandangannya menjadi serius disertai kemarahan dan kebencian hingga mengakibatkan kornea mata kirinya yang semula berwarna putih susu berubah menjadi kuning.
"Akan kuhancurkan lawanku dan lawan timku!" Naruto mengerang, semakin lama kekuatan fisiknya meningkat, diapun melesat ke arah musuhnya dan membantainya secara terang-terangan. Kecepatannya berlari, menebas, dan menghindar semakin meningkat, dia lebih mirip ninja pembunuh diatas Zabuza Momochi.
Jdashh
'Itulah keponakan sang pembunuh' batin Mei Terumi setelah menghindari serangan tongkat baja milik Yondaime Mizukage dan menoleh ke arah Naruto yang dengan wajah datarnya membunuh ninja Kirigakure tanpa menyakitinya terlebih dahulu.
"Suiton:NiSuiryuudan no jutsu" ujar Zabuza menyebut nama skillnya, sontak dari bawah tanah muncul dua naga air dan melesat langsung ke arah Shinobi Kirigakure. Dari tanah? Ya karena tempat pertempuran mereka terdapat sedikit air dan tanqh yang lembab.
"""Suiton:Suijinheki""" sorak beberapa Shinobi Kirigakure, setelah itu dari dalam tanah yang lembab itu muncul air yang besar dan membentuk kesatuan dinding yang besar.
BLLAAAAMMMRRR
Namun mereka tidak sadar jika Naruto telah berdiri membelakangi mereka di belakang mereka.
"Hiken:...Kageshi"
GRASSHH
Tubuh-tubuh Shinobi Kirigakure tersebut telah tertebas menjadi 3 bagian, -bukan tepatnya 7 bagian di saat yang bersamaan sebab tebasan Naruto mengenai leher, sisi tubuh mereka yang otomatis tangan mereka ikut tertebas, lalu kedua paha mereka juga terkena tebasan, tebasan yang tak terlihat.
'Uugghh'
Hanya kata itulah yang keluar dari Shinobi tersebut saat diujung kematian mereka.
Tep tep tep
Dengan tenangnya Naruto berjalan santai ke arah ninja yang sedang berlari ke arahnya dari depan.
"Hiken..."
Tap tap tap
"Hyaaa..."
"...Fuujin.."
Tringg
Naruto menangkis katana milik pemuda yang hampir menusuk perutnya
Grassnnggsssshh
Tiba-tiba muncul lima sayatan beruntun yang memotong-motong pedang milik sang Shinobi Kirigakure, bukan itu saja tubuh pemuda itu ikut tertebas hingga menjadi kepingan daging. Jaket hitam milik Naruto sekaligus wajahnya terkena cipratan darah pemuda itu karena terlalu dekat.
"Maaf...untuk sebuah kedamaian harus ada yang dikorbankan ..." ujar Naruto setelah itu berlari ke arah rombongan Shinobi Kirigakure lain yang akan mengeroyoknya. Tak lama Naruto menghentikan langkah kakinya lalu memejamkan matanya sejenak.
"Hiken..."
Mata Naruto terbuka dan menyiratkan aura kematian untuk manusia di depannya,
Sringg
Tiba-tiba waktu berhenti berputar, warna di sekitarnya berubah menjadi hitam dan merah, di depan sana terdapat bayangan melingkar seperti bulan purnama namun itu adalah sebuah bayangan.
"...Mangetsu kage no fuujin mai..."
Naruto melesat dengan cepat bagaikan shunshin sambil menebas sekali hingga dia berada di seberang bayangan berbentuk lingkaran bulan purnama tersebut.
GRASSHH...
Seluruh orang di dalam lingkaran bayangan bulan purnama tersebut sudah tidak berbentuk manusia lagi karena tubuh mereka tertebas menjadi beberapa bagian, bukan itu saja gambaran bayangan melingkar mirip bulan purnama menjadi pecah seperti potongan pizza. *-_-?*
Sringgg
Waktu kembali berjalan normal, warna di sekitarnya juga kembali hijau lapangan dan pepohonan namun berbeda dengan warna di belakang Naruto, orang yang tidak tahan melihatnya atau mencium baunya pasti orang itu sudah muntah.
Dari kejauhan Haku melihat puluhan mayat yang terpecah belah di belakang Naruto, dia kembali shock namun dia akan memikirkannya nanti karena dia harus berhadapan dengan Mizukage bertubuh bocah itu.
Meskipun tubuhnya kecil, dia memiliki daya tahan tubuh yang besar, kelincahan yang unik, suiton miliknya juga melebihi Zabuza mengingat dia adalah Mizukage, namun dia terlihat begitu dewasa melihat ekspresi yang dia pancarkan sedatar Naruto yang sekarang seolah-olah dia sudah bosan.
Naruto ingin mengakhiri ini segera, karena itulah dia melesat ke tengah-tengah medan kekuasaan musuh, itu membuat musuh semakin menyeringai dan mempersiapkan handseal meskipun sebagian orang saja, namun tiba-tiba saja waktu dan gerakan manusia kembali berhenti, warna di sekeliling kembali berubah menjadi merah dan hitam,
Wushh...
Sebuah lingkaran berdiameter lebih dari seratus meter tercipta di bawah Naruto. Naruto menutup kedua matanya kembali
"Hiken..."
Matanya kembali terbuka dan memancarkan aura kematian.
"...Mangetsu kage no fuujin mai..."
GRASSSHHH...
Naruto menebas dengan dua kali putaran ke kanam tiba-tiba 100 lebih manusia di dalam lingkaran bayangan itu sudah tidak membentuk manusia kecuali Naruto, bayangan bulan purnama juga hancur seperti potongan kaca yang terpisah-pisah hingga semua keadaan menjadi normal.
Seluruh timnya dan teman-teman barunya tak terkecuali sang Ace terkuat Vivi Alhazerd menatapnya dengan takjub dan takut sekaligus iri.
"Maafkan aku kedamaian membutuhkan pengorbanan yang besar" gumam Naruto dengan wajah datarnya.
Tap tap tap
Naruto beranjak dari tempat itu untuk masuk lebih dalam ke medan kuasa musuh.
"Akan kuciptakan kedamaian untuk kalian para prajurit pemberani Kirigakure yang tidak tahu apa-apa sebagai wujud pengorbanan nyawa kalian" ucap Naruto dengan lirih disertai ekspresi datarnya.
"Naruto-kun jangan-jangan kamu sudah-uh?" Asumsi Haku terhadap Naruto ditolak oleh kenyataan saat Naruto membagi tugas dengan Zabuza dari kejauhan.
.
"Ji-san aku serahkan bagian kanan padamu, " ujar Naruto sambil berlari ke arah kiri, sedangkan bagian depan para pasukan Rebellion yang mengurus atas perintah Zabuza.
"Ya...Pasukan Serang bagian depan! !" Titah Zabuza kepada prajurit Rebellion, lantas Semuanya langsung merangsek maju untuk membantai pasukan tersebut.
Mereka saling beradu taijutsu, Ninjutau bahkan ada juga Genjutsu.
.
"Naruto? " gumam Vivi kala melihat Naruto berbeda dengan biasanya, dari arah yang jauh dia dapat melihat kornea mata Naruto berubah menjadi kuning. Saking terpukaunya dia tidak fokus dan dia diserang oleh beberapa Shinobi Kirigakure.
Jduakkhh
"Aakkhh..."
Brugghh
Pinggang kanannya ditendang kuat oleh seseorang hingga tubuhnya terpental jauh, serangan yang diterimanya tidak sampai disitu saja, masih ada serangan beruntun yang berawal dari Kenjutsu.
Tringgg
Dalam keadaan masih tersungkur dia menahan tebasan vertikal dari atas menggunakan Sabit Raksasanya yang menakutkan itu.
"Fuuton:kazekiri no jutsu"
Syuuttt Syuuttt Syuuttt. ..
Dari arah samping kanannya terdapat seseorang menyebut nama jurusnya, seketika muncul puluhan pisau angin yang melesat ke arahnya.
Jduakhh
Tidak mau mati konyol Vivipun menendang perut Shinobi Kirigakure yang pedangnya ia tahan menggunakan sabitnya, kemudian dia bangkit dan menangkis semua pisau angin yang mengarah ke tubuhnya meski sebagiqn dapat melukai tangan, perut, paha dan kakinya. Bajunya juga robek akibat serangan tersebut, begitu juga dengan jubah hitamnya yang compang-camping.
Vivi sedikit terengah-engah, namun dia mengingat hal kemarin saat bersama dengan Naruto dia terdiam dengan kepala menunduk.
"Jadilah dirimu sendiri, jangan pernah menangis, jangan pernah menyerah , temukan sesuatu yang berharga bagimu, buatlah sesuatu yang berharga tersebut bahagia, percayalah jika kau dapat melindungi sesuatu yang berharga bagimu,...Omae wa Tsuyoi dakara (karena kau itu Kuat)..."
Ucap Naruto saat berhadap-hadapan dengan tubuh mungil Vivi Alhazerd sambil mengacak-acak rambut putih panjangnya dengan lembut.
"Naruto...Aku..."
.
.
.
Flashback
.
.
.
"Umm...boleh kutahu siapa nama kakekmu?"
"Hm..."
"...namanya adalah. ..."
"...Senju...Nawaki.."balas Naruto menyambung perkataannya yang menggantung.
Mata Vivi membulat dengan sempurna dengan mata yang bersinar karena habis menangis. "Senju? Bukankah itu adalah nama klan Shodaime dan Nidaime Hokage!?" Ujar Vivi
"Benar, ...memangnya ada apa? "
"Tidak, aku hanya bingung,... jika kau adalah keturunan Senju seharusnya kau memiliki chakra yang besar, namun kau sama sekali tidak mempunyai chakra hingga aku merasa sedang berbicara dengan-..." Ucapan lepas dari mulut mungil Vivi menggantung.
"Seperti mayat?...kau benar aku juga merasa seperti itu" sahut Naruto dengan tersenyum.
"-eh? Bukan begitu maksudku aku berpikir sedang berbicara dengan hantu" sahut Vivi kemudian dengan suara lirih diikuti tawa garing Naruto.
"Ahahahaha...mungkin saja, tapi aku ini manusia...aku terlahir tanpa chakra namun sebagai gantinya aku diberi kekuatan penghancur dalam mataku ini..." tutur Naruto setelah tertawa garing.
"Apa saja kekuatannya? "
"Meningkatkan kekuatan fisik dengan drastis, aku juga mempunyai sedikit chakra hingga aku bisa melompat tinggi seperti ninja lainnya. Namun jika aku melihat orang-orang terdekatku terluka parah atau bahkan mati aku akan tak terkendali dan membunuh semuanya tak terkecuali. .." balas Naruto dengan raut wajah sedih,
"Oleh karena itulah jangan sampai kau terluka parah agar aku dapat mengontrol kekuatan ini lebih baik...karena kau adalah teman pertamaku yang sebaya di desa ini" lanjutnya, Vivi hanya dapat terkejut tak lama kemudian dia tersenyum.
"Daijoubu yo...Aku akan Hidup tak peduli separah apapun luka yang kuderita" balas Vivi dengan tersenyum manis. Naruto juga membalasnya dengan senyuman tipis.
.
.
.
Flashback end
.
.
.
"...aku telah menemukannya Naruto...Aku...akan hidup untukmu.." Vivi mengerang sambil menatap tajam sekelompok orang Shinobi Kirigakure yang sedang berlari ke arahnya sambil menodongkan sabit besarnya ke arah Shinobi Kirigakure tersebut.
"...karena kamu sekarang adalah...Watashi no Ichiban no takaramono da (Hartaku yang paling berharga)..."
Setelah mengucapkan itu Vivi melesat ke arah sekelompok orang Kirigakure tersebut.
"Meiton: ...Yami no Jigoku..." Erangnya sembari menebas musuhnya dalam jarak 20 meter. Bagaikan tebasan angin milik Naruto, kali ini api hitam keunguan membakar mereka dengan cepat hingga hangus bahkan menjadi abu.
Setelah itu Vivi kembali fokus ke arah Mizukage lalu berlari ke arah Mizukage itu, tetapi terlebih dahulu tubuhnya dihempaskan oleh angin super hingga menabrak pohon yang berbatang besar.
BLAAASSHHHH
DUAARR
'Ughh!'
Brugg
Tubuh gadis itu terjatuh dari ketinggian 10 meter, untung saja dia tidak mati meskipun lukanya cukup parah hingga mulutnya mengeluarkan darah.
"Uhukk...uhukkk..." ketika dia berusaha untuk bangkit dia berbatuk dan mengeluarkan darah, matanya membulat kala melihat warna itu, warna itulah yang dikeluarkan oleh anggota keluarganya yang dibantai sewaktu dia masih kecil dulu.
Vivipun menggigit giginya lalu mengambil Scythe miliknya dan bangkit kembali dengan amarah, dengan pandangan membunuh tubuhnya mengeluarkan aura kegelapan.
"Aku akan membunuhmu" ujarnya seketika langsung melesat ke arah orang yang menghempaskan tubuhnya dengan fuuton tadi tak peduli dengan rasa sakit yang dideritanya kali ini.
Wushhh
Sabit raksasanya itu mengeluarkan aura hitam keunguan yang menjilat-jilat seolah-olah ingin membakar apapun.
Syuuttt
Vivi melompat tingga lalu menggerakkan senjata mengerikannya dengan memutar-mutarnya dengan acak bagaikan tombak, saat itulah api kegelapan miliknya melesat ke sembarang tempat Shinobi Kirigakure. Lantas orang yang terkena apinya terbakar dan hangus sampai menjadi debu.
Para Shinobi yang melihatnya tak terkecuali rekannya hanya bergidik ngeri dengan mengeluarkan keringat dingin.
Tap
Vivi turun kemudian langsung melesat ke arah Yondaime Mizukage disusul rekannya yang baru saja membunuh ninja Kirigakure.
Wusshhh
Akibat aura senjatanya yang mirip menguap itu mengakibatkan awan yang semula putih cerah digantikan dengan awan hitam mengerikan yamg menutupi cahaya matahari menyinari bumi untuk beberapa waktu.
.
Crassshhh
Setelah mencabut pedangnya dari perut ninja Kirigakure Naruto mendongakkan kepalanya ke arah atas tepatnya mendung yang terjadi secara tiba-tiba dalam hitungan detik.
"Vivi kau..."
.
Di sisi lain Haku sedang melawan beberapa ninja Kirigakure, tak jauh dari tubuhnya saat ini terdapat puluhan mayat yang mati dengan tertusuknya lehernya oleh beberapa senbon.
'Tiba-tiba saja langit menjadi mendung, apa yang terjadi? ' pikirnya sedikit melirik ke arah langit yang menggelap.
Kini senbon yang dipakai Haku tersisa enam masing-masing di sela-sela jari tangan kanan dan kirinya.
Syuuttt Syuuttt Syuuttt. ...
'Mereka seperti tidak ada habisnya' racaunya dalam hati sambil mengelak serangan pisau angin.
Sringgg
Serangan melintang dari belakang hampir saja membelah pinggang ramping Haku, namun sebelum itu terlebih dahulu gadis itu melompat ke atas belakang tak lupa menendang pelaku yajg hampir memotong pinggangnya tersebut.
Duakkhh
Tap
'Kalau begini terus tidak ada cara lain selain ini...' Haku merangkai handseal singkat,
"Hyouton:Makyou Hyoso" seketika muncul air dari dalam tanah dengan jumlah cukup banyak hingga membentuk sebuah kubah cermin berjumlah sangat banyak. Manusia di dalamnya hanya dapat terperangah takjub sekaligus bingung.
Syuuttt
Haku memasuki salah satu cermin, anehnya di semua cermin terdapat gambaran tubuh Haku,
"Hyouton:sensatsu suisho" sebutnya lalu melempar satu senbon, meski satu jika semua bayangannya dari balik cermin melempar satu juga maka itu akan menjadi ratusan bahkan ribuan senbon
Syuuttt Syuuttt Syuuttt. ...
Jleb jleb jleb. ..
Tak sia-sia, seluruh manusia yang berada di dalamnya mati dengan puluhan senbon menancap di tubuhnya.
Ctarrr
Namun Haku tidak boleh bangga terlebih dahulu, cermin miliknya pecah karena sesuatu membenturnya.
Ternyata sang Mizukage terhempas oleh serangan cairan panas lava hingga tubuhnya berada di dalam kubah cermin dengan tubuh yang penuh luka bakar. Anehnya tidak ada reaksi yang berarti bagi Mizukage satu ini.
'Dia benar-benar seperti boneka' batin Mei Terumi kala melihatnya dari luar kubah. Tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada Haku langsung melempar semua senbon yang tersisa miliknya.
Syuuttt...Syuuttt ...Syuuttt. ..
Jleb jleb...tring...jlebb...tringg...jlebb...jlebb...
Meski sebagian besar ribuan senbon mengenai tubuh mungil Mizukage sebagian juga berhasil ditangkis olehnya. "Apakah dia tidak merasakan apa-apa? " racau Haku di dalam cermin. Namun raut wajah Mizukage itu berubah menjadi marah, dia menggunakan lubang di kubah cermin yang barusan dihancurkan tubuhnya untuk melarikan diri meski harus berhadapan lagi dengan Mei Terumi.
"Youton:..." belum sempat wanita itu melancarkan serangannya terlebih dulu perutnya terkena tumbukan tongkat baja Mizukage sehingga tubuhnya terhempas.
Bugghhh...
"MEII-SAMAA..."
Debb
Untung saja tubuhnya tidak mengenai benda keras karena laki-laki berkacamata dengan dua pedang aneh menahan tubuhnya dengan pelukannya.
"Anda tidak apa-apa? ?" Tanya pemuda itu menanyakan keadaan Mei. "Tidak apa-apa, terimakasih Choujuro" balas Mei disertai senyuman manisnya.
Tap tap tap...
Mizukage itu lari ke dalam hutan yang mengarah ke danau besar. "JANGAN SAMPAI MIZUKAGE BERLARI KE ARAH DANAUU!" Titah Mei sambil berdiri dan kemudian mengejar Mizukage.
Plarrr Plarr Plarr
Dengan sendirinya kubah cermin tersebut pecah menjadi butiran es. "Hyouton:Hyouryuu no jutsu" ucap Haku, dalam seketika terbentuklah sebuah replika naga tanpa kaki yang terbuat dari air dan udara, besarnya berdiameter 1 meter dengan panjang 20 meter.
Syuuttt
Haku dan beberapa orang pengguna kekkei genkai terkuat termasuk sang Ace terakhir melompat ke atas naga itu setelah itu naga es tersebut meraung
'GRROOOAAARRRGGHHHH...'
Wusshhh
Setelah meraung ganas naga yang diciptakan Haku itu melesat untuk mengejar Mizukage.
Tap tap tap
Bukan hanya mizukage dan pasukan yang mengawal Mizukage saja yang memasuki hutan tetapi semua prajurit ninjanya yang melawan Zabuza dan Naruto ikut memasuki hutan.
"Sialan mereka memasuki hutan, ini akan lebih sulit" racau Zabuza sambil merangkai handseal cepat.
"Suiton:Suiryuudan no jutsu" ucapnya, seketika muncul seekor naga air yang menerjang beberapa orang Kirigakure yang bernasib buruk
ZPPLLAASSHHHH...
"JANGAN SAMPAI MEREKA MEMASUKI HUTAN! LAKUKAN CARA APAPUN UNTUK MENGHENTIKAN MEREKA JIKA BISA BUNUH SAJA!" Teriak Zabuza kepada pasukannya untuk mencegah pasukan Kirigakure memasuki hutan,
Namun usahanya sia-sia, pasukannya yang hanya tersisa kurang dari 5000 orang dapat di porak-porandakan oleh beberapa shinobi Kirigakure yang terkuat. Lebih dari 5000 pasukan Kirigakure telah memasuki hutan sehingga akan sulit mengalahkan mereka.
Wusshhh
Tap tap tap...
Dengan cepat Naruto melesat bagaikan cahaya menuju ke dalam hutan sebelum rekannya memasuki hutan.
Syuuttt
Tap
Sekarang Naruto telah dikepung ratusan shinobi Kirigakure, mereka ada banyak, sebagian di dahan pohon, sebagian menempel di pohon, sisanya berada di tqnah dengan seringian menjijikkan mereka.
Naruto hanya menyeringai ketika kedua matanya tertutup,
"Hiken..."
Setelah terbuka dari sudut mata kirinya muncul cairan darah yang mengaliri pipinya. Bukan itu saja warna di sekitarnya kembali berubah warna menjadi hitam dan merah dengan waktu yang terhenti, sebagian hutan terdapat bayangan hitam yang sangat panjang, bahkan setengah jarak lagi bayangannya dapat mencapai danau, namun dia masih terkendali sehingga dia tidak ingin menyakiti Haku dan Vivi sekaligus rekannya yang mengikuti Mei.
"Mangetsu kage no fuujin mai"
GRASSHH
Naruto menebas dengan dua kali tebasan berputar ke arah kiri, lantas Semua benda menjadi terpecah-pecah, bahkan bayangan bulan purnama yang menaungi bayangannya sekalipun ikut terpecah-pecah, pepohonan sudah tidak berbentuk lagi, tubuh ratusan bahkan ribuan manusia sudah tercerai berai.
"Aku menang" gumam Naruto, diapun berlari ke arah dimana Mizukage berlari, dia tahu jika bentuk bijuu berekor tiga berbentuk kura-kura yang tidak memiliki kaki belakang, dia mengetahui itu dari Zabuza sendiri, maksud Zabuza pasti mencegah Mizukage untuk mencapai danau karena bijuu itu akan bisa berubah sepenuhnya jika berada di dekat air dan mencapai kekuatannya yang sesungguhnya.
"Sedikit merepotkan tapi aku tidak ingin membunuh lebih banyak orang lagi, aku ingin mengakhirinya segera"
Wusshhh
Naruto mempercepat larinya dengan kekuatan matanya untuk menyusul Haku.
Syuuttt tapss
Setelah sampai disana dia dapat melihat Mei, Haku, Vivi dan beberapa pengguna kekkei genkai menghadapi Mizukage, tetapi Mizukage tidak sendiri, di sisi tubuhnya terdapat dua orang berjubah hitam beraksen awan merah, satunya memakai topeng jingga berbentuk spiral yang berpusat di mata kanannya, sedangkan satunya mempunyai surai pirang panjang yang dikuncir dan poninya menutupi mata kirinya, di telapak tangannya tampak sebuah mulut yang mengeluarkan tanah berwarna putih berbentuk laba-laba.
"Akatsuki" geram Naruto, dengan epat dia melompat ke samping tubuh Haku dan Vivi.
"Naruto? ...kenapa kau disini? " tanya Vivi sedikit khawatir. "Aku menyerahkan sisanya pada Zabuza ji-san, karena semua yang kuat telah kubantai dengan teknik rahasiaku" balas Naruto dengan pandangan tajam ke arah Mizukage.
"Seharusnya kau tidak ada disini Naruto-kun, disini terlalu berbahaya, lihatlah Akatsuki berada di depan mata kita" ujar Haku lirih.
"Aku akan memastikan Nee-san tidak terluka lagi" ucap Naruto tanpa mengalihkan pandangannya.
"Woooaahhhh...ternyata masih ada lagi yang mau mati Deidara" ujar laki-laki berjubah Akatsuki yang mengenakan topengdengan konyolnya
"Benar dan mereka adalah bahan percobaan untuk karya seniku ini!" Seru pria Akatsuki yang berambut pirang panjang sambil menunjukkan tanah liat yang membentuk beberapa laba-laba.
"Karena seni adalah..." ucapannya menggantung namun disahut oleh laki-laki bertopeng spiral.
"Berasal dari tanah liat huahahaha..!" Sambung Pria bertopeng sambil berpose seperti akan menggunakan jurus burung bangau.
Lantas anggota Akatsuki berambut pirang dikuncir itu langsung jawdrop sementara Mei, Haku, Vivi, Naruto dan pengguna kekkei genkai Rebellion disana sweatdrop massal.
"LEDAKAM BODOHHHH!" Bentak Laki-laki yang bernama Deidara disana kepada pria bertopeng spiral.
"Oh ya aku lupa...-"
"Ehemm...Karena seni adalah...!" Kini giliran pria bertopeng yang berkata demikian tak lupa berpose konyol seperti orang gila.
"Ledakan.." sambung Deidara seperti sebuah bisikan namun terlihat menyeringai sambil memamerkan tanah liat putih berbentuk laba-laba miliknya.
Sreett
Dengan cepat Mei merangkai handseal setelah itu menyemburkan asap beracun tanpa menyebut nama jutsunya.
Bwuashhh
Dedaunan berubah warna karena layu akibat asap yang hijau yang dibuat Mei, Lantas tiga orang yang berhadapan dengannya melompat menjauh agar tidak meleleh akibat asap beracun tersebut. Lalu Vivi menggunakan kesempatan yang ada untuk membakar asap yang bersifat asam tersebut dengan api kegelapan dari sabit raksasa miliknya.
Zwussshhhh
Bwusshhhh
Semuanya yang terdapat di depannya terbakar hingga pemandangan berubah menjadi warna api hitam keunguan.
Wusshhh tap
Di depan Naruto terdapat laba-laba berwarna putih, Naruto sempat bingung mengapa tanah liat itu berdatangan dari arah atas, kemudian diapun mendongakkan kepalanya untuk melihat ke atas.
Di atas sana terdapat dua anggota Akatsuki sedang menaiki burung tanah liat besar, anehnya tanah liat berbentuk burung yang ditumpangi dua orang itu tampak hidup, Naruto semakin terkejut ketika Deidara menjatuhkan puluhan tanah liat berbentuk laba laba miliknya.
"LEDAKKAANMN!" Sorak laki-laki yang membuat mainan tanah liat tersebut, dalam seketika laba-laba yang terbentuk dari tanah liat putih tersebut berubah fungsi menjadi bom berskala kecil namun cukup untuk membunuh seseorang.
Blam blam blam...
Untung saja Naruto sedikit menjauh meski sedikit terhempas akibat ledakan,
Brugg
Naruto sekarang tengkurap akibat efek dari ledakan tersebut, Vivi kini berada di dahan pohon, Mei juga sama sedangkan Haku berlari ke arah Naruto.
"Kau tidak apa-apa Naruto-kun?" Tanya Haku dengan khawatir kepada adiknya, "tidak apa-apa, dimana Mizukage? " tanya Naruto setelah membalas pertanyaan Haku.
"Disana!" Seru Mei, lantas Mei menyemburkan lavanya dan membakar seluruh yang ada di depannya.
Syuuttt
Sebelum lava yang disemburkan Mei menyebar terlebih dahulu Haku membawa Naruto melompati dahan pohon agar tidak ikut meleleh akibat lahar itu.
Byuuurrrr
Lahar Milik Mei tiba-tiba saja menjadi lahar dingin karena berlawanan dengan semburan air dari Mizukage yang berintensitas besar mirip Tsunami itu.
Meski begitu Vivi tidak akan tinggal diam, orang menjadi Mizukage itulah yang telah menyuruh bawahanya untuk membunuh keluarga Vivi.
"Hyyaaaaaa!"
Syuuttt
Trannkk
Dengan nafsu membunuh disertai aura kegelapan yang keluar dari tubuhnya dan sabit besarnya Vivi langsung melompat dan menebas Vertikal yang dapat ditangkis Mizukage menggunakan Tongkatnya.
Fusshhh
Gadis itu menendang dada Mizukage namun terlebih dahulu laki-laki itu langsung mundur ke belakang.
Tap
Trankk trankk trankkk
Dua benda berunsur dasar logam saling berbenturan hingga terdengar suara nyaring. Vivi menyerang Mizukage dengan membabi buta menggunakan Scythe miliknya, sedangkan Mizukage hanya menangkis semua serangan Vivi menggunakan tongkat besarnya dengan mudahnya.
.
Di atas burung tanah liat terdapat dua anggota Akatsuki yang sedang duduk menonton pertarungan Vivi melawan Yondaime Mizukage.
"Apakah kita hanya perlu menonton? " tanya Pria bertopeng kepada rekannya. "Ya, kita akan mengambil keumtunganya setelah ini" balas Deidara dengan seringaian tak lepas dari wajahnya.
.
Di atas dahan pohon terdapat Haku dan Naruto yang gelisah dengan keadaan Vivi yang pola serangannya sangat hancur jika dinilai. Oleh karena itu Naruto ingin menolong Vivi tetapi terlebih dahulu Haku dan Mei turun tangan.
Syuuttt Syuuttt
"Hyouton:Sensatsu Suisho"
Dalan seketika muncul puluhan jarum kristal es yang menerjang Mizukage tetapi bisa dihindari olehnya.
Wushhh
Sementara di samping tubuh Mizukage terdapat Mei yang telah menggembungkan pipinya tanda akan menyemburkan sesuatu dari mulutnya. Tidak mau mati konyol Vivi dan Haku melompat ke dahan pohon.
Bluurrrr
Semburan Air panas mengenai tubuh Mizukage hingga menyeret tubuhnya hingga beberapa puluh meter mengingat intensitas air panas yang keluar sangatlah banyak mirip banjir bandang, tumbuhan yang terkena air itu yang semula hijau berubah menjadi layu.
"Akan Kuakhiri" kini dengan percaya diri Naruto terjun setalah Mizukage berusaha untuk bangkit.
Tap
Kini Naruto dan Yondaime Mizukage telah berada dalam keadaan saling berhadapan, Semula Haku ingin mencegah tindakan bodoh Naruto namun terlebih dahulu Naruto memberi peringatan.
"Semuanya jangan ada yang ikut campur apapun yang terjadi, kali ini aku akan mengakhirinya segera!" Tutur Naruto sambil menodongkan katananya pada Mizukage,
"Kau akan mati pemberontak" Ucap Mizukage dengan datar tanpa didasari perasaan apapun
"tidak akan ada yang tahu sebelum mencobanya! "
Syuuttt
Setelah berkata demikian Naruto langsung merangsek maju untuk menyerang Yondaime Mizukage terlebih dahulu.
.
Haku merasa aneh kenapa Akatsuki yang konon katanya berada di belakang Mizukage tidak ikut menyerang, Haku mendongakkan kepalanya untuk melihat burung yang masih terbang di atas tanpa berpindah tempat. Ini adalah kesempatan baginya, tak lama kemudian dia merangkai handseal singkat.
"Hyouton:Hyoukobu"
Jrasshh Jrasshh Jrasshh. ...
Terdapat banyak es lancip yang bermunculan dari tanah dan menusuk burung putih dari tanah liat buatan Deidara.
"Hwooaaaaa kita akan mati...kita akan mati Deidara" Pria bertopeng itu berjingkrak-jingkrak seperti orang kebingungan.
Nyap nyap nyap bwuuyyee
Dari telapak tangan kanan Deidara mengeluarkan tanah liat putih yang membentuk burung, sang pemilik melemparnya ke arah lain.
Buuiinggghhh
Lantas tanah liat burung tersebut berubah menjafi besar dan dapat bergetak.
Wusshhh tap
"Kesini Tobi, cepat kalau kau tidak ingin mati" tutur Deidara pada rekannya. Pria bertopeng yang diketahui bernama Tobi itu melompat ke burung lain dan terbang lebih tinggi.
.
"Sial"
Di atas tanah terdapat Haku yang meracau karena serangan mematikan yang menguras chakra miliknya bisa dihindari dengan mudah.
"Hyouton:Sensatsu Suisho"
Haku menembakkan puluhan jarum es pada burung tanqh liat raksasa itu namun dapat dihindari dengan bermanuver.
"Hyouton:Hyouryuu no jutsu"
Dalam seketika muncul naga es bertubuh panjang seperti ular yang terbuat dari butiran air yang menyatu, kemudian Haku melompat ke kepala naga itu untuk mengejar anggota Akatsuki tersebut. Sementara di atas tanah terdapat dua perempuan yang hanya dapat berdiam diri ketika melihat seorang pemuda berambut pirang mencoba menyerang anak seumurannya yang menjadi Mizukage tersebut.
"Mei-sama, apakah kita harus membantu Naruto? " tanya Vivi seperti membuat anjuran.
"Tidak, kau sengar tadi? Naruto-kun mencoba melawannya sendirian dan tidak ada yang boleh mengganggu" balas Mei meski sedikit khawatir.
Trankk trannkk Syuuttt trankk Syuuttt Syuuttt
Tebasan brutal Naruto sebagian dapat ditangkis dan dihindari serta tidak ada satupun tebasan yang mengenai Mizukage, padahal tongkat milik Mizukage tampak lebih berat dari pedang kubikiribocho.
Debb
Naruto merasa kesal dan akhirnya dia menendang tongkat yang menjadi pertahanan sang Mizukage. Setelah itu Naruto memasang kuda-kuda seorang samurai, yaitu pedang yang di tekuk di samping kanan kepalanya dengan ujung pedang yang mengarah kedepan.
"Hiken:..."
Wushh
Mata Vivi dan Mei melebar ketika tubuh Naruto telah berada di belakang Mizukage tanpa merubah posisi kuda-kudanya.
Craannkksss
Terlihat dua goresan pada tongkat Mizukage begitu juga pada dada kanan dan leher kanannya.
"Kageshi..." ucap Naruto menyebut nama Jutsu Kenjutsunya
"B-bagaimana Naruto bisa berada disana? Apakah dia sunshin tanpa segel? " ucap Vivi dengan terkejut. Mei hanya dapat melongo dan detik berikutnya dia mengedipkan matanya.
"Lihat leher kanan dan dada Yagura, "ucap Mei sebagai peringatan.
"Berdarah? " ujar Vivi sedikit terkejut. "Jadi Naruto tidak hanya Shunshin saja tetapi juga menebas seperti bayangan" lanjutnya dengan nada terkejut.
"Begitu ya...pantas nama jutsunya adalah Kageshi yang berasal dari Kage No Shi ni artinya Kematian untuk bayangan" ujar Mei menafsirkan nama jutsu yang barusan Naruto keluarkan.
"Ini adalah yang terakhir!" Naruto membalik badannya lalu membuat gerakan menebas pada kepala Mizukage, sedangkan Mizukage memandang bilah katana itu dengan pandangan terkejut sekaligus takut, bagamanapun juga dia adalah boneka hidup.
.
BLAAARR
Terjadi ledakan di langit,
Blam blam blam
Tidak hanya satu ledakan namun puluhan ledakan karena jarum es berukuran sebesar kunai bertubrukan dengan burung putih dari tanah liat yang bisa terbang ke arah sasaran.
Syuuttt blam
"Sial jika dia terus mengikuti kita kita bisa mati Deiiii!" Racau pria bertopeng, Tobi. Tampaknya dia sedang khawatir akan keselamatannya pasalnya kerah jubah hitamnya tergores oleh sebuah jarum es.
"Diamlah Tobi, kau hanya perlu menghindarinya atau memukulnya dengan tinjumu yang super itu" usul Deidara dengan hati yang panas karena partnernya itu terlalu menjengkelkan sekaligus super cerewet.
Burung tanah liat Deidara yang sedang ia tumpangi berkali-kali memanuver untuk menghindari jarum es yang datang kepadanya, sekaligus dia melempar puluhan burung tanah liat kecil untuk meledakkan jarum-jarum es yang mengenainya.
Blamm blamm blamm...
Dari jauh Haku sedikit kerepotan karena burung yang ditumpangi Deidara itu sangat lincah selincah burung elang.
"Sensatsu suisho"
Syuuttt Syuuttt Syuuttt...
Berpuluh-puluh jarum es melesat lagi ke arah Deidara namun alangkah terkejutnya dia ketika puluhan jarum es miliknya dapat dipecahkan dengan pukulan tangan kosong milik pria bertopeng ditambah burung-burung tanah liat itu terus meledakkan jarum es miliknya
Haku melihat ke arah belakang, dirasanya dia telah berada jauh dari golongan Mei. Akhirnya dia memilih untuk kembali.
.
Ditempat Mei dia sedang khawatir kepada keadaan tubuh Naruto yang semakin lama semakin kelelahan. Ditambah Vivi yang saat ini tampak tidak begitu baik karena terlalu sering menggunakan kekuatan Meiton miliknya hingga saat ini aura yang ia pancarkan telah lenyap menyisakan Vivi yang terengah-engah dengan sabit besarnya sebagai penyangga tubuhnya.
Syuuttt Syuuttt Syuuttt...
Tap tap tap...
Masalah satu belum selesai kini masalah lain datang menimpa. Pasukan Kirigakure milik Yagura /Mizukage telah berada di sekeliling Mei, entah itu di dahan atau di atas tanah.
"Choujuro dan para Kekkei genkai selain Vivi serang pasukan Kirigakure itu jangan sampai mereka menjadi hambatan!"titah Mei kepada bawahannya untuk menahan pasukan Kirigakure.
"""DIMENGERTI"""
Sorak bawahan Mei termasuk Choujuro dan langsung melesat ke arah ninja yang lebih banyak dibandingkan pasukan Rebellion yang berada disana, namun mereka adalah prajurit yang terlalu jauh berada di bawah pasukan Kekkei Genkai sehingga dengan jutsu kekkei Genkai milik mereka akhirnya bisa mengalahkan Shinobi Kirigakure tersebut.
Trank trankk trankk
Ada pula yang menggunakan Kenjutsu untuk melawan Pasukan Kirigakure, "Suiton:Suiryuudan no jutsu" di dekat mereka adalah danau otomatis mereka dapat mengeluarkan teknik air yang berintensitas besar.
Byuurr
Banyak orang-orang Kirigakure milik Yondaime Mizukage terhempas oleh Jurus air tersebut,
"Douton:Douryuuheki"
Muncul dinding tanah yang hampir membentuk sebuah pertahanan berbentuk kotak besar saat arus akibat naga air itu berbalik ke arah sungai.
Kini mereka semua yang berada di dalam dinding kotak selamat meskipun mereka harus kembali melawan beberapa ninja Kirigakure.
"Fuuton:Fuudan no jutsu"
Srutt sruutt srrutt...
Seseorang dari pasukan Rebellion menyemburkan puluhan peluru angin yang memiliki kecepatan tinggi hingga mengenai sisa Ninja Kirigakure hingga mereka tidak bernafas lagi meski harus melubangi pohon.
"Satsuga Toujou-san" puji Choujuro kepada rekannya yang umurnya mungkin sama dengan Naruto.
.
Wusshhh
Tap
Dari atas terjunlah seorang wanita berpakaian biru yang tak lain adalah Haku dan satu lagi laki-laki yaitu Zabuza. Mengapa Zabuza bisa bersama Haku? Itu karena dia melihat Zabuza tengah berlari ke arah danau untuk mengejar pasukan Kirigakure dan tak disangkanya datang tsunami kecil yang akan menerjangnya, tetapi sebelum itu terjadi terlebih dahulu Haku menyelamatkannya dan membawanya ke tempat Mei berada.
Sekarang tinggallah seorang Mizukage sedang berhadapan dengan Naruto.
Wusshhh tap tap tap
Blarr
Mizukage tersebut berlari ke arah dinding lalu menumbuk dinding Doton hingga hancur menggunakan tongkatnya, lantas dia berlari ke arah danau namun terlebih dahulu Zabuza menghadangnya.
Syuuuuttt Tap
"Maaf aku tidak akan membiarkanmu mendekati air" ancam Zabuza sembari menodongkan pedang pemenggal kepala miliknya.
Ctik
Sebuah isyarat jentikan tangan dilakukan oleh Mizukage, sontak muncul ratusan pasukan Kirigakure telah bermunculan, ada yang berpijak di atas dinding doton, ada pula yang berdiri di air, ada juga yang berdiri di dahan pohon, masing-masing dari mereka telah mengeluarkan senjata masing-masing.
"""""Fuuton:Kazekiri no jutsu"""""
Syuuttt Syuuttt Syuuttt Syuuttt Syuuttt. ...
Dari ratusan orang yang berada disana, separuh dari mereka mengeluarkan jutsu yang sama dari segala arah hingga Dinding Douton itu hancur lebur,
BLLLAAARRRRRMMMM
"Aaarrgghhh"
"Aakhhh"
"Ugghhh"
Dan yang di dalamnya juga pasti banyak yang mati karena tidak sempat melindungi diri mereka dengan jurus pertahanan ganda.
"HAKUUUU!...NARUTOOO!...MEI-SAMAAAA"
Tak ada jawaban yang pasti mengenai keadaan orang yang dipanggil Zabuza, mengetahui hal itu percuma amarah Zabuza naik lalu melampiaskan kemarahannya pada Mizukage tersebut.
Jrakkk Syuuttt Syuuttt trankk trankk trankk. ...
Semua tebasan Zabuza dapat ditangkis oleh Mizukage muda itu. Zabuza terus menyerang dengan pedang besarnya, Mizukage tersebut dengan mudahnya bisa menangkis serangan Zabuza.
"Fuuton:kazekiri no jutsu" ucap Zabuza menyebutkan nama jutsu fuuton miliknya ke arah Mizukage.
Syuuttt Syuuttt Syuuttt
Pisau-pisau angin yang dikeluarkan Zabuza menerjang tubuh Mizukage hingga bisa sedikit melukainya meski ada juga yang berhasil di tahan oleh tongkat besar Mizukage.
Trankk trank trankk
Tap tap tap
Zabuza berlari cepat ke arah Mizukage dan melakukan gerakan tendangan melayang ke arah tongkat Mizukage yang dijadikan pertahanan.
Dannkk
Yang twrjadi hanyalah Mizukage tersebut malah sedikit terdorong kebelakang, tidak sampai disitu saja serangan Zabuza, dia berlari lagi dan kali ini dia bisa mengecoh Mizukage untuk menebaskan tongkatnya ke kanan hingga pertahanan miliknya terbuka, inilah kesempatan bagi Zabuza.
Bugghh
Dan akhirnya dia berhasil menendang perut Yagura hingga terpental jauh bahkan terseret-seret seperti menggelinding.
.
"Uhukk" dari debu yang tersisa akibat runtuhnya pertahanan doton itu terdengar suara orang terbatuk. Setelah debu menghilang tampaklah seorang gadis yang telah membuat pertahanan es
Plaarr
Pertahanan es itu akhirnya pecah dan menampakkan beberapa orang yang selamat, Naruto dan Vivi berada di dalam pertahanan itu juga Mei Terumi.
"Syukurlah kalian tidak apa-apa" ucap Haku kemudian sedikit lega kala melihat semuanya baik-baik saja apagi adiknya yang tercinta itu yang sedang meringkuk.
Syuuttt Syuuttt Syuuttt
Tap tap tap
Beberapa ninja Kirigakure dengan wajah menyeringai merangsek maju tanpa aba-aba Mizukage namun Mizukage membiarkannya.
Puluhan benda tajam mengincar punggung gadis Yuki tersebut. Tetapi sebelum itu terjadi dalam gerakan lambat muncul sosok bertubuh kekar yang menjadi tameng bagi sang gadis.
Jleb jleb jleb jleb. ..
'Ugghhh'
Lantas orang yang menusuknya langsung terkejut dan sedikit menjauh.
"K-kau...tak apa...-apa Haku? " tanya Zabuza dengan tawa miris setelah itu menangis.
"Zabuza ji-san? ...JI-SAAANN!" Tangan Haku menopang tubuh Zabuza agar tidak terjatuh dengan kasar. "Kenapa? ...kenapa ji-san melakukan ini? " tanya Haku sambil menangis.
"Karena aku menyayangimu...dan juga adik angkatmu itu...-ughhh...jadi selanjut..nya...Kau..sendi ..-ohokk...ri...-yang..a-kan melindungi-nya Haku,... kuanggap...-ohok...men...jadi...Anakku...-ohok...Sen-diri" setelah berkata demikian Zabuza menutup matanya untuk selama-lamanya dengan senyuman yang bersahabat. Sedangkan Haku semakin berlinang air mata dan memeluk tubuh Zabuza
"Uhuk..uhuk" disisi lain tampak seorang pemuda yang sedang bangkit setelah terbatuk, dia merasa heran kenapa pasukan Rebellion hanya berdiam diri dengan menunduk. Lalu dia melebarkan matanya ketika melihat tubuh Zabuza telah tergeletak tak bernyawa dengan mulut yang mengeluarkan darah.
"Ji-san? ...Zabuza. .ji-san telah..." Naruto hanya mengalihkan pandangannya karena tidak tahan dengan pemandangan yang dilihatnya barusan.
Namun percuma saja, lalu Naruto berjalan mendekati mayat Zabuza yang sedang dipeluk oleh Haku meski berjalan dengan terseret seperti tak memiliki daya.
"Zabuza ji-san telah tiada ya nee-san" ujar Naruto dengan wajah menunduk namun Haku hanya mengangguk sebentar. Emosi Naruto meluap, tangannya terkepal erat.
Pemuda itupun memicingkan matanya ke arah pedang kubikiribocho yang menancap disana, disana juga ada seseorang yang menyentuh gagang kubikiribocho untuk diambilnya.
Syuuttt
Tiba-tiba tubuh Naruto berada di hadapan ninja Kirigakure yang berusaha mencabut kubikiribocho, lantas orang itu terkejut.
"Jika ada yang mengambil kubikiribocho selain orang yang pantas aku akan langsung membunuhnya" ucap Naruto tanpa ekspresi apapun.
Jlebbss
Sebuah bilah katana menembus perut ninja yang berusaha mengambil kubikiribocho hingga memuntahkan darah.
Crattss
Tak lama kemudian Naruto mencabut katananya dan tiba-tiba orang yang baru saja ditusuknya terkoyak oleh lima sayatan beruntun.
GRASSHH
Tangan kanan Naruto yang semula memegang katana kini memegang gagang kubikiri dan mencabut benda yang beratnya lebih dari 10 kilo tersebut. Lalu dimana katananya? Kata miliknya kini berada di tangan kirinya.
Keanehan tampak pada diri Naruto, mata kirinya keseluruhan berubah menjadi merah darah yang hanya menyisakan pupil hitamnya saja.
Sreett
Naruto menengok ke kiri, di sebelah kirinya terdapat Vivi yang sangat shock melihat perubahan drastis pada mata kiri Naruto.
Tess
Dari sudut mata kiri Naruto keluar cairan liquid. "Vivi setelah ini bunuhlah aku" setelah berkata demikian Naruto melesat dan membantai semua pasukan Kirigakure yang mencoba menyerangnya.
Syuuttt
Crassshhhh Crassshhhh Crassshhhh Crassshhhh. ...
Lebih dari 20 orang mati dalam sekejab, meskipun begitu dia tetap menatap datar seolah-olah tidak perduli lagi dengan manusia yang dibunuhnya, dia lebih buruk dari ketika membantai ratusan orang di padang rumput. Kali ini dia berhati batu.
"Hentikan Naruto. ...HENTIKAAAANNNN" teriak seorang Vivi sambil menangis, Mei terkejut ketika melihat Ace miliknya kali ini bisa secengeng itu.
Tak ayalnya Naruto menghentikan aktivitasnya memenggal kepala Shinobi dengan dua pedang yang dipegangnya. Dia terdiam dengan berdiri di atas tanah tanpa mengucapkan atau melakukan gerakan apapun.
Sreett
Tap tap tap
Vivi bangkit dan berlari ke arah Naruto terdiam meski harus meninggalkan sabit raksasanya. Tetapi sebuah hambatan menimpanya.
Srrruuuuttt
Jrasshh
Perutnya terdapat luka melintang yang cukup dalam akibat terkena fuuma Shuriken.
Naruto melirik ke belakang namun mata kirinya kembali melebar kala melihat Vivi sudah tergeletak tak berdaya dengan wajah menahan rasa sakit.
"Vivi..vivi ..VIVIII!" Naruto berteriak sambil mendekati tubuh Vivi. Lukanya cukup dalam untuk mengantarnya pada kematian. Vivi hanya dapat tersenyum miris tanpa bisa berkata apa-apa dengan luka dan rasa sakit seperti itu saat melihat Naruto menatapnya khawatir.
"Tidak...jangan lagi..jangan lagi..."
Syuuttt
Tap
"Vivi! " seru Haku yang sedang mendekati tubuh Vivi. "Nee-san tolong bekukan lukanya lalu bawa dia serta pasukan yang tersisa untuk mengamankan diri secepat mungkin" suruh Naruto dengan cepat.
"Baiklah tapi bagaimana denganmu Naruto-kun? " tanya Haku dengan khawatir dan air mata yang masih mengalir.
"Aku akan mengamuk disini"
"Jangan bodoh, tubuhmu tidak mendukungmu sebaiknya kau pergi saja biar aku yang-" perkataan Haku di selak oleh perkataan singkat Naruto.
"Shinjitekure (percayalah padaku)" dengan tersenyum Naruto berkata seperti itu dan bangkit
"Aku tidak ingin ada korban lagi dari seluruh pasukan, itu akan membawa dampak buruk untuk masa depan Kirigakure,.." tutur Naruto dengan tenang sambil membelakangi Haku dan Vivi.
"AKULAH UZUMAKI NARUTO...PUTRA DARI YONDAIME HOKAGE...DENGAN KEKUATANKU YANG TERSISA AKU AKAN MENGHABISI ORANG-ORANG YANG MENJADI ANCAMAN KIRIGAKURE SEBAGAI TANDA IKATAN KONOHA DENGAN KIRI...!" Sorak Naruto dengan tegas tanpa menunjukkan sisi lemahnya sambil mengacungkan pedang kubikiribocho ke atas.
"AYOLAH!...KUBILANG SIAPAPUN YANG MENGANCAM MASA DEPAN YANG CERAH UNTUK KIRIGAKURE!...MAKA DATANGLAH KEPADAKU!" Lagi Naruto memperjelas perkataannya. Dan orang-orang pun memprrtimbangkan ucapan Naruto. Seseorang dari Kirigakure sadar akan sesuatu yang mirip Hokage yang memimpin Konoha sekaligus pemersatu perang dunia Shinobi ketiga.
Ketegasannya mirip Minato, Rambut kuning berantakan miliknya miri Minato, sorotan matanya juga mirip Minato meski berbeda warna, sikapnya juga mirip Minato, dan terakhir kecepatan miliknya setara dengan kilat cahaya Konoha, Kiiroi Senkou.
Beberapa orang yang tidak merasa nyaman malah menganggap omongan Naruto hanya dianggap angin lewat dan bualan saja,
"Dia hanyalah membual saja sebaiknya kita habisi saja mereka!" Ujar seseorang sambil memberi isyarat kepada orang yang berpikiran sama dengannya untuk menyerang Naruto. Namun mereka malah mengantar diri mereka pada kematian.
"Aku tidaklah sedang membual" gumam Naruto dengan memasang wajah datar.
Wusshhh
Tiba-tiba Naruto telah berada di dahan pohon tanpa merubah posisinya meski meninggalkan cahaya hitam.
Crassshhhh Crassshhhh Crassshhhh...
Belasan kepala telah terpisah dari badannya hingga terjatuh ke tanah.
Brukk Brukk Brukk Brukk. ...
Haku akhirnya mengerti, dia membawa Vivi ke arah Mei dan menyuruh pasukan Rebellion untuk mundur sementara, tak lupa membawa jasad Zabuza untuk dimakamkan.
.
"Jika kalian tidak ingin mati, sebaiknya kalian pergi dari sini untuk keluarga kalian atau kerabat kalian" tutur Naruto sekali lagi sekaligus untuk yang terakhir kalinya.
Syuuttt Syuuttt Syuuttt. ...
Ratusan orang mengerti dan memilih mundur karena madih memiliki akal dan tidak ingin mati konyol
"Hei kenapa kalian mundur?! Dasar Shinobi bodoh!" racau Yondaime Mizukage, tetapi meski begitu masih ada berpuluh-puluh bahkan ratusan Shinobi yang masih setia kepada Mizukage tanpa mengetahui dalang di balik semua ini.
"Baiklah ini adalah pengakhiran"
Wushh
Di sebuah ruangan tak memiliki dasar dengan warna hitam terdapat tubuh seseorang pemuda yang mirip dengan Naruto namun memiliki surai putih, mata kirinya memiliki pola aneh dimana korneanya berwarna merah, bergaris lingkaran yang banyak serta memiliki pola koma sebanyak 9 yang tersusun rapi seperti sembilan planet.
"Kau membutuhkanku?" Tanya orang itu dengan suara samar-samar.
'Ya, kali ini ambil alih tubuhku dan bunuh pasukan Mizukage, ' jawab Naruto dalam hati
"Baiklah dengan senang hati aku akan mengambil alih tubuhmu" ujar Naruto berambut putih
'Tetapi ada syaratnya...syaratnya adalah jangan membunuh orang-orang yang ragu untuk menyerang, dan yang paling utama adalah membunuh Mizukage Yagura' batin Naruto tetapi bisa didengar dengan jelas oleh dirinya yang lain.
"Dimengerti"
Tiba-tiba mata kiri Naruto berevolusi lagi, muncul garis lingkaran yang sangat banyak, tatapannya menyiratkan kebencian namun dia menyeringai.
"Bunuh semuanya yang merupakan sasaran" gumamnya, setelah itu dia melesat dengan kecepatan luar biasa dan langsung membantai semuanya dengan tidak elitnya bagaikan potongan daging sapi siap masak.
Orang-orang yang tidak memiliki nyali hanya dapat tertegun menanti kematiannya.
Wushh
Kini Naruto berada di depan orang yang sedang berkeringat dingin karena ketakutan menanti ajalnya.
"Kasihan sekali kau tapi, kau bukanlah sasaranku" ujar Naruto setelah itu melesat ke arah lain untuk membunuh orang yang menjadi sasarannya dan meninggalkan orang yang tadinya berhadapan dengannya masih ketakutan.
"Hyaaaa,..Matilaahhh!"
Jrasshhh...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
*TBC*
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
A*N:Yare-yare akhirnya owari juga chapter yang lumayan panjang ini mengingat ini bukanlah the movie, maaf soal typonya, dan terimakasih atas semua orang yang bersedia memfavs, follow, review and read. Mungkin chapternya ambur adul tapi dengan begini tidak ada lagi perang antar saudara di Kirigakure. And nantikan lanjutannya di dua minggu depan see you!
Jaa
-Kuroyuki wa Rogu Outo da-
.
.
.
.
.
.
.
.
.
-The Wrath will Appear if We had Hate-
.
.
.
-黒と白-
.
.
.
-Kuro To Shiro-
.
