"Kau ingin pergi?" tanya Jinki heran kepada Tao yang sudah siap dengan celana jeans robek – robek dibagian lutut, kaus oblong berwarna putih dilapisi jaket kulit berwarna hitam dipadu sepatu sport hitam bertali putih bermerk 'Nike'.

Tidak lupa topi dan masker yang sama – sama berwarna hitam.

"Ya appa. Aku ingin bertemu teman lama didaerah Hangang" ujar Tao sambil membawa dompetnya.

"Tapi kita akan mengadakan konfrensi pers jam sembilan nanti dan sekarang sudah jam delapan baby panda. Lagian memangnya kamu punya teman di korea?" ujar Jinki sangsi masalahnya ini adalah pertama kalinya Tao menginjakkan kaki di Korea.

"Dia dulu teman saat aku kuliah dulu appa, ia yang membantuku menyusun skripsi di Inggris dan katanya sekarang di bekerja sebagai salah satu staff forensik di rumah sakit di Seoul. Appa tenang saja aku akan kembali sebelum jam sembilan. Okay? Annyeong!" ujar Tao lalu berlari keluar menuju stasiun kereta api.

Entah mengapa Jinki merasakan hal yang tidak enak akan terjadi.

Tao memilih menaiki express railwayyang langsung tembus ke daerah sungai Han. Karena itu salah satu destinasi wisata banyak transportasi umum yang langsung mengarah ke lokasi tersebut tanpa melalui transit.

Dan Tao sekarang sudah berada di Seoul, tepatnya Hangang Train Station dalam waktu lima menit. Dan begitu ia keluar sebelah kirinya adalah halte bus lalu sebelahnya lagi adalah Hangang Tower. Ia memutar melewati belakang alias pintu darurat dan memilih menaiki tangga sampai lantai lima dan dari sana ia memakai lift menuju lantai dua puluh empat.

Tao sengaja memakai pintu belakang agar tidak dicurigai oleh receptionist dan hal terpenting lainnya ditangga darurat tidak ada CCTV. Dan selama ia menaiki lantai ia meng-hack semua CCTV agar dirinya tidak terlihat berkat aplikasi hack di handphone Kyuhyun yang ia curi sewaktu Kyuhyun tertidur kembali, dan proses loadingnya baru selesai saat ia sampai di lantai lima.

TING

Dan sekarang ia sudah sampai di lantai dua puluh empat dan mencari apartement bertuliskan nomor '20' dan ketemu.

TINGNONG

"Nuguseyo!" ujar sebuah suara dari intercom. Tao mengambil id card palsu yang ia curi tadi dari salah satu staff Janitor yang menaruhnya di sebuah troli kebersihan dan menunjukkannya lewat intercom tanpa menunjukkan wajahnya.

"Staff kebersihan! Saya ingin mengecek kebersihan" ujar Tao kemudian. Dan pintu pun terbuka. Begitu setengah terbuka Tao langsung menyeruduk masuk kedalam dan mengunci pintu. Perempuan yang Tao taksir adalah ibunya Voclon ini berteriak histeris.

"Saya harap anda bisa bekerja sama Ahjumma" ujar Tao masih tetap menggunakan topi dan masker.

Tao sudah mendengar semua pengakuan dari Ibunya Voclon sekarang.

"Saat itu kami tidak punya pilihan lain. Hee Shin yang bekerja dengan Jeremy menawarkan yeoja chingunya yaitu anakku sebagai salah satu percobaan mereka. Hiks…putriku ingin sekali bernyanyi meskipun ia gagu ia ingin sekali bernyayi" ujar eomma Voclon sambil menangis histeris.

"Dengan sebagai Valerine ia tidak punya kesempatan itu tapi sebagai seorang Voclon ia punya kesempatan itu hiks…tapi Hee Shin tidak tahu penyebab kecelakaan atas Valerine. Valerine memang sengaja dibunuh hiks oleh Voclon agar Valerine bisa disulap menjadi seorang robot namja yang mampu bernyayi meski tuli. Hiks…lalu menyerahkannya pada Kim Ki Byung untuk di trainee…hiks"

"Selama ini aku ingin memenjarakannya kedua orang jahanam itu hiks… tapi aku tidak berbuat apa – apa dan Voclon yang begitu senang akan hidupnya sekarang meski ia seorang robot hiks… ayahnya bahkan sampai meninggal karena dibunuh oleh suruhan orang Jeremy karna pernah ingin menjemput paksa anaknya hiks…dan baik Hee Shin dan Voclon sama sekali tidak tahu akan hal ini hiks…"

Dan Tao sudah tahu dan jelas semuanya.

"Lalu siapa itu Jeremy Kim?"

"Dia adalah orang yang disangka sebagai pamannya Krystal Jung" ujar ahjumma itu membuat Tao segera berlari keluar.

"Ahjumma. Akan kubuat kedua orang itu membusuk di penjara"

Lalu Tao menghilang sambil meningglkan sejuta harapan untuk seorang ibu yang merasa gagal melindungi anaknya.

"Tao darimana saja dirimu!" ujar Sehun begitu melihat Tao datang dengan lari tergopoh – gopoh dengan pakaian serba hitam.

"Sedikit berbincang dengan kawan lama. Dimana Kyuhyun hyung?"

"Ia sedang ditaman bersama 2000 Team. Segeralah bersiap" ujar Sehun.

Ya saat ini taman dipenuhi oleh 1004 team yang dalam balutan jas serta Ear Cell sebagai alat komunikasi mereka dan didalam jas tersebut berbagai senjata terselip. Sedangkan Tao langsung menuju 2000 team yang ada di ruang make up. Mereka lebih memilih setelan kemeja dan senjata yang terselip tanpa terlihat dalam pakaian mereka. Ya mereka tidak berjaga namun tetap harus waspada. Begitu Tao mengganti baju dan menyuruh penata rias keluar. Tao mengeluarkan HP Kyuhyun.

"YAK! PONSELKU!"

"Pst! Diam hyung. Dengar, disini ada rekaman diriku dengan Tsunemori Hirata bahkan videonya. Atas nama 2000 team gunakan ini untuk memulihkan nama baik 200 team sekaligus menyindir 1004 team yang menganggap Inguk hyung lalai waktu itu"

"Tapi untuk apa? Hubungan kita sudah berangsur membaiks seiring Kyuhyun yang memulihkan data Voclon"

"Ini juga supaya aku dan Jongin bisa masuk kembali ke CIA. Team CIA pusat punya hak untuk mengambil urusan team CIA cabang apabila dianggap rumit dan perlu turun tangan bukan? Masalah Voclon bukan hanya menyangkut seputar Jepang, Korea Selatan dan Korea Utara tapi ini menyangkut Human Trafficking dan perampasan hak para citizen dan ini sudah jelas merupakan masalah skala International. Dan gunakan reward itu sebagai alasan agar penonaktifanku dan Jongin dicabut" ujar Tao.

"Baiklah rekaman dan video serta data – data yang dirimu kumpulkan akan kami jadikan satu sebagai laporan ke atas" ujar Changmin.

Dan Tao tersenyum akan hal itu,

Dan sebentar lagi akan terkejut akan hal itu."

Sekarang sudah pukul sembilan. Para wartawan serta pers sudah hadir. Jinki, Kangin, Tao, serta Halmoeninya juga Luhan dan Minseok telah duduk di meja konfrensi pers.

Baik Tao dan Minseok sama – sama gugup akan hal ini.

Jinki pun mulai berbicara.

"Hari ini saya sebagai seorang Wang(Raja) akan mengumumkan tentang beberapa informasi penting. Jangnam Wonja(Pangeran Sulung) akan diangkat menjadi Wangseja(Putra Mahkota) serta pernikahannya dengan Wangseja Ui Sinbu(Calon Isteri Putra Mahkota) yaitu Kim Min Seok yang akan menjadi Wangsaejabin(Isteri Putra Mahkota). Mereka yang akan meneruskan saya sebagai seorang Wang dan Wangbi(Permaisuri)"

Dan seketika para pers pun mulai saling berbisik dan sibuk sendiri dalam penulisan artikelnya. Minseok tampak tegang namun pegangan tangan dari Luhan sedikit menenangkan hatinya.

Dari orang yang diperlakukan sebagai hewan dan pemuas nafsu semata

Akan menjadi orang yang disegani dan dicintai oleh orang nomor satu di Negara tersebut.

Meskipun Korea Selatan masih mengambil system Kerajaan Republik. Dimana masih adanya system Keraajaan dan Perdana Menteri namun keduanya masih dapat berkesinambungan dalam memajukan Negara ini.

"Dan juga pengangkatan Eolin Wonja(Pangeran Bungsu) sebagai Wangja(Pangeran Istana) yaitu Huang Zi Tao" ujar Jinki kemudian kembali menuai grasak – grusuk dari para wartawan.

"Annyeong Haseyo, chounen Huang Zi Tao imnida. Karna saya besar dan lahir bukan lah di Korea membuat Salamdeul(Rakyat) sekalian tidak mengenali wajah saya. Maka dari itu mohon bantuannya" ujar Tao lalu berdiri dan memberi hormat.

Mulai dari sekarang dirinya harus berfikir dalam bertindak, Tao tidak bisa lagi bergerak bebas sesuai kemauannya.

"Acara pelantikannya berada di Istana Gyeonbokgung pada pukul sembilan malam. Karena ini adalah pesta rakyat seluruh rakyat korea yang berada di Seoul dapat menyaksikannya kami juga menyediakan berbagai hiburan disana. Selebihnya dari para pers ada yang mau ditanyakan?" ujar sang juru bicara kerajaan atau biasa disebut dengan Wangsil Daebyeon-In

"Bagaimana kisah hidup anda setelah insiden tujuh belas tahun yang lalu?" ujar salah satu pers.

Dan semua yang berada disana langsung sunyi senyap. Ini pertanyaan sensitive bagi Tao dan juga bagi Jongin yang duduk dibelakang kursi pers bersama 2000 Team.

Dan Tao juga sedikit tercengang.

"Aku hidup selama lima tahun dalam penculikan dan itu jelas trauma bagiku dan bagi putra bungsu Kim yang sehingga membuat wajah kami harus diasingkan agar dapat memulihkan kembali kesehatan psikis kami. Dan selama sebelas tahun saya tinggal bersama Sir Davidian yang kalian tahu seorang Konglomerat di Inggris meski bukan dari golongan bangsawan dan pada Tahun ini saya kembali ke Korea. Sepeninggal Junjeon Mama(Permaisuri) jelas sekali dalam kehidupan saya banyak cobaan, namun untungnya sekarang saya sudah baik – baik saja" ujar Tao diakhiri senyuman tipis.

"Lalu bagi Kim Min Seok sendiri, bukankah dia harus menjadi Keulaun Gongju(Puteri Mahkota) untuk dapat bisa menjadi Wangsaejabin? Apakah Wang telah melupakan adat istiadatnya?" ujar pers yang lain.

Hal ini menimbulkan kemarahan Luhan.

"Min Seok telah diangkat oleh Daebi(Ibu Suri) sebagai seorang Wonja(Pangeran), yang berarti dia mempunyai hak yang sama untuk menjadi Wangseja Ui Sinbu" ujar Luhan kemudian dengan nada kurang menyenangkan.

"Memang ia bisa menjadi seorang Wangseja Ui Sinbu, namun seorang Wangsaejabin hanya boleh dari golongan Kerajaan ataupun Perdana Menteri sederajat, seperti Wangbi Kim Ki Bum yang merupakan anak dari Sir Davidian?" ujar pers itu melihat bahwa akan ada topik menarik untuk artikelnya. Apalagi ekpresi gugup dan takut dari Minseok membuat Luhan semakin geram.

'Wangsaejabin Berasal dari Salamdeul yang tidak jelas asal usulnya.'

Memang topik ini merupakan topik yang hangat dan yang pasti akan menyulut para pers untuk seperti nyamuk.

Berdegung – degung nyaring diseantero Korea.

Padahal belum tentu hal itu benar.

"Perlu digaris bawahi. Junjeon Mama adalah seorang anak angkat" ujar Tao.

Dan seketika suasana kembali sunyi senyap.

"Seperti halnya Junjeon Mama yang dapat menjadi seorang Wansaejabin dahulu, bukan karna ia berasal dari golongan konglomerat. Tetapi sifat, tingkah laku, dan pemikiran yang dalam serta berpengetahuan banyak membuatnya layak menjadi pasangan Jeonha(Raja). Dan ini terjadi pada Wonja (Kim Min Seok), Halma Mama (Nenek Pangeran) mengangkat Min Seok sebagai Wonja dikarenakan ia memiliki sifat yang sama dengan Junjeon Mama dan daripada itu juga saya akan berkata jujur. Min Seok adalah korban Human Trafficking" ujar Tao.

Dan kini para wartawan kembali berbisik riuh.

"Bagaimana bisa seseorang yang kotor menjadi anggota Kerajaan?"

"Bagaimana bisa orang hidup dengan masa lalu sebagai acuannya? Itu adalah orang yang berfikiran pendek" ujar sang Nenek atau Ibu Suri alias Ibu dari Raja.

Dan kalimat itu menusuk wartawan disitu.

"Wonja (Kim Min Seok) telah menghabiskan kesesakkan hidupnya sebagai pembelajaran, juga serta sebagai sebuah cita – cita agar tidak ada lagi orang yang akan mengalami nasib sama seperti dia, salahkah itu?" ujar sang Ibu Suri.

Dan semua enggan berbicara.

"Dirimu siapa namamu?" ujar sang Ibu Suri kepada pers yang bertanya tadi.

"Eh, eum, Lee Yoon, Daebi Mama" ujar pers itu takut – takut.

"Bagaimana bisa dirimu menghakimi orang karena masa lalunya? Jika ibumu adalah seorang pembunuh demi menyekolahkan anaknya, apakah dirimu membenci Ibumu?" ujar Ibu Suri.

Dan Pers itu tidak bisa menjawab namun ia menggeleng kemudian.

"Seperti itulah Wonja(Kim Min Seok), jadi tidak ada yang salah jika dirinya dapat menjadi Wangsaejabin bahkan Wangbi sekalipun" ujar Ibu Suri sebagai peng-akhir tanda dari segala rangkaian acara yang ada.

#5 Rank on This Week

#1'Wangseja Ui Sinbu adalah seorang Salamdeul bahkan korban Human Trafficking'

#2 Daebi mengangkat gelar Wonja pada seorang namja golongan bawah

#3'Eolin Wonja telah kembali ke Istana'

#4 Salah seorang Pers ber-inisial LY telah bertindak tidak sopan saat pers konfres kerajaan berlansung

#5 Model International, Krystal Jung akan datang sebagai tamu kehormatan di acara Kerajaan malam ini

Dan Tao mengurutkan kepalanya pusing sambil menatap ponselnya, ia melayangkan pandangannya pada Luhan dan memberi kode agara Minseok tidak melihat internet terlebih dahulu. Dan untunglah kakak-nya mengerti dan langsung membawa Minseok dan kamera-nya agar berjalan – jalan disepanjang Sungai Han sebelum pergi ke Istana.

Dan tentunya dengan gaya terburu – buru ala Luhan yang membuat Minseok tidak sempat mengambil ponselnya yang sedang di cash di ruang make up. Dan mengecek satu – satu artikelnya.

Wangseja Ui Sinbu adalah seorang Salamdeul bahkan korban Human Trafficking.

Wonja Min Seok, dahulunya adalah seorang pemuas seksual yang dijual dari Negara satu ke Negara lain dengan bandrol harga yang tinggi. Sepertinya saat Jangnam Wonja berada di luar negri, ia bertemu Min Seok yang terlunta- lunta dijalanan dan mengasuhnya layaknya kakak kepada adiknya, hingga akhirnya tumbuh rasa suka diantara keduanya sehingga Jangnam Wonja membeli Min Seok dan membawa-nya ke istana untuk dijadikan Wangsaejabin baginya. Dengan diskusi alot akhirnya Min Seok diangkat oleh Daebi menjadi seorang Wonja dengan gelar 'Wonja Kim Seok'.

- 21 February 2016, Bang Gi Eul

Comment (2587 ) :

NanaKimchi : Min Seok terlihat seperti namja penggoda karena mempunyai wajah yang manis.

1004Kim : Jangnam Wonja tentu jatuh hati kedalam pesona tubuhnya.

KisseulBi : Dia bahkan tidak lebih cantik dari Eolin Wonja yang notabenya mereka berdua punya masa lalu yang sama.

HanByul : Kerajaan begitu baik dan tertipu dengan Wajahnya.

-Read More Comment-

Dan Tao hanya bisa mengehela nafas melihat para komen para netizen yang sangat tajam jika ia melihat lebih banyak komen lagi hanya akan membuat kepalanya pusing.

Lagipula artikel macam apa ini yang berlandaskan omongan orang? Tahu apa dia tentang pertemuan Luhan dan Minseok? Jika tidak terhalang dengan peraturan CIA bahwa para anggota baik yang masih aktif atau tidak dilarang membongkar pekerjaanya di CIA. Luhan pasti sudah berkicau bahwa dirinyalah yang mengejar- ngejar Minseok.

ia pun beralih ke artikel mengenai dirinya dan membacanya.

Eolin Wonja telah kembali ke Istana.

Kejadian pada tahun 2004 Silam membuat Eolin Wonja terpaksa menetap di kediaman Sir Davidian, seorang Konglomerat dari Inggris sekaligus ayah angkat dari Wangbi yang juga berarti Kakeknya sang Eolin Wonja. Dia menetap disana dan baru kembali sekarang dan menampakkan wajahnya. Para nitizen sangat terpana akan kesempurnannya. Bahkan di beberapa forum di berbagai social media mencoba mengumpulkan foto – foto masa kecilnya dan dibandingkan dengan dirinya sekarang. Pengangkatan Eoling Wonja sendiri akan berbarengan dengan pengangkatan Jangnam Wonja danWonja Kim Seok malam ini di Gyeonbuk Palace.

- 21 February 2016, Oh Ji On.

Comment (2563) :

SeokGol : Dia mewarisi gen Wangbi

Chanhan : Aku seperti pernah melihatnya.

Dubidu : Aku juga seperti pernah melihatnya di sebuah Club

Giyeomi : Aku rasa jika dia menjadi model, agensinya akan laku keras.

Cutepie : Dia lebih cocok menjadi Wangsaejabin daripada Wonja Kim Seok

-Read More Comment-

Dan Tao hanya bisa menghela nafas lelah. Di semua artikel manapun akan berhubung ke Min Seok, ini jelas tidak baik jika Minseok melihatnya dan lagi sepertinya beberapa orang pernah melihatnya.

Dan pasti saat kejadian 'Jongin'.

Tao mengehela nafas lelah.

Ia butuh istirahat.

"Dia tumbuh sebagai duplicate eommanya" ujar sebuah suara menganggu acaraku surfing foto anak dari orang nomor satu di Korea.

Huang Zi Tao.

"Apakah dirimu tidak bisa diam So Hyun?" ujarku pada So Hyun yang masih duduk diatas meja sambil memakan buah apelnya.

Kim Soo Hyun.

Si Aktor bertampang manis dan tampan.

Namun ternyata berhati dingin.

"Kau harus memperlakukanku dengan baik" ujarnya lalu melempar sebuah amplop bernuansa silver, emas, dan merah.

'Gyeonbuk Palace Invitation'

- Jeremy Kim.

Dan aku tersenyum akan hal itu.

"Siapa saja orangnya?" tanyaku.

"Beri aku Jongin maka akan ku jawab"

"Cepat beritahu bodoh!" ujarku kesal.

"Hahaha baiklah – baiklah" ujarnya tertawa "Seberapa banyak yang ingin kau tahu?"

"Semuanya"

"Ada aku, kau, Woo Bin, In Sung, Ha Neul, Dong Wook, Soo Hyuk, Geun Suk, dan Il Woo. Cukup bukan?" ujar Soo Hyun.

Aku tersenyum.

"Kita harus memberikan persembahan yang menyenangkan" ujarku kemudian.

"Jino" ujarku dan dia mendekat.

"Persiapkan Krystal" ujarku dan Jino mengangguk paham lalu pergi.

Malam ini. Persembahanku akan dimulai.

"Jeonha…" ujarku kemudian.

To Be Countinued


Annyeong~~

Sudah lama tidak bertemu. Author akhir-akhir ini sibuk dengan kerjaan T^T

Tapi gak apa apa, author akan update selagi ada kesempatan jadi mohon maaf kalau Slow Update di setiap cerita.

Jangan lupa meninggalkan jejak!

Yang masih jadi SIDERS saya doakan MENJOMBLO TERUS SEPANJANG TAHUN!/?