Rosetta Stone's Park Chanyeol
Story by _Du_ Wattpad ([LongFic/ChanHun] Bảo Bối Của Park Chanyeol)
I already ask her permittion to translate this from Vietnamese to Indonesia, please don't plagiarize it. And Enjoy. :)
.-.
The Truth
.-.
Bandara Internasional Incheon, Seoul.
Seorang wanita cantik dan langsing berjalan dengan angkuh menyusuri bandara menuju sebuah mobil mewah yang sudah menjemputnya. Ia baru saja tiba dari Kanada setelah sekian lama meninggalkan negara kelahirannya.
Seorang pria berseragam telah menunggunya disamping mobil itu dan membukakan pintunya untuknya.
"Selamat datang kembali, nona Hyunah." Sapa pria itu sembari membungkuk hormat. Wanita itu hanya tersenyum sebelum memasuki mobil itu.
.-.
Setahun berlalu, selama itu pula Sehun tinggal bersama Chanyeol. Chanyeol sudah disibukkan dengan pekerjaannya sebagai direktur dari perusahaan keluarganya dan Yura, adik kecilnya tinggal bersama dengan kakek-neneknya di Inggris, meninggalkan Sehun yang menganggur dirumah selama liburan ini.
Sejak Chanyeol mengemban jabatan direktur di perusahaannya ia jarang memiliki waktu dengan Sehun. Ia selalu berangkat pagi sebelum Sehun bangun dan pulang larut malam setelah Sehun tertidur.
Sehun selalu terbangun dengan sarapan yang sudah disiapkan oleh Chanyeol dan sebuah note kecil yang menyapanya dipagi hari. Note kecil itu selalu ia simpan, note kecil yang selalu mengingatkannya untuk tidak telat makan dan jangan terlalu capek ia anggap sebagai sebuah harta karun. Ia selali memakan sarapannya sambil mmbaca note kecil kecil itu.
Setelah sarapan ia segera membersihkan rumah, ia sudah sering melakukan ini semenjak Chanyeol membuatnya tinggal bersamanya, seperti sepasang suami istri bukan?
Selesai membereskan rumah ia kembali kekamarnya dengan Chanyeol, mencoba menghilangkan rasa bosan dengan membaca kumpulan buku yang ada di rak kamar itu dan pandangannya tertuju pada buku biru kecil yang berada rak atas, yang berdebu dan seakan sudah dilupakan.
xx / xx / 201x
Ternyata seperti ini rasanya mencintai?
Oh, ternyata buku harian Chanyeol. Sehun kembali menutup buku itu, ia ragu apakah ia akan membacanya atau tidak, tapi rasa penasarannya mengalahkan logikanya akan kesopanan. Tangan putih itu kembali membuka buku harian itu dan ia mulai membacanya.
xx/ xx / 201x
Aku benar-benar jatuh cinta padamu, Hyunah.
.
.
.
xx/ xx / 201x
Dia meninggalkanku, dan pergi dengan membawa separuh jiwaku.
.
xx/ xx / 201x
Aku bertemu seseorang sepertinya. Dan aku berpikir, apa salahya aku mendekatinya? Siapa tahu aku bisa melupakannya?
Sehun terasa mati rasa, ia tidak tahu sejak kapan wajahnya dibasahi air mata. Apakah ini rasanya patah hati? Ternyata alasan Chanyeol untuk mendekatinya hanyalah untuk melupakan kekasihnya. Tangannya dengan gemetar mengambil foto yang berada dihalaman itu. Ia akui, gadis itu mirip dengannya.
Sehun terduduk di lantai dengan air mata yang terus keluar dari matanya. Ternyata hanya ia yang benar-benar mencintai Chanyeol. Cinta pertamanya ia berikan pada orang yang salah. Cerita cinta yang diawali oleh kejadian tragis dimana ia kehilangan orang tuanya dan menerima uluran tangan Chanyeol. Ia selalu berpikir jika masih ada yang mencintainya, ia tidak memiliki keluarga lagi lebih tepatnya kakek-neneknya sudah meninggal, kedua orang tuanya adalah anak tunggal begitu juga dirinya. Ternyata, orang yang ia pikir mencintainya hanya menggunakannya. Ternyata Sehun hanyalah pengalih perhatian, hanyalah mainan yang bisa dipakai dan dibuang saat pemiliknya bosan.
Sekali lagi ia merasakan jatuh kedalam neraka, nereka yang lebih parah dibanding sebelumnya. Sehun menyeka air matanya, ia tertawa, mengejek dirinya yang begitu naif. Ia membiarkan dirinya jatuh ke perangkap yang berkedok cinta ini, ia membiarkan dirinya digunakan.
Hujan deras terjadi tiba-tiba, seakan-akan langit ikut menangisi Sehun, menangisi nasibnya.
.-.
"Sayang... Aku pulang."
Mendengar suara Chanyeol dibawah membuat Sehun segera mengusap air matanya, ia juga buru-buru mengembalikan buku harian itu ditempatnya. Ia mengambil nafas dan membuangnya, ia mencoba tersenyum seperti apa yang ia baca dan temukan baru tidak pernah terjadi.
Chanyeol melangkahkan kakinya menuju ruang tengah dengan sebuah kotak kue ditangannya, ia membelinya untuk Sehun dan ia berharap Sehun akan senang dengan apa yang ia beli. Ia memanggil Sehun kembali namun tidak mendapatkan jawaban dan ia mengira Sehun tertidur. Ia dengan perlahan menaiki tangga dan menuju kamar mereka.
Sehun terduduk dikasurnya dengan menunduk, ia tidak menengadahkan wajahnya, ia takut Chanyeol mengetahui matanya yang membengkak karena menangis. Chanyeol yang memasuki kamarnya dan mendapati Sehun terduduk dikasur dengan lampu dimatikan mendadak khawatir, ia perlahan meletakan kotak kue itu dinakas dan segera duduk disamping Sehun. Dengan lembut ia meletakan jarinya dibawa dagu Sehun dan mengangkat wajahnya.
Matanya memerah, dan Chanyeol semakin khawatir akan hal itu. Sehun hanya memberikan senyum tipis padanya, jangan berpura khawatir padaku Park.
"Ada apa, Sehun?" Tanya Chanyeol, mengamati mata dan wajah Sehun yang habis menangis. Sehun hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Ia kemudian memajukan kepalanya dan mencium Chanyeol. Chanyeol yang mendapatkan ciuman dari Sehun terkejut karena baru kali ini Sehun berinisiatif sendiri.
Chanyeol membiarkan Sehun mendominasi ciuman mereka kali ini. Mereka terus berciuman sampai nafas mereka tidak beraturan dan mereka menghentikan ciuman ini. Sehun menatapnya sebentar, mengelus pipinya sebelum mengecup tepi bibirnya.
"Aku mencintaimu."
Chanyeol menyembunyikan wajahnya di leher Sehun, dan tidak mengatakan apapun selain tersenyum. Tapi hati Sehun seakan remuk. Jika diingat kembali Chanyeol tidak pernah membalas ucapannya, Chanyeol tidak pernah mengatakan jika ia mencintai Sehun.
Sehun terdiam, membiarkan Chanyeol menyamankan diri di lehernya sebelum ia memberanikan diri menanyakan hal yang ingin sekali ia tanyakan.
"Aku tahu... tentang Hyunah." Gumam Sehun dan ia merasakan Chanyeol menjadi tegang. Chanyeol mendongak dan menatap kedalam matanya.
Chanyeol tiba-tiba merasa gugup dan takut. Bagaimana bisa Sehun mengetahui tentang Hyunah?
"Ak-aku..."
"Apa kau masih mencintainya?" Sela Sehun. Masih menatap Chanyeol.
"Ak-Aku... Aku tidak..."
Sehun menangkupkan tangannya diwajah Chanyeol, membuat mereka saling bertatap muka.
"Jika kamu masih mencintainya, aku akan segera pergi." Tambah Sehun lagi kali ini ia tersenyum. Chanyeol menggeleng, tangannya memegang tangan Sehun yang masih ada di pipinya. Bahunya bergetar, raut wajahnya menunjukkan kecemasan.
"Kumohon, jangan pergi." Gumam Chnayeol. Ia tetap menatap Sehun dan ia juga menyadari Sehun kali ini menangis.
"Tapi kamu mencintainya. Kamu hanya menggunakanku, aku hanya kau gunakan sebagai pengalih perhatian." Balas Sehun. Dan Chanyeol kembali menggeleng.
"Tidak! Sehun percaya padaku, memang awalnya aku ingin menggunakanmu... Tapi aku sadar, kau lebih dari itu. Kau mengerti kan?"
Sehun merasa bingung ia tidak mengerti apakah yang dikatakan Chanyeol itu benar atau tidak. Ia sekarang sadar apa yang orang-orang katakan tentang 'Cinta itu Buta'. Ya, dia mengalaminya sekarang dan cintanya pada Chanyeol adalah buta.
Tanpa membalas perkataan Chanyeol Sehun semakin menangis, air mata itu turun di pipi putih yang lembut itu dan Chanyeol hanya mampu menyeka air matanya.
"Maafkan aku..."
Sehun tetap menangis tak terkendali dan Chanyeol makin ketakutan. Ia menyesali perkataan dan perbuatannya yang membuat Sehun kembali terluka. Ia menggenggam tangan Sehun, mencoba menenangkannya karena yang ia takutkan adalah air mata Sehun.
"Kumohon, maafkan aku Sehun..."
.-.
Ting Tong
Chanyeol yang masih berlutut dibawah Sehun segera menyeka air matanya.
"Aku buka pintu dulu ya."
Sehun hanya mengangguk, ia tidak mengatakan apapun dan melihat Chanyeol beranjak. Chanyeol berjalan turun dengan menerka-nerka siapa yang akan mengunjunginya sore ini? Tidak mungkin Jackson maupun Xiumin dan Chen. Semua spekulasi Chanyeol hilangkan dari pikirannya ketika ia memutuskan untuk membuka pintu dan merasakan seseorang memeluknya dengan erat. Chanyeol berdiri kaku, ia tidak tahu harus bereaksi seperti apa ketika ia menyadari siapa yang memeluknya.
Dan tanpa ia sadari, Sehun sedang menatap mereka dibawah tangga. Sehun hanya tersenyum kecil, ia merasa ia adalah pihak ketiga dihubungan ini. Ia tidak terlalu terkejut ketika ia menyadari orang yang datang adalah Hyunah, cepat atau lambat orang itu akan kembali dan mengusirnya dari hidup Chanyeol.
"Chanyeol, aku sangat merindukanmu!"
Chanyeol melepaskan pelukan Hyunah dan membuat wanita itu terkejut. Wanita itu menyeringai ketika melihat wajah marah Chanyeol.
"Apa yang kau lakukan disini?!" Bentak Chanyeol. Hyunah segera mencium cepat bibirnya, ia menyadari Sehun yang berdiri dibalik Chanyeol dan menatapnya dengan hina. Ia tahu semua tentang Sehun dan bagaimana hubungannya dengan Chanyeol selama ia pergi.
Hyunah langsung duduk disofa, ia menggenakan gaun merah yang memeluk tubuhnya dan riasan wajahnya sungguh berani. Hyunah adalah wanita yang sempurna, jika Chanyeol yang dulu pasti akan kembali jatuh berlutut dihadapan wanita itu tapi Chanyeol yang sekarang menatapnya dengan pandangan hina. Ia mendudukkan dirinya dihadapan Hyunah, ia masih belum menyadari Sehun yang berdiri di bawah tangga menatap mereka.
"Kau belum menjawab pertanyaanku."
Hyunah tersenyum mendengar nada Chanyeol, ia membetulkan posisi duduknya dan membuat payudara bulatnya terpampang jelas.
"Aku akan menjawabnya jika tidak ada penguping disini." Balas Hyunah, menyeringai pada Sehun yang terkejut dan juga Chanyeol yang segera mebalikkan tubuhnya, ia terkejut dengan kehadiran Sehun disitu.
Sehun segera membungkuk dan bergegas menuju dapur. Chanyeol ingin sekali mengejar Sehun namun cengkraman Hyunah pada tangannya menghentikannya.
"Hei! Bawakan aku segelas jus jeruk ya!" Teriak Hyunah pada Sehun yang berada di dapur.
"Dia bukan pembantu!" Bentak Chanyeol, ia menarik tangannya dari cengkraman Hyunah. Hyunah hanya terkekeh sebelum meliriknya.
"Lalu, dia apa? Selingkuhanmu?" Balasnya. Ia tertawa melihat raut wajah Chanyeol yang terkejut.
"Apa artinya dia bagimu, hum?" Tambahnya. "Apa dia tidak tahu kita bertunangan?"
Sehun membawa minuman untuk Hyunah, namun ia tersandung kakinya sendiri dan membuat gelas itu terjatuh dan pecah. Chanyeol yang mendengar suara pecahan dari dapur mengernyit.
"Apa yang terjadi, Sehun?" Teriaknya. Hyunah bangkit dari duduknya, ia menahan Chanyeol agar tidak berdiri.
"Biarkan aku yang mengeceknya, oke?"
Chanyeol hanya terpaku diam disofa, ia merutuki dirinya yang tidak mampu membalas perkataan Hyunah.
Sehun dengan panik segera membersihkan pecahan gelas itu, ia tidak memperdulikan jarinya yang berdarah dan tidak menyadari Hyunah datang menghampirinya. Ia tiba-tiba memekik kesakitan ketika Hyunah dengan sengaja menginjak kakinya dan semakin melukai telapak tangannya.
Sehun tidak menangis, tidak, ia tidak ingin Chanyeol mengetahuinya. Ia segera membereskan kembali kekacauan dan Hyunahpun kembali menemui Chanyeol.
"Jadi, dia yang mengurus rumah ini? Kenapa kamu membiarkan orang tidak becus sepertinya mengurus rumah keluarga Park?" Cerocos Hyunah. Sehun yang mendengar ucapan Hyunah segera bergegas naik. Ia melirik ke arah ruang tengah dimana Chanyeol dan Hyunah duduk bersama, ia melihat Chanyeol begitu tidak nyaman. Tapi apa yang bisa ia lakukan? Ia tidak berhak menganggu pasangan didepannya ini.
"Kemana kau akan pergi, Sehun?" Tanya Chanyeol ketika mendapati Sehun berjalan kepintu. Sehun segera menyembunyikan tangannya yang terluka di balik punggungnya.
"Em, Aku akan kerumah Chen." Jawabnya. Ia tidak menunggu jawaban Chanyeol dan langsung bergegas keluar dari rumah itu. Ia tidak mampu menahan rasa sakit yang ia rasakan.
.-.
Sehun keluar hanya menggunakan kaos putih tipis dan celana jeans hitam, ia terburu-buru hingga ia lupa membawa mantelnya. Tangannya yang di injak Hyunah semakin membengkak dan kembali mengucurkan darah. Ia dengan menahan rasa nyeri mengambil ponselnya dan menelpon Chen.
"Chen? Kamu sekarang dimana?" Tanyanya.
"Aku menemani Xiumin di Jeju. Ada apa, Sehun-ah?" Balasnya cepat. Sehun menghela nafas, nafasnya bergetar, ia tidak bisa menahan air matanya lagi karena merasakan sakit di tangannya.
"Oh, tidak ada apa-apa. Aku hanya ingin tahu keadaanu." Balasnya lemah, ia kemudian memutuskan telpon itu dan menatap jalan sekelilingnya, sepertinya ia harus tidur di pinggir jalan sekarang. Dan seakan langit ingin mengejeknya hujanpun turun. Sehun semakin tersenyum dan menengadahkan kepalanya, dunia bahkan membencinya dulu ia kehilangan orangtuanya dan sekarang ia kehilangan orang yang ia cintai.
Hidupnya memang penuh lelucon.
Di lain tempat Chanyeol merasakan perasaan yang tidak enak, ia bahkan meninggalkan Hyunah yang marah karena ia menumpahkan jus di sepatunya.
Meskipun hujan tetap turun, Sehun tidak berhenti ia terus berjalan tak tentu arah ia hanya membiarkan kakinya menuntunnya kesuatu tempat. Air matanya bercampur dengan air hujan, ia merasa bersyukur akan hal ini karena tidak akan ada yang tahu ia menangis.
Air hujan itu menyusuri tubuhnya yang kurus dan rapuh itu, bahunya bergetar karena kedinginan dan karena menangis. Ia menatap sendu pada sekelilingnya, begitu banyak pasangan berjalan bergandengan tangan dengan bahagia dibawah hujan sedangkan ia sendiri. Ternyata patah hati itu seperti ini rasanya...
Cinta itu omong kosong!
"Sehun!"
.
.
.-.
Ehmmm... Ini 3 chapter kugabung. Jadi, kalau ada yang aneh tolong maklum. Aku mencoba agar chapter ini nyambung. :D Maaf jika alurnya terlalu cepat.
