"Aku selesai.. "

"Anda mau kemana nyonya?"

"Aku harus ke butik, ada pekerjaan yang harus aku selesaikan"

Baekhyun terdiam ditempatnya, kyungsoo baru saja pulang dan sekarang ia mau pergi lagi? lalu bagaimana dengan chanyeol?

"Tapi bagaimana dengan tuan chanyeol nyonya? dia pasti ingin bertemu dengan nyonya.. "

Kyungsoo menatap baekhyun heran

"Kenapa kau harus peduli? aku bertemu dengan chanyeol atau tidak itu bukan urusanmu, dia suamiku. bukan suamimu"

Baekhyun menunduk "b-baik nyonya, maafkan kelancangan saya"

"Yasudah lupakan saja, aku pergi sekarang. aku percayakan pekerjaan rumah padamu"

"Baik nyonya"

Baekhyun melihat makanan di meja makan, ia sudah susah payah masak tapi majikannya itu hanya makan 3 sendok nasi saja

Drrtt.. Drrrt.. Drrrt

Baekhyun merogoh saku celananya "Yoboseyo"

'...'

"Malam ini juga?"

'...'

"Tapi aku tidak bisa keluar, bagaimana dengan-"

'...'

Baekhyun menghela nafas "baik tapi hanya satu jam saja, oke?"

PIIIP

Baekhyun menyimpan kembali ponselnya dan merapikan meja makan

.

.

.

Baekhyun ternganga kaget setelah ia sampai di sebuah restoran masakan prancis yang sangat mewah dan elit

Sehun menyewa restoran super mahal ini khusus untuk makan malam mereka berdua, dekorasi dan suasananya benar-benar romantis. dipojok ruangan bahkan ada seorang pemain biola yang memainkan musik dengan sangat indah

Baekhyun tidak tahu jika sehun punya sisi melankolis seperti ini, lihat. pria itu bahkan duduk dihadapannya dengan menggunakan tuxedo mahal yang terlihat sangat formal

"Kenapa diam saja sayang? ayo cepat makan, aku sudah membeli daging mahal ini untuk makan malam kita"

Baekhyun mendelik risih "kenapa kau melakukan ini? dan berhentilah memanggilku dengan sebutan sayang"

Sehun terkekeh "kau makanlah dulu, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu"

Dengan ekspresi kesal baekhyun mengambil pisau dan garpu untuk memotong daging yang harganya lebih mahal dari biaya hidup baekhyun selama satu bulan

.

.

.

"Sebenarnya ada apa sehun? aku tidak bisa berlama-lama disini, aku harus segera pulang"

Sehun mengusap sudut bibirnya menggunakan tisu

"Untukmu.. "

"Apa ini?"

"Bunga anyelir putih.. "

"Mwo?"

"Ada seseorang yang memberitahuku jika bunga anyelir putih melambangkan cinta yang murni dan tulus, dan aku berharap bunga ini bisa melambangkan perasaanku padamu"

Baekhyun terkejut "a-apa maksudmu?"

Sehun menjetikan jarinya untuk menyuruh si pemain biola itu berhenti bermain

"Aku menyukaimu baek.. Ani, aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu byun baekhyun"

Sehun berucap dengan ekspresi yang sangat serius. menghiraukan baekhyun yang sangat shock dihadapannya sekarang

Ia merogoh sesuatu dari dalam saku jasnya

"Untukmu.. "

"a-apa lagi ini sehun ah?"

"Cincin cartier, aku ingin segera melamarmu"

"m-mwo? a-apa kau bercanda sehun?"

"Aku tidak mungkin bercanda untuk hal-hal seperti ini"

Baekhyun meneguk ludahnya "t-tapi bagaimana-maksudku kita baru saja kenal dan kau sudah langsung ingin melamarku? sehun ini sangat tidak masuk akal"

"Jadi kau menganggap perasaanku ini main-main begitu?"

"b-bukan begitu sehun, hanya saja ini terlalu cepat"

Sehun menghela nafas "asal kau tahu baekhyun, aku tidak pernah seserius ini dalam mengambil keputusan dan aku tidak pernah merasa setertarik ini pada siapapun kecuali kau baekhyun"

Baekhyun terdiam

Sehun menggengam tangan baekhyun erat "apa yang membuatmu ragu padaku baek? akan aku lakukan apapun agar kau mau menerima perasaanku"

Baekhyun tergagu, apa yang harus ia lakukan?

Ia lepaskan genggaman tangan sehun pelan

"Ini sangat tidak masuk akal sehun, kita bahkan baru saling mengenal.. kau pikir aku akan langsung percaya?"

"Kau harus, karena aku serius dengan perasaanku"

"Tapi apa harus langsung melamarku seperti ini?"

"Tentu saja harus, pria secantik dirimu aku yakin bukan hanya aku saja yang menginginkannya. jadi sebelum kau di pinang pria lain, aku sudah melamarmu terlebih dahulu"

Baekhyun speechless

"a-aku tidak-"

"Kau tidak perlu menjawab sekarang baek, toh aku juga masih kuliah.. tapi aku janji, aku akan belajar dengan giat mulai dari sekarang hingga nanti aku lulus dan bisa menghasilkan uang sendiri.. aku akan buktikan padamu jika aku ini layak dan pantas untuk menjadi lelakimu"

Baekhyun berusaha mencari kebohongan dalam pancaran mata sehun, tapi ia hanya mampu terdiam kaku ditempatnya..

Tidak ada keraguan sama sekali disana.. yang ada hanya ketulusan, kesungguhan dan keyakinan kuat disana..

Bagaimana bisa?

Apa sehun serius dengan ucapannya?

mereka bahkan baru kenal selama kurang dari satu bulan

Sehun tersenyum, ia jentikan jari tangannya keatas tiga kali

"Tolong mainkan musiknya"

Sebuah alunan musik lembut yang terdiri dari instrumen piano dan biola terdengar sangat romantic terputar secara otomatis

Ia genggam tangan baekhyun lembut dan mengajaknya untuk berdansa

Baekhyun terlihat sangat canggung dan kaku, ia sama sekali tidak berani menatap mata sehun langsung yang daritadi terus menatapnya intens

"Sehun aku-"

"Ssst.. kau tidak perlu banyak bicara sayang, aku sangat menikmati moment seperti ini"

Baekhyun menunduk pelan berusaha menghilangkan rasa gugupnya

Sehun tersenyum dan mengangkat dagu baekhyun pelan

"Kau terlihat sangat manis jika malu-malu begini"

"s-sehun.. "

Baekhyun memukul dada bidang sehun pelan karena malu

Sehun tertawa, ia kemudian elus pipi baekhyun yang sudah merona

"Kau cantik sayang.. cantik.. cantik sekali"

Baekhyun tidak tau kenapa, tapi jantungnya seolah berpacu tanpa henti begitu pria tinggi dihadapannya mendekatkan wajahnya dan mulai mengeliminasi jarak diantara mereka

CUP

tubuh baekhyun membeku ditempatnya, syaraf dan akalnya seolah mati rasa

Sehun terlihat sangat menikmati ciuman itu, ia pejamkan matanya erat dan mengulum bibir tipis di depannya dengan lembut

eungggh

Baekhyun tanpa sadar melenguh dan itu sukses membuat sehun tersenyum dalam ciumannya, ia semakin memperdalam ciumannya hingga baekhyun tak mampu menopang tubuhnya lagi hingga ia jatuh dalam pelukan hangat sehun

"s-sehun.. "

sehun tersenyum, ia kecup kening baekhyun dengan amat sangat lembut

Ia sendiri tidak tau kenapa, tapi sedari awal dia memang sudah merasa tertarik pada baekhyun. awalnya ia kira perasaannya hanya sebatas main-main saja, tapi lama-kelamaan perasaan itu malah berubah jadi cinta hingga menimbulkan rasa ingin memiliki di dalam hati sehun

Sehun yakin perasaannya tidak pernah salah, baekhyun adalah orang yang telah ia pilih untuk mempercayakan hati dan perasaannya.

Ya..

Ia yakin.. apapun.. apapun akan ia lakukan agar bisa terus bersama baekhyun..

.

.

Chanyeol pulang kerumah sekitar pukul 9 malam, ia membaca sebuah memo yang terpasang di depan kulkas

'Saya ijin keluar sebentar tuan.. makanan sudah saya sediakan di kulkas.. tuan bisa menghangatkannya lagi jika tuan mau'

Chanyeol melipat memo itu menjadi lipatan kecil, ia kemudian segera menghangatkan makanan karena ia memang lapar

TING TONG TING TONG

Pria tinggi itu menoleh sebentar dan berjalan menuju ruang depan..

CKLEK

"Jongin?"

jongin tersenyum "apa kabar chanyeol?"

BRUUUMM

beberapa detik kemudian, entah kebetulan atau tidak.. kyungsoo juga datang

Mereka bertiga terlihat terkejut dengan keberadaan masing-masing

.

.

Baekhyun melirik sehun yang masih fokus menyetir,

"Sehun.. "

"Hm.. "

"Aku harap kau tidak memberitahu siapapun terutama tuan dan nyonya park jika... jika.. jika k-kau melamarku"

"Memangnya kenapa?"

"aku tidak mau dipecat sehun ah.. mereka pasti sangat shock jika tau anaknya melamar seorang pembantu"

Sehun menghela nafas "orangtuaku bukan orang yang seperti itu.. Ibuku mungkin sedikit keras, tapi ayah adalah pria paling baik yang pernah aku kenal"

Baekhyun terdiam 'chanyeol pria baik?'

"Dia pasti tidak akan melarangku untuk berhubungan denganmu"

Baekhyun menggeleng "pokoknya tidak boleh, kau tidak boleh bicara apapun pada orangtuamu, jika kau melakukan itu.. aku tidak mau bicara denganmu lagi"

"Iya baik aku mengerti, kau ini kekanakan sekali sih"

"Oh ya, cincin itu kau simpan ya? nanti setelah aku siap.. aku akan segera melamarmu secara sah"

"t-tapi s-sehun aku tidak-"

"Tidak ada tapi-tapian byun baekhyun, kau tidak boleh menolak"

Baekhyun terdiam, ia pandangi kotak cincin cartier pemberian sehun ditangannya

.

.

Mereka bertiga duduk diruang tamu dengan keadaan canggung

Kyungsoo berdecak kesal karena baekhyun pergi tanpa meminta izin terlebih dulu padanya

"Kemana baekhyun pergi? kenapa dia tidak minta izin dulu padaku? memangnya dia pikir rumah ini hotel apa.. "

"Baekhyun sudah izin padaku, kau tidak perlu terlalu keras padanya"

Chanyeol menjawab dengan ekspresi datar

"Ada apa kau kemari jongin ah?"

"Aku kesini ingin memberikan hadiah untuk sehun"

"Untuk sehun?"

"Ya, saat di paris aku membeli sebuah jam tangan rolex keluaran terbaru. aku tau sehun sangat menyukai jam tangan, maka dari itu aku langsung membelinya"

"Sepertinya kau sangat menyayangi sehun, jongin ah"

Kyungsoo dan jongin menegang ditempatnya masing-masing

"a-apa maksudmu? t-tentu saja aku menyayangi sehun, dia keponakan kesayanganku"

Chanyeol mengangguk paham

Diam-diam kyungsoo tersenyum tipis, ternyata jongin masih memperhatikan sehun

.

.

Baekhyun cukup terkejut ketika ia sampai dirumah dan sudah ada jongin, chanyeol dan juga kyungsoo disana

"Kemana kau pergi malam-malam begini? lancang sekali kau pergi tanpa izin dariku"

"m-maafkan saya nyonya, saya-"

"dia pergi bersamaku eomma, eomma jangan memarahi baekhyun"

"Kenapa kau harus pergi dengannya?"

"Kami ada urusan sebentar tadi"

Ucap sehun sambil tersenyum memandang baekhyun yang berdiri di sampingnya

Kyungsoo menghela nafas

"Apa yang kau lakukan? ayo cepat siapkan minum dan juga cemilan untuk jongin!"

"b-baik nyonya"

.

.

"Wahhhh ini jam rolex yang sangat aku inginkan, tapi bukannya jam ini hanya ada 5 di dunia? bagaimana paman bisa bisa mendapatkannya?"

Jongin tersenyum "itu bukan perkara sulit untukku"

Sehun terkekeh "apapun itu terimakasih paman, aku sangat suka hadiahnya.. kau ahjussi terbaik"

Kyungsoo tersenyum senang melihat interaksi jongin dan sehun, sungguh ia sangat berharap bisa terus menghabiskan waktu bersama dengan 2 orang paling berharga dalam hidupnya ini

Chanyeol menatap kyungsoo diam-diam, hatinya seolah teriris melihat tatapan penuh cinta yang ditujukan istrinya itu terhadap jongin

Ia tahu sedari tadi kyungsoo terus tersenyum tipis sambil menatap jongin

"Aku punya tiket nonton pertandingan tinju lusa nanti untuk 2 orang, kau mau ikut?"

"Jinja? waaaahh tentu saja aku mau.. "

jongin tersenyum lagi, ini kesempatan bagus untuknya agar bisa lebih dekat dengan putra sulungnya

.

.

Jongin terus melirik kearah dapur, tepatnya ia mencari keberadaan baekhyun

"Aku permisi kebelakang dulu.. "

Sesampainya di dapur, jongin melihat baekhyun kekasihnya tengah menyiapkan cemilan untuk diruang tamu

GREEPP

buru-buru ia peluk tubuh mungil itu dari belakang hingga si empunya tersentak kaget

"Kai, apa yang-"

"Hatiku sakit sekali baek"

"Mwo?"

"Hatiku sakit melihatmu harus bekerja seperti ini"

"Kai-"

"jika kau menjadi istriku, kau tidak perlu bekerja seperti ini. orang-orang akan menghormatimu dan kau hanya perlu tinggal dirumah, aku yang akan memenuhi segala kebutuhanmu"

Baekhyun meneguk ludahnya kelu

"k-kai tolong lepaskan dulu, bagaimana jika ada yang melihat"

jongin melepas pelukannya, ia merogoh sesuatu dari dalam sakunya

"Untukmu.. "

"Apa ini?"

"Cincin berlian.. sebagai tanda jika aku serius dengan hubungan kita"

Ia memasangkan cincin itu di jari manis kekasihnya

"Kau tau usiaku sudah tidak muda lagi kan? sudah bukan waktunya lagi bagiku untuk bermain-main"

"Apa maksudmu kai?"

"Aku ingin kita segera menikah, satu tahun aku rasa sudah lebih dari cukup untuk kita saling mengenal satu sama lain"

"Tapi bagaimana dengan ibuku? aku tidak ingin di hari pernikahanku nanti, ibuku masih dalam keadaan koma"

"Untuk itu kau tidak perlu khawatir, aku akan melakukan apapun agar ibumu segera sembuh, jika perlu aku akan membawa ibumu keluar negeri agar bisa mendapatkan perawatan terbaik"

"Aku tidak ingin menyusahkanmu kai, kau juga tau aku tidak suka terlalu bergantung pada orang lain"

Jongin menghela nafas

"Tatap mataku baek.. apa kau benar-benar serius dengan hubungan kita? apa kau benar-benar mencintaiku?"

Baekhyun mengangguk "iya, aku mencintaimu"

"Lalu apa masalahnya? kenapa kau selalu seperti ini baek? aku sangat tidak suka jika kau terus menerus menolak pemberian dariku"

Baekhyun menunduk

"Aku ingin kita menikah, aku ingin kita segera meresmikan hubungan kita"

Baekhyun meneguk ludahnya kasar

Jongin tersenyum lagi "besok kita pergi kencan ya? Setelah itu kita bertemu ibuku untuk membicarakan rencana pernikahan, bagaimana?"

Baekhyun meremas tangannya gugup

"n-ne.. "

.

.

Chanyeol menopang kepalanya dengan kedua tangannya diatas kasur, kyungsoo tidur disampingnya dengan posisi membelakanginya

Jongin sudah pulang 2 jam yang lalu dan sekarang ia tidak bisa tidur sama sekali, ia bangkit dari tempat tidurnya dan perlahan keluar dari kamar

Secara naluriah kakinya berjalan sendiri menuju kamar yang terletak paling belakang dari rumah

.

.

Baekhyun memandang cincin berlian dari jongin yang melingkar manis di jari manisnya

Baekhyun ragu.. apakah ia harus menerima lamaran dari jongin?

bukan, ia bukan ragu pada perasaannya.. ia yakin masih memiliki perasaan lebih pada kekasihnya itu, tapi yang membuat ia ragu adalah kenyataan bahwa ia sudah kotor.

Baekhyun merasa ia tidak pantas menjadi pendamping jongin

Pandangannya kemudian teralih pada kotak berwarna merah yang berisi cincin cartier dari sehun

Sampai saat ini baekhyun masih tidak habis pikir bagaimana bisa anak itu memiliki perasaan padanya? terlebih anak itu langsung melamarnya seperti tadi

Anehnya baekhyun seolah tidak bisa mengelak dari bocah itu.. ia bahkan diam saja saat sehun menciumnya tadi

Darahnya seolah berhenti mengalir ketika pria albino itu menatap matanya intens

Entahlah.. baekhyun juga tidak tahu apa yang terjadi dengan tubuhnya

TOK TOK TOK TOK

Baekhyun buru-buru menyimpan kotak cincin pemberian sehun dan melepas cincin pemberian jongin

CKLEK

baekhyun terkejut melihat chanyeol berdiri di depan kamarnya

"Tuan, kenapa tuan bisa ada disini?"

Chanyeol langsung masuk dan mengunci pintunya dari dalam

"Ayo kita tidur"

Ia menarik tangan baekhyun dan berbaring bersama diatas kasur

"Kau tidak perlu gugup, aku tidak akan memintamu untuk melayaniku malam ini. aku hanya ingin tidur saja bersamamu"

Ucapnya sambil memeluk tubuh baekhyun "aku tidak bisa tidur, tolong lakukan sesuatu"

Baekhyun yang kebingungan akhirnya memilih untuk memeluk balik tubuh chanyeol dan mengelus lembut kepala majikannya itu berulang-ulang

"Saya tidak tahu apa yang bisa saya lakukan untuk anda tuan, tapi jika saya tidak bisa tidur, ibu saya biasanya sering memeluk dan mengelus kepala saya berulang kali hingga saya terlelap"

Chanyeol tersenyum, pelukan baekhyun terasa hangat dan usapan tangannya pada kepalanya terasa sangat nyaman, ia bisa merasakan kantuk perlahan mulai datang menghampirinya

TOK TOK TOK TOK

"Baekhyun, kau sudah tidur?"

Chanyeol yang hampir tertidur langsung membuka matanya cepat begitu mendengar suara sehun

TOK TOK TOK TOK

"Baekhyun ah, ini aku sehun"

baekhyun juga terlihat sangat terkejut mendengar suara sehun diluar kamarnya

TOK TOK TOK TOK

"Baekhyun ah.. "

Buru-buru chanyeol dan baekhyun bangkit dari kasur

"bagaimana ini?" bisik chanyeol pelan

Baekhyun juga bingung, bagaimana jika sehun melihat chanyeol ada dikamarnya?

"s-sembunyi dibawah kasur tuan.. "

"Mwo?"

"Sembunyi dibawah kasur dulu tuan.. "

TOK TOK TOK TOK

"Baekhyun ah.. "

Tanpa berpikir dua kali chanyeol langsung bersembunyi dibawah ranjang kasur

"I-iya tuan sehun.. "

CKLEK

"A-ada apa..?"

Sehun langsung masuk begitu saja dan menutup pintunya dari dalam

"t-tuan ada apa?"

Sehun mengernyit "harus berapa kali aku bilang jika kita sedang berdua jangan memanggilku tuan.. "

"t-tuan s-saya.. "

"Ck, sudahlah ayo cepat kita tidur"

"m-mwo.. "

"Ayo kita tidur"

Sehun menarik tangan baekhyun langsung dan membaringkan tubuh keduanya diatas ranjang

"t-tuan.. "

"sssttt.. aku lelah, aku ingin tidur. aku tidak akan berbuat macam-macam"

Baekhyun bergetar gugup dalam pelukan sehun..

Astaga, bagaimana ini?

.

.

Pukul setengah enam pagi sehun masih tidur dengan pulas sambil memeluk baekhyun dengan nyaman

Berbeda sekali dengan baekhyun yang bahkan tidak bisa tidur sama sekali..

Ia benar-benar gugup dan memikirkan chanyeol yang masih bersembunyi dibawah kolong kasurnya sejak semalam

"t-tuan sehun.. s-sudah pagi.. a-ayo bangun"

Ucapnya sambil menepuk pipi sehun pelan

Pria albino itu menggeliat kecil dan membuka matanya perlahan

Ia tersenyum "selamat pagi baek.. "

"t-tuan sebaiknya anda segera pergi dari sini.. s-saya takut ketahuan tuan dan nyonya park"

"Kenapa kau terus berbicara formal padaku? aku tidak suka.. "

"t-tuan saya mohon"

Sehun berdecak malas

"Iya-iya aku pergi.."

Sehun bangkit dari ranjang dan hendak membuka kenop pintu..

"Baek.. "

Ia berbalik

"a-ada apa lagi tuan.. "

CUP

"Morning kiss.. aku pergi"

Baekhyun mematung shock ditempatnya, sehun dengan tiba-tiba mencium bibirnya sembarangan..

"Baekhyun"

DEG

Jantung baekhyun berdetak cepat, chanyeol merangkak keluar dari bawah kasur

"Aku tidak bisa tidur semalaman"

Baekhyun mengangguk kaku

"Tubuhku sakit semua.. "

Baekhyun mengangguk lagi

"Bisa kau jelaskan semuanya padaku, ada hubungan apa antara kau dan putraku?"

Kali ini baekhyun menunduk, ia teguk ludahnya kasar

"Baekhyun jawab aku!"

"n-ne tuan, saya bisa jelaskan"

.

.

.

.

.

TBC

Akhirnya bisa update juga wkwk

See you in the next chap ~