prev;
"AAAA PANTATKU BERDARAAHHHHHHHH"
.
Sontak Lay, Xiumin , Baekhyun serta Luhan yang berada tak jauh dari Sehun langsung mengerubungi Sehun. Luhan yang ingin meraba pantat Sehun langsung ditepis oleh Baekhyun.
"Kau mau apa?" tanya Baekhyun
"Aku hanya ingin melihat bokong Sehun" ujar Luhan dengan polos.
"Apa tadi kau menduduki sesuatu Sehunna?" tanya Kyungsoo pelan, Sehun menggeleng.
"Aku tak tahu hyung"
"Sudahlah ganti saja celanamu Sehun mungkin kau tadi menduduki sesuatu" ujar Jongin yang juga ikut mengerubungi Sehun.
"Tunggu jika memang Sehun menduduki sesuatu apa sampai kedepan? Lihat" tunjuk Xiumin kedaerah bawah Sehun.
"Hubungi manager hyung" perintah Luhan, "dan kau Sehun ganti saja dulu celanamu itu"
.
"Ada apa?" tanya manager Im setelah tiba didorm anak-anaknya.
"Eum itu hyung Sehun berdarah" ujar Luhan.
"Apa?"
"Aduh itu …"
"Berbicaralah dengan jelas Luhan"
"Itu hyung Sehun eumm berdarah"
"Maksudnya berdarah bagaimana?"
Sehun yang baru saja selesai berganti baju menghampiri anggota EXO yang lainnya dan manager Im yang tengah berkumpul.
"Hyung.." panggil Sehun pada manager Im. Ia duduk disebelah manager Im dan membisikan sesuatu pada managernya itu.
"APAAAAAAAAAA?!" sontak anggota EXO yang mendengar teriakan manager mereka terkejut.
"Kau kenapa hyung?" tanya Tao.
"YA TUHAN KAU SERIUS?! Ta- tapi bagaimana bisa? A a-staga" ujar manager Im menatap horror Sehun.
…..
Sehun yang tengah mencari celana training nya terlonjak kaget saat seseorang menepuk bahunya. Ia mendengus kesal melihat orang yang menepuk bahunya.
"Ada apa?!" ujar Sehun ketus ia kembali mencari celana trainingnya didalam lemari.
"Ewhhh kau menjijikan noona"
"Maksudmu?"
Orang itu menunjuk daerah bagian bawah Sehun yang masih ada jejak berwarna merah.
"Kenapa menjijikan?" dan orang itu tertawa terbahak mendengar pertanyaan Sehun.
"Ya kenapa kau tertawa?!" Sehun yang kesal memukul orang itu dengan celana training yang digenggamnya.
"Ya ya noona jangan memukulku" orang itu menyilang kedua tangannya diatas kepala.
"Kau tak ingin tahu kenapa ada jejak itu dicelanamu?" Sehun menghentikan pukulannya dan melipat tangannya didepan dadanya.
"Kenapa? Jangan bilang karena kau juga yang menyihirnya?!"
"Kekeke bukan noona cantik, eum kau tahu tidak jika seorang wanita akan mengalami yang namanya menstruasi"
Sehun mengangguk.
"Nah itulah yang sedang kau alami noona"
Satu detik. Sehun masih mengangguk
Dua detik. Sehun menaikkan sebelah alisnya
Dan didetil berikutnya Sehun langsung membulatkan matanya dan menatap horror bocah lelaki yang sedang menahan tawanya.
"A-apa kau bilang? Aku aku a-aku…" tunjuk Sehun pada dirinya ia lalu melihat kedaerah bagian bawahnya. Ah dia baru ingat dulu juga ada teman sekolah wanitanya yang terdapat jejak berwarna merah dirok sekolahnya, dan saat Sehun bertanya itu apa wajah temannya berubah jadi merah dan tidak menjawab lalu langsung pergi meninggalkannya.
"Noona?" tanya Arle sipenyihir yang melihat Sehun hanya terbengong didepannya.
"Bukan kah jika menstruasi itu yang keluar darah?" tanya Sehun yang sudah sadar dari keterbengongannya , "Darahnya keluar dari ehm itu?"
Penyihir itu mengangguk.
"Bagaimana caranya agar darahnya berhenti?"
Dan sipenyihir itu kembali tertawa mendengar pertanyaan polos Sehun, "Apa kau dulu tak sekolah?" Sehun langsung memukul kepala lelaki penyihir itu.
"Aku sekolah dan aku lulusan terbaik?!perlu aku memperhatikan ijazah ku padamu?!"
"Ow ow santai noona"
"kenapa kau menyiksaku? Tak tahukah kau selama ini aku sudah cukup tersiksa dengan tubuh seperti ini dan lagi kau membuatku mengalami yang namanya menscret" Sehun duduk diatas tempat tidur.
"Menstruasi noona"
"Ah itu dia pokoknya –hiks- kau kau benar menyiksaku" Sehun menghapus sedikit cairan yang keluar dari hidungnya.
"Maaf noona hm tenanglah kau hanya mengalami ini kira-kira tujuh hari"
"Aku ingin kembali menjadi yang dulu tak bisakah kau kembalikan aku –hiks- aku ingin kembali"
"Noona kita sudah setengah jalan mana mungkin aku mengubahmu kembali , noona tolonglah jika aku nanti sudah lulus kau orang pertama yang akan kuucapkan terima kasih"
"Aku tak perduli cepat ubah aku" Sehun mencengkram bahu penyihir itu.
"Noona please kau akan berubah kurang lebih dua minggu lagi setelah itu kau bisa beraktivitas dengan anggotamu yang lain"
"Tapi ini benar-benar menyiksa"
"Sudahlah noona, sebaiknya kau ganti celanamu dan pakailah pembalut agar darahnya tak keluar seperti ini"
Dengan wajah yang memerah Sehun langsung meninggalkan penyihir itu kekamar mandi.
….
Kesembilan anggota EXO dan manager Im membuka mulutnya lebar saat Sehun menyudahi ceritanya.
"AHH Aku ingat dulu noonaku juga sama sepertimu Hun" ujar Chanyeol dengan semangat.
"Maksudmu?" tanya Chen yang disebelahnya.
"Ya noonaku juga pernah ada darahnya dipantatnya namun hanya sedikit"
"Tapi hyung…eumm" Sehun menggigit bibir bawahnya, "Aku tak tahu cara memakai pembalut lagian didorm kita tidak ada pembalut" cicit Sehun dengan wajah yang merah ia menundukan wajahnya.
"A ah itu nanti biar manager Lee dan coordi noona yang akan kemari sekalian membawa itu" Sehun mengangguk dan langsung berdiri meninggalkan anggota EXO dan manager Im yang masih duduk.
"Kalian cepat bersiap kita akan berangkat sekarang"
"Kemana hyung?" tanya Luhan.
"Kita reherseal sekarang untuk acara nanti malam" kesembilan anggota EXO langsung bubar setelah mendengar penjelasan manager Im.
.
Jongin menghampiri Sehun yang tengan bergulung didalam selimut dikamarnya, "Sehunni" panggilnya.
Jongin menghela nafas ia mendudukan tubuhnya disamping Sehun yang masih membungkus tubuhnya, "Kami ingin pergi dulu mungkin malam nanti kami pulang, kau tak apa kami tinggal?" Jongin langsung bangkit dari tempat tidur karena Sehun tak kunjung menyahut.
"Aku ingin ikut"
Jongin membalik tubuhnya dan mendudukan kembali tubuhnya menghadap Sehun yang sudah duduk , "Kau menangis? Hey kenapa kau jadi berlebihan seperti ini?" ia menghapus jejak air mata Sehun.
"Berlebihan bagaimana?! Aku tak berlebihan" Jongin terkekeh melihat Sehun yang membentaknya.
"Aku sedang tidak melawak, kenapa kau tertawa?"
"Aku tidak tertawa" sangkal Jongin.
"Tapi itu kau tertawa" Sehun memajukan kedua bibirnya , Jongin yang gemas mengecupnya sekilas.
"Sudahlah lebih baik kau disini saja tak usah ikut" Jongin mengusak rambut Sehun.
"Aku hanya sendirian didorm pasti sangat bosan menunggu kalian pulang nanti"
"Nanti akan akan meminta pada Hyunkyun hyung untuk mengambil monggu" Jongin bangkit dari tempat tidur baru dua langkah ia melangkahkan kakinya, ia membalik tubuhnya kembali menatap Sehu "Belajarlah menjadi seseorang yang anggun Sehunni kau kan sekarang seorang wanita dan satu lagi…." Sehun menaikan sebelah alisnya "Belajarlah memakai pembalut agar tak bocor"
Jongin yang sudah berjalan keluar kamar terkekeh saat melihat wajah Sehun berubah menjadi merah setelah ia mengedipkan sebelah matanya.
.
Kesebelas anggota EXO kini sedang menuju kedorm mereka setelah menyelesaikan jadwal mereka.
"Hyung nanti turunkan aku didepan minimarket yang ada didekat dorm ya" ujar Jongin pada manager Im yang menyetir.
"Mau apa kau ke minimarket? Ini sudah malam Jongin"
"Aku hanya ingin membeli minuman"
"Bukan kah sebelum kita ke Rusia Kris hyung sudah berbelanja, bukan kah begitu hyung?" tanya Chanyeol yang ikut bebicara dan dibalas gumaman oleh Kris.
"Ya sudahlah asalkan jangan terlalu lama kau diminimarket nanti, ah ya Jongin nanti kau tidur dengan Suho dan Tao"
"Bukan kah aku sekamar dengan Sehun hyung?"
"Aku akan mengijinkan kau sekamar dengan Sehun jika Sehun sudah kembali seperti yang dulu"
"Kami boleh sekamar dengan Sehun dong hyung? Kau kan hanya melarang kkamjong saja" ujar Chanyeol dengan senyuman lebarnya.
"Itu peraturan untuk kalian semua"
.
Sesampai didorm anggota EXO sudah disambut dengan suasana yang gelap.
"Apa Sehun didorm? Mengapa ia tak menyalakan lampunya" ujar Chen lalu merebahkan tubuhnya dilantai.
Suho yang khawatir pada adik paling kecilnya langsung melangkahkan kainya menuju kamar Sehun yang tertutup, "Sehunnnn" panggilnya dari luar.
Namun tak ada jawaban.
"Mungkin sudah tidur hyung" Suho mengangkat bahunya lalu berbalik dan berjalan kearah dapur.
"Hiks HUWEEEE HYUNG~~"
Suho membalik tubuhnya kembali menghadap pintu kamar Sehun dengan segera ia memutar knop pintunya, anggota EXO lainnya langsung mengikuti Suho yang sudah masuk kedalam kamar Sehun.
"Sehun kau kenapa?" tanya Suho yang berdiri disamping tempat tidur Sehun.
"Perutku nyeri hyung –hiks " isak Sehun sambil memegangi perutnya. Suho meletakkan punggung tangannya pada kening Sehun. Sedikit hangat.
"Apa kau sakit?" Sehun tak menjawab pertanyaan Suho ia hanya meringis dan menggigit bantal yang ada diatas wajahnya.
"Kalian istirahatlah biar aku yang mengurusnya" perintah Suho pada anggotanya yang lain.
"Tak usah biar aku saja"
Sontak semua anggota EXO mengalihkan pandangannya kearah pintu. Jongin melangkahkan kakinya mendekat pada Sehun.
"Istirahatlah hyung biar aku yang mengurus Sehun" ujar Jongin setelah mendudukan tubuhnya diatas tempat tidur, "Tenanglah aku tak akan berbuat sesuatu padanya" Kesepuluh anggota EXO lainnya langsung meninggalkan Sehun serta Jongin didalam kamar.
Jongin melepas jaket yang ia gunakan dan meletakkan disebelahnya, "Sehun aku tadi menghubungi noonaku" ia mencoba menarik bantal yang masih berada diatas wajah Sehun.
"perutmu terasa nyeri kan? ini minum dulu air hangat tadi aku banyak bertanya pada noonaku tentang yang sedang kau alami namun noonaku hanya memberi jawaban 'berilah air hangat agar tidak nyeri pada perutnya' " Sehun mendudukan tubuhnya dan meminum segelas air yang diberi Jongin.
Jongin merapikan rambut Sehun yang berantakan saat Sehun selesai minum, "Jongin ambilkan itu" Jongin mengalihkan pandangannya dan mengikuti arah telunjuk Sehun yang mengarah pada kantong plastic.
"Jahe?" tanya Jongin setelah melihat isi dari kantong plastic itu.
"Tadi Seunghwan hyung kesini dengan coordi noona lalu ia menyuruhku untuk membuat jahe itu menjadi minuman jika perutku nyeri"
"Mengapa tak kau kerjakan perintahnya, bukan kah perutmu nyeri?"
"Aku tak tahu caranya dan lagian perutku seperti diremas Jongin"
"Yasudah, mau aku buatkan?"
"Kau bisa?" tanya Sehun.
"Apa gunanya ponsel jika tak bisa untuk browsing Sehunni" Sehun tersenyum lebar mendengar ucapan Jongin, "Ayo ke dapur"
"Jonginni~" panggil Sehun pada Jongin dengan manja, Jongin yang baru saja ingin melangkahkan kakinya berbalik kearah Sehun, "Gendong~" Jongin langsung meninggalkan Sehun dikamar dengan wajah yang ditekuk.
.
"Ini.." Jongin meletakkan secangkir minuman dihadapan Sehun yang sedang duduk dimeja makan.
"Woaa kau benar-benar berhasil mengolahnya Jongin?"
"Pelankan suaramu yang lain sedang beristirahat" Sehun menutup mulutnya saat Jongin mengingatinya.
"Hihihi aku tak menyangka ternyata kau bisa"
"Cepatlah minum nanti dingin"
"Ini masih panas kau tak lihat masih ada uapnya, kau mau lidahku melepuh karena minuman ini" ujar Sehun dengan kesal. Jongin meraih cangkir yang dihadapan Sehun.
Sehun menggigit bibirnya saat Jongin meniup minuman itu , "Minumlah" Sehun langsung meneguk minuman yang diberi Jongin.
"Ini masih panas" Sehun menggembungkan sebelah pipinya, "Sudah tak usah kau tiup lagi aku tak mau meminumnya" ia menarik cangkir yang digenggam Jongin.
"Kenapa?"
"Aku tak suka rasanya lagian minuman itu sudah terkontaminasi dengan air liurmu pasti" Jongin terkekeh lalu mengusak rambut depan Sehun.
"Sudah sana tidur lagi"
"Aku tak mengantuk, kau mau kemana?" tanya Sehun yang melihat Jongin memakai kembali jaket yang ia gunakan tadi.
"Mau kegedung SM" Sehun menaikkan sebelah alisnya, "Untuk latihan dengan Hyo noona dan Lay hyung lusa kami tampil" Sehun memajukan bibirnya mendengar pejelasan Jongin.
"Kau kenapa?" tanya Jongin yang sudah duduk kembali dihadapan Sehun.
"Aku juga ingin menari dengan Hyo noona" Jongin terkekeh mendengar permintaan Sehun.
"Sudah sana masuk kekamar" Jongin bangkit dari kursi lalu melangkahkan kakinya meninggalkan meja makan dan mengambil sepeda lipat milik Kris yang berada tak jauh dari meja makan.
.
"JONGINNNNNNNNNNN" Jongin yang sedang mengayuh sepeda lipatnya menghentikan sejenak kayuhannya ia menoleh kebelakang betapa terkejutnya ia saat melihat Sehun yang tergopoh-gopoh mendayung sepeda juga.
"Kena –hosh – pa kau cepat sekali –hosh- mengayuh sepedanya" Sehun mengatur nafasnya setelah menghentikan kayuhan sepedanya. Bukannya menjawab Jongin memiringkan kepalanya.
"Sehun?"
"Lalu siapa lagi kalau bukan aku?!"
"Kenapa kau mengikutiku?"
"Aku hanya –engg"
"Hanya apa?"
Sehun menghela nafasnya "Aku hanya ingin ikut saja denganmu"
Jongin memutar kedua bola matanya mendengar jawaban Sehun, ia kembali mengayuh sepedanya.
"Cepatlah jalan" Sehun yang mendengar teriakan Jongin langsung mengayuh sepedanya dan mensejajarkan jalannya dengan Jongin.
"Jongin.." panggil Sehun pelan.
"Kau nanti masuk lewat pintu belakang jika dari depan kau bisa dilarang petugas keamanan" ucap Jongin datar.
"Kau marah aku mengikutimu?" Sehun kembali mensejajarkan jalan sepedanya dengan Jongin.
"Jongin ayolah bicara, kau marah?" tanya Sehun sekali lagi, "Yasudah kalau kau marah aku kembali lagi saja kedorm" ujar Sehun yang kesal karena Jongin mengacuhkannya.
Jongin menghela nafas lalu berbalik arah jalan, ia menghentikan sepedanya tepat didepan Sehun.
"Aku mau lewat minggir kau hitam" ujar Sehun yang kesal karena Jongin berhenti tepat didepannya.
"Putar arah jalanmu"
"Aku tak mau"
"Kalau kau ingin kembali kedorm kita sudah jauh jadi sebaiknya putar arah jalanmu ini sudah larut malam" ucap Jongin.
"Aku tak mau dan aku pasti selamat sampai didorm" Sehun dengan segera mengayuh sepedanya. Jongin yang melihat Sehun mengayuh sepedanya dengan segera megejar Sehun.
BRUKKK
"AWWWWWWKKH"
.
Tbc
.
setelah aku baca ulang ternyata part ini semrawutan-_-
ngetik part ini mood saya labil naik turun
thanks to ma lovely reader lavyasaranghae gais
review ya
