Bab 9
Ternyata, grafiti bahasa Digital kuno itu tidak hanya berada di depan pintu masuk, tapi di tembok, kaca, papan tulis, meja-meja hampir semua dipenuhi. Tidak mungkin untuk Hikari dkk menghilangkan tulisan-tulisan tersebut sebelum murid-murid lain datang, jadi mau tak mau, mereka menunggu orang-orang yang memiliki ingatan masa lampau dan mencegah mereka berbuat gegabah karena kebingungan mereka. Sementara itu Joe dan Koushiro yang baru sampai ke sekolah (gedung SD, SMP, SMA sebelahan)...
"Pagi Joe-senpai," sapa Koushiro sebelum menyadari tulisan apapun, begitu pula dengan Joe yang baru sampai dengan berbagai macam properti," banyak banget barang bawaanmu?"
"Pagi, iya, aku ada tugas membuat semacam percobaan... Woah," Joe pun tersadar perubahan yang terjadi di gedung sekolahnya. Koushiro yang penasaran ikut menoleh ke arah yang dilihat Joe saat itu dan membuatnya menjadi sama terkejutnya seperti Joe.
"Ya ampun, apa yang- ah!" Koushiro langsung terkaget saat melihat Joe meringis kesakitan. Memegang kepalanya yang merasakan perih tertusuk,"Joe-senpai, kau baik-baik saja?" Karena terlalu terlalu fokus dengan rasa sakit, Joe hanya diam lalu meninggalkan Koushiro yang secara mengejutkan baik-baik saja dan tidak menunjukan reaksi.
Masih sekitar waktu sebelum masuk sekolah di laboratorium komputer. Para Digimon seperti Poromon, Minomon, Upamon mulai merasakan kesakitan. Tailmon dan Patamon yang sudah tersadar mengenai kehidupan masa lampau mulai panik.
"Aduh, bagaimana ini?" Tanya Patamon.
"Patamon, kau jaga mereka dari tindakan yang aneh-aneh dan aku akan meminta bantuan dari Hikari dan yang lainnya." Kata Tailmon dan sebelum Patamon bisa menjawab apapun, Tailmon sudah berlari dengan 4 kakinya ke kelas Hikari. Tailmon sudah tidak peduli dilihat murid-murid lain, paling-paling mereka menganggap mereka melihat kucing atau semacamnya. Begitu sampai di kelas Hikari yang masih berisik, Hikari, Takeru, dan Ken membuat grup kecil. Mumpung Iori dan Miyako tidak berada di satu kelas mereka memanfaatkan untuk menyusun taktik.
"Bisa-bisanya kalian berdua bertengkar di saat genting seperti ini," ternyata tidak dimanfaatkan untuk membahas hal penting. Ken menggeleng-geleng kepalanya seperti mengatakan ' lihat hubunganku dengan Miyako, contoh dong,' tapi tidak dengan cara yang menyakitkan. Hikari dan Takeru tidak tahu harus membalas apa. Mungkin Takeru ingin bilang Hikari marah padanya dengan alasan yang tidak jelas karena alasan Hikari marah memang terpendam tapi takut menyakiti hubungan mereka yang sudah baik. Hikari memilih untuk diam karena alasannya sulit diceritakan, dan memilih untuk membahasnya nanti dengan Takeru saat mereka berdua.
Oh... Sebelum melupakan Tailmon, "psst... Hikari!"
Hikari dkk yang duduk di dekat pintu langsung menoleh ke sumber suara yaitu di balik pintu. Di celah pintu geser yang sedikit terbuka, dia melihat pasangan Digimonya.
"Tailmon?"
"Takeru, Ken kau ikut aku ke depan." Perintah Tailmon. Takeru dan Ken hanya mengikuti digimon kucing itu dari belakang dan menuju ke suatu tempat yang luar biasa... Gudang sekolah.
"Kalian, kupikir kita tidak bisa tinggal diam. Digimon yang lain sudah mulai mengeluarkan tanda-tanda kalau mereka mengingat kehidupan lampau mereka. Patamon sedang menjaga mereka supaya tidak terjadi apa-apa." Jelas Tailmon.
"Kau meninggalkan Patamon sendiri menghadapi mereka?" Takeru tampak khawatir mendengar pasangan digimonnya berkemungkinan dalam bahaya.
"Kalau begitu, Joe-san, Koushiro-san juga mungkin mulai mengingat," Hikari menyimpulkan," salah satu dari kita harus memberitahu kakak dan yang lainnya."
"Biar aku yang pergi ke Taichi-san.", kata Ken, biarpun subyeknya menggunakan aku, tetapi Ken berdiri mendekati Tailmon, seperti mau mengatakan Tailmon akan ikut dengannya," kau dan Takeru pergi saja ke lab komputer."
"Lalu... Oh maksudmu aku ikut dengan Ken? Kenapa aku yang harus ikut?" Tanya Tailmon.
"Soalnya kau yang mengerti keadaan. Nanti biarkan aku yang menjelaskan ke Taichi-san, kita sembari jalan kau sekalian menjelaskan," jelas Ken,"jadi kita pisah jalan sebentar Hikari, Takeru. Pastikan Patamon tidak kewalahan."
Ken pun meninggalkan sepasang kekasih tersebut.
Begitu Hikari dan Takeru sampai di laboratorium komputer, ada sesuatu yang mengejutkan. Patamon tidak bisa ditemukan di mana pun lalu, Minomon dan upamon tidak sadarkan diri, poromon adalah satu-satunya digimon yang tersadar dan terlihat panik. Hikari langsung menghampiri Digimon berbulu pink itu untuk menenangkan pikirannya, juga memastikan keadaan digimon-digimon yang lain, sedangkan Takeru mencari petunjuk yang bisa mereka jadikan kesimpulan tentang apa yang telah terjadi di lab komputer.
"Poromon? Tenangkan pikiranmu... Ini aku Hikari... Dan ada Takeru juga denganku. Kau tidak sendirian." Hikari mengelus-elus bulu-bulu yang bergemetar untuk menghentikan hentakan paruh Poromon yang tidak berhenti berbunyi.
"Chibimon...", Hikari menjadi bingung mendengar Poromon menyebut nama pasangan digimon Daisuke secara tiba-tiba. Padahal jika Daisuke tidak masuk sekolah, chibimon ikut dengan tuannya.
"Hikari," panggil Takeru yang sedang berdiri di depan sebuah komputer desktop milik sekolah. Komputer desktop yang sering digunakan anggota Digidestined sebagai sarana memasuki Dunia Digital dari sekolah,"portal Dunia Digital terbuka."
Karena tidak bisa meninggalkan digimon-digimon, Hikari menjawab dari tempat dia berlutut," bagaimana bisa?"
Baru saja Hikari dibingungkan oleh dua hal yang aneh, tiba-tiba dari radio sekolah terdengar suara pasangan Digimon simbol harapan dengan bahasa yang tidak dia maupun Takeru harapkan, "Lucemon brengsek!"
Taichi, Sora, dan Miyako di gedung SMP. Iori yang berada di kelas 5-2 juga ikut dikejutkan. Barulah setelah Patamon mengumumkan kebencian milik kehidupan lampaunya, Koushiro mengalami sakit kepala hebat. untuk Joe dan Yamato adalah sakit kepala berlanjut. Belum cukup menambah pekerjaan anggota Digidestined, Patamon melanjutkan celotehannya, "Tunjukan dirimu! Aku tidak akan pernah memaafkanmu!"
Akhirnya Hikari tidak mampu untuk hanya berdiam diri. Dia ingin tinggalkan para Digimon yang pingsan dan Poromon yang telah membaik. Tapi Takeru tidak menginginkan dia pergi. Begitu Hikari sudah menghentakan satu langkah dari tempat dia tadi berada, tangan Takeru sudah menggenggam lengan Hikari yang kurus. Genggaman itu sangat kuat sehingga dalam sekejap, Hikari tidak bisa berpindah 1 centi pun, "Hikari, kalau kau pergi, memang kau tahu apa yang harus kau lakukan?"
Muka Takeru memelas Hikari untuk berpikir lebih dalam karena sebuah harapan menginginkan cahayanya bertindak saat terangnya mencapai titik maksimal. Takeru merasa Hikari sedang tidak berpikir lurus dan terlalu panas. Tapi Hikari tidak bisa bersinar terang tanpa memancarkan panas. Saat dia ingin melakukan sesuatu, sebenarnya dia tidak ingin dikekang, tidak ingin memikirkan pemikiran orang lain. Dia ingin bisa memancarkan kehangatan yang bisa menyatukan teman-temannya seperti... Takuya. Agak ironis bila memikirkan kalau selama ini Hikari selalu menjauhi sikap yang berbau Takuya. Tapi Hikari bukanlah benar-benar Takuya, dia hanya reinkarnasinya. Jika Takuya yang mirip Taichi karena seperti matahari, Hikari akan menjadi bintang-bintang di malam hari.
"Aku memang tidak tahu pasti apa yang akan ku lakukan jika aku sampai di ruang radio sekolah, tapi aku akan melakukan sebisaku." Hikari tersenyum menatap Takeru yang khawatir. Dalam sekilas, Takeru bisa melihat Takuya dalam diri Hikari. Barulah saat itu, Takeru akhirnya menerima bahwa pacarnya akan berkemungkinan memiliki sifat-sifat Takuya yang baik maupun buruknya karena Hikari memang Takuya. Takeru harus mencintai Hikari yang seperti itu dan itu kata hatinya,"kau jaga di-"
"Aku akan ikut denganmu," potong Takeru sambil mendekati sang digidestined cahaya," karena kau adalah pacarku dan teman baik ku."
Hikari, senang mendengar Takeru tidak hanya menganggapnya sebagai pacar, tapi sebagai teman baik. Itu seperti menandakan Takeru sebagai Koji dan Takeru sebagai Takeru menerima Hikari apa adanya. Tanpa disadari mereka berdua, model Digivice Takuya berubah warnanya menjadi pink merah dan tidak ada yang tahu maksud semua itu.
Di gedung SMP, kelas Taichi, Yamato, dan Sora menjadi berisik saat mendengar pernyataan Patamon yang diumumkan. Yamato pun mengalirkan keringat di keningnya tanpa henti karena ingatan-ingatan kehidupan lampaunya mulai muncul secara acak.
"Bagaimana keadaannya Sora?" Taichi mengkhawatirkan keadaan sahabat karibnya di pelukan sang digidestined simbol cinta itu.
"Sepertinya masih banyak ingatan yang mengalir di kepalanya. Dia bahkan tidak bisa menjawab panggilanku dari tadi." Sambil mengelus-elus pundak pacarnya yang terus bergemetar, di dalam hati Sora terus berharap Yamato bisa kembali tenang.
Tidak lama Ken datang dengan Tailmon ke kelas Taichi. Bisarpun napas Ken masih terengah-engah, dia tidak peduli dan langsung ke topik alasan dia lari-lari ke gedung SMP,"Taichi-san. Para Digimon di lab komputer pingsan setelah mendengar pengumuman radio sekolah tadi."
Taichi dan Sora tersentak, karena reaksi mereka bercampur aduk dan keadaan mereka sekarang masih di masa-masa krisis, tidak ada yang tahu pasti bagaimana menanggapi itu semua. Tidak lama Iori dan Miyako datang ke kelas para senpai yang masih SMP kelas 3.
"Sudah saya duga kalian akan berada di sini," kata Miyako dengan sedikit bangga yang sulit dilihat karena kecapekan lari. Iori juga tidak banyak ngomong akibat sibuk mengambil napas yang kekurangan. Setelah melihat hampir seluruh anggota Digidestined yang masih SD, barulah Taichi tersadar akan sesuatu yang kurang.
"Miyako, mana Hikari dan Takeru?" Karena Ken merasa tidak ada salahnya memberi tahu keberadaan reinkarnasi Takuya dan Koji itu, maka Ken pun membuka mulut,
"Mereka sedang berada di lab komputer melihat keberadaan digimon yang sedang tak sadarkan diri." Tiba-tiba radio sekolah terdengar suara bel menandakan akan ada pengumuman, para Digidestined berpikir Patamon akan menggunakan bahasa Digital kuno lagi dan kembali mengajak ribut dengan Lucemon. Tetapi suara yang terdengar justru berbeda,
"Tes... semua tenanglah, kalian yang dulu berada di dunia digital, tenanglah. Pertempuran para anak-anak terpilih sudah selesai. Ini bukan dunia digital, ini adalah sekolah, ingat itu." suara Hikari dengan ajaibnya menenangkan Yamato yang dapat jelas-jelas terlihat oleh anak-anak SMA yang berada di kelasnya saat itu. Sora pun langsung tersenyum lega dan langsung memeluk kekasihnya. Sementara Taichi... Jangankan khawatir, dia langsung marah akibat kesal begitu mendengar suara Hikari disana. Dengan segera, Taichi berlari ke luar kelas dan, ya, ke ruang radio sekolah. Secara reflek, Iori yang paling dekat pintu keluar mengejar Taichi. Setidaknya dengan ikutnya Iori, semua bisa tenang sedikit karena ada Iori yang mencegahnya dari tindakan gegabah.
Taichi pergi, datanglah Joe ke kelas setelah jauh-jauh dari Gedung sebelah," Joe!"
"Hei," sapa Joe," ada yang bisa menjelaskan kenapa Taichi dan Iori lari-lari?"
Melihat Joe yang santai, teman-teman seperjuangannya menatapnya dalam-dalam. Mereka bingung mengapa grafiti tulisan digital kuno tidak memberinya efek apapun. Padahal dari hasil diskusi mereka di karaoke telah membuktikan, semua anggota digidestined di Jepang sekarang akan menjadi reinkarnasi dari tokoh-tokoh penting di dunia digital pada masa Takuya dan teman-temannya berjaya.
"Joe," panggil Yamato," kau tidak sakit kepala?"
Joe pun menaikan alisnya setelah mendengar pertanyaan Yamato. Tidak wajar menanyakan suatu penyakit kepada orang yang baru datang," maksudmu sekarang atau tadi pagi?"
"Jadi kau sakit kepala tadi pagi?" Tanya Sora dengan tidak santai. Bahkan sampai memukul meja di depannya.
"I-iya..." Jawab Joe dengan ragu. Dia mulai berpikir jawabannya menyebabkan perilaku tidak menyenanngkan dari teman - temannya, "setelah melihat coretan aneh di depan sekolah kepalaku sakit lalu aku mengerti yang diucapkan Patamon dan Hikari tadi."
Yang lain kembali suram seperti semua yang diucapkan Joe adalah salah bagi mereka. Joe mulai takut dengan reaksi mereka selanjutnya.
"Joe-san... Kau reinkarnasi dari siapa?" Tanya Ken tanpa berlama-lama. Joe diam dan berkonsentrasi dengan memejamkan matanya, dia tidak bingung atau merasa pertanyaan itu aneh. Semua rasa ingin tahu tertuju pada Joe. Apakah dia reinkarnasi dari warrior digidestined? Atau digimon yang berperan penting di waktu itu. Potongan-potongan memori mulai memasuki benak Joe. Semua hal yang bisa dia ingat, dikumpulkan menjadi 1. Hingga akhirnya, Joe membuka kedua matanya dan menunjukan iris abu-abu miliknya,
"Junpei, Shibayama Junpei."
Reinkarnasi anggota warrior digidestined tersenyum dengan lebar. Tailmon dan Ken langsung menyambut Joe dengan hangat, terutama Tailmon," Junpei-niichan!"
Tailmon langsung meloncat ke pundak Joe dan memeluknya dengan 2 kaki depannya yang bersarung tangan.
"Tomoki?" Tanya Junpei dengan terkejut, melihat sang ksatria es bereinkarnasi menjadi seekor Digimon. Ken juga ikut mendekat dengan senyum diwajahnya, " kau juga Ken? Kau juga reinkarnasi dari digidestined di masa lampau?"
"Senang bertemu kembali, aku Koichi Kimura." Jawab Ken, "tidak hanya aku, Taichi-san, Iori, dan para digidestined di sini juga reinkarnasi dari kehidupan lampau."
Joe pun melihat sekelilingnya. Dia melihat Sora, Yamato, Miyako menatap balik Joe. Seperti memberi tahu kalau bukan Joe saja yang aneh di sekolah itu.
"Sepertinya aku akan mendengar cerita yang panjang dari kalian." Tanggap Joe.
Hikari dan Takeru berhasil menenangkan Patamon yang sedang bimbang. Dan akhirnya tertidur di pelukan reinkarnasi Koji dengan nyenyak. Ternyata tidak hanya Yamato yang mendapatkan efek setelah Hikari berkata, tetapi Patamon juga.
"Sekarang apa rencana kita?" Tanya Takeru. Hikari memandang langit-langit atap dengan mendalam dan akhirnya mengambil keputusan," kita lihat keadaan Digimon yang kita tinggal dulu. Lalu kita laporkan apa yang terjadi."
"Atau kita pisah jalan saja?" Usul Takeru,"kau lihat keadaan Digimon dan aku akan ke kelas kakakmu dan melaporkan sebisaku."
Hikari mengangguk setuju dan memutuskan akan berpisah jalan setelah Takeru sampai di kelas Taichi dan teman-temannya yang tinggal beberapa meter lagi. Tapi dari tempat Hikari dan Takeru, terlihat beberapa orang yang Hikari kenal, 2 orang diantaranya seharusnya tidak berada Jepang, sedang ribut. Awalnya Hikari dan Takeru pikir mereka orang lain yang mirip dengan teman-teman yang mereka kenal, tetapi semakin penasaran, semakin mendekat dan akhirnya dugaan mereka salah. Disana ada Taichi yang berusaha menengahi pertengkaran antar Koushiro dan kakak perempuan Miyako, Momoe Inoe, yang terpojok di tembok. Berikutnya ada Jun kakak perempuan Daisuke berambut jabrik berwarna merah maroon yang masih SMP dan percaya tidak percaya, Mimi memohon untuk Koushiro dan Momoe berhenti bertengkar. Selanjutnya Shin Kido, kakak laki-laki Joe yang seharusnya sudah lulus SMA dan Wallace, Digidestined dari Amerika, menahan Koushiro dari melukai Momoe. Sumber keributan masih belum menyadari Hikari dan Takeru yang semakin dekat, jadi percakapan yang ribut pun masih berlangsung.
Koushiro masih meronta-ronta dari tarikan Shin Kido dan Wallace,"kau tidak tahu diri! Berani sekali kau bereinkarnasi!"
"Koushiro-kun, tahan emosimu, tenangkan pikiranmu. Aku memang tidak begitu mengerti tentang urusan kalian sebagai digidestined, tapi kontrol emosimu," kata Shin yang bersusah payah bersama Wallace menahan koushiro. Shin memang bukan anggota Digidestined, tapi dia tahu adiknya, Joe, dan teman-temannya adalah Digidestined serta sadar dengan keberadaan Digimon. Jadi kurang lebih, shin tahu garis besar pekerjaan adiknya selama ini dan berperilaku seperti orang awam yang baru tahu. Momoe sampai menggulungkan badannya hingga menjadi sangat kecil dan memegang kepalanya agar tidak kena pukul jika Koushiro terlepas dari cengkeraman Shin dan Wallace. Biarpun muka Momoe tertutup lutut dan tangannya, isakan tangisannya bisa terdengar sampai ke telinga Hikari dan Takeru yang berusaha lari secepat mungkin ke TKP.
"Koushiro," panggil Taichi," ini tidak seperti kau, kau sekarang tidak berpikir jernih karena kau tidak tenang Koushiro. Semua baik-baik saja, sekarang kita berada di sekolah."
"Kau itu ngomong apa sih, Taichi? Dia itu harus dihancurkan. Biarpun dia hanya reinkarnasinya tapi sedikit pun bagian dari Lucemon harus dimusnahkan!" Balas Koushiro dengan suara yang bergemetar dan bernada tinggi. Koushiro bahkan tidak berpikir lagi saat mengatakan itu, Jun dan Mimi semakin ketakutan dan jika dipikirkan, kalimat Koushiro yang tadi itu dengan jelas menyatakan bahwa Momoe adalah reinkarnasi dari Lucemon," kau bahkan tidak ada hubungan dengan ini semua, lebih baik kau tutup mulut dan duduk di pojok!"
"Aku reinkarnasi dari Takuya Kanbara." Taichi masih pura-pura mengakui," warrior digidestined elemen api, pemimpin kelompok warrior Digidestined."
Momoe, Wallace, terutama Koushiro terdiam tidak percaya. Dan bagi mereka yang tidak nyambung memilih untuk diam dan melihat reaksi berikutnya.
"Wah wah..." Hikari masuk ke lokasi kerusuhan ditemani Takeru. Mulai saat itu juga, Hikari menjalankan rencananya yang telah dia bahas dengan Takeru," kacau sekali di sini."
Akting Hikari memang nomor 1. Dengan lagaknya seperti 'miss know it all' dia bahkan tampak seperti tidak bingung dengan keberadaan Mimi dan Wallace yang seharusnya berpisah benua. Dari muka digidestined keberanian langsung tersirat bahwa ada ribuan hal yang ingin dia sampaikan ke adiknya. Lalu Hikari mendekat kepada Koushiro dan berkata," aku tidak tahu kau reinkarnasi dari siapa tapi, hentikan perbuatanmu. Jangan sia-siakan tenagamu untuk hal yang sudah terjadi. Lucemon direinkarnasi, lalu kau salahkan Momoe-san yang tidak tahu apa-apa?"
Koushiro terus memandang muka Hikari yang tepat di depannya. Semakin lama, Koushiro berhenti bergerak untuk membebaskan diri. Shin dan Wallace pun juga melepaskan Koushiro yang telah diam total bagai patung. Perlahan dia menangis, tangisan yang tampak seperti rasa bersalah, kesal, dan kalah. Hikari akhirnya meminta Shin, Jun, Mimi, Wallace untuk mengantar Momoe dan Koushiro serta patamon yang tertidur ke kelas Taichi, Sora, dan Yamato karena ada Ken disana. Akhirnya dikoridor hanya menyisakan Hikari, Takeru, dan Taichi.
"Terima kasih sudah membantuku menenangkan Koushiro, Hikari. Tapi kau harus hati-hati lain kali sebelum menerobos ke tempat yang belum pasti aman." Taichi berterima kasih sekaligus ceramah, mantabsss. Tapi itu bukan tujuan Hikari dan Takeru, melainkan sesuatu yang lebih," kakak, aku ingin bicara."
Nada Hikari yang serius langsung mendapat perhatian," kak, aku cuma mau bilang, kakak bukan reinkarnasi dari Takuya."
Taichi tersenyum. Dia mengganggap Hikari bercanda dengannya. Tapi ekspresi serius Hikari tidak berubah sama sekali biarpun Taichi sudah pura-pura tertawa yang menandakan pernyataan adiknya salah," kau ngomong apa Hikari-"
"Aku tidak bercanda, kak." Kata Hikari menegaskan. Tawa Taichi langsung hilang dalam sekejap dan mulailah Taichi mendengar dengan sungguh-sungguh.
"Kenapa kau bisa berpikir-"
"Aku tidak pikir, kak." Potong Hikari yang semakin menekankan hal yang ingin dia sampaikan,"aku TAHU kakak bukan reinkarnasi dari Takuya. Karena aku dan Takeru sudah pernah bertemu dengan Takuya yang sebenarnya."
Taichi tersenyum, dia masih belum kalah dari percakapan itu,"oh... Kalau begitu tunjukan Takuya yang 'asli' versimu padaku."
"Takuya memilih untuk tetap di dalam gelap." Jawab Hikari, "tapi yang menjadi reinkarnasi Takuya itu benar-benar tidak cocok. Dia terlalu kemayu dan hanya bisa menyembunyikan diri dan perasaannya. Bagaimana kalau kakak saja yang 'benar-benar' jadi Takuya. Kurasa akan lebih cocok "
"Apa maksudmu?"
"Sesuai yang kubilang. Aku mau kakak menjadi reinkarnasi Takuya yang sesungguhnya. Nanti di saat yang tepat, aku akan menyingkirkan reinkarnasi Takuya yang sekarang. Kan tidak mungkin ada 2 reinkarnasi Takuya di dalam satu dunia." Jelas Hikari yang sekaligus menjelaskan dirinya sebagai reinkarnasi Takuya. Setidaknya ada sesuatu yang dia tidak perlu bohong.
"Oh... Begitu." Taichi melihat Hikari dengan tatapan dingin yang menusuk, tapi Hikari tidak terganggu dengan itu. Justru Hikari puas bisa dengan mudahnya memancing kakaknya ke dalam emosi. Kini tinggal tunggu hasil pancingannya, akan seberapa besar ikan yang akan Hikari dapat.
"Lihatlah Dunia Digital… berkat kalian Dunia Digital bisa tenang dan menjadi seperti semula. Kalian telah mengembalikan Dunia Digital."
"berarti kali ini… Dunia Digital…"
"akan kami lindungi."
"Takeru, kau baik-baik saja dengan ini?" Tanya Taichi dan Takeru menjawabnya dengan mudah layaknya seorang Koji yang keren dan tidak banyak ngomong," terserah si kacamata renang."
"Kau bahkan dengan mudah mengganti reinkarnasi teman baikmu, Koji. Kau sudah menjadi sangat rendah hanya karena Hikari." Ini dia, saat-saat yang dinantikan Hikari dari mereka menyusun rencana untuk membuat Taichi membuka mulut. Rencananya simple, mereka membuatnya kurang dari 5 menit dan intinya seperti ini, usir semua orang kecuali Taichi, pancing Taichi ke topik reinkarnasi Takuya dan buat dia terpojok hingga akhirnya dia sebutkan identitas aslinya. Hal yang tersulit dari rencana itu adalah membuat Taichi membuka mulut tanpa sepengetahuan orang yang dicari kebenarannya. Tapi buktinya Hikari berhasil sampai sejauh itu," jangan harap aku akan orang yang mudah goyah. Menjadi Digidestined mengajarkanku banyak hal dan salah satunya adalah kesetiaan, aku tidak akan membuang Takuya-san karena aku adalah pasangan 1 jiwanya. Aku adalah ksatria dunia digital legendaris elemen api, Agnimon!"
Itu... Sangat tidak disangka oleh siapapun. Hikari lebih mengharapkan kakaknya reinkarnasi dari digimon yang benar-benar hidup waktu petualangan warrior digidestined. Bukan digimon legendaris yang berbentuk spirit. Kalau digimon legendaris itu kan secara logika berarti dia sudah berbentuk arwah, atau sudah mati. Tapi kita sedang membicarakan hal-hal yang tidak wajar sejak mereka membicarakan soal reinkarnasi. Jadi hal yang tidak wajar bisa saja menjadi hal-hal yang biasa.
"Beritahu kepadaku," Taichi mulai membentak, seperti sudah tidak sadar kalau adiknya yang ada di depannya,"di mana Takuya-san!"
" Agnimon, aku Takuya." Jleb, orang tadi memberi ide akan memusnahkan Takuya tiba-tiba mengaku sebagai Takuya. Siapa yang mau percaya.
"K-kau bbohong ya?!" Taichi menunjuk Hikari dan Taichi sendiri sedang salah tingkah.
"Dia tidak bohong," potong Takeru membela Hikari," pacarku adalah reinkarnasi dari si bodoh, tidak tahu diri, semberono, warrior digidestined elemen api, Takuya Kanbara."
Hikari langsung mengepalkan tangannya ke arah Takeru dan memintanya untuk melakukan fist bump tanpa harus berkata apapun. Tanpa ragu Takeru melakukan apa yang Hikari minta menunjukan pertemanan mereka sebagai Takuya dan Koji. Taichi terus memperhatikan dua orang didepannya. Terus merenungkan kemiripan fist bump yang Hikari dan Takeru lakukan dengan Takuya dan Koji lakukan. Hikari yang melihat reinkarnasi Agnimon itu masih tidak yakin langsung kembali meyakinkannya,"aku ingat kalau dulu Takuya pernah ragu akan sesuatu. Dia tidak tahu apakah yang dia perbuat adalah benar atau salah. Lalu dia bertanya kepada belahan jiwanya yang lain, Agnimon dan Vitramon. Kau mengatakan,'tidak ada yang perlu engkau bimbangkan, anak dari api, karena semua lakumu adalah yang terbaik bagi semua.' Dan itu mampu menenangkan hati Takuya pada waktu itu."
Taichi tersenyum. Karena tidak ada yang bisa mendengar seuara spirit kecuali anak yang memang terpilih oleh spirit tersebut, "Takuya-san, pertemuan kedua ini adalah yang paling istimewa."
Taichi menundukan kepala dan badannya, menerima Hikari sepenuhnya. Memang Hikari langsung memintanya untuk segera berdiri. Tapi setidaknya kesalah pahaman sudah selesai.
an edited chapter (ternyata banyak hal-hal aneh yang belum ku hapus... sori bagi yang sudah baca, gomenkudasai!)
hah... akhirnya sampai ke bagian Taichi mengaku sebagai Agnimon. iya... cerita ini tidak ada yang masuk akal. setidaknya aku sudah mencoba. berarti bab 10 nanti ada pojok wawancara. silakan beri masukan tentang karakter yang mau aku wawancara. kalau tidak ada masukan biarkan aku yang beri kejutan! terus baca Saya Adalah Keajaiban dan review ya guys and girls!
g4l3win
