Judul : My imagination is my Love

Chapter : 9

Author : Kakashy Kyuuga

Disclsimer : Naruto punya om Masashi ^_^

Genre : hurt, romance and fantasy

Pairing : Naruhina

"Sasuke ingin menjenguk 'dia'?" tebakku yakin karena yang aku tahu 'dia' yang mereka maksud adalah teman mereka. 'Dia' yang sedari tadi kak Neji dan teman-temannya membicarakannya, 'dia' yang juga di rawat di rumah sakit ini.

"Kamu ingin menemui 'dia'?" pertanyaan Sasuke seakan mematahkan opiniku tentang 'dia' yang sengaja mereka tutupi. "Em,_" belum sempat melanjutkan kata-kataku Sasuke langsung menariku mengikutinya mendekati ruang VIP yang sedari tadi membuat aku penasaran.

Dadaku berdetak kencang saat pintu ruang VIP itu terbuka dan aroma obat-obatan menyerbu pembauanku. Ruang VIP yang mewah, seorang perempuan setengah baya berambut merah panjang selututnya menatap heran pada kami karena tak mengetuk pintu sebelum masuk.

Di depan wanita setengah baya itu sosok pemuda yang terbaring lemah tak berdaya. Perban hampir menutupi seluruh kepalanya dan sebagian wajahnya, alat bantu pernapasan menutupi hampir sebagian wajahnya hingga sulit untuk bisa menggambarkan wajah pemuda itu. Segala tetek bengek alat-alat medis berat memenuhi ruangan mewah tersebut. Sebuah papan nama tergatung di bawah kaki tempat tidur, aku bisa dengan jelas membaca nama yang tertulis di atas papan nama itu. Namanya Uzumaki Naruto.

Ku lihat kembali pemuda itu dengan seksama, aku seperti pernah melihat suasana seperti ini. Suasana saat_. Tidak! Aku tidak ingin mengingatnya! Yang terjadi saat itu hanya mimpiku!

Kepalaku tiba-tiba terasa berat dan pusing, seisi ruangan terasa berputar. Aroma obat seolah bertransformasi menjadi bau amis, ruangan yang mewah itu tiba-tiba berubah gelap dan kusam. Di atas tempat tidur aku melihat Gaara terbaring dengan lumuran cairan merah memenuhi tubuhnya. Serentak aku menutup mulutku yang ingin berteriak, napasku semakin sesak, aku tak sanggup lagi.

"Kyaaaaaaa!" akhirnya aku bisa teriak. Namun sayang aku malah hilang kesadaranku.

Hinata POV end

Normal POV

"Sasuke-chan! Apa yang kamu lakukan padanya?" Khusina spontan berdiri begitu melihat Hinata tiba-tiba berteriak dan pingsan.

Sasuke mendegus pelan. "Sudah ku duga, dia masih belum bisa menerima kematian Gaara" gumam Sasuke seraya mengangkat Hinata ke sofa tak jauh darinya.

"Siapa dia?" Tanya Khusina.

"Dia Hinata, kekasih Gaara" jawab Sasuke.

"Kenapa dia pingsan melihat Naruto?" Tanya Khusina yang tak habis mengerti mengapa Hinata pingsan.

"Dia masih trauma dengan kecelakaan Gaara, melihat Naruto mungkin membuat dia teringat akan Gaara" terang Sasuke.

"Dia pasti sangat tersiksa" Sasuke hanya diam tak menjawab pertanyaan Khusina.

"Bukan hanya dia yang tersiksa karena kecelakaan itu" inner Sasuke. "Basan, malam ini biarkan dia istirahat di sini" kata Sasuke. Khusina tersenyum nakal pada Sasuke.

"Kamu menyukai gadis ini, Sasuke-chan?" Sasuke terkejut mendengar pertanyaan Khusina.

"Aku hanya kasihan padanya, dia sendirian di ruangannya" Sasuke mencoba mengalihkan pembicaraan mereka. " Hari ini dia mencoba membunuh dirinya" Sasuke tahu Khusina pasti tidak akan menolak bila menceritakan kenapa Hinata masuk RS hari ini.

"Apa?!" Khusina terlihat kaget.

"Aku berpikir dia bisa saja melakukannya lagi saat dia sendirian" Sasuke mencoba mengelabui pikiran Khusina.

"Kau benar, Sasuke. Dia terlalu manis untuk mati bunuh diri" kata Khusina seraya menatap intens pada sosok Hinata.

"Apa hubungannya dia sangat manis dengan mati bunuh diri? Memang buah tak jatuh jauh dari pohonnya" inner Sasuke sweetdrop. "Baiklah, basan. Aku pulang dulu" pamit Sasuke seraya berjalan menuju pintu keluar.

"Yosh! Aku akan menjaga mereka berdua" kata Khusina dengan penuh semangat.

Sasuke kembali sweetdrop. "Padahal tadi dia habis nangis bombastis, tapi sekarang malah semangat. Dobe, ibumu membuat aku semakin merasa bersalah padamu" batin Sasuke.

Di sebuah kamar yang terlihat remang-remang terdengar suara seseorang berbicara melalui telepon.

"Kecelakaan itu, bukan sepenuhnya salahmu" suara lembut itu terdengar menahan tangis.

"Dia seperti itu juga karena aku, kalau saja_" suara lembut itu memotong suara dari

seberangnya.

"Tidak ada kata 'kalau saja', ini memang sudah jalannya. Aku mohon, jangan jadikan ini sebagai alasan kau memutuskan aku"

"Aku terpaksa melakukannya,_" suara berat itu terdiam sejenak. "Aku tak bisa terus bersamamu_" suara tiit dari seberang mengakhiri percakapan mereka.

"Kau egois!" suara lembut itu terdengar geram menahan amarahnya.

Hinata POV

"Sepertinya dia putri dari klan Hyuuga. Karena matanya sangat mirip dengan Hiasi" suara lembut seorang wanita menyapu pendengaranku.

"Namanya Hinata"suara lembut itu kembali terdengar seperti suara kaasanku.

"Hinata, bangun" yah, aku yakin suara itu milik kaasan. Apa aku sudah mati? Apa kaa-san datang untuk menjemputku?

"Hinata~" aku mendengar suara baritone yang ku kenal beberapa hari ini.

"Hinata~" yah, aku yakin itu suara Kyuubi.

"Hinata~" aku tersentak kaget dan membuka paksa mataku yang masih ingin terpejam. Samar-samar aku melihat kepala dengan surai pirang. Mataku terbelak dan aku langsung terduduk begitu menyadari siapa yang berdiri di depanku.

Hinata POV end

Normal POV

"Kyuubi!" laki-laki bersurai pirang yang berdiri di depan Hinata terlihat kaget.

"Kyuubi?!" laki-laki itu memiringkan kepalanya tanda tak mengerti.

"Kyuu, kau kenapa terlihat berbeda, kau ter~lihat eummm~ sedikit tua" Hinata mengerutkan keningnya melihat Kyuubi yang berbeda dari biasanya.

Laki-laki itu semakin mengerutkan keningnya, wajah tampannya terlihat kusut.

"Hwuahahahaa~" suara tawa seorang perempuan terdengar mengalihkan penghilihatan Hinata dari laki-laki bersurai pirang itu ke wanita bersurai merah panjang yang tengah duduk didekat temtap tidur.

"Apa yang lucu, Khusi-chan?" laki-laki bersurai pirang itu mendeatglare wanita bersurai merah itu.

"Nona, manis. Aku ini bukan Kyuubi, dan lagi~ aku tidak terlihat tua-tua amat kok" kata laki-laki bersurai pirang itu dengan tampang cute dibuat-buatnya.

"Sudahlah, Minato-kun. Kamu memang sudah tua. Tidak usah memungkiri itu" Khusina kembali mengoda Minato.

"Oh, yah. Hinata. Laki-laki tua ini adalah suamiku" Khusina mendekati Hinata dan Minato suaminya.

Hinata memandang heran pada kedua orang didepannya.

Normal end.

Hinata POV

Awalnya aku tak percaya, aku yakin aku tak salah lihat. Dan aku sangat mengenali wajah dan rambut itu, dia sangat mirip dengan Kyuubi. Tapi kenapa dia malah bingung saat aku memanggilnya Kyuubi. Aku mencoba melihat kembali wajah itu. Mereka benar-benar mirip, hanya saja orang itu tidak memiliki tiga goresan dipipinya dan orang ini terlihat lebih dewasa.

"Kyuu, kau kenapa terlihat berbeda, kau ter~lihat eummm~ sedikit tua" aku mengerutkan kening melihat Kyuubi yang berbeda dari biasanya.

Orang itu terlihat mengerutkan keningnya.

"Nona, manis. Aku ini bukan Kyuubi, dan lagi~ aku tidak terlihat tua-tua amat kok" kata laki-laki bersurai pirang itu dengan tampang polosnya.

"Sudahlah, Minato-kun. Kamu memang sudah tua. Tidak usah memungkiri itu" wanita berambut merah mengoda laki-laki yang ku dengar dia di panggil dengan nama Minato

"Oh, yah. Hinata. Laki-laki tua ini adalah suami basan" wanita itu mendekati ku dan Minato suaminya.

Jadi, dia bukan Kyuubi? Tapi kenapa mereka sangat mirip.

"Jadi, anda bukan Kyuubi?" tanyaku untuk lebih meyakinkan diriku.

"Kyuubi? Kyuubi siapa?" Tanya Minato-jiisan, mereka terlihat kebingungan dengan tingkahku.

"Go,gomen. Minato-jiisan_" aku sangat merasa tak enak membuat mereka bingung dengan tingkahku yang menurut mereka sangat aneh.

"Panggil saja, Khusi-basan" sela wanita itu yang tahu aku kebingungan memanggilnya.

"Aku pikir Minato-jiisan adalah temanku, karena dia juga berambut pirang seperti Jiisan" terangku tak ingin membuat mereka semakin khawatir.

"Oh, tidak apa-apa. Hinata, aku senang karena kamu sudah membuat istriku tertawa seperti tadi" kata Minato Jiisan membuatku menatap Khusi-basan yang menatapku dengan tatapan yang lama tak kulihat, tatapan yang hanya dimiliki oleh seorang ibu. Senyuman yang menenangkan walau tersirat kesediahan didalamnya.

Mataku kembali terarah ke tempat tidur di belakang Khusi-baasan. Pemuda yang terbaring tka berdaya diatasnya. Aku tidak tahu, kenapa aku takut melihatnya. Seperti ada bayangan masalalu yang terus membayangiku.

TBC.

so, selanjutnya Review PLEASEEEE!

_.

Sorry, ru bisa balas reviewnya minna –san…

Arigatou gozaimasu sudah menyempatkan waktu kalian untuk membaca fic ku ini dan telah meninggalkan jejak berupa review.

Ayuzawa: yang mana? Yang jadi imajinasinya Hinata? Low itu mmg Naruto. Low itu gimana lelasinnya ah…. -_-'a

Di sini, Naruto benar-benar nyata. Dan hanya Hinata yang bisa melihat Naruto.

Low chap 5nya udah aku perbaiki….

Iya, Gaara kan udah meninggal saat kecelakaan itu.

Maap gak pandai menggambarkan situasi kecelakaan.

Kok, tahu kalo aku suka MotoGP?!

bib,,, sangkyuu...