Greetings! Hmmm… Apa yang mau dibilang ya… *ahem. Mmmm… Kalau suatu saat saya bikin cerita tentang JackXClaire di HM DS/DS Cute bagus nggak kira-kira? Rencananya mereka adalah pasngan rival yang diberi hukuman karena bertengkar melulu. Mmmm… *cough. Bentuk hukumannya masih random. Saya sangat minta pendapat anda, guys! :3

YANG PUNYA HARVEST MOON BUKAN AKU,

AKU HANYA SEORANG FANS YANG MEMBUAT CERITA TENTANG TOKOHNYA.

Harvest Moon Friends of Mineral Town: You're The Most Wonderful Thing in My Life, Chapter 9: Popuri's Letter

Wow! Winter, winter, winter nih! Musim yang paling aku favoritin. Alasan-alasannya:

Yang pertama aku suka salju! Benda putih itu bisa untuk perang-perangan, bikin boneka salju bentuk Mayor Thomas (? Bwahahaha, mengapa mesti si Mayor, Jack?), ski, dan… snowboard, olahraga favoritku! Tapi tentu saja, aku suka semua kegiatan yang kusebutkan tadi.

Yang kedua adalah star gazing! Langit musim dingin di malam hari sangat indah! Bintang-bintang sangat terang dan jelas terlihat! Tapi sayangnya cuma kalau cuacanya sunny atau clear(well, udah pastilah, dasar bego lu Jack - . -)

Yang ketiga alias yang terakhir, ada festival 'Winter Thanksgiving'. Aku sangat senang karena bisa makan Chocolate Cake yang kucinta dan sekaligus gak bisa kubuat. Tapi… Masalahnya… Ada nggak ya cewek yang memberikanku itu ya… Semoga ada! Kalau nggak ada, percuma aja aku udah berbuat baik ama mereka!

(Author : hei, jadi lu buat baik sama mereka cuma ngarep dapat kue?

Jack : Wuaaa!(pasang muka histeris)

Author : Jangan kaget mulu, dong. Udah, jawab aja!

Jack : Hahaha, itu mah just kidding. Udah ah balik ke cerita!)

Dan juga… Hari ini adalah Winter Thanksgiving!

Dengan semangat dan sedikit melompat-lompat, aku keluar dari rumahku dan seperti biasanya, aku mau memeriksa kotak surat. Langkahku tiba-tiba terhenti. Ah, untuk apa aku memeriksanya? Palingan kosong seperti biasanya. Kalau ada pun pasti surat pemberitahuan dari Supermarket.

Aku pun berjalan menjauh dari kotak surat itu. Tiba-tiba Kiwi keluar dari kandang anjingnya dan menyalak kepadaku. Dia segera berlari ke arahku, menggigit ujung celanaku dan berusaha menarikku ke dekat kotak surat itu.

"Ada apa, Kiwi?"

"Guk!" balas Kiwi sambil mengarahkan kepalanya ke kotak surat itu.

"Kau ingin aku membukanya? Baiklah…"

"Palingan kosong," gumamku sambil membukanya.

Ketika aku membukanya, apa yang kudapati? Ada tagihan rekening listrik! Bohong, kok. Tenang aja. Mana mungkin seorang Jack, idola kalian yang super ganteng dan elit ini(ayo lempar Jack pake peralatan rumah tangga! #Bruak prang drang bruk! Makanya jangan sok kepedean!) nunggak pembayaran listrik.

Ada 5 bingkisan disana. Hore! Saya dapat hadiahnya! WOOOHOOOO! Aku pun mengambil bungkusan-bungkusan itu dan kemudian menunduk untuk mengelus Kiwi.

"Thanks, Kiwi. Kamu pasti melihat tadi tukang pos mengantarnya" (siapa tukang posnya?)

"Guk!" balas Kiwi.

Kemudian, aku menuju rumahku, dan setelah sampai dan masuk kedalamnya, aku duduk diatas kasurku. Aku segera meletakkan 5 bingkisan itu di atas kasur.

Kuraih bingkisan pertama. Kuamati bingkisan itu. Bungkusnya bewarna pink, dengan pita pink bergulung diatasnya.

"Popuri?" terkaku.

Tanpa menunggu hujan bewarna(- . -), aku segera membuka bingkisan itu. Nampak sebuah Chocolate Cake dengan sepucuk surat. Aku meletakkan Chocolate Cake itu di meja, dan meraih surat itu. Amplopnya berwarna pink, yang di atasnya tertulis: Untuk Jack 3, dari Popuri.

Aku segera membuka amplop itu. Siapa tahu ada uang tunai atau cek disana. Hehehe. Tapi, yang ada hanya selembar kertas bewarna pink. Dasar Popuri, serba pink!

Tulisan yang tertulis disana rapi, teratur(khas tulisan cewek biasanya, tapi author sendiri nggak rapi sih. Ehehehe), bertuliskan dengan tinta biru. Aku sangat iri melihat tulisan yang bagus dan rapi. Kenapa? Tebak aja sendiri!

Kubaca surat itu dengan seksama. Disana tertulis:

Dear Jack,

Selamat Winter Thanksgiving! Terima kasih kamu sudah berlaku baik padaku. Kau sangaaat baik. Kau selalu peduli padaku. Kau tak seperti yang lain-mereka memperlakukanku seperti anak kecil-,karena kau selalu memperlakukanku dengan dewasa.

Jack…

Melalui surat ini, aku akan menyatakan semua perasaanku padamu. Kupikir ini saat yang tepat.

Kau ingat ketika kita pertama kali bertemu? Aku tak tahu kamu sering mengingatnya, tapi aku sering. Waktu itu, Baby lari dan aku mengejarnya. Tiba-tiba aku melihat seseorang mengendongnya. Orang itu sangat menawan dan… Dia membuat jantungku berdetak lebih cepat daripada sebelumnya. Sebagaimana kamu tahu, orang itu adalah dirimu. Aku memang sempat mengontrol emosiku, tapi pertahananku hancur ketika kamu merayuku. Walaupun aku tahu kamu cuma bercanda, tapi itu sudah cukup membuat wajahku merah padam. Aku sangat malu, makanya aku langsung masuk ke rumah.

Lalu…

Setelah pertengkaranku dengan Rick sorenya, aku berlari ke area Hot Springs dan kamu mengejarku. Kau memanggil namaku dan secara tak sengaja aku memelukmu. Setelah aku sadar, aku berpikir betapa bodohnya aku memelukmu dan kamu bakal berpikir kalau aku orang aneh. Tapi kau tak menunjukkan tanda-tanda ketidaknyamanan atau sejenisnya, dan malah menghiburku. Aku sangat senang saat itu, Jack.

Kemudian, kita menjadi sahabat. Kau selalu membuatku bahagia, memperlakukanku dengan baik, sehingga aku merasa nyaman berada di dekatmu. Sebenarnya aku malu untuk mengatakannya, tapi aku ingin selalu berada di sisimu.

Jack…

Ketika kita bermain rumah-rumahan bersama May dan Stu, aku membayangkan, apakah suatu hari nanti aku bisa… Maksudku, punya keluarga yang bahagia? Mungkin ini aneh, tapi ketika membayangkannya, wajahmu muncul di pikiranku. Semakin aku melihatmu, mendengar suaramu, bercakap-cakap denganmu, apalagi ketika kau memperhatikanku, perasaan yang aneh ini semakin bertumbuh. Tapi aku selalu bahagia memilikinya.

Jack…

Mungkin aku memang tak berpengalaman dalam hal ini, tapi akhirnya aku mengetahuinya, bahwa:

Aku mencintaimu, Jack. Dam cintaku ini tulus tanpa syarat.

Jack, aku tak tahu bagaimana perasaanmu padaku, tapi… Jika kau memiliki perasaan yang sama, tolong beritahu aku. Jika tidak, jangan beritahu aku. Cukup kau katakan pada gadis lain yang kau cintai, dan aku akan mengerti.

Jack…

Di akhir suratku ini, aku ucapkan terima kasih atas semuanya. Bukan hanya tentang pertemanan kita, tapi untuk mengubahku menjadi lebih dewasa, berlaku baik padaku dan keluargaku, dan juga… Perasaan indah ini karenamu. Terima kasih, Jack. Terima kasih.

Love,

Popuri

"Popuri…" desahku. Aku langsung melipat surat itu dan menaruhnya didalam laci meja.

Aku menghirup oksigen(?) sebanyak-banyaknya, dan menghembuskannya perlahan. Aku sangat tak menyangka Popuri… Menganggapku seperti itu. Apakah aku mencintainya juga? Aku butuh jawaban atas semua ini.

(Author : Kalau begitu aku tanyakan beberapa pertanyaan!

Jack : Wuaaaa! Muncul lagi!

Author : Ni anak… Kagak biasa-biasa juga kalo gue muncul mendadak. Ya udah, langsung aja ke pertanyaanya! Answer korektli!(yang benar sih correctly - . -, author bego!(kok ngatain diri sendiri, sih…))

Q1= Apa yang terjadi dengan tubuhmu ketika bertemu dengannya?

Jack : 'nya' itu maksudnya siapa?

Author : Popuri lah, bego!

Jack : Hey, sesama orang bego dilarang saling mengejek, bego. Nih jawaban gue, bego:

A1= Biasa aja tuh, bego.

Author : Q2= Apakah kamu selalu memikirkannya?

Jack : A2= Cuma kalau lagi ada masalah. Terutama kalau dia ngutang. Hahaha, kalimat ke dua itu just a joke kok, bego.

Author : Q3= Apakah kamu ingin selalu berada di sisinya?

Jack : A3= Nggak. Takutnya nanti dia kerepotan, bego.

Author : Q4= Apakah kamu bisa berhenti memanggilku 'bego'?

Jack : Wah, melenceng dari tema nih.

Author : Udah, jawab aja!

Jack : A4= Kayaknya nggak tuh, bego.

Author : (buka bungkusan warna ungu yang dia udah tahu dari Karen, terus nyumpalin cake-nya ke mulut Jack)

Jack : MMPPHHH… (ambruk)

Author : Summary= kamu NGGAK mencintainya.

Jack : C-cake yang gu-gue telen tadi dari Karen… y-ya?

Author : Iya. Emangnya kenapa?

Jack : Ter… Baik…(goyangin jempol ala BoboiBoy, kemudian pingsan)

Author : Wah, Jack pingsan(nada ngomongnya datar lhooo…). Bangunin yuk… Cody ama Gannon manusia perkasa, bantuin gue dong…(kok tiba-tiba muncul Cody(HM AWL/AnWL en HM DS/DS Cute) ama Gannon(HM IoH/SI) sih…)

(PAAARRR PARRRR PARRRRRR PARRRRR!(ini suara nampar loh…))

Jack : Apaaaa…? Kebakaran! Pipi gue kebakar!

Author : Akhirnya bangun… Cody, Gannon, makasih ya… Sana pulang… Hush, hush…

Jack : Kenapa pipi gue merah en sakit banget nih?

Author : Ga penting, cepet lu masuk ke cerita! Yaudah, ini ceritanya!)

Menurut pertanyaan gaje diatas tadi… (pipiku!) Sepertinya aku NGGAK mencintainya. Aku mencintainya, tapi hanya sebagai teman, malah lebih menjuru ke adik perempuan. Maafkan aku Popuri… Tapi aku tak merasakan hal yang sama seperti yang kau rasakan. Aku NGGAK mencintaimu.

(Pipiku!)

~TO BE CONTINUED~

Jack : Pipi gue oh pipi gue~ Na na na~

Author : Lu kayaknya seneng digituin, Jack. Mau lagi?

Jack : Ogah! Orang juga lagi nyanyi 'What Makes You Beautiful' punyanya One Direction! Cuma liriknya diganti.

Author : 1D yang ganteng-ganteng itu ya!? Kyaaaa~ Gue kan directioner! Gue fans berat mereka! Mereka itu… Bla bla bla… Was wes wos… Ciiitt Ciiit Ciiit… Miaw miaw miaw… Guk Gukk Gukkk… Kaing Kaing…(saking ngomong gaje jadi bunyinya seperti itu)

Jack : Ngomongnya bakalan lama nih. Nah, sementara si Author gila itu ngomong sendiri, saya tutup chapter kali ini! Si yu nex taim(- . -)!