Chapter 9 : "Teamwork Test, Cap The Khezu"


Monster tersebut mulai nampak dari kegelapan. Namun rupanya, monster tersebut ternyata adalah target yang mereka cari…

"Itu…" ucap Rin melihat monster yang perlahan mulai menampakan diri.

"Yang kita cari, Khezu 'The Electrical Wyvern'" sahut Pixie.

Sesuatu yang mencoba menyerang ternyata adalah target utama dalam misi ujian, 'The Electrical Wyvern'. Monster tak mempunyai mata dan telinga, dan dengan bentuk menjijikan dan aneh.

"Hati-hati Rin…" kata Pixie. "Monster ini sulit dilawan tanpa perlindungan tameng".

"Tenang saja senior, reflekku cukup cepat" ucap Rin.

Mereka pun membuat strategi dan improvisasi secepat mungkin…

"Kau serang dari dekat, Rin" ucap Pixie. "Dan Aku akan berusaha mengkovermu…".

"Baik senior…" ucap Rin.

"Serang salah satu kakinya dulu, kakinya tidak kuat…" kata Pixie. "Ia mudah sekali jatuh tersungkur jika kau menyerang kakinya, saeangkan Aku menyerang bagian kepalanya…".

Sesuai anjuran Pixie, Rin pun melAkukannya dengan menyerang Kaki dari Khezu tersebut…

Namun, Rin pun kaget dan dan sempat terdiam setelah merasakan dari DS miliknya yang memancarkan efek ledakan api setia kali menghujamkannya…

"BOOMM…! BOOMM…! BOOMM…!..." suara efek dari pedang Rin.

"…, Kekuatan apa ini…?" kagum Rin merasakan kekuatan elemen api dari Dsnya.

Sementara, Pixie yang melihat kekuatan DS Rin sekenak tercengang kagum. Bagaimana tidak, senjata yang seharusnya hanya diliki 'Elite Hunter', ternyata dimiliki oleh seorang yang bahkan belum resmi menjadi hunter…

"…, Senjata yang hebat, Fire Element? Bagaimana dia bisa memilikinya?" kata Pixie. "Kelihatanya misi ini akan berlangsung dengan mudah…".

Benar saja, hanya beberapa kali serangan yang mengenai kaki Khezu, monster itu langsung terjatuh…

"BBRRUUGGHHH…!" suara Khezu yang terjatuh tersungkur.

Mereka pun langsung menyerang keala monster tersebut yang merupakan bagian kelemahanya…

"Kita serang kepalanya…" seru Pixie.

"BOOMM…! BOOMM…! BOOMM…!..." suara serangan DS Rin menyerang kepala Khezu.

"TAARR…! TAARR…! TAARR…!..." suara senapan Pixie yang juga menyerang kepala Khezu bersamaan dengan serangan Rin.

Dengan serangan kombinasi pun Khezu masih bisa bertahan, dan bakan mampu kembali berdiri. Khezu yang kesakitan pun dalam keadaan marah(rage).

Tiba-tiba Khezu mengeluarkan suara auman yangmembengkakan telinga. Itu sontak membuat Pixie yang sedang asik menyerang, langsung menjatuhkan senjatanya dan segera menutupi telinganya dari auman Khezu. Tapi sementara Rin, suara auman Khezu masih bisa ditahan armornya yang mempunyai pelindung telinga…

"Aakkhh…, Aku tidak kuat menahanya…" ucap Rin sembari menahan telinga dari auman Khezu.

"WWUUSSSHHH…!".

Rin melemparkan Flash Bomb. Ia mengira itu bisa mengacaukan penglihatan Khezu. Yang mungkin akan menyerang Pixie. Tapi…

"Bodoh…" gumam Pixie melihat ulah Rin sembari tetap melindungi telinganya.

"Apa yang…" ucap Rin kebingungan.

Namun tiba-tiba…

"BBBRRRUUUUKKKHHH…!"

Rin mendapat hantaman Khezu Bite Attack, sempat membuat Rin terluka dan jatuh terpelanting…

Pixie yang sempat kesakitan mendengar auman Khezu, sontak khawatir dengan kondisi Rin yang terkena Khezu Bite Attack…

"Rin…!" ujar Pixie mengkhawatirkan Rin. "Kau tidak apa-apa Rin…?".

Beruntung, Rin selamat walau sempat terluka dan jatuh terpelanting…

"Tenag saja senior…" tukas Rin. "Aku masih sanggup bertahan…".

Khezu melompat dan menempel dilangit-langit gua(Ceiling) untuk bersiap menyerang…

"Mundur Rin…" tukas Pixie. "Kau dalam ruang lingkup serangannya…".

"Lalu, bagaimana saya menyerangnya…?" ucap Rin.

"Tunggu, dan lihatlah…" tukas Pixie.

Pexie mengganti peluru biasa denganpeluru peledak(Clust). Pixie mencoba agar Khezu terjatuh akibat ledakan tersebut…

Dan tanpa pikir panjang, Pixie langsung menembak monster yang sedang menempel dilangit-langit dengan peledak tersebut.

"KKAAABBBOOOMMMM…!" suara ledakan dari Clust yang ditembakan Pixie yang tepat mengenai ekor belakang Khezu.

Tentu saja, ledakan tersebut membuat Khezu jatuh tersungkur. Dan tanpa sedikit pun jeda, Rin langsung melompat dan menghujamkan satu pedangnya menancap dan menembus salah satu kaki Khezu…

"Hhhiiaaa…!" teriak Rin sembari melompat menghujamkan pedangnya.

"BBOOMM…!" suarahujaman pedang Rin akibat ledakan elemen api yang mengenai kaki Khezu.

Serangan pedang yang menancap tajam menembus kaki membuat Khezu jalan terpincang-pincang dan terbang pergi melarikan diri.

Pixie yang terkagum melihat hebatnya serangan pedang Rin sempat terdiam beberapa saat. Ia mengira bahwa Rin sengaja melAkukan itu agar pedang yang menancap Khezu efek apinya dapat melemahkan Khezu…

"…, Seranganmu luar biasa Rin"puji Pixie. "Kau bahkan bisa berpikir seperti itu… Aku kagum padamu Rin…".

Namun ternyata, serangan pedang Rin yang menancap itu, Ia lAkukan tanpa sengaja. Dan bahkan sekarang, Ia ingin mendapat pedangnya kembali…

"Apa maksudmu senior…?" tanya Rin.

"Bukankah, kau sengaja melAkukan itu…?" tanya Pixie.

"Aku sama sekali tidak mengerti maksudmu senior…" ujar Pixie. "Pedangku sekarang dibawa monster tersebut…" sesalnya.

"…, Aku melihat berlebihan terhadapnya…" ucap dalam hati Pixie. "Bodoh sekali Aku…".

"Kemana ia membawa pedangku..?" tanya Rin terhadap Pixie.

"Tenanglah, tidak usah buru-buru mencarinya. Ini habitatnya, pasti ia tidak akan pergi jauh" kata Pixie. "lagi pula ia juga sedang terluka bukan…?".

"Kemana kita pergi sekarang…?" tanya Rin.

"Khezu kemungkinan lari keluar gua…" ujar Pixie. "Kita coba mencari ketepi rawa…".

Mereka pun pergi ketepian rawa guna mencari keberadaan Khezu yang terluka parah. Dan dalam perjalanan, sebenarnya Pixie masih punya ketertarikan yang besar terhadap equipment yang dipakai Rin…

"Equpmentmu bagus sekali Rin…" sanjung Pixie. "Aku baru pertama kali melihatnya…?".

"Armor dan senjata ini Aku mendapat dari gudang tempat penyimpanan equipment milik peninggalan orangtuAku…" ujar Rin.

"Ayahmu pasti hunter yang hebat…" kata Pixie.

"Ayahku hanya seorang pandai besi biasa…" kata Rin.

"Kalau begitu, pasti dari ibumu…?" tanya Pixie.

"…, tentang Ibuku…" kata Rin. "Aku bahkan tidak pernah tahu seperti apa Dia. Aku hanya tau Ia wafat saat Aku masih bayi, setidaknya itu yang dikatakan oleh ayahku tentangnya".

Pixie terjenak tercenung dan terdiam mendengar cerita Rin yang mengharukan…

"…, Maafkan Aku tentang itu Rin…" sesal Pixie.

"Tak apa senior…" ucap Rin.

Tidak terasa, mereka sudah sampai tepian rawa. Dan benar saja, Khezu berada disekitar situh…

"Itu dia…" ucap Pixie. "Dia sudah mulai melemah…".

"Apa kita bisa langsung jebak dan tangkap saja…?" tanya Rin.

"Tak akan bisa, jika pedangmu masih menancap dikakinya…" kata Pixie. "Ambil dulu pedangmu, lalu kita tangkap dia…".

"Lohhh…, kenapa begituh senior…?" tanya Rin.

"Ia tidak akan bisa terbius jika pedangmu masih menacap tajam dikakinya" kata Pixie. "Cobalah untuk berpikir kesituh Rin…".

Sesuai anjuran dari seniornya, Rin mencoba mengambil pedang yang tertancap tajam dikadi Khezu. Namun, Khezu yang berada ditengah rawa sudah mengetahui bau kehadiran Rin yang semakin kian mendekatinya…

Tiba-tiba, ekor Khezu menyerap medan elektromagnetik dari dalam tanah, dan mengeluarkan disekeliling tubuhnya(Thunder Shield). Pixie yang menyadari serangan tersebut , menyerukan kepada Rin untuk menjauh atau keluar dari dalam air. Karena, air dapat memperluas lingkup seranganya…

"Rin menjauhlah dari dalam air…" seru Pixie.

Mendengar perkataan Pixie, Rin sempat lari menjauhi Khezu. Tapi sayang, Rin masih berada dalam air.

"EEESSSKKK…!" suara aliran listrik dari khezu.

"Aaaakkkhhhh…!" teriakan Rin yang tersengat aliran listrik Khezu.

Melihat Rin yang tersengat aliran listrik Khezu. Pixie pun menembaki Khezu, dan berharap Khezu menghentikan serangan.

"Apa kau baik-baik saja Rin…?" tanya Rin sembari menembaki Khezu.

"TTHHOORRR…! TTHHOORRR…! TTHHOORRR…!..." suara senapan Pixie menembaki Khezu.

Lagi-lagi, keberuntungan masih berpuhak kepada Rin. Karena pertolongan seniornya serta kekuatan listrik dari Khezu yang lemah akibat jarak Rin terkena serangan amat begitu jauh dapat mengurangi kekuatan listrik serangan tersebut.

"Terima kasih kak, karena sudah menolongku…" ucap Rin sembari bangkit perlahan.

Pixie pun berinisiatif memancing Khezu keluar dari dalam rawa…

"Kita pancing dia keluar…" Kata Pixie.

"Tapi Aku tidak membawa kail kak…" canda Rin.

"…, kau sudah mendapat serangan seperti itu,tapi kau sempat-sempatnya bergurau" keluh Pixie. "Kita cukup diam disinih saja, dia akan kemari…".

Benar saja, dengan kondisi pincang Khezu terpancing keluar dari tengah rawa dan mendekati mereka.

Dan Pixie punya setrategi khusus untuk ini…

"Kau kesanah dan gunaka ini…" suruh Pixie sembari memberikan sesuatu keada Rin.

"ShockTrap…?" ujar Rin. "Baik Aku mengerti…".

Tiba-tiba,saat Rin mendekati khezu untuk traping. Pixie melemparkan dung bomb kearah Khezu…

"WWWUUUSSSHHH…!" suara asap berbau dari bom kotoran yang dilemparkan Pixie.

Bom itu mengacaukan indra penciuman Khezu yang tajam,agar Khezu tidak mengetahui kedatangan Rin. Tapi sudah pasti, iru sempat diprotes Rin yang juga terkena bom tersebut…

"Apa yang senior lAkukan…!" protes Rin.

"Lihatlah… Khezu tidak mengetahui keberadaanmu…" ucap Pixie.

Walaupun dengan berat hati, tin memasuki gumpalan asap kotoran untuk menjebak Khezu danmengambil pedangnya.

"EESSSKKK…! Suara Shocktrap yang mengenai Khezu.

"Aku sudah mengambil pedangku, cepat tembak dengan peluru bius senior…" seru Rin.

Mendengar Kode dari Rin, Pixie langsung menembakan peluru bius(TranqS).

"TTHHOORRR…! TTHHOORRR…!" suara senapan Pixie menembakan peluru bius.

Sang Monster pum berhasil dilumpuhkan..

Tapi tiba-tiba…

"Wwoookkkhhh…"


TO BE CONTINUED,.,.,.,.,.

Penokohan :

Rin(NoerNtobi Hunterz)

Pixie(Fian Al)

Cerita ini terinspirasi dari game buatan Capcom, Monster Hunter(Monster Hunter, Monster Hunter G, Monster Hunter Freedom, Monster Hunter 2 dos, Monster Hunter Freedom 2, Monster Hunter Freedom Unite, Monster Hunter Tri, Monster Hunter TriG,Monster Hunter 3rd, Monster Hunter 3rdG, Monster Hunter Frontier, Monster Hunter Diary: Poka Poka Airu Village, Monster Hunter Diary: Poka Poka Airu Village G, Monster Hunter Dynamic Hunting) dan Serial MANGA, Monster Hunter Orage.

Copyright 11 Des 2011

Hak Cipta:NoerNTobi

Cerita ini hanya fiktif belaka. Kesamaan Cerita serta nama-nama tak lebih hanya kebetulan semata atau sudah mendapat persetujuan dari orang yang bersangkutan.

Kritik dan saran sekira dapat anda berikan untuk menjadikan karya saya lebih baik lagi.

terima kasih