CLAIMED
By
Ellden-K
Prev : "Siapa dia?"
"Apa barusan bocah cantik itu memanggilmu daddy, Jungkook?"
Jungkook mengumpat didalam hati.
SIAL
Bab 08 - Jealousy & Nightmare
Taehyung melihat tiga pria berbeda didalam ruang kerja Jungkook, dan mereka tertegun melihat kedatangan tiba-tiba Taehyung disana. Bocah kecil yang hanya mengenakan kemeja lusuh milik Jungkook nampak mengedipkan mata polos dengan belah bibir yang sedikit terbuka.
Sedangkan pria yang sejak tadi berusaha menelan gumpalan besi ditenggorokannya malah terdiam kaku. Wajahnya yang sudah pucat semakin pucat.
Jungkook kebingungan, pasalnya tidak ada satu orang pun yang pernah tahu jika ia memiliki kerabat lain terkecuali seorang kakak. Karena Jungkook adalah anggota keluarga termuda meskipun umurnya sudah menginjak dua puluh lima tahun. Jadi, bagaimana ia menjelaskan mengapa seorang anak lelaki seperti Taehyung bisa ada didalam rumahnya?
Harus berkata apa ia kepada teman-temannya, dimana tidak ada alasan logis untuk menjelaskan kenapa bocah manis itu ada disana dan memanggil Jungkook dengan sebutan Daddy. Apalagi penampilan khas baru bercinta nampak pada diri Taehyung, Jungkook sama sekali tidak tahu jika bocah itu sudah bangun tidur, bahkan memakai kemejanya yang kebesaran. Tapi hal tersebut tidak mampu menutupi jejak-jejak merah dileher nya yang terbuka dan posisi kaki mengangkang ragu didepan pintu itu sungguh memperlihatkan bahwa ia telah melakukan seks habis-habisan.
Jika Jungkook tidak segera memanipulasi peristiwa ini, besar kemungkinan hal itu akan menjadi berita heboh dikalangan masyarakat dan akan berdampak tidak baik untuk perusahaannya. Para media busuk pencari gosip itu pasti akan mengorek habis seluruh kehidupan pribadi dan masa lalunya. Apalagi ia sempat melupakan pengaman dalam percintaan terakhir mereka, bagaimana jika Taehyung ternyata mengandung anaknya ditengah-tengah kekisruhan itu? Hidupnya akan hancur seketika hanya karena seks dan hormonnya yang tak dapat menahan daya tarik anak kecil seperti Taehyung.
"A.. Um.."
"Maafkan saya tuan-" tiba-tiba Yugyeom datang sambil merangkul bahu Taehyung untuk mundur dan mensejajarkan diri dengannya, melihat itu Jungkook segera mengunci mulutnya rapat-rapat. "Dia adalah keponakanku, tuan Jeon sudah memberi izin untuknya tinggal sementara disini. Bersamaku."
Terberkatilah kau Kim Yugyeom! Desah Jungkook dalam hati.
"Sekali lagi, mohon maafkan tindakan lancangnya." Diam-diam, Yugyeom menggerakan tangannya untuk membenarkan kerah kemeja yang Taehyung pakai, menutupi bagian bahu serta leher dengan baik dan benar. Kemudian keduanya membungkuk dengan Yugyeom yang mendorong belakang kepala Taehyung untuk ikut menunduk, memberikan kesan sedikit formal.
Jungkook mendapat tatapan menyelidik untuk sesaat setelah Yugyeom berhasil menyeret Taehyung pergi dari sana. Beruntung bocah itu tidak berkata apa-apa ketika Yugyeom mulai menguasai keadaan.
"Kami memang akrab. Bukankah dia adalah anak yang lucu?" Kata Jungkook sambil bersusah payah menahan keringat dinginnya jatuh dari dahi.
"Ya, tapi aku tidak pernah tahu jika Kim Yugyeom memiliki keponakan."
"Aku bahkan baru tahu minggu lalu." Balas Jungkook.
"Dia anak yang manis, pantas kau mengizinkannya tinggal disini." Celetuk pria yang lain.
Jungkook merasa ia hampir terkena serangan jantung, bahkan kejantanannya yang terbiasa semi ereksi setelah melihat dandanan Taehyung tadi malah membeku akibat rasa was-was dan gugup.
Sungguh hari yang sialan, beserta teman-teman sialannya. Beruntung mereka bekerja pada satu perusahaan yang sama, jika tidak mungkin Jungkook sudah mengusirnya sejak pertama Taehyung membuka pintu.
•
•
•
Yugyeom mendudukkan Taehyung dikursi ruang makan yang sudah tersaji berbagai macam sarapan diatasnya. Ia meninggalkan Taehyung untuk membuatkan segelas susu cokelat hangat kesukaannya, sedangkan bocah itu tengah termangu sambil melamunkan sesuatu.
Ujung matanya melihat Jungkook yang kini tengah berjalan kearah dapur dan melewati Taehyung begitu saja dengan tangan terangkat ketika bocah itu hendak mengintrupsinya. Hal tersebut membuat Taehyung merengut lucu, kemudian beralih memandang sarapannya.
Samar-samar ia mendengar percakapan Jungkook dan Yugyeom didapur.
"Tolong buatkan aku kopi," dan setelah beberapa dentingan kecil dari suara cangkir Jungkook kembali berujar. "Kita akan bicara nanti."
Jungkook kembali melewati Taehyung tanpa menoleh sedikitpun, ditangannya ia membawa gelas kopi, ia menyesap minumannya namun Jungkook tidak kembali ke ruang kerja. Melainkan berjalan menuju lantai atas, dimana kamarnya berada.
Suara mobil pun terdengar berderu, menandakan dua orang tadi baru saja pergi.
Pria itu hanya mengenakan celana training dan kaus denim yang nampak pas ditubuh atletisnya saat ia naik kekamar, tapi setelah beberapa belas menit berlalu ia kembali turun dengan setelan jas mewah yang biasa Jungkook kenakan.
Taehyung telah menghabiskan sarapannya saat Jungkook kembali mengabaikan dia dengan langsung pergi begitu saja tanpa menyentuh sarapannya, ia nampak terburu-buru dan saat Yugyeom bertanya ia bilang akan sarapan dikantor saja.
Sekali lagi, bocah itu terdiam sedih. Melihat Jungkook yang sepenuhnya mengabaikan Taehyung, si bocah kecil cantik hanya mampu mendesah lesu.
Apakah ini karena Taehyung yang telah dengan tidak sopan mengganggu pertemuan bisnis dengan rekannya? Jelas-jelas ia bisa melihat wajah tampan Jungkook yang nampak memucat ketika kedua orang dewasa itu menatapnya dengan pandangan terkejut.
"Minumlah susunya tuan." Kata Yugyeom ketika Taehyung sama sekali tidak menyentuh minumannya, bocah itu hanya mengernyit seperti nampak tengah memikirkan sesuatu.
Taehyung mendongkak, ia meraih gelas susunya kemudian bertanya kepada Yugyeom. "Kenapa kau mengatakan jika aku adalah keponakanmu?"
Yugyeom tersenyum kecil, pria ini adalah sosok seorang ayah yang sangat baik dalam perannya. Dia pria pertengahan tiga puluh yang bijaksana, anaknya pasti bahagia memiliki ayah seperti dia, pikir Taehyung.
"Itu akan jadi tidak baik jika aku berkata yang sebenarnya kepada mereka tuan."
Taehyung mencelos, Yugyeom memang benar. Dia adalah seorang anak yang dibeli Jungkook untuk memenuhi hasratnya sebagai seorang pria dewasa, jadi sebenarnya apakah Taehyung ini? Ia merasa sangat bodoh, bahkan selama mereka melakukan hubungan badan ia tidak pernah tahu itu akan mengakibatkannya mendapatkan seorang bayi.
Dari reaksi Jungkook tentang hal tersebut, ia dapat melihat pria itu tidak pernah menginginkan kebodohan dari tindakan tak disengaja itu terjadi.
Dia sangat naif, Taehyung telah membuat Jungkook marah pagi ini dan itu bukan hal yang baik. Jungkook tidak ingin siapapun mengetahui tentang status Taehyung, bahkan kedatangan dua temannya tadi sama sekali tidak Taehyung ketahui.
Ia terlalu bodoh untuk menginginkan perhatian lebih dari Jungkook, pria itu bahkan tidak pernah benar-benar menghabiskan malam bersamanya, atau bangun pagi dan menyapa Taehyung dengan ciuman manis. Taehyung hanya akan menemani malam panas Jungkook untuk beberapa saat dan setelahnya dia akan pergi dan tidur dikamar lain.
Taehyung tidak pernah melihat Jungkook tidur lelap disampingnya, atau bahkan tetap memeluknya beberapa saat setelah mereka bercinta.
"Tidak perlu merasa sedih, tuan Jeon hanya sedang sibuk. Ada banyak hal yang harus ia kerjakan. Bahkan disaat ia hendak mengambil cuti seperti hari ini."
Taehyung mendongkak kearah Yugyeom dengan mata berkaca-kaca.
"C-cuti? Kenapa?"
"Tuan mengeluh sakit kepala sejak tadi pagi, beliau sudah mengatakan hendak mengambil cuti untuk hari ini dan beristirahat. Tapi karena ada keperluan mendadak tuan Kim dan tuan Jung datang kemari untuk mengurus sesuatu."
Itu pasti dua orang pria yang bersama Jungkook tadi, astaga kasihan sekali dia. Sedang sakit pun harus tetap bekerja, dan Taehyung bahkan malah menambah-nambah masalahnya lagi hari ini. Betapa ia sangat sedih.
"Aku sungguh menyesal.." Taehyung menunduk sambil meremas gelas susunya yang sudah tinggal setengah.
"Bukan salah anda tuan, saya mengerti itu sama sekali tidak disengaja."
Yugyeom memang yang terbaik.
"Terima kasih, aku akan kembali lagi kekamar untuk mandi dan ganti baju." Kata Taehyung yang ditanggapi anggukan sopan dari Yugyeom.
•
•
•
Taehyung tengah termangu diruang tengah sambil menghabiskan hari dengan menonton TV, jika sebelumnya ia tidak menemukan siapapun dirumah ini kecuali Yugyeom dan Jungkook juga beberapa penjaga diluar, kini beberapa pegawai wanita dan tukang kebun mulai ia lihat satu persatu.
Ada yang bertugas membuatkan makan siang membantu Yugyeom, ia adalah seorang pemuda manis dan baik hati bernama Choi Minki, terkadang pemuda itu juga membersihkan rumah. Melaundry pakaian kotor dan beberapa kain yang terkena debu.
Saat akhir pekan semuanya libur, dan mereka tidak menetap disini. Saat senja tiba beberapa diantaranya akan pulang dan setelah pekerjaan selesai, mereka tidak akan berlama-lama disini. Karena Jungkook tidak pernah menjadikan rumahnya sebagai tempat berpesta, jadi tidak perlu banyak tangan untuk mengurusnya, ia hanya butuh semuanya terlihat bersih dan terkendali.
Taehyung pergi ke halaman belakang dimana terletak sebuah kolam renang disana, itu mengingatkannya akan kejadian konyol yang membuat Jungkook jengkel kepadanya dan pertama kali ia melihat pria itu setengah telanjang. Tubuhnya sangat bercahaya, dan membuat Taehyung tersenyum saat mengingatnya.
Ia melihat seorang tukang kebun tengah memotong rumput dengan mesin pemotong disebelah kanan kolam, disana ada sebuah taman yang sangat indah dengan tanaman merambat pada dindingnya. Beberapa bunga nampak enak ditatap dan tanaman bonsai yang sudah dipotong rapi dengan bermacam bentuk itu sungguh membuat Taehyung ingin bermain-main disana.
"Oh, siapa ini?" Orang tua pemotong rumput itu menghentikan kegiatannya lalu mengusap permukaan kacamata tebal yang bertengger dihidungnya. Ia menatap ramah Taehyung kecil yang kini tengah menyeringai lucu kearahnya.
"Halo tuan, aku Kim Taehyung." Ia menunduk sekilas sambil memperkenalkan diri.
"Ah, senang berkenalan denganmu. Kau sangat lucu nak, tapi aku baru melihatmu."
Taehyung sama sekali tidak menghilangkan senyuman diwajahnya, ia menggaruk belakang kuping sesaat.
"Um, ya.. Aku keponakannya paman Yugyeom."
Pak tua itu hanya tersenyum kecil namun tidak menimpali, membuat Taehyung sedikit kikuk dan tidak tahu harus melakukan apa lagi. Sesaat kemudian, sudut matanya melihat bibit bunga mawar dan beberapa jenis yang lain tergeletak didalam wadah.
"Apa itu untuk ditanam?" Tanyanya polos.
"Tentu saja, maka dari itu aku memotong rumput liarnya terlebih dahulu."
"Bolehkah aku membantu?!" Nadanya terdengar antusias, dan Taehyung bahkan meloncat-loncatkan kakinya tak sabaran.
"Well, jika kau memaksa."
•
•
•
Taehyung berhasil menanam bunga-bunga itu hingga waktu menjelang sore hari, dengan dibantu pak tua Song tentu saja hal itu bukanlah masalah besar. Tetapi yang jadi masalah kali ini adalah, wajah dan beberapa bagian tubuh Taehyung yang terkena tanah membuatnya terkena teguran dari Yugyeom.
Selama ia berada dirumah ini, pria itu selalu berlaku sopan dan ketika sedang kesal pun Yugyeom sangat baik memainkan perannya.
Setelah melihat kilasan tayangan berita di televisi Taehyung menjadi anak keras kepala yang tidak mau mandi.
Tapi untuk apa anak seumurnya merasa tertarik dengan tayangan berita yang tak biasanya mereka sukai? Alasannya, tentu saja Jeon Jungkook. Ia melihat tuan nya menjadi salah satu hot news di acara gosip, Jungkook yang seorang jutawan muda tengah merangkul aktris pendatang baru yang sedang naik daun. Itulah yang Taehyung dengar. Kemudian Yugyeom malah mematikan TV dan memarahinya karena tubuh Taehyung yang kotor bukan main.
"Begini saja." Kata Yugyeom sambil menatap tubuh kecil penuh tanah dihadapannya, termangu dengan tatapan tanpa dosa bahkan setelah kakinya mengotori lantai pualam yang sebelumnya terlihat amat bening. "Bagaimana jika anda pergi kekamar dan mandi, ini sama sekali bukan berita penting tuan dan aku akan tetap bersikap sopan."
Taehyung merengut, ia ingin segera meraih remote TV yang ada dibelakang punggung Yugyeom, tergeletak diatas kepala sofa. Tadi ia sama sekali belum melihat semuanya, Taehyung hanya ingin meyakinkan jika itu memang bukan Jungkook.
"Aku ingin lihat!" Tanpa Yugyeom prediksi sebelumnya, Taehyung pun berlari kencang kearah belakang, pria itu tentu saja terkejut dan setelah Taehyung mendapatkan remote nya, dengan cepat pula pria dibelakangnya melingkarkan lengan diperut Taehyung, lalu mengangkat dan berjalan sambil menggendong Taehyung yang masih berusaha menyalakan TV.
"Kau harus mandi dulu!" Tidak formal, dan itu tanda Yugyeom mulai kesal.
"Aku tidak mau mandi!" Taehyung menendang-nendang udara, tidak brutal namun itu mampu membuat tubuhnya berguncang.
'PLIP'
TV pun menyala dan masih dengan channel yang sama, Taehyung berusaha untuk terfokus pada berita gosip yang ternyata masih berlanjut. Sedangkan Yugyeom terus menaiki tangga menuju lantai dua.
Disana, ia melihat beberapa jepretan foto Jungkook bersama seorang gadis. Mereka nampak baru saja selesai melakukan makan siang bersama. Keduanya terlihat sangat dekat, dengan gadis yang digosipkan bersamanya merengkuh kepala Jungkook, mereka tidak saling berpelukan. Hanya saja perempuan itu kelihatan ingin selalu dekat dengan Jungkook, dan untuk pertama kalinya Taehyung merasakan patah hati.
•
•
•
Jungkook pulang kerumah setelah waktu menunjunjukkan pukul lima sore, ia tidak langsung pergi kekamar bahkan hanya untuk mengganti baju sekalipun. Pria itu malah melangkah kedalam ruang kerjanya, kembali mengerjakan berkas yang sempat ia abaikan.
Sialan untuk masalah hari ini, sialan juga untuk rasa pening dikepalanya.
Sialan berkas-berkas ini!
'KLIK'
Jungkook mendongkak setelah mendengar suara pintu yang dibuka, nampak diambang pintu sana Taehyung tengah berdiri sembari menatapnya dengan ekspresi tak terbaca.
Ia memasuki ruangan dengan kepala tertunduk, membuat Jungkook mengernyitkan alis melihat hal tersebut.
"Taehyung, ada apa?" Setelah Jungkook bertanya dengan suara serak, Taehyung pun mendongakkan kepalanya dengan mata berkaca. Melihat itu, Jungkook segera menegakkan posisi duduknya. Ia mengulurkan tangan ketika Taehyung sudah ada dalam jangkauannya.
Jungkook mendapatkan Taehyung dalam genggaman tangannya, kemudian ia menarik Taehyung untuk lebih mendekat kearahnya. Dalam sekali renggutan Taehyung pun terayun untuk terduduk diatas paha Jungkook.
"Tuan..." Taehyung mengedip setelah menatap wajah pucat Jungkook, ia dapat merasakan kehangatan tak biasa di bawah telapak tangannya. Lengan berotot Jungkook terasa sangat hangat. "Aku tahu, aku tidak seharusnya begini."
Jungkook mengernyit. "Apa yang kau ingin coba katakan?" Ia mulai mengelusi paha mulus Taehyung dengan telapak tangan hangatnya, sungguh tipe pria oportunis sialan. Apalagi ketika Taehyung sedang menggunakan pakaian yang mudah dilepas seperti celana pendek itu.
"Aku ingin minta maaf... Aku sangat menyesal.." Taehyung bergumam sambil perlahan-lahan berusaha menghindar dari ciuman Jungkook, tak berhasil mendapatkan bibir Taehyung, ia beralih mengecupi pipi dan leher bocah kecil nya.
"Jangan dipikirkan.." Kata Jungkook sambil terus melakukan kecupan.
Taehyung mengernyit, ia memberanikan diri mengalungkan tangan dileher Jungkook. Terasa hangat yang berlebihan lagi.
Jungkook menegakkan kepalanya sambil mencuri kecupan dari Taehyung.
"Orang seperti apa yang tuan sukai?"
"Kenapa kau menanyakan hal itu?"
"Aku sudah jadi anak nakal, aku ingin jadi anak baik mulai hari ini."
Jungkook tergelak mendengar jawaban polos itu, Taehyung benar-benar murni dan ia sangat menyukai tatapan tak berdosa yang mampu membangkitkan gairahnya seketika.
"Kau benar-benar ingin tahu?"
Taehyung pun mengangguk, benar-benar tidak menyadari kilatan mata penuh kebutuhan dari Jungkook.
"Well, Taehyung, sebelum itu. Bukankah anak nakal harus dihukum?"
"Uh, t-tapi.. Tuan, kau sedang sakit.." Taehyung menunduk ketika Jungkook memajukan wajah untuk meraup bibirnya, ia memang merasa sedikit pusing namun ini adalah sakit yang lain. Ya, Jungkook sakit karena menginginkan Taehyung.
"Kalau begitu, mari saling berbagi rasa sakit."
•
•
•
Taehyung kembali terlentang diatas ranjang king size Jungkook, meremat sprei sekuat tenaga sambil melenguh dengan tubuh yang sudah benar-benar polos. Sedangkan Jungkook berada diatasnya, tak jauh berbeda. Mendorong dirinya jauh semakin dalam dan cepat, meskipun kini suhu tubuhnya hampir membakar Taehyung hidup-hidup.
Kejantanan tebal panas nya kini malah lebih panas akibat demam kecil yang menyerang Jungkook. Keringat bercucuran tanpa mampu dikomando, dari tatapannya yang mulai mengabur Jungkook dapat melihat goresan dan ruam merah disekitar leher dan tubuh Taehyung. Ia meraup bibir didepannya tanpa tanggung, membuat si kecil Kim semakin mengerang nikmat dengan tumbukan liarnya.
Dalam percintaan mereka, biasanya Jungkook akan bertanya apa yang Taehyung inginkan, namun kali ini akibat rasa pening yang terus menerus menusuk kepalanya. Jungkook tak melakukan komunikasi apapun dengan Taehyung, kendati demikian gelombang gairah yang ia rasakan untuk Taehyung luar biasa besar. Hingga dalam keadaan seperti ini pun ia tetap bersikeras menginginkan Taehyung berada dibawah kuasanya.
"Akh! Akh! Daddy!" Taehyung mendesah sambil memeluk tubuh membara Jungkook, ia merasa nikmat luar biasa ketika Taehyung akhirnya mencapai puncak. Bocah itu menegang dan dengan sekaligus rektumnya pun mengetat, tepat memeras kejantanan tebal Jungkook yang sudah mulai berkedut sejak tadi.
"Baby..." Jungkook merintih, ia mengulum daun telinga Taehyung untuk membagi rasa nikmat yang Ia derita. Tak pernah sebelumnya Taehyung mendengar rintihan Jungkook yang begitu erotis seperti ini dan ia memanggilnya dengan sebutan itu lagi. Membuat Taehyung semakin gencar mengetatkan jalan masuknya.
"Daddy! Aku menginginkanmu- ahh! Jangan tinggalka- ah! Ahh!" Taehyung mencoba menggigit bibirnya ketika desahan terus keluar, kakinya melilit pinggul sambil tangannya mencakar bahu Jungkook dari belakang.
"OH!" Akhirnya Jungkook melenguh panjang, penglihatannya memutih lalu hilang, dan gelenyar rasa dingin seperti membungkus tulang belakang hingga kepalanya. Sulit dipercaya jika ia baru saja kehilangan penglihatannya untuk sesaat akibat klimaks hebat saat sedang demam. Oh ya, lain kali ia harus mencobanya lagi.
Jungkook ambruk, ia bahkan tidak dapat menahan bobotnya sendiri. Hingga dengan terpaksa lebih memilih untuk menggulingkan diri sebelum ia benar-benar menimpa Taehyung. Penyatuan mereka pun terlepas dengan desisan kecil dari yang tercantik.
Beberapa saat kemudian Jungkook tidak terbangun dari colapse nya, dan Taehyung melihat ujung kondom yang terisi penuh dibawah sana.
Dengan sedikit inisiatif kecil, ia melepas benda itu hati-hati, sebisa mungkin untuk tidak mengubris Jungkook yang nampak telah dikalahkan oleh demam dan rasa lelahnya sendiri.
Tubuh besar itu tergeletak lemah diatas kasur ketika Taehyung menjatuhkan benda penuh cairan putih tersebut kedalam tong sampah. Sama seperti yang pernah Jungkook lakukan saat diruang kerjanya waktu lalu, Taehyung pun membungkusnya dulu dengan tissue.
Setelah melempar tissue lain kedalam tong sampah Taehyung pun kembali berjalan menuju Jungkook, yang satu itu bekas membersihkan cairannya sendiri.
Langkahnya gemetar, karena perasaan keluar masuk itu masih terasa jelas diselangkangannya.
Sesaat kemudian, Taehyung telah kembali dalam pelukan Jungkook, dan pria ini masih juga terasa panas.
Astaga, sedang sakit saja nafsunya benar-benar besar. Kendati Taehyung sangat senang dengan itu, karena meskipun Jungkook menemui seorang gadis diluar sana. Ia akan tetap pulang untuk Taehyung. Rasa cemburu yang tadi menelusup pun perlahan hilang dan tergantikan dengan rasa lelah yang luar biasa. Masa bodoh jika mereka akan melewatkan makan malam, Taehyung sangat lelah dan nampaknya Jungkook juga membutuhkan istirahat.
•
•
•
Awalnya Taehyung tidak bermimpi sama sekali dalam tidurnya yang lelap, namun perlahan ia mulai terbangun setelah erangan penuh rasa sakit itu tertangkap di pendengarannya. Setelah semuanya kembali sunyi, ia hampir saja kembali tertidur namun geraman tersiksa itu malah membuat Taehyung terperanjat kaget.
Ia membuka matanya saat suasana ruangan setengah gelap, dan Taehyung menoleh ke arah Jungkook ketika desahan itu kembali terdengar.
Oh, astaga.
Disana, ia melihat Jungkook tengah mati-matian melawan rasa sakit tak nyata nya. Tubuh penuh keringat, mata tertutup dan kedua tangan yang meremas sprei seakan benda tersebut hampir sobek karenanya.
"Arrgh! Cukup! Hentikan!"
Taehyung panik mendengarnya. Ia dapat melihat urat-urat tendon dileher dan lengan Jungkook bermunculan akibat menahan rasa sakit dari alam bawah sadarnya. Dia bermimpi buruk dan Taehyung segera keluar dari selimut lalu menyambar kemeja Jungkook untuk ia kenakan. Kemudian mencoba membangunkan pria itu sambil memanggil namanya.
"Tuan! Tuan bangun! Jungkook!" Taehyung malah semakin ketakutan ketika Jungkook mulai menggeliat agresif diatas tempat tidur. Bocah itu memundurkan langkah, ia sama sekali tidak tega melihatnya. Sesuatu yang Jungkook mimpikan, pasti sangatlah buruk.
"Hentikan! Sialan- AKH! Sakit!"
"Jungkook..." Taehyung mulai menangis ketika Jungkook nampak terisak dalam tidurnya.
Takut semakin parah, Taehyung pun berlari keluar sambil berteriak.
"YUGYEOM!"
.
.
TBC
Pasti bosen kan? XD Ell update agak cepet karena takut gk bisa ngetik dulu, karena hp ku rusak )):
Makasih buat readers yang baik hati, udah pada sempetin review ff yg belum seberapa ini xD
Ell gk bisa balas satu persatu, tapi tetap ell baca semua kok.. Review unik dan lucu sungguh sangat membangun..xD
Buat yang penasaran umur JK brp, sudah dijelaskan ya dia berapa tahun skrng xD yang didalam ruang kerja JK siapa coba? Tuh udah dikasih tau marganya, xD
Soal mpreg karena ell jarang baca ff yaoi mpreg jadinya enggak tahu harus bikin gimana xD
Tapi, tetet hamil gk yah? XD kasihan anak kecil masa hamil haha
Oya, yang belum kenal, just call me Ell ok?
Big love and thanks for : Qoini || Sweetysour || aitaetae13 || yunitailfa || Noppn || namjinie || mjjujuw || autumnChoi || Kyunie || anomin || Park RinHyun-Uchiha || taekookseeker || Uozumi Han || Jeon97Kim || exohye || nochutae97 || VAlienKim95 || Y BigProb || mutianafsulm || arayasa || Viyomi || julianajeon97 || Vkook Trash || YoonSooJi || KimWeye || JiJiByugi || noonim || kkukikkuki || dazzlingR || KaiNieris || CrazyWooJinyoung || Ellegisnt
RNR JSY~
Btw, I'm 01Line
