Tap tap tap
Langkah kaki itu sedikit menggema di koridor panjang dengan banyak pintu di sisi kanan dan kirinya. Senandung pelan mengalun bersamaan dengan langkah kakinya yang terhenti di depan salah satu pintu yang berjajar di sepanjang lorong.
Room 407
Choi Siwon / Cho Kyuhyun
Ting tong
Sosok namja yang masih berdiri di depan pintu putih itu tersenyum sambil menatap kantong plastic yang sedang dibawanya.
"Mereka pasti suka dengan makanan ini~ Hihihi."
Ting tong
Namja itu menekan bel sekali lagi dengan raut muka yang berangsur-angsur berubah kesal saat pintu putih di depannya itu tidak kunjung terbuka.
Ting tong ting tong ting tong
"Aish! Kemana mereka, sih?" gerutu namja itu sambil menempelkan telinganya di pintu bercat putih itu. "Apa mereka tidak ada di―"
"…nnhh~ wonnieh~"
"…hh… Baby, kauh nikmathh se-sekalihh~"
"Akh~ fasterr… woniihh~"
Namja yang sejak tadi terus menggerutu sambil menekan bel pintu secara membabi buta itu kini terdiam. Wajahnya langsung saja merah padam dan beraura gelap. Sebelah alisnya berkedut aneh.
"Bisa-bisanya mereka ini!" desis namja bersurai hitam itu dengan mata berkilat menakutkan. "YA! Choi Siwon! Cho Kyuhyun! Apa kalian tidak punya otak, hah?! Berhenti berbuat―"
"Boojae, mengapa kau berteriak-teriak seperti itu?"
Namja yang sejak tadi berkutat di depan pintu itu kini berbalik secara tiba-tiba saat seorang namja lain memanggilnya. Kim Jaejoong seketika mengubah ekspresi galaknya saat sorot musang kekasihnya itu menatapnya bingung.
"Ah! Ti-tidak ada apa-apa!" ucap Jaejoong sambil memunggungi pintu yang entah apa yang terjadi dibaliknya.
Jung Yunho mengernyitkan dahinya bingung melihat kelakuaan kekasihnya yang bersikap aneh di depan pintu kamar yang akan mereka kunjungi itu.
"Suara teriakanmu sampai terdengar walau aku memakai headphone ini, Boo." ucap Yunho sambil melepas headphone putih besar yang sejak tadi bertengger di telinganya. "Apa yang―"
Sret
"JANGAN DILEPAS!"
Belum sempat headphone itu turun dari telinga Yunho, Jaejoong tiba-tiba menahan headphone yang sudah akan diturunkan Yunho dari telinganya itu. Namja musang itu semakin hanya menatap doe eyes di depannya dengan bingung.
"Kenapa?"
Jaejoong tersenyum sambil memasangkan kembali headphone itu ke telinga Yunho. "K-kau terlihat se-semakin tampan dengan headphone ini. Yeah! Semakin tampan!"
"Benarkah?" tanya Yunho sambil membenarkan letak headphone di telinganya sendiri.
"Benar! Ma-mana mungkin aku berbohong, Yunnieee~" Sahut Jaejoong masih memegangi kedua sisi headphone putih itu agar tetap menempel di telinga Yunho.
Namja cantik itu tidak mau suara-suara aneh di dalam kamar di belakangnya itu terdengar di telinga Yunho. Bisa-bisa kekasih pervertnya itu menerkamnya saat ini juga jika mendengar suara erotis yang dapat membangkitkan libido siapapun yang mendengarnya. Kim Jaejoong masih mau berjalan dengan lancar.
"Baiklah jika itu maumu, Chagi~" ucap Yunho sambil tersenyum nakal dan mulai meraih dagu Jaejoong untuk menciumnya, namun segera dihentikan Jaejoong dengan jitakan pelan di kepalanya.
Lihat, hanya dengan pujian kecil saja seorang Jung Yunho sudah bertindak nakal, batin Jaejoong masih berusaha melepaskan diri dari kekasih pervertnya. Sedangkan Yunho hanya bisa tertawa geli melihat kelakuan Jaejoong di depannya.
"Yasudah! Kita langsung masuk saja!"
"EEEHHH! Jangan!"
Lagi-lagi langkah Yunho dihentikan oleh Jaejoong, membuat namja bersorot musang itu menatap kekasihnya bingung.
"Se-sepertinya mereka tidak ada di dalam!" ucap Jaejoong cepat-cepat sambil merentangkan kedua tangannya di depan tubuh Yunho yang sudah akan mencapai pintu. Doe eyes-nya masih memastikan head phone putih besar itu terpasang di telinga Yunho.
"Darimana kau ta―"
"Sudahlah! Ayo pergi dari sini, Yunnie! Kita makan saja berdua di taman. Aku sudah sangat lapaaaar sekali~" sahut Jaejoong sebelum Yunho sempat menyelesaikan kalimatnya. Namja cantik itu segera saja mendorong punggung Yunho yang masih kebingungan untuk menjauhi kamar laknat itu.
"Kau ini aneh sekali~" ucap Yunho yang memilih menuruti permintaan Jaejoong yang masih mendorong punggunya dari belakang. Jaejoong hanya tersenyum kaku sambil mengumpat dalam hati menatap pintu kamar 407 di belakangnya.
…
WONKYU "M" STORY
Chapter 9: LOST
Based on the Comic by Haruka Minami
Genre: Romance
Rating: M
Cast/Pair: WONKYU slight YUNJAE
Warning: YAOI, BL, OOC, TYPO
Summary:
"Satu ronde saja, I promise."/"Mendesahlah, Baby. Mendesahlah dengan menyebut namaku~"/"Tentu saja dia ikut. Kalian ini kan sepaket!"/"Kyuhyun menghilang dan aku belum bisa menemukannya!"/"Halo, manis. Sendirian di tempat seperti ini?"/"Shim Changmin!"/"LEPASKAN! LEPAS-KAN AKU BRENGSEK! AKH!"/Wonkyu dan Yunjae kembali dengan cerita yang berbeda. Enjoy it!
DON'T LIKE DON'T READ
BabyWonKyu proudly presents
_Wonkyu_
Sinar matahari oranye itu bersinar redup. Awan-awan mendung sedikit menutupinya dan panasnya berkurang. Berkas-berkas sinar itu menyusup masuk ke sebuah ruangan dengan jendela kaca minimalisnya, menyinari segalanya yang ada di dalammya.
"Baby…"
Tangan besar itu membelai kulit putih halus dihadapannya. Sedangan tangan yang lainnya berusaha menjamah surai ikal coklat yang sedikit lembab itu.
"Bagaimana jika setelah ini kita makan?"
"Hmm."
Choi Siwon tersenyum sembari mengeratkan dekapannya kepada tubuh indah di depannya itu. Kulit halus itu terasa halus ketika bersentuhan dengan miliknya.
"Kau mau makan dimana, Babykyu?"
"Dimana saja asal kau mau mengeluarkan 'milikmu' dari tubuhku, Choi Siwon!"
Cho Kyuhyun hanya bisa mendengus lemah sambil menggeliat pelan di antara lengan kekar yang masih memerangkap tubuh polosnya.
Ya, pasangan fenomenal kita ini baru saja menyelesaikan kegiatan 'olahraga pagi' ala mereka. Semenjak mereka tinggal sekamar, sang seme terus saja mengerjai sang uke yang hanya bisa pasrah. Pada akhirnya kenikmatannya mereka rasakan bersama. Saling memberi itu tidak buruk kan?
"Tidak mau. Lagipula, begini lebih hangat." Sahut Siwon sambil mendekatkan tubuhnya ke arah tubuh indah yang masih dipeluknya.
"Akhh~ Wonnie! Jangan bergeraaakhh ahh~"
Siwon menyeringai begitu desahan lembut itu mengalun bagaikan simfoni indah di telinganya, membuat 'sesuatu' yang tadi sudah tidur kini bangun lagi.
"Wonnnieeh? Ahh~" desah Kyuhyun sambil menatap horror iris kelam di belakangnya. Yang ditatap hanya menyeringai sambil mulai mendaratkan kecupan-kecupan di leher belakang Kyuhyun.
"Sekali saja, Baby~" sahut Siwon sambil meraup bibir pink menggoda yang kembali mendesah itu, "Satu ronde saja, I promise."
Kyuhyun hanya bisa memutar mata lelah dan pada akhirnya mengangguk. Mendapat lampu hijau, Siwon segera membalik tubuh putih tanpa cacat itu hingga posisi menungging. Namun karena persendian Kyuhyun yang sudah terlalu lemah dan lelah karena telah melakukan 'ini' semalaman hingga hampir menjelang pagi. Jadilah tubuhnya hanya bisa ambruk tengkurap dengan dada menempel sepenuhnya ke ranjang.
"Akhh~ Wonniehh~ Ahhh!"
Siwon semakin bersemangat menggerakkan juniornya menumbuk lubang yang selalu saja terasa sempit itu. Sesekali namja tampan itu meraih junior imut di bawahnya dan meremasnya lembut hingga membuat pemiliknya semakin mendesah hebat.
"Baby~ Kau nikmathh~ Ohh~"
"Ah ah Wonnieeh~ Di-disana ahh akh ahhmmptt―"
Desahan sexy itu terputus saat Siwon membungkap bibir menggoda itu dengan ciuman panas yang basah. Kini Siwon yang hanya bertumpu salah satu sikunya itu, meraup bibir Kyuhyun yang tubuhnya masih tersentak-sentak karena tusukan brutalnya. Sebelah lengan Siwon memeluk dada Kyuhyun dan mencari tonjolan kecil disana. Memilinnya dengan gerakan seduktif yang semakin membuat desahan yang tertahan ciumannya itu semakin keras.
Kriet kriet kriet
"Emmph emmph!"
Bahkan bunyi ranjang itu sudah memenuhi ruangan itu sejak tadi malam, sama sekali tidak mengganggu kegiatan mereka. Hal itu semakin meningkatkan libido mereka untuk terus mencapai puncak kenikmatan.
Setelah beberapa tusukan yang dalam, Siwon menghentikan gerakannya dan melepaskan ciumannya. Kyuhyun hanya bisa terengah masih bertahan di posisinya semula. Namja manis itu terlalu lelah bahkan hanya untuk bergerak.
Siwon tersenyum melihat sosok indah di bawahnya. Perlahan dibaliknya posisi Kyuhyun menjadi terlentang tanpa melepaskan junior supernya dari lubang merah muda yang terus berkedut itu. Ketika tubuh Kyuhyun sudah terlentang menghadapnya, masih dengan nafas terengah dan sorot sayunya, Siwon mengangkat kaki-kaki jenjang itu dan melingkarkannya di pinggangnya. Membuat juniornya semakin melesak ke dalam lubang sempit yang selalu membuatnya gila itu.
"Uhh~ Akhh ahh ah ah W-wonie! Ah ah!"
"Mendesahlah, Baby. Mendesahlah dengan menyebut namaku~" ucap Siwon sambil terus menggerakkan tubuhnya untuk memuaskan namja manis yang masih saja mendesah di bawahnya. Tangannya yang bebas segera memanjakan junior Kyuhyunnya dan tangan yang lain sibuk memilin-milin tonjolan merah muda di dada mulus di bawahnya, sedangkan bibirnya sibuk mengecupi semua yangada di wajah Kyuhyun.
Tidak ada yang terlewat dari seorang singa lapar bernama Choi Siwon.
"W-wonnie, ak-aku akaanh―Ahhmmpt!"
Dan suara-suara itu terus terdengar selama pintu ruang 407 itu masih tertutup sempurna.
Lucky Siwon or poor Kyuhyun?
_Wonkyu_
"Hei, singkirkan lenganmu! Aku tidak bisa melihatnya pabbo!"
"Diamlah! Waktu kita hampir habis menyalin PR sialan ini!"
Rutinitas biasa mahasiswa masa sekarang. Menyalin pekerjaan rumah milik teman. Mungkin hal itutidak apa-apa jika dilakukan minimal sehari sebelum pengumpulan, tapi mahasiswa-mahasiswa 'rajin' itu lebih suka menyalin pada menit-menit dan detik-detik terakhir.
"CHO KYUHYUN!"
Suasana gaduh di ruang kuliah itu mendadak hening ketika suara melengking itu membahana. Semua mata memandang sesosok namja cantik yang berdiri di ambang pintu dengan wajah galaknya.
"Jae-jaejoong s-sunbae?"
Tap tap tap
Kim Jaejoong hanya berjalan angkuh menuju salah satu bangku yang ada di sudut ruangan. Beberapa pasang mata menatapnya dengan berbagai ekspresi.
"Hei, jika dilihat dari dekat, Jaejoong Sunbae memang terlihat cantik."
"Jangan bicara macam-macam! Kau mau dikuliti hidup-hidup oleh namjachingunya itu."
"Benar, Yunho sunbae sangat protektif kepadanya, bisa-bisa―"
"HEI, AKU DENGAR ITU!"
Semua bisik-bisik itu terhenti ketika suara nyaring itu kembali membahana di seisi kelas. Para mahasiswa itu mulai menunduk dan lebih memilih menlanjutkan kegiatannya―menyalin jawaban teman―lagi.
"Ya! Cho Kyuhyun, kau tidak mendengar panggilanku, huh?!"
Jaejoong hanya memutar bola matanya jengah saat namja yang diajaknya bicara hanya menggeleng pelan masih menumpukan kepalanya di mejanya sambil membelakanginya. Setelah menyeret sebuah kursi kosong dan duduk di samping namja yang sudah ia anggap dongsaengnya sendiri itu, Jaejoong mulai ikut menumpukan kepalanya di meja yang sama.
"Kenapa? Lelah karena bermain 'this and that' semalaman penuh dan ditambah ekstra pagi yang 'panas'?" bisik Jaejoong sambil memberi tekanan di setiap kata-katanya.
Cho Kyuhyun hanya mengangguk dan masih bertahan di posisinya. Namja manis itu terlalu lelah walau hanya untuk mengeluarkan sepatah kata. Bisa-bisanya Siwon mengerjainya habis-habisan hingga beberapa menit sebelum kelas dimulai. Padahal namjachingunya itu sudah berjanji hanya berbamin satu ronde dengannya, tapi…
"Sudah kuduga! Kalian ini sama saja! Mungkin lebih baik jika kau sekamar saja dengan―"
"Ya! Jae Hyung! Kau juga sering melakukannya dengan Yunho Hyung. Bahkan kalian melakukannya di toilet kammmptt―"
Kalimat Kyuhyun terhenti begitu Jaejoong mencekalnya dan membekap mulutnya. Tentu saja Kyuhyun meronta, dan Jaejoong, namja cantik itu tentu saja malu dengan muka merah padam. Apalagi Kyuhyun tadi berkata dengan nada yang cukup keras walau tidak mungkin di dengar oleh seluruh kelas. Beberapa mahasiswa disana menatap mereka yang masih saling bergulat dengan tatapan geli.
"Kau ini, jangan bicara keras-keras, pabbo!" umpat Jaejoong setelah melepaskan bekapannya kepada Kyuhyun.
"Kau yang mulai, Hyung! Aish!" sahut Kyuhyun sambil melanjutkan acara bermalasannya dengan menumpukan kepalanya di atas meja.
"Tadi padi pagi aku ke kamar kalian―"
"Jinjja?! Lalu?" ucap Kyuhyun tiba-tiba sambil menegakkan kembali kepalanya dan menatap Jaejoong yang masih cemberut di sampingnya.
"Lalu apanya?! Tentu saja aku harus bersusah payah menyelamatkan Yunho dari sana secepatnya!"
"HAHAHAHA!"
Tawa Kyuhyun meledak begitu Jaejoong menyelesaikan kalimatnya. Sedangkan Jaejoong hanya bisa menatapnya galak dengan kedua tangan siap membekap mulut dongsaengnya itu sekali lagi jika saja Kyuhyun tidak segera menghentikan tawanya.
"Menyelamatkan cara berjalanmu, begitu maksudmu, Hyung? Hehehe." Kyuhyun buru-buru menampahkan tawa damai di akhir kalimat setelah melihat aura gelap di sekeliling Jaejoong.
Jaejoong hanya bisa mendengus kesal sambil memandangi hoobae-hoobaenya yang masih sibuk menyalin PR di depannya. Beberapa masih sempat-sempatnya mencuri pandang kearahnya dan dengan senang hati ia hadiahi death glare gratis ala Kim Jaejoong.
"Kau tidak menyalin seperti mereka?"
Kyuhyun hanya menggeleng sambil berusaha meletakkan kepalanya di meja lagi.
"Wae?"
"Yang mereka salin itu milikku, Hyung."
Jaejoong tersenyum sambil mulai mengacak-acaksurai ikal coklat itu. Membuat pemiliknya menggerutu kesal.
"Itu baru Dongsaengku yang pintar~"
"Siwon Hyung yang mengerjakannya untukku."
Senyum Jaejoong menghilang dan tergantikan dengan wajah cemberut yang terlihat galak.
"Siang ini Yunnie mengajak kita keluar untuk negosisasi dengan salah satu sponsor kegiatan kampus kita." Ucap Jaejoong sambil menyandarkan badannya di kursi sambil meregangkan kedua tangannya ke udara.
"Kita? Apa Siwonnie―"
"Tentu saja dia ikut. Kalian ini kan sepaket!"
Selanjutnya yang terdengar hanya pekikan senang Kyuhyun dan suara gerutuan Jaejoong yang mengiringi acara 'menyalin jawaban' mahasiswa-mahasiswa tingkat pertama SM University itu.
_Wonkyu_
"Ya, Siwon-ah! Dimana tadi kau tinggalkan mereka?"
"Tadi aku suruh untuk menunggu disini, Hyung."
"Aish! Kenapa Boojae mematikan handphone-nya~"
Saat ini kedua namja tampan kita ini sedang bingung di depan salah satu café di pusat Seoul. Sudah beberapa puluh menit lamanya mereka berdiri disana menunggu kekasih mereka masing-masing. Awalnya mereka menyuruh kekasih masing-masing untuk menunggu di café ini sementara mereka bernegosiasi dengan pihak sponsor. Namun, setelah beberapa jam kemudian, namja-namja manis itu sudah tidak ada di tempat.
"Uhm… permisi nona, apa kau melihat dua namja ini disini?"
Pertanyaan ramah Yunho hanya dibalas dengan tatapan kagum yeoja yang ada di depannya, sementara Siwon hanya tersenyum ramah yang membuat beberapa beberapa yeoja yang bisa dipastikan adalah teman yeoja pertama tadi terpesona.
"Tidak, Oppa. Mengapa kalian tidak duduk dan mengobrol dulu bersama kami?" ucap salah satu yeoja tadi sambil mengamit lengan Yunho dan Siwon dengan manja.
"Maaf nona, kami harus pergi seka―"
"Oh~ Sepertinya asyik sekali mengobrolnya hingga lupa kepada kami, hmm?"
Perkataan Siwon terhenti ketika sebuah suara bernada dingin menyapa pendengarannya. Yunho yang masih berusaha melepas pegangan yeoja yang ada disampingnya mulai membeku di tempatnya. Sedangkan Jaejoong hanya berdiri angkuh dengan kedua tangan terlipat diatas dadanya.
"Boojae! Kau darimana saja? Kami mencarimu dari tadi~"
Pertanyaan Yunho hanya dibalas dengan death glare oleh Jaejoong. Kejadian di café tadi membuat suasana hati namja cantik namun galak itu menjadi buruk.
"Bukan urusanmu!" sahut Jaejoong sambil menyentakkan tangan Yunho di lengannya kemudian memilih berdiri di samping Siwon.
"Boojae~"
"Jae Hyung, dimana Kyuhyun?" tanya Siwon yang sejak tadi tidak melihat kekasih manisnya itu bersama Jaejoong.
Jaejoong yang awalnya cemberut kini berubah mimic wajah seketika menjadi terkejut begitu Siwon menyebut nama Kyuhyun.
"Omo! Siwon-ah, tadi aku dan Kyuhyun berkunjung ke game center tapi kemudian aku keluar sebentar untuk membeli minum dan setelah aku kembali Kyuhyun sudah tidak ada di tempatnya dan setelah aku cari ke seluruh game center aku tetap tidak bisa menemukannya!"
Siwon dan Yunho hanya saling menatap setelah mendengar kalimat panjang dan cepat yang diucapkan Jaejoong.
"Apa maksud―"
"Kalian berdua ini Pabbo!" seru Jaejoong sambil mengusap wajahnya kasar, "Kyuhyun menghilang dan aku belum bisa menemukannya!"
"APA?!"
_Wonkyu_
Crash
Rintik-rintik hujan mulai membasahi jalanan utama Seoul. Beberapa pejelan kaki yang tadinya berjalan santai kini mulai berlarian menuju tempat yang tidak terkena guyuran hujan yang semakin lebat.
Drap drap drap
"Oh sial, dingin sekali!"
Cho Kyuhyun menggosokkan kedua telapak tangannya sesaat setelah tubuhnya yang sedikit basah dinaungi oleh atap salah satu bangunan toko yang sudah tutup itu.
Sudah sejak berjam-jam yang lalu ia menyusuri jalan di sekitar game center yang tadi dikunjunginya untuk menemukan Jaejoong yang katanya hanya keluar sebentar untuk membeli minuman. Tapi setelah menunggu beberapa lama, Jaejoong belum juga kembali. Maka ia memutuskan untuk menyusul Jaejoong sekalian untuk membeli makanan. Namun beginilah akhirnya, sekian lama tidak berjalan di kota kelahirannya sendirian, membuatnya lupa dan buta jalan sama sekali.
Dan sekarang dirinya tersesat. Tanpa alat komunikasi dan uang.
Kriuuk
"Ck! Aku lapaaar~ Jae Hyung, kau dimana sih?!"
Hujan masih belum berhenti di tempat itu, bahkan semakin deras. Suhu udara yang dingin juga membuat Kyuhyun semakin menggigil. Namja manis itu mulai berjongkok dan memeluk lututnya sendiri untuk mengurangi dingin yang menjalar ke semua tubuhnya. Bagaimana tidak kedinginan jika ia hanya menggunakan kemeja kampus yang tipis, sedangkan blazernya sudah basah kuyup terena hujan ketika ia gunakan sebagai payung saat hujan semakin deras tadi.
"Siwonnie~" ucap Kyuhyun lirih di sela-sela suara derasnya hujan yang semakin lebat.
Tap tap tap
Suara langkah kaki itu membuat Kyuhyun yang tadi melamunkan Siwon menolehkan kepalanya kesamping. Langkah kaki itu semakin mendekat dan membuat Kyuhyun menegakkan tubuhnya.
"Siwon Hyung?"
Senyum Kyuhyun sudah mengembang saat sosok tinggi itu mendekat kearahnya. Keadaan jalan yang gelap dan hujan lebat membuat rupa sosok itu tidak terlihat begitu jelas.
Postur tubuh itu mirip sekali dengan Siwon, Kyuhyun sudah akan menerjang dan memeluk tubuh itu sesaat sebelum beberapa langkah kaki yang lain di belakang sosok 'Siwon' itu.
"Nugu?" ucap Kyuhyun lagi sambil berdiri agar bisa melihat gerombolan orang di depannya.
Bunyi tawa dan beberapa celotehan membuatnya yakin bahwa sosok tadi bukanlah Siwon.
"Halo, manis. Sendirian di tempat seperti ini?"
Deg
_Wonkyu_
Brak
"Siwon, tenanglah! Kita pasti menemukan Kyuhyun!" seru Yunho sambil terus mengikuti langkah SIwon di salah satu café 24 jam yang masih buka, "Kita tunggu sampai hujannya berhenti dulu."
"Tidak bisa! Aku tidak mungkin membiarkannya sendirian di luar sana, Yunho Hyung!" seru Siwon frustasi sambil berjalan mondar-mandir. Beberapa pengunjung café terlihat takut melihat tingkahnya.
Yunho menghela nafas panjang dan mulai mendudukkan diri di salah satu bangku disana. Sedangkan Jaejoong hanya diam sambil menunduk. Terlihat sekali namja cantik itu habis menangis dari kedua matanya yang membengkak.
Mereka bertiga sudah berkeliling mencari Kyuhyun. Namun setelah menghabiskan waktu berjam-jam hingga mendekati tengah malam, tidak ada hasil yang mereka peroleh. Ditambah lagi hujan yang terus mengguyur Seoul sejak tadi.
"Tenanglah. Kyuhyun sudah dewasa. Dia pasti bisa menjaga dirinya." Ucap Yunho putus asa sambil menatap SIwon yang sejak tadi terlihat kalut.
"Tenang?! Bagaimana aku bisa tenang? Ini sudah malam dan sedang hujan deras, Hyung. Ditambah lagi Kyuhyun tidak membawa handphone-nya dan uang sepeser pun!" seru Siwon sambil mengacak rambutnya frustasi, "Bagaimana jika dia kelaparan? Bagaimana jika ia kedinginan? Bagaimana jika ada perampok atau penjahat yang akan―AKH!"
Ucapan Siwon berhenti saat ia tidak mampu membayangkan hal buruk lainnya yang dapat menimpa kekasih manisnya.
"Mi-mianhae~ A-ku tidak bisa m-menjaganya dengan baik~ Hiks."
Yunho yang mendengar isakan kecil Jaejoong, segera memeluk kekasihnya yang tengah terisak itu. namja tampan bermata musang itu mengusap punggung Jaejoong yang mulai bergetar.
"Tenanglah, Boo. Kyuhyun juga dongsaengku. Aku yakin dia pasti bisa menjaga diri diluar sana. Aku yakin." Ucap Yunho sambil menatap Siwon masih terlihat paling panik.
Ting
Bel café itu berbunyi bersamaan dengan dua orang yang masuk ke dalam café itu.
"Wah~ sepertinya ada yang sedang melakukan pertemuan rahasia diluar jam kampus, ya?"
Sontak Yunho, Jaejoong dan Siwon menoleh ke asal suara yang sangat dikenalnya itu. Dan benar saja, namja tinggi yang sangat dikenalnya itu berdiri angkuh di hadapan mereka.
"Shim Changmin!"
_Wonkyu_
"Si-siapa kalian?!"
Kyuhyun memundurkan tubuhnya perlahan saat sosok-sosok di depannya semakin berjalan mendekatinya. Namja-namja di depannya ini sama sekali tidak dikenalnya dan terlihat sangat tidak baik di matanya. Terlihat dari penampilan mereka yang berantakan, tattoo memenuhi lengan-lengan besar mereka, dan botol minuman yang mereka bawa.
Minuman keras.
"Hai, manis. Kau terlihat kedinginan~" ucap salah satu dari mereka yang berambut botak dengan anting di hidungnya, "Mau kami beri kehangatan, hmm?"
"HAHAHAHA!"
"PERGI! JANGAN GANGGU AKU ATAU AKU AKAN―"
"Atau apa, cantik?! Mau memanggil polisi? Atau mau melawan kami?" sahut yang bertubuh gemuk sambil menyeringai mengamati Kyuhyun dari ujung rambut hingga ujung kaki. "Rupanya kau masih pelajar, hmm? Apa kau tersesat dari perjalanan pulang sekolah, Chagi~"
HAHAHAHA!
Kyuhyun semakin memundurkan tubuhnya hingga punggungnya menabrak tembok di sudut toko. Dengan jumlah orang sebanyak ini, mana mungkin dia bisa mengalahkannya. Beruntung Yunho sempat mengajarkannya seni bela diri beberapa tahun yang lalu, membuatnya sedikit bisa melawan. Namun jika sebanyak ini, ini bebar-benar diluar kemampuannya.
"Jangan mendekat!" desis Kyuhyun tertahan ketika salah satu dari preman itu menjangkau tubuhnya dan mencoba menariknya.
"Wow! Ternyata namja ini kuat juga, ya!" ucap yang berkepala botak ketika Kyuhyun menampik tangannya kasar.
Namja-namja itu tertawa lagi melihat ekspresi takut di wajah Kyuhyun. Beberapa diantara mereka mulai bergerak mengelilingi tubuh Kyuhyun yang sudah terpojok.
"Kemarilah! Kami akan bersikap lembut kepadamu jika kau menurut, manis."
Kyuhyun menggeleng cepat sambil mencari celah untuk kabur. Dan ketika di sisi kanannya terlihat longgar, ia berlari secepat yang ia bisa dan keluar menembus derasnya hujan. Namun…
Sret
Grep
Bruk
"Akh!"
"Sudah kami bilang, jika kau melawan, maka kau akan berakhir tragis malam ini, bocah!" ucap salah satu namja itu sesaat setelah membanting tubuh Kyuhyun kembali ke lantai emperan toko yang dingin.
"Lepaskan aku, brengsek―"
Plak
Tubuh Kyuhyun kembali tersungkur ke lantai saat tamparan itu mendarat di wajahnya. Bintang-bintang kecil memenuhi penglihatannya saat ia akan membuka mata. Dan sesaat sebelum ia sempat berdiri, sesosok tubuh menerjangnya dan berusaha menjamah wajahnya.
"LEPASKAN! LEPAS-KAN AKU BRENGSEK! AKH!"
Kyuhyun hanya bisa meronta semakin kuat ketika beberapa pasang tangan yang lain mulai menahan pergerakan tangan dan kakinya dan membuka kemejanya yang sudah berantakan. Sedang namja yang berada di atasnya mulai menciumi seluruh wajahnya.
"Le-paskan! K-kumohon! Le-pas!"
Bahan saat ini Kyuhyun sudah tidak bisa menebak berapa pasang tangan yang menjamah tubuhnya yang mulai terbuka disana-sini.
'Aku akan mati!'
"Hei, lepaskan dia, namja-namja tidak berguna!"
.
.
.
TBC
.
.
Akhirnya saya update juga FF ini.
Hope you all forgive me for the very late update ToT
Apa yang terjadi dengan Kyuhyun? Apa pula yang dilakukan Changmin disana? Dan siapa yang akan menolong Kyuhyun dari para penjahat itu?
Just wait for the next chapter^^
Gomawo telah menunggu WONKYU 'M' STORY. Tunggu update FF saya yang lain juga minggu depan ^^
Setiap review readers adalah sumber perbaikan bagi saya. Jadi jangan sungkan bila ada yang tidak ini murni BOYSLOVE/YAOI bukan GENDERSWITCH, dan main pair disini adalah WONKYU ^^
JUST FEEL FREE TO REVIEW^^
WonKyu is Love,
BabyWonKyu
