Suasana di dalam bus sangat sepi, karena sudah pukul 10 malam, festival juga belum selesai, jadi masih belum banyak yang meninggalkan acara festival untuk pulang. Didalam bus hanya ada supir dan tiga penumpang termasuk Sakura, Sakura pun duduk tenang sembari memeluk Teddy Bear pemberian Sasuke, namun keheningan memudar ketika lima orang penumpang memasuki bus, dan membuat keributan, ternyata perampokan bus. Tiga orang yang ada didalamnya pun panik, termasuk Sakura. Dia ketakutan dan hanya duduk merapat dekat jendela dan mempererat pelukan kepada Teddy Bear.
"semua yang ada disini jangan bergerak ! jika kalian bergerak sedetikpun kami akan melukai kalian !" ancam salah satunya lagi dari mereka.
"Sasori cari uangnya !" suruh salah satu perampok kepada temanya. Mendengar itu, Sakura terkejut. Dengan reflek dia berdiri untuk melihat perampoknya.
"Sasori!" teriak Sakura, yang kemudian diketahui para perompok lainya.
"jangan bergerak, atau kutembak !" kata salah satu perampok sambil menodongkan senjata api kearah Sakura dan diikuti perampok lain kecuali Sasori yang membeku dengan wajah terkejutnya.
Sasori kemudian berlari turun dari dalam bus, meninggalkan keempat temannya. Keempat temanya kaget dan mengalihkan pandangannya dari Sakura melihat Sasori yang lari, melihat kesempatan itu, Sakura ikut berlari keluar bus dari pintu belakang untuk mengejar Sasori.
"Sasori.. !!!" teriak Sakura sambil berlari cepat untuk mengejarnya. "Sasori, berhenti !!" teriaknya kembali, tanpa menyerah Sakura terus mengejar Sasori hingga membuatnya sampai disebuah gang gelap dan sempit, disana dia tidak menemukan Sasori justru menemukan gerombolan laki – laki yang sepertinya adalah preman-preman , mereka merokok dan bau aroma minuman keras. Takut akan terjadi sesuatu Sakura memutuskan untuk segera meninggalkan tempat itu, namun saat akan berbalik, dia telah dihadang, ditariknya lengan Sakura dari arah belakang sangat keras sehingga membuatnya lemas dan pandanganya terlihat kabur dan berkunang karena membentur tembok, Sakura hanya pasrah apa yang akan terjadi ketika dia pingsan nanti. Perlahan matanya mulai meredup dan Sakura jatuh pingsan.
Tak.. tak .. tak
Terdengar langkah kaki di telinga Sakura yang mulai membuka matanya perlahan, dia melihat sepanjang pohon momiji yang bergerak. Tubuhnya terasa lemas dan melayang.
"kau sudah sadar ?" kata Sasori yang sedang menggendong Sakura dipunggungnya. Mereka berjalan disepanjang trotoar.
"Sa-Sasori" ucap Sakura lirih.
"seharusnya kau tidak perlu mengejarku" kata Sasori.
"kenapa kau lakukan itu Sasori? itu tindakan tidak baik, dan jika ketahuan kau akan dipenjara" jelas Sakura masih dengan nada lirih dengan kepalanya berada dipundak Sasori.
"seharusnya kau sudah tahu kan aku ini orang seperti apa ? aku yakin Sasuke sudah mengingatkanmu"
"tapi aku tidak peduli. Kau itu sebenarnya orang yang baik" ucap Sakura. "walaupun aku sudah beberapa kali memergokimu mencopet" tambah Sakura
"benarkah ?, lalu kenapa kau bisa seyakin itu kalau aku itu orang baik ? bagaimana jika aku ini orang jahat ? tadi kau sudah melihatnya kalau aku merampok "
"karena aku percaya padamu dan buktinya kamu menyelamatkanku dari preman – preman itu" ucap Sakura masih kukuh.
"memangnya aku yang menyelamatkan kau ?" tanya Sasori pura – pura, menggoda Sakura dengan sedikit menyeringai.
"aku tahu itu pasti kau !" kata Sakura dengan yakin sambil memukul pelan punggung Sasori.
"haha, masa ? " kata Sasori masih menggoda.
"ya ya ya iya... ! hahaha kau masih saja tidak percaya padaku" kata Sakura sambil tertawa yang masih digendongan Sasoridisepanjang perjalanan.
"memang siapa kau, yang harus aku percayai?" tanya Sasori dengan nada bercandanya.
"..." tidak ada jawaban dari Sakura setelah beberapa menit, yang ternyata dia tertidur dipunggungnya.
Sasori yang melihatnya sembari tersenyum, "terima kasih sudah mempercayaiku." Kata Sasorisambil tersenyum memandang keatas langit malam meneruskan jalannya. "kau orang yang baik Sakura, tidak baik berteman dengan orang jahat sepertiku" kata Sasori bicara sendiri.
Teetttt…. Tetttttttt…
Setelah bel masuk berbunyi. "kabar gembira teman – teman, pelajaran hari ini kosong !" kata salah satu murid dikelas XI IPA 2. Sontak semua penghuni kelas bersorak gembira, tak terkecuali Sakura.
Mendengar kabar itu, Sakura memutuskan untuk pergi ke perpustakaan, disana pasti lebih menyenangkan karena ada Sasori.
Sampai diperpustakaan, dia tidak menemukan keberadaan Sasori yang biasanya duduk dipojokan dekat jendela sibuk berkutat dengan buku – buku perustakaan. Sakura menjadi kurang semangat, sekarang dia hanya duduk sendirian disana.
Sudah tiga hari, Sakura duduk sendiri di perpustakaan, dia merindukan Sasori yang mengajari pelajaran yang kurang dia pahami, ketika sedang ingin mengambil buku tebal dirak atas tiba – tiba sakitt kepalanya kambuh, sehingga reflek tangannya memegang kepala dan buku pastinya akan jatuh, Sakura yang langsung menyadarinya hanya bersiap menahan sakit yang kedua karena buku sambil meringis. Tapi buku itu tak kunjung menimpanya.
"berhati - hatilah" kata seseorang yang menangkap buku tebal itu sebelum jatuh menimpanya.
"Sas-Sasori!" kata Sakura dengan tersenyum gembira mengetahui bahwa dia bertemu Sasorikembali.
"hey …"
"kau kenapa tidak ditempat biasa ? sudah lama aku duduk sendiri disana" tanya Sakura dengan tatapan penasaran dan muka cemberut.
"dengar Sakura, ada sesuatu yang harus kau ketahui" ucap Sasori.
"apa ?" jawab Sakura. Tampak raut wajah Sasori sedikit ragu-ragu.
" Menjauhlah dariku, carilah teman lain" kata Sasori dengan tangan membelai pipi Sakura dengan lembut namun raut Sakura menampakan keterkejutan. "kau adalah gadis yang baik, tidak seharusnya kau berteman denganku seorang penjahat. Itu tidak baik untukmu" jelas Sasori.
Tiba – tiba Sakura menepis tangan Sasori, "tidak ! aku tidak mau, aku kan sudah bilang…"
"aku hanya tidak ingin kau terluka" kata Sasori memotong perkataan Sakura.
"aku tetap tidak mau, kenapa kau memakai alasan yang seperti itu. Aku tetap tidak mau !" ucap Sakura dengan teguh dan mantap. "kumohon jangan tinggalkan aku, hanya denganmu aku bisa tertawa" kata Sakura dengan mata yang berkaca – kaca. "aku sudah mengangapmu seorang kakak bagiku, daridulu aku ingin mempunyai seorang kakak yang selalu membantu mengerjakan PR, tugas, dan segalanya" jelas Sakura yang kini sudah meneteskan air mata.
Sasori terkejut mendengar penjelasan Sakura, tanpa pikir panjang Sasorikemudian menarik Sakura dalam pelukanya. "maafkan aku".
"jangan pernah menyuruhku untuk menjauh darimu"
"aku tidak bisa berjanji, Sakura" jawab Sasori. "aku tidak akan bisa berada disisimu terus"
"apa maksudmu ?" tanya Sakura yang sekarang terlepas dari pelukan Sasori.
"apa setiap hari harus disisimu ?" tanya Sasori bercanda.
"hah ! kau ini"
Tanpa mereka sadiri, ternyata mereka tidak berdua saja tapi ada sesorang yang melihat mereka berdua dari jarak jauh.
Terdengar suara dipengeras suara. "perhatian – perhatian, panggilan untuk semua murid kelas XI IPA 2 untuk menemui wali kelasnya di kelas XI IPA 2 segera"
"aku pergi dulu Sasori, janji tidak meninggalkan aku ?" tanya Sakura dengan jari kelingking diacungkan.
"tapi aku tidak bisa…."
"janji !"
"baiklah" jawab Sasori dengan pasrah menerima jari kelingking Sakura dan menautkanya.
Sakura pun pergi. Seperginya Sakura, ketika Sasori akan mengembalikan buku tebal tadi, dia menemukan pil obat dalam wadah kecil kemudian mengambilnya.
"apa yang kalian bicarakan ?"tanya seseorang tadi yang ternyata belum pergi dari tempatnya yang ternyata itu Sasuke.
"tidak ada" jawab Sasori dengan tersenyum. "kenapa ?"
"jangan dekati dia !"
" kau cemburu ?" tanya Sasori yang hanya dijawab Sasuke dengan diam. "aku tidak akan menjauhinya, tadinya aku bermaksud untuk menjauhinya, tapi dia yang mendekatiku" jelas Sasori dengan mendapatkan renspon Sasuke yang terkejut dan mengepalkan tangan kesal mendengar perkataan Sasori, "kau ingin tahu apa alasanya ?" sambil tersenyum, namun kemudian berubah seketika dengan raut yang serius. "dia sudah menanggap aku sebagai kakaknya" yang ditanggapi Sasuke dengan terkejut. "dia orang yang bisa benar – benar mempercayaiku, membuatku tidak bisa meninggakannya". "jangan khawatir, dia mencintaimu" Sasori menepuk pundak Sasuke seakan memberi keyakinan. "aku pikir kita bisa bekerja sama untuk melindunginya, tapi jangan lupa kewajibanmu" kata Sasori dengan sungguh – sungguh. Sasuke mengerti maksudnya, kemudian mengangguk dengan menampakan wajah lega, sudah mengetahui kebeSasuken.
"berjanjilah"
"aku berjanji" jawab Sasuke dengan yakin.
"hah ! Kenapa hidup itu begitu penuh janji dan tuntutan ya?." kata Sasori dengan nada ceria sambil tersenyum. "sudahlah kalau begitu, aku pergi dulu " Sasori melangkahkan kakinya. "oh aku lupa, ini. Berikan pada Sakura, aku pikir ini miliknya" Sasori kembali dan memberikan botol kecil berisi obat itu dan berbalik untuk melanjutkan jalanya.
'dengan begini aku bisa tenang, masih ada orang bisa melindungimu jika aku tidak ada disampingmu lagi' batin Sasorisaat dirinya berlalu dengan raut wajah datar tapi menampakan keseriusan.
Di Kelas
"besok adalah giliran kelas kita yang mengadakan studytour, diharapkan besok semua bisa pergi dan mempersiapkan, kita akan ke museum. Akan aku bagikan tiket ini satu orang satu" kata wali kelas XI IPA 2.
"ini tiket untuk Tayuya, Sakura. Ibu harapkan ibu dia bisa ikut ya?"
"terimakasih" Sakura menerima dua tiket.
Sesampai dirumah, Sakura memutuskan untuk langsung memberikan tiket itu kepada Tayuya, ketika sampai di depan pintu kamar Tayuya, Sakura mendengar suara benda – benda yang dilempar dan mengeluarkan suara benda pecah dan jatuh.
"aku masih ingin hidup…! Aku tidak mau mati ! huhuhu….."
Sakura membulatkan mata karena terkejut mendengar suara menangis itu dari dalam yang dia yakini itu suara Tayuya, yang kemudian diikuti suara benda jatuh yang dilempar secara sengaja. Sakura tidak bisa berbuat apa – apa, dia hanya diam berdiri di depan pintu kamar Tayuya.
'apakah semakin parah ? berarti ….' Batin Sakura dalam hati namun terputus karena Sakurat kepalanya kambuh lagi, dan rasanya semakin Sakurat dan dengan durasi yang setiap hari semakin lama. Sakura putuskan untuk memberikan tiket itu kepada bibi dan pergi kekamarnya.
Sesampai dikamar, masih dengan Sakurat kepalanya. Dia mencari obat yang biasa dia minum, tapi tidak menemukanya. Karena putus asa dia memutuskan untuk berbaring di tempat tidur.
'yaTuhan, jangan pisah orang yang aku sayangi dariku' ucah dalam hati Sakura yang kemudian jatuh kealam mimpi.
Tok… tok..
Bibi membukakan pintu, dan dihadapanya berdiri Sasuke. "Sasuke, mau bertemu dengan Tayuya ? ayo masuk" bibi mempersilahkan Sasuke masuh dengan ramah.
"maaf bi, Sasuke ingin mengembalikan obat ini, sepertinya punya Sakura" menyodorkan botol obat kecil itu kepada bibi sesampainya didalam rumah.
"kau menemukanya disekolah ? kapan itu?" tanya bibi setelah menerima botol obat itu namun dengan raut yang terkejut dan sedikit rasa khawatir.
"dua hari lalu, memang kenapa bibi ?"
"jadi Sakura tidak meminum obatnya dua hari lalu, kenapa tidak bilang pada bibi"
"memang Sakura sedang sakit ? Sakit apa bi?" tanya Sasuke yang ikut – ikutan khawatir.
"kau tidak tahu ? bibi pikir mereka sudah memberitahumu karena kamu temanya" tatap bibi kepada Sasuke dengan wajah penuh tanya.
"mereka tidak memberitahu apa – apa bi"
"mereka menderita penyakit leukimia"
"apa ?! tadi bibi bilang mereka, berarti Sakura dan Tayuya? Kenapa saya baru tahu" kata Sasuke terkejut dan tidak percaya.
"bibi juga terkejut karena kamu baru tahu Sasuke, beberapa tahun yang lalu mereka divonis hidupnya tinggal empat tahun lagi, apalagi sekarang Tayuya sedang sakit dan Sakura juga sekarang sering mengeluh sakit kepala, bibi takut sekali jika terjadi sesuatu" jelas bibi dengan raut sedih. "dan lagi mereka sudah saya anggap anak sendiri, semenjak kakak saya atau ibu dan dan ayah mereka meninggal kecelakaan" sangat jelas raut wajah bibi yang terlihat kehilangan. "dulu mereka adalah dua gadis yang ceria, tapi semenjak orang tua mereka meninggal, entah kenapa bibi merasakan hawa perang dingin antara mereka. Sasuke, bibi bisa minta tolong padamu ?" kemudian dibalas anggukan oleh Sasuke. "tolong cari tahu apa yang terjadi antara mereka berdua, bibi hanya ingin tahu saja, bibi tidak mau terus merasakan penasaran jika nantinya mereka memang harus pergi" ucap bibi. Sasuke yang mendengarnya membulatkan matanya terkejut.
"bagaimana dengan pengobatannya, kemoterapi atau transplantasi ?"
"mereka menolak untuk kemoterapi, dan sampai sekarang kami belum punya pendonor yang cocok untuk mereka" jawab bibi. "bibi tidak tau sampai kapan mereka menunggu"
Sasuke kemudian berdiri dari tempat ia duduk, sofa. "bibi, saya akan mencari tahunya, terima kasih sudah mengatakan ini padaku, sekarang saya sudah tahu. Sasuke pamit dulu" kata Sasuke dengan nada dengan tergesa.
"kamu tidak jadi menjenguk Tayuya ?"
"biarkan Tayuya istirahat bi, mungkin besok saya akan menjenguknya. Sasuke pamit bi" kemudian Sasuke melenggang pergi setelah berpamitan.
Sekarang ini Sasuke sedang memandang ke arah luar didalam mobil sambil memikirkan sesuatu
Flashback
Pesta ulang tahun Naruto berlangsung sangat meriah musik menggema begitu keras, dan makanan – makanan yang melimpah, namun ada salah satu laki – laki yang hanya duduk disofa sambil mengutak utik handphonenya, dari raut wajahnya terlihat sangat bosan."woi ..! sepertinya kau tidak menikmati pesta ini hmm? Apa yangkurang dari pesta ini?, makanan, musik, hadiah dan masih banyak lagi" kata Naruto kepada Sasuke.
"aku ini memang tidak menyukai keramaian"
"ya sudah, kau sudah menghadiri pesta ini aku sudah senang. Kalau begitu aku ambilkan minum dulu" pergi meninggalakan Sasuke.Sasuke tiba – tiba muncul ide. Kembali berkutat dengan handphone dan mengetikkan sesuatu, dan kemudian menampilan seringai misteriusnya. Suasana pesta memang ramai dan meriah, tapi tidak dengan suasana yang ada diluar rumah, hujan lumayan lebat dengan 5 masih turus semenjak dua jam sebelumnya.
Bawakan aku jaket. Send
Sasuke menampilkan seringainya kembali.
One new message.
Kau ada dimana?
Membaca sms yang baru saja masuk. Sasuke dengan sengaja tidak membalasnya namun membalasnya dengan seringai, lagi. Beberapa menit Naruto datang membawakan minuman kepada Sasuke. Dan kemudian menikmatinya.
"kau tidak menyangka pasti, diluar sana itu hujan angin kan? Disini suasananya sangat bertolak belakang. Maka dari itu, nikmatilah ! " Naruto menepuk punggung Sasuke."Hn"Satu jam Sasuke hanya duduk dan menikmati minumanya yang entah sudah gelas keberapa.
Terlihat dari raut wajahnya seperti menunggu sesuatu tapi disembunyikan dengan wajah dinginya. Sepertinya yang ia tunggu tidak akan datang, atau bahkan mustahil. Namun tanggapan itu terpatahkan ketika melihat ramai – ramai dilantai dansa. Karena penasaran Sasuke memutuskan untuk bertanya."ada apa?" Sasuke bertanya kepada seorang teman.
"sepertinya ada tamu yang tidak diundang"
"woi.. ! Sasuke"teriak Naruto sambil menarik dan mencengkeram kasar baju bagian belakang seseorang yang ada disampingnya.
"kau mengenal gadis ini ?"Melihat itu Sasuke terkejut dan membulatkan mata, seketika dia menghampiri Naruto dan menarik gadis yang dicengkeram Naruto.
"Hn, aku mengenalnya"Sasuke membawa gadis tersebut keruang tengah sedikit menjauh dari keramaian lantai dansa.
"hah.. hah… hah.. ma-maaf Sasuke hah.. hah.. aku terlambat !" ucap gadis itu dengan ngos-ngosan seperti baru saja lari jauh.
"ini jaketnya. Oh iya, aku juga bawakan syal diluar hah.. hah..hujan angin "menyerahkan jaket dan syal.Sasuke melihat keadaan gadis itu sedikit terkejut, baju setengah basah, rambut acak – acakan dan yang lebih membuat terkejut adalah dia masih memakai baju tidur kebesaran berwarna pink dengan motif Teddy Bear cokelat tersebar acak diseluruh permukaan bajunya.
"Sa-Sasuke ?"tanya gadis itu yang ternyata dari tadi masih belum ditanggapi oleh Sasuke.Karena merasa tidak ditanggapi, gadis itu memutuskan untuk memakaikan jaket dengan melingkarkan ke punggung Sasuke yang ternyata membangunkan lamunan Sasuke.
"kau datang?"hanya kalimat itu yang bisa keluar dari mulutnya.Jujur dia tidak menyangka Sakura bisa datang ketempatnya yang bahkan tidak ia beri tahu, dan lagi, rumah Naruto itu berada sangat jauh dari tempat tinggalnya.
"tentu saja aku datang, tapi tadi kau tidak membalas smsku jadi sedikit susah menemukan alamat ini"jawab Sakura yang masih menggulung – gulung syal di leher Sasuke. Namun terhenti ketika tangan Sasuke memegang tangan Sakura yang ternyata mengejutkannya.
"a-ada apa?"
"dengan apa kau datang kesini ?"
"sepeda, ada apa?"tanya Sakura dengan bingung.
"bodoh, kau membahayakan dirimu sendiri!" masih mencengkeram tangan Sakura namun segera ditarik kembali oleh pemiliknya.
"kau yang bodoh, menyuruhku membawakan jaket ke alamat yang tidak jelas dan lagi, dipukul sebelas malam. Mana ada bis malam – malam begini !"balas Sakura dengan memajukan mulutnya kesal dengan perkataan Sasuke.Sebenarnya niatnya tadi dia hanya iseng saja, karena merasa bosan di pesta. Tapi tidak disangka yang yang ia kira tidak datang malah datang, apalagi dengan keadaan mengenaskan.
"ck, ayo pulang" menarik tangan Sakura, tapi yang ditariknya tidak bergeming dari tempatnya.
"ada ap- …
Bruk !
Yang ternyata Sakura pingsan.
Flashback End
Tanpa sadar mengingat kejadian dulu menampilkan senyum dibibirnya. Namun kemudian berubah menjadi senyum miris mengingat kenyataan yang baru ia sadari. "kau lebih mementingkan keadaan orang lain daripada keadaanmu sendiri, Sakura"
"kira – kira Tayuya bisa ikut studytour tidak ya bi ?" mengambil sayur dan lauk dimeja makan dan kemudian melahapnya.
"bibi tidak tau. Jujur, dokter bilang keadaannya semakin menururun" bibi duduk dikursi tepat didepan Sakura. Sakura yang mendengar perkataan bibipun menjadi sedih. "kau sudah minum obat Sakura ?" tanya bibi.
"obatnya hilang bi, jadi Sakura belum minum "
"ini obatnya, minum setelah makan ya" meletakan botol kecil berisi obat disebelah Sakura.
"jadi obatnya tertinggal dirumah ?" memegang obat itu.
"tidak, tadi Sasuke yang memberikannya kepada bibi, dia bilang itu tertinggal di sekolah" bibi menjelaskan. Sakura yang mendengar hanya terkejut.
"tapi bibi tidak bilang kalau aku dan Tayuya..."
"bibi tadinya heran, Sasuke yang dekat sekali dengan Tayuya tidak tahu keadaan kalian, jadi bibi kasih tahu"
"apa ?!" Sakura membulatkan mata tersentak kaget.
"ada apa Sakura ?"
"ah tidak apa – apa bi, kalau begitu Sakura kekamar dulu" melenggang pergi meninggalkan ruang makan.
Sakura berlari dan memasuki kamarnya, segera dia menyambar tiket studytour dan kembali berlari menuju kamar Tayuya.
Tok.. tok..
"Tayuya boleh aku masuk"
Pintu kamarnya pun terbuka. "ada apa?" Tayuya mengintip tadi balik pintu yang terbuka sedikit.
"ini, ada tiket studytour, teman – teman mengharapkan kau bisa ikut" kata Sakura masih didepan pintu Tayuya.
Tayuya pun menerima tiket tersebut. "itu saja kan?" Tayuya hendak menutup pintu kamarnya kembali, tapi di hentikan oleh Sakura.
"Sasuke tahu tentang keadaan kita" ucap Sakura.
Bisa dilihat dari balik pintu yang sedit terbuka bahwa Tayuya juga terkejut. "lalu kenapa ?"
"bukankah kita sudah berjanji kepada ayah dan ibu untuk tidak memberi tahu kepada siapapun"
"lalu siapa sekarang yang melanggarnya" ucap Tayuya yang secara tidak langsung menuduh Sakura.
"bukan aku yang memberi tahunya, tapi dia tahu dari bibi" kata Sakura.
"sudah lah, sesuatu apapun yang disembunyikan suatu hari nanti pasti akan ketahuan" jelas Tayuya. "sekarang pergilah, aku muak melihatmu" Tayuya pun akhirnya menutup pintu kamarnya.
Sakura hendak pergi meninggalkan pintu kamar Tayuya. Namun seketika pintu kamar Tayuya terbuka kembali, Sakura pun menoleh. "hey, jangan pernah dekati Sasuke !!" Tayuya kembali menutup pintu kamarnya.
'ya Tuhan, maafkan Sakura jika Sakura salah' ucap Sakura sesampai dikamarnya.
Sakura menatap keluar jendela bus yang sedang bersiap untuk menuju ke museum, 'Tayuya, ikut tidak ya ?'
"melamun saja adikku ini" seseorang duduk disamping Sakura dan mengacak – acak rambut Sakura.
"Sasori, kau membuat rambutku kusut !" Sakura mencoba merapikan rambutnya yang kusut dengan muka cemberut.
"ahaha.. baiklah kubantu merapikannya" Sasoriikut merapikan rambut Sakura.
"kau ikut tour ini ?" tanya Sakura yang hanya dijawab dengan gumaman kecil Sasoripertanda mengiyakan. "bagaimana bisa?"
"aku meminta izin wali kelasmu, kebetulan ada banyak tempat duduk yang kosong, dan berhasil" Sasoriselesai merapikan rambutku.
"tempat duduk yang kosong ?" Sakura mendongakkan kepala untuk melihat sekeliling isi bus namun dengan raut khawatir.
"tenanglah, kembaranmu itu ikut" jelas Sasoriseakan tau apa yang dikhawatirkan Sakura. "dan lagi, sudah ada yang menjaganya"
"hah? Bagaimana kau bisa tahu?"
"itu" Sasorimenujukkan dengan arah matanya, menuju keluar bis.
"Sasuke, jadi Sasuke ikut? " Sakura kembali membenarkan duduknya. 'Sasuke ikut studytour ini karena sudah tahu keadaan Tayuya yang sebenarnya' Sakura melamun dan kemudian menghelakan nafas dan tersenyum. 'baguslah, dengan begitu Tayuya jadi lebih aman karena ada Sasuke, tapi aku harap Sasuke bisa menjaga rahasia' Sakura kembali menoleh keluar jendela untuk melihat Tayuya dan Sasuke, namun yang ia lihat adalah tatapan dingin Sasuke yang bertemu pandang dengannya yang juga sedang menatap kearahnya, karena terkejut Sakura secara cepat mengalihkan pandanganya.
"kenapa ? kau cemburu ya?" tanya Sasorimenggoda bersamaan dengan bus yang mulai berjalan setelah semua siswa masuk kedalam bus.
"ti-tidak" sanggah Sakura. "lagi pula, tentang perjanjian itu, sudah selesai kemarin. Jadi sekarang tidak ada hubungannya lagi aku dengan Sasuke"
"benarkah ?" tanya Sasoriyang hanya ditanggapi Sakura dengan anggukan.
Jawaban review
Kira Desuke, Morena L dan lain2 adalah author favorit saya, selama ini memang saya hanya silent reader.
Mohon maaf jika penulisannya memang sedikit ngawur.. wkwkw
Saya sendiri baca gaya tulisan saya juga agakkk ilfilll hehe..
Terima kasih kritik, saran dan semangatnya ... :)
