Love Story
Disclameir: Masashi Kishimoto
Rated: T
Genre: Romance/Friendship
Chapter 9: Sakura New Shcool
Summary: Apa yang akan terjadi hari ini di sekolah Sakura dan di Konoha?
Pairings:
SasuSaku
NaruHina
Saiino
ShikaTema
NejiTen
"Jadi, Kau masuk kelas berapa?" Tanya Matsuri setelah Sakura keluar dari ruangan Kepsek.
"Kelas 2-3, Kamu kelas berapa?" Kata Sakura ramah.
"Sama, Tapi hati-hati saja. Disitu ada Tayuya" Kata Matsuri sambil tersenyum.
(Di kelas)
Sekolah memang bebas, kita bisa melihat ada yang sedang tidur, makan sampai pake make-up. "Duduk yuk" Ajak Matsuri ramah. Akhirnya mereka duduk. Diam, itulah yang mereka berdua lakukan sekarang.
Sakura POV
Ini sekolah atau bukan sih? Sama saja di sekolahku yang dulu, tapi masih enak'kan disana. "Matsuri" Panggilku, Matsuri pun menoleh. "Siapa pemilik sekolah ini? Aku lupa namanya" Tanyaku.
"oh, Namanya Subaku Rei, Memang kenapa" Jawabnya, Subaku Rei? Seperti pernah mendengarnya tapi dimana? 'Subaku No Temari', Apa jangan-jangan sekolah ini milik ayah Temari? Jadi Bingung. "Kau kenapa?" Tanyanya, Aku pun kaget.
"Aku seperti pernah mendengar nama itu. Apakah dia punya anak?" Tanyaku, Karna aku masih penasran. "Punya, Namanya Gaara, Kankuro dan Temari" Jawabnya, Ternyata mereka anak Subaku Rei tapi kok Temari tak pernah cerita. "Oh" Aku hanya ber'oh' ria.
End of Sakura POV
Tiba-tiba ada orang yang menghapiri mereka berdua. "Kamu! Kau pasti anak baru" Kata orang itu sambil menunjuk Sakura.
"Kalau iya, Kenapa?" Kata Sakura dengan sabar.
"Push up 10 kali" Kata orang itu santai.
"Kenapa harus begitu? Kau bisa menyuruh orang lain'kan" Kata Sakura masih sabar walaupun hatinya udah mau ngebunuh Tayuya, Yup! Orang itu Tayuya.
"Karna kau anak baru" Kata Tayuya santai.
"Bukannya kau juga? Kau baru masuk kemarin"
"Jangan sotoy deh, Tau dari mana kalau aku baru masuk kemarin?"
"Fari orang itu" Kata Sakura sambil menunjuk cowok berambut putih. Seketika orang itu hilang (Setan ?)
"Kau berani ya" Puji Matsuri, Sakura hanya tersenyum.
"Makasih" Jawabnya singkat.
Kriiing
Bel pertanda masuk sudah berbunyi.
(Sementara Konoha)
"Tidak asyik kalau tak ada Sakura" Kata Ino mengeluh.
"Iya" Jawab mereka.
(Sementara cowok)
"Sial! Hari ini ulangan" Kata Naruto yang baru ingat.
"Emang lo belum belajar?" Tanya Kiba yang duduk disebelahnya.
"Belum, Karna tadi malam aku nonton Cinta Aming" Kata Naruto
"Cinta Aming? Sinetron apaan tuh?" Tanya Sasuke, Kemarin ia tidak masuk sekolah karna sakit mikirin Sakura.
"Cerita tentang Aming sang tukang jamu bertemu dengan Farrel sang direktur"
"Kasian banget Farrel," Kata mereka. "Kenapa Aming yang jadi peran utamanya" Kata Kiba sambil melihat anjingnya (Emang boleh bawa anjing?)
"Shika! Aku boleh nyontek gak?" Pinta Naruto dengan puppy eyes no jutsu.
"…" Shikamaru? Dia malah tidur.
Kriiing
"Kyaa! Masuk!' Teriak Naruto seperti melihat hantu. "Takut! Tolong aku! Help me! Jangan cabut nyamwaku, aku belum siap….."
Plaak
Naruto dilemparin pensil sama semua murid dikelas itu. "Kau kira ada hantu apa? Berisik tau" Shikamaru langsung marah karna terganggu.
"Sekarang kita mulai ulangannya!" Teriak Anko-sensei tiba-tiba.
"Iya" Jawab murid-murid yang lainnya minus Naruto.
.
.
Kriiing
Waktunya istirahat, Naruto sudah terlihat stress mengerja'kan ulangannya. "Lo kenapa Nar? Sakit?" Tanya Kiba, sekarang Naruto memang dekat sama Kiba.
"Tinggal berapa hari lagi?" Tanya Naruto masih stress.
"Apa yang 'tinggal berapa hari lagi'" Tanya Kiba makin bingung.
"Ulangannya"
"Minggu depan, emang kenapa?"
"Ajarin gue donk! Ntar gue bisa mati kalau stress" Pinta Naruto dengan puppy eyes no jutsu.
"Maaf, bukannya gue gak mau tapi gue sibuk ngurusin Akamaru"
"Ternyata lo lebih mentingin anjing dari pada teman" Naruto sudah nangis darah.
"Iya donk" Jawab Kiba polos.
(Sementara cewek)
"Hina-Chan, sudah tau belum kabar baru?" Tanya Ino kepada Hinata, temannya pun ikut penasaran.
"A-apa?" Tanya Hinata.
"katanya Sasuke suka sama kamu. Benar gak?" Jawab Ino. 'Sebenarnya itu bukan gossip tapi nyata' Batin Ino
"Mana ku t-tau, i-itu'kan pe-perasaan Sasuke"
"Pernah terfikir gak sama kalian kalau Sakura pergi karna Sasuke menyukai Hinata? Banyak, tau orang yang kayak gitu" Kata Tenten.
"Mungkin saja" Jawab Mereka minus Hinata.
"Ta-tapi gak mungkin Sa-sasuke suka sama aku, Aku'kan pa-pacarnya Naruto" Kata Hinata Gugup.
"Apa sih yang gak mungkin didunia ini? Kau bisa saja selingkuh" Kata Temari polos. "Dan satu lagi, mungkin kamu bisa putus lalu Sasuke menyata'kan cinta padamu"
"Betul, Hinata hati-hati saja" Kata Tenten.
"Kalian ngomong apaan sih?" Tanya seseorang, orangnya tidak begitu penting. "Kalian gue tanya malah diam, Jawab!"
"Shion, bisa gak lo pergi dari hadapan kita? Ganggu aja sih, lagi asyik nih" Kata Ino polos. Shion, anak ter-'sok' disini, sok cantik lah, sok berkuasa lah, sok pintar lah, dan sebainya.
"Apa lo bilang? Lo ngusir gue?"
"Ya sudah kalau masih mau disini kita saja yang pergi" Kata Ino lalu mereka meninggal'kan Shion sendirian.
.
"Tuh anak bikin gue bad mood aja" Kata Ino sebal.
"Namanya juga 'Shion', apa sih yang gak dia lakukan ke kita"
Tell me your wish, I will make it come true
Don't just pray every night at home by yourself
Your heart that loves me, your wish that wants to be with me
Hp Ino berdering berarti ada yang meng-sms, Ino mengambil hpnya dan membaca pesannya
From: My First love
081756xxxxx
Ntar malam kerumah Naruto ya. Sekalian ajak yang lainnya.
Setelah pesan itu di baca, segera mungkin ia membalasnya.
To: My First love
061756xxxxx
Emang kenapa? Ada yang penting?
Lalu Ino mengirim pesannya.
Stupid baby, I prayed for this too
That you would come to love me
Ino lalu membacanya.
From: My First love
081756xxxxx
Naruto minta di ajarin. Datang ya! Di tunggu
Ino menaruh kembali hp nya kedalam Sakunya. "Ada apa No?" Tanya Temari.
"Naruto minta diajarin. Ikut ya!" Ino memohon kepada sahabatnya.
"Oke" Jawaban singkat mereka membuat Ino bahagia entah karna apa.
(Sementara Sakura)
"Kamu kok mau sekolah disini?" Tanya Sakura sambil meminum jus kesukaannya.
"Itu gara-gara… sesuatu" Kata Matsuri ragu.
"Apa?"
Sakura POV
Terlihat jelas kalau Matsuri menyimpan rahasia dan rahasianya tentu besar. "Kalau gak mau bilang juga gak apa-apa" aku membatalkan niat ku untuk menanya.
End Of Sakura POV
"Sakura, kenapa Sakura kesini? Bukannya Sakura dari Konoha?" Tanya Matsuri.
"Aku juga bingung ngejelasinnya"Jawab Sakura, "Jadi gini, aku bla bla bla" Sakura mulai ngejelasin dari awal.
.
"Jadi gitu? Berarti Sakura-Chan kabur dari kenyataan donk?" Kata Matsuri setelah mendengar cerita Sakura, Sakura hanya mengangguk. "Saku-Chan, nanti sore, aku boleh gak belajar dirumah Saku-Chan" Tanya Matsuri.
"Boleh, malah aku senang" Kata Sakura sambil tersenyum. "Masuk Yuk!" Ajak Sakura, Matsuri hanya mengangguk.
T B C
Review Ya!
Iya! -PD banget-
